Anda di halaman 1dari 6

Dokumen Akreditasi Puskesmas Perawatan Olak Kemang 6

REFLUKS
GASTROESOFAGEAL
SO
P

No.
Dokumen

: XXX/OK/SOP/II
/2015

No.Revisi

: 0/0

Tanggal
Terbit

: 12 AGUSTUS
2015

Halaman

: 1/1
KEPALA UPTD
PUSKESMAS PERAWATAN
OLAK KEMANG

UPTD
PUSKESMA
S
PERAWATA
N OLAK
KEMANG

dr. Rudi M. H.
Pardede
NIP.19770818 201001
1009

1.Pengertian

Gastroesophageal Reflux Disease atau GERD (ICD X: K21.9) adalah mekanisme


refluks melalui inkompeten sfingter esofagus.

1.Tujuan

Prosedur ini dibuat untuk pedoman pengobatan pasien refluks gastroesofageal di


Puskesmas

2.Kebijakan

Dibawah Pengawasan dan Tanggung Jawab Dokter Puskesmas

3.Referensi

Ikatan Dokter Indonesia. Panduan Praktik Klinis Bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan
Kesehatan Primer. Edisi I. Jakarta. 2013
Konsensus Nasional Penatalaksanaan Penyakit Refluks Gastroesofageal
(Gastroesofageal Reflux Disease/ GERD) di Indonesia. 2013

4.Peralatan

1. Obat-obatan: Proton Pump Inhibitor (Omeprazole 20mg atau Lansoprazole


30mg) atau H2 Blockr (Simetidin 400-800mg, Ranitidin 150mg, atau Famotidin
20mg), Domperidon 10mg.
2. Kuesioner GERD-Q

5.Prosedur

Gejala klinis
Diagnosis ditegakkan berdasarkan anamnesis yang cermat.
Keluhan
Rasa panas dan terbakar di retrosternal atau epigastrik dan dapat menjalar ke leher.
Hal ini terjadi terutama setelah makan dengan volume besar dan berlemak. Keluhan ini
diperberat dengan posisi berbaring terlentang. Keluhan ini juga dapat timbul oleh
karena makanan berupa saos tomat, peppermint, coklat, kopi, dan alkohol. Keluhan
sering muncul pada malam hari.
Keluhan lain akibat refluks adalah tiba-tiba ada cairan asam di mulut, cegukan, mual,
dan muntah. Refluks ini dapat terjadi pada pria dan wanita. Sering dianggap gejala
penyakit jantung.

Dokumen Akreditasi Puskesmas Perawatan Olak Kemang 6

REFLUKS
GASTROESOFAGEAL
SO
P

No.
Dokumen

: XXX/OK/SOP/II
/2015

No.Revisi

: 0/0

Tanggal
Terbit

: 12 AGUSTUS
2015

Halaman

: 1/1
KEPALA UPTD
PUSKESMAS PERAWATAN
OLAK KEMANG

UPTD
PUSKESMA
S
PERAWATA
N OLAK
KEMANG

dr. Rudi M. H.
Pardede
NIP.19770818 201001
1009

Faktor risiko
Usia > 40 tahun, obesitas, kehamilan, merokok, kopi, alcohol, coklat, makan berlemak,
beberapa obat diantaranya nitrat, teophylin dan verapamil, pakaian yang ketat, atau
pekerja yang sering mengangkat beban berat.
Pemeriksaan fisik
Tidak terdapat tanda spesifik fisik untuk GERD.

