Anda di halaman 1dari 16

A.

Main Stem (primary) Bronchi


1. Right main stem (primary) bronchi
o wider, shorter, more vertical
o seringkali menjadi tempat ketika ada objek yang teraspirasi.
o Akan bercabang menjadi 3 lobar (secondary) bronchi
2. Left main stem (primary) bronchi
o narrower, longer, more horizontal
o akan bercabang menjadi 2 lobar (secondary) bronchi
B. Lobar (Secondary) Bronchi
1. Right upper, middle, lower lobar bronchi
2. Left upper & lower bronchi
C. Segmental (Tertiary) Bronchi
o Akan mensupply bronchopulmonar segment
o Dalam bronchopulmonary segment akan bercabang 6-18 kali menghasilkan 50-70
bronchioles respiratory

HISTOLOGI

Bronchus
o Trachea akan bercabang menjadi 2 bronkus primer, yang memasuki paru melalui hilum,
dimana pada tempat tersebut masuk pula arteri dan keluar vena juga pembuluh lymph.
o Setelah memasuki paru, bronkus primer berjalan ke bawah dan keluar, memberi 3 bronki
ke dalam paru kanan dan 2 ke dalam paru kiri, masing-masing memasok sebuah lobus
paru.
o Lobulus paru berbentuk pyramid , dengan apex mengarah ke hilum.
o Setiap lobulus paru dibatasi oleh septum jaringan ikat tipis.
o Setiap bronkus primer bercabang secara dikotom9-12 kali dan masing-masing cabang
secara progresif makin mengecil sampai tercapai garis tengah lebih kurang 5mm.
o Kecuali susunan tulang rawan dan otot polosnya , maka mukosa bronkus secara structural
mirip dengan mukosa trachea.
o Tulang rawan bronkus berbentuk lebih tidak teratus daripada di trachea.
o Pada bronkus besar tulang rawan berbentuk cincin mengelilingi tulang rawan. Dengan
mengecilnya garis tengah bronkus, maka cincin tulang rawan digantikan oleh lempenglempeng atau pulau-pulau tulang rawan hyaline
o Di bawah epitel, dalam lamina propria terdapat adanya lapisan otot polos yang teratur
dalam pilinan.
o Di lamina propria juga terdapat banyak kelenjar serosa dan mukosa yang muaranya ke
dalam lumen bronkus.
o Banyak limfosit terdapat dalam lamina propria dan di antara sel-sel epitel.
A. Bronchiolus
o Bronkiolus, jalan naps intralobular bergaris tengah 5mm atau kurang.
o Tidak memiliki tulang rawan ataupun kelenjar dalam mukosanya. Sel goblet terdapat
tersebar pada epitel segmen awal.

o Pada bronkiolus yang lebih besar , epitelnya ialah bertingkat silindris brsilia yang
makin memendek dan makin sederhana sampai menjadi epitel selapis silindris bersilia
atau selapis kuboid pada bronkiolus terminal yang lebih kecil.
o Epitel bronkiolus terminalis mengandung sel Clara , yang tidak bersilia, pada bagian
apikalnya terdapat kelenjar sekretori dan akan mensekresikan glikosaminoglikan yang
mungkin akan melapisi lapisan bronkiolus.
o Lamina propria sebagian besar terdiri atas otot polos dan serat elastin.
o Muskulatur bronchus an bronkiolus berada di bawah kendali nervus vagus dan
susunan saraf simpatis. Rangsangan pada nervus vagus akan mengurangi diameter
struktur ini , sementara pada simpatis efek kebalikannya.
o Bronkiolus juga memperlihatkan daerah-daerah spesifik yang disebut badan
neuroepitel . Badan ini dibentuk oleh kumpulan 80-100 sel yang mengandung granul
sekresi dan menerima ujung saraf kolinergic. Fungsi belum jelas, mungkin untuk
sebagai kemoreseptor yang bereaksi terhadap perubahan komposisi jalan napas pada
jalan napas.
Bronchiolus respiratorius
o setiap bronkiolus terminalis bercabang menjadi 2 atau lebih bronkiolus respiratorius
yang berfungsi sebagai bagian peralihan antara bagian napas konduksi dan pertukaran
gas.
o Mukosa bronkiolus respiratorius secara structural identik dengan yang ada di
bronkiolus terminalis kecuali dindingnya yang diselingi oleh banyak alveolus sakular,
tempat pertukaran gas.
o Bagian bronkiolus respiratorius dilapisi oleh epitel kuboid bersilia dan sel Clara tetapi
pada tepi muara alveolus , epitel bronkiolus menyatu dengan sel-sel pelapis alveolus
gepeng (sel alveolus tipe I).

