Anda di halaman 1dari 19

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, manusia tidak
terlepas dari berbagai bentuk masalah dalam kehidupan, olehnya para ilmuwan selalu
mengkaji persoalan yang terjadi baik dalam lingkungan maupun alam secara keseluruhan.
Dengan hal tersebut sejarah perkembangan yang diangkat lewat latar belakang ini adalah
sejarah perkembangan teori atom mulai dari yang sederhana hingga yang secara modern,
elektron, neutron dan ion.
Ilmu kimia merupakan ilmu yang mempelajari tentang materi dan perubahannya
serta perubahan energi yang menyertainya. Segala sesuatu yang ada di alam terdiri atas
materi yang bentuknya bermacam-macam. Tiap materi tersusun atas unsur dan tiap unsur
tersusun atas atom. Atom adalah bagian terkecil dari unsur. Jika diteliti lebih dalam
lagi, atom terdiri atas elektron, neutron, dan proton. Berdasarkan pemahaman tersebut
penjelasan mengenai materi beserta struktur atom menjadi penting dan fundamental untuk
pembelajaran kimia.
Teori atom mengalami perkembangan dari massa ke massa. Istilah atom pertama
kali dikemukakan oleh Democritus. Atom berasal dari kata atomos (dalam bahasa Yunani
a = tidak, tomos = dibagi), jadi atom merupakan partikel yang sudah tidak dapat dibagi
lagi. Menurut Dalton konsep atom Democritus ini tidak bertentangan dengan Hukum
Kekekalan Massa dan Hukum Kekekalan Energi, sehingga Dalton membuat teori tentang
atom yang salah satunya adalah materi tersusun atas partikel-partikel terkecil yang tidak
dapat dibagi lagi.
Seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan, penjelasan mengenai atom
mengalami penyempurnaan dari massa ke massa dan menghasilkan banyak teori-teori atom
yang baru dari hasil pemikiran dan percobaan para ilmuwan sehingga model atom
mengalami modifikasi menjadi model atom yang sekarang ini dikenal.
1.2

Rumusan Masalah
Berdasarkan pembahasan di atas maka dapat dirumuskan beberapa hal yang menjadi
masalah sebagai berikut :
1. Bagaimana sejarah perkembangan teori model atom?
2. Apa yang dimaksud dengan elektron, proton, neutron, dan ion?
1.3 Tujuan penuliusan
Tujuan dari penulisan makalah yaitu sebagai berikut:
1. Menjelaskan tentang sejarah perkembangan teori model atom.
2. Menjelaskan maksud dari elektron, proton, neutron, dan ion.

BAB 2 ISI
2.1 Perkembangan Teori Atom Dan Struktur Atom
Dari zaman yunani kuno hingga sekarang, model dan teori atom terus
berkembang. Melalui model dan teori atom, kita dapat mengetahui struktur suatu atom.
Perkembangan tersebut tidak dapat dilepaskan dari upaya para ilmuwan diantaranya
Democritus, John Dalton, J.J. Thomson, Ernest Rutherford, Niels Bohr, Schrodinger, de
Broglie Heisenberg.
2.1.1. Teori Atom Democritus
Democritus mengembangkan teori tentang penyusun suatu materi. Menurut
Democritus jika suatu materi dibelah terus-menerus suatu ketika akan diperoleh suatu
partikel fundamental yang disebut sebagai atom (Yunanu: atomos = tidak terbagi).
Pendapat ini ditolak oleh Aristoteles (384 & 322 SM), yang berpendapat bahwa materi
bersifat kontinu (materi dapat dibelah terus-menerus sampai tidak berhingga).
Aristoteles lebih menyetujui teori Empedokles, yaitu materi tersusun atas api, air
tanah dan udara. Sekitar tahun 1592 - 1655 Gasendi mengemukakan bahwa atom
merupakan bagian terkecil suatu zat.
2.1.2. Teori Atom Dalton
John Dalton (1766-1844) terkenal karena teorinya yang membangkitkan kembali
istilah "atom". Dalam buku karangannya yang berjudul New System of Chemical
Philosophy ia berhasil merumuskan hal tentang atom sekitar tahun 1803. Ia menyatakan
bahwa materi terdiri atas atom yang tidak dapat dibagi lagi. Tiap-tiap unsur terdiri
atas atom-atom dengan sifat dan massa identik, dan senyawa terbentuk jika atom dari
berbagai unsur bergabung dalam komposisi yang tetap. Temuannya didasarkan pada
sebuah eksperimen. John Dalton menggambarkan atom seperti bola pejal.
Berikut 5 Teori Atom Dalton:
1. Unsur-unsur terdiri dari partikel-partikel yang luar biasa kecil yang tidak dapat
dibagi kembali (disebut atom). Dalam reaksi kimia, mereka tidak dapat
diciptakan, dihancurkan atau diubah menjadi jenis unsuryang lain.
2. Semua atom dalam unsur yang sejenis adalah sama dan oleh karena itu
memiliki sifat-sifat yang serupa;seperti massa dan ukuran.
3. Atom dari unsur-unsur yang berbeda jenis memiliki sifat-sifat yang berbeda
pula.
4. Senyawa dapat dibentuk ketika lebih dari 1 jenis unsur yang digabungkan.
5. Atom-atom dari 2 unsur atau lebih dapat direaksikan dalam perbandinganperbandingan yang berbeda untuk menghasilkan lebih dari 1 jenis senyawa.
Kelebihan Teori Atom Dalton

