Anda di halaman 1dari 9

BAB II

TINJAUAN UMUM

2.1. Lokasi dan Kesampaian Daerah


Lokasi PT Pama Indo Mining yaitu ITP P-12 Quarry Project secara
administrasi terletak di Desa Sidomulyo Kecamatan Kelumpang Hulu, Kabupaten
Kotabaru, Provinsi Kalimantan Selatan. Secara geografis lokasi tambang quarry
terletak pada posisi 9655497 mU dan 380909 mT, sedangkan dari office ke quarry
berjarak 2 km.
Untuk menuju lokasi PT Pama Indo Mining, dapat diambil rute sebagai
berikut:
a. Universitas Lambung Mangkurat Banjarbaru Batulicin; dapat ditempuh dengan
menggunakan kendaraan roda dua maupun menggunakan kendaraan roda empat
dengan kondisi jalan beraspal (hotmix) dan pada beberapa ruas jalan mengalami
beberapa kerusakan, terutama di daerah Sungai Danau Pagatan. Jarak tempuh
285 Km.
b. Batulicin Serongga; dapat ditempuh dengan menggunakan kendaraan roda dua
maupun kendaraan roda empat dengan kondisi jalan beraspal (hotmix) dan
beberapa badan jalan terdapat kerusakan kecil dengan jarak tempuh 28 Km.
c. Serongga Quarry; daerah quarry dapat ditempuh dengan kendaraan roda dua
maupun roda empat dengan kondisi jalan berbatu dan mengalami kerusakan
dengan jarak tempuh 8 Km.
Secara administratif lokasi PT Pama Indo Mining berbatasan langsung
dengan:
a.
b.
c.
d.

Sebelah Utara
Sebelah Selatan
Sebelah Barat
Sebelah Timur

: Kecamatan Kelumpang Tengah


: Kecamatan Kelumpang Hilir
: Kabupaten Banjar
: Kecamatan Kelumpang Selatan

2-1

Gambar 2.1.
Peta Kesampaian Daerah

2-2

2.2.Kondisi Umum Perusahaan


Kondisi umum perusahaan menjelaskan tentang keadaan umum perusahaan
sebagai tempat dilakukannya penelitian.
2.2.1.

Sejarah Singkat Perusahaan

Pada awalnya PT Pama Indo Kodeco (PIK) yang terbentuk pada tanggal 14
Februari 1996. PT PIK merupakan hasil kerja sama antara tiga pihak, yaitu pihak PT
Pama Persada Nusantara (PPN) dan pihak PT Indo Kodeco Cement (IKC). PT IKC
adalah gabungan antara PT Indocement dengan PT Kodeco, dimana saham
kepemilikan atas PT PIK adalah 60% oleh PT PPN dan 40% oleh PT IKC.
Pada tahun 1998, karena krisis moneter, PT Kodeco keluar dari PT IKC,
dengan keluarnya PT Kodeco, maka PT IKC berubah nama menjadi PT Indocement
Tunggal Prakasa (ITP). Perubahan tersebut memunculkan nama baru lagi dari PT
PIK menjadi PT Pama Indo Mining (PIM) yang merupakan kerja sama (join
operation) antara PT PPN dengan PT ITP, untuk kepemilikan saham PT PIM
mendapatkan 40% dari jumlah seluruh saham, yang dipegang oleh PT ITP dan 60%
saham dipegang oleh PT PPN. Dalam kegiatan PT PIM bertindak sebagai penjual
jasa pertambangan atau kontraktor dari PT ITP, untuk melakukan kegiatan
penambangan limestone, clay, silica dan laterite.
PT Pama Indo Mining merupakan perusahaan kontraktor dari PT Indocement
Tunggal Prakasa yang lokasi penambangannya berada pada wilayah Desa Sido
Mulyo, Kecamatan Kelumpang Hulu, Kabupaten Kotabaru Provinsi Kalimantan
Selatan. Ruang lingkup kerja dari PT Pama Indo Mining adalah melakukan
penambangan terhadap material limestone, clay, silica dan laterite. Kegiatan tersebut
meliputi kegiatan land clearing hingga proses homogenizing keempat material
tersebut digunakan sebagai bahan baku semen oleh PT Indocement Tunggal Prakasa.
2.2.2.

