Anda di halaman 1dari 18

PEMANFAATAN GAS BUANG HASIL PEMBAKARAN UNTUK INDUKSI PAKSA

LANGKAH HISAP MOTOR DIESEL : SISTEM TURBOCHARGER

Disusun guna memenuhi tugas mata kuliah Teknologi Motor Diesel


Dosen Pengampu : Dr. Sukoco, M.Pd.

Oleh :
Anwar Dwi Murwanto
12504244002
C2

JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK OTOMOTIF


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
2014

Kata Pengantar

Segala puji bagi Allah Yang Maha Esa atas karunia rahmat, hidayah serta karuniaNya, sehingga makalah ini dapat tersusun dan terselesaikan dengan baik. Makalah yang
berjudul Pemanfaatan Gas Buang Hasil Pembakaran untuk Induksi Paksa Langkah Hisap
Motor Diesel : Sistem Turbocharger ini merupakan tugas dari mata kuliah teknologi motor
bensin yang diampu oleh Bpk. Dr. Sukoco, M.Pd. . Selain itu dengan adanya makalah ini
penulis dapat memperoleh ilmu tentang sistem turbocharger khususnya pada motor diesel.
Untuk itu pada kesempatan kali ini penulis mengucapkan banyak terimakasih kepada :
1. Kepada kedua orang tua atas dukungan moral dan meterilnya hingga saat ini,
2. Kepada Bpk. Dr. Sukoco, M.Pd. selaku dosen pengampu mata kuliah Teknologi
Motor Diesel,
3. Teman-teman yang selalu memotivasi dan saling mendukung yang tidak bisa
disebutkan satu persatu.
Dalam penulisan makalah ini memungkinkan masih terdapat beberapa kekurangan
dan kekeliruan. Untuk itu penulis dengan senang hati menampung kritik serta saran masukan
agar kedepannya dalam penulisan makalah selanjutnya dapat lebih baik lagi. Akhirnya,selaku
penulis saya berharap makalah ini dapat memberikan manfaat kepada penulis sendiri pada
khususnya dan kepada para pembaca pada umumnya.

Yogyakarta, 17 Mei 2014


Penyusun

Anwar Dwi Murwanto

ii

DAFTAR ISI
Halaman
Halaman Sampul ............................................................................................................

Kata Pengantar ...............................................................................................................

ii

Daftar Isi ........................................................................................................................

iii

Daftar gambar ................................................................................................................

iv

BAB I PENDAHULUAN .............................................................................................

1.1. Latar Belakang Masalah ........................................................................................

1.2. Tujuan Penulisan ....................................................................................................

1.3. Rumusan Masalah ..................................................................................................

1.4. Ruang Lingkup Materi ...........................................................................................

BAB II ...........................................................................................................................

Dasar Teori .....................................................................................................................

BAB III PEMBAHASAN ............................................................................................

1. Pengertian Sistem Turbocharger .............................................................................

2. Prinsip dan cara kerja sistem turbocharger beserta komponen-komponenya .........

3. Keuntungan dan kerugian dari sistem turbocharger ...............................................

4. Pengaruh sistem turbocharger terhadap output tenaga ...........................................

11

5. Perawatan sistem turbocharger ...............................................................................

11

BAB IV PENUTUP ......................................................................................................

12

1. Kesimpulan .............................................................................................................

13

2. Saran .......................................................................................................................

13

DAFTAR PUSTAKA ..................................................................................................

14

iii

Daftar Gambar
Halaman
Gb1. Sistem Turbocharger ........................................................................................

Gb2. Prinsip kerja turbocharger ................................................................................

Gb3. Rumah Kompresor ...........................................................................................

Gb4. Bagian inti turbocharger ...................................................................................

Gb5. Rumah Turbin ..................................................................................................

