Anda di halaman 1dari 39

1

LAPORAN AKHIR PKL I


MAHASISWA ATRO MUHAMMDIYAH
TAHUN 2015
NAMA LOKASI PKL

: RSUD Salewangang Maros

PERIODE PKL

: 23 Nov 2015 S/D 31 Des 2015

TEKNIK PEMERIKSAAN KNEE JOINT PADA KASUS


OSTEOARTHRITIS

DISUSUN OLEH :

MUH SUPARMAN / 14128 / C

AKADEMI TEKNIK RADIODIAGNOSTIK DAN RADIOTERAPI


(ATRO) MUAHAMMADIYAH MAKASSAR
2015

LEMBAR PENGESAHAN

Laporan kasus yang berjudul Teknik Pemeriksaan Knee Joint Pada


Kasus osteoarthritis yang dilaksanakan di RSUD Salewangang Maros
tanggal 31 Desember 2015 telah di setujui dan diperiksa
oleh
Pembimbing umtuk diperbanyak

Makassar, 31 Desember 2015


Menyetujui,
Supervisor Institusi

Kepala Ruangan Radiologi

Ilham Bachtiar,S.S.i

Achmad Rasyid,S.Kep.NS

Mengetahui,
Penanngung jawab PKL I

AR.Rakhmansya, SKM, M.Kes

KATA PENGANTAR

Dengan memanjatkan puji syukur kepada Allah SWT atas segala


Rahmat, Berkah, dan Karunia-Nya yang telah dilimpahkan kepada
penulis, sehingga penulis dapat menyelesaikan Laporan Kasus Praktek
Kerja Lapangan mulai tanggal 23 November 2015 sampai tanggal 31
Desember 2015 di RSUD Salewangang Maros .Dalam menyelesaikan
laporan kasus ini penulis telah banyak mendapat bantuan, bimbingan,
nasehat, dan dukungan dari berbagai pihak, oleh karena itu penulis
mengucapkan banyak terima kasih kepada:
1. Bapak dr. H. Rusman Achmad, M.Kes selaku Direktur ATRO
Muhammadiyah Makassar beserta jajaran.
2. Dr. Sitti Maryam Haba,M.Kes. selaku Direktur RSUD Salewangang
Maros.
3. Ahmad Rasyid S.kep.Ns selaku kepala instalasi radiologi
4. Para Pembimbing / Senior di Radiologi RSUD Salewangang Maros
yang senangtiasa membimbing dan berbagai ilmu selama PKL.
5. Kepada penanggung jawab PKL AR.Rakhmansya, SKM, M.Kes yang
telah rela meluangkan waktunya untuk kami.
6. Supervisor Ilham Bachtiar, S.Si yang telah menguji penulis di RSUD
Salewangang Maros.
7. Serta kepada semua pihak yang telah membantu baik langsung
maupun tidak langsung yang tidak dapat kami sebutkan satu-persatu,
terima kasih.

Penulis

menyadari

bahwa

masih

ada

kekurangan

dalam

penyusunan laporan kasus ini.Untuk itu, penulis mengharapkan kritik dan


saran yang membangun demi kesempurnaan laporan kasus ini.
Semoga Allah SWT memberi Rahmat dan balasan kebaikan
kepada semua pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan laporan
kasus ini. Semoga laporan kasus ini bermanfaat bagi pembaca pada
umumnya dan mahasiswa Prodi DIII ATRO Muhammadiyah Makassar.

Makassar, 31 Desember 2015

Muh Suparman
NIM : 14128

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ..............................................................................

LEMBAR PENGESAHAN ....................................................................

ii

KATA PENGANTAR .............................................................................

iii

DAFTAR ISI ........................................................................................v


DAFTAR GAMBAR ..............................................................................

vii

DAFTAR TABEL ..................................................................................

viii

BAB I PENDAHULUAN .......................................................................

A. Latar Belakang ..............................................................................

B. Rumusan Masalah ........................................................................

C. Tujuan Penulisan ..........................................................................

1. Tujuan Umum ...........................................................................

2. Tujuan Khusus .........................................................................

D. Manfaat Penulisan ........................................................................

BAB II TINJAUAN PUSTAKA ............................................................

