Anda di halaman 1dari 14

ALIRAN KHAWARIJ

Disusun Oleh : Kelompok 2


1. Nuriah Ningsi
(1532100212)
2. Puput Wahyunita (1532100222)
3. Rahmita Afitri
(1532100228)

Dosen Pembimbing : Raudatul Jannah, M.Hum

Universitas Islam Negeri Raden Fatah


Tahun Ajaran 2015-2016

Kata Pengantar
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT atas rahmat dan karunianya
kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik. Makalah yang berjudul
ALIRAN KHAWARIJ ini membahas mengenai pengertian, sejarah, sebab, dan
penjelasan dari masing-masing topik yang di bahas.
Dalam penulisan makalah ini kami sadari bahwa makalah ini masih jauh dari
kesempurnaan hal itu dikarenakan keterbatasan pengetahuan yang didapat. Oleh
karena itu, kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun dari
para pembaca. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua.
Mohon maaf apabila dalam penulisan makalah ini terdapat banyak kesalahan.
Karena kesempurnaan hanya milik Allah SWT.

Palembang, 2 Oktober 2015

PENULIS

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Perkembangan pemikiran dalam Islam tidak terlepas dari perkembangan sosial
dalam kalangan Islam itu sendiri. Memang, pembahasan pokok dalam Agama Islam
adalah aqidah, namun dalam kenyataanya masalah pertama yang muncul di kalangan
umat Islam bukanlah masalah teologi, melainkan persolaan di bidang politik, hal ini
di dasari dengan fakta sejarah yang menunjukkan bahwa, titik awal munculnya
persolan pertama ini di tandai dengan lahirnya kelompok-kelompok dari kaum
muslimin yang telah terpecah yang kesemuanya itu di awali dengan persoalan politik
yang kemudian memunculkan kelompok-kelompok dengan berbagai Aliran teologi
dan berbagai pendapat yang berbeda-beda.
Dalam sejarah agama Islam telah tercatat adanya firqah-firqah (golongan) di
lingkungan umat Islam, yang antara satu sama lain bertentangan pahamnya secara
tajam yang sulit untuk diperdamaikan, apalagi untuk dipersatukan.
Hal ini sudah menjadi fakta dalam sejarah yang tidak bisa dirubah lagi, dan
sudah menjadi ilmu pengetahuan yang termasuk dalam kitab-kitab agama, terutama
dalam kitab-kitab ushuluddin.
Barang siapa yang membaca kitab-kitab ushuluddin akan menjumpai
didalamnya perkataan-perkataan: Syiah, Khawarij, Qodariah, Jabariah, Sunny
(Ahlussunnah Wal Jamaaah), Asy-Ariah, Maturidiah, dan lain-lain.
Umat Islam, khususnya yang berpengetahuan agama tidak heran melihat atau
membaca hal ini karena Nabi Muhammad SAW juga menggambarkan pada masa
hidup beliau.
Untuk itu dalam makalah ini penulis hendak membahas tentang salah satu
jenis firqah diatas, yaitu golongan khawarij dan pemikirannya.

B. Rumusan Masalah
1.
2.
3.
4.
5.

Apakah pengertian khawarij ?


Bagaimana sejarah berdirinya kelompok khawarij?
Apakah sebab-sebab munculnya kelompok khawarij?
Siapakah tokoh-tokoh kelompok khawarij?
Apa saja pemikiran-pemikiran kelompok khawarij?

C. Tujuan Penulisan
Tujuan dilakukannya penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui :
1.
2.
3.
4.
5.

Pengertian Khawarij
Sejarah berdirinya kelompok khawarij
Sebab-sebab munculnya kelompok khawarij
Siapa tokoh-tokoh kelompok khawarij
Apa saja pemikiran-pemikiran kelompok khawarij

BAB II
PEMBAHASAN

PENGERTIAN DAN SEJARAH BERDIRINYA


KELOMPOK KHAWARIJ

A. Pengertian Khawarij
Kata khawarij menurut bahasa merupakan jamak dari secara harfiah
berarti orang-orang yang keluar, mengungsi atau mengasingkan diri. Istilah ini
bersifat umum yang mencakup semua aliran dalam Islam yang memisahkan diri atau
keluar dari jamaah ummat, sebagaimana yang dijelaskan oleh Asy-Syahrastani:

(Tiap yang memberontak kepada imam yang benar yang disepakati oleh jamaah
dinamakan khawarij)
Jadi khawarij adalah firqah bathil yang keluar dari dinul Islam dan pemimpin
kaum muslimin. Sebagaimana yang disebutkan oleh Ibnu Taimiyah dalam kitabnya
Al-Fatawa, Bidah yang pertama muncul dalam Islam adalah bidah khawarij.
Secara Historis khawarij merupakan orang-orang yang keluar dari barisan Ali
Awalnya mengakui kekuasaan Ali bin Abi Thalib, lalu menolaknya. Namun pada
perkembangan selanjutnya mereka juga adalah kelompok yang tidak mengakui
kepemimpinan Muawiyah.