Gb6. Konstruksi turbocharger ...................................................................................

iv

BAB I
1. PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Masalah
Pada dasarnya alat transportasi kendaraan yang biasa kita gunakan sehari-hari sebagai
sarana pendukung mobilitas tidak sepenuhnya memberi harapan yang positif. Dibalik
penggunaan alat transportasi tersebut tersimpan berbagai masalah atau dapat kita sebut
ancaman bagi pengguna dan lingkungan. Ancaman yang ditimbulkan alat transportasi
tersebut cukup beragam dan yang paling menakutkan dan berkepanjangan adalah emisi gas
buang dari knalpot hasil pembakaran pada setiap kendaraan. Mengingat hal tersebut
kepedulian masyarakat akan ancaman yang ditimbulkan dari kendaraan tersebut masih
kurang. Hal ini dapat kita ketahui dengan jumlah kendaraan yang ada tidaklah semakin
berkurang melainkan semakin bertambah dan akan terus bertambah.
Untuk menyikapi hal ini maka dibutuhkan kepedulian masyarakat maupun produsen
kendaraan untuk meminimalisir akan adanya ancaman yang ditimbulkan tersebut. Emisi gas
buang dari hasil pembakaran setiap kendaraan mesin pembakaran dalam (internal combustion
engine) khususnya motor diesel mempunyai kadar opasitas yang tinggi. Dalam menyikapi hal
ini produsen kendaraan berupaya untuk menyempurnakan konstruksi dan menambahkan
teknologi yang dipercaya dapat meminimalisir ancaman tersebut. Dalam upaya ini terdapat
beberapa penyempurnaan ataupun penambahan teknologi salah satunya yaitu menambahkan
sistem penyaringan gas buang hasil pembakaran pada setiap kendaraan atau biasa disebut
catalytic converter. Selain itu produsen kendaraan juga memanfaatkan energi atau tekanan
dari gas buang hasil pembakaran tersebut untuk mengoptimalkan suplai pemasukan udara
saat langah hisap. sistem ini dapat disebut sistem induksi paksa atau biasa disebut
turbocharger.
Selain mempunyai ancaman yang berbahaya di sisi lain gas buang hasil dari
pembakaran juga dapat dimanfaatkan untuk menambah tenaga kendaraan. Pada sistem ini
tekanan gas buang dari hasil pembakaran dimanfaatkan untuk menggerakkan turbin yang
berada pada saluran pembuangan. Turbin tersebut dihubungkan dengan turbin lainnya di sisi
saluran pemasukan udara pada motor diesel.

1.2. Tujuan
Tujuan dari penulisan makalah ini selain menuhi tugas mata kuliah Teknologi Motor
Diesel juga agar kita mempelajari tentang penyempurnaan konstruksi dan teknologi pada
motor diesel khususnya pada sistem turbocharger.

1.3. Rumusan Masalah


Rumusan masalah yang akan dibahas dalam penulisan ini yaitu pemanfaatan gas
buang dari hasil pembakaran setiap kendaraan untuk suplai udara saat langkah hisap agar
menghasilkan output tenaga yang lebih besar berkat adannya sistem turbocharger.

1.4. Ruang Lingkup Materi


Hal-hal mendasar yang akan di bahas pada penulisan makalah ini diantarannya :
a. Pengertian dari sistem turbocharger,
b. Prinsip dan cara kerja dari sistem turbocharger beserta komponen-komponennya,
c. Keuntungan dan kerugian dari Sistem turbocharger,
d. Pengaruh adanya sistem turbocharger terhadap tenaga yang dihasilkan mesin
diesel,
e. Perawatan sistem turbocharger.