1. Memungkinkan kita untuk menjelaskan hukum kombinasi kimia.


2. Dalton adalah orang pertama yang mengakui perbedaan yang bisa diterapkan
antara partikel dari suatu unsur (atom) dan dari senyawa (molekul).
Kelemahan Teori Atom Dalton
1. Ketidakterpisahan atom terbukti salah, karena, atom dapat dibagi lagi
menjadi proton, neutron dan elektron. Namun atom adalah partikel terkecil,
yang sangat berpengaruh dalam reaksi kimia.
2. Menurut Dalton, atom-atom dari unsur yang sama adalah sama dalam segala
hal. Pernyataan ini salah karena atom dari beberapa unsur berbeda dalam hal
massa dan kepadatan. Atom seperti dari unsur yang sama memiliki massa
yang berbeda disebut isotop. Misalnya, klorin memiliki dua isotop yang
memiliki nomor massa 35 dan 37 satuan massa atom (sma).
3. Dalton juga mengatakan atom elemen yang berbeda berbeda dalam segala hal.
Hal ini telah terbukti salah dalam kasus-kasus tertentu seperti atom argon
dan atom kalsium, yang memiliki massa atom yang sama yaitu 40. Atom
unsur berbeda yang memiliki massa atom yang sama disebut isobar.
4. Menurut Dalton atom unsur yang berbeda bergabung dalam rasio nomor
sederhana keseluruhan untuk membentuk senyawa. Hal ini tidak terlihat pada
senyawa organik kompleks seperti gula C12H22O11.
5. Teori ini gagal untuk menjelaskan keberadaan alotrop. Perbedaan sifat
arang, grafit, berlian tidak dapat dijelaskan karena ketiganya terdiri dari atom
yang sama yaitu karbon.
Meskipun teorinya memiliki banyak kekurangan namun ia tetap dianggap sebagai
bapak pencetus teori atom modern, terlebih lagi karena teorinya tersebut mampu
menerangkan Hukum kekekalan massa Lavoisier dan Hukum perbandingan tetap
Proust.
2.1.3. Teori Atom J.J. Thomson
Kelemahan dari Dalton diperbaiki oleh JJ. Thomson, eksperimen yang
dilakukannya tabung sinar kotoda. Hasil eksperimennya menyatakan ada partikel
bermuatan negatif dalam atom yang disebut elektron. Suatu bola pejal yang
permukaannya dikelilingi elektron dan partikel lain yang bermuatan positif sehingga
atom bersifat netral. Teori Atom Thomson adalah salah satu teori yang mencoba
mendeskripsikan bentuk atom yaitu seperti bentuk roti kismis. Diibaratkan sebagai roti
kismis karena saat itu Thomson beranggapan bahwa atom bermuatan positif
dengan adanya elektron bermuatan negatif di sekelilingnya.
Adapun beberapa kesimpulandari teori atom Thomson sebagai berikut :
1. Atom berupa bola yang bermuatan positif dengan adanya elektron yang
bermuatan negatif di sekelilingnya.
2. Muatan positif dan negatif pada atom besarnya sama. Hal ini
menjadikan atom bermuatan netral. Suatu atom tidak mempunyai
muatan positif atau negatif yang berlebihan.
Teori Thomson memiliki kelebihan yaitu mampu membuktikan adanya partikel
lain yang bermuatan negatif dalam atom. Berarti atom bukan merupakan bagian