A. Tinjauan Umum Tentang Lokasi PKL ............................................

B. Tinjauan Umum Tentang Anatomi, Fisiologi, dan Patologi ...........

C. Tinjauan Umum Teknik Pemeriksaan............................................

12

BAB III METODE PEMERIKSAAN ......................................................

13

A. Tempat dan Waktu pemeriksaan ..................................................

13

B. Kronologis Riwayat Pasien ...........................................................

13

C. Persiapan Pasien...........................................................................

13

D. Prosedur Kerja ..............................................................................

13

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN...................................................

15

A. Hasil Pemerriksaan Laporan Kasus..............................................

15

1. Data Pasien ..............................................................................

15

2. Persiapan Alat dan Bahan yang Digunakan ............................

15

3. Teknik Pemeriksaan .................................................................

15

B. Pembahasan Laporan Kasus.........................................................

18

BAB V PENUTUP ...............................................................................

21

A.Kesimpulan ....................................................................................

21

B.Saran ..............................................................................................

21

DAFTAR PUSTAKA .............................................................................

22

Lampiran 1 Biodata Penulis .............................................................

23

Lampiran 2 Fotocopy Surat Pengantar ...........................................

24

Lampiran 3 Fotocopy Surat Hasil Baca Dokter ..............................

25

Lampiran 4 Gambar Struktur Organisasi Radiologi ......................


di RSUD Salewangang Maros ......................................

26

Lampiran 5 Gambar Denah Ruangan Pemeriksaa Radiologi


RSUD Salewangang Maros .........................................

27

Lampiran 6 Gambar Denah Ruangan Processing Film .................


di RSUD Salewangang Maros ......................................

28

Lampiran 7 Dokumentasi Kegiatan Mahasiswa PKL .....................

29

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1. RSUD Salewangang Maros ............................................

Gambar 2. Anatomi Knee Joint ..........................................................

Gambar 3. Anatomi Knee join sehat dan Knee Joint Osteoarthritis .

11

Gambar 4. Posisi Pasien Proyeksi AP dan Lateral ............................

17

Gambar 5. Hasil Radiografi Posisi Pasien Proyeksi AP dan Lateral .

17

DAFTAR TABEL

Tabel 1. SDM Unit Radiologi RSUD Salewangang Maros ..................

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Mungkin Anda sering merasakan nyeri pada lutut ketika
bangun dari jongkok atau naik tangga? Mungkin Anda menderita
osteoarthritis! Osteoarthritis memang tidak sepopuler Osteoporosis
atau tulang keropos. Namun Osteoarthritis merupakan salah satu jenis
dari keluarga besar penyakit Arthritis yang paling sering terjadi.
Literatur menunjukkan

dari

6 populasi menderita

penyakit

Osteoarthritis. Data yang dilansir oleh Badan Kesehatan Dunia


(WHO), menyebutkan 40 persen penduduk dunia yang berusia lebih
dari 70 tahun akan menderita Osteoarthritis lutut.
Osteoarthritis termasuk penyakit nomor dua setelah penyakit
jantung yang mengganggu aktivitas kita. Walaupun tidak menimbulkan
kematian

tetapi

bisa

mengganggu

aktivitas

penderitanya

dan

menyebabkan gangguan dalam produktivitas karena menyebabkan


sendi lutut terasa nyeri, kaku, dan bengkak sehingga seringkali
menyebabkan gerak sendi terbatas. Sendi yang biasanya menjadi
korban osteoarthritis adalah sendi yang memikul berat badan,
misalnya sendi lutut. Lutut merupakan sendi yang paling banyak
menerima tekanan beban. Sendi lain yang juga bisa terkena
osteoarthritis yaitu

sendi

di

tulang belakang, sendi panggul,

pergelangan kaki, dan pangkal ibu jari kaki. Salah satu cara untuk

mendiagnosa gejala osteoarthritis sejak dini ialah dengan melakukan


pemeriksaan radiografi (rontgen).
Berdasarkan uraian di atas Maka dari itu saya ingin
mengangkat kasus dengan judul Teknik Pemeriksaan Knee Joint
Pada Kasus Osteoarthritis
B. Rumusan Masalah
Sesuai dengan judul laporan dan latar belakang , maka
penulis mengangkat masalah dalam kasus ini, Sebagai berikut :
1. Bagaimana Prosedur Teknik Pemeriksaan Radiografi Knee joint
Pada Kasus Osteoarthritis RSUD Salewangang Maros ?
2. Bagaimana
Proteksi
Radiasi
Yang
Dilakukan