Artery

Terdiri dari: a. pulmonalis dan a. bronchialis.

Ventrikel kanan trunkus pulmonalis (setinggi angulus sterni) bercabang menjadi


NNN 0OOIa. pulmonalis sinistra dan dextra melintas ke radix pulmonalis dextra dan
sinistra hilum pulmonis menurun di sebelah dorsolateral bronchus principalis
arteriols kapiler yang menjalar ke dinding alveolar alveolar capillaries akan
berkumpul di perifer acini venule untuk disalurkan ke pembuluh vena.

Ventrikel kiri arcus aorta thoracica aortae a. bronchialis melintas mengikuti


permukaan dorsal bronchus, mendarahi bronchus sampai ke arah distal sampai ke
bronchiolus respiratorius beranastomosis dengan cabang a. pulmonalis dalam dinding
bronchus kecil dan dalam pleura visceralis.

Vena

Terdiri dari v. pulmonalis dan v. azygos.

Kapiler pulmonalis paru-paru venule mengantar darah yang kaya akan oksigen
vena yang lebih besar v. pulmonalis atrium kiri.

V. bronchialis: hanya menyalurkan sebagian darah yang dipasok oleh a. bronchiolis ke


paru-paru; bagian lainnya disalurkan ke v. pulmonalis.
v. bronchialis dextra v. azygos superior vena cava.
v. bronchialis sinistra v. hemiazygos atau v. intercostalis superior v.
brachiocephalic sinistra superior vena cava.

PERTUKARAN OKSIGEN DAN KARBONDIOKSIDA


Pertukaran oksigen dan karbondioksida antara udara di alveolar dan darah di pulmonary
terjadi melalui proses difusi yang didasari oleh hokum Dalton dan henry.
1. Hukum Dalton
Setiap gas yang terdapat dalam campuran gas,mempunyai tekanan sendiri, sama ketika
tidak ada gas yang lain. Oleh karena itu kita dapat menghitung tekanan parsial setiap gas
dengan mengacu kepada jumlah total tekanan atmosfir, yaitu 760 mmHg
2. Hukum Henry
Jumlah gas yang terlarut dalam cairan adalah sebandung dengan tekanan parsial tersebut
dan tingkat solubilitasnya. Oleh karena itu, walaupun kadar gas nitrogen paling tinggi
dalam atmosfir, tidak berpengaruh terhadap tubuh kita, karena tingkat solubilitasnya
sangat kecil.

EXTERNAL RESPIRATION

Difusi oksigen dari udara dalam alveoli ke darah di pulmonary kapiler dan difusi
karbondioksida dari arah yang berlawanan.
Pada external respiration mengubah darah deoxygenasi dari jantung kanan menjadi darah
oxygenasi kembali ke jantung sebelah kiri.
Aliran darah yang melewati pulmonary capillers mengambil oksigen dari udara paru dan
memberikan karbondioksida ke dalam udara alveolar. Meskipun proses ini dsebut dengan
exchange, tetapi setiap gas dengan sendirinya difuse dari suatu area dimana tekanan lebih
tinggi atau rendah.
Oksigen difuse dari udara alveolar ketika tekanan partial 105 mmHg

Masuk ke darah di pulmonary kapiler (pCO = 40 mmHg)

Difuse terus menerus hingga pCO2 di pulmonary blood meningkat agar cocok dengan pO2
dari udara alveolar

Pada saat O2 diffuse, CO2 diffuse dari arah yang berlawanan.


pCO2 dari deoxygenated = 45 mmHg
pO2 dari deoxygenated = 40 mmHg

Karena perbedaan di pCO2, karbondioksida diffuse dari deoxygenated blood ke alveoli


sampai pCO2 darah turun sampai 40 mmHg
Ekshalasi tetap menjaga alveolar pCO2 pada 40 mmHg.

INTERNAL RESPIRATION
Ventricle kiri memompa oxygenated blood ke dalam aorta dan melalui systemic arteri ke
systemic kapiler.
Pertukaran CO2 dan O2 diantara kapiler dan jaringan disebut internal respiration.
Oksigen meninggalkan Pembuluh Darah, oxygeneted blood diubah menjadi deoxygenated
tidak seperti erternal respiration dimana hanya terjadi pada paru-paru, internal respiration
terjadi di seluruh jaringan tubuh.