Struktur Organisasi

a.

Struktur Organisasi PT Pama Indo Mining adalah sebagai berikut:


Untuk pimpinan tertinggi adalah seorang Presiden Direktur yang dipimpin oleh

b.

Efredi Yudianto.
Kemudian selanjutnya ada Operational Department yang dikepalai oleh Pajar
Wahyudi dengan SSHE foreman dikepalai oleh Andi Abd. Muthalif, Selanjutnya

2-3

ada F/A Departement, GA dan Accounting yang dikepalai oleh Tonny Tantomo
Untuk Operational Department bagian divisi dibawahnya adalah sebagai berikut:
1) Deputy Operation Department Head dikepalai oleh Jon Tohom Y. Pardede.
2) PHHE Section dikepalai oleh Yudiono yang dibawahnya dibagi lagi menjadi
beberapa divisi yaitu A2B, dump truck, Pabrikasi dan Material Section
(meliputi gudang dan purchasing)
3) Planing Section dikepalai oleh Suryadi yang dibawahnya dibagi lagi menjadi
beberapa divisi yaitu production, surveyor, blasting dan drilling.
4) SH Production dikepalai oleh Sugeng R. Sedangkan untuk site Tarjun
dikepalai oleh Aswan Nasution.
Setiap departement membawahi beberapa seksi yang dipimpin oleh kepala
seksi atau Section Chief. Lebih jelasnya seperti pada flowchart struktur organisasi
berikut.
Presiden
Direktur

F/A Dep.

Operational Dep.

Deputy Op.
Dept Head

SSHE

PPHE

-A2B
-Safety
-DT
-Security
-Pabrikasi
-Enviro
-Material
*Sumber : PT Pama
Indo Mining

Planning

-Survey
-Drilling
-Blasting

GA

Production

-CS
-Sarana
-Perabotan

Acounting

-Office
-Cashier

-GL Produksi
-Operator
-Adm. Produksi

Gambar 2.2.
Struktur Organisasi PT PAMA INDO MINING

2.2.3.

Perizinan

Izin kegiatan penambangan di PT Pama Indo Mining mengacu kepada surat


izin penambangan atas nama PT Indocement Tunggal Prakarsa, Tbk, Plant12. PT
2-4

Pama Indo Mining berperan sebagai pelaksana aktivitas kegiatan penambangan


bahan baku pembuatan semen yang langsung diperoleh dari tambang PT Indocement
Tunggal Prakarsa, Tbk, Plant12 Tarjun yang berstatus Surat Izin Pertambangan
Daerah (SIPD) dimana dalam hal ini bahan yang ditambang adalah bahan galian
golongan C yaitu sebagai berikut:
a. Tambang Limestone seluas 1.000 Ha. Lokasi ini berada di Desa Sidomulyo Kec.
Kelumpang Hulu Kab. Kotabaru, Kalimantan Selatan.
b. Tambang Clay seluas 1.000 Ha. Lokasi ini berada di Desa Sidomulyo Kec.
Kelumpang Hulu Kab. Kotabaru, Kalimantan Selatan.
c. Tambang Laterite seluas 1.000 Ha. Lokasi ini berada di Desa Sidomulyo Kec.
Kelumpang Hulu Kab. Kotabaru, Kalimantan Selatan.
d. Tambang Silica seluas 193 Ha. Lokasi Areal ini berada di Desa Swarga Serongga Kec. Kelumpang Hilir Kab. Kotabaru, Kalimantan Selatan
e. Tambang Batubara seluas 193 Ha. Lokasi Areal ini berada di Desa Swarga Serongga Kec. Kelumpang Hilir Kab. Kotabaru, Kalimantan Selatan.
2.2.4.

