Anda di halaman 1dari 9

FRAKSINASI SEL

Vega Lyndie Fatimah


1147020072
Jurusan Biologi Fakultas Sains Dan Teknologi
UIN Sunan Gunung Djati Bandung

ABSTRAK
Fraksinasi sel merupakan suatu proses pemisahan kuantitas tertentu dari campuran yang dapat dibagi dalam
beberapa jumlah kecil (fraksi) komposisi perubahan berdasarkan kelandaian. Fraksinasi sel adalah suatu metode
pemisahan sel dalam beberapa fraksi menjadi organel-organel seluler. Pemisahan ini berdasarkan bobot jenis dari
tiap fraksi. Praktikum biologi sel dan molekuler fraksinasi sel bertujuan untuk memisahkan komponen sel untuk
membedakan komponen-komponen sel dari daun bayam (Amaranthus sp.) dengan menggunakan metode fraksinasi,
mengamati sel hasil fraksinasi menggunakan mikroskop. Alat yang digunakan adalah mikroskop cahaya, centrifuge,
tabung sentrifus, mortar dan pesttle, objek dan cover glass. Bahan yang digunakan adalah daun bayam (Amaranthus
sp.), larutan Phospat Buffer Saline, dan methylen blue. Metode yang digunakan antara lain homogenasi bahan uji
(daun bayam), pemberian larutan PBS, sentrifugasi 5000 dan 12000 rpm, dan pengamatan menggunakan mikroskop
perbesaran 40 x 10. Sentrifugasi merupakan suatu metode yang digunakan dalam pencapian sedimentasi dimana
partikel-partikel yang ada dalam suatu bahan dipisahkan dari campurannya. Prinsip yang digunakan yaitu objek
yang diputar secara horizontal pada jarak radial dari titik yang dikenakan gaya sentrifugal. Hasil yang diperoleh
adalah pelet sentrifugasi tidak terlihat tanda adanya nukleus yang memisah, yang terlihat hanyalah kumpulan sel
yang menyerupai pasir saja.

Kata kunci: Daun bayam, Fraksinasi, Homogenizer, Janus Green, Metylen Blue, Mikropipet,
Mikroskop cahaya, Sentrifuge, Suspensi.

I. PENDAHULUAN
I.1 Latar Belakang

Pembagian

pemisahan suatu kuantitas tertentu dari


campuran (padat, cair, terlarut, suspensi
atau isotop) dibagi dalam beberapa
perubahan

kecil

pemisahan

ini

didasarkan pada bobot dari tiap fraksi,

Fraksinasi adalah proses

jumlah

atau

(fraksi)
menurut

komposisi
kelandaian.

fraksi yang lebih berat akan berada


paling dasar sedang fraksi yang lebih
ringan akan berada diatas. Fraksinasi sel
ialah pemisahan sel menjadi organel dan
molekul,
sentrifugasi

biasa

dilakukan

Sentrifugasi

dengan
sendiri

diartikan sebagai proses pengendapan

Pemilihan pelarut untuk proses

organel sel dengan cara memberikan

maserasi akan memberikan efektivitas

suatu gaya sentrifugal pada organel sel

yang tinggi dengan memperhatikan

yang

kelarutan kelarutan senyawa bahan

disentrfugasi..

merupakan
fraksinasi,

tahap

Sentifugasi

pertama

memisahkan

dalam
organel

organik dalam pelarut tersebut. Secara


umum

pelarut

metanol

merupakan

berdasarkan ukuran dan densitasnya.

pelarut yang banyak digunakan dalam

Prinsip sentrifugasi ialah bahwa untuk

proses isolasi senyawa organik bahan

memperoleh

besar,

alami karena dapat melarutkan seluruh

diperlukan kecepatan sentrifugasi yang

golongan metabolit sekunder. Maserasi

rendah, sedangkan untuk memperoleh

yang digunakan mempengaruhi tinggi

organel yang kecil maka diperlukan

rendahnya

sentrifugasi yang tinggi (Gupta, 2009).

biasanya digunakan untuk mendapatkan

Salah
digunakan

organel

satu
dalam

yang

metode

yang

fraksinasi

adalah

zat warna alami dari ekstraktif (Syaii,


1993).

dengan menggunakan metode maserasi.


