Anda di halaman 1dari 20

Terobosan Terbaru Alat

Inhalasi untuk PPOK

DR.Dr.Irawati Djaharudin SpP(K)

Apa itu PPOK ?


PPOK adalah penyakit yang dapat diobati dan dicegah, yang
ditandai dengan adanya penyempitan saluran pernapasan yang
tidak akan sepenuhnya kembali seperti semula (not fully
irreversible)
Post-bronchodilator spirometry untuk diagnosis FEV1/FVC <0.70
Terapi farmakologi sebaiknya melihat individu pasien, dengan
melihat tingkat keparahan gejala, risiko eksaserbasi
kedepannya, ketersediaan obat dan respon pasien terhadap
terapi yang diberikan

Maintenance therapy dengan long-acting bronchodilators adalah


kunci dari manajemen terapi PPOK
COPD, chronic obstructive pulmonary disease; FEV1, forced expiratory volume in 1 second; FVC, forced vital capacity
2

Akibat terjadinya eksaserbasi pada pasien


Perburukan simptom1,2
Berakibat pada aktivitas sehari-hari3
Perburukan status kesehatan4
Dirawat di rumah sakit3
Perlu waktu yang lebih lama lagi untuk
pulih1
Risiko kematian yang lebih tinggi5

COPD, chronic obstructive pulmonary disease

1. Seemungal TA, et al. Am J Respir Crit Care Med. 2000;161:1608-1613. 2. Donaldson GC, et al.
Thorax. 2002;57:847-852. 3. Pitta F et al. Chest. 2006;129:536-544.
4. Spencer S, et al. Thorax. 2003;58:589-593; 5. Soler-Catalua JJ, et al. Thorax. 2005;60:925-931.
3

1: mild=FEV1 80%
2: moderate=50% Jumlah
FEV1 <80%
eksaserbasi PPOK di tahun
3: severe=30% FEV1 <50% sebelumnya
4: very severe=FEV
(2 termasuk
1 rawat inap severe)
1 <30%

Klasifikasi Pasien PPOKz


Risk
GOLD Classification of Airflow Limitation

GOLD 2015

GOLD 3 atau 4 pasien


berisiko
tinggi
Pasien
dengan
riwayat eksaserbasi yang
risiko
Eksaserbasi
eksaserbasi
sering atau berat memiliki
tinggi adalah kejadian penting
yang perlu diperhatikan dalam PPOK
terjadi eksaserbasi berikutnya

(C)

(D)

(A)

(B)

less symptoms

More symptoms

mMRC 0-1
CAT <10

mMRC 2
CAT 10

Risk
Exacerbation history

Dalam GOLD sebelumnya kategori


C:
D:
Pasien dapat mengukur tingkat
sesak napas dengan
mMRC
*
*
pasien hanya berdasarkan FEV1
ICS+LABA
ICS+LABA
questionnaire
2
saja; GOLD terbaru
or
and/or
3
High exacerbation
risk,
LAMA risk, High exacerbation
LAMA CAT
mengklasifikasikan
berdasarkan
untuk mengetahui
0-1=sesak napas
bergerak cepat
atau jalan diadalah 8 pengukuran
lesssaat
symptoms
More symptoms
status kesehatan akibat
(skor 0-40);
risikoPPOK
eksaserbasi,
fungsi pasru dan
tempat yang menanjak
berkaitan erat
dengankarena
SGRQ risiko eksaserbasi
simtom
2=berjalan pelan dibandingkan orang lain yang seusia;
berhenti berjalan
untuk
2
A: mengambil napas;
B: tidak bisa
1 potong 10
*Terapi
maintenance
Titik
poin pada
skala CAT dengan inhalasi
keluar rumah atau memakai
karena
mudah
SAMA baju sendiri
LAMA
* mengukur terapi rutin
long-acting
bronchodilator
untuk simtom
sesak
napas
or
or
direkomendasikan
di grup
termasuk sesak
napas
SABA risk, Low exacerbation
LABA risk, 0
1 Low exacerbation
B, C dan D