terkecil dari suatu unsur namun teori ini tidak dapat menjelaskan susunan muatan
positif dan negatif dalam bola atom tersebut.
Selain roti kismis, teori atom Thomson dapat diumpamakan sebagai semangka.
Daging buah yang berwarna merah melambangkan ruang yang bermuatan positif,
sedangkan biji yang tersebar di dalamnya adalah elekton yang bermuatan negatif.
2.1.4. Model Atom Rutherford
Pada tahun 1909 Hans Geiger dan Ernest Marsden dengan petunjuk dari
Ernest Rutherford melakukan eksperimen di Laboratorium Fisika Universitas
Manchester untuk membuktikan kebenaran dari teori atom yang dikemukakan oleh
Thomson.
Eksperimen ini melibatkan penambakan partikel alfa (inti atom helium atau ion
helium dengan muatan positip) yang diemisikan oleh unsur Radium pada lempengan
logam emas tipis dan kemudian mendeteksi partikel alfa yang telah melewati
lempengan logam emas tersebut dengan menggunakan layar yang dilapisi seng sulfida
(ZnS) sebagai detetektor. Rutherford berpendapat bahwa apabila struktur atom yang
dikemukakan oleh Thomson adalah benar maka sebagian besar berkas partikel alfa akan
melewati.
Lempengan logam emas dan sebagian kecil sekali yang akan didefleksi. Akan
tetapi hasil eksperimen Rutherford sangat mengejutkan, walaupun sebagian besar berkas
partikel alfa melewati lempengan logam emas, terdapat banyak berkas partikel alfa
yang didefleksi dengan sudut yang besar (lebih dari 900), bahkan terdapat berkas
partikel alfa yang direfleksi kembali kearah sumber tanpa pernah menyentuh layer
detector. Setelah merunut pola-pola partikel alfa yang ditembakkan ke lempeng logam
emas, maka Rutherford mengambil kesimpulan bahwa sebagian besar ruang dalam atom
adalah ruang kosong, dan terdapat massa yang terkonsentrasi pada pusat atom yang
bermuatan positif dimana ukurannya 10.000 kali lebih kecil dibanding ukuran
keseluruhan bagian atom, dan elektron mengelilingi inti atom tersebut seperti
planet-planet kita mengelilingi matahari.
Rutherford menyimpulkan struktur atom tersebut berlandaskan eksperimennya
sebagai berikut:
1. Sebagian besar berkas partikel alfa yang dapat melewati lempengan logam emas
menunjukan bahwa partikel alfa ini melewati ruang kosong yang ada di dalam atom
sehingga dengan mudah partikel alfa ini melewati ruang kosong tersebut tanpa
hambatan yang berarti.
2. Berkas partikel alfa yang didefleksi menunjukan bahwa partikel alfa tersebut
berada pada posisi yang dekat dengan inti atom yang bermuatan positif. Muatan
positif dengan muatan positif akan saling tolak menolak, hal inilah yang
menyebabkan partikel alfa dibelokan dengan sudut yang besar.
3. Berkas partikel alfa yang di refleksi kembali (dipantulkan kembali) menunjukan
bahwa partikel alfa tersebut bertumbukkan dengan inti atom yang bermuatan
positif. Inti atom emas mempunyai massa dan muatan positif yang lebih besar

dibanding dengan massa dan muatan partikel alfa, hal inilah yang membuat
partikel alfa di pantulkan kembali.

Kelebihan Atom Rutherford


1. Bahwa atom memiliki inti atom yang bermuatan positif dan disekelilingnya
terdapat electron yang mengelilinya.
2. Dapat menerangkan fenomena penghamburan partikel alfa oleh selaput tipis
emas
3. Jari-jari inti atom dan jari-jari atom sudah dapat ditemukan.
4. Sudah dapat menerangkan/menentukan bentuk lintasan elektron yang
mengelilingi inti atom.
5. Dapat menggambarkan gerak elektron disekitar inti.
6. Elektron dapat bergerak dalam lintasan apapun, dari lintasan yang tak terhingga
jumlahnya.
Kekurangan Atom Rutherford
1. Model atom rutherford ini belum mampu menjelaskan dimana letak elektron dan
cara rotasinya terhadap ini atom.
2. Elektron memancarkan energi ketika bergerak, sehingga energi atom menjadi
tidak stabil.
3. Tidak dapat menjelaskan spektrum garis pada atom hidrogen (H).
4. Tidak dapat menjelaskan mengapa elektron tidak jatuh ke dalam inti atom.
Berdasarkan teori fisika, gerakan elektron mengelilingi inti ini
disertai
pemancaran energi sehingga lama-kelamaan energi elektron akan berkurang dan
lintasannya makin lama akan mendekati inti dan jatuh ke dalam inti.
2.1.5. Teori Atom Bohr
Model atom Bohr mengemukakan bahwa atom terdiri dari inti berukuran
sangat kecil dan bermuatan positif dikelilingi oleh elektron bermuatan negatif yang
mempunyai orbit. Inilah gambar teori model atom Bohr. Penjelasan teori atom Bohr
dapat dibaca pada sub bunyi postulat teori atom Bohr di bawah. Niels Bohr mengajukan
teori atom Bohr ini pada tahun 1915. Karena model atom Bohr merupakan modifikasi
(pengembangan) dari model atom Rutherford, beberapa ahli kimia menyebutnya
dengan teori atom Rutherford-Bohr. Model atom Bohr berbentuk seperti tata surya,
dengan elektron yang berada lintasan peredaran (orbit) mengelilingi inti bermuatan
positif yang ukurannya sangat kecil. Gaya gravitasi pada tata surya secara matematis
dapat diilustrasikan sebagai gaya Coulomb antara nukleus (inti) yang bermuatan
positif dengan elektron bermuatan negatif.
Kelebihan model atom Bohr
1. Atom terdiri dari beberapa kulit/subkulit untuk tempat berpindahnya electron
dan atom membentuk suatu orbit dimana inti atom merupakan positif dan
disekelilingnya terdapat electron.
2. Teori atom Bohr dapat menjelaskan tetapan Rydberg untuk garis spektra emisi
hidrogen.

