Anda di halaman 1dari 6

ZAT AKTIF PERMUKAAN RETARDER KATIONIK

1. LATAR BELAKANG
Zat pembantu tekstil adalah zat-zat yang dapat membantu proses tekstil, sehingga
penggunaan zat pembantu tekstil sangat penting ditambahkan pada proses-proses tekstil.
Bnayak macam zat pembantu tekstil, salah satunya yaitu zat aktif permukaan. Zat aktif
permukaan adalah molekul yang memiliki gugus polar yang suka air (hidrofilik) dan gugus
non polar yang suka minyak (lipofilik) sekaligus, sehingga dapat mempersatukan campuran
yang terdiri dari minyak dan air. Surfaktan adalah bahan aktif permukaan, yang bekerja
menurunkan tegangan permukaan cairan, sifat aktif ini diperoleh dari sifat ganda molekulnya.
Bagian polar molekulnya dapat bermuatan positif, negatif ataupun netral, bagian polar
mempunyai gugus hidroksil semetara bagian non polar biasanya merupakan rantai alkil yang
panjang jadi zat aktif permukaan memiliki kemapuan untuk menaikkan atau menurunkan
tegangan permukaan.
Proses pencelupan adalah pemberian warna pada bahan secara merata dan permanen,
Metode pemberian warna tersebut dilakukan dengan berbagai cara, tergantung dari jenis zat
warna dan serat yang

akan

diwarnai. Proses pewarnaan secara pencelupan dianggap

sempurna apabila sudah tercapai kondisi kesetimbangan, yaitu zat warna yang terserap ke
dalam bahan mencapai titik maksimum. Pada pencelupan tersebut apabila zat warna yang
diserap tidak merata, maka akan terjadi belang pada kain, sehingga perlu ditambahkan zat
retarder untuk menghindari terjadinya penyerapan zat warna yang tidak rata.
2. MAKSUD DAN TUJUAN
1.1 Maksud
Untuk menjelaskan pengaruh zat aktif permukaan retarder pada proses pencelupan
akrilat dengan zat warna basa.
1.2 Tujuan
Untuk memenuhi tugas mata kuliah zat pembantu tekstil.

3. RUMUSAN MASALAH
1.
2.
3.
4.

Apa yang dimaksud zat retarder atau retarding agents?


Apa saja jenis-jenis retarder?
Apa sifat-sifat retarder?
Bagaimana mekanisme proses rentarding pada proses pencelupan serat akrilat dengan zat
warna basa?

4. PEMBAHASAN
4.1 Pengertian dan Fungsi Retarder (Retarding Agents)
Retarder atau retarding agents adalah suatu zat yang berfungsi sebagai
penghambat laju difusi partikel zat warna kedalam bahan atau serat sehingga absorbsi
pada bahan dapat lebih merata. Selain itu, fungsi dari retarder dapat digunakan untuk
meningkatkan efektifitas pada proses stripping yaitu proses pelunturan zat warna dengan
cara migrasi zat warna dari bahan ke fasa larutan.
4.2 Jenis-Jenis Retarder dan Sifat Retarder
Seperti zat aktif permukaan lainnya, jenis retarder dapat berupa zat aktif
permukaan anionic, kationik, nonionic, amfoter ataupun kombinasinya. Begirupun
dengan sifat dari retarder itu sendiri tergantung pada jenis retardernya.
1. Retarder Anionik
Retarder anionic yaitu retarder yang memiliki muatan negative, sehingga apabila
zat aktif retarder ditambahkan pada proses pencelupan serat yang bermuatan positif dia
akan berikatan ionic, selain itu retarder anionic juga dapat digunakan sekaligus sebagai
zat pembasah karena retarder anionic dapat menurunkan tegangan permukaan kain.
2. Retarder Kationik
Retarder kationik adalah retarder yang bermuatan positif, sehingga apabila
retarder kationik dutambahkan pada proses pencelupan kain wol (bermuatan negative) zat
tersebut akan berikatan dengan serat dengan ikatan long term interaction.
3. Retarder nonionic

Retarder nonionic merupakan retarder yang tidak terionisasi dalam larutan dan
stabil dalam keadaan asam maupun alkali.
4. Retarder amfoter
Retarder amfoter ialah zat yang dapat membawa muatan positif ataupun negative,
zat retarder tersebut dipengaruhi oleh pH.
4.3 Mekanisme Proses Retarding Pada Pencelupan Akrilat dengan Zat warna Basa
Karena ikatan yang terjadi antara serat dan zat warna adalah ikatan ionik maka
migrasi zat warna dalam serat agak sukar, terutama ketika melakukan pencelupan warna
muda. Oleh karena itu pencelupan warna muda relatif akan lebih sukar rata dibanding
pencelupan warna tua, dimana pada pencelupan warna tua masalah sukarnya migrasi zat
warna akan agak tertutup oleh adanya penurunan laju penyerapan zat warna.
Ikatan ionik poliakrilat zat warna basa

Zat warna basa secara alami bersifat kationik, sehingga dapat digunakan untuk
mencelup serat akrilat, wool, sutra dan nylon , dimana zat warna basa akan
berikatan secara ionik dengan gugus karboksil yang ada dalam serat sehingga tahan
lunturnya cukup baik.

Mekanisme kerja zat aktif permukaan kationik retarder dalam proses


pencelupan poliakrilat dengan zat warna basa yaitu dengan cara mengadakan
ikatan dengan gugus karboksil yang berada pada serat poliakrilat, sehingga
menimbulkan ikatan ionic yang bersifat long term interaction, ikatan tersebut
adalah ikatan yang kuat sehingga zat retarder bertindak sebagai penghambat
difusi zat warna kedalam serat agar penyerapan zat warna lebih merata.

5. KESIMPULAN
1. Retarding Agents adalah suatu zat yang berfungsi sebagai penghambat laju difusi
partikel zat warna kedalam bahan atau serat sehingga absorbsi pada bahan dapat lebih
merata
2. jenis retarder dapat berupa zat aktif permukaan anionic, kationik, nonionic, amfoter
ataupun kombinasinya.
3. Mekanisme kerja zat aktif permukaan retarder kationik (bermuatan positif) dalam
proses pencelupan poliakrilat (bermuatan negative) dengan zat warna basa yaitu
dengan cara mengadakan ikatan dengan gugus karboksil yang berada pada serat
poliakrilat sehingga difusi penyerapan zat warna basa dapat diperlambat.

6. DAFTAR PUSTAKA
1. Modul Zat Pembantu Tekstil
2. https://books.google.co.id/books?id

3. https://www.slideshare.net/mobile/septianraha/lap-8-poliakrilat-basa

MAKALAH
ZAT PEMBANTU TEKSTIL
(PENGARUH ZAT AKTIF PERMUKAAN RETARDER PADA PROSES PENCELUPAN
AKRILAT DENGAN ZAT WARNA BASA)

disusun oleh:
NAMA

: Rofifah Fildzah Alifah

(15020085)

Finny Harpin

(15020065)

M.Bintang Suwarga

(15020074)

Shanti Rahmawati

(15020086)

Hasanul Arifin

(15020067)

GROUP

: 2K3

DOSEN

: Hariyanti R, S.Teks.,M.T.

ASISTEN

: Budy Handoko S.ST.,MT.

POLITEKNIK SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI TEKSTIL


JALAN JAKARTA NO.31
BANDUNG
2016