Oksigen dari darah yang dipompakan ke dalam sistem kapiler. Lebih tnggi (100 mmHg) dari
pO2 dalam tissue cell (40 mmHg) karena secara konstan oksigen untuk menghasilkan ATP.
Karena tekanan yang berbeda ini O2 diffuse keluar dari kapiler ke tissue cell dan pO2 turun
samapai 40 mmHg. Pada saat itu darah keluar dari systemic kapiler.
Saat O2 diffuse dari sistemik kapiler masuk ke tissue cell, CO2 diffuse pada arah yang
berlawanan

karena tissue cell secara konstan memproduksi CO2

pCO2 daei sel (45 mmHg) lebih tinggi dari sistemik darah kapiler (40 mmHg)

Hasilnya CO2 diffuse dari tissue cell ke dalam sistemik kapiler melalui interstitial sampai
pCO2 dalam darah tinggi menjadi 45 mmHg.
Deoxygenated blood kembali ke jantung dan dipompakan ke paru-paru untuk siklus external
respiration

Pertukaran gas bergantung kepada :


1. Tekanan Parsial Gas
- Laju difusi lebih cepat jika perbedaan tekanan parsial lebih besar
- Tekanan parsial bergantung kepada laju aliran udara yang masuk dan keluar paruparu
- Obat-obatan : co/morfin, akan menurunkan jumlah O2 dan CO2 yang dapat bertukar
antara alveolus dan darah sehingga ventilasi menjadi lambat.
- Dataran tinggi :
Terjadi penurunan tekanan atmosfer total
Penurunan tekanan atmosfer total
Penurunan PO2 udara inhalasi
Difusi O2 ke darah menjadi lambat
High altitude sickness : SOB, headache, fatigue, insomnia, nausea, dizziness
2. Permukaan yang tersedia untuk pertukaran gas
- Permukaan alveolus besar : 70 m2
- Gangguan paru-paru yang menurunkan permukaan yang fungsional pada
membran respirasi

Menurunkan laju ekspirasi eksternal


-

Emfisema :
Dinding alveolus disintegrasi
Penurunan area permukaan alveolus yang fungsional untuk pertukaran gas
Menurunkan kecepatan pertukaran gas

3. Jarak difusi
- Membran respirasi tipis : Difusi berlangsung cepat
- Kapiler sempit : Menurunkan jarak difusi ruang udara alveolus dengan Hb dalam
RBC
Peningkatan cairan interstisial antara alveolus ( misalnya pulmonary edema)
Meningkatkan jarak difusi
Menurunkan laju pertukaran gas
4. Berat molekul dan solubilitas
- O2 lebih rendah berat molekulnya dibanding CO2 : Berdifusi 1,2 x lebih cepat
Solubilitas CO2 pada membran respirasi 24x lebih tinggi dari O2
Difusi CO2 20x lebih cepat daripada O2
Hipoksia terjadi lebih cepat dari hiperkapnea

TRANSPORT OKSIGEN DAN KARBON DIOKSIDA


Oksigen Transport
97 % oksigen ditransportasikan oleh hemoglobin (HbO2).
3 % terlarut didalam plasma.
Oxygen-Hb Dissociation Curve
O2 bergabung secara longgar dan reversibel dengan Hb menjadi oxyhemoglobin.
PO2 (didalam pulmonary kapiler) meningkatkan ikatan O2 dengan Hb.
PO2 (didalam kapiler jaringan) O2 lebih mudah dilepaskan dari Hb.
Faktor-faktor yang dapat menggeser kurva oksigen-hemoglobin dissociation :
a) Aciditas (pH)
pH afinitas Hb terhadap O2 O2 mudah disosiasi dengan Hb

Dissociation curvenya bergeser ke arah kanan.

b) Temperature
Blood temperature

Dissociation curve bergeser ke kanan.


Penghantaran O2 ke otot fibers.

c) 2,3-biphosphoglycerate (BPG)
Suatu substansi yang ditemukan di sel darah merah bisa menurunkan
afinitas Hb terhadap O2.
BPG kurva bergeser ke arah kanan.
d) Fetal dan maternal hemoglobin

Fetal Hb afinitas Hb terhadap O2 lebih tinggi dibandingkan pada orang


dewasa.

Karbondioksida Transport
Under normal resting conditions tiap 100 ml darah deoksigenase mengandung 53 ml
CO2.
Bentuk-bentuk kimia dimana CO2 ditransportasikan :
1) Dissolved CO2
7 % CO2 terlarut didalam plasma.
Setelah mencapai paru-paru CO2 berdifusi ke alveolar dan diekshalasikan.
2) Carbamino compound
CO2 bereaksi secara langsung dengan amine radical dari molekul Hb.
Carbaminohemoglobin (HbCO2)
Sekitar 13 % CO2 bergabung dengan Hb.
3) Bicarbonate ions
Merupakan bentuk transportasi CO2 yang terbesar 70%.
CO2 + H2O
H2CO3
H+ + HCO3- CA
(bicarbonate ion)
(carbonic anhydrase)