Anda di halaman 1dari 12

SPACE MAINTAINER DAN SPACE REGAINER

DWI SARTIKA
G1G009049

KEMENTRIAN RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI


UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
FAKULTAS KEDOKTERAN
JURUSAN KEDOKTERAN GIGI
PURWOKERTO
2016

SPACE MAINTAINER
Space maintainer yaitu alat yang digunakan untuk menjaga ruang akibat
kehilangan gigi sulung secara dini, alat ini yang dipasang diantara dua gigi. Meskipun
berguna dalam mempertahankan ruang bekas pencabutan tetapi penggunaan space
maintainer terkadang menimbulkan kerusakan pada jaringan lunak mulut terutama pada
penggunaannya dalam waktu yang lama. Space maintainer memiliki fungsi lain seperti
mencegah ekstrusi gigi antagonis dari gigi yang dilakukan pencabutan secara dini,
memperbaiki fungsi pengunyahan akibat pencabutan secara dini dan memperbaiki
fungsi estetik dan bicara setelah dilakukannya pencabutan (Foster, 1997).
Indikasi dan kontra indikasi dalam penggunaan space maintainer harus
diperhatikan dengan baik agar perawatan dapat berhasil sesuai dengan yang diharapkan
(Wilson dkk., 2014). Indikasi penggunaan space maintainer diantara lain:
1. Apabila terjadi kehilangan gigi sulung dan gigi penggantinya belum siap erupsi
sehingga menggantikan posisi gigi sulung yang hilang tersebut dan analisa ruang
menyatakan masih terdapat ruang yang memungkinkan untuk gigi permanennya.
2. Apabila terdapat kebiasaan buruk dari anak, misal menempatkan lidah di tempat
yang kosong atau menghisap bibir maka sebaiknya dilakukan pemasangan space
maintainer diharapkan dapat menghilangkan kebiasaan buruk.
3. Adanya tanda-tanda penyempitan ruang.
4. Kebersihan mulut (OH) baik.
5. Waktu yang tepat untuk menggunakan space maintainer yaitu sesegera mungkin
setelah kehilangan gigi sulung. Kebanyakan kasus yang terjadi penutupan ruang
setelah 6 bulan kehilangan gigi.
Selain indikasi pemakaian space maintainer ada pun kontraindikasi dari pemakaian
piranti ini antara lain:
1. Tidak terdapat tulang alveolar yang menutup mahkota gigi tetap yang akan erupsi.
2. Kekurangan ruang untuk erupsi gigi permanen.
3. Ruangan yang berlebihan untuk gigi tetapnya erupsi.
4. Kekurangan ruang yang sangat banyak sehingga memerlukan tindakan pencabutan
dan perawatan orthodonti.
5. Gigi permanen penggantinya tidak ada.

Menurut Tilakraj (2003) penggunaan space maintainer pada keadaan tertentu tidak
diaplikasikan pada anak, seperti pada kasus-kasus :
1. Apabila gigi yang tanggal sebelum waktunya adalah gigi insisivus decidui, maka
pemasangan space maintainer tidak perlu karena pertumbuhan daerah ini ke arah
transversal sangat cepat dan pergeseran gigi-gigi kaninus ke arah mesial hampir tidak
ada.
2. Apabila tonjolan dan dataran inklinasi dari gigi-gigi di samping gigi yang dicabut itu
sudah mengunci sehingga pergeseran ke arah tempat yang kosong itu terhalang
dengan sendirinya.
3. Apabila pergeseran ke arah tempat yang kosong itu dapat memperbaiki oklusi dari
molar pertama permanen.
4. Apabila pergeseran ke tempat yang kosong dapat memperbaiki adanya gigi depan
yang crowded.
5. Pada anak dengan usia yang masih sangat muda sehingga sulit kerjasama dengan
dokter gigi.
Ada berbagai macam tipe space maintainer, yang dikelompokkan menjadi lepasan
dan cekat. Space maintainer lepasan digunakan pada periode yang relatif singkat,
biasanya sampai 1 tahun. Space maintainer cekat periode yang relatif lebih lama dari
space maintainer lepasan namun tidak menutup kemungkinan pada rentan tertentu
digunakan sesuai kebutuhan kasus. Apabila desain space maintainer cekat baik
sehingga tidak begitu merusak jaringan rongga mulut dibandingkan dengan space
maintainer lepasan, dan kurang begitu mengganggu bagi pasien. Alat ini dapat
digunakan untuk waktu yang lebih panjang, biasanya sampai 2 tahun. Penggunaan
space maintainer yang lama dapat berdampak buruk pada kesehatan mulut, sehingga
apapun jenis space maintainer yang digunakan dan mempunyai efek terhadap rongga
mulut perlu adanya perhatian khusus seperti melakukan kontrol yang baik (Wilson dkk.,
2014).
1. Space maintainer lepasan
Alat ini digunakan pada jangka pendek kurang dari 1 tahun. Selain itu
digunakan khusus bila gigi hilang dalam satu kuadran lebih dari satu gigi. Alat

