Anda di halaman 1dari 2

Protein total adalah kadar semua jenis protein yang terdapat dalam serum/plasma, yang

terdiri atas albumin, globulin dan lain fraksi yang (protein yang kadarnya sangat rendah).
Pemeriksaan protein total berguna untuk memonitor perubahan kadar protein yang disebabkan
oleh berbagai macam penyakit (Sirajuddin 2011). Total protein terdiri atas albumin (60%) dan
globulin (40%). Bahan pemeriksaan yang digunakan untuk pemeriksaan total protein adalah
serum. Bila menggunakan bahan pemeriksaan plasma, kadar total protein akan menjadi lebih
tinggi 3 5 % karena pengaruh fibrinogen dalam plasma.
Cara yang paling sederhana dalam penetapan protein adalah dengan refraktometer
(dipegang dengan tangan/hand refractometer) yang menghitung protein dalam larutan
berdasarkan perubahan indeks refraksi yang disebabkan oleh molekul-molekul protein dalam
larutan. Indeks refraksi mudah dilakukan dan tidak memerlukan reagen lain, tetapi dapat
terganggu oleh adanya hiperlipidemia, peningkatan bilirubin, atau hemolisis. Total padatan
terlarut bahan dapat diukur menggunakan hand refractometer (Harijono, et al. 2001).
Berdasarkan hasil pemeriksaan protein menggunakan fotometer didapatkan bahwa total protein
sampel serum domba adalah 5,6 g/dL. Hasil tersebut rendah jika dibandingkan range normal
protein domba menurut Radostits (2000) yaitu antara 6-7,9 g/dL.
Metode refraktometri sederhana dan cepat, namun memiliki tingkat akurasi dan spesifitas
yang terbatas. Saat ini, pengukuran protein telah banyak menggunakan analyzer kimiawi
otomatis. Pengukuran kadar menggunakan prinsip penyerapan (absorbance) molekul zat warna.
Sampel serum darah dianalisis terhadap konsentrasi protein total dengan prinsip
fotometer menggunakan kit komersial. Prinsip dasar fotometri adalah pengukuran penyerapan
sinar akibat interaksi sinar yang mempunyai panjang gelombang tertentu dengan larutan atau zat
warna yang dilewatinya. Penggunaan fotometer lebih sering digunakan untuk kebutuhan
laboratorium klinis (analisa darah).
Terdapat dua sampel yang digunakan pada praktikum ini, sampel 1 yaitu serum kambing
dan sample 2 serum domba. Pada praktikum pemeriksaan total protein dengan menggunakan
fotometer, didapatkan hasil total protein serum domba yaitu 6,78 g/dl sedangkan serum kambing
2,335 g/dL. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kadar total protein domba berada dalam keadaan
normal, sedangkan kadar total protein kambing rendah. Nilai normal total protein pada domba
yaitu 6,6 8,3 Gr/dl dan pada kambing 6,2-7,9 g/dL menurut Radostits (2000).
Peningkatan atau penurunan konsentrasi protein total dianggap sebagai suatu
abnormalitas. Peningkatan atau penurunannya dalam sirkulasi darah dipengaruhi oleh
konsentrasi albumin atau globulin atau keduanya (Lassen 2005). Menurut Kaneko (1997),
penentuan konsentrasi protein total serum dapat digunakan sebagai alat bantu diagnostik yang
penting dalam biokimia klinis. Penurunan konsentrasu protein total disebabkan oleh malnutrisi
dan malabsorbsi, penyakit hati, diare kronis, ketidak seimbangan hormone dan kebuntingan

(Kaslow 2010). Kesalahan praktikan saat praktikum juga bisa menjadi salah satu factor yang
menyebabkan hasil yang didapat terlalu jauh dari range normal.
DAFTAR PUSTAKA
Kaslow JE. 2010. Analysis of Serum Protein Protein. Santa Ana : 720 North Tustin Avenue Suite
104, CA.
Sirajuddin S. 2011. Penuntun Praktikum Penilaian Status Gizi Secara Biokimia dan
Antropometri. Makassar: Universitas Hasanuddin
Lassen ED. 2004. Laboratory evaluation of plasma and serum protein. Di dalam: Thrall MA,
editor. Veterinary Hematology and Clinical Chemistry. Lippincott Williams & Wilkins.
Maryland. hlm. 401-402:405.
Kaneko JJ. 1997. Serum proteins and the dysproteinemias. Didalam Kaneko JJ, JW. Harvey, ML
Bruss, editor. Clinical Biochemistry of Domestic Animals. Edisi 5. Academic press.
London, New York, Tokyo.
Harijono, K. Joni, M. Setyo Ani. 2001. Pengaruh Kadar Karaginan Dan Total Padatan Terlarut
Sari Buah Apel Muda Terhadap Aspek Kualitas Permen Jelly. Jurnal Teknologi Pertanian
2 (2) : 110-116
Radostits OM. 2000. Veterinary Medicine, 9th edition. WB. Saunders. London. Pp. 1819-1822.