Anda di halaman 1dari 32

LAPORAN PRAKTIKUM

TEKNOLOGI SEDIAAN LIKUIDA DAN SEMISOLIDA

Judul Praktikum

: Pembuatan Dry Syrup dengan bahan aktif


Amoksisillin

Hari, Tgl. Praktikum

: Kamis, 20 Oktober 2016

Gol./Kel

: C-2

Nama

: Liya Sanjaya

142210101018

Mochamad Rafli T.

142210101020

Sheila Aprilia Izzati

142210101022

Virgina Sekar Ayu

142210101026

Ulfatul Munawaroh

142210101030

Nadiya Rosada

142210101038

Lelly Agil S.

142210101042

Materi Percobaan

: Dry Sirup Amoxicillin

Dosen Jaga

: Eka Deddy Irawan, S.Si.,M.Sc.,Apt.

LABORATORIUM FARMASETIKA
FAKULTAS FARMASI
UNIVERSITAS JEMBER
2016

I TUJUAN PRAKTIKUM
Mahasiswa mampu membuat serta memformulasikan sediaan liquid dan semisolid
berupa dry sirup amoksisilin
IIDASAR TEORI
Sirup adalah larutan oral yang mengandung sakarosa, kecuali dinyatakan lain, kadar
sakarosa, tidak kurang dari 64,0% dan tidak lebih dari 66,0% (Depkes RI, 1979). Sirup kering
adalah suatu campuran padat yang ditambahkan air pada saat akan digunakan, sediaan
tersebut dibuat pada umumnya untuk bahan obat yang tidak stabil dan tidak larut dalam
pembawa air, seperti ampisilin dan amoksisilin (Ofner et al , 1989). Sirup kering adalah suatu
campuran padat yang ditambahkan air pada saat akan digunakan, sediaan tersebut dibuat
padat umumnya untuk bahan obat yang tidak stabil dan tidak larut dalam pembawa air, seperti
ampisilin, amoksisilin, dan lain-lainnya. Agar campuran setelah ditambah air membentuk
dispersi yang homogen, maka dalam formulanya digunakan bahan pensuspensi. Komposisi
suspensi sirup kering biasanya terdiri dari bahan pensuspensi, pembasah, pemanis, pengawet,
penambah rasa/aroma, buffer, dan zat warna (Depkes RI,1995).
Suspensi merupakan sediaan yang mengandung bahan obat padat dalam bentuk halus
dan tidak larut, terdispersi dalam cairan pembawa. Zat yang terdispersi harus larut, tidak
boleh cepat mengendap, dan bila digojog perlahan-lahan, endapan harus segera terdispersi
kembali. Dapat ditambahkan zat tambahan untuk menjamin stabilitas suspensi tetapi
kekentalan suspensi harus menjamin sediaan mudah digojog dan dituang. Suspensi sering
disebut mixture gojog (mixturae agitandae). Bila obat dalam suhu kamar tidak larut dalam
pelarut yang tersedia maka harus dibuat mikstur gojog atau disuspensi (Anief, 1997).
Suspensi dapat dibagi menjadi 4 yaitu suspensi oral, suspensi topical, suspensi tetes
telinga dan suspensi optalmik. Suspensi harus dikocok baik sebelum digunakan untuk
menjamin distribusi bahan padat yang merata dalam pembawa, hingga menjamin
keseragaman dan dosis yang tepat. Suspensi harus disimpan dalam wadah tertutup rapat
(Depkes RI, 1995).
Sejumlah bahan-bahan obat terutama antibiotika tertentu tidak memiliki stabilitas yang
cukup dalam larutan berair. Suspensi amoksisilin digunakan pada anak-anak dan harus
didinginkan (2-8C) untuk mempertahankan efektifitas pada saat dilarutkan. Formulasi cair
pada umumnya cenderung memiliki stabilitas yang buruk dari pada formulasi padat dan jika
kemasan sudah dibuka harus digunakan dalam waktu 2 minggu untuk menghindari mikroba
kontaminasi atau penurunan aktivitas. Biasanya ini merupakan periode yang cukup bagi

pasien untuk menghabiskan semua volume obat yang biasa ditulis dalam resep. Campuran
bubuk kering mengandung semua komponen formulasi termasuk obat, penambah rasa,
pewarna, dapar dan lain-lain kecuali pelarut. Keuntungan obat dalam sediaan sirup yaitu
merupakan campuran yang homogen, dosis dapat diubah-ubah dalam pembuatan, obat lebih
mudah diabsorbsi, mempunyai rasa manis, mudah diberi bau-bauan dan warna sehingga
menimbulkan daya tarik untuk anak-anak, membantu pasien yang mendapat kesulitan dalam
menelan obat. Kerugian obat dalam sediaan sirup yaitu ada obat yang tidak stabil dalam
larutan, volume bentuk larutan lebih besar, ada yang sukar ditutupi rasa dan baunya dalam
sirup (Ansel, 2008).
Adapun alasan dipihnya bentuk sediaan sirup kering , antara lain :
1

