Anda di halaman 1dari 6

perpustakaan.uns.ac.

id

digilib.uns.ac.id

BAB V
SIMPULAN, IMPLIKASI DAN SARAN

A. Simpulan
Berdasarkan hasil penelitian mengenai komunikasi matematis secara tertulis
siswa dalam memecahkan masalah matematika ditinjau dari perbedaan gender, dapat
ditarik simpulan sebagai berikut :
1. Karakteristik komunikasi matematis secara tertulis siswa berjenis kelamin
perempuan dalam memecahkan masalah geometri berdasarkan Maine Holistic
Rubric for mathematics, Maryland Math Communication dan QUASAR General
Rubric yaitu sebagai berikut :
Peserta didik perempuan memiliki kemampuan menuliskan informasi dari
persoalan matematika ke dalam kalimat matematis secara benar terkait konteks isi
permasalahan, akan tetapi secara penulisan peserta didik cenderung menuliskan
dengan kalimat secara eksplisit dan tidak matematis serta lebih teliti dalam
menghimpun informasi. Selanjutnya peserta didik perempuan memiliki kemampuan
yang kurang dalam memahami istilah-istilah matematis akan tetapi kemampuan
tersebut minimal efektif untuk menjelaskan konteks permasalahan. Kemudian
peserta didik perempuan memiliki kemampuan menuliskan notasi matematika yang
tidak tepat, tidak mengetahui makna notasi yang dituliskan, terkadang menuliskan
notasi yang ambigu dan tidak bermakna. Selain itu, peserta didik perempuan
memiliki kemampuan menyelesaikan permasalahan matematika yang tidak lengkap.
Hal tersebut ditunjukkan dengan terdapat langkah-langkah penyelesaian yang tidak
terstruktur dan terlompati serta pemilihan strategi penyelesaian terkadang tidak
sesuai. Selanjutnya peserta didik perempuan tidak dapat menuliskan argumen pada
setiap prosedur penyelesaian secara tertulis. Kemudian peserta didik perempuan
mampu menyampaikan ide atau relasi matematika ke dalam gambar yang
mengilustrasikan konteks permasalahan.
2. Karakteristik komunikasi matematis secara tertulis siswa berjenis kelamin laki-laki
dalam memecahkan masalah geometri berdasarkan Maine Holistic Rubric for
commit to user

132

133
digilib.uns.ac.id

perpustakaan.uns.ac.id

mathematics, Maryland Math Communication dan QUASAR General Rubric yakni


sebagai berikut :
Peserta didik laki-laki memiliki kemampuan menuliskan informasi dari
persoalan matematika ke dalam kalimat matematis dengan benar secara konteks isi
persoalan, akan tetapi secara penulisan peserta didik cenderung menuliskan dengan
kata-kata yang tidak singkat secara eksplisit dan tidak matematis. Kemudian, peserta
didik laki-laki memiliki kemampuan yang kurang dalam memahami istilah-istilah
matematis akan tetapi kemampuan tersebut minimal efektif untuk menjelaskan
konteks permasalahan. Berikutnya, peserta didik laki-laki memiliki kemampuan
menuliskan notasi matematika yang tidak tepat, tidak mengetahui makna notasi
yang dituliskan dan terkadang menuliskan notasi yang tidak bermakna. Selanjutnya,
peserta didik laki-laki memiliki kemampuan menyelesaikan persoalan matematika
yang tidak lengkap. Hal tersebut ditunjukkan dengan terdapat langkah-langkah
penyelesaian yang tidak terstruktur dan terlompati serta pemilihan strategi
penyelesaian terkadang tidak sesuai. Selain itu, peserta didik laki-laki tidak dapat
menuliskan argumen pada setiap prosedur penyelesaian secara tertulis. Kemudian,
peserta didik laki-laki mampu menyampaikan ide atau relasi matematika ke dalam
gambar yang mengilustrasikan konteks permasalahan akan tetapi subjek laki-laki
mengalami kesulitan dalam menyampaikan ide ke dalam gambar pada permasalahan
jarak pada soal yang tidak eksplisit.
3. Hal-hal yang dapat mempengaruhi kemampuan komunikasi matematis secara
tertulis yaitu :
a. Pembelajaran yang mengutamakan hasil daripada proses membuat kemampuan
memahami istilah matematis, menyelesaikan persoalan secara terstruktur,
memberikan argumen secara tertulis yang menjadi aspek dari komunikasi
matematis secara tertulis tidak dapat dikembangkan secara optimal.
b. Evaluasi pembelajaran yang mengutamakan hasil daripada proses dalam hal ini
evaluasi

pembelajaran

berbentuk

pilihan

ganda

membuat

komunikasi matematis secara tertulis kurang dapat berkembang.