Maserasi

merupakan

perendaman

sampel

pelarut
ruangan

organik
proses

rendemen yang didapat,

Kelebihan metode maserasi pada

proses

ekstraksi zat warna alami yaitu zat

menggunakan

warna mengandung gugus-gugus yang

temperatur

tidak stabil (mudah menguap seperti

sangat

ester dan eter tidak akan rusak atau

pada
ini

menguntungkan dalam isolasi senyawa

menguap

karena

bahan alam karena dengan perendaman

konndisi dingin. Selain itu kelebihan

sampel akan terjadi pemecahan dinding

dari maserasi adalah cara pengerjaan

sel dan membran sel karena perbedaan

yang dilakukan lebih sederhana dan

tekanan antara di dalam dan luar sel,

dapat dilakukan untuk bahan-bahan atau

sehingga metabolit sekunder yang ada

zat

dalam sitoplasma akan terlarut dalam

pemanasan. Kelemahan dari metode

pelarut organik dan ekstraksi senyawa

maserasi adalah banyak pelarut yng

akan sempurna karena dapat diatur lama

dibutuhkan selama proses maserasi dan

perendaman yang dilakukan (Hendra,

waktu

1989).

(Yuwono, 2008).

yang

berlangsung

tidak

yang

tahan

dibutuhkan

pada

terhadap

lama

Teknik pemisahan sentrifugasi

Teknik sentrifugasi dibedakan ke

merupakan teknik yang berdasarkan

dalam 2 tipe, persiapan dan analsis

perilaku

sentrifugasi.

partikel

(massa

molekul,

Persiapan

ini

ditandai

density, dan bentuk partikel), yang

dengan mengisolasi dan memurnikan

mana sangat dipengaruhi oleh gaya

larutan. Pada tahap analisis, lebih

gravitasi. Larutan yang terdiri atas

mengarah kepada makromolekul yang

partikel

akan

berukuran

tersebut

akan

besar,

larutan

cenderung

untuk

cenderung

centrifugasi)

gravitasi yang mempengaruhinya. Pada

Walker, 2000).

sentrifugasi

membentuk

sedimentasi. Persamaan dari G (medan

membentuk sedimentasi jika ada gaya


dasarnya,

cepat

mendesak

adalah

(Wilson

dan

Menurut Artika (2010), alat

partikel agar mempunyai gaya yang

sentrifugasi

lebih besar daripada gaya gravitasi

sentrifus,

bumi, sehingga partikel tersebut dapat

pemberian

lebih cepat untuk membentuk sedimen

dengan

atu endapan. Rotor merupakan sesuatu

kecepatan tertentu dan selang waktu

yang berada di lubang tengah sentrifus

tertentu, sehingga terjadi pemisahan

(Behike et al., 2010).

berdasarkan bobot. Terdapat dua macam

Sentrifugasi pada umumnya ada

prinsip

yang

biasa

disebut

bekerja

dengan

prinsip

gaya

sentrifugal

memutar

bahan

sentrifugasi

dengan

pertama

yaitu

didasarkan

pada

dua macam yaitu sentrifugasi zonal dan

sentrifugasi

keseimbangan

densitas.

massa, ukuran atau panjang partikel dan

Sentrifugasi zonal yaitu sentrifugasi

densitas, contohnya adalah sentifugasi

yang

partikel

zona. Pada sentrifugasi ini, partikel

memisahkan

yang berbeda ukuran akan terpisah pada

molekul-molekul yang berbeda ukuran

lapisan-lapisan atau zona yang berbeda.

atau

Kedua

sebagai

gradien

menggunakan
teknik

massa

untuk

panjangnya

dan

setelah

yang

yaitu

adalah
pada

sentrifugasi

yang

keadaan

yang

disentrifuasi partikel-partikel tersebut

berdasarkan

akan terpisah sesuai dengan ukurannya

setimbang, sentrifugasi keseimbangan

pada lapisan-lapisan atau zona-zona

gradien-densitas

yang berbeda-beda (Lestari, 1990).

contoh dari sentrifugasi ini. Sentrifugasi

adalah

merupakan

jenis ini bekerja berdasarkan prinsip

partikel dan cairan yang berada pada

membedakan komponen-komponen sel

level keseimbangan densitas atau biasa

tersebut.

disebut
Teknik

dengan

keadaan

sentrifugasi

isopiknik.

keseimbangan

gradien-densitas

dapat

molekul-molekul

dengan

II. METODE

memisahkan

Alat-alat yang digunakan dalam

perbedaan

praktikum ini diantaranya: Homogenizer

densitas sampai 0.02 g/ml

(Blender), Sentrifuge, Mikro pipet dan

Bayam (Amaranthus spp. L.)

