Anda di halaman 1dari 19

TUGAS MAKALAH TATA GRAHA

PEST CONTROL DI BANDARA

DISUSUN OLEH :

DIANA FRESILIA
(P2.31.33.0.14.009)

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES JAKARTA II


JURUSAN KESEHATAN LINGKUNGAN
Jln. Hang Jebat III/F3 Kebayoran Baru Jakarta 12120 Telp.
021.7397641, 7397643 Fax. 021.73977
KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Tuhan yang telah menolong hamba- Nya menyelesaikan
makalah ini dengan penuh kemudahan. Tanpa pertolongan- Nya mungkin
penyusun tidak akan sanggup menyelesaikan dengan baik.
Makalah ini disusun agar pembaca dapat mengetahui fungsi pembasmian
hama atau pengendalian hama di bandara. Makalah ini di susun oleh
penyusun dengan berbagai rintangan. Baik itu yang datang dari diri
penyusun maupun yang datang dari luar.
Namun dengan penuh kesabaran dan terutama pertolongan dari Tuhan
akhirnya makalah ini dapat terselesaikan.
Makalah ini memuat tentang Pest Control di Bandara dan sengaja dipilih
karena menarik perhatian penulis untuk dicermati dan perlu mendapat
dukungan

dari

semua

pihak.

Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas kepada
pembaca. Walaupun makalah ini memiliki kelebihan dan kekurangan.
Penyusun mohon untuk saran dan kritiknya. Terimakasih

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR
........................................................................................................................
1
DAFTAR
ISI .....................................................................................................................
............... 2
BAB

PENDAHULUAN ...............................................................................
............................. 3
1.1

Latar

Belakang .........................................................................................................
..... 3
1.2

Rumusan

Masalah

........................................................................................................ 5
1.3
Tujuan .............................................................................................................
.............. 5
BAB

II

PEMBAHASAN ................................................................................................
.................... 6
2.1

Pengertian

Bandara ..................................................................................................... 6
2.2

Pengertian

Tata

Graha

Bandara .................................................................................. 6
2.3

Pengertian

Pest

Control ............................................................................................... 7
2

2.4

Alat

Kerja

Pest

Control ................................................................................................. 8
2.5

Jenis

Hama

Pengganggu .............................................................................................. 9
2.6
Pengendalian

Tahapan
..............................................................................................

11
2.7

Contoh

Kasus ..............................................................................................................
13
BAB

III

PENUTUP ........................................................................................................
................ 15
3.1
Kesimpulan ....................................................................................................
............. 15
DAFTAR
PUSTAKA .........................................................................................................
............. 16

BAB I
PENDAHULUAN
1.1

Latar Belakang

Sektor pariwisata Indonesia dalam Pembangunan Nasional telah menjadi


salah satu sektor industri yang sangat menunjang bagi pemerintah dalam
meningkatkan devisa negara. Hal ini disebabkan karena sektor migas yang
semakin terbatas keberadaannya, sehingga mendorong Indonesia untuk
lebih menekankan pembangunan dibidang kepariwisataan sebagai salah
satu sektor nonmigas. Dilihat dari lajunya pembangunan kepariwisataan di
Indonesia, pemerintah telah berupaya untuk membenahi diri dengan cara
membangun dan melengkapi sarana dan prasarana pariwisata yang ada
pada setiap daerah yang menjadi tempat tujuan wisata.
Tujuan pembangunan ini diadakan untuk meningkatkan penerimaan devisa,
memperluas

dan

meratakan

lapangan

kerja

serta

meningkatkan

kesejahteraan rakyat, baik yang menyangkut aspek pembangunan produk


wisata

maupun

aspek

pemasaran

pariwisata

yang

ada

dengan

mengoptimalkan sumber daya manusia yang profesional dan handal.