Bahan aktif amoksisilin didalam air diperkirakan efek antibiotiknya akan terdegradasi
dikarenakan cincin beta laktam rusak

Menghindari masalah stabilitas fisika yang tidak dapat dihindari dalam suspensi
konvensional

Sediaan suspensi kering lebih ringan sehingga lebih menguntungkan dalam


pendistribusian

Sediaan suspensi lebih mudah diabsorbsi dalam tubuh dibandingkan sediaan padat

Mengurangi biaya distribusi (ekonomis) karena tidak ada pelarut cair dalam botol

Baik untuk pasien yang sulit menelan


Antibiotik adalah senyawa kimia yang dihasilkan oleh mikroorganisme yang dalam

konsentrasi kecil dapat menghambat atau membunuh mikroorganisme lain secara selektif.
Antibiotika berbeda dengan antimikroba, antibiotika dapat digunakan sebagai antimikroba,
sedangkan antimikroba tidak dapat digunakan sebagai antibiotika.
Amoksisilin (amoxicillin) adalah antibiotik yang paling banyak digunakan. Hal ini
karena amoksisilin cepat diserap di usus dan efektif untuk berbagai jenis infeksi. Amoxicillin
lebih aktif secara in vitro bila dibandingkan dengan ampisilin untuk melawan Enterococcus
faecalis, Helicobacter pylori, dan Salmonella sp. tetapi kurang aktif dalam melawan Shigella
sp.. Amoxicillin tahan terhadap inaktivasi oleh asam lambung dan amoxicillin lebih cepat
diabsorbsi ketika diberikan secara oral daripada ampisilin. Puncak konsentrasi amoxicillin
dalam plasma sekitar 5 mikrogram/mililiter setelah 1 sampai 2 jam sesudah pemberian dosis
250 mg. Waktu paruh amoxicillin adalah 1 sampai 1,5 jam dan dapat diperpanjang pada janin,
orang tua dan pasien dengan gangguan ginjal berat. Amoxicillin dimetabolisme secara
terbatas sebagai asam penikiloit yang nantinya akan dieksresikan bersama urin. (Anonim,
2009).

Pemerian amoxicillin adalah bentuk serbuk hablur, putih dan praktis tidak berbau.
amoxicillin memiliki BM sebesar 419,45 dan kelarutan amoxicillin adalah sukar larut dalam
air dan metanol, tidak larut dalam benzena, dalam karbon tetraklorida dan dalam kloroform.
Amoxicillin untuk suspensi oral mengandung tidak kurang dari 90,0% dan tidak lebih dari
120,0 % C6H19N3O5S dari jumlah yang tertera pada etiket. pH sediaan adalah 5,0 - 7,5 dalam
suspensi yang disiapkan seperti pada etiket. (FI IV, 1995).
III

Evaluasi Produk Referen


1

Nama produk

: Amoksisilin

Nama pabrik

: Eritha Pharma

Kandungan

: Amoksisilin trihidrat 250mg ; 125mg/5ml ; 500 mg

Indikasi

: Infeksi yang disebabkan oleh strain bakteri yang peka infeksi


kulit dan jaringan lunak. Staphylococcus bukan penghasil
Penisilinase, Streptococcus, S.pneumoniae, E. coli. Infeksi
saluran nafas; H. Influenza, Streptococcus, S. pneumoniae,
Staphylococcus bukan penghasil penisilanase, E.coli, P.
Mirabilis dan Streptococcus faecalis. Gonore : N. gonorrhoe
(bukan penghasil penisilanase).

Kontra indikasi : Hipersensitivitas, pasien dengan riwayat alergi penisilin.


