Anda di halaman 1dari 5

AL-QURAN DAN IMUNITAS TUBUH

Hadirin jamaah Jumat rahimakumullah.


Pada kesempatan sholat jumat yang berbahagia ini, marilah kita bersama-sama
meraba diri dan hati kita masing-masing, sudahkan keduanya kita tata sedemikian
rupa hingga menambah nilai ketakwaan kita kepada-Nya. Hati ini harus selalu kita
jaga, jangan sampai rusak terkena penyakit yang merusak jiwa dan keimanan kita
berupa ma'siat yang terus kita lakukan. Karena kema'siatan kecil yang terus
dibiarkan dan dilakukan akan membuat hati menjadi hitam kelam dan keras. Dan
bila terasa diri ini banyak dosa segeralah minta ampunan kepada-Nya. Atau
bersegeralah melaksanakan hal-ha yang disukai-Nya sebagai tebusan atas
kesalahan-kesalahan kita, agar kita menjadi suci kembali. Semoga Allah
memberikan kesucian dalam jiwa raga dan hati kita untuk terus melakukan ketaatan
kepadanya.
Sidang jamaah jumat yang dimuliakan Allah
Dalam suatu konfrensi kedokteran di Kairo beberapa waktu yang lalu, Doktor Ahmad
Al Qodli, ahli penyakit jantung dan direktur lembaga pendidikan dan penelitian
kedokteran Islam di Amerika, menyatakan bahwa mendengarkan atau membaca AlQuran mampu menimbulkan ketenangan jiwa yang menyebabkan peningkatan daya
imunitas tubuh melawan serangan penyakit.
Kesimpulan tersebut disampaikan dalam konferensi tersebut setelah mengadakan
riset lapangan terhadap 210 pasien sukarela selama 48 kali pengobatan yang
dibarengi dengan membaca Al-Quran atau memperdengarkannya. Ternyata 77%
dari sampel acak yang terdiri dari muslim dan non muslim tersebut, menampakan
adanya gejala pengenduran syaraf yang tegang dan selanjutnya menimbulan
ketenangan jiwa. Semua gejala tadi direkam dengan alat pendeteksi elektronik yang
dilengkapi dengan komputer untuk mengukur setiap perubahan yang terjadi dalam
tubuh selama pengobatan. Menurut Al Qodli, berkurangnya ketegangan saraf ini

mampu mengaktifkan dan meningkatkan daya imunitas tubuh dan memperoleh


proses kesembuhan pasien.
Sidang jamaah jumat yang dimuliakan Allah
Penemuan ilmiah tersebut menunjukan salah satu kemukjizatan sunnah Nabawiyah
yang menyatakan :

( ) .
Dan tiadalah suatu kaum berkumpul disalah satu rumah Allah (masjid) membaca
kitabullah (Al-Quran) dan mempelajarinya kecuali akan dikelilingi Malaikat,
dianugerahi ketenangan, diliputi rahmat dan disebut-sebut Allah dihadapan makhluk
yang dekat kepadanya (HR. Muslim).
Hadits Nabawi diatas menyebutkan bahwa orang yang akan membaca dan
mempelajari Al-Quran, minimal akan mendapat empat keutamaan :
Pertama, para Malaikat akan mengelilingi orang-orang yang sedang membaca AlQuran. Maksudnya, ikut mendengarkan bacaan mereka, menyalami dan memelihara
mereka dari berbagai bala dan musibah.
Kedua, orang-orang yang membaca atau mendengarkan Al-Quran akan dianugerahi
ketenangan jiwa. Maksudnya, ia akan berhati bersih berkat cahaya Al- Quran, hilang
rasa kebimbangan dan kegundahan jiwanya, kemudian dilimpahi Nur Ilahi dalam
hatinya. Ketenangan jiwa inilah yang membawa dirinya taat kepada Allah sehingga
menjadi sehat jasmani dan ruhaninya. Allah menegaskan dalam firman- Nya:



.
:
Orang-orang beriman hati mereka tenang dengan mengingat Allah, Ingatlah, hanya
dengan mengingat Allah-lah (dzikrullah) hati menjadi tenang (QS. Ar-Rad: 28).
Membaca Al-Quran termasuk juga didalamnya dzikrullah ini.