Pengertian tujuan tersebut menjelaskan bahwa keberadaan pariwisata di
Indonesia tidak akan berjalan lancar apabila tidak didukung oleh sumber
daya manusia yang handal, profesional dan bertanggung jawab.
Selain itu pembangunan kepariwisataan juga diarahkan untuk pengenalan
dan pemasaran produk nasional. Beberapa komponen seperti industri jasa
transportasi, jasa komunikasi, jasa usaha perjalanan wisata, jasa hiburan
serta jasa pelayanan makanan dan minuman turut memegang peranan
penting dalam menunjang kegiatan pariwisata. Salah satu komponen lain
yang tak kalah penting adalah industri jasa perhotelan.
Pariwisata merupakan salah satu industri yang dapat dijadikan sumber
devisa bagi negara. Berbagai macam orang melakukan perjalanan dengan
tujuan berbeda-beda merupakan salah satu faktor pesatnya perkembangan
pariwisata disuatu negara maupun daerah, kekayaan alam yang dimiliki
menjadikan salah satu daya tarik yang mengundang seseorang untuk datang
atau berkunjung ke suatu negara atau daerah di sebut dengan wisatawan.
4

Dengan berbagai macam obyek wisata yang ditawarkan kepada wisatawan


sehingga memberikan sebuah peluang dimana sarana seperti akomodasi
sangat diperlukan dalam menunjang kegiatan pariwisata.
Bandara menjadi salah satu bentuk akomodasi yang dibutuhkan oleh tamu
atau wisatawan, sarana akomodasi harus memiliki standart pelayanan yang
bagus kepada para tamu yang datang. Pelayanan yang bagus merupakan
salah

satu

indikasi

sebuah

hotel

dikatakan

profesional

dalam

pengelolaannya. Dalam upaya menciptakan pelayanan yang baik di suatu


Bandara tidak lepas dari bagaimana bagian-bagian yang ada di bandara
dalam memberikan pelayanan yang maksimal kepada tamu. Mengetahui apa
yang menjadi keinginan dari tamu merupakan salah satu faktor keberhasilan
dalam upaya memberikan pelayanan yang memuaskan untuk tamu. Salah
satu department yang ada di bandara, yakni housekeeping yang memiliki
tugas dan tanggung jawab untuk menjaga kebersihan, kerapian dan
keindahan diseluruh areal bandara baik di luar gedung maupun di dalam
gedung termasuk tempat parkir, ruang tunggu, toilet dan lain- lain.
Kondisi bandara yang bersih, rapi, indah, nyaman adalah modal terpenting,
karena tamu merasa nyaman berada di bandara tersebut. Ada pun faktor
faktor yang membuat tamu merasa tidak nyaman saat menginap di bandara,
salah satunya disebabkan karna adanya hama serangga dan binatang
pengganggu seperti tikus, nyamuk, kecoak, semut, lalat, dan banyak hamahama lainnya.Untuk mengatasi masalah tersebut maka dibutuhkanlah suatu
penanganan yang khusus dalam bidang tersebut yakni pest control.
Oleh sebab itu Hotel menggunakan tenaga out searching yakni pest control
yang bertugas dalam upaya penanganan dan pengendalian hama serta
binatang pengganggu. Seorang karyawan pest control di tuntut untuk selalu
berkerja dengan baik agar semua masalah baik di ruang tunggu maupun di
seluruh area bandara dapat teratasi agar tamu merasa nyaman serta
karyawan yang berkerja dapat berkerja dengan baik. Adapun tujuan dari
5

penelitian adalah untuk mengetahui pariwisata teknologi pest kontrol tata


graha di bandara, sehingga memberikan pengetahuan yang baik yang akan
berdampak terhadap kenyamanan tamu serta karyawan yang berkerja.

1.2 Rumusan Masalah


1)

Apa pengertian bandara ?

2)

Apa pengertian tata graha (housekeeping) bandara ?

3)

Apa pengertian pest kontrol ?

4)

Apa alat kerja pest kontrol ?

5)

Apa jenis hama pengganggu ?

6)

Apa tahapan pengendalian ?

1.3

Tujuan

1)

Untuk mengetahui pengertian bandara.

2)

Untuk mengetahui pengertian tata graha (housekeeping) bandara.

3)

Untuk mengetahui pengertian pest kontrol.

4)

Untuk mengetahui alat kerja pest kontrol.

5)

Untuk mengetahui jenis hama pengganggu.

6)

Untuk mengetahui tahapan pengendalian

BAB II
PEMBAHASAN
2.1

Pengertian Bandara

Bandara atau pelabuhan udara merupakan sebuah fasilitas tempat pesawat


terbang dapat lepas

landas dan mendarat.

