Anda di halaman 1dari 29

Berikut contoh perhitungannya :

Perusahaan A dan Perusahaan B melakukan akad musyarakah, dimana


perusahaan sebagai mitra pasif dan perusahaan B sebagai mitra aktif.
Mereka bersepakat malakukan usaha sebanyak 5 tahun. Modal yang
dibutuhkan Rp 1.200.000.000.
Data :
1. Jumlah setoran diberikan oleh perusahaan A sebsar 75% dari seluruh modal
yang dibutuhkan. Setoran dalam bentuk peralatan konveksi telah diperoleh
dengan harga sebesar Rp 320.000.000. Pada saat penyerahan lebih rendah
sebesar Rp 20.000.000, sisanya tunai.
2. Bagi hasil dibagikan dengan metode Net Profit Sharing, bagi hasil dilakukan
dengan nisbah sama rata antara mitra pasif dengan mitra aktif. Realisasi
laba/rugi bersih dalam lima tahun usaha konveksi sebagai berikut :
Tahun 1 rugi = Rp 180.000.000
Tahun 2 laba = Rp 200.000.000
Tahun 3 laba = Rp 240.000.000
Tahun 4 laba = Rp 220.000.000
Tahun 5 laba = Rp 280.000.000

Maka pencatatan akuntansi pada mitra pasif :

1.

Pada saat akad :


Investasi musyarakah
Kerugian penurunan nilai asset

900.000.000
20.000.000

Kas

600.000.000

Peralatan konveksi
2.

320.000.000

Selama akad :
Kerugian investasi musyarakah

135.000.000

Investasi musyarakah
Kas

135.000.000
100.000.000

Pendapatan bagi hasil musyarakah

100.000.000

Kas

120.000.000
Pendapatan bagi hasil musyarakah

Kas

120.000.000

110.000.000
Pendapatan bagi hasil musyarakah

Kas

110.000.000

140.000.000
Pendapatan bagi hasil musyarakah

3.

140.000.000

Pada akhir akad :


Kas

750.000.000

Kerugian investasi musyarakah

15.000.000

Investasi musyarakah

765.000.000

Pencatatan akuntansi pada mitra aktif :

1.

Pada saat akad:


Kas

600.000.000

Peralatan konveksi
Investasi musyarakah

300.000.000
300.000.000

Dana syirkah temporer


2.

1.200.000.000

Selama akad :
Kerugian investasi musyarakah
Dana syirkah temporer

45.000.000
135.000.000

Kerugian yang belum dialokasikan


Pendapatan yang belum dialokasikan

180.000.000

200.000.000

Kas

100.000.000

Pendapatan bagi hasil musyarakah


Pendapatan yang belum dialokasikan

240.000.000

100.000.000

Kas

120.000.000

Pendapatan bagi hasil musyarakah


Pendapatan yang belum dialokasikan

120.000.000

220.000.000

Kas

110.000.000

Pendapatan bagi hasil musyarakah


Pendapatan yang belum dialokasikan

110.000.000

280.000.000

Kas

140.000.000

Pendapatan bagi hasil musyarakah


3.

140.000.000

Pada akhir akad :


Dana syirkah temporer

750.000.000

Kas

750.000.000

Berikutnya adalah akuntansi mudharabah:


Menurut beberapa literature yang saya baca, saya dapat
menyimpulkan bahwa mudharabah merupakan akad kerja sama
antara dua pihak atau lebih. Dimana keuntungan dibagi
berdasarkan nisbah yang disepakati sebelumnya, dimana pihak
sohibul mal (pemilik dana) menyerahkan dana 100% dan mudharib
(pengelola) yang menegrjakan usaha. Dimana shohibul mal hanya
bertindak sebagai pengawas dan Pembina, serta tidak berhak ikut
dalam manajemen operasional usaha.

Berikut contoh perhitungannya :


Perusahaan A dan B melakukan akad mudharabah. Perusahaan A mendanai
dan perusahaan B yang mengelola dalam jangka waktu 3 tahun.
Data:

1. Jumlah modal diberikan oleh perusahaan A sebesar Rp 500.000.000. dimana


Rp 200.000.000 dalam bentuk kas dan Rp 300.000.000 dalam bentu

peralatan konveksi. Pada saat penyerahan peralatan konveksi, nilai buku


peralatan konfeksi lebih tinggi dari nilai wajar sebesar Rp 20.000.000
2. Bagi hasil dibagikan dengan metode Net Profit Sharing, 20% untuk
perusahaan A dan 80% untuk perusahaan B. realisasi laba rugi bersih :
Tahun 1 rugi = Rp 10.000.000
Tahun 2 laba = Rp 120.000.000
Tahun 3 laba = Rp 140.000.000

Pencatatan akuntansi pada pemilik dana :

1.

Penyerahan investasi mudharabah:


Investasi mudharabah
Kas
Peralatan konveksi

500.000.000
200.000.000
300.000.000

Kerugian penurunan nilai aset


Investasi mudharabah
2.

20.000.000
20.000.000

Penerimaan bagi hasil :


Kerugian mudharabah
10.000.000
Penyisihan kerugian mudharabah
Penyisihan kerugian mudharabah
Investasi mudharabah
Kas
Kas

10.000.000

2.000.000
2.000.000

24.000.000
Pendapatan bagi hasil mudharabah

24.000.000

28.000.000
Pendapatan bagi hasil mudharabah

28.000.000

Pencatatan akuntansi pada pengola dana :

1.

Penerimaan dana syirkah temporer


Kas
200.000.000
Peralatan konveksi
300.000.000
Dana syirkah temporer
500.000.000

2.

Pembagian bagi hasil


Dana syirkah temporer
Ikhtisar Rugi Laba

10.000.000

Bagi hasil yang dibagikan

24.000.000

10.000.000

Kas
Bagi hasil yang dibagikan
Kas
3.

