Anda di halaman 1dari 2

UPDATE TREATMENT IN INGUINAL INTERTRIGO

AND ITS DEFFERENTIAL DIAGNOSIS


KANDIDOSIS INTERTRIGINOSA sebagai salah satu bentuk INTERTRIGO : Diagnosa
banding dan prinsip tatalaksana
Wolf K, Richard AJ, Dick S. Candidiasis. Dalam : Fitzpatrick. Color Atlas and Synopsis of
Clinical Dermatology. Ed 5th. New york. McGraw Hill Company. 2007.
Intertrigo adalah penyakit kulit yang timbul pada daerah lipatan. Menurut
sumber lain, intertrigo didefinisikan sebagai erupsi eritematosa pada lipatan kulit
yang disebabkan karena kondisi temperatur hangat, lembab, predileksi di daerah
lipatan seperti payudara, ketiak dan inguinal. Keadaan ini dapat menunjukkan
berbagai penyebab inflamasi. Tatalaksana awal diperlukan untuk mengurangi
inflamasi dan mencegah meluasnya lesi, sebelum klinisi yakin mengenai
penyebab yang mendasari terjadinya intertrigo.
Awal mula terjadinya intertrigo adalah adanya iritasi dan friksi atau
gesekan pada daerah lipatan kulit. keadaan ini banyak ditemukan pada wanita,
usia tua, obesitas atau penderita diabetes. Ada beberapa penyakit yang
tergolong kedalamnya antara lain yang paling sering adalah tinea kruris,
kandidosis intertriginosa, eritrasma, dermatitis seboroik, scabies, psoriasis
inversa serta folikulitis. Beberapa penyakit tersebut mempunyai tampilan klinis
yang mirip sehingga diperlukan pemahaman yang baik mengenai diagnosis dan
diagnosis banding, sehingga dapat melakukan penanganan yang tepat terhadap
penyakit-penyakit tersebut.
Infeksi sekunder hampir selalu ada pada intertrigo. Selain mikroorganisme
bakteri, jamur juga ditemukan pada lesi beberapa pasien intertrigo, terutama
Candida albicans. Keadaan ini disebut juga dengan kandidosis intertriginosa.
Selain dengan temuan langsung jamur C.Albicans, penelitian yang dilakukan oleh
Patrieck tahun 2010 memberikan hasil bahwa dari 38 pasien intertrigo yang
diberikan obat topikal antimikotik (amphoterisin-B, mikonazole, nistatin,
clotrimazol) sebanyak 25 pasien mengalami perbaikan lesi. Hal ini menunjukkan
bahwa sebagian besar intertrigo penyebabnya adalah jamur (Kandidosis
intertriginosa).
Walau bagaimanapun, klinisi tidak dapat begitu saja memperlakukan
semua kasus intertrigo merupakan kandidosis intertriginosa, penyebab lain yang
tak jarang ditemukan adalah bakteri, tidak dapat disingkirkan sebelum ada
pemeriksaan mendalam terhadap pasien intertrigo. Penegakan diagnosis
intertrigo dan penyebab pasti membutuhkan pemeriksaan yang menyeluruh oleh
klinisi terhadap pasien. Dari anamnesis, yang dapat digali adalah riwayat/
kronologi penyakit, riwayat penyakit penyerta, imunokompromais, inkontinensia
urin, riwayat pengobatan sistemik kortikosteroid merupakan faktor risiko yang
dapat mempermudah terjadinya intertrigo dan atau dengan infeksi sekunder.
Pada pemeriksaan fisik dilakukan secara menyeluruh, inspeksi terhadap lesi kulit
di regio lipatan kulit yaitu lipatan payudara, lipatan ketiak atau inguinal,
ditemukan eritema disertai inflamasi, erosi dengan bentukan lesi polimorfik yang

lain. Adanya pustul, vesikel atau lesi yang lain dapat menjadi clue untuk
menegakkan intertrigo. Sedangkan pemeriksaan penunjang yang dapat
dilakukan untuk membedakan infeksi sekunder pada intertrigo di antaranya
adalah Woods lamp; coral merah pada eritrasma dan hijau pada indeksi
Pseudomonas. Pemeriksaan dengan KOH melalui kerok kulit dapat dilakukan
untuk menemukan jamur. Pada kasus intertrigo kronis yang tidak berespon
terhadap terapi apapun, biopsi merupakan langkah yang tepat untuk dilakukan.
Diagnosis Banding
Adapun diagnosis banding dari intertrigo selain kandidosis akan disajikan dalam
tabel berikut :
Kandidosis
Lesi

pruritus,
eritema,
maserasi
pada daerah
intertriginosa
dengan lesi
satelit
vesikopustul
a

Penunjang

KOH
pseudohifa
dan
blastospora

Tinea
kruris
Gatal,maku
la eritema
bentuknya
semilunar
dan
berskuama
dengan
batas
tegas,
tepi lesi
tampak
lebih
eritema.
Tidak
ditemukan
adanya
maserasi
dan lesi
satelit
KOH hifa
dan spora

eritrasma
Plak
eritemtosa,
berskuama
halus, tidak
terdapat
vesikulasi.
Biasanya
tidak
terdapat
keluhan
subjektif

Wood;s
lamp
coral /
merah
terang

Psoriasis
inversa
Penyakit ini
pertama
muncul
sebagai
lesi yang
sangat
merah
pada
lipatan
tubuh,
dapat
tampak
halus dan
mengkilat,
gatal

Dermatitis
(seboroik)
eritema
yang
ditutupi
skuama
berminyak
berwarna
putih
kekuningan
. Gejala :
rasa perih,
gatal dapat
maserasi.

KOH
tidak
ditemukan
hifa dan
spora

KOH
tidak
ditemukan
hifa dan
spora

Prinsip tatalaksana intertrigo sebelum ditemukan penyebab pasti.