Bandar

udara

yang

paling

sederhana minimal memiliki sebuah landas pacu namun bandara-bandara


besar biasanya dilengkapi berbagai fasilitas lain, baik untuk operator layanan
penerbangan maupun bagi penggunanya.
Menurut Annex 14 dari ICAO (International Civil Aviation Organization)
Bandara adalah area tertentu di daratan atau perairan (termasuk bangunan,
instalasi dan peralatan) yang diperuntukkan baik secara keseluruhan atau
sebagian untuk kedatangan, keberangkatan dan pergerakan pesawat.
Sedangkan definisi bandar udara menurut PT (persero) Angkasa Pura,
Bandara adalah "lapangan udara, termasuk segala bangunan dan peralatan
yang merupakan kelengkapan minimal untuk menjamin tersedianya fasilitas
bagi angkutan udara untuk masyarakat".

2.2

Pengertian Tata Graha Bandara

Housekeeping atau Tata Graha adalah salah satu bagian atau department
yang ada di dalam hotel yang menangani hal hal yang berkaitan dengan
keindahan, kerapian, kebersihan, kelengkapan dan kesehatan seluruh ruang
tunggu, juga area- area umum lainnya, agar seluruh tamu maupun karyawan
dapat merasa nyaman dan aman berada di dalam bandara. Selain itu
7

Housekeeping department merupakan bagian rumah tangga bandara yang


bertugas membuat perencanaan, perawatan / pembersihan semua ruang
tunggu, ruang kantor, lobby, corridors, lift / elevator, toilet umum, public
space, halaman, taman, dan ruang parkir dan lain- lain.

2.3

Pengertian Pest control

Bagi kebanyakan orang, pest control masih terdengar asing dan tidak
diketahui artinya. Hal yang sering dikaitkan dengan pest control adalah
penyemprotan, pengasapan, pemberantasan demam berdarah, anti rayap,
nyamuk, kecoa dan tikus. Pest control dalam bahasa Indonesia diartikan
menjadi pembasmian hama atau pengendalian hama. Dalam peraturan
pajak penghasilan pasal 23 KEP- 170/PJ/2002, istilah yang dipakai adalah
pembasmian

hama

sedangkan

kalangan

praktisi

bisnis pest

control menggunakan pengendalian hama. Namun lebih sering istilah pest


control digunakan berbagai kalangan untuk menjelaskan kegiatan yang
berhubungan dengan hama dan pestisida ini.
Sebenarnya apakah sesungguhnya pest control itu? Untuk menjawab hal
tersebut maka ada baiknya dimulai dari etimologinya. Pest control berasal
dari dua kata dalam bahasa Inggris yaitu pest dan control. Pest berarti hama
sedangkan control berarti

pengendalian.

Jadi pest

control berarti

pengendalian hama bukan pembasmian hama atau penyucian hama.


Pemilihan

kata control juga

hendak

menunjukkan

bahwa

hama

pada

dasarnya tidak dapat dibasmi karena merupakan satu kesatuan ekosistem


lingkungan hidup. Apabila satu jenis hama dibasmi habis maka akan
mengganggu keseimbangan ekosistem lingkungan. Namun demikian hama
tersebut dapat dikendalikan bahkan dibasmi dalam ruang lingkup tertentu
agar tidak mengganggu kehidupan manusia. Lebih jauh lagi dewasa ini kata
8

control telah berkembang menjadi management untuk menekankan bahwa


tindakan pengendalian hanya merupakan bagian dari serangkaian tindakan
pengelolaan (management) yang memiliki sasaran dan strategi tertentu
sesuai

kebutuhan

control masih

manusia

lebih

populer

di

satu

tempat.

digunakan

hingga

Meskipun
satu

saat

begitu, pest
nanti pest

management menggantikan seutuhnya.


Pest control juga membatasi jenis hama yang dikendalikan yaitu hanya hama
perkotaan (urban pest) bukan hama pertanian atau perkebunan. Hal ini
penting untuk membedakan dengan crop protection (perlindungan tanaman)
yang

merupakan

istilah

untuk

pengendalian

hama

pertanian

atau

perkebunan. Hama yang umumnya ditangani dalam pest control adalah


serangga terbang (nyamuk dan lalat), serangga merangkak (semut dan
kecoa), tikus, rayap, hama gudang (kumbang, kutu, ngengat dan ulat) dan
hama

khusus

(laba-laba,kaki

seribu,

kelabang,

cecak,

tokek,

ular,kelelawar,musang,anjing,kucingdanburung).
Tindakan pengendalian yang biasanya dilakukan oleh praktisi bisnis pest
controladalah

penyemprotan

(spraying),

pengembunan (misting),

pengasapan (fogging), pengumpanan (baiting), pemberian bubuk (dusting),


serta

penggasan

(fumigation).Tindakan

pengendalian

juga

melibatkan

penggunaan bahan kimia beracun (pestisida) sehingga hal ini menyebabkan


tidak sembarang orang dapat melakukan kegiatan pest control. Hanya orang
terlatih dan terdaftar yang dapat mengaplikasikan pestisida dengan cara dan
dosis yang benar pada waktu yang tepat.
2.4