Pengembalian di akhir akad


Dana syirkah temporer
Kas

24.000.000
28.000.000
28.000.000
490.000.000
490.000.000

Untuk akuntansi murabahah sendiri teman-teman :


Secara singkat, saya dapat mencimpulkan tentang definisi
murabahah yaitu akad jual beli atas barang antara penjual dan
pembeli dimana pembeli menunjukkan identitas barang, mulai dari
jenis, harga pokok, hingga keuntungan yang diinginkan oleh
penjual.

Berikut contoh perhitungannya :


Penjual dan pembeli melakukan transaksi murabahah peralatan kedokteran
dengan data sebagai berikut :
Harga perolehan

: Rp 720.000.000

Potongan harga (sebelum akad)

: Rp 20.000.000

Uang muka

: Rp 100.000.000

Margin yang disepakati

: 20% dari biaya perolehan

Jangka waktu pembayaran

: 24 bulan

Jika penjual memperoleh secara tunai maka biaya perolehannya sebesar Rp


750.000.000

Pembahasan
Besarnya piutang murabahah sebagai berikut :
Harga perolehan
Potongan pembelian (sebelum akad)

Rp
720.000.000
(Rp
20.000.000)
Rp

Margin 20%

700.000.000
Rp

Harga jual

140.000.000
Rp

Urbun murabahah

840.000.000
Rp

Piutang murabahah

100.000.000
Rp
740.000.000

Pencatatan akuntansi pada penjual

1.

Perolehan aset murabahah


Aktiva murabahah
Kas/hutang

720.000.000

Potongan pembelian
Potongan pembelian
Aktiva murabahah

20.000.000

2.

3.

4.

5.

720.000.000

20.000.000

Penerimaan urbun (uang muka)


Kas
100.000.000
Urbun murabahah

100.000.000

Akad murabahah
Piutang murabahah
740.000.000
Urbun murabahah
100.000.000
Aktiva murabahah
Margin murabahah yang ditangguhkan

700.000.000
140.000.000

Penerimaan angsuran
Kas
30.833.000
Piutang murabahah

30.833.000

Margin murabahah yang ditangguhkan 5.833.000


Pendapatan margin

5.833.000

Pencatatan akuntansi pada pembeli

1.

Pembayaran urbun
Urbun murabahah
Kas

2.

Transaksi murabahah

100.000.000
100.000.000

Peralatan kedokteran
Beban murabahah tangguhan
Urbun murabahah
Hutang murabahah
3.

4.

Pembayaran angsuran
Hutang murabahah
Kas

750.000.000
90.000.000
100.000.000
740.000.000

30.833.000

Akhir periode
Amortisasi beban murabahah
45.000.000
Beban murabahah tangguhan

30.833.000

45.000.000

Dan akuntansi salam sendiri:


Merupakan akad jual beli dimana pembeli menyerahkan
sejumlah uang dimuka dan diikuti penyerahan barang dikemudian
hari berdasarkan kesepakatan bersama. Dan untuk perhitungannya
salam hamper sama dengan akuntansi murabahah hanya saja
pembayaran salam dimuka.

Serta yang terakhir adalah akuntansi ishtisna :


Merupakan akad jual beli antara penjual dan pembeli dimana
pembeli dapat melakukan pembayaran dimuka, ditengah maupun
diakhir sesuai dengan kesepakatan dimana penjual menyebutkan
barang secara spesifik. Lebih spesifik dari Salam. Dan untuk
perhitungannya hampir sama dengan akuntansi murabahah dan
salam hanya saja pembayarannya bisa dilakukan diawal, tengah,
maupun akhir.

AKUNTANSI MUDHOROBAH
Mudharabah adalah suatu akad kerja sama kemitraan antara penyedia dana usaha (shahibil
mall) dengan pengelolaan dana/manajemen usaha (disebut sebagai mudarib) untuk memperoleh
hasil usaha sesuai porsi (nisbah) yang di sepakati bersama pada awal.
Contoh kasus : Pada tanggal 10 januari Bank Syariah setujui memberikan modal pembiayaan
mudharabah kepada Tuan Ahmad sebesar Rp 1.000.000,- dengan nisbah yang disepakati 60:40.
Pada tanggal 15 januari 2001 dilakukan pembayaran pertama sebesar Rp 600.000,- dan pada
tanggal 20 januari 2001 dilakukan pembayaran modal mudharabah tahap kedua sebesar Rp
400.000,-. Pada saat pembiayaan mudharabah disetujui, dicatat sebagai komitmen bank syariah
sebesar pembiayaan yang disetujui dengan jurnal:
Dr. kontrak komitmen pembiayaan mudharabah
Cr. Kewajiban komitmen pembiayaan mudharabah

Rp 1.000.000.
Rp 1.000.000.

Pada tanggal 15 januari 2001 dilakukan jurnal pembayaran tahap pertama adalah:
Dr. Pembiayaan Mudharabah

Rp 600.000,-

Cr. Rekening Mudharib


Rp. 600.000,Dr. kewajiban komitmen pembiayaan Mdh
Cr. Kotra komitmen pembiayaan mudharabah

Rp. 600.000,Rp. 600.000,-

Pada tanggal 20 januari 2001 dilakukan jurnal pembayaran tahap kedua sebesar
Rp400.000,- maka oleh bak syariah dilakukan jurnal sebagai berikut:

Dr. Pembiayaan Mudharabah

Rp. 400.000,-

Cr. Rekening Mudharib


Rp. 400.000,Dr. Kewajiban komitmen Pembiayaan Mdh
Cr. Kontrak komitmen pembiayaan mudharabah

Rp. 400.000,Rp. 400.000,-

Pada tanggal 15 januari bank syariah menyetujui untuk memberikan pembiayaan


mudharabah kepada Tuan Zulkifli, seorang pengusaha pengangkutan di kota tegal,
sebesar Rp 50.000.000,- dalam bentuk modal kas dan non-kas, dengan nisbah yang
disepakati 70:30.

