Anda di halaman 1dari 4

PENGAMBILAN DARAH AYAM

Posted by Azzury Pramudiksa on 2:15 PM in Tentang ayam | No comments

Pengambilan darah dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan serum


yang cukup jumlahnya dengan kualitas memadai dan memudahkan evaluasi
terhadap suatu penyakit

DOC

Pegang ayam dengan hati-

hati, jepit leher dengan jari telunjuk dan jari tengah


Dengan kapas beralkohol, swab daerah sekitar leher sehingga vena jugularis
terlihat jelas
Tusuk vena jugularis dengan spuit 1 ml (jarum 26G x )
Tarik piston perlahan-lahan sampai darah keluar
Jika volume darah sudah cukup ( + 0,5 - 1 ml ), cabut spuit perlahan dan
tutup jarumnya

Tarik piston sampai ke ujung spuit (3/4 bagian) untuk memberi ruang
supaya serumnya keluar
Beri label identitas ayam

Ayam Besar
Sayap

Pegang ayam dengan hati-hati,


Dengan kapas beralkohol, swab daerah sayap sehingga vena
branchialis terlihat jelas
Tusukan spuit 3 ml (jarum 23G x 1 1/4) dibawah tendon pronator
muskulus kemudian arahkan jarum ke vena branchialis lalu
tusukan ke vena branchialisnya
Tarik piston perlahan-lahan sehingga darah masuk ke spiut + 0,5
1 ml

Jika volume darah sudah cukup, cabut spuit perlahan sambil ibu
jari menekan vena branchialis dan tutup jarumnya
Tarik piston sampai ke ujung spuit (3/4 bagian) untuk memberi
ruang supaya serumnya keluar
Beri label identitas ayam
Jantung

Pegang ayam dengan hati-hati,


Dengan kapas beralkohol swab daerah Thoracic Inlet (rongga dada)
Tusukan spuit 3 ml (jarum 24G x 1) ke rongga dada sehingga jarum
mengenai jantung
Tarik piston perlahan-lahan
1 ml

sehingga darah masuk ke spiut + 0,5

Jika volume darah sudah cukup cabut spuit perlahan dan tutup
jarumnya

Tarik piston sampai ke ujung spuit (3/4 bagian) untuk memberi ruang
supaya serumnya keluar
Letakkan spuit pada posisi mendatar atau sedikit miring dengan
posisi jarum diatas dan biarkan 15 30 menit ( pada suhu ruang
) supaya darah membeku.
Beri label identitas ayam