Anda di halaman 1dari 5

KONTROL TEGANGAN AC SATU FASA DENGAN MENGGUNAKAN

TRIAC
A. Tujuan
Setelah melakukan kegiatan praktikum mahasiswa diharapkan :
1. Dapat merangkai rangkaian kontrol tegangan AC satu fasa.
2. Mengetahui bentuk gelombang tegangan dari keluaran kontrol
tegangan AC satu fasa.
3. Dapat membandingkan perhitungan tegangan output terhadap sudut
trigger TRIAC antara teori dan praktik.
4. Mengetahui pengaruh tegangan output terhadap pergeseran sudut
trigger.
B. Dasar Teori
Kontrol tegangan arus bolak-balik (AC) banyak digunakan dalam
peralatan rumah tangga maupun di industri. Contohnya pada lampu
belajar yang cahayanya dapat diatur, sistem pengaturan pemanas air dan
lain-lain. Penerapan tegangan AC terkontrol ini akan merubah tegangan
AC konstan menjadi tegangan AC variabel.

Gambar 1 Simbol Penyearah Satu Fasa Gelombang Penuh Terkendali


Kontrol tegangan AC ke AC ini membutuhkan komponen elektronika
daya jenis TRIAC atau bisa dibentuk dari dua buah thyristor yang
dihubungkan anti parallel, dimana dengan mengatur sudut fasa tegangan
trigger maka dapat mengatur sudut konduksi dari TRIAC atau thyristor.

Gambar 2 Rangkaian Kontrol Tegangan AC Satu Fasa dengan TRIAC


Tegangan keluaran AC tergantung dari lebar sempitnya sudut fasa
tegangan trigger dan akan padam (off) dengan sendirinya jika tegangan
inputnya mencapai 0 Volt. Tegangan input akan mencapai 0 Volt jika
tegangan fasanya sama dengan tegangan netralnya (line commutation,
atau pada saat tegangan sudut trigger mencapai sudut 180.
Bentuk tegangan output dari kontrol tegangan AC ini apabila gate (G) ditrigger di sudut kurang dari 90 adalah sebagai berikut:

Gambar 3 Bentuk Gelombang Output Kontrol Tegangan AC Satu


Fasa
Tegangan Output Efektif (Vrms)
2

( Vmsin ) d+ ( Vmsin )2 d
2

Vout =

0,5

; T = 2

(Vmsin) d

C. Alat dan Bahan


1. Transformator 1 fasa 220V/24V 3 Ampere ( 1 buah)
2. Osiloskop (1 satu buah dan probe 2 buah)
3. Trafo isolasi (1 buah)
4. Amperemeter (2 buah)
5. Voltmeter (2 buah)
6. Modul TRIAC 700V/5 Amper (1 modul)
7. Modul kontrol (1 modul)
8. Resistor variable (beban geser) 70 Ohm/5 Amper (2 buah)
9. Kabel penghubung (1 set)
D. Langkah Kerja
1. Sebelum melakukan praktikum, osiloskopnya dikalibrasi terlebih
dahulu.
2. Buat rangkaian percobaan seperti gambar berikut:

3. Pasang osiloskop probe1 di input dan probe 2 di output.


4. Off-kan rangkaian trigger.
5. Tahanan geser pada posisi masimum (tahanan pada posisi paling
besar).
6. Amperemeter dipasang pada 2,4 Ampere (A1 arus AC dan A2 arus
DC).
7. Voltmeter dipasang pada range tegangan 30 V (V1 tegangan AC dan
V2 tegangan DC).

8. Pastikan bahwa tegangan primer trafo di tegangan 220 Volt dan


tegangan sekunder di 24 Volt atau 36 Volt.
9. Masukkan tegangan sumber ke trafo.
10. On-kan rangkaian trigger.
11. Atur sudut trigger dengan sudut 180.
12. Amati tegangan V1, V2, A1 dan A2.
13. Lakukan langkah yang sama untuk sudut penyalaan yang lain.
14. Gambarkan bentuk gelombang tegangan input dan output yang
tergambar di osiloskop ke dalam kertas millimeter blok.

E. Tabel Percobaan
Input AC

Output DC

V1 (V)

I1 (A)

V2 (V)

I2 (A)

Sudut
Trigger

18,1

180

18,2

0,05

0,1

0,08

150

18,2

0,28

0,28

120

18

0,4

6,8

0,4

90

18

0,51

11,6

0,51

60

18

0,62

14

0,64

30

17,8

0,63

15,5

0,66

No