BAB II
DASAR TEORI
Sistem Asupan Udara
Karena mesin diesel memerlukan toleransi ketat untuk mencapai rasio kompresi dan
karena kebanyakan mesin diesel baik turbo diesel (turbocharging or supercharging),
mengasup udara yang masuk ke mesin harus bersih, bebas dari kotoran dan sedingin
mungkin. Untuk meningkatkan efesiensi turbocharged atau supercharged mesin, udara
terkompresi harus didinginkan setelah dikompresi. Sistem asupan udara (air intake system)
dirancang untuk melaksanakan tugas ini.
Sistem asupan udara bervariasi tapi biasanya salah satu dari dua jenis, basah atau
kering. Dalam sistem asupan filter basah, udara dihisap atau digelembungkan melalui rumah
filter yang mengandung minyak sehingga kotoran dalam udara dihilangkan dengan minyak
dalam proses penyaring. Udara kemudian mengalir melalui sebuah bahan screentip untuk
memastikan setiap minyak yang terbawa dipisahkan dari udara.
Dalam sistem filter kering, kertas, kain atau bahan screen logam digunakan untuk
menangkap dan menjebak kotoran sebelum memasuki mesin. Selain membersihkan udara,
sistem asupan udara biasanya didesain untuk mengasup udara segar sejauh mungkin dari
mesin, biasanya dari luar ruangan mesin, agar pasokan udara untuk asupan mesin belum
terpanaskan oleh panas dari mesin itu sendiri.Alasan untuk memastikan agar suplai udara
sedingin mungkin adalah karena udara dingin lebih padat dari pada udara panas. Ini artinya
bahwa persatuan volume udara sejuk memiliki lebih banyak oksigen dari pada udara panas.
Dengan demikian udara sejuk memberikan lebih banyak oksigen untuk tiap silinder dari pada
udara panas. Lebih banyak oksigen berakibat pembakaran bahan bakar lebih efisien dan lebih
bertenaga.
Setelah disaring, udara disalurkan oleh sistem asupan ke intake manifold mesin atau
kotak udara. Manifold atau kotak udara adalah komponen yang mengarahkan udara segar ke
masing-masing katup isap mesin. Jika mesin turbocharge atau supercharge, udara segar akan
dikompresi dengan blower dan mungkin didinginkan sebelum memasuki saluran udara masuk
(intake manifold). Sistem asupan juga berfungsi untuk mengurangi kebisingan aliran udara.

BAB III
PEMBAHASAN
1. Pengertian Sistem Turbocharger
Turbo atau istilah kerennya TURBOCHARGER, merupakan sebuah kompresor gas
yg digunakan untuk Induksi Paksa (Forced Induction) dari mesin pembakaran dalam (Internal
Combustion Engine).
Turbocharger merupakan komponen mesin yang digunakan untuk memperbaiki
proses pembakaran yang terjadi di dalam ruang bakar pada mesin pembakaran dalam.
Turbocharger ditemukan oleh Insinyur Swiss yang bernama Alfred Buecchi pada awal abad
ke-20, merupakan suatu alat yang memanfaatkan gas buang hasil pembakaran untuk
menggerakkan turbin dan dipasang seporos dengan blower yang disebut compressor.
Turbocharger berputar dengan kecepatan tinggi menghasilkan udara dengan tekanan lebih
untuk dimanfaatkan menaikkan tekanan udara masuk pada motor bakar.
Pada

awal

mula

perakitan,

Turbocharger

direferensikan

sebagai

"Turbosupercharger". sebuah supercharger yg menggunakan compressor udara untuk


diinduksikan/didorong secara paksa kedalam mesin. secara logika, menambahkan turbin
untuk memutar supercharger akan mengubah istilahnya menjadi "Turbosupercharger".
namun, istilah tersebut kemudian, disingkat menjadi "TurboCharger". hal ini, membuat
kebingungan karena terkadang istilah "turbosupercharger" masih sering digunakan untuk
menunjukkan mesin yg menggunakan crankshaft-drive supercharger dan exhaust-driven
turbocharger bersama-sama atau sering pula disebut "twincharging".

Gb1. Sistem Turbocharger

Turbocharger merupakan sebuah peralatan untuk menambah jumlah asupan udara


yang masuk ke dalam silinder dengan memanfaatkan energi gas buang hasil dari pembakaran.
Turbocharger merupakan peralatan untuk mengubah sistem pemasukan udara dari konsep
natural atau alami menjadi sistem induksi paksa. Jika sebelumnya udara yang akan
dimasukkan ke dalam silinder hanya mengandalkan kevakuman yang dibentuk dari
pergerakan piston saat bergerak dari TMA ke TMB atau saat langkah hisap, maka dengan
turbocharger udara ditekan masuk kedalam silinder menggunakan kompresor yang diputar
oleh turbin yang digerakkan oleh tenaga dari gas buang hasil pembakaran.
Untuk menghasilkan pembakaran yang sempurna, maka diperlukan tambahan udara
yang dialirkan ke dalam silinder sejumlah aliran bahan bakar tertentu, Bila kepekatan udara
bertambah sebelum ditambahkan ke dalam silinder, seluruh bahan bakar terbakar dan daya
mesin akan bertambah. Untuk itu mesin diesel yang dilengkapi dengan turbocharger
bertujuan untuk memadatkan udara masuk ke dalam silinder mesin. Sehingga daya mesin
lebih besar dibandingkan mesin dengan dimensi yang sama.
2. Prinsip kerja dan Komponen yang terdapat pada Turbocharger
Prinsip kerja turbocharger yaitu, pada saat motor diesel dihidupkan, gas buang yang
mengalir keluar melalui exhaust manifold juga akan melalui turbin gas sebelum ke udara luar.
Gas buang yang keluar akan memutar turbin sekaligus kompresos karena terhbung dengan
poros penghubung. Dengan demikian kompresor menghisap udara luar lewat saringan udara
dan menekannya keintake manifold. Peningkatan tekanan udara dalam intake manifold akan
diikuti oleh kenaikan temperaturnya, sehingga untuk dapat menambah jumlah (volume) udara
yang masuk, dilakukan penurunan temperature udara. Penurunan temperature akan diikuti
oleh turunya tekanan, sehingga kompresor dapat menambah jumlah udara yang masuk
kedalam slinder. Penurunan temperature udara dilakukan dengan menggunakan pendingin
yang disebut dengan intercooler.