B. Sejarah Berdirinya Kelompok Khawarij


Kelompok Khawarij lahir sebagai aksi demonstratif atas kebijaksanaan Ali dan
Muawiyah menunjuk perwakilan dalam komporomi untuk mengahiri perang Shiffin.
Peristiwa tersebut dikenal dengan Tahkim (arbitrase).
Kaum Khawarij pada mulanya dikenal sebagai pengikut Ali bin Abi Thalib,
namun karena peristiwa tersebut sehingga mereka meninggalkan Ali. Karena mereka
menganggap Ali telah mendurhakai Allah dengan mengangkat hakim/wali selain

Allah. Bahkan lebih jauh mereka mengkafirkan Ali dan seluruh yang tunduk pada
tahkim tersebut.
Selanjutnya golongan ini dikenal sangat ekstrim dan radikal terhadap pendapat
yang berbeda dengannya. Bahkan secara Ekstrim, mereka melakukan pemberontakan
terhadap pemerintahan yang menurutnya zalim. Sehingga dalam rentang waktu yang
cukup lama kaum ini banyak membuat keonaran.
Kalau ditelusuri kebelakang, maka dapat diketahui bahwa embirio dari seluruh
konflik tersebut berawal dari peristiwa pembunuhan Usman. Mencermati peristiwa
tersebut, ummat Islam terbagi tiga, satu golongan menghendaki untuk menyelesaikan
pembunuhan tersebut sebelum mengangkat khalifah, sementara golongan kedua
menghenadaki secepatnya diadakan pengangkatan khalifah, golongan ketiga adalah
golongan yang netral.
Golongan yang menghendaki segera diangkat khalifah adalah mereka yang
menganggap bahwa yang paling berhak menjadi khalifah setelah Usman bin affan
adalah Ali. Golongan ini pada mulanya mendapat dukungan kuat dari seluruh umat
Islam. Sementara kelompok kedua berdalih bahwa persoalan kekhalifahan adalah
masalah yang tidak terlalu mendesak, sementara yang perlu diprioritaskan adalah
pengusutan kasus pembunuhan Usman, bahkan kelompok ini mensinyalkan kalau Ali
ada di balik pembunuhan Usman dengan menggunakan tangan-tangan lain.
Konflik kelompok pertama dan kedua semakin melebar bahkan berakhir dengan
pertempuran antara sesama muslim. Peperangan Shiffin yang diakhiri dengan tahkim
sebagai cikal bakal lahirnya kelompok Khawarij. Kelompok ini berasumsi bahwa
tindakan politik tersebut telah menabrak aturan agama. Sebab hal tersebut tidak
ditemukan dalam Al-Quran dan Sunnah Nabi Muhammad. Akibatnya mereka
berontak kepada Ali bahkan memusuhinya selama Ali tidak membatalkan
kesepakatannya tersebut.
Atas dasar ini, kemudian golongan yang semula mendukung Ali ini selanjutnya
berbalik menentang dan memusuhi Ali beserta tiga orang tokoh pelaku tahkim

lainnya yaitu Abu Musa Al-Asyari, Muawiyah bin Abi Sofyan dan Amr Bin
Ash.Untuk itu mereka berusaha keras agar dapat membunuh ke empat tokoh ini , dan
menurut fakta sejarah, hanya Ali yang berhasil terbunuh oleh Abdurrahman bin
muljam, sebagai salah seorang utusan khawarij.
Kondisi umat Islam pada waktu itu adalah bias dari kemerdekaan berpikir dan
berijtihad atas masalah yang mereka hadapi. Sebab umat Islam menghadapi sejumlah
problema yang tidak pernah ditemukan pada priode Nabi Muhammad SAW. Lebih
dari itu para sahabat mulai menetapkan hukum dengan berpedoman pada qiyas dan
ijma. Sehingga perseberangan pendapat antara umat Islam sulit terhindarkan. Bahkan
perbedaan pendapat tersebut telah merampas hak Allah yaitu menetapkan seorang
kafir hanya kerena berbeda pendapat
Kaum khawarij kadang-kadang menamakan golongan mereka dengan kaum
syurah artinya kaum yang mengorbankan dirinya untuk kepentingan dan keridhaan
Allah SWT.
Dalam perkembangannya kelompok khawarij ini selalu menentang kelompok Ali
dan Muawiyah dengan mengagungkan slogan tidak ada hukum, kecuali
dari Allah. Oleh al-Jabiri slogan ini pengukuhan sebentuk sakralisasi politik
Memang golongan ini sudah hilang dibawa arus sejarah, dengan berhsilnya
khalifah Dinasti Umaiyah menghentikan gerakan anarkis mereka, dengan
memberikan kebebasan relatif pada level pemikiran, keagamaan dan politik, namun
tidak segan-segan menumpasnya dengan senjata. akan tetapi fahamnya masih
berkeliaran dimana-mana sehingga harus kita waspadai

