Anda di halaman 1dari 62

KATALOG INTERPRETASI PENUTUP LAHAN

N
O
1

INSET

CITRA

Citra SPOT

NLP : 2016-44
Lembar Peta : Tg. Labuhanbiri

KELAS PL

UNSUR INTERPRETASI

Perairan laut
dangkal

Warna : biru
Rona : terang
Tekstur : halus
Situs : dekat hamparan pasir
Pola : memanjang mengikuti
sepanjang garis pantai

Warna : biru
Rona : terang
Tekstur : halus
Situs : dekat hamparan pasir
Pola : memanjang mengikuti
sepanjang garis pantai
Citra Landsat 8 komposit
321

Citra Landsat 8 komposit 421

Catatan :
a. komposit 321 atau warna
asli lebih mumpuni untuk
menunjukan
perbedaan
kedalaman perairan.
b. Terumbu
karang
dan
padang
lamun
masuk
dalam klasifikasi perairan
laut dangkal.
c. komposit
421,
memanfaatkan dua saluran
biru untuk membedakan
kedalaman perairan dan
menajamkan kenampakan
karang.

N
O
2

INSET

CITRA

KELAS PL
Perairan laut
dalam

UNSUR INTERPRETASI
Warna : biru
Rona : gelap
Tekstur : halus
Situs : jauh dari hamparan
pasir

Citra SPOT

Warna : biru
Rona : gelap
Tekstur : halus
Situs : jauh dari hamparan
pasir
Catatan : komposit 321 atau
warna asli lebih mumpuni
untuk menunjukan perbedaan
kedalaman perairan.
Citra Landsat 8 komposit
321
NLP : 2016-43
Lembar Peta : Tl. Bakong

N
O
3

INSET

CITRA

KELAS PL
Rataan
lumpur

UNSUR INTERPRETASI
Warna : coklat
Rona : terang
Tekstur : kasar efek arus laut
Situs : di muara sungai.

Citra SPOT
Warna : coklat
Rona : terang
Tekstur : halus
Situs : dimuara sungai.
Catatan : Komposit 421, saluran
merah menegaskan perbedaan
jenis tutupan lahan mangrove,
lumpur dan air laut.

NLP : 1916-64
Lembar Peta : Tg. Pangar

Citra Landsat 8 komposit


421

N
O
4

INSET

CITRA

KELAS PL
Danau buatan
lainnya

UNSUR INTERPRETASI
Warna : coklat
Rona : gelap
Bentuk : teratur mengikuti
kawasan permukiman
Tekstur : halus
Situs : di sekitar pemukiman

Citra SPOT
Warna : cyan muda
Rona : terang
Bentuk : teratur mengikuti
kawasan permukiman
Tekstur : halus
Situs : di sekitar pemukiman
Catatan:
Tubuh air yang masuk dalam
kategori ini merupakan tubuh
air artifisal yang tidak masuk
dalam
peruntukan
irigasi,
pengendali
banjir,
wisata,
maupun multiguna.

NLP : 1916-51
Lembar Peta : Sepaso
Citra Landsat 8 komposit
421

N
O
5

INSET

CITRA

Citra Hi res

NLP : 1916-51
Lembar Peta : Sepaso

KELAS PL

UNSUR INTERPRETASI

Sungai

Rona : terang
Warna: coklat karena sungai
di Kalimantan banyak
membawa sedimentasi
dan agak kehijauan
karena
mengandung
material organik
Bentuk : tidak beraturan dan
sungai di Kalimantan
tidak terlalu banyak
percabangan,
lebar,
dan panjang.
Situs : dataran tinggi hingga
rendah
Asosiasi : Berhulu di wilayah
yang
lebih
tinggi
dan
bermuara ke darah lebih
rendah berupa tubuh air atau
laut

Rona : terang
Warna: kehijauan karena
mengandung material
organik
Bentuk : tidak beraturan dan
sungai di Kalimantan
tidak terlalu banyak
percabangan, lebar,
panjang.
Situs : dataran rendah
Asosiasi : terdapat di sekitar
area perkebunan dan
permukiman.

Citra Landsat 8 komposit 321

Catatan : komposit 321


memanfatkan kedua saluran
biru (saluran 1 dan 2) pada
landsat 8 untuk menonjolkan
obyek p1erairan.

Rona : Gelap
Warna :Hitam

Citra Landsat 8 komposit 567


N
O

INSET

CITRA

KELAS PL

UNSUR INTERPRETASI

Tambak Garam

Citra Hi res

NLP : 1916-51
Lembar Peta : Sepaso

Rona : Bervariasi dari gelap


hingga cerah
Warna:
coklat
terang
keabuan
hingga
coklat tua
Bentuk
:
kotak
dan
berpetak-petak,
namun
terkadang
petak kurang teratur
Situs : terdapat di wilayah
pesisir
dan
yang
membedakan dengan
tambak udang adalah
jaraknya yang relative
dekat dengan laut
Asosiasi : terdapat di sekitar
area pesisir dekat
dengan laut dan
hutan mangrove.

Rona : bervariasi, rona lebih


gelap merupakan
tambak basah dan
terang merupakan
tambak yang kering
Warna: merah gelap untuk
tambak basah dan
cyan untuk tambak
kering
Bentuk : kotak dan
berpetak-petak
Situs : terdapat di wilayah
pesisir
Asosiasi : terdapat di sekitar
area pesisir dekat
dengan laut dan
hutan mangrove.
Catatan : komposit 456
memanfaatkan
saluran
merah
dan
inframerah
untuk
menonjolkan
kelembaban tanah sehingga
tambak basah dan kering
dapat dibedakan. Perbedaan
antara tambak garam dan
tambak ikan/udang atau
polikultur
terletak
pada
perbedaan warna dalam
blok tambak yang sama
akibat penguapan air asin
yang dilakukan.