Penyerahan modal mudharabah kepada mudharib dilakukan dengan tahapan sebagai berikut:
Tanggal 25 januari diserahkan kepada Tuan Zulkifli modal pembiayaan dalam bentuk uang tunai
sebesar Rp 10.000.000,Tanggal 27 januari diserahkan alat pengangkutan berupa 3 buah bus ukuran besar dengan nilai
pasar sebesar Rp 20.000.000,- Bus tersebut dibeli dengan harga Rp 25.000.000,Tanggal 28 januari diserahkan alat pengangkutan berupa 5 buah bus ukuran sedang dengan nilai
pasar sebesar Rp 20.000.000,- bus tersebut dibeli dengan harga Rp 17.500.000,

Pada saat pembelian kendaraan bus (misalnya dilakukan pada tanggal 05 januari)
dilakukan jurnal sebagai berikut:

Dr. Persediaan
Dr. Persediaan (bus sedang)

: Rp 25.000.000.
: Rp 17.500.000.

Cr. Rekening Suplier

: Rp 42.500.000.

Pada tanggal 15 januari yaitu saat pembiayaan mudharabah disetujui, dicatat sebagai
komitmen bank syariah sebesar pembiayaan yang disetujui dengan jurnal:

Dr. Kontra komitmen pembiayaan mudharabah

: Rp 50.000.000.

Cr. Kewajiban komitmen pembiayaan mudharabah

Pada tanggal 25 januari 2001, atas persetujuan pembiayaan mudharabah tersebut


dilakukan penyerahan modal dalam bentuk uang tunai, sebesar Rp 10.000.000. Atas
penyerahan uang tunai tersebut oleh bank syariah dilakukan jurnal :

Dr. Pembiayaan Mudharabah


Cr. Rekening Mudharabah

: Rp 10.000.000.
: Rp 10.000.000.

Pada tanggal 27 dilakukan penyerahan bus ukuran besar kepada Tn Zulkifli (mudharib)
dengan nilai pasar sebesar Rp 20.000.000,- yang sebelumnya dibeli dengan harga sebesar
Rp 25.000.000,-. Atas transaksi tersebut oleh bank syariah dilakukan jurnal sebagai
berikut:

Dr. pembiayaan mudharabah


Dr. kerugian penyerahan aktiva
Cr. Persediaan aktiva

: RP 50.000.000.

: RP 20.000.000
: Rp 5.000.000
: RP 25.000.000

Pada tanggal 28 januari 2001 oleh bank syariah dilakukan penyerahan tahap ketiga atas
bus ukuran sedang kepada Tn. Zulkifli dengan harga pasar sebesar Rp 20.000.000,- Bus
tersebut sebelumnya dibeli dengan harga Rp 17.500.000,- Atas transaksi itu oleh bank
syariah dilakukan jurnal sebagai berikut:

Dr. Pembiayaan mudharabah


Cr. Persediaan aktiva
Cr. Keuntungan penyerahan aktiva

:Rp 20.000.000
:Rp 17.500.000
:Rp 2.500.000

AKUNTANSI IJARAH
akad sewa-menyewa antara pihak pemilik majur (obyek sewa) dan mustajir (penyewa) untuk
mendapatkan imbalan atas obyek sewa yang disewakannya.

Pada tanggal 1 Maret 2004, Bank Syariah membeli mobil Inova, dengan harga dan biayabiaya lain (harga perolehan) sebesar Rp. 120.000.000,-

Atas pembelian mobil tersebut oleh Bank Syariah dilakukan jurnal sebagai berikut :
Dr. Asset Ijarah

Rp. 120.000.000,-

Cr. Kas / Rekening pemilik Aset

Rp. 120.000.000,-

Contoh : (Trasaksi Ijarah)

Pada tanggal 10 Maret 2004, Bank Syariah melakukan transaksi Ijarah dengan data-data sebagai
berikut :
Jenis barang yang disewakan

: Kijang Inova

Harga barang perolehan

: Rp.120.000.000,-

Uang muka

: Rp. 12.000.000,-

Total Pembayaran sewa

: Rp.157.981.360,-

Nilai sisa / residual value

: Rp. 12.000.000,-

Harga sewa per bulan

: Rp.

Jangka waktu sewa


Waktu Pembelian barang

4.170.896 / per bulan

: 36 bulan (3 tahun)
: Bulan ke 36

Biaya Adminstrasi

: Rp.

300.000,-

Pengikatan

: Notariil

Atas transaksi Ijarah tersebut, Bank Syariah pada tanggal 10 Maret 2004 melakukan jurnal
sebagai berikut :
Dr. Aktiva Diperoleh untuk ijarah
Cr. Persediaan Ijarah

: Rp. 120.000.000,: Rp. 120.000.000

,-

Atas transaksi sewa Kijang Inova tesebut, pada tanggal 10 Maret 2004 Bank Syariah
menerima uang muka sewa sebesar Rp. 12.000.000,- dari penyewa.

Atas penerimaan uang sewa tersebut, pada tanggal 10 Maret 2004 melakukan jurnal sebagai
berikut :

Dr. Kas/Rekening penyewa

: Rp.12.000.000,-

Cr. Titipan uang muka sewa Ijarah

: Rp.12.000.000,-

Pada tanggal 10 Maret 2004, nasabah membayar biaya adminstrasi atas transaksi sebesar
Rp. 300.000,-

Atas penerimaan biaya adminstrasi, Bank Syariah melakukan jurnal sebagai berikut :
Dr. Kas/Rekening penyewa

: Rp. 300.000,-

Cr. Pendapatan fee ijarah

: Rp.300.000,-

Contoh: Penyusutan aktiva ijarah dengan akad ijarah muntahiyah bittamlik

Dari contoh di atas bank syariah menyewakan untuk masa sewa selama 3 tahun dengan nilai
residu Rp.12.000.000
1. Perhitungan penyusutan dengan metode garis lurus(straight line method). Rumus=(harga
perolehan-nilai residu):jangka penyusutan/sewa.
Besar penyusutan per bulan:(120.000.000-12.000.000):36=3.000.000
1. Atas penyusutan aktiva ijarah,bank syariah melakukan jurnal sebagai berikut:
Dr. Beban penyusutan
Cr.Akumulasi penyusutan aktiva ijarah

Rp.3.000.000
Rp.3.000.000

AKUNTANSI ISTISHNA
Istishna adalah Akad jual-beli (Mashnu) antara pemesan (Mustashni)dengan penerima pesanan
(Shani).(produsen yang juga bertindak sebagai penjual), berdasarkan akad tersebut, pembeli
menugasi produsen untuk menyediakan barang pesanan sesuai spesifikasi yang disyaratkan
pembeli dan menjualnya dengan harga yang disepakati.