Alat kerja pest control

Alat kerja merupakan hal yang penting dalam kelancaran saat bertugas,
ketersediaan alat dan kondisi dari alat tersebut merupakan penentu
bagaimana hasil dari proses kerja yang dilakukan berikut adalah beberapa
alat kerja yang dipergunakan oleh seorang pekerja pest control antara lain;

1.

Fogging machine

Fogging

machine adalah

mesin

pengasapan

dengan

sistem thermal(pemanasan) yang dirancang khusus sebagai salah satu alat


untuk treatmentpengendalian
nyamuk culex/DBD,

hama

kecoa,

lalat,

serangga

kutu,

dan

terbang

seperti

lain-lain. Treatment

pest

control dengan metode pengasapan sangat cocok untuk area dalam ruangan
(Indoor) seperti perumahan atau pemukiman padat penduduk, gudang
komoditas, ruang palka kapal laut, kabin pesawat terbang, gedung bioskop,
ruang pertemuan, dan lain-lain. Juga untuk aplikasi luar ruangan (Outdoor)
seperti perkebunan(plantation), peternakan (farm), maupun pertanian.
Mesin Fogging juga

sangat

direkomendasikan

dilingkungan

kerja

Dinas

Kesehatan sebagai salah satu alat pengendali populasi nyamuk Aedes


Aegypti penyebab

penyakit

Demam

Berdarah Dengue (DBD)

pada

pemukiman masyarakat.

2.

Spraycan atau Compression Sprayer

Spraycan atau Compression Sprayer atau Hand Sprayer adalah alat yang
biasa

digunakan

untuk

aplikasi

penyemprotan

pestisida

dengan solvent (pelarut) air, baik untuk pengendalian hama lingkungan


masyarakat maupun aplikasi pertanian. Treatment dengan metode Residual
spraying sangat
perumahan

cocok

atau

untuk

pemukiman

area
padat

dalam

ruangan

penduduk,

(Indoor)

untuk

seperti

aplikasi Pest

Control sebagai salah satu cara pengendalian nyamuk Malaria (Anopheles),


kecoa, semut, lalat, rayap, dan serangga lingkungan lainnya. alat ini juga
sangat efektif untuk aplikasi pada gudang komoditas, ruang palka kapal laut,
gedung bioskop, ruang pertemuan, dan lain-lain. Untuk aplikasi luar ruangan
(Outdoor) seperti perkebunan (plantation), peternakan (farm), maupun
pertanian.

10

3.

ULV (Ultra Low Volume) Cold Fogger

ULV (Ultra Low Volume) Cold Fogger merupakan salah satu alat yang
digunakan

pada

aplikasi

pengendalian Pest

Control dengan

metode

pengembunan. Treatment pest control dengan metode pengembunan sangat


efektif diaplikasikan pada area indoor/outdoor, karena menghasilkan residu
yang dapat mematikan serangga pengganggu dilingkungan kita seperti
nyamuk, kecoa, semut, dan lalat dengan menggunakan Pestisida (racun
kontak). ULV juga sangat efektif dan efesien digunakan sebagai alat
penyemprot desinfectandilingkungan rumah sakit, klinik, gudang makanan,
pabrik makanan, rumah tinggal, kabin pesawat terbang, ruang pertemuan,
kandang peternakan, dan lain-lain.
4.
Mist

Mist Blower
Blower adalah

sprayingdimana

alat

mesin
ini

penyemprot
sebagai

dengan
salah

sistem residual
satu

alat

untuk treatment pengendalian hama serangga terbang seperti nyamuk


culex/DBD, kecoa, lalat, kutu, dan lain-lain. Treatment pest control dengan
metode Residual

Spraying sangat cocok

diaplikasikan untuk

area

luar

ruangan (outdoor) seperti lingkungan perumahan atau pemukiman padat


penduduk, Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah, gudang komoditas,
ruang palka kapal laut, perkebunan (plantation), peternakan (farm), maupun
areal pertanian.
2.5

Jenis Hama Pengganggu

Hama adalah binatang atau hewan yang karena keberadaannya dapat


menimbulkan gangguan atau kerugian pada manusia.
1)

Kecoa

Kecoa adalah serangga cosmopolitan dan merupakan binatang malam yang


sangat senang akan tempat-tempat lembab, dan banyak terdapat sisa
11

makanan.