Citra Landsat 8 komposit 456

Citra Landsat 8 komposit 567

N
O

INSET

CITRA

KELAS PL

UNSUR INTERPRETASI

Lahan terbuka
lain

Citra SPOT

Warna: hijau yang


merupakan daratan
bervegetasi
Bentuk : tidak beraturan dan
terpecah-pecah
Situs : dataran rendah,
perairan permukaan,
terpisah dari daratan
lain.
Asosiasi : terdapat di area
aliran sungai atau
perairan permukaan
lainnya.

Warna:
merah
yang
merupakan
daratan
bervegetasi
Bentuk : tidak beraturan dan
terpecah-pecah
Situs : dataran rendah,
perairan
permukaan,
terpisah dari daratan
lain.
Asosiasi : terdapat di area
aliran sungai atau perairan
permukaan lainnya

NLP : 1916-63
Lembar Peta : Tanjungmanis

Citra Landsat 8 komposit 432

Catatan : Lahan terbuka lain


selain mencakup fenomena
gosong
sungai
juga
mencakup gosong pantai.
Kenampakan gosong pantai
pada
prinsipnya
serupa
dengan
gosong
sungai
namun berada pada wilayah
lepas pantai. Menggunakan
komposit 432 memanfaatkan
saluran
merah
untuk
meonjolkan lahan vegetasi
dan biru untuk menonjolkan
objek perairan.

N
O
8

INSET

CITRA

KELAS PL
Hamparan pasir
pantai

Citra HI res

UNSUR INTERPRETASI
Rona

:
Terang
karena
merupakan pasir kering
tak terendam air laut
Warna: coklat abu kehitaman,
karena
pantai
di
Kalimantan
timur
merupakan area deposit
sediment.
Tekstur : relative halus
Situs
:
dataran
rendah,
terdapat di sepanjang
pesisir.
Asosiasi
:
terdapat
di
sepanjang pesisir, terdapat
mangrove
sebagai
penciri
kawasan pesisir.

Rona

:
Terang
karena
merupakan pasir kering
tak terendam air laut
Warna: coklat abu kehitaman,
karena
pantai
di
Kalimantan
timur
merupakan area deposit
sediment.
Tekstur : relative halus
Situs
:
dataran
rendah,
terdapat di sepanjang
pesisir.
Asosiasi
:
terdapat
di
sepanjang pesisir, terdapat
mangrove
sebagai
penciri
kawasan pesisir.

NLP : 2016-44
Lembar Peta : Tg.Labuhanbiri
Citra Landsat 8 komposit
321

N
O

INSET

Catatan:
Menggunakan
komposit
321
yang
merupakan warna asli karna
pasir pantai lebih mudah
dikenali
dengan
komposit
tersebut.

CITRA

KELAS PL

UNSUR INTERPRETASI

Area parkir dan


lapangan

Citra SPOT

NLP : 1916-51
Lembar Peta : Sepaso
Citra Landsat 8 komposit
321

Bentuk
:
Oval,
bentuk
lapangan perkantoran.
Rona : Terang
Warna: hijau karena lapangan
berumput
Tekstur : halus
Situs : dataran rendah, di
sekitar permukiman dan
di tengah area bangunan
non permukiman
Asosiasi : terdapat di sekitar
area
bangunan
non
permukiman
(perkantoran)
dan
terhubungan
jaringan
jalan.

Bentuk
:
Oval,
bentuk
lapangan perkantoran.
Rona : Terang
Warna: hijau karena lapangan
berumput
Tekstur : halus
Situs : dataran rendah, di
sekitar permukiman dan
di tengah area bangunan
non permukiman
Asosiasi : terdapat di sekitar
area
bangunan
non
permukiman
(perkantoran)
dan
terhubungan
jaringan
jalan.
Catatan:
Menggunakan
komposit
321
yang
merupakan warna asli karna
lapangan lebih mudah dikenali
dengan komposit tersebut.

N
O
10

INSET

CITRA

Citra SPOT

NLP : 1917-22
Lembar Peta : Kaubun

KELAS PL

UNSUR INTERPRETASI

Penambangan
terbuka bukan
sirtu

Bentuk : tidak beraturan


namun terpusat
Rona : Terang
Warna: Abu-abu kecoklatan
yang merupakan warna
lahan yang tersingkap
Tekstur : halus hingga kasar
Situs : dataran rendah, dekat
dengan aliran air
Asosiasi : dekat dengan aliran
air dan akses jalan.

Bentuk : tidak beraturan


namun terpusat
Rona : Terang
Warna: putih kecoklatan yang
merupakan
warna
lahan yang tersingkap
Tekstur : halus
Situs : dataran rendah, dekat
dengan aliran air
Asosiasi : dekat dengan aliran
air.
Citra Landsat 8 komposit 321

Rona : Cerah hingga sedang


warna : Biru
Pola : Tidak teratur
Situs : Bervariasi, mulai dari
dataran hingga berbukitan
Asosiasi : Lahan terbuka
dengan
pola
garis

pengerukan
serta
dekat dengan jalan

Catatan: perlu ditunjang oleh


informasi
sebaran
area
penambangan
dari
data
sekunder atau lainnya.