Symptoms
CAT, COPD Assessment Test; COPD, Chronic Obstructive Pulmonary Disease; FEV1, forced
expiratory volume in 1 second; GOLD, Global Initiative for Chronic Obstructive Lung Disease; ICS,
inhaled corticosteroid; LABA, long-acting 2-agonist; LAMA, long-acting muscarinic antagonist; SABA,
short-acting 2-agonist; SAMA, short-acting muscarinic antagonist; mMRC, modified Medical
Research Council questionnaire; SGRQ, St Georges Respiratory Questionnaire

From the Global Strategy for the Diagnosis,


Management and Prevention of COPD,
Global Initiative for Chronic Obstructive
Lung Disease (GOLD) 2014. Available from:
http://www.goldcopd.org/.
4

Strategi Global untuk Diagnosis, Manajemen dan Pencegahan PPOK

Manage PPOK Stabil: Terapi Farmakologi


Pasien

Pilihan Utama

Pilihan Alternatif

Terapi Lain yang Bisa


Digunakan**

SAMA prn
atau
SABA prn

LAMA
atau
LABA
atau
SABA and SAMA

Theophylline

LAMA
or
LABA

LAMA and LABA

SABA dad/atau SAMA


Theophylline

LAMA dan LABA


atau
LAMA dan PDE4-inh
atau
LABA dan PDE4-inh

SABA dan/atau SAMA


Theophylline

ICS + LABA dan LAMA atau


ICS+LABA dan PDE4-inh. atau
LAMA dan LABA atau
LAMA dan PDE4-inh.

Carbocysteine
SABA dan/atau SAMA
Theophylline

GOLD merekomendasikan
penggunaan
LAMA
di
semua
grup
LAMA di semua grup pasien
pasien sesuai dengan uji klinis
Tiotropium
LAMA
atau
ICS + LABA

LAMA
dan/atau
ICS + LABA

** Pengobatan di kolom ini dapat digunakan sebagai tunggal atau kombinasi terapi dengan obat yang ada dalam kolom
pilihan utama atau alternatif

GOLD Updated 2014

Terapi Maintenance dengan Long-acting


Bronchodilator adalah Kunci untuk
Manajemen Terapi PPOK
Bronchodilator menunjukkan benefit dalam :
Perbaikan Fungsi Paru
Mengurangi Gejala

Bronchodilator

Meningkatkan
Kemampuan dalam
Beraktivitas
Memperbaiki Kualitas Hidup
Mengurangi Risiko
Eksaserbasi
Ferro TJ. Clin Pulm Med 2005;12(4 Suppl):S13-S15;
Decramer M. Eur Respir Rev 2006;15(99):51-57.
6

Tiotropium is available in two devices : HandiHaler and


Respimat
HandiHaler

Respimat SMI

Respimat adalah generasi baru, propellant-free inhaler, merupakan terobosan


terbaru yang mengedepankan inovasi untuk memaksimalkan kenyamanan pasien dan
hasil yang lebih baik
Pasien bisa memilih alat mana yang lebih disukai (HandiHaler atau Respimat )
karena keduanya telah tersedia di Indonesia
HandiHaler adalah alat Tiotropium yang paling banyak diresepkan untuk PPOK di
seluruh dunia.

Tiotropium menurunkan risiko eksaserbasi severe hingga


28% versus LABA salmeterol

POET-COPD head-to-head trial

28%

Proportion with severe


COPD exacerbation (%)

10

risiko eksaserbasi
dapat diturunkan
dengan Tiotropium
dibandingkan
salmeterol

Salmeterol 50 g
(N=3669)

P<0.001
(log rank test)

Tiotropium HandiHaler 18 g
(N=3707)

30

60

90 120 150 180

210 240 270 300

330 360

Days

Vogelmeier C, et al. N Engl J Med. 2011;364:1093-1103. COPD, chronic obstructive pulmonary disease; LABA, long-acting 2-agonist; POETCOPD, Prevention Of Exacerbations with Tiotropium in Chronic Obstructive Pulmonary Disease.