Gb2. Prinsip kerja turbocharger

Komponen pada sistem turbocharger :


1. Rumah kompresor (Blower)
Rumah kompresor terbuat dari bahan aluminium bersambungan dengan bagian pusat
inti (centre core) ditopang oleh jaminan baut dan cincin pelat.

Gb3. Rumah kompresor


2. Pusat inti (centre core)
Pada bagian rumah pusat inti terdapat poros turbin dan turbin serta roda kompresor
(blower), bantalan , ring, cincin pelat, oil deflector. Bagian-bagian yang berputar termasuk
turbine shaft, kompresor wheel, shaft bearing, thrust washer dan oil seal ring. Komponenkomponen ini ditunjang oleh bagian center housing. Bagian-bagian yang berputar pada
turbocharger dioperasikan pada kecepatan dan temperatur yang tinggi, sehingga materialnya
dibuat sangat selektif dengan kepresisian yang sangat tinggi.

Gb4.Pusat Inti

3. Rumah turbin (turbin housing)


Terbuat dari bahan cast steel dan bersambungan dengan bagian rumah pusat inti
(centre core) dengan memakai cincin baja penjamin. Diantara sambungan rumah turbin dan
manifold buang dipasang gasket yang terbuat dari bahan stainless steel untuk menjamin
sambungan tersebut.

Gb5. Rumah Turbin


Kontruksi turbocharger terdiri dari sebuah turbin gas dan sebuah kompresor,
keduanya dipasang satu poros. Turbin gas berfungsi sebagai pemutar kompresor dengan
memanfaatkan energi panas gas buang. Kontruksi turbocharger seperti terlihat pada gambar
berikut ini :

Gb6. Konstruksi Turbocharger


Gas buang dari exhaust manifold disalurkan menuju rumah sudu turbin gas hingga
turbin berputar. Putaran turbin disalurkan kekompresor melalui poros penghubung hingga
kompresor juga berputar. Putaran turbocharger bisa mencapai 100.000 rpm lebih, putaran
yang begitu tinggi yang menghasilkan jumlah udara yang jauh lebih banyak dibandingkan
dengan pengisian alami.