Pada

Pemeriksaan Knee Joint Pada Kasus Ostoarthritis di RSUD


Salewangang Maros ?
C. Tujuan Penulisan
1. Tujuan umum
a. Untuk Mengetahui
Radiografi

Knee

Prosedur

Joint

Pada

Kerja

Teknik

Pemeriksaan

Kasus Osteoarthritis

RSUD

Salewangang Maros.
b. Untuk Mengetahui Proteksi Radiasi Yang Dilakukan Pada
Pemeriksaan Knee Joint Pada Kasus Ostoarthritis di RSUD
Salewangang Maros.
2. Tujuan khusus
a. Untuk Mengetahui Tindakan Pemeriksaan Knee Joint yang
dilakukan Petugas Radiologi di RSUD Salewangang Maros.
b. Untuk Mengetahui Proyeksi dari Proyeksi Knee Joint.
c. Mengetahui Proteksi Radiasi pada Pemeriksaan Knee Joint di
RSUD Salewangang Maros.
D. Manfaat Penulisan
1. Manfaat Praktis

Dapat menambah wawasan dan pengetahuan penulis serta


memberikan informasi kepada pembaca mengenai pemeriksaan
Knee Joint dengan proyeksi AP dan Lateral.
2. Manfaat Ilmiah
Sebagai sumber informasi untuk mengetahui lebih dekat mengenai
Teknik Pemeriksaan Knee Joint pada Kasus Osteoarthritis.
3. Manfaat Institusi
Dapat dijadikan sebagai acuan literatur atau bahan pustaka bagi
Mahasiswa ATRO mengenai Teknik Pemeriksaan Knee Joint.
4. Manfaat Masyarakat
Dapat dijadikan sumber untuk memperluas ilmu pengetahuan
tentang Teknik Pemeriksaan Knee Joint.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Tinjauan Umum Tentang Lokasi PKL
1. Gambaran Umum RSUD Salewangang
Rumah Sakit umum Salewangang adalah Rumah Sakit
negeri

kategori kelas C.

Rumah Sakit yang ini di pimpin oleh

Direktur dr. Hj. Sitti Maryam haba M. Kes. Rumah Sakit ini terletak
di Kabupaten Maros yaitu jln. poros Maros Makassar Km 3.
Rumah Sakit ini mampu memberikan pelayanan Kedokteran
Spesialis terbatas. rumah sakit ini tersedia 117 Tempat Tidur Inap.

Jumlah dokter sebanyak 42. Dokter umum 12 orang, dokter


spesialis 23 orang dan dokter gigi 7 orang. Rumah sakit ini juga
menerima rujukan dari puskesmas.

Gambar 1. RSUD Salewangang Maros


2. Gambaran Umum Unit Radiologi
Di Instalasi Radiologi RSUD Salewang Maros memiliki
SDM Sebanyak 13 Orang diantaranya yaitu memiliki 1 Kepala
Ruangan, 2 Dokter di Unit Radiologi, 1 Administrasi dan Keuangan
Radiologi dan memiliki 8 Radiografer.
Tabel 1. SDM Unit Radiologi RSUD Salewangang Maros
No
1

Nama
Kepala Ruang

Jabatan
Ahmad Rasyid,S.Kep.NS

Radiologi
dr. dr.H. supardi Sp.rad
2

Dokter di Unit
Radiologi

Administrasi dan
Keuangan

dr. dr.srie retno endah Sp.rad M.kes

Yulie Cristie,S.Si

Radiologi

1 Hj.Maemunah HM S.ST
4

Radiografer

2. Dharmawati Amd.Rad
3. Syaifur Rohmad Amd.Rad
4. Herlina Azis Amd.Rad
5. Suryati Salma Amd.Rad
6.. St.KhadijahAmd.Rad
7. Irawati Amd.Rad
8. Muh.Amir Amd.Rad
9. Supriadi Amd.Rad

Dan peralatan Radiologi yang dimiliki RSUD Salewangang


1.
2.
3.
4.