Ketiga, membaca dan mendengar Al-Quran akan mendapat limpahan rahmat dan
berkat dari Allah Swt. Allah telah menyatakan hal ini dalam Al-Quran surat Al-Araaf
ayat 204:

: .

Dan apabila dibacakan Al-Quran, maka dengarkanlah baik-baik dan perhatikanlah
dengan tenang agar kamu mendapat rahmat.
Keempat, orang yang mempelajari Al-Quran akan disebut-sebut Allah di
kalanganpara Malaikat.
Sidang jamaah jumat yang dimuliakan Allah
Di era globalisasi ini, kita dapati banyak manusia yang terserang penyakit kelabilan
jiwa seperti depresi, skizoprenia, stress dan penyakit guncangan lainnya. Hasil
penelitian selama ini, menunjukan bahwa di Indonesia orang yang terserang stress
mencapai 20% dari seluruh penduduk kendatipun jumlah ini tidak separah di Inggris
yang mencapai 25% atau di Amerika yang mencapai 35%. Namun cukup
memprihatinkan dan nampaknya semakin meningkat jumlahnya. Sehingga telah
dicanangkan penambahan beberapa rumah sakit jiwa di beberapa kota, khususnya
di Jakarta. Gejala meningkatnya jumlah manusia yang terserang guncangan jiwa ini
di sebabkan oleh banyak hal, antara lain persaingan ketat di bidang materi, tensi
ekonomi yang semakin berat dan jauhnya mayoritas manusia dari manhaj Ilahi. Yang
disebut terakhir ini, nampaknya penyebab paling dominan. Allah telah menegaskan
hal tersebut dalam Al-Quran surat Thaha ayat 124,




: .
"Barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya
penghidupan yang sempit dan kami kumpulkan mereka pada hari kiamat dalam
keadaan buta.
Penghidupan yang sempit inilah yang menimbulkan pelbagai tingkatan stres
manusia. Fadilah membaca Al-Quran sangatlah besar. Orang yang belajar dan
mengajarkanya di golongkan dalam kelompok orang-orang yang terbaik kualitas
Islamnya. Membacanya memperoleh pahala yang besar dari Allah. Setiap huruf

mendapat satu kebaikan yang dilipatgandakan menjadi sepuluh kali kebaikan. AlQuran akan memberikan safaat kepada para pembacanya di hari kiamat nanti. Dan
yang jelas setelah dibuktikan secara ilmiah, membaca atau mendengarkan Al-Quran
mampu menurunkan ketegangan jiwa, menimbulkan ketenangan dan selanjutnya
akan menambah daya imunitas tubuh.

Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah


Kesimpulan dari khutbah jumah kali ini yakni, berdzikir dan membaca Al-Quran
begitu banyak faedahnya, tak terkecuali untuk kesehatan jiwa yang selanjutnya akan
terhindar dari stres. Alangkah baiknya jika kita mengalokasikan waktu khusus untuk
berdzikir dan membaca atau merenungi Al-Quran. Namun, bila memang sangat sulit,
kita bisa memberdayakan waktu luang yang seringkali ada namun belum terlalu
maksimal diberdayakan. Ketika kita sedang terjebak kemacetan di jalan raya atau
menunggu dalam antrian, sebaiknya kita mengisi waktu dengan dzikir atau
mendengarkan ayatayat Al-Quran dari pada harus melamun tak karuan atau
mendengarkan musik yang belum tentu berpahala.
Semoga Allah Swt senantiasa menjaga dan memberikan kesehatan jasmani dan
rohani kepada kita, sehingga optimal dalam melaksanakan berbagai aktivitas dalam
rangka penghambaan diri kepadaNya. Amin ya rabbal alamin.