Anda di halaman 1dari 1

infeksi yang disebabkan parasit giardia

lamblia/ giardia intestinalis/ giardia


duodenalis dengan anifestasi diare akut
Definisi
15.223 kasus dilaporkan di amerika th 2012

Epidemiologi

giardia lamblia/ G. intestinalis/ G. duodenalis


penggantian popok
tidak mencuci tangan setelah mengganti popok

person to person
Etiologi

anak di tempat penitipan anak --> dari


teman lain --> melalui fecal oral

penyebaran penyakit

parasit bisa bertahan 2-3 bln di air dingin

water borne

venereal transmission/ kelamin

vec al oral

muncul setelah masa inkubasi 7-14 hari


sebagian tidak muncul gejala
semi solid/ cair
diare

berbau busuk
berlemak/ steatorrhea/ berminyak

perut kembung
akut

mual dan muntah


berat badan turun
malaise
urtikari

Manifestasi Klinis

bronkospasme

gejala alergi

arthritis reaktif
eritema multiform

tinja berlemak
BB turun drastis
malabsorbsi
malaise

kronis

kram perut
perut kembung --> sering bersendawa
mual & anoreksia
anamnesis --> gejala yang muncul

Giardiasis

tidak ada yang khas untuk diagnosis


pemeriksaan fisik

Penegakan Diagnosis

BB turun
gejala dehidrasi --> pada kasus yg berat

dibuktikan dengan pemeriksaan penunjang

kista
pemeriksaan mikroskopis tinja
Px Penunjang

infeksi yang disebabkan oleh raotavirus


dengan gejala utama diare cair akut
Definisi

trophozoid

menurut WHO > 500.000 kematian anak


di dunia disebabkan infeksi ini

melalui orovecal

memakan makanan yg terinveksi

DFA (Direct Immunofluorescent assay)

Epidemiologi

dewasa -->250-500mg po q12hr for 507 days

metronidazol

rotavirus
tidak mencuci tangan

anak --> 15mg/kgbb/hari iv/po divided q8hr for 5 days

Farmakologis

Etiologi

anak --> 40mg/kgbb selama 2 hari

nitromidazol

Terapi

dewasa --> 1-1,5 gr selama dua hari

muntah

berwarna kuning-hijau

penanganan dehidrasi

Non-Farmako

tidak berdarah
konsistens cair

DOC

ELISA (enzim linked immunosorbent assay)

serologis

indonesia --> 60% dari iare yang mengalami


ranap & 41% dari kasus diare rawat jalan

sembuh dengan pengobatan yang sesuai


diare

infeksi ulang

berbau langu/ asam

anak

nyeri perut & tenesmus

Prognosis

kegagalan pengobatan

resistensi obat

Manifestasi Klinis

sistem imun turun

demam

perlindungan tenaga kesehatan

gejala dehisrasi

DIARE AKUT

kemerahan orificium anal/ diaper rash


gejala sama namun biasanya lebih ringan

memperhatikan sanitasi
merebus air sampai mendidih minimal 1 menit

Upaya promotiv, preventif,


rehabilitatif

dewasa

menghindari makanan yg mengandung


laktosa --> intoleransi laktosa -->
memperberat gejala

onset

Infeksi Rotavirus

frekuensi
durasi

diare sekretorik akut disebabkan oleh


vibrio cholerae dengan gejala utama
diare dan muntah yang masif

menggali diare

volume

anamnesis

apakah diare berair ?

Definisi

diare berdarah ? berlemak ?

dapat menyebabkan kematian beberapa


jam dari onset karena dehidrasi

Penegakan Diagnosis

intake minum

100.000 kematian diseluruh dunia


disebabkan kolera

status dehidrasi

jumlah buangan air kecil

Epidemiologi
hiperaktivitas bising usus
tanda dehidrasi

vibrio cholerae
px fisik

Etiologi

kemerahan orificium anal --> feses asam

PCR (polymerase chain reaction)


antimotilitas --> loperamide
antiemetik --> domperidon

Loperamide

penanganan diare

Px Penunjang

berbau amis
tanpa tenesmus

Non-Farmako

Terapi
diare
Prognosis
Manifestasi Klinis

pemberian vaksin rotavirus


mencuci tangan
menjauhkan popok yang terdapat feses
penderita dari makanan

perilaku keseharian

vibrio cholerae O139


masif --> sampai 1 liter/ jam

Farmakologis

pemulihan dapat sembuh sempurna

vibrio cholerae O1

klasifikasi serologis

ELISA (enzin linked immunosorbent assay)

Upaya promotiv, preventif,


rehabilitatif

seperti air cucian beras/ rice-water stools


muntah

gejala gastrointestinal

emesis

demam jarang muncul


hipovolemi --> gejala syok
anamnesis --> gejala yang muncul
bb turun 3-5% karena kehilangan cairan
Penegakan Diagnosis

hipotensi postural, takikardi, kelemahan,


selaput lendir/ mulut kering

px fisik

mata cekung, kulit keriput


ditemukannya

Kolera

vibrio cholerae

kultur feses

Px Penunjang

pemeriksaan tinja --> bakteri gram


negatif berbentuk basil melengkung
dengan fagel tunggal
rapid test --> menggunakan Crystal VC
mendeteksi antigen O1/ O139 pada
feses
doksisiklin 300mg single dose
tetrasiklin

anak --> doksisiklin 7mg/kgbb PO/IV ;


tidak lebih dari 300mg/dose (single
dose)
tetrasiklin 500mg po q6hr for 7-14 days

Farmakologis
makrolid

Terapi

eritromisin 12,5mg/ kgbb setiap 6 jam


--> selama 3 hari
azitromisin 20mg/ kgbb single dose

floroquinolon

Non-Farmako

ciprofloxacin 100mg single dose


single dose; 30 mg/kg po for 3 days

penanganan dehidrasi--> PRIORITAS UTAMA

penyembuhan total dengan terapi yang tepat


Prognosis

DEHIDRASI penyebab kematian


sumber air bersih dan sanitasi yg layak
menyusui ASI pada anak -->
peningkatan kekebalan anak

Upaya promotiv, preventif,


rehabilitatif

berkunjung ke daerah endemik --> tidak


meminum air/ makan makanan dari
lokasi
vaksin

DIARE AKUT penugasan.mmap - 29/11/2016 - Mindjet

rehdrasi
pemeliharaan