lepasan ini sering merupakan satu-satunya pilihan karena tidak adanya gigi
penyangga yang sesuai untuk alat cekat. Alat ini dapat ditambahkan gigi-gigi
artificial untuk mengembalikan fungsi estetik. Space maintainer lepasan
digunakan pada rahang atas maupun rahang bawah yang telah kehilangan gigi
bilateral lebih dari satu, alat ini juga digunakan pada kasus tanggalnya gigi M 2
sulung sebelum erupsi M1 permanen. Space maintainer lepasan memiliki desain
yang sederhana, pergerakan fungsional baik dan biaya yang relatif murah.
Perawatan kebersihan dari piranti ini juga penting untuk mengurangi
kemungkinan berkembangnya lesi karies yang baru, alat space maintainer
lepasan dari berbagai tipe tidak boleh dianjurkan untuk pasien anak yang
mempunyai masalah karies dan kebersihan mulut yang jelek. Masalah yang
sering timbul dari pemakaian alat ini adalah malasnya anak memakai alat
sehingga fungsi space maintainer tidak tercapai dan alat jarang dibersihkan
sehingga menyebabkan iritasi jaringan mulut.
Menurut Tilakraj (2003) terdapat klasifikasi dari space maintainer lepasan
yaitu:
a. Kelas 1

: Unilateral maxillary posterior

b. Kelas 2

: Unilateral mandibulat posterior

c. Kelas 3

: Bilateral maxillary posterior

d. Kelas 4

: Bilateral mandibular posterior

e. Kelas 5

: Bilateral maxillary anterior posterior

f.

: Bilateral mandibular anterior posterior

Kelas 6

g.

Kelas 7

: Telah kehilangan satu atau lebih geligi anterior sulung

h.

Kelas 8

: Kehilangan semua gigi sulung

2. Space maintainer cekat


Space maintainer cekat memiliki beberapa macam yang sering digunakan di
dalam klinik seperti band-loop, Crown-loop, distal shoe, dan lingual arch.
a. Band and loop space maintainer
Band and loop dirancang untuk mempertahankan ruang dari tanggalnya satu
gigi di dalam satu kuadran. Alat ini juga digunakan pada kasus tanggalnya

gigi molar satu sulung dan molar dua sulung secara dini sehingga diharapkan
tidak terjadi migrasi ke mesial yang berhubungan dengan erupsinya gigi
molar satu permanen. Kasus tanggalnya gigi kaninus sulung secara dini
untuk mencegah pergerakan insisivus lateral permanen. Band and loop
dalam proses pembuatannya lebih mudah dengan waktu kerja yang singkat
sehingga tidak diperlukan anestesi terlebih dahulu saat pemasangan band
karena tidak memerlukan preparasi pada gigi, kelebihan lainnya dari alat ini
yaitu pengaplikasiannya yang mudah dan lebih ekonomis (Nayak dkk.,
2004).

