Anda di halaman 1dari 2

DYSPNEA

Definisi : sensasi tidak nyaman atau subjektif ketika bernafas, perasaan tidak bisa
memenuhi kebutuhan udara yang memadai. Similliarity with breathlessness, short of
breath, air hunger (sesak nafas).
o Dyspnea sekurang kurangnya terdapat 3 sensasi yang dirasakan : air hunger
(respiratory discomfort), work/effort, dan chest tightness.

Etiologi :
o Respiratory
Asthma
COPD
Chronic bronchitis
Pneumonia
Intersitial lung diseases
Pulmonary embolism
Pneumothorax
Pleural effusion
Neuromuscular diseases (GBS)
Chest wall diseases (kyphoscoliosis)
o Cardiovascular
LV failure
Mitral stenosis
Anemia berat
Penurunan cardiac output
o Hyperthyroid
o Hamil
o Anxiety

Mekanisme dyspnea
Terjadinya dyspnea karena adanya rangsangan terhadap sensory receptor :

A. Kemoreseptor
Ketika terjadi perubahan PH, PO2 dan PCO2 yang akan merangsang kemoreseptor di
carotid arteri untuk menimbulkan respon sesak nafas.
B. Metaboreceptor
Terdapat diskeletal muscle yang terstimulasi dalam keadaan hypercapnic dan
metabolic acidosis, terutama pada saat exercise.
C. Vagal nerve
Terdapat juga cold receptors yang dipercaya dapat menurunkan dyspnea pada dewasa.
Reseptor lainnya ada :
a. Slowly adapting strecth receptors (SARs)
Berlokasi di otot polos dari saluran nafas besar

Inhalasi CO2 dapat menstimulasi dyspnea


Inhalasi volatile anasthesic dapat menurunkan atau menstimulasi dyspnea
(tergantung dosis yang diberikan)
Inhalasi furosemid dapat meredakan dyspnea.
b. Rapidly adapting strecth receptors (RARs)
Reseptor ini beradaptasi cepat untuk mempertahankan inflasi dan deflasi paru
RARs dapat distimulasi oleh bahan iritan seperti ammonia, asap rokok, uap
eter, serta oleh mediator imunologik dan perubahan patologik saluran nafas
hingga paru.
Pneumotorax juga dapat menstimulasi RARs
Furosemid dapat menurunkan aktivasi RARs.
c. C-fibre receptors
Terdapat pulmonary C-fibre receptors dan bronchial C-fibre receptors
Reseptor ini dikenal dengan nama juxta-pulmonary capillary receptors atau
disebut juga J receptors.
Terletak dekat kapiler alveolar dan merespon peningkatan cairan intersitial
diluar kapiler.
Receptor broncial C-fibre sensitif terhadap bradikinin, histamin, serotonin dan
prostaglandins.
Kongesti paru adalah stimultan kuat untuk reseptor ini, namun tidak samai
menimbulkan efek dyspnea kecuali disertai aktivitas berat.
D. Reseptor dinding dada
Sinyal afferen ini (mekanoreseptor) terdapat di sendi, tendon dan otot dada
Vibrasi dari dinding dada mengaktivasi muscle spindle dan dapat menginduksi
sensasi dyspnea.