4. Kelengkapan Mesin sistem Turbocharger


4.1. Intercooler
Pada turbocharger udara panas yang keluar dari blower mencapai suhu 800C, maka
perlu kiranya didinginkan dengan intercooler. Sesudah proses pendinginan, maka udara yang
padat ini ditekan masuk kesilinder yang mana akan menaikkan efisiensi proses pengisapan
udara masuk. Bila udara didinginkan 200C, maka daya mesin dapat dinaikkan 6 sampai 7
%.(Wiranto Arismunandar, 1988). Intercooler berfungsi untuk mendinginkan udara masuk
dari blower yang panas karena melewati turbocharger. Dengan mendinginkan udara masuk
dari blower kedalam silinder mesin diperoleh berat jenis udara yang lebih besar sehingga
berat dan jumlah molekul udarapun bertambah. Hal ini dapat menambah jumlah bahan bakar
yang ikut terbakar dan mengakibatkan daya mesin bertambah.
Prinsip kerja dari intercooler ini adalah udara dari blower bersinggungan dengan pipapipa air pendingin, sehingga panas udara akan terserap oleh aliran air pendingin. Pada
umumnya udara yang keluar dari intercooler dapat diturunkan suhunya sebesar 50 C sampai
100 C. Untuk memperoleh tekanan efektif rata-rata sekitar 10 kg/cm2, maka diperlukan
kenaikan udara masuk sedikit-dikitnya 0,5 kg/cm2.
4.2. Saringan udara (air cleaner)
Saringan udara termasuk komponen yang punya peranan penting dan tidak bisa
diabaikan dalam mesin diesel. Karena udara yang masuk kedalam silinder mesin harus
sebersih mungkin.
4.2a. Saringan udara dengan minyak
Udara mula-mula masuk melalui saringan pendahuluan, dimana debu dan kotoran
berukuran besar dipisahkan oleh gaya sentrifugal kekotak saringan. Selanjutnya, udara masuk
melalui minyak yang menangkap partikel debu yang halus, kemudian masuk melalui lapisan
saringan yang memisahkan minyak dari udara. Dengan demikian minyak akan menjadi kotor
sehingga perlu diganti secara periodik.

4.2b. Saringan udara dengan kertas


Saringan tersebut dipakai untuk jangka waktu yang lama, jika dibersihkan secara
periodik. Pembersihan saringan kertas dilakukan dengan meniupkan udara dari bagian dalam
saringan. Namun setelah suatu jangka waktu tertentu, sebaiknya kertas saringan tersebut
diganti dengan yang baru. Hal itu disebabkan karena akhirnya saringan tersebut akan
tersumbat juga.
3. Keuntungan dan kerugian dari sistem Turbocharger
3.1. Keuntungan dari sistem Turbocharger
3.1a. Peningkatan kekuatan untuk rasio berat
Sebuah turbocharger dapat meningkatkan daya dan torsi mesin diesel sebesar 30% -40% dari
versi konvensional.
3.1b. Mengurangi kebisingan mesin
Turbin casing berfungsi sebagai kumpulan penyerapan kebisingan mesin gas buang.
Demikian pula, bagian inlet kompresor mengurangi kebisingan yang dihasilkan oleh induksi
udara dalam intake manifold. Akibatnya, mesin turbocharger biasanya tenang dari pada
konvensional lainnya.
3.1c. Pengurangan Asap
Mesin turbocharger menghasilkan fase pembakaran lebih efisien dan bersih, yang
mengurangi produksi asap pada mesin.
3.1d. Membantu dalam meredam gas buang
Turbocharger dapat meredam bunyi letupan yang dihasilkan oleh gas buang yang keluar,
karena pada turbocharger tersebut dilengkapi dengan alat peredam suara (silencer).
3.1e. Efisiensi mekanis motor dapat dinaikkan
Kerugian-kerugian mekanis akibat terjadinya gesekan mempunyai hubungan dengan ukuran
dan jumlah putaran motor. Pembesaran kerugian gesekan karena adanya penggunaan
turbocharger hanya disebabkan karena bertambahnya putaran motor saja. Oleh karena
9

adanya motor diesel yang dilengkapi dengan turbocharger mempunyai tingkat efisiensi
mekanis yang lebih besar, bila dibandingkan dengan motor diesel yang tanpa turbocharger
pada daya yang sama. Hal ini karena pada motor diesel yang menggunakan turbocharger
tidak perlu memperbesar konstruksi utama motornya.
3.1f. Dapat bekerja ditempat yang mempunyai ketinggian.
Semakin tinggi letak suatu tempat dari permukaan laut, maka akan semakin rendah tekanan
atmosfirnya. Hal ini berarti kerapatan udara yang akan masuk kedalam silinder pembakaran
motor akan berkurang dan sebagai akibatnya bahan bakar yang dapat dibakar didalam silinder
akan berkurang juga, sehingga dapat menyebabkan tenaga motor berkurang dari semula.
Penurunan ini akan lebih kecil pada motor yang dilengkapi dengan sistem turbocharger.
3.1g. Tidak menyerap tenaga dari poros utama.
Dalam penggunaan sistem turbocharger, tidak ada hubungan langsung secara mekanis
dengan tenaga mesin yang dibutuhkan sehingga tenaga blower atau kompresor tidak
mengakibatkan kerugian pada daya mesin.
3.2. Kerugian dari sistem Turbocharger.