Citra Landsat 8 komposit 567

N
O
11

INSET

CITRA

Citra HI res

KELAS PL

UNSUR INTERPRETASI

Penggalian pasir,
tanah, dan batu

Warna: hitam (lahan galian


hitam
kemungkinan
merupakan pasir besi)
Bentuk : teratur,memanjang
Rona : gelap
Tekstur : agak halus yang
merupakan
efek
kerukan.
Situs : terdapat bangunan
keras yang membatasi
area
penambangan
karena
merupakan
kawasan khusus, dan
terdapat jaringan jalan.
Asosiasi : dekat dengan pantai

dan
bersebelahan
dengan
bangunan
industri pengelolanya.

NLP : 1916-51
Lembar Peta : Sepaso

Citra Landsat 8 komposit


456

Warna: hitam (lahan galian hitam


kemungkinan
erupakan
pasir besi)
Bentuk,
rona
:
teratur,memanjang,
gelap
Tekstur : agak halus yang
merupakan efek kerukan.
Situs : terdapat bangunan keras
yang
membatasi
area
penambangan
karena
merupakan
kawasan
khusus,
dan
terdapat
jaringan jalan.
Asosiasi : dekat dengan pantai
dan bersebelahan dengan
bangunan
industri
pengelolanya
Catatan : menggunakan komposit
456 untuk membedakan lahan
galian pasir dan non galian
membutuhkan
informasi
tambahan
sebaran
lokasi
penambangan.

N
O
12

INSET

CITRA

KELAS PL

UNSUR INTERPRETASI

Jaringan jalan
aspal/beton/tana
h

Bentuk dan pola : garis lurus


memanjang,
pola
terpusat
di
sekitar
permukiman.
Rona : terang
Warna : coklat karena jalan
tanah
Tekstur : halus
Situs : di sekitar permukiman
Catatan : -

Citra HI res
Bentuk dan pola : garis lurus
memanjang,
pola
terpusat
di
sekitar
permukiman.
Rona : terang
Warna : coklat karena jalan
tanah
Tekstur : halus
Situs : di sekitar permukiman

Catatan : -

NLP : 1817-32
Lembar Peta : Muarawahau

Citra Landsat 8 komposit


321

N
O
13

INSET

CITRA

Citra SPOT

KELAS PL

UNSUR INTERPRETASI

Bangunan
Permukiman
desa

Bentuk dan pola : kotak, pola


menyebar sepanjang
jaringan jalan
Rona : terang
Warna : bervariasi
Tekstur : kasar
Situs : di sekitar perkebunan
Asosiasi : Terdapat akses jalan
dengan
pola
yang
kurang
teratur
dan
terdapat pekarangan/
vegetasi
kerapatan
sedang disekitarnya

Bentuk dan pola : kotak, pola


menyebar sepanjang
jaringan jalan
Rona : terang
Warna : bervariasi
Tekstur : kasar
Situs : sekitar perkebunan dan
jaringan jalan
Asosiasi : Terdapat akses jalan
dengan
pola
yang
kurang
teratur
dan
terdapat pekarangan/
vegetasi
kerapatan
sedang disekitarnya
NLP : 1817-32
Lembar Peta : Muarawahau

Catatan : Citra Landsat 8 komposit


432

N
O

INSET

CITRA

KELAS PL

UNSUR INTERPRETASI

14

Bangunan
Permukiman
Kota

Rona : Beragam, cenderung


cerah
Tekstur : kasar
Warna : Cenderung ke coklat
keabu-abuan
Pola : Mulai dari teratur
hingga tidak teratur
Situs : Dataran rendah
Asosiasi : selalu dilingkupi
oleh jaringan jalan
yang padat

Citra SPOT
Rona : Cenderung cerah
Tekstur : kasar
Warna : Biru
Pola : Mulai dari teratur
hingga tidak teratur
Situs : Dataran rendah
Asosiasi : selalu dilingkupi
oleh jaringan jalan
yang padat

Citra Landsat 8 komposit 567


NLP : 1916-63
Lembar Peta : Tanjungmanis

INSET

CITRA

KELAS PL

UNSUR INTERPRETASI

O
15

Bangunan
industri,
perdagangan,
dan
perkantoran

Citra SPOT

NLP : 1917-23
Lembar Peta : Muarakarangan

Bentuk : kotak-kotak
Situs : di tengah
perkebunan
Asosiasi : merupakan
bangunan pengelola
perkebunan sawit
Warna : variasi
Tekstur : kasar
Rona : terang

Rona : Sedang
Warna : Bervariasi
Pola : Teratur
Situs : Dataran rendah
Asosiasi : Berada pada
pusat
kota
atau
pusat
kegiatan
lainnya,
terdapat
akses jalan yang
baik.

Bentuk : kotak-kotak
Situs
:
di
tengah
perkebunan
Asosiasi
:
merupakan
bangunan pengelola
perkebunan sawit
Warna : coklat
Tekstur : kasar
Rona : terang
Catatan : Komposit 432
memanfaatkan
saluran
merah untuk membedakan
kawasan perkebunan dan
kawasan bangunan
Citra Landsat 8 komposit 432

Rona : Cenderung cerah


hingga sedang
Warna : Cenderung biru
Pola : Teratur
Situs : Dataran rendah
Asosiasi : Berada pada
pusat kota atau pusat
kegiatan lainnya, terdapat
akses jalan yang baik.
Citra Landsat 8 komposit 567

Catatan:
Perbedaan
antara
bangunan
bukan
permukiman
dengan
bangunan
permukiman
terletak pada akses serta
posisi bangunan itu berada,

dimana bangunan bukan


permukiman
biasanya
terdapat di daerah strategis
dan ukurannya cenderung
lebih
besar
dibanding
dengan
bangunan
permukiman.