Bank indonesia memesan 1000 property kepada bank syariah, kemudian bank syariah
akan bekerjasama dengan PT Anugrah untuk membuat property tersebut dengan nilai
kontrak 9,5 M, sementara dana dari bank indonesia sejumlah 10 M untuk transaksi
istishna ini, sehingga bank syariah akan menerima keuntungan sebesar 500 juta dari nilai
kontrak.

Pada tanggal 10 maret 2004 pada saat Bank Syariah Baitul Amanah menerima dana dari
Bank Dunia sebesar 10.000.000.000 jurnal yang dilakukan oleh Bank Baitul Amanah
adalah :

Dr. Kas/Rekening Bank dunia/BI

Rp. 10.000.000.000

(Unit rumah specifikasi tsb diatas)


Cr. Hutang Istishna

Rp.10.000.000.000

Pada tanggal 15 April 2004 Bank Syariah Baitul Amanah menyerahkan dana kepada PT
Anugrah sebesar Rp. 9.500.000.000 jurnal yang dilakukan oleh bank Syariah Baitul
Amanah adalah;

Dr. Aktiva Istishna dalam penyelesaian

Rp.9.500,000,000

1. Kas/ Rekening PT Anugrah

Rp. 9.500.000.000

(1. 000 unit rumah specifikasi tsb diatas)

Pada tanggal 10 november 2004, penerimaan sebanyak


600 unit rumah dari PT
Anugrah oleh Bank Syariah Atas penerimaan 600 unit rumah dari PT Anugrah, maka
nilai persediaan atas rumah yang diterima tersebut adalah:

600 x Rp. 9.500.000.000 -= Rp. 5.700.000.000


Sehingga jurnal yang dilakukan oleh Bank Syariah Baitul Amanah adalah sebagai berikut:
Dr. Persediaan Istishna
Cr. Aktiva Istishna dalam penyelesaian

Rp. 5.700.000.000
Rp. 5.700.000.000

(600 unit rumah specifikasi tsb diatas)

AKUNTANSI SALAM
Salam adalah akad jual beli muslam fiih (barang pesanan) dengan penangguhan pengiriman oleh
Muslam Alaihi (penjual) dan pelunasannya dilakukan segera oleh pembeli sebelum barang
pesanan tersebut diterima sesuai dengan syarat syarat tertentu.

Bulog memesan tepung tapioka kepada bank syariah seharga 100 juta dan telah dilunasi
pada saat akad ditandatangani. Bank syariah akan memesan tepung tapioka kepada
kelompok petani dengan nilai kontrak 80 juta.

Pada tanggal 5 november 2009, bank mesti memenuhi kewajibannya untuk menyerahkan
barang pesanan berupa tepung tapioka type a kepada bulog dengan spesifikasi barang
sesuai permintan bulog di atas.

Dalam catatan bank syariah per tanggal 10 oktober 2009 dijurnal sbb:
Bulog membayar sejumlah Rp.100.000.000,- kepada bank syariah
Dr. Kas/rekening bulog

Rp.100.000.000,-

Cr. Hutang salam

Rp.100.000.000,-

(100 ton tepung tapioka kualitas a)

Apabila penyerahan modal salam kepada kelompok industri tepung tapioka dalam bentuk
uang tunai sebesar Rp.80.000.000,- maka ditulis sbb :

Dr. Piutang salam

Rp.80.000.000,-

(100 ton tepung tapioka, kualitas a)


Cr. Kas/ rekening petani

Rp.80.000.000,-

Apabila penyerahan modal salam kepada kelompok petani x berupa uang kas sebesar
Rp. 60.000.000,- dan modal non kas (mesin giling) Rp.20.000.000,- yang dibeli dengan
harga perolehan sebesar Rp.18.000.000,-

Dr. Piutang salam

Rp.80.000.000,-

(100 ton tepung tapiokan, kualitas a)


Cr. Kas/ rekening petani

Rp.60.000.000,-

Cr. Aktiva / persediaan

Rp. 18.000.000,-

Cr.keuntungan penyerahan aktiva salam

Rp.2.000.000,-

AKUNTANSI MUSYARAKAH
Musyarakah adalah akad kerja sama antara dua pihak atau lebih untuk suatu usaha tertentu,
dimana masing-masing pihak memberikan kontribusi dana (modal) dengan ketentuan bahwa
keuntungan dan resiko akan ditanggung bersama sesuai dengan kesepakatan.

Contoh kasus

Tanggal 1 agustus bank syariah memberikan fasilitas pembiayaan musyarakah kepada Tuan
Abdullah dalam usaha pabrik pengelolaan kelapa sawit dan telah disepakati dengan data sbb:
Tanggal 5 agustus dibayar beban pra akad seperti pembuatan studi kelayakan proyek, penelitian
kelayakan proyek, sebesar Rp1.000.000,-

Modal syirkah keseluruhan sebesar Rp150.000.000,- dimana bank syariah mendapat porsi modal
sebesar Rp70.000.000,- dan porsi modal untuk Tuan Abdullah sebesar Rp80.000.000,- dengan
nisbah keuntungan, untuk bank sebesar 40 dan untuk Tuan Abdullah sebesar 60.