Maros hingga saat ini berjumlah 4 unit, yaitu :


Pesawat Mobile
Pesawat Ultrasonografi
Automatic Processing
Pesawat Dental

B. Tinjauan Umum Tentang Anatomi Fisiologi Dan Patologi


1) Anatomi Fisiologi
Knee joint adalah salah satu sendi kompleks dalam tubuh
manusia. Femur, tibia, fibula, dan patella disatukan menjadi satu

kelompok yang kompleks oleh ligament. Sendi merupakan


pertemuan

antara

dua

atau

beberapa

tulang

dari

kerangka.Terdapat tiga jenis utama berdasarkan kemungkinan


gerakannya yaitu sendi fibrus, sendi tulang rawan dan sendi
sinovial Sendi fibrus atau sinartroses adalah sendi yang tidak
dapat bergerak atau merekat ikat, maka tidak mungkin ada
gerakan antara tulang tulangnya, misalnya: sutura antara tulang
pipih tengkorak. Sendi tulang rawan atau amfiartroses adalah
sendi dengan gerakan sedikit dan permukaan persendiannya
dipisahkan oleh bahan dan mungkin sedikit gerakannya. Misalnya,
Simphisis

pubis,

dimana

sebuah

bantalan

tulang

rawan

mempersatukan kedua tulang pubis. Sendi synovial atau


diartroses adalah persendian yang bergerak bebas dan terdapat
banyak ragamnya.
Sendi lutut dibentuk oleh epiphysis distalis tulang femur,
epiphysis proksimalis, tulang tibia dan

tulang patella, serta

mempunyai beberapa sendi yang terbentuk dari tulang yang


berhubungan, yaitu antar tulang femur dan patella disebut
articulatio patella femoral, antara tulang tibia dengan tulang femur
disebut articulatio tibio femoral dan antara tulang tibia dengan
tulang fibula proximal disebut articulatio tibio fibular proxsimal.
Sendi lutut merupakan suatu sendi yang disusun oleh beberapa
tulang, ligament beserta otot, sehingga dapat membentuk suatu

kesatuan yang disebut dengan sendi lutut atau knee joint. Tulang
pembentuk Knee Join, yaitu :
a. Tulang Femur
Merupakan tulang pipa terpanjang dan terbesar di
dalam

tulang

kerangka

pada

bagian

pangkal

yang

berhubungan dengan acetabulum membentuk kepala sendi


yang disebut caput femoris. Di sebelah atas dan bawah dari
columna femoris terdapat taju yang disebut trochantor mayor
dan trochantor minor, di bagian ujung membentuk persendian
lutut, terdapat dua buah tonjolan yang disebut condylus
medialis dan condylus lateralis, di antara kedua condylus ini
terdapat lekukan tempat letaknya tulang tempurung lutut
(patella) yang disebut dengan fosa condylus (Syaifuddin, 1997).
b. Tulang Tibia
Tulang tibia bentuknya lebih kecil, pada bagian pangkal
melekat pada os fibula, pada bagian ujung membentuk
persendian dengan tulang pangkal kaki dan terdapat taju yang
disebut os maleolus medialis. (Syaifuddin, 1997).

c. Tulang Fibula
Merupakan tulang pipa yang terbesar sesudah tulang
paha yang membentuk persendian lutut dengan os femur pada

bagian ujungnya. Terdapat tonjolan yang disebut os maleolus


lateralis atau mata kaki luar. (Syaifuddin, 1997).
d. Tulang Patella
Pada gerakan fleksi dan ekstensi patella akan bergerak
pada tulang femur. Jarak patella dengan tibia saat terjadi
gerakan adalah tetap dan yang berubah hanya jarak patella
dengan femur. Fungsi patella di samping sebagai perekatan
otot-otot atau tendon adalah sebagai pengungkit sendi lutut.
Pada posisi flexi lutut 90 derajat, kedudukan patella di antara
kedua condylus femur dan saat extensi maka patella terletak
pada permukaan anterior femur .