N
O

INSET

CITRA

KELAS PL

UNSUR INTERPRETASI

16

Hutan lahan
tinggi primer
kerapatan tinggi

Rona : Agak Gelap


Bayangan : Ada
Warna : Hijau
Tekstur
:
Halus
karena
kerapatan tinggi
Bentuk
&pola
:
runcing,
topografi terlihat
jelas membentuk
pola kelurusan.
Situs : Perbukitan

Citra Hi Res
Rona : Agak Gelap
Warna : Hijau
Tekstur
:
Halus
karena
kerapatan tinggi
Bentuk
&pola
:
runcing,
topografi terlihat
jelas membentuk
pola kelurusan.
Situs : Perbukitan
Catatan :
topografi pada citra Landsat
kurang terlihat jelas.

NLP : 1817-54
Lembar Peta : S. Soloi
N
O

INSET

Citra Landsat 8 komposit


432
CITRA

KELAS PL

UNSUR INTERPRETASI

17

Hutan lahan
tinggi primer
kerapatan
sedang

Citra Hi Res

Rona : Agak terang


Bayangan: Ada
Warna
:
Hijau,
coklat
kekuningan merupakan
lahan terbuka (minim
vegetasi)
Tekstur : Sedang, tekstur
dipengaruhi
keadaan
topografi yang tegas
dan curam.
Bentuk
&pola
:
runcing,
topografi terlihat jelas
membentuk
pola
kelurusan, ada rekahanrekahan.
Situs : Perbukitan

Rona : Agak terang


Bayangan : Ada
Warna
:
Hijau,
coklat
kekuningan merupakan
lahan terbuka (minim
vegetasi)
Tekstur : Sedang, tekstur
dipengaruhi
keadaan
topografi yang tegas
dan curam.
Bentuk
&pola
:
runcing,
topografi terlihat jelas
membentuk
pola
kelurusan, ada rekahanrekahan.
Situs : Perbukitan

NLP : 1827-51
Lembar Peta : X
Citra Landsat 8 komposit
432

Catatan :
Topografi pada citra Landsat

kurang terlihat jelas.

N
O

INSET

CITRA

KELAS PL

UNSUR INTERPRETASI

18

Hutan lahan
tinggi primer
kerapatan
rendah

Citra SPOT

Tekstur

:
kasar,
tekstur
dipengaruhi
keadaan
topografi yang tegas
dan material batuan.
Rona : Agak gelap
Bayangan
:
Ada,
karena
perbukitan terjal
Warna : Hijau untuk vegetasi
gradasi tua ke muda
seiring
menurunnya
kerapatan, hitam untuk
batuan perbukitan
Bentuk
&pola
:
tumpul,
topografi terlihat jelas.
Pola
membentuk
kelurusan
Situs : dataran tinggi

Tekstur

:
kasar,
tekstur
dipengaruhi
keadaan
topografi yang tegas dan
material batuan.
Bayangan
:
Ada,
karena
perbukitan terjal
Warna : merah untuk vegetasi
gradasi tua ke muda
seiring
menurunnya
kerapatan, cyan tua untuk
batuan perbukitan
Bentuk &pola : tumpul, topografi
terlihat
jelas.
Pola
membentuk kelurusan
Situs : dataran tinggi

NLP : 1917-14
Lembar Peta : Tintang

Citra Landsat 8 komposit


456

Catatan :
Menggunakan
komposit
456
memanfaatkan saluran merah
dan
inframerah
untuk

menegaskan kelas kerapatan dan


membedakan vegetasi batuan

N
O

INSET

CITRA

KELAS PL

UNSUR INTERPRETASI

19

Hutan lahan
tinggi sekunder
kerapatan tinggi

Citra SPOT

Citra Landsat 8 komposit


456

NLP : 1917-22
Lembar Peta : Kaubun

Rona : gelap karena homogen


&rapat
Warna : Hijau tua
Bayangan : ada
Tekstur : agak kasar, efek
bentuk
kanopi
dan
topografi
Bentuk dan pola : bentuk
kanopi
bulat,
bentuk
lahan
bergelombang
karena
pola
tanam
melingkar
mengikuti
topografi.
Situs : perbukitan
Asosiasi
:
pola
tanam
mengindikasi adanya
intervensi manusia.
Rona : terang
Warna : orange kehijauan
Bayangan : ada
Tekstur : halus
Bentuk dan pola : bentuk
kanopi
bulat,
bentuk
lahan
bergelombang
karena
pola
tanam
melingkar
mengikuti
topografi.
Situs : perbukitan
Catatan
:
komposit
456
digunakan
untuk
membedakan lahan vegetasi
dan non vegetasi

N
O
20

INSET

CITRA

Citra Hi Res

NLP : 1817-61
Lembar Peta : S. Long
Citra Landsat 8 komposit

KELAS PL

UNSUR INTERPRETASI

Hutan lahan
tinggi sekunder
kerapatan
sedang

Bayangan : Ada
Rona : Agak terang
Warna
:
Hijau,
coklat
kekuningan merupakan
lahan terbuka (minim
vegetasi)
Tekstur : Sedang, tekstur
dipengaruhi
keadaan
topografi yang tegas
dan curam.
Bentuk
&pola
:
runcing,
topografi terlihat jelas
membentuk
pola
kelurusan
Situs : Perbukitan disertai pola
aliran.

