Anda di halaman 1dari 2

DEFINISI SELULITIS

Selulitis merupakan infeksi bakteri pada jarigan subkutan yang pada orang- orang
dengan imunitas normal biasanya disebabkan oleh Streptococcus pyrogenes. Erisipelas
adalah istilah untuk selulitis streptokokus yang superfisial dimana tepinya berbatas tegas.
Pada orang- orang dengan imunokompromasi ( immunocompromised), berbagai macam
bakteri mungkin dapat menyebabkan selulitis. Selulitis sering terjadi pada tungkai, walaupun
bisa terdapat pada bagian lain tubuh. Erisipelas biasanya terjadidi daerah muka (Robin,
2005).
Istilah selulitis digunakan suatu penyebaran oedematus dari inflamasi akut pada
permukaan jaringan lunak dan bersifat difus. Selulitis dapat terjadi pada semua tempat
dimana terdapat jaringan lunak dan jaringan ikat longgar, terutama pada muka dan leher,
karena biasanya pertahanan terhadap infeksi pada daerah tersebut kurang sempurna (Neville,
2004).
Selulitis merupakan suatu infeksi bakteri yang mengenai jaringan subkutan bersifat
difus, konsistensinya bisa sangat lunak maupun keras seperti papan, ukurannya besar,
spongius dan tanpa disertai adanya pus, serta didahului adanya infeksi bakteri. Tidak terdapat
fluktuasi yang nyata seperti pada abses, walaupun infeksi membentuk suatu lokalisasi cairan
(Peterson, 2002).
Jadi selulitis merupakan infeksi bakteri pada jaringan subkutan yang disebabkan oleh
Streptococcus pyrogenes, biasanya terjadi pada semua tempat dimana terdapat jaringan lunak
dan jaringan ikat longgar, terutama pada muka dan leher, karena biasanya pertahanan
terhadap infeksi pada daerah tersebut kurang sempurna, selulitis juga dapat bersifat difus.

DAFPUS
Graham, Robin. 2005. Dermatologi: Catatan Kuliah / Robin Graham. Jakarta: Erlangga
Neville, et al. 2004. Oral and Maxillofacial Pathology. Philadephia: WB Saunders
Peterson, et al. 2002. Oral and Maxillofacial Surgery. St. Louis: Mosby

DEFINISI DERMATITIS
Dermatitis ialah kelainan kulit yang subyektif ditandai dengan rasa gatal dan secara
klinis terdiri atas ruam polimorfi yang umumnya berbatas tidak tegas. Gambaran klinisnya
sesuai dengan stadium penyakitnya ( Djuanda, 1999)
Dermatitis merupakan epidermo-dermis dengan gejala subjektif pruritus (Mansjoer,
Arif, 2000)
Dermatitis adalah peradangan kulit akibat reaksi hipersensitif (respon berlebihan)
terhadap alergen (pencetus timbulnya reaksi alergi) dari luar (eksogen) maupun dari dalam
tubuh penderita (endogen). Pada umumnya bersifat residif (kambuhan), namun dapat
dikendalikan agar tidak mudah kambuh ( Sylvia A, 1994)
Jadi dermatitis merupakan kelainan kulit atau peradangan kulit akibat hipersensitif
( respon berlebihan) terhadap alergen baik dari dalam maupun dari luar tubuh penderita.
Dermatitis biasanya bersifat subyektif yang ditandai dengan rasa gatal dan secara klinis
terdapat ruam polimorfi yang umumnya berbatas tidak tegas dan pada umumnya bersifat
residif ( kambuhan)
DAFPUS
Djuanda A. ed. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin, ed. 3. Jakarta : FKUI, 1999 hal.
126-38
Mansjoer, Arif. 2000. Kapita Selekta Kedokteran Edisi III Jilid 2. Jakarta : Media
Aesculapius
Price, Sylvia A dan Lorraine M. Wilson.1994. Patofisiologi, Konsep Klinis Proses
Proses Penyakit. Jakarta: Penerbit EGC.