Adapun kelemahan ataupun kerugian menggunakan sistem turbocharger:


1. Bila turbocharger mengalami gangguan maka dapat berpengaruh terhadap daya mesin.
2. Minyak pelumas lebih boros karena digunakan juga untuk melumasi komponen-komponen
yang terdapat pada turbocharger.
3. Menambah pekerjaan bagi operator mesin, karena harus terus memperhatikan kerja dari
turbocharger .
4. Motor membutuhkan kualitas minyak tinggi dan perubahan minyak lebih sering, Karena
mengalami kondisi kerja yang lebih keras bantalan dari turbin dan kompresor perlu
diperhatikan karena sering bekerja pada suhu yang sangat tinggi.

10

5. Motor dengan turbocharger memerlukan bahan yang lebih baik dan pelumasan serta
sistem pendinginan yang lebih efisien.
4. Pengaruh turbocharger terhadap output tenaga
Penggunaan sistem turbocharger mempunyai keuntungan atau tujuan yang kurang
lebih sama dengan supercharger, untuk memperbaiki efisiensi volumetrik mesin dengan
memecahkan salah satu batasan kardinalnya. Tekanan udara pada atmosfir tidak lebih dari 1
atm (14,7psi), sehingga dengan adanya sistem turbocharger akan terdapat atau terjadi batas
mutlak antara tekanan dalam katup masuk dan jumlah aliran udara yg akan memasuki ruang
pembakaran. Turbocharger meningkatkan tekanan pada titik dimana udara akan memasuki
silinder, kadar udara (oksigen) yg besar dipaksakan masuk ketika tekanan pada inlet manifold
meningkat.
Tambahan aliran kadar udara (oksigen) yang memasuki ruang pembakaran akan
membuat mesin mampu mengendalikan tekanan ruang bakar dan perbandingan bahan bakar
dan udara yg seimbang saat mesin berada pada RPM tinggi. Dengan adanya sistem
turbocharger ini ketika RPM tinggi kadar udara yang akan memasuki ruang pembakaran akan
diperbanyak oleh blower yang berputar akibat hubungan poros blower dengan turbin yang
dipasangkan pada saluran pembuangan motor diesel. Hal ini akan meningkatkan tenaga dan
torsi yg dikeluarkan oleh mesin.

5. Perawatan Turbocharger
-

Hal-hal yang perlu dijaga selama mengoperasikan turbocharger yaitu :

a. Memastikan minyak pelumas, melumasi bagian turbin yang ada dalam turbocharger.
b. Menghindari keadaan-keadaan yang tiba-tiba pada putaran mesin.
c. Mengamati suara blower yang bekerja dan memastikan tidak ada suara-suara aneh
yang terjadi pada blower.
d. Bila terdapat suara aneh atau ketidak seimbangan pada mesin turbocharger, turunkan
putaran (beban) atau mematikan mesin. Kemudian periksa akan sumber suara
tersebut.
e. Hindarilah penurunan putaran mesin secara tiba-tiba sehingga mesin seakan-akan
ingin berhenti kecuali dalam keadaan memaksa atau darurat.

11

f. Hindari putaran mesin yang pelan pada jangka waktu yang lama, ini akan
menyebabkan blower kotor dan efisiensi berkurang. Selain itu membuat turbin kotor
dan juga memaksa gas buang akan menerobos melalui seal-seal masuk kedalam
bagian blower.
g.

Setelah menjalankan mesin pada putaran tinggi atau beban penuh, jalankan mesin
secara idle (pelan tanpa beban) selama kurang lebih 3 menit sampai dengan 5 menit
sebelum mesin dimatikan, bila ini tidak dilaksanakan, akan dapat merusak bantalan
poros turbin.

1. Pemeliharaan terencana
a. Pemeliharaan

pencegahan

yaitu

pemeliharaan

pada

waktu

beroperasi

dan

pemeliharaan pada waktu tidak beroperasi.


b. Pemeliharaan korektif yaitu pemeliharaan reparasi kecil dan overhaule.
2. Pemeliharaan tidak terencana
3. Pemeliharaan tidak terencana dilakukan secara mendadak pada waktu kerusakan atau
juga pemeliharaan darurat.