432

N
O

INSET

CITRA

KELAS PL

UNSUR INTERPRETASI

21

Hutan lahan
tinggi sekunder
kerapatan
rendah

Citra SPOT

Rona : terang karena lahan


kering
Warna : coklat untuk lahan
terbuka, hijau untuk vegetasi
Tekstur : agak kasar, efek
topografi
Bentuk dan pola : bentuk
lahan bergelombang,
bekas pola tanam
melingkar mengikuti
topografi.
Situs : perbukitan
Asosiasi : pola tanam
mengindikasi adanya
intervensi manusia.

Rona : terang karena lahan


kering
Warna : coklat untuk lahan
terbuka, hijau untuk vegetasi
Tekstur : agak kasar, efek
topografi
Bentuk dan pola : bentuk
lahan bergelombang,
bekas pola tanam
melingkar mengikuti
topografi.
Situs : perbukitan
Asosiasi : pola tanam
mengindikasi adanya
intervensi manusia.

NLP : 1917-22
Lembar Peta : Kaubun
Citra Landsat 8 komposit
321

N
O
22

INSET

CITRA

KELAS PL

UNSUR INTERPRETASI

Hutan lahan
rendah primer
kerapatan tinggi

Rona : Gelap
Warna : Hijau Tua
Pola : Tidak teratur
Situs : Dataran rendah
Asosiasi : Jauh dari pusat
kegiatan manusia dan tidak
memiliki akses jalan

Citra SPOT

Rona : Sedang
Warna : Orange
Pola : Tidak teratur
Situs : Dataran rendah
Asosiasi : Jauh dari pusat
kegiatan manusia dan tidak
memiliki akses jalan

NLP : 1814-53
Lembar Peta :

Citra Landsat 8 komposit 567

Catatan:
-

N
O
23

INSET

CITRA

KELAS PL

UNSUR INTERPRETASI

Hutan lahan
rendah primer
kerapatan
sedang

Rona : Sedang cenderung


gelap
warna : Hijau
Pola : Tidak teratur
Situs : Dataran rendah
Asosiasi : Jauh dari pusat
kegiatan manusia dan tidak
memiliki akses jalan

Citra SPOT

Rona : Sedang cenderung


gelap
warna : Orange kecoklatan
Pola : Tidak teratur
Situs : Dataran rendah
Asosiasi : Jauh dari pusat
kegiatan manusia dan tidak
memiliki akses jalan

NLP : 1814-53
Lembar Peta :

Catatan:
-

Citra Landsat 8 komposit 567

N
O
24

INSET

CITRA

KELAS PL

UNSUR INTERPRETASI

Hutan kota,
jalur hijau dan
taman kota

Rona : Gelap cenderung


gelap
Warna : Hijau
Pola : Teratur
Situs : Dataran rendah
Asosiasi : Dekat dengan
bangunan
strategis
dan
pusat kegiatan, memiliki
akses jalan.

Citra SPOT

Rona : Gelap
Warna : Orange
Pola : Teratur
Situs : Dataran rendah
Asosiasi : Dekat dengan
bangunan
strategis
dan
pusat kegiatan, memiliki
akses jalan.

NLP : 1915-13
Lembar Peta :

Citra Landsat 8 komposit 567

Catatan:
-

N
O
25

INSET

CITRA

KELAS PL

UNSUR INTERPRETASI

Hutan
mangrove
primer
kerapatan
tinggi

Rona : gelap karena


kerapatan tinggi.
Warna : Hijau tua
Tekstur : Halus
Bentuk dan pola : berbentuk
kipas di muara sungai,
pola mengikuti pola
aliran dekat muara.
Situs : masih berada di
wilayah pesisir,
Asosiasi : dekat dengan
lahan
basah
dan
tambak, terpengaruh
aktivitas air laut
Catatan : umumnya hutan
mangrove
di
Kalimantan
luasannya
lebih
besar
daripada di pualu lain.

Citra SPOT

NLP : 1917-22
Lembar Peta : Kaubun

Rona

Citra Landsat 8 komposit 532

:
gelap
karena
kerapatan tinggi.
Warna : merah tua
Tekstur : Halus
Bentuk dan pola : berbentuk
kipas di muara sungai,
pola mengikuti pola
aliran dekat muara.
Situs : masih berada di
wilayah pesisir,
Asosiasi : dekat dengan
lahan
basah
dan
tambak, terpengaruh
aktivitas air laut
Catatan : Komposit 532
memanfaatkan saluran infra
merah dan merah untuk
membedakan
kelembaban
lahan dan jenis vegetasi.

Rona : Sedang
Warna : Orange
Pola : Tidak teratur
Situs : Dataran rendah
Asosiasi : Berada dekat
pantai
dan/atau
muara
sungai, zona air payau.
Citra Landsat 8 komposit 567

Catatan:
Kecerahan
rona
merefleksikan
kerapatan
hutan mangrove sekunder
yang terbentuk.

