Anda di halaman 1dari 2

POSBAKUMADIN

POS BANTUAN HUKUM ADVOKAT INDONESIA


Jalan Sosial No. 4444A RT. 09, Kel. Sukabangun. Kec. Sukarami.
Kota Palembang Sumsel, Telp. 081278290234.

TERAKREDITASI MENTERI HUKUM DAN HAM R.I


Nomor
: 01.PBHADIN.... I.16
Lampiran : 1 (Satu) Berkas
Perihal
: SOMASI/ PEMBERITAHUAN

08, November 2016


Kepada Yth.
Kepala (KPKNL)
di :
.LAHAT

Dengan hormat,
Yang bertanda tangan dibawah ini, kami Candra, S.H dkk, Advokat dan Anggota
POS BANTUAN HUKUK ADVOKAT INDINESIA (POSBAKUMADIN) &
Rekan beralamat di Jl. Jalan Sosial No. 4444A RT. 09, Kel. Sukabangun. Kec.
Sukarami. Kota Palembang, bertindak untuk dan atas nama klien kami bapak : Heryanto,
nasabah Bank BRI KC Muara Enim, yang beralamat di : Jl. Pelawaran 1 Gang Damai,
RT.004, RW.004. Kel. Pasar 1, Kec. Muara Enim, berdasarkan Surat Kuasa Khusus
tertanggal 11 Oktober 2016, (Surat Kuasa Terlampir).
Berdasarkan keterangan-keterangan dan data-data yang kami peroleh, maka
melalui surat ini perlu kiranya kami sampaikan mengenai hal-hal sebagai berikut :
1. Bahwa antara klien kami dengan Bank BRI KC Muara Enim telah terjadi
hubungan hukum, yang mana klien kami sebagai nasabah.
2. Bahwa klien kami merasa dirugikan atas hasil pelelangan SHM No.213/Pasar
I Muara Enim an. Heryanto, dengan harga sebesar Rp.350.000.000,- (Tiga
ratus lima puluh juta rupiah), disini terjadi Perbuata Melawah Hukum (PMH)
sesuai dengan ketentuan dalam pasal 1365 KUHPerdata. Kami merasa sangat
dirugikan dengan harga yang sangat rendah/ harga tidak wajar dan rumah
dijual tanpa persetujuan kepada pemilik rumah, padahal kondisi dan
letak/tempat sangat strategis dekat pusat Perkotaan, Taman Kota dan Gedung
olah raga Pancasila Muara Enim, ini harganya tinggi lebih dari nominal
pelelangan dan juga seharusnya sesuai dengan harga pasar (umum), harga limit
(median) serta harga eksekusi (limit bawah) dan tentunya penilaian tersebut tidak
main-main karena dilakukan secara detail bahkan sampai ke material bangunan
yg dipakai.
3. Bahwa kami melihat lelang eksekusi yang dilakukan oleh pihak bank secara
sepihak (tanpa putusan pengadilan) adalah tidak memenuhi rasa keadilan bagi
masyarakat dan disini kami melihat indikasi adanya itikad tidak baik dari
pihak Bank BRI KC Muara Enim. Ini pelelangan yang tidak manusiawi dan
melanggar hak-hak/rasa keadilan. Pelelang yang dilakukan hanya sebesar nilai
hutang dan bunganya padahal nilai aset lebih besar dari sekedar nilai
hutangnya. Bukti bahwa pihak bank tidak memperhatikan hak-hak debetur
adalah dalam menentukan harga limit lelang, harga limit yang ditentukan oleh
pihak bank selaku pemohon lelang ke KPKNL hanya berdasarkan pada jumlah
tanggungan debitur terhadap bank dan hal tersebut jelas-jelas melanggar hak
debetur. Seharusnya didalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor
106/PMK. 06/2013 yang merupakan perubahan dari PMK Nomor 93/PMK.
06/2010 memberikan kontruksi hukum terkait nilai limit khususnya terkait
lelang eksekusi atas barang tetap berupa tanah /dan bangunan.
4. Bahwa disamping itu Klien kami telah menderita kerugian atas tindakan yang
lakukan oleh Bank Bri Kc Muara Enim dan KPKNL Lahat, kenyataan fakta
dilapangan anehnya hanya satu orang peserta saja yang ada. Seharusnya
Pelelangan melibatkan masyarakat secara umum, tak bisa satu orang. Setiap
orang boleh ajukan penawaran. Kalau tak diumumkan, bagaimana orang lain

bisa tahu. Semakin terbuka semakin kredibel sehingga tidak ada pihak yang
keberatan, hal ini harus betul-betul memenuhi prosedur lelang. Apakah
sebelum lelang sudah diumumkan, apakah harga taksiran lelang sudah ada,
Hal ini katakanlah tidak diumumkan sesuai syarat/ prosedur cacat.
5. Bahwa akibat dari hal ini, banyak korban masyarakat yang tidak mampu untuk
melawan ketidak adilan ini, dari oknum bank nakal ataukah ada mafia yang cari
keuntungan. Jelas sangat merugikan klien/keluarga kami dan merupakan
perbuatan melawan hukum (PMH) tidak ada unsur persetujuan atau kata
sepakat, perbuatan ini yang dapat kami tuntut secara hukum. Kerugian yang
timbul karena pelaksanaan lelang telah menjatuhkan harga diri dan
mencemarkan nama baik. Sebetulnya kami tahu apabila semua yang mereka
lakukan kepada keluarga/klien kami ini adalah suatu kezoliman dan kami
melihat jelas indikasi adanya persekongkolan jahat dari mereka yang punya
power dan kewenangan untuk merampas hak-hak kami. Bahwa jika praktekpraktek perbank-kan seperti yang dilakukan, yaitu mengambil keuntungan
dari Bunga Bank, dan dari pembelian/lelang rumah-rumah nasabah yang
dianggap macet dengan harga yang tidak wajar, jika masyarakat merasa
semakin tidak berdaya terhadap kesewenang-wenangan dan ketidak adilan ini,
dan jika masyarakat sudah tidak percaya lagi pada sistem yang berlaku, maka
dengan kondisi seperti ini kami tidak tahu akan seperti apa jadinya Negeri ini.
6. Bahwa bilamana dalam hal ini, pihak/saudara tidak menghubungi kami atau
musyawarah/melaksanakan kewajiban saudara demi keadilan, maka kami
berkesimpulan saudara tidak mempunyai itikad baik untuk menyelesaikan
masalah ini, selanjutnya kami akan menempuh penyelesaian sesuai ketentuan
hukum yang berlaku.

Demikianlah surat ini kami sampaikan kepada Bank Bri Kc Muara Enim,
atas perhatian dan kerjasamanya kami mengucapkan terima kasih.
SALAM JUANG Fiat Justitia Ruat Coelum
POSBAKUMADIN
Kuasa Hukum

Advokat Candra, S.H.


Tembusan :
Kepada Yth.
1.

Kepala Kantor Regional OJK (Otoritas Jasa Keuangan) DKI Jakarta ;

2.

Kepala Kantor OJK (Otoritas Jasa Keuangan) Regional & Sumbagsel ;

3.

Kementrian Hukum dan Ham ;

4.

Kementrian Keuangan RI, Palembang ;

5.

BI (Bank Indonesia), Palembang ;

6.

Pimpinan Pusat POSBAKUMADIN ;

Anda mungkin juga menyukai