commit to user

kemampuan

134
digilib.uns.ac.id

perpustakaan.uns.ac.id

c. Tidak ada pemahaman terkait manfaat memiliki komunikasi matematis secara


tertulis yang baik sehingga peserta didik kurang termotivasi memiliki
komunikasi matematis secara tertulis yang baik.
4. Solusi alternatif yang dapat mempengaruhi kemampuan komunikasi matematis
secara tertulis yakni :
a. Membiasakan pembelajaran yang mengutamakan pada proses dan hasil sehingga
kemampuan memahami istilah matematis, menyelesaikan persoalan secara
terstruktur, memberikan argumen secara tertulis yang menjadi aspek dari
komunikasi matematis secara tertulis dapat berkembang secara optimal.
b. Melakukan evaluasi pembelajaran yang mengutamakan pada proses dan hasil
seperti membiasakan tes uraian sehingga dapat mengembangkan kemampuan
komunikasi matematis secara tertulis.
c. Memahamkan manfaat berkemampuan komunikasi matematis secara tertulis
sehingga peserta didik termotivasi untuk memiliki kemampuan komunikasi
matematis secara tertulis dengan baik.
B. Implikasi
Berdasarkan hasil penelitian mengenai komunikasi matematis secara tertulis
siswa dalam memecahkan masalah matematika ditinjau dari perbedaan gender, dapat
dikemukakan implikasi teoritis dan implikasi praktis sebagai berikut :
1. Implikasi Teoritis
Secara teoritis dapat diungkapkan bahwa penelitian ini menggambarkan
karakteristik komunikasi matematis secara tertulis berdasarkan Maine Holistic Rubric
for mathematics, Maryland Math Communication dan QUASAR General Rubric dalam
memecahkan masalah geometri pada siswa perempuan dan laki-laki. Dari hasil
penelitian yang telah dilakukan, karakteristik komunikasi matematis secara tertulis
dalam pemecahan masalah geometri yang ditinjau dari perbedaan gender antara
perempuan dan laki-laki mempunyai hasil yang berbeda meskipun perbedaan tersebut
tidak signifikan. Hal ini terlihat bahwa siswa perempuan dan laki-laki tidak dapat
memberikan argumen secara tertulis saat melakukan langkah-langkah penyelesaian,
melakukan penyelesaian terhadap persoalan matematika secara tidak lengkap.
commit to user

135
digilib.uns.ac.id

perpustakaan.uns.ac.id

Selaras dengan Jensen (2008:148)

yang berpendapat bahwa terdapat

kecenderungan perbedaan ketrampilan pada masing-masing gender yaitu dalam


penguasaan dan pemahaman matematis, kecerdasan verbal, pengolahan kata-kata,
konsentrasi, fokus dan penyelesaian masalah antara peserta didik laki-laki dan
perempuan berbeda sehingga akan berpengaruh pada kemampuan komunikasi
matematis secara tertulis. Selain itu, sejalan dengan Sudi Prayitno, St.Suwarsono, dan
Tatag Yuli Eko Siswono (2013) yang berpendapat bahwa terdapat perbedaan
kemampuan antara perempuan dan laki-laki dalam hal menyelesaikan persoalan
matematika yang berjenjang. Peserta didik laki-laki dapat menyelesaikan soal jejang 1,2
dan 3 kemudian peserta didik perempuan dapat menyelesaikan soal jejang 1,2,3,4.
Selain itu, pada kemampuan menulis jawaban secara tertulis diperoleh bahwa peserta
didik laki-laki melakukan operasi perhitungan matematika secara kurang lengkap
(terkadang dilompati) sedangkan peserta didik perempuan menggunakan prosedur
dengan benar, namun kesulitan dalam menulis persamaan.
Oleh karena itu, jika dikaitkan antara hasil penelitian dengan teori perbedaan
gender dari Jensen dan penelitian yang sudah dilakukan sebelumnya oleh Sudi Prayitno,
St.Suwarsono, dan Tatag Yuli Eko Siswono maka dimungkinkan terjadi kemampuan
komunikasi matematis secara tertulis yang berbeda dan lebih luas yaitu ketika subjek
penelitian diberikan materi yang berbeda. Misalnya dalam penelitian ini diberikan
masalah geometri. Selanjutnya ketika masalah yang diberikan berbeda, contohnya
materi