Dokumen Akreditasi Puskesmas Perawatan Olak Kemang 6

REFLUKS
GASTROESOFAGEAL
SO
P

UPTD
PUSKESMA
S
PERAWATA
N OLAK
KEMANG

No.
Dokumen

: XXX/OK/SOP/II
/2015

No.Revisi

: 0/0

Tanggal
Terbit

: 12 AGUSTUS
2015

Halaman

: 1/1
KEPALA UPTD
PUSKESMAS PERAWATAN
OLAK KEMANG

dr. Rudi M. H.
Pardede
NIP.19770818 201001
1009

Gambar 1. Alur Pengobatan Berdasarkan Proses Diagnostik Pada Pelayanan

Dokumen Akreditasi Puskesmas Perawatan Olak Kemang 6

REFLUKS
GASTROESOFAGEAL
SO
P

No.
Dokumen

: XXX/OK/SOP/II
/2015

No.Revisi

: 0/0

Tanggal
Terbit

: 12 AGUSTUS
2015

Halaman

: 1/1
KEPALA UPTD
PUSKESMAS PERAWATAN
OLAK KEMANG

UPTD
PUSKESMA
S
PERAWATA
N OLAK
KEMANG

dr. Rudi M. H.
Pardede
NIP.19770818 201001
1009
Primer

Diagnosis
1. Skor GERD-Q > 8
2. Respon PPI test (+)
Diagnosis Banding
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Angina pektoralis
Akhalasia
Dyspepsia
Ulkus peptic
Ulkus duodenum
Pankreatitis

Penatalaksanaan Komprehensif (Plan)


Modifikasi gaya hidup:
Mengurangi berat badan, berhenti merokok, tidak menkonsumsu zat yang mengiritasi
lambung seperti kafein, aspirin, dan alcohol. Posisi tidur sebaiknya dengan kepala yang
lebih tinggi. Tidur minimal setelah 2 sampai 4 jam setelah makan. Makan dengan porsi
kecil dan kurangi makanan berlemak
Terapi Farmakologi:
Berikan Proton Pump Inhibitor (PPI) dosis tinggi selama 7-14 hari. Bila terdapat
perbaikan gejala yang signifikan (50-75%) maka diagnosis dapat ditegakkan sebagai
GERD. PPI dosis tinggi berupa Omeprazole 20mg per 12 jam dan Lansoprazole 30mg
per 12 jam.
Setelah ditegakkan diagnosis GERD, obat dapat diteruskan sampai 4 minggu dan
boleh ditambah dengan prokinetik seperti Domperidon 10mg per 8 jam. Pada kondisi
tidak tersedianya PPI, maka dapat digunakan H2 Blocker berikut, Simetidin 400-800mh
per 12 jam, atau Ranitidin 150mg per 12 jam, atau Famotidin 20mg per 12 jam.
Konseling & Edukasi

Dokumen Akreditasi Puskesmas Perawatan Olak Kemang 6

REFLUKS
GASTROESOFAGEAL
SO
P

No.
Dokumen

: XXX/OK/SOP/II
/2015

No.Revisi

: 0/0

Tanggal
Terbit

: 12 AGUSTUS
2015

Halaman

: 1/1
KEPALA UPTD
PUSKESMAS PERAWATAN
OLAK KEMANG

UPTD
PUSKESMA
S
PERAWATA
N OLAK
KEMANG

dr. Rudi M. H.
Pardede
NIP.19770818 201001
1009

Edukasi pasien dan keluarga mengani GERD dan terutama dengan pemilihan
makanan untuk mengurangi makanan yangberlemak dan dapat mengiritasi lambung
(asam, pedas).
Kriteria rujukan
1. Pengobatan empiric tidak menunjukkan hasil
2. Pengobatan empiric menunjukkan hasil namun kambuh kebali
3. Adanya alarm symptom:
a. Berat badan menurun
b. Hematemesis melena
c. Disfagia (sulit menelan)
d. Odinofagia (sakit menelan)
e. Anemia
6. Distribusi

1. Dokter
2. Perawat

7. Dokumen
Terkait

1. Rekam medis
2. Informed consent

Dokumen Akreditasi Puskesmas Perawatan Olak Kemang 6

REFLUKS
GASTROESOFAGEAL
SO
P

UPTD
PUSKESMA
S
PERAWATA
N OLAK
KEMANG

No.
Dokumen

: XXX/OK/SOP/II
/2015

No.Revisi

: 0/0

Tanggal
Terbit

: 12 AGUSTUS
2015

Halaman

: 1/1
KEPALA UPTD
PUSKESMAS PERAWATAN
OLAK KEMANG

dr. Rudi M. H.
Pardede
NIP.19770818 201001
1009