C. Sebab-sebab Berdirinya Kelompok Khawarij


Dari uraian sejarah

kelahirannya dapat diidentifikasikan beberapa faktor

penyebab kemunculan kelompok khawarij adalah:

1. Perseteruan sekitar masalah khilafah. kemungkinan ini merupakan sebab yang


paling kuat dalam kemunculan Khawarij dan pemberontakan mereka, karena
mereka memiliki pandangan yang khusus dan keras dalam hal ini,sehingga
menganggap penguasa yang ada pada waktu itu tidak berhak menjadi khalifah
bagi kaum muslimin ditambah juga dengan keadaan politik yang tidak menentu
yang membuat mereka berani untuk memberontak terhadap para penguasa,
apalagi mereka menganggap bahwa perselisihan antara Ali dengan Muawiyah
adalah perselisihan memperebutkan kursi kekhilafahan
2. Permasalahan tahkim. Ini pun menjadi sebab yang kuat dari pemberontakan dan
kemunculan Khawaarij, karena mereka mengkafirkan Ali lantaran keridhoan
beliau terhadap perkara ini
3. Kedzaliman para penguasa dan tersebarnya kemungkaran yang banyak
dikalangan manusia. Demikianlah slogan dan propaganda mereka dalam
khutbah-khutbah dan tulisan-tulisan mereka untuk mengambil simpati umat
Islam dengan mengatakan bahwa para penguasa telah berbuat kedzaliman dan
kemaksiatan telah menyebar dan merebak pada masyakat yang ada sehingga
perlu mencegahnya,akan tetapi pada hakikatnya apa yang mereka lakukan
dengan memberontak terhadap penguasa itu lebih besar dari pada kemungkaran
dan kedzoliman yang ada,karena mereka menganggap bahwa membunuh orang
yang menyelisihi mereka merupakan satu ketaatan yang bisa mendekatkan diri
mereka kepada Allah dan menganggap semua penguasa mulai dari Ali kemudian
Bani Umayah dan Abasiyah adalah dzolim tanpa klarifikasi dan kehati-hatian,
padahal menegakkan keadilan dan mencegah kemungkaran bisa dilakukan
dengan cara yang lain tanpa harus mengorbankan dan menumpahkan darah-darah
orang yang menyelisihi mereka baik penguasa atau rakyat.
Disamping faktor-faktor penyebab diatas, kemunculan kelompok khawarij juga
disebabkan oleh :
1. Fanatisme kesukuan.

Fanatisme kesukuan ini merupakan satu dari sebab-sebab munculnya Khawarij.


Fanatisme kesukuan ini telah hilang pada zaman Rasulullah dan Abu Bakar serta
Umar, kemudian muncul kembali pada zaman pemerintahan Utsman dan yang
setelahnya. Dan pada masa Utsman fanatisme tersebut mendapat kesempatan untuk
berkembang karena terjadi persaingan dalam memperebutkan jabatan-jabatan penting
dalam kekhilafahan sehingga Utsman di tuduh mengadakan gerakan nepotisme
dengan mengangkat banyak dari keluarganya untuk menjabat jabatan-jabatan
strategis di pemerintahannya,dan inilah yang dijadikan hujjah oleh mereka untuk
mengadakan kudeta terhadapnya.
2. Faktor ekonomi,
Semangat ini dapat dilihat dari kisah Dzul Khuwaishiroh bersama Rasulullah dan
kudeta berdarahnya mereka terhadap Utsman, ketika mereka merampas dan
merampok harta baitul-mal langsung setelah membunuh Utsman, demikian juga
dendam mereka terhadap Ali dalam perang jamal, ketika Ali melarang mereka
mengambil wanita dan anak-anak sebagai budak rampasan hasil perang sebagimana
perkataan mereka terhadap Ali: Awal yang membuat kami dendam padamu adalah
ketika kami berperang bersamamu di hari peperangan jamal, dan pasukan jamal
kalah, engkau membolehkan kami mengambil apa yang kami temukan dari harta
benda dan engkau mencegah kami dari mengambil wanita-wanita mereka dan anakanak mereka.
3. Semangat keagamaan.
Ini pun merupakan satu penggerak mereka untuk keluar memberontak dari
penguasa yang absah.
D. Tokoh dan pemikiran kelompok khawarij
a. Tokoh-tokoh Kelompok Khawarij
Tokoh-tokoh Kelompok Khawarij diantaranya Urwah bin Hudair, Mustarid bin
Sa'ad, Hausarah al-Asadi, Quraib bin Maruah, Nafi' bin al-Azraq, 'Abdullah bin
Basyir