Gambar 1. Band loop space maintainer


b. Crown-loop space maintainer
Jenis crown loop ini digunakan pada kasus seperti gigi abutment bagian
posterior mengalami karies yang luas dan memerlukan restorasi mahkota
atau gigi abutment pernah mendapatkan perawatan pulpa yang mana dalam
kasus mahkota perlu dilindungi secara menyeluruh. Alat ini memiliki
kontruksi yang tampak ringan, ekonomis, memperbaiki fungsi kunyah dan
tidak menghalangi over erupsi gigi antagonis.

Gambar 2. Crown-loop space maintainer

c. Distal shoe space maintainer


Disatal shoe digunakan saat molar dua sulung hilang sebelum erupsi molar
satu permanen. Fungsi alat ini adalah untuk menuntun erupsi dari molar
pertama permanen ke posisinya yang normal dalam lengkung rahang.
Kontraindikasi dari alat ini pada pasien dengan oral hygiene yang jelek,
pada keadaan dimana hilangnya beberapa gigi sehingga abutment akan
kurang mendukung alloy yang disemen, dan kurangnya kerja sama dari
pasien dan orang tua. Saat keadaan dimana distal shoe merupakan kontra
indikasi, perawatan yang dapat dilakukan dengan menggunakan alat yang
removable atau cekat namun tidak memasuki jaringan tetapi memberi
tekanan pada ridge mesial molar permanen yang belum erupsi.

Gambar 3. Distal shoe space maintainer

d. Lingual arch space maintainer


Menurut Andlaw (1992) lingual arch space maintainer dibagi menjadi dua
yaitu lingual arch pasif dan alat nance rahang atas berikut penjelasan dari
kedua alat tersebut, yaitu:

1) Lingual arch pasif


Merupakan space maintainer pilihan setelah kehilangan banyak gigi
pada lengkung RA/RB, terutama jika insisivus permanen RB terlihat
crowded. Alat ini digunakan sebagai space maintainer bilateral cekat
pada RB dan bersifat pasif karena tidak dapat diatur begitu disemen
pada molar dua sulung. Adapun keuntungan dari alat ini yaitu karies
gigi rendah, ekonomis, dan adaptasi dengan pasien lebih baik (Andlaw,
1992).

Gambar 4. Lingual arch

2) Alat Nance rahang atas / Palatal arch


Alat Nance digunakan ketika satu atau lebih molar susu tanggal secara dini
pada rahang atas. Alat ini didesain seperti pada lingual arch soldering
kecuali pada bagian anterior kawat tidak menyentuh permukaan lingual
pada gigi depan atas, kawat lingual dapat mengikuti bentuk palatum dan
kawat yang digunakan berukuran 0.025 inchi. Pada penggunaan lingual
arch space maintainer ini pasien harus diperiksa secara periodik untuk
memastikan bahwa kawat lingual tidak mengganggu erupsi dari gigi C dan
P, serta tidak mengganggu jaringan palatum (Andlaw, 1992).