Modal syirkah yang menjadi porsi bank sebesar Rp70.000.000,- dibayar dengan tahapan
sbb:

Tanggal 15 Agustus dibayarkan modal syirkah dalam bentuk kas sebesar Rp20.000.000,Tanggal 20 Agustus diserahkan modal non kas, berupa dua buah mesin pabrik yang telah dimiliki
oleh bank syariah, mesin pertama sebesar Rp30.000.000,- yang dibeli dengan harga
Rp32.000.000,- dan mesin yang kedua sebesar Rp20.000.000,- yang dibeli dengan harga
Rp15.000.000,-.

Atas transaksi tersebut dilakukan jurnal dan penjelasan sbb:

Tanggal 1 agustus pada saat pembiayaan musyarakah disetujui dan disepakati oleh Tuan
Abdullah, bank syariah mempunyai kewajiban yang berupa komitmen/perjanjian atas
pembiayaan musyarakah sebesar Rp70.000.000,Dr. kontrak komitmen pembiayaan muyarakah

Rp70.000.000,-

Cr. komitmen pembiayaan musyarakah

Tanggal 15 Agustus, bank syariah menyerahkan modal dalam bentuk uang tunai kepada
syirkah sebesar Rp20.000.000,-

Dr. Pembiayaan Musyarakah


Cr. Kas/rek.syirkah/kliring
Dr. komitmen pembiayaan musyarakah
Cr. kontrak komitmen pembiayaan musyarakah

Rp70.000.000,-

Rp20.000.000
Rp20.000.000
Rp20.000.000
Rp20.000.000

Tanggal 20 Agustus pada saat bank menyerahkan aktiva non-kas kepada syirkah: mesin
pertama diserahkan dengan harga pasar/harga wajar sebesar Rp30.000.000,-, mesin
tersebut dibeli dengan harga perolehan sebesar Rp32.000.000,-

Jurnalnya:
Dr. Pembiayaan musyarakah
Dr. Kerugian penyerahan aktiva
Cr. Aktiva non-kas

Rp30.000.000,Rp2.000.000,Rp32.000.000,-

Dr. Komitmen pembiayaan musyarakah

Rp30.000.000,-

Cr. Kontrak komitmen musyarakah

Rp30.000.000,-

Tanggal 05 Agustus, pada saat pengeluaran biaya dalam rangka pra akad musyarakah

Dr. uang muka dalam rangka pra akad

Rp1.000.000,-

Cr. kas/kliring

Rp1.000.000,-

Pada saat pengakuan biaya akad musyarakah:


jika diakui sebagai beban:
Dr. biaya akad

Rp1.00.000,-

Cr. uang muka dalam rangka akad musyarakah

Rp1.000.000,-

-jika dalam kesepakatan dapat diakui sebagai pembiayaan:


Dr. pembiayaan musyarakah

Rp1.000.000,-

Cr. Uang muka dalam rangka akad musyarakah

Rp1.000.000,-

1. Contoh Akuntansi Transaksi Istishna:


PT Amanah membutuhkan rumah tipe 120/216 dengan spesifikasi khusus untuk kantor. Harga
rumah Rp.200 juta, dana yang dibayarkan PT Amanah untuk uang muka Rp.50 juta. Perusahaan
mengajukan pembiayaan kepada bank syariah. Setelah akad ditandatangani antara PT Amanah
dan Bank Syariah dengan nilai akad Rp. 200 juta, bank syariah memesan kepada pengembang,
dan pengembang akan menyelesaikan pemesanannya selama 9 bulan. Bank membayar biaya pra
akad sebesar Rp.1 juta, dan akad ditandatangani antara bank dan PT Amanah pada 1 juli 2011.
PT Amanah menyerahkan uang muka sbs Rp.50 juta. Di samping itu bank juga menandatangani
akad pembelian/pesanan kepada pengembang pada 1 juli 2011, dengan harga beli Rp.170 juta.
Berikut ini data dan tagihan yang dilakukan oleh pengembang sampai dengan selesai per 1 Maret
2012:

2 Juli 2011:Bank menerima uang muka dari pembeli


1 Agt 2011:pengembang menagih untuk pembangunan aktiva istishna Rp.30 juta

1 Nov 2011:Pengembang menagih untuk pembangunan aktiva istishna Rp.50 juta


1 Feb 2011:Pengembang menagih untuk pembangunan aktiva istishna Rp.90 juta
1 Mar 2011:Pengembang menyerahkan aktiva istishna yg telah selesai kpd Bank Syariah
1 Mar 2011:Pengembang menyerahkan aktiva istishna yg telah selesai kpd
PT Amanah. PT Amanah mengangsur pembayaran rumah selama 2 tahun. Bank Syariah
mengenakan keuntungan istishna 10% dari pembiayaan.
Perhitungan:
Pemesan akan melunasi rumah pesanannya pada saat rumah selesai dibangun dan diserahkan
bank syariah kepada PT Amanah, dengan harrga kontrak 200 juta. Harga pokok rumah=Rp.170
juta. Jadi laba bank syariah=Rp200 juta Rp.171 juta=Rp.29 juta. Harga jual bila diangsur 2
tahun= Rp.200 juta + 10% (Rp.200 juta)=Rp.220 juta. Angsuran/bulan= Rp.220
juta/24=Rp.9.166.667;- sedang margin/bulan = Rp. 20 juta/24=Rp.833.333;Jurnal yang dibuat oleh bank syariah:
1. Pada saat bank syariah menerima uang muka dari PT Amanah:1 Juli 2011
Dr. Kas

Rp.50.000.000

Cr. Uang Muka Istishna

Rp.50.000.000

2. Pada saat bank syariah mencatat biaya pra akad Rp.1.000.000


Dr. Beban pra-akad yg tangguhan

Rp.1.000.000

Cr. Kas

Rp.1.000.000

3. Pada saat ada kepastian akad istishna dengan nasabah PT Amanah


Dr. Aset istishna dalam penyelesaian
Cr. Beban pra akad tangguhan

Rp.1.000.000
Rp.1.000.000

4. Pada saat bank menerima tagihan dari pengembang dan membayarnya tanggal 1 Agt 2011 sbs
Rp.30 juta
Dr. Aset Istishna dalam penyelesaian
Cr. Hutang Istishna