Berdasarkan catatan sejarah, gerakan kelompok khawarij ini terpecah menjadi


dua cabang besar yaitu :
1. Kelompok Khawarij yang bermarkas di wilyah Bathaih, yaitu kelompok yang
mengusai dan mengawasi kaum khawarij yang berada di Persia dan disekeliling
Irak. Cabang ini dipimpin oleh Nafi bin azraq dan Qatar bin Fajaah
2. Kelompok Khawarij yang bermarkas di Arab Daratan, yaitu kelompok yang
mengusai dan mengawasi kaum khawarij yang berada di Yaman, Hadhramaut dan
Thaif, Cabang ini dipimpin oleh Abu Thaluf, Najdah bin Ami dan Abu Fudaika
Dari dua kelompok besar , kelompok khawarij terbagi dalam Sekte-sekte dan
ajaran pokok Khawarij.Terpecahnya Khawarij ini menjadi beberapa sekte, mengawali
dan mempercepat kehancurannya dan sehingga Aliran ini hanya tinggal dalam catatan
sejarah. Sekte-Sekte tersebut antara lain adalah :
1. Al-Muhakkimah
Golongan Khawarij asli dan terdiri dari pengikut-pengikut Ali, disebut golongan
Al-Muhakkimah. Bagi mereka Ali, Muawiyah, kedua pengantara Amr Ibn Al-As dan
Abu Musa Al-Asyari dan semua orang yang menyetujui paham bersalah itu dan
menjadi kafir.
2. Al-Azariqah
Golongan yang dapat menyusun barisan baru dan besar lagi kuat sesudah golongan
Al-Muhakkimah hancur adalah golongan Al-Azariqah. Daerah kekuasaan mereka
terletak diperbatasan Irak dengan Iran. Nama ini diambil dari Nafi Ibn AlAzraq.Khalifah pertama yang mereka pilih ialah Nafi sendiri dan kepadanya mereka
beri gelar Amir Al-Muminin. Nafi meninggal dalam pertempuran di Irak pada tahun
686 M. mereka menyetujui paham bersalah itu dan menjadi musyrik.

3. Al-Nadjat
Najdah bin Ibn Amir Al-Hanafi dari Yamamah dengan pengikut-pengikutnya pada
mulanya ingin menggabungkan diri dengan golongan Al-Azariqah. Tetapi dalam

golongan yang tersebut akhir ini timbul perpecahan. Sebagian dari pengikut-pengikut
Nafi Ibn Al-Azraq, diantaranya Abu Fudaik, Rasyid Al-Tawil dan Atiah Al-Hanafi,
tidak menyetujui paham bahwa orang Azraqi yang tidak mau berhijrah kedalam
lingkungan Al-Azariqah adalah musyrik. Akan tetapi mereka berpendapat bahwa
orang berdosa besar yang menjadi kafir dan kekal dalam neraka hanyalah orang Islam
yang tidak sepaham dengan mereka. Adapun pengikutnya jika mengerjakan dosa
besar, benar akan mendapatkan siksaan, tetapi bukan dalam neraka, dan kemudian
akan masuk surga.
4. Al-Ajaridah
Mereka adalah pengikut dari Abd Al-Karim Ibn Ajrad yang menurut AlSyahrastani merupakan salah satu teman dari Atiah Al-Hanafi. Menurut paham
mereka berhijrah bukanlah merupakan kewajiban sebagai diajarkan oleh Nafi Ibn AlAzraq dan Najdah, tetapi hanya merupakan kebajikan. Kaum Ajaridah boleh tinggal
diluar daerah kekuasaan mereka dengan tidak dianggap menjadi kafir. Harta boleh
dijadikan rampasan perang hanyalah harta orang yang telah mati.
5. Al-Sufriah
Pemimpin golongan ini ialah Ziad Ibn Al-Asfar. Dalam paham mereka dekat sama
dengan golongan Al-Azariqah.