Efek samping

: Reaksi kepekaan spterythematosus maculo papular, rash,


urtikaria, serum sickness. Reaksi kepekaan serius dan fatal
adalah

anafilaksis

terutama

pada

penderita

yang

hipersensitivitas penisilin. Ganguan saluran pencernaan seperti


mual, muntah, dan diare, reaksi hepatologik.
Dosis

: Dewasa dan anak-anak dengan BB> 20Kg 250mg-500mg tiap


8jam. Anak-anak dengan BB< 20Kg sehari 20-40mg/kg BB
dalam dosis bagi 8 jam. Anak-anak dengan BB< 8kg sebaiknya
diberikan sediaan sirup kering , dosis sebaiknya diberikan
sesudah makan.

Kemasan

: Sirup kering botol 60 ml.

Nama produk
Nama pabrik
Kandungan

: Amoxicillin
: Indofarma
: 250mg-500mg, 125mg/5ml.

Indikasi

: Infeksi saluran pernafasan dan kemih. Infeksi lain seperti

Dosis

septikemia dan endokarditis.


: Dewasa dan anak BB> 20Kg : sehari 250mg-500mg. Anak BB

Kemasan

< 20kg : 20-40 mg/kg BB dalam sehari terbagi 3.


: Dus 100, 120 dan 250 kaps 250mg , dus 100, 120 kapl 500mg,
botol kapl 100 500mg , botol 60 ml sirup kering.

Nama produk
Nama pabrik
Kandungan

: Bufamoxy
: Bufa Aneka
: Amoxicilllin trihidrat setara dengan amoxicillin 500 mg/kapsul.
Amoxicilllin trihidrat setara dengan amoxicillin 125 mg/5ml

Indikasi

suspensi.
: infeksi disebabkan strain bakteri yang peka, infeksi kulit dan
jaringan lunak, infeksi saluran pernafasan, infeksi saluran

genitourinari.
Kontra indikasi : hipersensitivitas
Efek samping
: alergi, mual, muntah, dan diare
Dosis
: anak-anak BB< 20kg 20-40mg/ kg BB/ hari dalam dosis terbagi
dalam tiap 8 jam. Dewasa dan anak BB> 20kg : 250-500mg tiap 8
Kemasan
4

Nama produk
Nama pabrik
Kandungan
Indikasi

jam.
: Botol serbuk untuk 60ml sirup.
: amoxicillin
: hexpharm
: amoxicillin 500 mg, 125mg/5ml
: infeksi kulit dan jaringan lunak, infeksi saluran nafas atas ,
bronkipneumonia, otitis media, infeksi saluran genital, isk, gonore

tidak terkomplikasi.
Kontra indikasi : hipersensitivitas terhadap beta lactam
Dosis
: dewasa dan anak BB< 20kg : 20-40mg/kg BB/ hari dalam dosis

Kemasan

terbagi tiap 8 jam, dewasa dan anak BB > 20kg sehari 3x1 kapl.
: dus kapl 100 500mg , botol 60 ml sirup kering.

Nama produk
Nama pabrik
Kandungan

: Ancla
: meprofarm
: amoxicillin anhidrat 500mg (250mg) asam klavulanat 125 mg

Indikasi
Kemasan

(62,5mg) tiap tablet / 5ml sirup


: antibiotika
: botol 60 ml sirup kering , botol 5x6 tablet

Nama produk
Nama pabrik

: aclam
: Lapi

Kandungan

: amoksisilin 500mg (125mg) (250mg) asam klavulanat 125mg tiap

Indikasi

5ml sirup.
: infeksi saluran nafas atas dan bawah , saluran kemih, jaringan

Dosis

lunak, pasca op dan septikemia.


: dewasa dan anak > 12 tahun : sehari 3x500mg 7-12tahun : sehari

Kemasan

3x2 sendok sirup. 2-7tahun : sehari 3x1 sendok sirup.


: botol 60ml sirup forte dan sirup kering.

Nama produk
Nama pabrik
Kandungan
Indikasi

: lansiclav
: Pertiwi Agung
:amoxicilin 500 mg, asam klavulanat 125 mg
: infeksi saluran nafas atas dan bawah, saluran kemih, kulit, tulang,

Kontra indikasi
Efek samping
Dosis
Kemasan

jaringan lunak.
: hipersensitif
: iritasi saluran cerna, reaksi hipersensitif
: dewasa dan anak >12 tahun sehari 3x1 kapl
: dus 5 x 6 kapl salut, botol 60 ml sirup kering