Tiotropium Respimat signifikan menunda terjadinya


eksaserbasi pertama 205.372 trial

Probability of COPD
exacerbation (%)

50

31%

40

RISK
REDUCTION
versus placebo

30
20

Placebo

Tiotropium
Respimat 5 g

(P<0.0001)

10
0

30

60

90

120 150 180 210 240

270 300 330 360

Duration of exposure (days)


205.372 Tiotropium Respimat
1 tahun, melibatkan 3991 pasien dari 31 negara
Tiotropium Respimat 5 g versus plasebo ditambahkan pada terapi yang sudah digunakan sebelumnya (bukan
antikolinergik)
Termasuk pasien moderate hingga severe
Tiotropium Respimat 5 g signifikan memperbaiki co-primary study endpoint terhadap waktu terjadinya
eksaserbasi pertama
Bateman ED, et al. Respir Med 2010;104(10):1460-1472. COPD, chronic obstructive pulmonary disease.

SPIRIVA Respimat SMI (Soft Mist Inhaler):


Efikasi dan keamanan dari beberapa uji klinis
Efikasi SPIRIVA Respimat dievaluasi dalam 9 penelitian1 dengan durasi dari
4 minggu hingga 2,3 tahun
Total 9137 pasien mendapatkan SPIRIVA Respimat 5 g; pria-wanita, usia
40 tahun, terdiagnosa PPOK grade moderate-very severe, riwayat merokok
10 pack-years2
Dibandingkan dengan plasebo, terbukti memperbaiki secara signifikan dalam:

Fungsi paru
Menurunkan risiko kejadian eksaserbasi (termasuk eksaserbasi berat)
Kualitas hidup
Simtom (dyspnoea)

Keamanan dianalisa dalam 7 penelitian plasebo terkontrol dengan 2440


patient-years :3
Secara umum ditoleransi dengan baik dengan profil keamanan sebanding dengan
SPIRIVA HandiHaler dalam penelitian TIOSPIR 4
Adverse events yang sering terjadi adalah ringan dan diketahui sebagai efek
samping antikolinergik pada umumnya (seperti dry mouth, urinary retention)
COPD, chronic obstructive pulmonary disease; DPI, dry powder inhaler; HRQoL, healthrelated quality of life; LAMA, long-acting muscarinic antagonist; SMI, Soft Mist Inhaler;
TIOSPIR, Tiotropium Safety and Performance in Respimat

1. www.clinicaltrials.gov; 2. Boehringer Ingelheim: data on file;


3. Halpin D, et al. ATS 2014 [abstract A5973].
4. Wise RA, et al. N Engl J Med. 2013;369:1491-1501.
10

Respimat Soft
Mist Inhaler

Karakteristik Inhaler dan Pilihan


Pasien

11

Easy
B

Cheap

Portable

aerosol

Minimal
side effect

Selective

diadaptasi dari Chrystyn H. Int J Clin Pract. 2007;61:1022-1036.

Apa itu Respimat SMI?


Respimat SMI adalah alat inovatif
generasi baru, inhaler yang bebas
propelan
Memberikan dosis secara terukur dengan
kabut halus yang nyaman
Didesain untuk mengatasi permasalahan
seperti:

Terbatasnya obat yang bisa masuk dalam


paru (deposisi paru tidak maksimal)
Ketidakmampuan pasien dalam koordinasi
yang mengakibatkan inhalasi kurang
efektif

SPIRIVA Respimat: dosis 2.5 g/puff

www.respimat.com

Dosis harian yang direkomendasikan


untuk PPOK adalah 2 puff/hari

SMI, Soft Mist Inhaler


13

Bagaimana Respimat bekerja?