Rp.30.000.000
Rp.30.000.000

5. Pada saat bank syariah membayar hutang istishna


Dr. Hutang Istishna

Rp.30.000.000

Cr. Kas

Rp.30.000.000

6. Tanggal 1 Nov 2011 sbs Rp.50 juta


Dr. Aset Istishna dalam penyelesaian

Rp.50.000.000

Cr. Hutang Istishna

Rp.50.000.000

7. Pada saat bank syariah membayar hutang istishna


Dr. Hutang Istishna

Rp.50.000.000

Cr.Kas

Rp.50.000.000

8. Tanggal 1 Feb 2012 sbs Rp.90 juta


Dr. Aset Istishna dalam penyelesaian

Rp.90.000.000

Cr. Hutang Istishna

Rp.90.000.000

9. Pada saat bank syariah membayar hutang istishna


Dr. Hutang Istishna

Rp.90.000.000

Cr.Kas

Rp.90.000.000

10. Pada saat bank menerima barang pesanan dari pengembang yang sudah selesai 100%, bank akan
membuat jurnal sbb:
Dr. Aset Istishna

Rp.171.000.000

Cr. Aset Istishna dalam penyelesaian

Rp171.000.000

11. Pada saat bank menyerahkan rumah kpd nasabah PT Amanah


Dr. Piutang Istishna

Rp.220.000.000

Cr. Persediaan barang istishna

Rp171.000.000

Cr. Pendapatan margin istishna

Rp 29.000.000

Cr. Margin istishna tangguhan

Rp 20.000.000

Dr. Uang muka istishna

Rp.50.000.000

Cr. Piutang Istishna

Rp 50.000.000

12. Pada saat bank syariah menerima angsuran per bulan PT Amanah
Dr. Ka/Rek PT Amanah

Rp.9.166.667

Cr. Piutang Istishna

Rp 9.166.667

13. Mengakui pendapatan margin istishna


Dr. Margin istishna tangguhan

Rp. 833.333

Cr. Pendapatan Margin Istishna

Rp 833.333

2. Contoh transaksi Mudharabah


Bank Jayen Syariah (BJS) melakukan kerjasama bisnis dengan Ibu Yolanda, seorang
pedagang buku di Pasar Buku Shoping Yogyakarta menggunakan akad mudharabah (BJS sebagai
pemilik dana dan Yolanda sebagai pengelola dana). BJS memberikan modal kepada Yolanda
sebesar Rp 10.000.000 sebagai modal usaha pada Tanggal 1 Januari 2009 dan berakhir 31
Pebruari 2009 dengan nisbah bagi hasil : Yolanda : BJS = 75%: 25%. Buat jurnal setelah
penyerahan dana:
a. Jurnal Pemilik Dana (BJS) dalam Rupiah
Investasi Mudharabah

10.000.000

Kas

10.000.000

b. Jurnal Pengelola Dana (Ibu Yolanda, seorang Pedagang) dalam Rupiah


Kas Mudharabah

10.000.000

Dana Syirkah temporer

10.000.000

Pada Tanggal 31 Januarii 2009, hasil usaha perdagangan buku Ibu yolanda adalah:
Pendapatan

: Rp 1.000.000

Biaya-biaya

: Rp

800.000

Jurnal sebelum bagi laba sesuai nisbah


a. Jurnal Pemilik Dana (BJS) dalam Rupiah

Tidak ada
b. Jurnal Pengelola Dana (Ibu Yolanda, seorang Pedagang) dalam Rupiah
Pendapatan yang didapat dari penjualan dicatat seperti biasa, menggunakan prinsif cash basis
(karena untuk perhitungan bagi hasil)
Kas

xxx
Pendapatan

xxx

Diakhir bulan atau akhir periode ketika akan dilakukan perhitungan bagi hasil, maka akun
pendapatan harus ditutup dengan melakukan jurnal:
Pendapatan

1.000.000

Biaya

800.000

Pendapatan yang belum dibagikan

200.000

Perhitungan bagi laba sesuai nisbah


Yolanda = 75% x (1.000.000-800.000) = 150.000
BJS

= 25% x (1.000.000-800.000) = 50.000

Jurnal untuk mencatat Pembayaran hasil perhitungan bagi hasil dari Yolanda kepada
pemilik dana (BJS)
a. Jurnal Pemilik Dana (BJS) dalam Rupiah
Kas

50.000
Pendapatan Bagi hasil

50.000

Jika pembayaran bagi hasil tidak dibagikan langsung kepada BJS, tetapi diakumulasikan
pembayarannya diakhir tahun, maka jurnalnya:
Piutang Mudharabah
Pendapatan bagi hasil

50.000
50.000

Diakhir tahun ketika uang pembayaran tersebut diterima oleh BJS


Kas

50.000
Piutang Mudharabah

50.000

b. Jurnal Pengelola Dana (Ibu Yolanda, seorang Pedagang) dalam Rupiah

Cost bagi hasil

50.000

Kas-Mudharabah

50.000

Jika pembayaran bagi hasil tidak dibagikan langsung kepada BJS, tetapi diakumulasikan
pembayarannya diakhir tahun, maka jurnalnya:
Cost bagi hasil

50.000

Utang Bagi Hasil mudharabah

50.000

Diakhir tahun ketika uang pembayaran tersebut diterima oleh BJS, dengan kata lain, dibayarkan
oleh Yolanda
Utang bagi hasil mudharabah

50.000

Kas Mudharabah

50.000

Jurnal untuk mencatat hasil perhitungan bagi hasil hak Pengelola dana (Ibu Yolanda)
a. Jurnal Pemilik Dana (BJS) dalam Rupiah
Tidak ada
b. Jurnal Pengelola Dana (Ibu Yolanda, seorang Pedagang) dalam Rupiah
Biaya bagi hasil