Gambar 5. Palatal arch

Pemasangan space maintainer memerlukan perhatian khusus dari dokter gigi,


pasien maupun orang tua dari pasien. Rencana perawatan ditentukan sesuai dengan
diagnosis. Setelah pasien diberikan pendidikan kesehatan gigi dan oral propilaksis,
dokter gigi segera melakukan perawatan pada pasien. Dokter gigi juga melakukan
pencetakan sebagai pedoman untuk pembuatan alat. Pada kunjungan selanjutnya
dilakukanlah pemasangan alat. Pasien diminta untuk kontrolsatu minggu kemudian
setelah itu perlu dilakukan pemeriksaan keutuhan dari space maintainer, kondisi gigi
penyangga dan gingivanya (Andlaw, 1992). Pasien selalu diberikan edukasi mengenai
pentingnya menjaga kebersihan mulut selain itu dokter dapat melakukan perawatan
lainnya seperti perawatan aplikasi florida topikal untuk mencegah karies dan
dekalsifikasi gigi, penyemenan ulang band molar dengan interval enam bulan,
pemeriksaan foto rontgen untuk melihat reaksi jaringan pada pemasangan alat, scalling
dengan hati-hati pada gigi yang memiliki karang gigi, pengangkatan debris dan
pembersihan poket, penggunaan sikat gigi yang lunak untuk menghilangkan sisa-sisa
makanan dan dental plak dan kontrol selanjutnya setiap empat bulan.
SPACE REGAINER
Space regainer adalah alat aktif yang digunakan untuk memperoleh kembali
ruangan yang telah menyempit pada lengkung gigi sebanyak 3mm. Fungsi dari alat ini
mendapatkan kembali ruangan yang pernah ada akibat shifting/drifting gigi yang telah
mengalami penyempitan. Penyebab dari penyempitan ruangan ini yaitu: premature loss,
menegakkan kembali gigi permanen yang miring dan maloklusi kelas I tipe 5
(neutroklusi dengan mesial drifting). Hal yang perlu diperhatikan pada penggunan
space regainer yaitu apakah terdapat ruangan yang cukup untuk gigi dalam keadaan
posisi tegak, karena dalam perawatan menggunakan space regainer akan ada gerakan
dimana gigi harus diputar, diluruskan atau digeser, terdapat interferensi oklusal antara
gigi rahang atas dan rahang bawah, bentuk akar dari gigi yang akan dirawat apakah
normal atau bengkok serta ada atau tidaknya kelainan pada jaringan periodontal (Wilson
dkk., 2014). Premature loss pada gigi sulung dapat merusak perkembangan serta
kerapian pada gigi normal. Selain itu apabila gigi sulung bergeser didekat tumbuhnya
gigi permanen akan mengganggu jalannya erupsi pada giig permanen. Pemasangan

space regainer yang tepat dan mempertahankan panjang lengkung gigi dapat mencegah
terjadinya maloklusi. Berbagai macam space regainer dapat digunakan tergantung kasus
dan pertimbangan perkembangan gigi, lengkung rahang yang berhubungan, jumlah gii
dan tipe gigi yang hilang (Tilakraj, 2003).
Space regainer memiliki 2 klasifikasi yaitu lepasan dan cekat serta unilateral dan
bilateral. Berikut adalah penjelasan dari space regainer lepasan dan cekat:
1.

Space regainer lepasan


Space regainer lepasan terdiri dari komponen retentif seperti klammer adams,
komponen aktif dapat berupa skrup dan lempeng/plat akrilik. Alat ini memiliki
waktu 3-4 bulan hingga mendapatkan ruangan 3mm. Peranti dengan skrup
mempunyai kelebihan karena gigi yang akan digerakkan dapat diberi klammer
sehingga dapat menahan peranti pada tempatnya didalam mulut.

2.

Space regainer cekat


Space regainer cekat memiliki berbagai macam seperti :
a.

Active loop space regainer


Active loop space regainer ini menggunakan pegas finger yang aktif dengan
penyesuaian sederhana pada loop.

Gambar 6. Active loop space regainer

b.

Jack screw space regainer


Jack screw space regainer menggunakan gaya pada gigi yang berdekatan
dengan aktivasi pada bagian koil terbuka dengan tekanan ke atas.

Gambar 7. Jack screw space regainer

c.

Unilateral space regainer


Unilateral space regainer efektif untuk membuka ruangan yang terjadi pada
premature loss gigi permanen atau gigi sulung, dengan mempertahankan
lengkung rahang. Ruangan didapatkan dengan tekanan ke labial dan lingual
dari pegas koil terbuka NiTi yang berlawanan dengan tabung molar.

`
Gambar 8. Unilateral space regainer

ANALISIS GIGI BERCAMPUR


Menurut Bakar (2012) ada beberapa cara untuk metode perhitungan yang digunakan
dalam analisis periode gigi bercampur, seperti: Metode Nance, Metode Moyers, Metode
Huckaba Dan Metode Johnson & Tanaka.
1.