14

Kelebihan dan Kekurangan Inhaler yang


Tersedia di Pasaran
Respimat SMI

Kelebihan

Best of both worlds: minimal


koordinasi dibandingkan DPI,
tidak perlu inspirasi kuat seperti
halnya pMDI
Bebas propelan1
Deposisi paru yang lebih banyak
karena slow-moving aerosol1
Partikel sangat lembut dan
nyaman1
Reproducible lung deposition

Kekurangan

DPI, dry-powder inhaler;


pMDI, pressurized metered-dose inhaler;
SMI, Soft Mist Inhaler

DPIs

pMDIs

Aktuasi dan inhalasi dilakukan


bersamaan saat inspirasi1,2

Dapat digunakan pada


pasien dengan sedikit
iinspirasi2
Convenient1

Memerlukan inspirasi kuat1


Sensitif terhadap kelembaban2

Memerlukan koordinasi
antara aktuasi dan
inhalasi1,2

1. Hodder R, Price D. Int J COPD. 2009;4:381-390; 2. Beaucage D, Nesbitt S. Using Inhalation


devices. In: Bourbeau J, Nault D, Borycki E, eds. Comprehensive management of chronic
obstructive pulmonary disease. Hamilton, Ontario, Canada: BC Decker, 2002:83-107.
15

Respimat SMI menghasilkan aerosol dengan kecepatan


rendah dengan jangkauan yang lebih panjang sehingga
mampu mencapai bagian paru yang lebih dalam

Soft mist (kabut halus) yang dihasilkan oleh Respimat SMI bergerak lebih lambat dan memiliki
jangkauan yang lebih panjang dibandingkan kabut aerosol dari pMDIs
Rerata kecepatan 10-cm dari corong: Respimat SMI, 0.8 m/detik; pMDIs, 2.0-8.4 m/detik
Durasi: Respimat SMI, 1.5 detik; pMDIs, 0.15-0.36 detik

pMDI, pressurized metered-dose inhaler; SMI, Soft Mist Inhaler

Adapted from Hochrainer D, et al. J Aerosol Med. 2005;18:273282.


Boehringer Ingelheim: data on file.
16

Respimat SMI: Deposisi obat di paru-paru lebih optimal


dibandingkan Genuair dan Breezhaler pada pasien
PPOK yang ringan/berat (in vitro analysis)
80

Dose to the lung (% ND)

70

Mild COPD
Severe COPD

60
50
40
30
20

10
0

Respimat SMI

Breezhaler DPI

COPD, chronic pulmonary obstructive disease; DPI, dry powder inhaler;


ND, nominal dose; SMI, Soft Mist Inhaler

Genuair DPI
Ciciliani AM, et al. ISAM 2013. P049.
17

150
100
50

127 mL
P<0.0001

0
-50
0.5

10

12

Months

Bateman E, et al. Int J COPD. 2010;5:1-12 (Studies 205.254/.255).

Placebo

Trough FEV1
(change from baseline in mL)

FEV1
(change from baseline in mL)

Perbaikan fungsi paru yang jangka panjang


dengan SPIRIVA Respimat

140

120
100

102 mL
P<0.001

80
60
40
20
0
0

12

Months

Bateman E, et al. Respir Med. 2010;104:1460-1472 (Study 205.372).

Tiotropium Respimat

Perbaikan FEV1 : 102-127 mL dalam penelitian selama 1 tahun


FEV1, forced expiratory volume in 1 second; SMI, Soft Mist
18

TIOSPIR spirometry substudy (N=1370):


Respimat sebanding dengan Handihaler baik
trough FVC* maupun FEV1
Favours HandiHaler

-51

Favours Respimat

-3

45
SPIRIVA Respimat 5 g versus
SPIRIVA HandiHaler 18 g

-98

-49

-1
SPIRIVA Respimat 2.5 g versus
SPIRIVA HandiHaler 18 g

-160

-140

-120

-100

-80

-60

-40

-20

20

40

60

80

100

120

Difference in mL

Tidak ada inferioriti untuk FVC, hasilnya sebanding untuk FEV1. pada minggu 24 hingga 120.
*Post-hoc analysis.
FEV1, forced expiratory volume in 1 second; FVC, forced vital capacity

Boehringer Ingelheim data on file.

THANK YOU

CONFIDENTIAL

20