Gambar 2. Anatomi Knee Join


Ket : Anterior dan Lateral
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Femur
Tendo Femoris
.Patella
Ligamentum patella
Fibula
Tibia

7. Femur
8. Patella
9.Tibia
10.Fibula

2) Patologi
Osteoarthritis atau juga disebut dengan penyakit sendi
degeneratif yaitu suatu kelainan pada kartilago (tulang rawan
sendi) yang ditandai perubahan klinis, histologi dan radiologis.
Osteoarthritis secara patologis dicirikan dengan penurunan secara
progresif

dan

akhirnya

hilangnya

kartilago

sendi

dengan

perubahan reaktif pada batas-batas sendi dan pada tulang


subkondral. Osteoarthritis adalah suatu penyakit degeneratif. Ini
merupakan aging process yang biasanya terjadi pada mereka
yang berada di kelompok usia 50 tahun ke atas. Namun penyakit
ini juga bisa menyerang segala usia.
a. Gejalah Osteoarthritis :
1. Nyeri sendi
2. Kaku sendi dan keterbatasan untuk bergerak
3. Pembengkakan terjadi pada Sendi
b. Penyebab Osteoarthritis
1. Akibat Faktor genetik
2. Metabolik
3. Traumatik
4. Faktor usia
Ada dua macam Osteoarthritis : Osteoarthritis Primer dialami
setelah usia 45 tahun, sebagai akibat dari proses penuaan alami,
tidak diketahui penyebab pastinya, menyerang secara perlahan
tapi progresif, dan dapat mengenai lebih dari satu persendian.
Biasanya menyerang sendi yang menanggung berat badan
seperti lutut dan panggul, bisa juga menyerang punggung, leher,
danjari-jari. Osteoarthritis Sekunder dialami sebelum usia 45
tahun, biasanya disebabkan oleh trauma (instabilitas) yang

10

menyebabkan luka pada sendi (misalnya patah tulang atau


permukaan sendi tidak sejajar), akibat sendi yang longgar, dan
pembedahan pada sendi. Penyebab lainnya adalah faktor genetik
dan penyakit metabolik

Gambar 3. Anatomi Knee Joint yang Sehat dan Knee Joint


Osteoarthritis
C. Tinjauan Umum Teknik Pemeriksaan
Teknik pemeriksaan Knee Join ada 2 Yaitu :
1. Proyeksi Anterior Posterior ( AP )
a.Posisi Pasien

: Pasien

di meja pemeriksaan
b.Posisi Objek
: Knee Join

Supine
yang

diperiksa

diletakkan di atas kaset,

tempatkan

Knee Join di Tenga tenga

kaset.
c. Central Ray
kaset

: Tegak

lurus

dengan

11

d.Central Point

: 2 cm di bawah Oss

Patella
e.FFD

: 90 cm

2. Proyeksi lateral
a.Posisi Pasien

: Pasien

di meja pemerksaan
b.Posisi Objek : Tempatan

Supine

lutut pasien

di tenga tenga kaset atur lutut pasien


untuk true lateral
c. Central Ray
: Tegak lurus dengan kaset
d.Central Point : Pada Articulatio Genu.
e.FFD
: 90 cm

12

BAB III
METODE PEMERIKSAAN

A. Tempat dan Waktu Pemeriksaan


Tempat pemeriksaan yaitu

Instalasi

Radiologi

RSUD

Salewangang Maros pada tanggal 19 Desember 2015.