Kelemahan Teori Atom Bohr


Walaupun dinilai sudah revolusioner, tetapi masih ditemukan kelemahan teori
atom Bohr yaitu:
1. Melanggar asas ketidakpastian Heisenberg karena elektron mempunyai jari-jari
dan lintasan yang telah diketahui.
2. Model atom Bohr mempunyai nilai momentum sudut lintasan ground state yang
salah. Lemahnya penjelasan tentang prediksi spektra atom yang lebih besar. Tidak
dapat memprediksi intensitas relatif garis spektra.
3. Model atom Bohr tidak dapat menjelaskan struktur garis spektra yang baik.
4. Tidak dapat menjelaskan efek Zeeman.
2.1.6. Mekanika Kuantum
Pada tahun 1927, Erwin Schrodinger mengajukan teori atom yang disebut
dengan teori atom mekanika kuantum yang menyatakan bahwa kedudukan elektron
dalam atom tidak dapat ditentukan dengan pasti, yang dapat ditentukan adalah
probabilitas menemukan elektron sebagai fungsi jarak dari inti atom. Daerah
dengan
probabilitas
terbesar menemukan elektron disebut dengan orbital.
Schrodinger memperhitungkan dualisme sifat elektron, yaitu sebagai partikel
sekaligus sebagai gelombang. Temuan Schrodinger memungkinkan kita untuk
menentukan struktur elektronik atom, baik yang berelektron tunggal maupun yang
berelektron banyak.
Pada tahun yang sama, Werner Heisenberg menguatkan teori atom mekanika
kuantum dengan temuannya yang disebut dengan azas ketidakpastian Heisenberg
yang menyatakan bahwa kedudukan partikel seperti elektron tidak dapat ditentukan
dengan pasti pada saat yang sama. Orbital adalah suatu daerah dalam ruang berbentuk
spesifik dan dalam daerah ini besar kemungkinan ditemukannya elektron. Deangan
teori mekanika kuantum, dapat dibuktikan bahwa elektron yang dapat menempati kulit
tertentu, jumlahnya terbat as.Menurut teori ini, awan-awan elektron disekitar
inti
menunjukkan tempat kebolehjadian elektron. Orbital menggambarkan tingkat energi
elektron. Orbital-orbital dengan tingkat energi yang sama akan membentuk
subkulit dan beberapa subkulit bergabung membentuk kulit. Oleh sebab itu, kulit
terdiri dari beberapa subkulit dan subkulit terdiri dari beberapa orbital. Meskipun
posisi kulitnya sama tetapi posisi orbitalnya belum tentu sama. Ciri khas model
atom mekanika kuantum, adalah sebagai berikut :
1. Gerakan elektron memiliki sifat gelombang sehingga lintasannya (orbitnya) tidak
stasioner seperti model Bohr, tetapi mengikuti penyelesaian kuadrat fungsi
gelombang.
2. Bentuk dan ukuran orbital bergantung pada harga dari ketiga bilangan kuantumnya.
3. Posisi elektron sejauh 0,529 Amstrong dari inti H menurut Bohr bukannya sesuatu
yang pasti, tetapi boleh jadi merupakan peluang terbesar ditemukannya elektron.
Untuk menentukan lokasi dari suatu orbital dalam atom, diperlukan suatu

keterangan yang menyatakan kulit, subkulit, dan nomor orbital sehingga pada teori ini
digunakan bilangan gelombang yang hingga saat ini digunakan untuk mengetahui
keberadaan atom beserta tingkat energi elektron.
2.2. Elektron
Pada tahun 1897, JJ Thomson menemukan partikel subatomik pertama, elektron, saat
meneliti sinar katoda. Elektron tersebut bermuatan negatif. Umumnya ditulis sebagai eElektron memiliki massa sekitar 1/1836 massa proton. Keberadaan elektron dapat diketahui
berdasarkan percobaan sinar katode (Sir William Crookes,1879). Dalam percobaannya,
Crookers menggunakan alat yang disebut tabung sinar katode atau disebut juga tabung
CrookersLihat gambar 1.1