Nama produk
Nama pabrik
Kandungan
Indikasi

: moxigra
: Gratia Farma
: amoxixilin trihidrat 500mg , 125mg / 5ml
:infeksi bakteri gram positif dan gram negatif yang peka infeksi
saluran nafas bagian bawah, THT disebabkan bakteri streptocacci,
streptococcus pnemonia, stepilocaccus non penisinilae, dan

haemophillus influenza.
Konra indikasi : hipersensitif penisilin dan sefalosporin
Dosis
: dewasa dan anak BB<20kg : 20mg / kg BB dalam 3 dosis, dewasa

Kemasan

3g sebagai dosis tunggal


: dus 10 x 10 kapl 500mg, botol 60 ml sirup kering

Nama produk
Nama pabrik
Kandungan
Indikasi
Konta indikasi
Dosis
Kemasan

: ramoxyl
: Rama Emerald MS
: amoxicilin trihidrat 250mg, 125mg / 5ml
: infeksi saluran nafas atas dan bawah, saluran kemih
: hipersensitif terhadap penisilin
: dewasa 3 x 1 kapl sehari 250mg atau 500mg
: dus 10 x 10 kapl 250mg, 500mg, botol 60ml sirup kering

10 Nama produk
Nama pabrik
Kandungan
Indikasi

: rindomox
: Yarindo Farmatama
: amoxicilin trihidrat 500mg
: infeksi saluran pernafasan bawah, aotitis media, broclitis akut dan
kronis pnemonia, cytitis, urethritis pyelonephritis, gonorhea, tanpa
komplikasi, infeksi kulit dan jaringan halus.

Dosis

: anak anak dan dewasa > 20kg sehari 750 1500mg setiap 8 jam
dalam dosis terbagi, anak anak < 20kg sehari 20 40mg / kgBB
setiap 8 jam dalam dosis terbagi, anak anak > 2 tahun 50mg /
kgBB + 25mg/kgBB probenesid diberikan bersama sebagai dosis

Kemasan

tunggal
: dus 10 x 10 kapl, botol 60ml sirup kering

IV

Studi Praformulasi Bahan Aktif

No

Bahan Aktif

Efek samping

Amoxicilin

-Kombinasi
clavunamic
acid dapat
menyebabkan
hepatitid dan
edestatic
jaundice
-Erythema,
Multifame
Steven
Johnson
yndrome,
Toxic
epidermal
neurosis dan
exfoliative
dermatitis juga
dapat
disebabkan
oleh
pemakaian
bersama
clamaric acid
(Martindale,
36th edition)
-Diare, mual,
muntah, kulit
kemerahan
-Mual, muntah Antibiotik
dan diare

Amoxicilin
Natrium

Efek
utama
Antibiotik
(derivative
penisilin)

Karakteristik
fisika
Kelarutan
sukar larut
dalam air dan
methanol,
tidak larut
dalam
benzene,
dalam karbon
tetraklorida
dan dalam
kloroform (FI
IV.1995:95)

Karakteristik
kimia
Stabil pada
pH 3,5-5,5
(Martindale,
36th Ed:202)

-serbuk
hablur putih
-sangat
higroskopis

Stabil pada
pH 8,0-10,0

Kelarutan
sangat mudah
larut dalam
air, agak
sukar larut
dalam etanol,
sangat sukar
larut dalam
aseton, prakti
tidak larut
dalam
kloroform
dan dalam

pKa 3,23
suasana asam
7,43 suasana
basa
Titik leleh
194oC

Sifat lain
Hipersensitivitas
pada ginjal

Ampicilin
Trihidrat

-Pada
beberapa
pemberian
oral dapat
disertai diare
ringan yang
sifatnya
sementara
karena
ketidakstabila
nnya

eter (FI
IV.1995:97)
-Ampicilin
trihidrat
memiliki
kelarutan
dalam air
sekitar 6
mg/ml. pada
suhu 200oC
dan 10 mg/ml
pada suhu
400oC

-Natrium
ampicilin per
ml memiliki
pH 8-10
-Ampicilin
trihidrat
memiliki pH
5-7,5

