Anda di halaman 1dari 4

RANCANGAN

QANUN KOTA BANDA ACEH


NO 9 TAHUN 2016
TENTANG
PERLINDUNGAN POHON

BISMILAHIRRAHMANNIRRAHIM
DENGAN NAMA ALLAH YANG MAHA PENGASIH LAGI MAHA PENYAYANG
ATAS RAHMAT ALLAH YANG MAHA KUASA

WALI KOTA BANDA ACEH

Menimbang:

a.

bahwa pohon memiliki peranan yang penting dalam


rangka menjaga kelangsungan hidup bagi seluruh
makhluk

b.

hidup,sehingga

perlu

dilindungi

dan

melestarikan.
Bahwa sebagai upaya perlindungan dan pelestarian
pohon kota banda aceh , telah ditetapkan dalam Qanun
kota banda No 4 Tahun 2009 tentang reancana tata ruang

c.

Mengingat:

a.
b.
c.

wilayah kota banda aceh tahon 2009-2029.


Bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaiman dimaksud
dalam huruf (a) dan huruf (b),perlu menetapkan Qanun
tentang perlindungan pohon.
Pasal 18 ayat (6) undang-undang Dasar Negara Republik
Indonesia tahun1945.
Qanun no.11 tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh
Peraturan pemerintah no.68 tahun 1998 tentang kawasan
suaka alam,Kawasan Pelestarian Alam (lembaran negara
Republik Indonesia tahun 1998 Nomor 13 Tambahan
Negara Nomor 3776)

Dengan Persetujuan Bersama


DEWAN PERWAKILAN RAKYAT KOTA
Dan
WALIKOTA BANDA ACEH

Menetapkan

Qanun kota Banda Aceh tentang PERLINDUNGAN


POHON
BAB 1
KETENTUAN UMUM
Pasal 1

Dalam Qanun ini yang dimaksud dengan :


1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

9.

Daerah adalah Kota Banda Aceh.


Pemerintah adalah pemerintah kota Banda Aceh.
Walikota adalah Wali Kota Banda Aceh.
Dinas Kebersihan dan Keindahan adalah Dinas Kebersihan dan Keindahan Kota
Banda Aceh.
Kepala Dinas Pekerja Umum Bina Marga adalah Kepala Dinas Pekerja Umum Bina
Marga kota Banda Aceh
Pohon adalah tumbuhan yang batangnya berkayu dan dapat bercapai ukuran diameter
10cm atau pada ketinggian bercapai 1,50 meter diatas permukaan tanah.
Perlindungan pohon adalah upaya sistematis dan terpadu yang dilakukan untuk
melestarikan dan mempertahankan fungsi pohon.
Penebangan pohon adalah perbuatan menebang atau memotong pohon dengan cara
tertentu, dan/atau perbuatan memotong ata memangkas dahan/cabang, termasuk
dalam pengertian penebangan pohon adalah kegiatan membakar, melukai
,memberikan zat-zat tertentu, yang dapat menyebabkan pohon menjadi rusak atau
mati.
Pemindahan pohon (transplating) adalah upaya untuk tetap melestarikan pohon
dengan cara memindahkannya ke tempat lain dengan cara dan tehnik yang benar.

BAB II
TUJUAN

Pasal 2
Tujuan penyelenggaraan perlindungan pohon di daerah Kota Banda Aceh yaitu:
a. Mencegah dan membatasi kerusakan pohon yang di sebabkan oleh perbuatan
manusia, daya alam, hama dan penyakit serta sebab lainnya yang dapat
mengakibatkan kerusakan atau kematian pohon;
b. Menjaga keberadaan dan kelestarian pohon di daerah; dan
c. Menciptakan keselamatan bagi kepentingan umum.
BAB III
PENYELENGGARAAN PERLINDUNGAN POHON
Bagian Kesatu
Penyelenggara Perlindungan Pohon
Pasal 3
(1) Penyelenggaraan perlindungan pohon di daerah dilakukan oleh Pemerintah Daerah
Kota Banda Aceh dan masyarakat.
(2) Pemerintah Daerah menyelenggarakan perlindungan pohon di daerah, kecuali
terhadap area yang menjadi milik atau dikuasai orang/badan.area yang memiliki atau
dikuasai oleh pemerintah daerah.
(3) Masyarakat berperan serta dalam penyeleggaraan perlindungan pohon pada area yang
menjadi milik atau dikuasai oleh masyarakat yang bersangkutan dan/atau area yang
memiliki atau dikuasai oleh pemerintah daerah
(4) Pelaksanaan penyelenggaraan perlindungan pohon di daerah yang dilakukan
bersama-sama antara pemerintah daerah dengan masyarakat dilakukan secara
terkoordinasi oleh wali kota atau pejabat yang ditunjuk.
(5) Dalan rangka Penyelenggaraan perlindungan pohon, Pemerintah Daerah melakuka
pendataan jumlah dan jenis pohon yang ada di daerah.
Bagian Kedua
Peran Serta Masyarakat
Pasal 4
Peran Serta Masyarakat dalan Penyelenggaraan perlindungan pohon, dilakukan
melalui kegiatan antara lain:
a. Penanaman pohon;
b. Pemeliharaan pohon;
c. Tidak melakukan kegiatan yang dapat merusak atau mematikan pohon.
BAB IV
PERIZINAN
Bagian Kesatu
Umum
Pasal 5
(1) setiap kegiatan penebangan pohon di daerah yang dilakukan oleh orang atau badan
wajib dilengkapi dengan izin penebangan pohon yang di terbitkan oleh walikota.

(2) Izin penebangan pohon sebagaimana dimaksud pada ayat(1) dikecualikan


terhadappenebangan pohon yang berada di area yang menjadi milik atau dikuasai
oleh orang atau badan.
Pasal 6
(1) Alasan penebangan pohon di daerah dilakukan dengan alasan sebagai berikut:
(a). Keeradaan pohon mengganggu jaringan utilitas.
(b). Keberadaan pohon mengganggu/membahayakan keselamatan/kepentingan
umum.
(c).ditempat atau di sekitar lokasi pohon akan didirikan suatu bangunan atau
akan dipergunakan untuk keperluan akses jalan oleh pemohon.
BAB V
Kewajiban Pemegang Izin Penebangan Pohon
Pasal 7
(1) Kewajiabn pemegang izin penebangan pohon sebagaimana dimaksuddalam
pasal 5 ayat (1):
a. Melaksanakan penggantian pohon.
b. Melaksanakan penanaman pohon sejumlah pohon yang di tebang di lokasi
yang di tentukan oleh kepala dinaskebersihan dan ke indahan.
c. Melakukan penebangan pohon sesuai dengan ketentuan dan persyaratan
yang telah di tentukan dalam izin penebangan pohon; dan
d. Mempertahankan keserasian dan keindahan pohon dalam melakukan
kegiatan penebangan pohon.
(2) Selain kewajiban sebagaimana di maksud pada ayat (1), pemegang izin
penebangan pohon bertanggung jawab terhadap segala akibat yang
menimbulkan atas pelaksanaan penebangan pohon.
(3) Kepala dinas dan kebersihan berhak menentukan lokasi penanaman pohon
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf

b,dilakukan

dengan

mengutamakan penanaman di sekitar kawasan lokasi pohon yang akan di


tebang.
BAB VI
SANKSI ADMINISTRATIF