Gambar 1. Tabung sinar katoda/tabung croockes


Jika tabung Croockes dihubungkan dengan sumber arus searah tegangan tinggi maka
katoda akan memancarkan berkas sinar menuju anoda. Sinar itu dinamakan sinar katoda.
sinar katoda memiliki massa, hal ini dapa t dilihat dengan memutarnya baling-baling yang
dipasang pada jalannya berkas sinar katoda (gambar 1.1). Sinar katoda dapat dibelokkan
oleh medan listrik menuju kutub positif listrik. Hali ini membuktikan bahwa sinar katoda
memiliki muatan negatif (gambar1.2)

Gambar 2. Sinar katoda dibelokkan oleh medan listrik


2.3. Proton
Tahun 1919 Rutherford mengembangkan satuan dasar muatan positif yang disebut
proton hasil risetnya dari jalur lintasan partikel di udara. Proton ditemukan dalam inti
setiap atom. jumlah proton dalam setiap atom itu adalah nomor atom. Massa satu proton
1.67 x 10-27 kg. Keadaan proton dibuktikan melalui percobaan tabung Crookes yang
dimodifikasi. Tabung Crookers diisi gas hidrogen dengan tekanan rendah. Percobaan ini
dikembangkan oleh Eugen Goldstein. Jika tabung Crookers dihubungkan dengan sumber

arus listrik dibagian belakang katode yang dilubangi maka akan terbentuk berkas sinar.
Goldstein menanamkan sinar itu sebagai sinar terusan oleh karena sinar terusan bergerak
menuju katode maka disimpulkan bahwa sinar terusan bermuatan positif.
Menurut Goldstein, sinar terusan tiada lain adalah ion hidrogen. Ion ini terbentuk
akibat gas hidrogen bertumbukan dengan sinar katode. Oleh karena ion hidrogen hanya
mengandung satu proton maka disimpulkan bahwa sinar positif adalah proton. Penggantian
gas hidrogen oleh gas lain selalu dihasilkan sinar yang sama dengan sinar terusan yang
dihasilkan oleh gas hidrogen. Hal ini dapat membuktikan bahwa setiap materi mengandung
proton sebagai salah satu partikel penyusunnya.

Gambar 3. Tabung Crookers diisi gas hidrogen dengan tekanan rendah

2.4. Neutron
Tahun1932 Chadwick mengamati bahwa ketika berilium-9 ditembaki partikel alfa
ternyata partikel yang massanya sama dengan proton tapi tanpa muatan (netral)
dilepaskan,inilah yang disebut neutron. Memiliki massa 1.6749 1027 kg. Keberadaan
neutron dalam atom ditemukan oleh J.Chadwick melalui percobaan penembakan unsur
beriluim oleh partikel alfa kecepatan tinggi. Dari percobaan tersebut terbentuk partikel yang
tidak dipengaruhi medan magnet dan dapat bertumbukan dengan parafin. Partikel alfa
adalah, partikel bermuatan positif yang dipancarkan oleh unsur radioaktif.

Gambar 4. Diagram alir pelepasan partikel neutron


Data percobaan menunjukkan bahwa sinar yang keluar dari target beriluim tidak dipengaruhi
oleh medan mangnet. Ketika sinar yang keluar dari terget berilum menumbuk parafin, proton
akan keluar dari parafin dengan kecepatan tinggi. Chadwick menyimpulkan bahwa partikel
yang keluar dari unsur berilum tidak bermuatan dan memiliki massa hampir sama dengan
massa proton. Partikel tersebut dinamakan neutron.

2.5. Ion
Ion adalah atom atau sekumpulan atom yang bermuatan listrik. Ion bermuatan
negatif, yang menangkap satu atau lebih elektron, disebut anion, karena dia tertarik menuju
anode. Contohnya Na+,K+,Mg2+,Ca2+. Ion bermuatan positif, yang kehilangan satu atau
lebih elektron, disebut kation, karena tertarik ke katode. Contohnya Cl-,O2-,S2-,I-. Ion
terbentuk saat atom menerima atau melepaskan elektron. Jika atom menerima elektron maka
akan berubah menjadi anion. Jika atom melepaskan elektron maka akan berubah menjadi
kation.
Selain ion berasal dari satu buah atom (monoatom), terdapat ion yang berasla dari
gabungan 2 buah atom atau lebih atom unsur yang berbeda (poliatom). Contohnya Na dan
Cl.

Gambar 5. Ikatan ion


Ion-ion yang bermuatan berlawanan memiliki gaya tarik listrik yang kuat. Ikatan kimia
yang terjadi karena gaya tarik listrik ini disebut ikatan ion.
Peranan ion dalam kehidupan manusia adalah sebagai berikut:
1. Cairan tubuh menusia mengandung ion-ion seperti Na+, Mg2+,Ca2+, Cl-. Saat tubuh
kita banyak kehilangan cairan tubuh, kita segera meminum larutan isotonik ataupun
oralit.
2. Dalam aki terdapat larutan asam sulfat yang mengandung ion hidrogen (H+),dan ion
sulfat SO2-. Ion-ion akan bereaksi dengan elektroda sehingga menghasilkan arus
listrik.