Alasan Pemilihan Bahan Aktif


Amoksisilin adalah derivate hidroksi dengan aktivitas sama dengan ampicilin. Terapi
resorbsinya telah lengkap dan pesat dengan kadar darah dua kali lipat. Waktu paruhnya 1-2
jam. Presentasi pengikatan pada protein jauh lebih ringan daripada pen- G dan pen-V.
Difusinya ke jaringan dan cairan tubuh lebih baik, antara lain ke dalam air liur pasien
bronchitis kronis. Amoksisilin diabsorpsi dengan cepat dan baik di saluran pencernaan, tidak
tergantung adanya makanan dalam lambung dan setelah 1 jam konsentrasi dalam darah sangat
tinggi sehingga efektivitasnya tinggi. Amoksisilin

diekskresikan dan dibuang terutama

melalui ginjal, dalam air kemih terdapat dalam bentuk aktif. Amoksisilin sangat aktif pada
bakteri gram positif dan gram negative.
Amoksisilin tersedia dalam beberapa bentuk yaitu amoksisilin trihidrat dan amoksisilin
natrium. Kami memilih menggunakan amoksisilin. Karena amoksisilin natrium sangat
higroskopis dan amoksisilin trihidrat sulit larut dalam air dan secara kimia tidak stabil dalam
air. Untuk menghindari masalah stabilitas amoksisilin. Sehingga dipilih sediaan dry syrup.
Selain itu sediaan dry syrup juga memilih kelebihan yakni mengurangi bobot dari masing
masing botol, karena didalam sediaan tidak menggunakan air sehingga akan mengurangi
biaya distribusi dan sediaan daam bentuk kering akan lebih tahan terhadap bakteri penisilinase
karena sediaan tidak kontak langsung dengan air.
Dosis dan Perhitungan
Pada praktikum kali ini, akan dibuat sediaan Dry Sirup

Paracetamol yang dapat

ditujukan untuk konsumen pada usia 1- 15 tahun dengan dosis : (ISO :661)
Usia

Bobot (Kg)

Rata- rata bobot

(kg)
tahun
0
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15

Bulan
0
0
0
0
0
0
0
6
6
6
6
6
6
6
6
6

Pria
4,2
8,1
9,6
11,4
13,0
14.4
15,8
17,5
20,0
21,9
24,7
28,4
32,6
37,0
40,8
42,5

Wanita
3,8
7,6
2,3
11,0
12,6
14,2
16,2
17,5
20,0
21,9
24,7
28,4
32,6
33,0
40,8
42,5

4
7,85
9,45
11,2
12,8
14,3
16
17,20
20,45
20,95
24,3
27,65
30,85
35
40,4
42,4

Dosis Literatur (Martindale) perhitungan awal Amoxixilin pada anak :


Pada infeksi yang mudah terpapar , yaitu pada infeksi saluran kemih, sinusitis, infeksi
Haemophilus Influenza (Oral) :
A 1 bulan 1 tahun : 62,5 mg 3 kali sehari
B 1 tahun 5 tahun : 125 mg 3 kali sehari
C 5 tahun 18 tahun
: 125 mg 3 kali sehari (dosis dobel apabila infeksi parah)
Sasaran konsumen memiliki umur 1 tahun 18 tahun, yang menggunakan sendok takar 5
m
Kandungan Amoxicilin : 125 mg/5ml
Alasanya pada dosis ini dianggap dapat digunakan dengan efektif dan cepat habis dengan
rentang waktu 3 hari dan bila masih berlanjut bisa langsung berobat ke dokter secara
langsung.
5 Tahun 18 Tahun
Sehari :

= 0,3 gram

Kesimpulan : tidak melebihi ADI


Na Benzoat

: 5 mg / kgBB

Umur
1 tahun
1 tahu 5 tahun

BB (kg)
4 7,85
7,85 14,3

5 mg/kg BB
20 mg 39,25 mg
39,25 mg 71,5 mg

5 tahun 18 tahun

14,3

71,5 -5 mg

Kandungan Na Benzoat:
1

1 tahun :
Sehari :

x 0,012 g = 0,0015 g

1 tahun - 5 tahun
Sehari :
5 tahun 18 tahun
Sehari :