B. Kronologi Riwayat Pasien
Pasien datang bersama dengan seorang keluarganya dengan
menggunakan kursi roda membawa surat permintaan foto rontgen
dengan keadaan fisik lemah dan mengalami nyeri lutut pada bagian
kanan .
C. Persiapan pasien
Pemeriksaan genu tidak memerlukan persiapan khusus.pasien
hanya perlu diinstruksikan untuk memakai apron serta melipat sedikit
celana ke bagian ke atas dari genu.
D. Posedur kerja
1. Menghidupkan pesawat rontgen
2. Mengambil film atau kaset yang berukuran 24x30 cm
3. Memasang marker R pada kaset yang akan di gunakan
4. Memanggil pasien untuk masuk ke ruang pemeriksaan
5. Menginstruksikan pasien untuk memakai apron dan naik di atas
meja pemeriksaan
6. Mengatur posisi objek
7. Mengatur FFD
8. Mengatur arah sinar
9. Menentukan pusat sinar
10. Mengatur kolimasi
11. Menentukan faktor eksposi
12. Menginstruksikan pasien untuk tidak bergerak
13. Melakukan eksposi
14. Melakukan processing film di kamar gelap

13

14

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Pemeriksaan Laporan Kasus


1. Data pasien
a.Nama
b.Umur
c. Jenis kelamin
d.Tanggal pemeriksaan

: Tn.K
: 33 tahun
: Laki-Laki
: 19

desember 2015
e.Jenis pemeriksaan
: Genu dextra
f. Klinis
: Osteoarthritis
Destra
2. Persiapan alat dan bahan yang digunakan
a. Pesawat rontgen
b. Meja pemeriksaan
c. Kaset / film ukuran 24x30 cm
d. Marker R
3. Teknik pemeriksaan
a. Pengertian
Pemeriksaan Knee joint adalah salah satu pemeriksaan
radiologi

tanpa

menggunakan

media

kontras

dan

tanpa

persiapan khusus, indikasi yang sering terjadi yang osteoarthritis.


Proyeksi yang digunakan dalam pemeriksaan Knee joint di
RSUD Salewangang Maros adalah AP dan lateral.
b. Tujuan pemeriksaan
Untuk memenuhi permintaan foto rontgen dokter , dan
melihat kelainan pada knee join pasien serta mengetahui hasil
baca dokter terhadap radiograf kee join pada pasien.
c. Posisi pasien
: Pasien tidur di meja pemeriksaan
d. Posisi objek
1. Anterior Posterior
Tempatkan knee join di tenga tenga kaset knee yang
akan di periksa di atur true ap kolimasi dibatasi

15

2. Lateral
Tempatkan Knee join di tenga tenga kaset atur Knee
Join true lateral serta Knee Join di atur fleksio .Kolimasi di
batasi
e. Central ray ( CR)

: Vertikal

tegak lurus bidang film


f. Central point ( CP )
: Pada
g.
h.
1)
2)
i.

pertengahan Knee Join


FFD
: 90 cm
Kolimasi
Batas atas : 1/3 os femur
Batas bawah
: 1/3 os cruris
Faktor eksposi
: KV : 46,
Mas : 4,0

Gambar 4. Posisi Pasien Proyeksi AP dan Lateral


j. Procesing Film
Processing film Film yang sebelumnya sudah melalui
proses foto dengan menggunakan sinar x, kemudian diproses
pada kamar gelap. Pada kamar gelap proses pencucian film
menggunakan alat yang dinamakan Automatic Procesing Film

16

(APF). Pada alat ini pencucian film dilakukan dengan tiga cairan
yaitu developer, fixer, dan air proses pencetakan film hanya
membutuhkan waktu kurang lebih 3 menit sehingga penggunaan
waktu relatif lebih efisien dibandingkan dengan cara manual.
k. Hasil

Gambar 5. Hasil Radiografi Posisi Pasien Proyeksi AP


dan Lateral
l. Kriteria gambar
1) Tidak ada rotasi tulang Paha dan Tibia
2) Tampak patella terproyeksi pada bagian pertengahan kaset
3) Tampak pattela dalam proyeksi true lateral.
m. Hasil interpretasi dokter
1) Aligamen sendi genu dalam batas normal
2) Tiidak ada tanda-tanda fraktur ataupun dislokasi
3) celah sendi yang tervisualisasi sedikit menyempit kearah
medial
4) Minerialisasi tulang dalam batas normal
5) Soft tissue sekitarnya dalam batas normal
6) Kesan : Osteoarthritis dextra
B. Pembahasan Laporan Kasus
Prosedur kerja dalam pemeriksaan Knee Joint petama-tama
mengambil pengantar pasien dari perawat poli dibagian pendaftaran,
kemudian pengantar tersebut diregistrasi. Sebelum memanggil pasien
alangkah