BAB 3 PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Dari paparan makalah diatas dapat disimpulkan :
1. Sejarah perkembangan atom oleh beberapa ilmuan Democritus, John Dalton, J.J.
Thomson, Ernest Rutherford, Niels Bohr, Schrodinger, de Broglie Heisenberg
hingga mekanika kuantum
2. Elektron adalah Sub atomik yang bermuatan negatif, Neutron adalah sub atomik
yang bermuatan netral, dan proton adalah sub atomik yang bermuatan positif
serta ion adalah atom atau sekumpulan atom yang bermuatan listrik.

DAFTAR PUSTAKA
Chang, Raymond. 1991. Chemistry 4th Ed. New York: McGraw-Hill.
Ham, T.K. & Rastiawan, H. 2001. Soal dan Penyelesaian Kimia SMU, EBTANAS & UMPTN.
Erlangga, Jakarta.
Irfan, Anshory & Hiskia, Ahmad. 2002. Acuan Pelajaran Kimia SMU Kelas I. Erlangga, Jakarta.
J. Goenawan. 1999. Kimia untuk SMU Kelas I, Jilid IA. Grasindo, Jakarta.
Keenan; Kleinfelter & Wood. 1989. Ilmu Kimia Untuk Universitas, Jilid 1. Erlangga, Jakarta.
Kiti, S.1996, Kimia I, Untuk Kelas 1 SMU. Intan Pariwara, Klaten.
Ma. Cristina Damasco-Padolina. 2000. Fundamental Concept of Chemistry I. UP Open
University, Philiphines.
N. Maryunah, H., Sutresna, N. & Diana. 2000. Kimia Untuk SMU Kelas I, Jilid IA. Grafindo
Media Pratama, Jakarta.
Parning, Mika & Marian. 2000. Penuntun Belajar Kimia Untuk SMU Kelas I. Yudhistira, Jakarta.
Retnowaty, P. 1999. Seribu Pena, Kimia Untuk SMU Kelas I. Erlangga, Jakarta.

LAMPIRAN

Lampiran 1. Dokumentasi
Gambar . Pembuatan PPT

Lampiran2.PengerjaanMakalahdanPembagianTugas

2.1PengejaanMakalah
Pengerjaan makalah dilakukan di kampus II Universitas Muhammadiyah Riau, pada
tanggal1921November2016.
2.2PembagianTugas

No
1

Nama
SitiMaisyaroh

WahyuRizaldi

Sumini

Tabel1.PembagianTugas
NIM
140204008
a)
b)
c)
d)
140204006
a)
b)
c)
d)
140204003
a)
b)
c)
d)

Tugas
StudiLiteratur
Membuatppt
Moderator
Pembuatanlaporanakhir
Merancangppt
Presentator
Menjawabpertanyaan
Pembuatanlaporanakhir
Operator
Membuatppt
Pembuatanlaporanakhir
Dokumentasi

Lampiran 3. Pertanyaan dan Jawaban


KELOMPOK 5
1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan partikel alpha?
Jawaban:Partikel alpha adalah bentuk radiasi partikel yang sangat menyebabkan
ionisasi, dan kemampuan penetrasinya rendah. Partikel tersebut terdiri dari dua buah
proton dan dua buah neutron yang terikat menjadi sebuah partikel yang identik dengan
nucleushelium, dan karenanya dapat ditulis juga sebagai He2+.
2. Jelaskan lebih rinci saat chanwick melakukan percobaan?
Jawaban: Adanya partikel lain di dalam inti atom yang tidak bermuatan dibuktikan oleh
James Chadwick pada tahun 1932. Chadwick melakukan penelitian dengan menembak
logam berilium menggunakan sinar alfa.Hasil penelitian menunjukkan bahwa suatu
partikel yang tak bermuatan dilepaskan ketika logam berilium ditembak dengan sinar alfa
dan partikel ini disebut sebagai neutron.
3. Jelaskansecara singkat tentang teori Lois De Brogli, Werner Heisenberg dan Erwin
Schrodinger!
Jawaban: Pernyataan de Broglie yang menyatakan bahwa partikel dapat
bersifat seperti gelombang telah menginspirasi Schrdinger untuk
menyusun model atomnya dengan memperhatikan sifat elektron
bukan hanya sebagai partikel tapi juga sebagai gelombang, artinya dia
menggunakan dualisme sifat elektron.Menurut Schrdinger elektron
yang terikat pada inti atom dapat dianggap memiliki sifat sama seperti
standing wave, anda bisa membayangkan gelombang standing wave
ini seperti senar pada gitar (lihat gambar). Ciri standing wave ini ujungujungnya harus memiliki simpul sehingga gelombang yang
dihasilkan berjumlah bilangan bulat.