150.000

Kas Mudharabah

150.000

Jurnal untuk pembukuan pengelola dana untuk kepentingan sendi:


Kas

150.000
Pendapatan Bagi hasil

150.000

1. Seperti pada No. 2 diatas. Buatlah ayar jurnal penutup untuk bagi hasi tersebut pada 31
Januari 2009.
a. Jurnal Pemilik Dana (BJS) dalam Rupiah
Tidak ada
b. Jurnal Pengelola Dana (Ibu Yolanda, seorang Pedagang) dalam Rupiah
Pendapatan yang belum dibagikan
Cost Bagi Hasil

200.000
200.000

2. Sajikan laporan keuangan neraca dari data diatas kecuali untuk rekening kas abaikan
dulu. Dengan situasi bagi hasil langsung dibagikan diakhir bulan itu juga.

a. Neraca untuk pemilik dana


Aset
Piutang Bagi Hasil Mudharabah

Investasi Mudharabah

10.000.000

Penyisihan Kerugian

0)

10.000.000

b. Neraca untuk Pengelola Dana


Utang
Utang Bagi Hasil Mudharabah
Dana SyirkahTemporer

0
10.000.000

Penyisihan Kerugian

10.000.000

3. Selama bulan Pebruari 2009, hasil pengelolaan dana adalah


Pendapatan

Rp

800.000

Biaya-biaya

Rp 1.000.000

Buatlah Jurnal untuk mencatat kerugian tersebut


a. Jurnal Pemilik Dana (BJS) dalam Rupiah
Kerugian Mudharabah

200.000

Penyisihan Kerugian Mudharabah

200.000

b. Jurnal Pengelola Dana (Ibu Yolanda, seorang Pedagang) dalam Rupiah


Pendapatan
Penyisihan Kerugian mudharabah

800.000
200.000

Biaya-biaya

1.000.000

4. Buatlah laporan keuangan neraca untuk bulan Pebruari 2009


a. Neraca untuk pemilik dana

Aset
Piutang Bagi Hasil Mudharabah
Investasi Mudharabah

10.000.000

Penyisihan Kerugian

200.000)

9.800.000

b. Neraca untuk Pengelola Dana


Utang
Utang Bagi Hasil Mudharabah

Dana SyirkahTemporer
Penyisihan Kerugian

10.000.000
(200.000)

9.800.000

5. Buatlah Jurnal Untuk menutup pengembalian Investasi mudharabah pada akhir akad.
a. Jurnal Pemilik Dana (BJS) dalam Rupiah
Kas

9.800.000

Penyisihan kerugian mudharabah

200.000

Investasi mudharabah

10.000.000

b. Jurnal Pengelola Dana (Ibu Yolanda, seorang Pedagang) dalam Rupiah


Dana Syirkah Temporer
Kas
Penyisihan kerugian

10.000.000
9.800.000
200.000

3. Contoh transaksi Murabahah


Bank Syariah Amanah Ummat menerima pesanan barang Sulaiman seorang pengusaha
beras di Kerawang, berupa mesin penggilingan gabah merk Kubota 70 PK.

Atas pesanan tersebut Bank Syariah Amanah Ummat pada tanggal 05 April 2008 membeli
barang kebutuhan Sulaiman dari dealer Kubota Permai dengan data-data sebagai berikut:
Nama Barang

: Mesin Giling Kubota 70 PK

Harga barang

: Rp. 120.000.000,-- (seratus dua puluh juta rupiah).

Uang muka

: Rp. 20.000.000 ( dua puluh juta rupiah)

Penyerahan

: Gudang dealer Kubota Permai

Pembayaran

: dilakukan setelah barang diterima di kantor Bank

Diskon

: 5% dari harga barang

Lainnya

: dibayar ongkos pengiriman dari gudang dealer sampai kantor


Bank Syariah Amanah Ummat Kerawang beban lainnya sebesar
Rp.5.000.000 (lima juta rupiah)

Pada tanggal 5 April 2008 Bank Syariah Amanah Ummat menyetujui permohonan Sualiman
dengan kesepakatan sebagai berikut:
Nama barang :

Mesin Giling Kubota 70 PK

Harga pokok :

Bank Syariah Amanah Ummat menyampaikan sesuai

perhitungan yang dilakukan dan Sualiman memahami


Keuntungan

setara dengan 20% pa (sesuai keputusan ALCO)

Uang muka

Rp. 19.000.000 (sembilan belas juta rupiah)

Penyerahan

Bank Syariah Amanah Ummat Cabang Kerawang

Pembayaran

diangsur secara merata selama 5 kali angsuran

Biaya administrasi

Biaya notaris :

Rp. 5.000.000 (lima juta rupiah)

Denda keterlambatan :

Rp. 10.000.000 (sepuluh juta)


Rp. 100.000 (seratus ribu) setiap hari keterlambatan

Diminta :
1.

Prinsip syariah yang dipergunakan dalam transaksi tersebut dan perhitungan yang terkait dengan
transaksi tersebut.

2.

Jurnal yang harus dilakukan oleh Bank Syariah Amanah Ummat, jika bank syariah melakukan
pengakuan keuntungan secara proporsional, antara lain dan tidak terbatas pada:

a.

Pembayaran uang muka kepada dealer

b.

Penerimaan mesin giling dari dealer dan pembayaran ongkos angkut barang sampai kantor

c.

Penerimaan uang muka dari Sualiman

d.

Persetujuan akad dan penyerahan barang ke Sualiman

e.

Penerimaan fee adm dan biaya notaris

f.

Penerimaan pembayaran angsuran sampai dengan angsuran ke tiga

g.

Penerimaan angusuran ke empat yang telah jatuh tempo tetapi belum dibayar dan dibayar
bersama-sama angsuran kelima (saat pelunasan kewajibannnya)

h.

Penerimaan pelunasan angsuran yang tertunggak dan bank memberikan potongan sebesar 50%
dari margin yang belum jatuh tempo dan belum diterima.