bagusnya

mengatur

faktor

eksposi,

gunanya

untuk

mempersingkat waktu. Kemudian pasien dipanggil sesuai dengan


nama yang tercantum dalam pengantar. Perlu di perhatikan saat ingin

17

mengekspose, harus mengecek kembali pengantar yang diterima


apakah nama dan jenis pemeriksaan dalam pengantar sesuai dengan
keluhan pasien atau tidak. Kemudian saat ingin memposisikan pasien,
bertutur katalah yang sopan santun dan mudah dimengerti pasien
serta jangan lupa mengatakan Tabe saat ingin menyentuh pasien
atau jika didaerah lain sesuaikan saja dengan kata-kata yang tidak
menyinggung perasaan pasien dan jangan lupa memasang marker
sesuai dengan objek. Setelah posisi pasien sudah dianggap bagus.
Jangan lupa instruksikan pada pasien untuk tidak bergerak, Setelah
itu

ekspose.
Teknik yang di gunakan di RSUD Salewangang Maros adalah

AP / Lateral. Dengan menggunakan Proyeksi AP dan Lateral untuk


kasus osteoarthritis Kita sudah bisa untuk menegakan diagnosa
radiograf yang baik untuk Knee Join serta mampu memperlihakan
kelainan yang terdapat pada knee join.
Dalam hal ini proteksi radiasi sangat berperan penting dalam
pemeriksaan yang dilakukan di raungan radiologi karena radiasi
hamburnya berbahaya bagi tubuh. Dimana proteksi radiasi menurut
BAPETEN adalah tindakan yang dilakukan untuk mengurangi pengaruh
radiasi yang merusak akibat paparan radiasi .
Macam macam proteksi radiasi :
1. Proteksi radiasi kerja merupakan perlindungan pekerja.
2. Proteksi radiasi medis merupakan perlindungan pasien
radiografer

dan

18

3. Proteksi

radiasi

masyarakat merupakan

perlindungan

individu,

anggota masyarakat, dan penduduk secara keseluruhan.


Maka dari itu upaya yang harus dilakukan agar paparan
radiasi dapan diminimalisir

pada saat melakukan pemeriksaan di

ruangan Radiologi yaitu dengan membatasi kolimasi sesuai dengan


objek yang diperiksa serta mengatur faktor eksposi yang sesuai
dengan objek yang diperiksa.

19

BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
1. Pada Pemeriksaan Knee Joint pada Kasus Osteoartritis di RSUD
Salewangang Maros,Laporan memenuhi Prosedur Kerja sesuai
dengan Tatatertib yang terdapat didalam RSUD Salewangang
Maros .
2. harus diperhatikan Proteksi Radiasi untuk keselamatan pasien
maupun Petugas yang berada di dalam Ruangan Radiologi.
B. Saran
1. Radiographer hendaknya mampu memposisikan pasien senyaman
mungkin dan mengambil gambar dengan tepat sehingga dapat
meminimalkan terjadinya pengulangan foto ,
2. Radiographer hendaknya memberikan factor eksposi yang sesuai
agar kualitas radiograf yang dihasilkan mudah di baca oleh seorang
Dokter Radiologi atau sudah memenuhi standar radiograf.
3. Seorang radiographer hendaknya meminimalkan lapangan kolimasi
sesuai dengan objek dan memberikan factor eksposi yang sesuai
objek yang ingin di periksa serta memberikan alat proteksi radiasi
pada pasien pada saat pemeriksaan.