Werner Heisenberg menjelaskan secara gamblang tentang sifat alami


dari orbital, analisis matematika yang dihasilkannya menyatakan
bahwa kita tidak bisa secara pasti menentukan posisi serta momentum
suatu partikel pada kisaran waktu tertentu. Secara matematis azas
ketidakpastian.
KELOMPOK 4
1. Jelaskan dengan gambar tentang penemuan elektron dengan tabung sinar katoda!
Jawaban:

Sinar yang
Didekatkan dengan magnet
dihasilkan dari
maka sinar dibelokkan
katoda
2. Apa
itu sinar katoda?
Jawaban:Sinar katode (disebut pula pancaran elektron) adalah arus
elektron yang diamati di dalam tabung vakum, yaitu tabung kaca
hampa udara yang dilengkapi oleh paling sedikit dua elektrode logam
yang diberi tegangan listrik, katode atau elektrode negatif dan anode
atau elektrode positif.
3. Sebutkan dan jelaskan kelemahan teori Dalton !
Jawaban:
a. Ketidakterpisahan atom terbukti salah, karena, atom dapat dibagi
lagi menjadi proton, neutron dan elektron. Namun atom adalah
partikel terkecil, yang sangat berpengaruh dalam reaksi kimia.
b. Menurut Dalton, atom-atom dari unsur yang sama adalah sama
dalam segala hal. Pernyataan ini salah karena atom dari beberapa
unsur berbeda dalam hal massa dan kepadatan. Atom seperti dari
unsur yang sama memiliki massa yang berbeda disebut isotop.
Misalnya, klorin memiliki dua isotop yang memiliki nomor massa 35
dan 37 satuan massa atom (sma).
c. Dalton juga mengatakan atom elemen yang berbeda berbeda
dalam segala hal. Hal ini telah terbukti salah dalam kasus-kasus
tertentu seperti atom argon dan atom kalsium, yang memiliki
massa atom yang sama yaitu 40. Atom unsur berbeda yang
memiliki massa atom yang sama disebut isobar.

KELOMPOK 3
1. Jelaskan bunyi postulat tentang teori atom Borh!
Jawaban:
1.Elektron mengitari inti atom dalam orbit-orbit tertentu yang
berbentuk lingkaran. Orbit-orbit ini sering disebut sebagai kulit-kulit

elektron yang dinyatakan dengan notasi K, L, M, N ... dst yang secara


berututan sesuai dengan n = 1, 2, 3, 4 ... dst.
2. Elektron dalam tiap orbit mempunyai energi tertentu yang makin
tinggi dengan makin besarnya lingkaran orbit atau makin besarnya
harga n. Energi ini bersifat terkuantisasi dan harga-harga yang
diijinkan dinyatakan oleh harga momentum sudut elektron yang
terkuantisasi sebesar n (h/2) dengan n = 1, 2, 3, 4 ... dst.
3. Selama dalam orbitnya, elektron tidak memancarkan energi dan
dikatakan dalam keadaan stasioner. Keberadaan elektron dalam orbit
stasioner ini dipertahankan oleh gaya tarik elektrostatik elektron oleh
inti atom yang diseimbangkan oleh gaya sentrifugal dari gerak
elektron.
4. Elektron dapat berpindah dari orbit satu ke orbit lain yang
mempunyai energi lebih tinggi bila elektron tersebut menyerap energi
yang besarnya sesuai dengan perbedaan energi antara kedua orbit
yang bersangkutan, dan sebaliknya bila elektron berpindah ke orbit
yang mempunyai energi lebih rendah akan memancarkan energi
radiasi yang teramati sebagai spektrum garis yang besarnya sesuai
dengan perbedaan energi antara kedua orbit yang bersangkutan.
5. Atom dalam molekul dikatakan dalam keadaan tingkat dasar
(ground state) apabila elektron-elektronnya menempati orbit-orbit
sedemikian sehingga memberikan energi total terendah. Dan apabila
elektron-elektron menempati orbit-orbit yang memberikan energi lebih
tinggi daripada energi tingkat dasarnya dikatakan atom dalam tingkat
tereksitasi (excited state). Atom dalam keadaan dasar lebih stabil
daripada dalam keadaan tereksitasi.
2. Jelaskan tentang teori atom Rutherford!
Jawaban: Teori ataom Rutherford mengatakan bahwa atom mempunyai inti yang
merupakan pusat massa yang kemudian dinamakn nukleus, dengan dikelilingi awan
elektron bermuatan negatif.
Teori atom Rutherford didasarkan pada eksperimen penembakan inti atom lempengan
emas dengan partikel alfa yang dikenal dengan percobaan Geiger-Marsden.Pada saat itu,
Rutherford menyusun desain rancangan percobaan penembakan atom emas oleh partikel
alfa yang dipancarkan oleh unsur radioaktif.Ternyata, sinar radioaktif tersebut ada yang
dipantulkan, dibelokkan, dan diteruskan.Perhatikan gambar berikut:

Seperti pada gambar diatas, Rutherford menjelaskan bahwa jika partikel alfa mengenai
inti atom, maka akan terjadi tumbukan yang mengakibatkan pembelokan atau pemantulan
partikel alfa.Hal itu disebabkan karena massa dan muatan atom terpusat pada inti
(nukleus). Rutherford menyarankan bahwa muatan inti atom sebanding dengan massa
atom dalam sma (satuan massa atom). Partikel alfa yang mengenai awan elektron tidak
dibelokkan atau dipantulkan.
KELOMPOK 7
1. Jelaskan mengapa Thomson dapat menemukan partikel subatomik pertama!
Jawaban: Karena ketika Thomson melakukan percobaan melalui tabung sinar katoda
Thomson melihat bahwa jika arus listrik melewati tabung vakum, ada semacam sinar
berkilau yang terbentuk. Thomson menemukan bahwa aliran berkilau tersebut dibelokkan
ke arahplat kutub positif. Teori atom Thomson membuktikan bahwa aliran tersebut
terbentuk dari partikel kecildari atom dan partikel tersebut bermuatan negatif. Thomson
menamai penemuan tersebut sebagai elektron.
2. Pada eksperimen Rutherford partikel alfa yang mendekati inti ataom akan dibelokkan
karena apa?
Jawaban: Karena partikel alfa mengenai inti atom, maka akan terjadi tumbukan yang
mengakibatkan pembelokan atau pemantulan partikel alfa. Hal itu disebabkan karena
massa dan muatan atom terpusat pada inti (nukleus).
3. Mengapa ion bermuatan negatif tertarik menuju anode dan ion bermutan positif tertarik
menuju ke katoda?
Jawaban:mengapaion bermuatan negatif tertarik menuju anoda karena ion bermuatan
negatif yang menangkap satu atau lebih elektron. Sedangkan mengapa ion bermuatan
positif tertarik menuju katoda karena kehilangan satu atau lebih eloktron.
KELOMPOK 2
1. Apakah kelebihan teori atom Borh?
Jawaban:
a. Atom terdiri dari beberapa kulit/subkulit untuk tempat berpindahnya
electron dan atom membentuk suatu orbit dimana inti atom
merupakan positif dan disekelilingnya terdapat elektron.
b. Teori atom Bohr dapat menjelaskan tetapan Rydberg untuk garis
spektra emisi hidrogen

2. Jelaskan ciri-ciri ikatan ion!


Jawaban:
a. Terjadi serah terima elektron, atom yang satu melepaskan elektron dan yang lain
menerima elektron.
b. Senyawanya berbentuk kristal.
c. Pada umumnya unsur pembentuknya adalah unsur logam dan nonlogam.
d. Pada umumnya senyawanya berbentuk padat.
e. Dalam larutan dapat terurai menjadi ion positif (kation) dan ion negatif (anion).
f. Lelehan dan larutannya dapat menghantarkan arus listrik.
g. Senyawanya mempunyai titik didih dan titik leleh yang tinggi.

KELOMPOK 6
1. Kenapa model atom Thomson tak dapat diterima?
Jawaban: Karena tidak dapat menerangkan fenomena penghaburan partikel alfa oleh
selaput tipis emas yang dikemukakan Rutherfor dan tidak mampu menjelasakan
mengenai adanya inti atom.
2. Apa dasar asumsi dari teori atom Bhor?
Jawaban:Asumsi Teori Bohr

1. Elektron dalam atom diizinkan pada keadaan stasioner tertentu. Setiap


keadaan
2. stasioner berkaitan dengan energi tertentu.
3. Tidak ada energi yang dipancarkan bila elektron berada dalam keadaan
stasioner ini.Bila elektron berpindah dari keadaan stasioner berenergi tinggi ke
keadaan stasioner berenergi lebih rendah, akan terjadi pemancaran energi.
Jumlah energinya, h , sama dengan perbedaan energi antara kedua keadaan
stasioner tersebut.

4. Dalam keadaan stasioner manapun, elektron bergerak dalam orbit sirkular


sekitar inti.
5. Elektron diizinkan bergerak dengan suatu momentum sudut yang merupakan
kelipatanbilangan
bulat
h/2,
yakni
mvr = n(h/2), n = 1, 2, 3,.