Tip,

Tabung mikrofuge, Mikroskop

adalah tanaman yang memiliki proses

cahaya, Kaca obyek dan gelas penutup.

fotositesis tipe C4, sehingga memiliki

Sedangkan bahan-bahannya adalah Daun

proses fisiologi yang efisien khususnya


dalam mengikat gas asam arang (CO2)
dari

udara

senyawa

untuk

diolah

menjadi

metabolit

primer

maupun

Bayam,

Larutan

Sukrosa

2%,

PBS

(Phospat Buffer Saline), dan Metylen


Blue (pewarna nukleus).
Langkah kerja pada praktikum ini

yaitu pertama-tama dibuat homogenat

sekunder. Tanaman C4 tersebut masih

daun bayam dengan cara menghancurkan

mampu mengikat CO2 dalam keadaan

daun

sebagian lubang mulut daun tertutup


akibat suhu udara tinggi, kelembaban
rendah maupun cekaman lingkungan
lainnya. Tertutupnya lubang stomata
ditambah dengan kemampuan fisiologis
menyesuaikan tekanan otomatis cairan
dalam sel menyebabkan tanaman bayam
tetap

mampu

mempertahankan

kecepatan laju proses fotositesis pada


kondisi lingkungan mencekam seperti

menggunakan

sebanyak

homogenizer

gram
yang

sebelumnya telah diberi larutan sukrosa


sebanyak 27 ml. Kemudian diambil 1,5
ml homogenat pada tabung mikrofuge,
dan diputar dengan sentrifugasi pada
5000 rpm selama 15 menit. Setelah itu
dipisahkan supernatan dan pindahkan ke
tabung mikrofuge yang baru. Diencerkan
endapan/pellet dengan menambahkan 200
l PBS lalu dikocok-kocok, kemudian
ditambahkan

suhu udara tinggi (Dowton, 2010).

metylen

blue

dengan

perbandingan 1:1. Diteteskan pada kaca

I.2 Tujuan
Tujuan dari praktikum ini adalah
memisahkan

bayam

komponen

sel

untuk

obyek dan diperiksa dibawah mikroskop

dengan perbesaran 40x10, diperhatikan


dan diamati komponen sel yang di dapat.

III.

HASIL DAN PEMBAHASAN


III.1 Hasil Pengamatan
Gambar Hasil

Literatur

Sumber (Dokumentasi Pribadi, 2016).

Sumber (Lusiyanti dan Syaifudin,

Perbesaran 40x10

2008).
Perbesaran 40x10

Keterangan
1. Stomata dengan jumlah 5 stomata
2. Dinding sel
3.2 Pembahasan

memisahkan serta menjadikan larutan ada

Praktikum
mengenai
memisahkan

kali

fraksinasi

ini
sel.

komponen

adalah

endapan, dan menjadi 2 fasa, yaitu fasa

bertujuan

atas dan bawah sebagai endapannya.

sel

untuk

Mikropipet dan tip berfungsi untuk

membedakan komponen komponen sel

mengambil larutan dalam ukuran dan

tersebut. Alat yang digunakan dalam

volume

praktikum ini adalah homogenizer yang

berfungsi untuk melihat inti sel dan

berungsi untuk menghomogenkan larutan

mitokondria yang terdapat pada preparat.

sehingga dapat tercampur dan larut

kaca

dengan baik. Sentrifuge berfungsi untuk

menempatkan objek yang akan diamati

kecil.

obyek

Mikroskop

berfungsi

cahaya

untuk

dibawah mikroskop dan adapun gelas

pertama dalam fraksinasi, memisahkan

penutup sebagai penutup kaca objek.

organel

Adapun bahan yang digunakan


dalam praktikum ini adalah daun bayam
(Amaranthus sp.), larutan sukrosa 2%,
larutan PBS, dan metylen blue. Daun

berdasarkan

ukuran

dan

densitasnya. Prinsip sentrifugasi ialah


bahwa untuk memperoleh organel yang
besar, diperlukan kecepatan sentrifugasi
yang rendah, dan sebaliknya.