6. Al-Ibadiyah
Golongan ini merupakan golongan yang paling beda dari seluruh golongan
Khawarij. Namanya diambil dari Abdullah Ibn Ibad yang pada tahun 686 M.
memisahkan diri dari golongan Al-Azariqah.

b. Pemikiran Kelompok Khawarij


Secara umum hasil pemikiran dari kelompok Khawarij adalah:

1. Persoalan Khalifah
a) Kelompok khawarij mengakui khalifah-khalifah Abu Bakar, Umar dan
separo zaman dari khalifah Ustman bin Affan. Pengangkaatan ketiga
khlalifah tersebut sah sebab telah dilaksanakan dengan Syura yaitu
musyawarah ahlul halli wal aqdi. Akan tetapi diakhir masa kekhakifahan
Usman bin Affan tidak diakui oleh mereka, karena khalifah telah melakukan
penyelewengan dalam menetapkan pejabat-pejabat negara.
b) Khalifah Ali bin Abi Thalib, awalnya pengangkatan sebagai khalifah diakui
oleh kelompok khawarij, namun kemudian khalifah melakukan dosa besar
dengan menerima tahkim, maka mereka pun tidak mengakui Ali bin Abi
Thalib sebagai khalifah dan menghukumnya kafir
c) Khalifah harus dipilih langsung oleh rakyat.
d) Khalifah tidak harus keturunan Arab. Dengan demikian setiap orang muslim
berhak menjadi Khalifah apabila suda memenuhi syarat-syarat.
e) Khalifah di pilih secara permanen selama yang bersangkutan bersikap adil
dan menjalankan syariat islam, dan di jatuhi hukuman bunuh bila zhalim.
2. Persoalan Fatwa Kafir
a) Orang Islam yang melakukan Dosa besar adalah kafir,karena itu halal
darahnya, halal hartanya, halal anak istrinya dan kampung halamannya
adalah Darul Harb.
b) Orang-orang yang terlibat dalam perang jamal (perang antara Aisyah,
Talhah, dan zubair, dengan Ali bin abi tahAlib) dan para pelaku tahkim
termasuk yang menerima dan mambenarkannya di hukum kafir.
3. Persoalan Iman dan Ibadah
Kaum khawarij berpendapat bahwa yang dikatan iman itu bukanlah
pengakuan dalam hati dan ucapan dengan lisan saja, tetapi amal ibadat menjadi
rukun iman pula Barang siapa yang tidak mengerjakan sembahyang, puasa,
zakat dan lain-lain, maka orang tersebut telah menjadi kafir.
4. Persoalan Dosa

Bagi kaum khawarij semua dosa adalah besar, jadi mereka tidak mengenal
perbedaan antara dosa besar dan dosa kecil. sekalian pendurhakaan pada
Tuhan (dosa) besar

BAB III
PE N UTU P
A. KESIMPULAN
Berdasarkan uraian uraian yang telah dipaparkan, maka dapat ditarik bebe-rapa
kesimpulan sebagai berikut :
1. Kelompok khawarij lahir dari kekisruhan politik yang terjadi

setelah

mangkatnya khalifah Usman bin Affan, yaitu terjadi perselisihan antara Khalifah
Ali bin Abi Thalib dengan Muawiyah pada perang siffin
2. Berdirinya kelompok khawarij bukan hanya berdampak pada perbedaan politik,
akan tetapi juga berkembang pada permasalahan teologis yang memiliki
perbedaan yang tidak mungkin untuk disatukan.
3. Pemikiran-pemikiran kelompok khawarij merupakan doktrin-dokrin yang
bersifat ekstrim yang berkaitan dengan persoalan-persoalan seperti tentang
khalifah, fatwa kafir, dosa serta iman dan ibadah

DAFTAR PUSTAKA
http://awanaalfaizy.blogspot.com/2012/11/khawarij-dan-pemikirannya_5391.html
http://Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas.html
http://PEMIKIRAN KALAM PEMIKIRAN KHAWARIJ, MURJIAH,
QADARIYAH dan JABARIYAH.html
Abdul Rozak, dkk . Ilmu kalam. Bandung: Pustaka setia,2006.
Teungku Muhamad Hasbi Ash Shiddieqy. Sejarah dan pengantar ilmu
ketauhidan/kalam. Semarang: PT. Pustaka Rizki Putra,2001