Metode Nance
Metode nance ini yaitu adanya hubungan antara jumlah mesiodistal gigi desidui
dengan gigi pengganti atau dengan kata lain membandingkan mesio distal kaninus
desidui, molar pertama desidui, molar kedua desidui dimodel/ langsung dengan
jumlah mesiodistal kaninus permanen, premolar pertama, premolar kedua yang

belum tumbuh dari ronden foto.. Tujuan dari metode ini untuk mengetahui apakah
gigi tetap yang akan tumbuh memiliki cukup ruang, kekurangan ruang atau
kelebihan ruang.
2.

Metode Moyers
Ada beberapa kelebihan dari metode moyers ini seperti kesalahan sedikit sehingga
diketahui dengan tepat, tidak butuh banyak waktu, tidak perlu alat khusus dan dapat
dikerjakan dalam mulut atau di model. Metode Moyers ini digunakan untuk
memprediksi kebutuhan ruang gigi kaninus, premolar pertama, premolar kedua.
Dengan mengukur jumlah dari insisivus central dan insisivus lateral kanan kiri
bawah sebagai prediksi. Lalu selanjutnya ukur lebar ruang yang ada untuk erupsi
gigi kaninus, premoral pertama dan premolar kedua, setelah itu dibandikan hasil
pengukuran dengan tabel moyers dan tahap terakhir dengan tentukan besar
diskrepansinya.
Tabel 1. Tabel Moyers
Jumlah lebar insisivus
bawah (mm)
19,5

3.

Jumlah perkiraan lebar kaninus dan premolar pada tiap


kuadran (mm)
Maksila
Mandibula
20,6
20,1

20,0

20,9

20,4

20,5

21,2

20,7

21,0

21,5

21,0

21,5

21,8

21,3

22,0

22,0

21,6

22,5

22,3

21,9

23,0

22,6

22,2

23,5

22,9

22,5

24,0

23,1

22,8

24,5

23,4

23,1

25,0

23,7

23,4

Metode Huckaba

Tabel huckaba untuk mengetahui akurasi lebar mesiodistal masing-masing gigi


3,4,5.
Digunakan rumus : X= (Y) (X) / (Y)
Keterangan :

4.

: lebar mesiodistal gigi yang dicari

: lebar mesio distal gigi susu/ permanen di studi model

: lebar mesio distal gigi yang di foto rontgen

: lebar mesio distal gigi susu/permanen di foto rontgen

Metode Johnson dan Tanaka


Metode johnson dan tanaka untuk menganalisis lebar lengkung gigi, yang
merupakan variasi dari metode Moyers. Untuk mendapatkan perhitungan dari
metode ini maka :
a) ukur jumlah mesiodistal empat gigi insisivus rahang bawah
b) Lalu gunakan rumus :
X = jumlah mesiodistal empat gigi insisivus rahang bawah
2

Jadi, Available space RB = X+10,5 mm


Available space RA = X+11mm
DAFTAR PUSTAKA
Andlaw.R.J., 1992, Perawatan Gigi Anak, Widya Medika, Jakarta
Bakar.A., 2012, Kedokteran Gigi Klinis, Percetakan KITA Junior, Yogyakarta
Foster.T.D., 1997, Buku Ajar Ortodonsia, EGC, Jakarta
Nayak.U.A., Loius.J., Sajeev.R., Peter.J., 2004, Band And Loop Space Maintainer-Made
Easy, Journal Indian Soc Ped Prev Dent September, 3:134-136
Tilakraj.T.N., 2003, Essentials of Pedodontics, Jaypee Brothers Medical Publishers,
India.
Wilson.B., Jumol.J., Punit.B., Priyanka.C., 2014, Review Article Space Management in
Paediatric Dentistry, The Journal Of Dental Panacea,1:68-76