20

DAFTAR PUSTAKA
Munfaatun
Choiriah.
2011.
Osteoarthritis
(Online).
http://munfaatunchoiriah.wordpress.com. Di akses 15 Januari
2016
Popi

Dina.
2013.
Regio
Knee
Join
(Online).
http://poenya-moe.blogspot.co.id. Di akses 15 Januari 2016

Wahid

Nur
Azis.
2013.
Osteoarthritis
Genu
(Online).
http://azisbatman.blogspot.co.id. Di akses 15 Januari 2016

Rismawati
Dian.
2013.
Makalah
Osteoarthritis
(Online).
http://aretnasih.blogspot.co.id. Di akses 15 Januari 2016

Nani

Kartinah,
2012.
Penyebab
Osteoarthritis ( Online )
https://piolayananmasyarakat.wordpress.com. Di akses 15 Januari
2016

21

Lampiran 1
Biodata Penulis

NAMA LENGKAP

: Muh. Suparman

PANGGILAN

: Farman

NIM

: 14128

KELAS

:C

T.T.L

: Takalar 16 November 1996

ASAL DAERAH

: Palleko,Takalar

ASAL SMA

: SMAN 3 Takalar

ALAMAT

: JL Malangkeri I

Foto
3x4

CONTACT PERSON
HP

: 085343814963

FB/WhatsApp/Twt/Line : Tidak ada


EMAIL

: Tidak ada

PENGALAMAN ORGANISASI : Tidak ada


JUDUL KARYA LAPORAN KASUS DIBUAT :
1. PKL I : Teknik Pemeriksaan Genu pada kasus
Osteoarthritis di RSUD Salewangang
Maros

22

Lampiran 2
Fotocopy Surat Pengantar

Bukti Surat Permintaan Foto


di RSUD Salewangang Maros

23

Lampiran 3
Fotocopy Surat Hasil Baca Dokter

Bukti Hasil Baca Dokter yang didiagnosa Osteoatritis


di RSUD Salewangang Maros

Lampiran 4

24

Gambar Struktur Organisasi Radiologi


di RSUD Salewangang Maros
Direktur Rumah Sakit
Dr.sitti maryam haba

Kepala Instalasi Radiologi


Ahmad rasyid s.kep NS

Administrasi
Yulie Cristie s.si

Radiografer
1. Hj.Maemunah HM S.ST
2. Dharmawati Amd.Rad
3. Syaifur Rohmad Amd.Rad
4. Herlina Azis Amd.Rad
5. Suryati Salma Amd.Rad
6.. St.KhadijahAmd.Rad
7. Irawati Amd.Rad
8. Muh.Amir Amd.Rad
9. Supriadi Amd.Rad

Dokter
1. dr.H. supardi sp.rad
2. dr.srie retno endah
sp.rad M.kes

25

Lampiran 5
Gambar Dena Pemeriksaan Radiologi
di RSUD Salewangang Maros

Keterangan Gambar :
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Meja Pemeriksaan tetap


Meja Pemeriksaan bergerak
Meja control
Alat sekaligus tabung x-ray
Lemari perlengkapan alat dan bahan radiologi
Lemari selimut pasien
Pintu 1 menuju ke ruang Administrasi dan ruang tunggu
Pintu 2 menuju ke ruang kamar gelap

Lampiran 6
Gambar Denah Kamar Procesing Film

26

Di RSUD Salewangang Maros

Keterangan Gambar :
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Pintu
Kursi 1
Tempat Ekspose/ x-ray
Kursi 2
Meja
Alat Processing Automatic
Meja tempat dos film

Lampiran 7
Dokumentasi PKL I di RSUD Salewangang Maros

27

Ket : Persiapan Pemeriksaan post trauma Ossa Cruris sinistra


oleh Awal Muz Taqwa 2C

Ket : Pemeriksaan Ankle Joint sinistra dengan posisi AP


(Antero Posterior) oleh Bella Eka Cahyanti 2B

28

Ket : Memproyeksikan pasien pada foto thorax dengan posisi Erect PA


oleh Dwiyuni Pujiastuti 2B

Ket : Mengatur Central Ray dan Central Point pada pemeriksaan Ossa
Pedis posisi AP( Antero Posterior oleh Yulianti

29

Ket : Memproyeksikan Pasien pada foto Thorax posisi Erect PA oleh Ayu
Febrythiyani 2B

Ket : Processing Automatic dikamar gelap


Oleh Muh.Suparman2C

30

Ket :Diruangan Dokter , Mengambil hasil baca foto dan USG


oleh Bella Eka Cahyanti 2B

Ket : Diruang Administrasi, Melayani Pasien yang sedang mengambil hasil


foto rontgen oleh Yulianti2A dan staf Radiologi

31