N
O

INSET

CITRA

KELAS PL

UNSUR INTERPRETASI

26

Hutan Mangrove
sekunder
kerapatan tinggi

Rona : agak gelap karena


kerapatan tinggi
Warna : hijau
Tekstur : agak halus
Situs : pesisir
Asosiasi : di dalam lahan
mangrove terdapat
tambak menunjukan
adanya intervensi
manusia

Citra Hi res

Rona : gelap
Warna : merah tua
Tekstur : Halus
Situs : pesisir,
Asosiasi : di dalam lahan
mangrove terdapat
tambak menunjukan
adanya intervensi
manusia
Catatan :
Komposit 432 memanfaatkan
saluran
merah
untuk
membedakan
kelembaban
lahan dan jenis vegetasi.

Citra Landsat 8 komposit


432
NLP : 1916-51
Lembar Peta : Sepaso

INSET

CITRA

KELAS PL

UNSUR INTERPRETASI

O
27

Hutan
mangrove
sekunder
kerapatan
sedang

Rona : Gelap hingga sedang


Warna : Hijau
Pola : Tidak teratur
Situs : Dataran rendah
Asosiasi : Berada dekat
pantai
dan/atau
muara sungai, zona
air payau.

Citra SPOT
Rona : Gelap hingga sedang
Warna : Orange
Pola : Tidak teratur
Situs : Dataran rendah
Asosiasi : Berada dekat
pantai
dan/atau
muara sungai, zona
air payau.

NLP : 1915-14
Lembar Peta :

Citra Landsat 8 komposit 567

Catatan:
Kecerahan
rona
merefleksikan
kerapatan
hutan mangrove sekunder
yang terbentuk.

N
O
28

INSET

CITRA

Citra SPOT

KELAS PL

UNSUR INTERPRETASI

Hutan
mangrove
sekunder
kerapatan
rendah

Rona : Cenderung
cerah
Warna : Hijau
kecoklatan
Pola : Tidak teratur
Situs : Dataran rendah
Asosiasi : Berada dekat
pantai dan/atau
muara
sungai,
zona air payau.

Rona : Cerah
warna : Orange keabuabuan
Pola : Tidak teratur
Situs : Dataran rendah
Asosiasi : Berada dekat
pantai dan/atau muara
sungai, zona air payau.

NLP : 1915-14
Lembar Peta :

Citra Landsat 8 komposit 567

Catatan:
Kecerahan
rona
merefleksikan
kerapatan
hutan
mangrove
sekunder
yang terbentuk.

N
O
29

INSET

CITRA

KELAS PL

UNSUR INTERPRETASI

Hutan
rawa/gambut
sekunder
kerapatan tinggi

Warna : hijau
Rona : gelap
Bentuk : tidak teratur
Situs : di dataran rendah,
sekitar/di atas rawa, jauh
dari kawasan pesisir.
Tekstur
:
halus
karena
kerapatan tinggi
Asosiasi
:
dekat
dengan
sungai, tinggi yang
tidak homogen dan
dekat
perkebunan
mengindikasi adanya
intervensi manusia

Citra SPOT
Warna : orange
Rona : terang
Bentuk : tidak teratur
Situs : di dataran rendah,
sekitar/di atas rawa, jauh
dari kawasan pesisir.
Tekstur : halus
Asosiasi
:
dekat
dengan
sungai, tinggi yang
tidak homogen dan
dekat
perkebunan
mengindikasi adanya
intervensi manusia

NLP : 1917-23
Lembar Peta : Muarakarangan

Citra Landsat 8 komposit


456

Catatan :
Komposit
456,
saluran
inframerah dan merah untuk
membedakan vegetasi dengan
lahan lainnya

N
O
30

INSET

CITRA

Citra SPOT

KELAS PL

UNSUR INTERPRETASI

Hutan
rawa/gambut
primer
kerapatan
tinggi

Rona : Gelap
Warna : Hijau
Pola : Tidak teratur, rapat
Situs
:
Areal
dengan
kemiringan
lahan
rendah/datar
cenderung cekungan
Asosiasi : Dekat dengan
sungai, berada di
daerah hulu-tengah

NLP : 1813-53
Lembar Peta :

Rona : Gelap
Warna : Orange
Pola : Tidak teratur, rapat
Situs
:
Areal
dengan
kemiringan
lahan
rendah/datar cenderung
cekungan
Asosiasi : Dekat dengan
sungai,
berada
di
daerah hulu-tengah

Citra Landsat 8 komposit 567

Catatan:
Kecerahan
rona
merefleksikan
kerapatan
hutan rawa primer yang
terbentuk. Perbedaan utama
antara hutan primer dan
sekunder adalah ada atau
tidaknya jejak kenampakan
aktivitas manusia disekitar
situs yang diidentifikasi.

INSET

CITRA

KELAS PL

UNSUR INTERPRETASI

O
31

Hutan
rawa/gambut
primer
kerapatan
sedang

Citra SPOT

Rona : Sedang
Warna : Hijau
Pola : Tidak teratur
Situs
:
Areal
dengan
kemiringan
lahan
rendah/datar cenderung
cekungan
Asosiasi : Dekat dengan
sungai, berada di
daerah hulu-tengah

Rona : Sedang
Warna : Orange
Pola : Tidak teratur
Situs
:
Areal
dengan
kemiringan
lahan
rendah/datar
cenderung cekungan
Asosiasi : Dekat dengan
sungai,
berada
di
daerah hulu-tengah

NLP : 1813-54
Lembar Peta :