Tempat

hidup

kecoa

antara

lain

celah-celah

disekitar

pembuangan air limbah, dapur, tempat pembuangan sampah, gudang


makanan atau toilet.
2)

Semut

Perilaku semut semut selalu meninggalkan jejak berupa feromon yang


merupakan alat penunjuk bagi semu lannya untuk mengikuti jejak rekannya.
Semut sangat tertarik dengan makanan yang aromatik dan manis. Menyukai
tempat yang lembab dab sarang biasanya terdapat pada celah dekat sumber
makanan baik yang berupa cair maupun padat. Semut serangga sosial
( berkoloni dan sistim kasta ) yaitu kasta reproduktif (raja & ratu ) dan kasta
pekerja, pemakan apa saja ( scavenger ), membersihkan diri sendiri dan
transfer makanan diantara sesama semut.
3)

Lalat

Perilaku lalat aktif hanya di siang hari, sedangkan pada malam hari mereka
beristirahat di tempat-tempat seperti : tanaman, pagar, langit-langit, kabel
listrik dan sudit bangunan. Lokasi istirahat tidaka jauh dari lokasi mereka
mencari makan, biasanya 1 3 meter di atas permukaan tanah. Merugikan
karena mentrasfer bibit penyakit, pemakan bahan-bahan organik dari
sampah dan bangkai, bersayap satu pasang.

4)

Nyamuk

Perilaku nyamuk berbeda untuk masing-masing speciesnya, sebagai contoh


nyamuk demam berdarah aktif pada siang hari, sedangkan nyamauk rumah
aktif pada malam hari. Tempat berkembang biak nyamuk demam berdarah
12

pada

air

bersih,

sedangkan

nyamuk

rumah

pada

air

yang

banyak

mengandung bahan organik, seperti saluran pembuangan air, got-got dll.


5)

Tikus

Perilaku tikus salah satu kebiasaan tikus yang merugikan adalah mengasah
gigi depannya agar tidak tumbuh menembus rahangnya. Hal ini dapat
dilakukan pada kabel-kabel listrik atau komputer, pintu yang terbuat dari
kayu, pipa air, pipa listrik dll dan dimanapun dia bisa mengerat maka dia
dapat mengerat. Bahkan dia dapat membuat lubang yang dapat merusak
pondasi rumah.
2.6

Tahapan pengendalian

1)

Inspeksi akan keberadaan hama dan foktor pendukungnya.

2)

Indentfikasi akan sasaran

3)

Pemilihan metode pengendalian akan hama yang aman baik itu


pestisida, hamanya maupun lingkungan.

4)

Implementasi pekerjaan apakah dengan kimia atau non kimia


Evaluasi pekerjaan baik itu metode, bahan dan hasil.

- Implementasi pekerjaan non-kimiawi


Perangkap ( trapping )
Vacum ( vacuming )
Penutupan jalur ( proofing )
13

Pencahayaan ( lighting )
Pendempulan ( sealing )
Pengaturan kelembaman ( exhausting )
Penghilangan sarang ( harborage removal )

- Implementasi kimiawi
Pengumpanan ( baiting )
Pengkabutan ( misting )
Penyemprotan ( spraying )
Pengasapan ( fogging )
Suntik bahan kimia ( injection )
Penaburan ( spreading )

2..7 Contoh Kasus

Cegah Zika, Lavitrap Dipasang di Area Bandara Soekarno-Hatta

14

JAKARTA, KOMPAS.com - Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandara


Soekarno-Hatta, Tangerang, memasang sekitar 500 lavitrap di area bandara
untuk mencegah penyebaran virus zika. Lavitrap merupakan perangkap
larva
atau
perindukan
nyamuk
buatan.
Melalui siaran tertulis, Kepala KKP dr. H.C. Susanto, MSA, Sp.KP mengatakan,
pemasangan lavitrap di wilayah bandara diperlukan untuk mencegah
perkembangan nyamuk Aedes Aegypti yang membawa virus zika.