eksponen

dan

logaritma,

SPLDV,SPLTV,

kemungkinan

karakteristik

komunikasi matematis secara tertulis yang muncul juga berbeda. Sehingga karakteristik
kemampuan komunikasi matematis secara tertulis akan dapat digali lebih luas dan
bervariasi mengingat terdapat perbedaan kemampuan alamiah antara peserta didik
perempuan dan laki-laki serta terdapat berbagai jenjang soal dan materi pembelajaran
matematika yang membuat kemampuan komunikasi matematis secara tertulis lebih luas.
2. Implikasi Praktis
Secara praktis, berdasarkan hasil penelitian diperoleh informasi bahwa
pembelajaran matematika yang berlangsung di dalam kelas mengutamakan hasil
daripada proses, evaluasi pembelajaran matematika juga mengutamakan hasil daripada
commit tomemiliki
user
proses, tidak ada pemahaman terkait manfaat
komunikasi matematis secara

136
digilib.uns.ac.id

perpustakaan.uns.ac.id

tertulis yang baik sehingga tidak adanya kesempatan untuk menciptakan suasana
pembelajaran matematika yang dapat mengembangkan kemampuan komunikasi
matematis secara tertulis dengan optimal. Selain itu, berdasarkan hasil penelitian
diperoleh informasi bahwa peserta didik perempuan dan laki-laki memiliki kemampuan
yang kurang dalam memahami istilah matematis, menuliskan notasi matematika,
menyelesaikan persoalan matematika dan memberikan argumen secara tertulis pada
prosedur penyelesaian soal sehingga diperlukan pembiasaan kepada peserta didik untuk
menyelesaikan persoalan matematika dengan langkah yang lengkap disertai pemberian
argumen dalam setiap prosedur yang dilakukan dan memperhatikan penulisan notasi
matematika secara tepat. Oleh karena itu, hasil penelitian ini dapat digunakan oleh guru
sebagai bahan pertimbangan menciptakan pembelajaran yang dapat mengembangkan
kemampuan komunikasi matematis secara tertulis pada peserta didik, dikarenakan guru
telah mengetahui karakteristik komunikasi matematis secara tertulis baik dari siswa
perempuan dan laki-laki serta faktor penyebab kurang optimalnya komunikasi
matematis secara tertulis.
C. Saran
Berdasarkan simpulan yang telah dipaparkan, maka dapat dikemukakan saran
bagi siswa, guru serta peneliti yang lain yakni sebagai berikut :
1. Bagi Siswa
a. Siswa hendaknya lebih sering berlatih menyelesaikan masalah matematika
(berupa tes uraian) dengan langkah-langkah penyelesaian yang lengkap, runtut,
terstruktur dan tidak terpaku pada langkah penyelesaian yang diajarkan guru
sehingga dapat melatih kemampuan komunikasi matematis secara tertulis.
b. Siswa hendaknya lebih banyak membaca manfaat memiliki kemampuan
komunikasi matematis secara tertulis yang baik sehingga siswa akan termotivasi
untuk berkemampuan komunikasi matematis secara tertulis dengan baik.
2. Bagi Guru
a. Guru

hendaknya

menciptakan

suasana

pembelajaran

yang

dapat

mengembangkan kemampuan komunikasi matematis secara tertulis baik dari


pembelajaran di kelas ataupun evaluasi pembelajaran terhadap siswa.
commit to user

137
digilib.uns.ac.id

perpustakaan.uns.ac.id

b. Guru hendaknya membiasakan siswa untuk berlatih mengerjakan tes uraian


dengan langkah-langkah penyelesaian yang lengkap dan disertai dengan
memberikan argumen atas langkah penyelesaian yang digunakan. Karena baik
siswa laki-laki dan perempuan tidak dapat memberikan argumennya secara
tertulis.
3. Bagi Peneliti Lain
Peneliti lain hendaknya mencoba menggali lebih lanjut mengenai komunikasi
matematis secara tertulis siswa ditinjau dari perbedaan gender pada tingkat dan
materi yang berbeda. Selain itu, peneliti lain dapat menggali lebih lanjut tentang
komunikasi matematis secara tertulis ditinjau dari perbedaan struktur otak pada
perempuan dan laki-laki.

commit to user