Sumberdaya dan Cadangan

Secara umum aktivitas penambangan limestone atau batugamping yang


dilakukan oleh PT Pama Indo Mining (PIM) mengacu kepada data sumberdaya dan
cadangan yang dimiliki oleh PT Indocement Tunggal Prakarsa (ITP), Tbk, Plant-12.
Proses produksi semen yang dilakukan di PT ITP Plant-12 adalah proses kering.
Ada 4 (empat) jenis Bahan Galian yang ditambang sebagai bahan baku utama
untuk Pembuatan klinker/semen dan batubara yang di produksi sebagai bahan
pencampur (blending) untuk memenuhi konsumsi batubara power plant atau
pembangkit listrik yang ada, berikut rencana penambangan/material yang di
crushing/screen dan yang diolah yang akan dilakukan pada tahun 2015, dengan target
produksi clinker sebesar 2.200.000 ton.
Batugamping yang ditambang oleh PT PIM dibagi dalam blok-blok
penambangan yang terdiri dari 4 blok yaitu Blok A, Blok B, Blok C dan Blok D.
Saat ini blok B sedang aktif ditambang dan memulai kegiatan development pada blok
A sedangkan blok C dan blok D masih dalam tahap prospeksi. Adapun bahan baku
yang diperlukan untuk membuat semen adalah:
a.

Limestone (batukapur)

: 80 %
2-5

b.

Clay (tanah liat)

: 15%

c.

Silica sand (pasir silika)

:4%

d.

Laterite (pasir besi)

:1%

2.2.5.

Tahap Kegiatan Penambangan

Secara umum kegiatan penambangan yang dilakukan oleh PT Pama Indo


Mining didasarkan atas kontrak kerja dengan PT Indocement Tunggal Prakarsa, Tbk.
Plant-12 Tarjun. Biasanya bahan galian yang ditambang meliputi limestone,
claystone dan laterite. Untuk bahan galian limestone dan claystone, cara
penambangannya menggunakan kegiatan peledakan sedangkan untuk laterite cara
penambangannya menggunakan metode free digging dimana bahan galian cukup
digali dengan menggunakan peralatan mekanis tanpa harus melakukan aktivitas
peledakan.
Kegiatan penambangan yang dominan dilakukan di PT Pama Indo Mining
lebih berfokus kepada batugamping dimana dilakukan dengan sistem tambang
terbuka berbentuk kuari (quarry). Kegiatan penambangan ini merupakan rangkaian
kegiatan yang meliputi kegiatan pembersihan lahan (land clearing) dengan
menggunakan bulldozer, pemboran (drilling) lubang ledak pada daerah yang akan
diledakan, peledakan (blasting) untuk membongkar material berupa limestone dan
clay, pemuatan (loading) dilakukan untuk memindahkan material hasil peledakan ke
alat angkut, pengangkutan (hauling) material dilakukan untuk memindahkan material
yang berada di lapangan ke crushing plant, pereduksian ukuran butir (crushing) yang
diinginkan dengan ukuran kurang dari 80 cm (hasil peledakan) hasil crushing
dilakukan pengangkutan dengan menggunakan alat angkut berupa belt conveyor
untuk diolah menjadi bahan baku pembuatan semen di PT Indocement Tunggal
Prakarsa, Tbk. Plant-12 Tarjun.