bayam digunakan sebagai bahan utama

Menurut (Behike et al (2010),

yang diamati komponen selnya. Daun

Teknik

pemisahan

sentrifugasi

bayam dinilai mempunyai kandungan

merupakan

teknik

berdasarkan

klorofil yang banyak dibanding dengan

perilaku partikel (massa molekul, density,

daun-daun yang lainnya. Metylen blue

dan bentuk partikel), yang mana sangat

berfungsi untuk memberi warna pada

dipengaruhi oleh gaya gravitasi. Larutan

preparat atau inti sel supaya inti sel dapat

yang terdiri atas partikel berukuran besar,

terlihat

PBS

larutan tersebut akan cenderung untuk

berfungsi untuk menjaga kestabilan PH di

membentuk sedimentasi jika ada gaya

dalam sel, sehingga komponen didalam

gravitasi yang mempengaruhinya. Pada

sel tidak rusak dan dapat damati dibawah

dasarnya, sentrifugasi mendesak partikel

mikroskop.

untuk

agar mempunyai gaya yang lebih besar

menjaga sel daun bayam supaya tidak

daripada gaya gravitasi bumi, sehingga

rusak.

partikel tersebut dapat lebih cepat untuk

dengan

baik.Larutan

Sukrosa berfungsi

Sedangkan

methylen

blue

berfungsi sebagai pewarna nukleus.

yang

membentuk sedimen atu endapan.

Langkah pertama yang dilakukan

Berdasarkan

pada

pengamatan

adalah membuat homogenat daun bayam

pada perbesaran 40 X 10 terhadap pelet

dengan cara menghancurkan daun bayam

yang telah diberi larutan PBS dan

menggunakan

yang

metylen blue, diketahui bahwa hasil yang

sebelumnya telah diberi larutan sukrosa

didapatkan yaitu terlihat stomata dan

2%.

dinding sel saja, tetapi tidak terlihat

homogenizer

Homogenate

dimasukkan

pada

yang
tabung

didapat
mikrofuge

nukleus.

Hal

tersebut

mungkin

kemudian disentifugasi dengan kecepatan

disebabkan karena jumlah pellet tidak

5000 rpm. Sentrifugasi merupakan tahap

sesuai dengan jumlah methylen blue,

sehingga methylen blue terlalu menutupi

Gupta, P.K. 2009. Cell and molecular

sel-sel tersebut.

Biology. Rastogi Publications.


New Delhi.

IV.

KESIMPULAN
Dari

Hendra A. 1989. Teknik Pemisahan

praktikum

yang

telah

dalam Analisis Biologis. Bogor:

dilakukan, dapat disimpulkan bahwa

IPB Press.

komonen-kompenen sel yang didapat dari


fraksinasi sel bayam ini yang dapat

Lestari SB, Pari G. 1990. Analisis kimia

terlihat di bawah mikroskop hanya

beberapa jenis kayu Indonesia.

stomata dan dinding sel saja. Hal tersebut

Jurnal Penelitian Hasil Hutan

mungkin disebabkan karena jumlah pellet

Pusat

tidak sesuai dengan jumlah methylen

Pengembangan

blue, sehingga methylen blue terlalu

8(3) : 96-100.

menutupi sel-sel tersebut.

Syafii

W,

Penelitian
Hasil

Yoshimoto

T.

dan
Hutan.

1993.

Extractives from Some Tropical


DAFTAR PUSTAKA

Hardwoods and Their Influences

Artika, I.M. 2010. Struktur dan Fungsi


Subseluler. IPB. Bogor.
Behike

et

al.,

Resolution

2010.
of

Extrapolation

Enhanced

Sedimentation
to

Infinite

Time. Biophysics Journal. 39


(1): 449-455.
Dowton, W.J.S. 2010.

Growth

Decaying

Fungi.

of

Wood-

Indonesian

4(2).
Wilson, Keith dan John walker. 2000.
Principles and Technique of
Practical

Biochemistry.

Cambrige

University Press.

Cambridge.
Amaranthus

edulis : A high lysine grain


amaranth. World Crops. 25 (1) :
20-22.

The

Journal of tropical Agricultural.

Coefficient Distribution Profiles


by

on

Yuwono,

Tribowo.

2008.

Biologi

Molekuler. Erlangga: Jakarta.