Ketentuan Operasi Diesel Turbocharger


Dalam pengoperasian diesel turbocharger ada beberapa hal yang perlu diperhatikan
yaitu :

a. Poros turbocharger adalah bagian yang sangat penting dalam turbocharger dan untuk
itu perlu perhatian khusus dalam pemeliharaan poros tersebut.
b. Berhati-hatilah tentang pengotoran dan pembuihan minyak lumas.
c. Bila saringan udara telah terpakai dalam jangka waktu lama tanpa dibersihkan, ini
akan menjadi penyebab utama penghalang aliran udara.
d. Periksalah plat-plat zink (anti karat) setiap bulan, bila setengahnya sudah termakan
karat gantilah.
e. Jangan memberi air pendingin terlalu banyak, dan juga jangan membiarkan air
pendingin terlalu panas.

12

BAB IV
PENUTUP
1.1.Kesimpulan
Sistem turbocharger adalah komponen mesin yang merupakan penyempurnaan
teknologi untuk memperbaiki dari siklus pembakaran pada mesin pembakaran dalam. Pada
sistem turbocharger mempunyai beberapa komponen utama yaitu turbin penggerak beserta
rumah turbin (turbin housing), poros penghubung, blower (kompresor) beserta compressor
housing, dan pada penyempurnaan akhirnya ada pula yang ditambahken dengan sistem
intercooler atau aftercooler. Dengan adanya sistem turbocharger ini dipastikan proses
pembakaran mesin akan lebih sempurna, karena dengan ditambahkannya sistem ini udara
yang memasuki ruang bakar akan lebih banyak dibandingkan dengan mesin tanpa
turbocharger. Dengan adanya penambahan udara yang memasuki ruang bakar maka bahan
bakar yang diinjeksikan ke dalam silinder tidak perlu jauh-jauh mencari oksigen karena
otomatis jika kadar udara yang masuk ruang bakar lebih banyak maka oksigen pun juga akan
lebih banyak.
Dengan adanya penambahan kadar oksigen tersebut maka proses pembakaran akan
lebih sempurna dan meningkatkan daya atau tenaga yang dihasilkan. Selain itu dengan
adanya sistem turbocharger ini sisa bahan bakar yang tidak terbakar atau yang biasa disebut
HC akan berkurang karena bahan bakar akan mudah untuk mencari oksigen saat pembakaran
sehingga gas buang yang dihasilkan tidak banyak mengandung asap hitam. Sistem
turbocharger ini juga dapat mengurangi daya panas yang dihasilkan dari pembakaran karena
sebagian panas yang dikeluarkan oleh mesin akan keluar melalui saluran pembuangan dan
akan dimanfaatkan untuk menggerakkan turbin yang terhubung dengan kompresor sehingga
dapat pula meredam bunyi yang timbul akibat ledakan saat pembakaran.
1.2. Saran
Dalam setiap langkah ataupun usaha yang mempunyai keuntungan pasti kan tedapat
pula kerugian didalamnya. Sama seperti pada sistem ini juga terdapat beberapa kekurangan
yang akan timbul jika tidak dapat merawatnya dengan baik. Sehingga dalam menggunakan
sistem ini juga perlu dilakukan perawatan yang lebih terhadap komponen-komponen yang
ada didalamnya agar jangka waktu atau umur pemakaian akan lebih lama dan benar-benar
mempunyai manfaat dalam penggunaannya.

13

DAFTAR PUSTAKA
Sukoco & Arifin, Zainal. (2008). Teknologi Motor Diesel. Bandung
Imam. (2012). Turbocharger.
http://berbagi-pengetahuan-berbagi.blogspot.in/2012/04/turbocharger.html. Diakses pada 10
Mei 2014.
Anonim. (2012). Pengertian dari Tirbocharger.
http://pembelajaranmesin.blogspot.in/2012/05/pengertian.dari-turbocharger.html.

Diakses

pada 10 Mei 2014.


Anonim. (2013). Prinsip Kerja Turbocharger pada kendaraan.
http://rpmenginestation.blogspot.in/2013/04/prinsip-kerja-turbo-charger-pada.html.

Diakses

pada 15 Mei 2014


Anonim. (2010). Sistem Mesin Diesel. http://jonpurba.wordpress.com/2010/02/07/sistemmesin-diesel.html. Diakses pada 16 Mei 2014

14