Citra Landsat 8 komposit 567

Catatan:
Kecerahan
rona
merefleksikan
kerapatan
hutan rawa primer yang
terbentuk

N
O
32

INSET

CITRA

Citra SPOT

KELAS PL

UNSUR INTERPRETASI

Hutan
rawa/gambut
sekunder
kerapatan
sedang

Warna : hijau
Rona : gelap
Bentuk : tidak teratur
Situs : di dataran rendah,
sekitar/di atas rawa, jauh
dari kawasan pesisir,
dekat lahan perkebunan
Tekstur : agak halus karena
kerapatan tinggi
Asosiasi
:
dekat
dengan
sungai, tinggi yang
tidak homogen dan
rawa
terlihat
mengindikasi adanya
intervensi manusia

Warna : orange untuk hutan


rawa, cyan tua untuk rawa.
Rona : terang
Bentuk : tidak teratur
Situs : di dataran rendah,
sekitar/di atas rawa, jauh
dari kawasan pesisir,
dekat lahan perkebunan
Tekstur : agak halus karena
kerapatan tinggi
Asosiasi
:
dekat
dengan
sungai, tinggi yang
tidak homogen dan
rawa
terlihat
mengindikasi adanya
intervensi manusia

NLP : 1917-23
Lembar Peta : Muarakarangan
Citra Landsat 8 komposit

456

N
O

INSET

Catatan :
Komposit 456, saluran merah
untuk
membedakan
jenis
tutupan
lahan,
salurah
inframerah untuk menonjolkan
lahan basah.

CITRA

KELAS PL

UNSUR INTERPRETASI

33

Liputan vegetasi
alami/semi alami

Citra SPOT

NLP : 1817-62
Lembar Peta : S. Petang

Citra Landsat 8 komposit


321

Rona

:
terang
karena
kerapatan sedang dan
tinggi
tanaman
lebih
rendah.
Warna : Hijau
Tekstur : Halus
Asosiasi : Vegetasi tingkat
rendah
berada
di
sekitar
hutan
atau
vegetasi lain, tinggi
lebih
rendah
dari
vegetasi dominan di
sekitarnya

N
O
34

INSET

CITRA

Citra SPOT

KELAS PL

UNSUR INTERPRETASI

Perkebunan
kelapa sawit

Rona : gelap karena homogen


&rapat
Warna : Hijau tua
Tekstur
:
agak
kasar,
tergantungan
kerapatan dan efek
bentuk kanopi
Bentuk dan pola : bentuk
kanopi
bulat,bentuk
kebun
berpetak-petak
pola teratur, sejajar, dan
sistem jarak tanam zigzag saling mengisi antar
satu lajur tanam dengan
lajur lainnya.
Asosiasi : topografi datar,
terdapat batas petak
tanam.

Rona : terang karena kebun


lahan kering
Warna : orange
Tekstur : halus, tergantungan
kerapatan dan efek
bentuk kanopi
Bentuk &Pola : Bentuk kebun
berpetak-petak,
pola
teratur, sejajar
Asosiasi : topografi datar,
dekat dengan lahan
terbuka hasil bekas
lahan sawit

NLP : 1917-22
Lembar Peta : Kaubun

Citra Landsat 8 komposit

Catatan :
Lebih
muda
daripada
mangrove karena kandungan
air lahannya lebih sedikit
terihat dalam komposit 456

456

N
O

INSET

CITRA

KELAS PL

UNSUR INTERPRETASI

35

Kebun campuran

Citra SPOT

Rona : terang
Warna : coklat
Tekstur : kasar karena
vegetasi dan
ketinggiannya
heterogen
Situs : di sekitar perkebunan
dan permukiman
Asosiasi : merupakan bekas
lahan perkebunan
sawit dan mulai
ditumbuhi tanaman
dengan ketinggian
rendah, terdapat
vegetasi jenis lain.

Rona : terang
Warna : coklat
Tekstur : kasar karena
vegetasi dan
ketinggiannya
heterogen
Situs : di sekitar perkebunan
Asosiasi : merupakan bekas
lahan perkebunan
sawit dan mulai
ditumbuhi tanaman
dengan ketinggian
rendah, terdapat
vegetasi jenis lain.

NLP : 1817-31
Lembar Peta : Benheslawas

Catatan : Citra Landsat 8 komposit


321

N
O
36

INSET

CITRA

KELAS PL

UNSUR INTERPRETASI

Semak Belukar

Warna : coklat dan hijau


Tekstur
:
kasar
karena
vegetasi heterogen
Situs : di sekitar perkebunan
Asosiasi : merupakan bekas
lahan
perkebunan
sawit
dan
mulai
ditumbuhi
tanaman
setingkat herba dan
vegetasi lainnya
Rona : bervariasi
Bentuk : berpetak-petak

Citra SPOT
Warna : merah dan coklat
Tekstur
:
kasar
karena
vegetasi heterogen
Situs : di sekitar perkebunan
Asosiasi : merupakan bekas
lahan
perkebunan
sawit
dan
mulai
ditumbuhi
tanaman
setingkat herba dan
vegetasi lainnya
Rona : bervariasi
Bentuk : berpetak-petak

NLP : 1917-11
Lembar Peta : G. Gongnyay

Citra Landsat 8 komposit


321

Catatan :
Komposit
321
digunakan
untuk
membedakan
lahan
bervegetasi rapat dan jarang

(semak belukar)