Perhitungan pembiayaan murabahah


Harga barang

Rp. 120.000.000

Diskon 5% x 120.000.000

Rp.

6.000.000 -/--------------------

Harga barang setelah diskon

Rp. 114.000.000

Ongkos angkut sd Kantar Bank

Rp.

5.000.000 +
--------------------

Harga pokok barang

Rp. 119.000.000

Uang Muka Nasabah

Rp. 19.000.000
--------------------Rp. 100.000.000

Keuntungan : 20% x Rp. 100.000.000 = Rp. 20.000.000

Pembiayaan Murabahah
Harga pokok barang
Keuntungan disepakati

Rp. 119.000.000
Rp. 20.000.000

-------------------Harga jual disepakati

Rp. 139.000.000

Uang muka nasabah

Rp. 19.000.000
--------------------

Sisa kewajiban nasabah

Rp. 120.000.000

Angsuran : 120.000.000 / 5 = 24.000.000


Porsi angsuranPokok :
Margin

Rp. 20.000.000
:

Rp. 4.000.000

Jurnal sehubungan transaksi tersebut :


a.

Pembayaran uang muka kepada dealer


Dr.

Piutang Uang Muka

Cr.

Kas

Rp. 20.000.000
Rp. 20.000.000

b.

Penerimaan mesin giling dari dealer dan pembayaran ongkos angkut barang sampai kantor

(1)

Penerimaan barang

(2)

d.

Dr.

Persediaan

Rp. 114.000.000

Cr.

Piutang Uang Muka

Rp. 20.000.000

Cr.

Rekening dealer/kas

Rp. 84.000.000

Pembayaran ongkos angkut barang sampai kantor bank


Dr.

Persediaan

Cr.

Kas

Rp. 5.000.000
Rp. 5.000.000

Penerimaan uang muka dari Sualiman


Dr.

Kas

Cr.

Hutang Uang Muka

Rp. 19.000.000
Rp. 19.000.000

e.

Persetujuan akad dan penyerahan barang ke Sualiman

(1)

Penyerahan barang (akad murabahah)

(2)

Dr.

Piutang Murabahah

Cr.

Margin Murabahah Ditangguhkan

Cr.

Persediaan

Rp.139.000.000
Rp. 20.000.000
Rp. 119.000.000

Uang muka dari nasabah


Dr.

Hutang Uang muka

Cr.

Piutang Murabahah

Rp. 19.000.000

f.

Penerimaan fee administrasi dan biaya notaris

(1)

Penerimaan fee administrasi murabahah

(2)

Dr.

Kas/ Rekening nasabah

Cr.

Pendapatan fee admin murabahah

Rp. 19.000.000

Rp. 10.000.000
Rp. 10.000.000

Biaya notaris
Dr.

Kas / Rekening nasabah

Cr.

Rekening notaris

Rp. 5.000.000
Rp. 5.000.000

g.

Penerimaan pembayaran angsuran sampai dengan angsuran ke tiga

(1)

Dr.

Kas

Cr.

Piutang Murabahah

Dr.

Margin Murabahah Ditangguhkan

Cr.

Pendapatan Margin Murabahah

(2)

h.

Rp. 24.000.000
Rp. 24.000.000
Rp. 4.000.000
Rp. 4.000.000

Penerimaan angusuran ke empat yang telah jatuh tempo tetapi belum dibayar dan dibayar
bersama-sama angsuran kelima (saat pelunasan kewajibannnya)

(1)

Tunggakan angsuran ke4 (jatuh tempo tetapi belum dibayar)


(a)

Dr. Piutang Mruabahah JT

Rp. 24.000.000

Cr. Piutang Murabahah


(b)

Dr. Margin Murabahah Ditangguhkan

Cr. Pendapatan Margin Murabahah

Rp. 24.000.000
Rp. 4.000.000
Rp. 4.000.000

(2) Penerimaan denda


Dr.

Kas/Rekening nasabah

Cr.

Rek Dana Kebajikan

Rp. 3.000.000
Rp.3.000.000

Perhitungan : 30 x Rp. 100.000 = Rp. 3.000.000


h.

Penerimaan pelunasan angsuran yang tertunggak dan bank memberikan potongan sebesar 50%
dari margin yang belum jatuh tempo dan belum diterima.

(1)

(2)

Pembayaran anguran ke empat


Dr.

Kas

Rp. 24.000.000

Cr.

Piutang Murabahah

Rp. 24.000.000

Pembayaran angsuran ke lima


(a)

Dr.

Kas

Rp. 24.000.000

Cr.

Piutang Murabahah

Rp. 24.000.000

(b)

Dr.

Cr.

Pendapatan Margin Murabahah

(c)

Dr.

Cr.

Kas / Rekening nasabah

Margin Murabahah Ditangguhkan


Beban Potongan (Muqasah)

Rp. 4.000.000
Rp. 4.000.000
Rp. 2.000.000
Rp. 2.000.000

Perhitungan :
50% dari margin yang belum diterima : 50% x Rp. 4.000.0000 Rp. 2.000.000

Aplikasi dan ilustrasi


Rasyida Hanum telah menjadi nasabah tabungan mudharabah Bank Syariah Arriania
selama 5 tahun. Saldo pada tanggal 1 Agustus 2008 adalah sebesar Rp 10.525.000,-. Pada
tanggal tersebut Rasyuida Hanum bermaksud melakukan transfer melalui ATM bersama dari
rekeningnya ke reking adiknya di Bank Syariah Yumma sebesar Rp 5.000.000,-. Bank Syariah
Arriania menginformasikan bahwa transfer antar bank dikenakan biaya Rp 5.000,- yang

dibebankan melalui autodebet rekeningnya. Rasyida hanum setuju dengan ketentuan tersebut dan
segera melakukan transfer. Jurnal penerimaan yang dicatat oleh Bank Syariah Arriania adalah
Rekening Rasyida Harum
Pendapatan jasa Wakalah

Rp 5.000,Rp 5.000,-

Anda mungkin juga menyukai