Tujuan pengendalian vektor adalah upaya untuk menurunkan kepadatan


populasi nyamuk Aedes sampai serendah mungkin sehingga kemampuan
sebagai vektor menghilang," kata Susanto, Kamis (15/9/2016).

Lavitrap akan ditempatkan di area bandara yang rentan menjadi lokasi


berkembangbiaknya nyamuk. Nyamuk Aedes dapat bertelur di lavitrap.
Namun, larva yang tumbuh akan bergerak ke dasar dan terperangkap di
bawah kasa.

15

Akhirnya, larva pun gagal berkembang menjadi nyamuk dewasa. Meskipun


tetap tumbuh menjadi nyamuk dewasa, nyamuk tidak akan bisa terbang dan
mati.

dok. KemenkesLavitrap atau perangkap larva yang dipasang di wilayah Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang.

Sebagai langkah antisipasi penyebaran zika, di bandara internasional


tersebut sebenarnya sudah dipasang thermal scanner. Akan tetapi, thermal
scanner dinilai kurang efektif untuk mengidentifikasi seluruh penumpang
dari infeksi zika.
Sebab, masa inkubasi Virus zika adalah 2-7 hari setelah terinfeksi virus ini.
Gejalanya antara lain, demam mendadak, lemas, kemerahan pada kulit
badan, punggung dan kaki, nyeri otot dan sendi, sakit kepala, hingga mata
merah. Beberapa orang yang terinfeksi juga tidak mengalami demam tinggi.
Tak tertutup kemungkinan virus zika juga menyebar di Indonesia. Apalagi,
saat ini sudah ditemukan sekitar 250 kasus infeksi virus zika di Singapura,
negara yang sangat dekat dengan Indonesia.
Penulis
Editor

: Dian Maharani
: Bestari Kumala Dewi

16

BAB III
PENUTUP
3.1

Kesimpulan

Adapun kesimpulan dari makalah ini yaitu :


1) Bandara merupakan lapangan terbang yang digunakan untuk mendarat
dan lepas landas pesawat udara, naik turun penumpang,dan bongkar muat
kargo atau pos, serta dilengkapi dengan fasilitas keselamatan
penerbangan dan sebagai tempat perpindahan antar transportasi.
2) Housekeeping atau Tata Graha adalah salah satu bagian atau department
yang ada di dalam bandara yang menangani hal hal yang berkaitan
dengan keindahan, kerapian, kebersihan, kelengkapan dan kesehatan
seluruh fasilitas bandara, juga area area umum lainnya.
3) Pest kontrol ialah suatu konsep pengendalian yang dilakukan melalui
pemilihan atau gabungan beberapa metode pengendalian yang
kompetible, aman dalam penggunaan pestisida, efektif dalam hasil dan
efesien dengan biaya.
4)

Alat kerja pest kontrol adalah Fogging machine,


Spraycan atau Compression Sprayer, ULV (Ultra Low Volume) Cold Fogger
dan Mist Blower.

5) Jenis hama penggangu yaitu kecoa, semut, nyamuk, lalat dan tikus
6) Tahapan pengendalian pest kontrol yaitu Inspeksi akan keberadaan hama
dan faktor pendukungnya, Indentfikasi akan sasaran, Pemilihan metode
pengendalian akan hama yang aman baik itu pestisida, hamanya maupun

17

lingkungan dan Implementasi pekerjaan apakah dengan kimia atau non


kimia. Evaluasi pekerjaan baik itu metode, bahan dan hasil.

DAFTAR PUSTAKA
http://stfatimahimha021.blogspot.co.id/2015/04/normal-0-false-false-falseen-us-x-none_28.html
http://jewelrahmadhanny.blogspot.co.id/2013/01/sanitasi-bandara.html
http://bebibluu.blogspot.co.id/2010/09/fungsi-dari-penyemprotan-pestcontrol.html
https://id.wikipedia.org/wiki/Bandar_udara
http://health.kompas.com/read/2016/09/16/101300023/cegah.zika.lavitrap.di
pasang.di.area.bandara.soekarno-hatta

18