N
O

INSET

CITRA

KELAS PL

UNSUR INTERPRETASI

37

Semak belukar

Citra SPOT

NLP : 1917-24
Lembar Peta : S.Banka

Citra Landsat 8 komposit

Warna

: coklat dan hijau,


gradasi warna hijau
membedakan
jenis
tanaman
Bayangan : ada
Tekstur
:
kasar
karena
vegetasi heterogen
Situs : di sekitar hutan
Asosiasi : merupakan bekas
lahan hutan dan mulai
ditumbuhi
tanaman
setingkat herba dan
vegetasi lainnya, sisa
pohon terlihat
Rona : gelap untuk tanaman
hutan,
terang
untuk
tanaman
ketinggian
rendah.
Bentuk : tidak teratur
Warna : orange dan cyan, gradasi
warna
orange
membedakan
jenis
tanaman dan kerapatan
Bayangan : ada
Tekstur : kasar karena vegetasi
heterogen
Situs : di sekitar hutan
Asosiasi : merupakan bekas lahan
hutan
dan
mulai
ditumbuhi
tanaman
setingkat
herba
dan
vegetasi lainnya, sisa
pohon terlihat
Rona : gelap untuk tanaman
hutan,
terang
untuk
tanaman
ketinggian
rendah.
Bentuk : tidak teratur

456

N
O
38

INSET

Catatan :
Komposit 456, saluran merah
untuk menegaskan perbedaan
jenis
tutupan
lahan,
merah
menonjolkan
vegetasi,
inframerah menonjolkan tanah.

CITRA

Citra SPOT

KELAS PL

UNSUR INTERPRETASI

Semak

Rona : Sedang hingga gelap


Warna : Hujau diselingi
dengan warna coklat
Pola : Tidak teratur
Situs : Disegala bentukan
lahan
Asosiasi : Biasanya berada di
dekat
kebun/hutan
baik
primer maupun sekunder,
jauh dari pusat kegiatan
manusia.

Rona : Sedang cenderung


cerah
Warna : Orange
Pola : Tidak teratur
Situs : Disegala bentukan
lahan
Asosiasi : Biasanya berada di
dekat
kebun/hutan
baik
primer maupun sekunder,
jauh dari pusat kegiatan
manusia.

Citra Landsat 8 komposit 567

Catatan:
-

NLP : 1815-13
Lembar Peta :

N
O
39

INSET

CITRA

Citra Hi Res

KELAS PL

UNSUR INTERPRETASI

Lahan terbuka
lain

Rona : Terang
Warna : Coklat kekuningan
merupakan
lahan
terbuka
Tekstur : Cenderung halus
Bentuk
&pola
:
tidak
beraturan
namun
teratur mengikuti pola
tanaman di sekitarnya.
Asosiasi : berada di sekitar
hutan atau kebun,
sebagai
lahan
terencana
untuk
pembukaan
lahan
lain.

NLP : 1817-62
Lembar Peta : S. Petang

Rona : Terang
Warna : Coklat kekuningan
merupakan
lahan
terbuka
Tekstur : Cenderung halus
Bentuk
&pola
:
tidak
beraturan
namun
teratur mengikuti pola
tanaman di sekitarnya.
Asosiasi : berada di sekitar
hutan atau kebun,
sebagai
lahan
terencana
untuk
pembukaan
lahan
lain.

Citra Landsat 8 komposit


321

Catatan : -

INSET

CITRA

KELAS PL

UNSUR INTERPRETASI

O
40

Stadion dan
sarana
olahraga

Rona : Cerah
Warna : Cenderung hijau
Pola : Oval
Situs : Dataran rendah
Asosiasi : Dekat dengan pusat
kota, memiliki akses jalan
dengan median yang lebar.

Citra SPOT
Rona : Cerah
Warna : Biru kecoklatan
Pola : Oval
Situs : Dataran rendah
Asosiasi : Dekat dengan pusat
kota, memiliki akses jalan
dengan median yang lebar.

NLP : 1915-41
Lembar Peta :

Citra Landsat 8 komposit 567

Catatan:
Bangunan sarana olahraga
terbuka
sepertihalnya
stadion, kolam renangatau
waterpark dapat diidentifikasi
dari kenampakannya yang
khas dan asosiasinya dengan
pusat kegiatan juga akses
jalan yang baik.

N
O
41

INSET

CITRA

KELAS PL

UNSUR INTERPRETASI

Landas pacu
dan taxiway

Rona : Gelap
Warna : Abu abu
Pola : Lurus/garis
Situs : Dataran rendah
Asosiasi : Berbentuk lurus dan
putus, selalu disertai dengan
bangunan terminal bandara.

Citra SPOT
Rona : Gelap
Warna : Kecoklatan
Pola : Lurus/garis
Situs : Dataran rendah
Asosiasi : Berbentuk lurus dan
putus, selalu disertai dengan
bangunan terminal bandara.

NLP : 1915-41
Lembar Peta :

Catatan:
-

Citra Landsat 8 komposit 567

N
O
43

INSET

CITRA

KELAS PL

UNSUR INTERPRETASI

Terminal
Bandara

Rona : Cenderung carah


Warna : Bervariasi
Pola : Teratur
Situs : Dataran rendah
Asosiasi : Selalu berada dekat
dengan landas pacu, memiliki
akses terhadap jalan

Citra SPOT
Rona : Sedang hingga cerah
Warna : Biru
Pola : Teratur
Situs : Dataran rendah
Asosiasi : Selalu berada dekat
dengan landas pacu, memiliki
akses terhadap jalan

NLP : 1915-41
Lembar Peta :

Catatan:
-

Citra Landsat 8 komposit 567