2.3.Iklim dan Cuaca

2-6

Berdasarkan

Pengamatan

Stasiun

Meteorologi

di

Kotabaru,

daerah

pengamatan termasuk beriklim tropis yang lembab dan panas dengan temperatur
udara berkisar antara 22o C - 32o C.
Tabel 2.1.
Data Curah Hujan Tahun 2013 2015
Curah Hujan (mm)
2013
2014
2015
Jan
384,68
163,20
266,70
Feb
280,16
422,53
374,02
Mar
250,57
463,92
150,50
Apr
105,41
133,35
372.49
Mei
286,00
165,10
319.66
Jun
173,36
274,96
103.51
Jul
201,93
59,44
Agust
114,94
Sep
195,96
Okt
6,35
Nop
283,21
Des
332,74
1586,8
Total
2.615,31
1.682,50
8
*Sumber: PT Pama Indo Mining, 2015
Bulan

Curah hujan secara umum memang tidak terlalu berpengaruh terhadap proses
produksi batugamping dari kuari, namun apabila terjadi hujan dengan intensitas
curah hujan yang cukup besar dapat mengganggu dalam proses pemuatan bahan
peledak ke dalam lubang ledak yang berair. Diperlukan pekerjaan tambahan untuk
mengeluarkan air dari lubang ledak dengan menggunakan timba.
2.4.Keadaan Geologi
Daerah PT Pama Indo Mining berada pada Anak Cekungan Pasir yang
merupakan bagian dari Cekungan Kutai yang menutup hampir di seluruh Kalimantan
Timur dan Sebagian Kalimantan Selatan yang dipisahkan oleh Pegunungan Meratus.
2.4.1.

Morfologi

Secara umum, Kabupaten Kotabaru memiliki morfologi yang beragam mulai


dari morfologi datar-hampir datar di daerah pesisir pantai, berombak-bergelombang
hingga berbukit di daerah > 10 km dari daerah pesisir.

2-7

Morfologi daerah penyelidikan didominasi oleh satuan morfologi perbukitan


Karst bergelombang. Ketinggian dari permukaan laut berkisar antara 30 mdpl 210
mdpl dengan beda tinggi perbukitan berkisar antara 20 m -100 m dan kemiringan
lereng mencapai 20%. Vegetasi yang ada di daerah ini berupa tumbuhan khas hutan
tropis seperti kayu meranti, sungkai, ulin, dan lain-lain serta semak belukar. Beberapa
daerah telah menjadi pemukiman dan perkebunan kelapa sawit dan karet.
Pola aliran yang berkembang di satuan morfologi ini adalah pola aliran
dendritik dimana sebagian besar bermuara pada sungai utama yaitu sungai Serongga.
Stadium sungai termasuk ke dalam stadium sungai muda yang dicirikan oleh
kenampakan lembah sungai dan alur-alur sungai yang berbentuk huruf V.
2.4.2.

Stratigrafi Regional

Stratigrafi regional daerah penyelidikan mengacu pada peta geologi lembar


Kotabaru. Stratigrafi regional daerah penyelidikan dan sekitarnya tersusun oleh tiga
kelompok batuan sebagai berikut:
a.

Kelompok batuan Pra-Tersier


Kelompok batuan Pra-Tersier yang paling tua berumur Jura. Pada peta

geologu terdapat Batupasir Kersikan (Mr), batupasir kersikan berwarna putih


kemerahan, berbutir halus dan padu.
b.

Kelompok batuan berumur Tersier


Daerah penelitian tertutup secara tidak selaras oleh kelompok batuan berumur

tersier yang dimulai dari beberapa formasi, yaitu:


1)

Formasi Tanjung (Tet), dimana batupasir dan batulempung dengan


sisipan serpih, batubara dan batugamping.

2)

Formasi Berai (Tomb), dimana batugamping bioklastik setempat


berselingan dengan batupasir.

2.4.3.

Struktur Geologi

Struktur geologi secara umum yang berkembang di daerah kabupaten


Kotabaru berupa struktur kekar, sesar, lipatan dan patahan. Struktur kekar tampak
jelas pada batugamping (limestone) di lokasi penelitian. Batugamping (limestone)
daerah penelitian tergolong kedalam sedimen bioklastik karena terdapat fragmenfragmen cangkang hewan atau terumbu (reef), berwarna putih hingga kecokelatan.

2-8

Gambar 2.3.
Peta Geologi

2-9