Kesimpulan : Tidak melebihi ADI

= 0,003 gram

= 0,006 gram

Jenis dan Contoh Bahan Tambahan dalam Formula


Bahan Tambahan
1 Suspending Agent
Bahan yang digunakan adalah PGA
- Pemerian : Hampir tida berbau, serbuk berwarna putih, atau hampir
-

kuning
Fungsi
Klarutan

: Suspending agent, Wetting agent


: Mydah larut dalam air, menghasilkan larutan kental dan

tembus cahaya untuk pembuatan syrup, bersifat asam lemah terhadap


2

lakmus biru, praktis tidak larut dalam etanol dan eter


Pengawet
Baahan yang digunakan adalah Na Stearat
- Pemerian : Serbuk hidrodkopis, beraasa seperti asam, berwarna putih,
-

bentuk higroskopis menguntungkan karena mudah dilarutkan dalam air


Kelatrutan : Mudah larut dalam air ( 1 : 1,8 )
Fungsi
:m bakteriostatik dan antifungal, efek antimikroba terlihat

pada pH 2 5
Berat Jenis: 1,427 1,527 g/cm3 (24 C)
Inkompatibiltas : Inkompatibl dengan gelatin, garam Fe, garam Ca,
Logam berat yang mengandung Ma dan Ag, bahan pengawet direduksi

oleh adanya interaksi dengan surfaktan non ionik.


Dapar
Daapar yang digunakan adalah dpar sitrat yang dibuat dari reaksi antara
asam sitrat dan NaOH pada pH 5 dan kapasitas dapar 0,01 karena NaOH
bersifat higroskopis maka mempermudah larut dalam air. Digunakan untuk

menentukan dan menjaga kestabilan sediaan yang dibuat.


4 Pemanis
Bahan yang digunakan adlah Sakarin Na
- Pemerian : Krstal putih, tidak berbau atau berbau aromatik, bersa
-

manis.
Kelarutan : Mudah larut dalam air ( 1;1,2 )sehingga cocok untuk

sediaan dry syrup.


Fungsi
: Sebagai pemanis dengan kekuatan pemanisnya 300x lebih

manis dibanding dengan sukrosa


pH
: 6,6
Berat Jenis: 0,96 g/ml
Stabilitas : Stabil pada kondisi normal, hanya terdispersi pada pH 2 /

pada pemanasan tinggi.


5 Perasa
Bahan yang digunakan adalah perasa melon assens. Karena memberikan
rasa yang segar dan bau yang acceptable untuk pasien
6 Pewarna

Bahan yang digunakan adalah acid red


alasan pemilihan bahan :
- Mendukung penampilan rasa dan bau melon
- Bersifat Aman
- Mudah larut dalam air

VI

Susunan Formula dan Komposisi Bahan


No
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Bahan

Fungsi

Amoxicillin Trihidrat
PGA
Sakarin Na
Na Benzoat
Asam Sitrat
NaOH
Perasa Melon

Bahan aktif
Suspending Agent
Pemanis
Pengawet
Dapar
Dapar
Pengawet

Jumlah
500 ml
12,5 g
25 g
2,5 g
0,5 g
0,194 g
0,006 g
0,02 g

60 ml
1,5 g
3,0 g
0,3 g
0,06 g
0,0233 g
0,00072 g
0,166 g

Spesifikasi sediaan yang diinginkan :


Bentuk sediaan : Suspensi kering
Kadar bahan aktif

: Amoxicillin 125 mg/5 ml

pH sediaan

: 5-7

Warna

: Hijau muda

Bau

: Melon

Rasa

: manis seperti melon

Penimbangan Bahan:
1

Amoxicillin
125 mg/5 ml = 125 ~ 5 ml
Untuk membuat 60 ml dibutuhkan 1,5 g\
125 mg
5 ml
x

x
60 ml

= 1,5 g

PGA ( 5-10% )

Yang digunakan adalah 5 %

Satuan terkecil

= 5 % x 5ml = 250 mg

Dalam 60 ml

= 5 % x 60ml = 3 g

Sakarin Na (0,075-0,6%)
ADI = 2,5 mg/kg
Untuk usia 6-12 tahun = (20 kg 36 kg) x 2,5 mg/kgBB = 50 90 mg
Dewasa (> 12 tahun) = (40 kg 70 kg) x 2,5 mg/kgBB = 100-175 mg
Na Sakarin yang digunakan = 0,5% 0,5% x 5 ml = 25 mg
Maka untuk :
-

(6-12 tahun) adalah takaran

2,5 ml
5 ml
5

x 25 mg = 37,5 mg (tidak melebihi)

> 12 tahun adalah satu takaran


5 ml x 3
5 ml

x 25 mg = 75 mg (tidak melebihi)

Na Benzoat
ADI = 5 mg/kg
Untuk usia 6-12 tahun = (20 kg 36 kg) x 5 mg/kgBB = 100 180 mg
Dewasa (> 12 tahun) = (40 kg 70 kg) x 5 mg/kgBB = 200 350 mg
Na Benzoat yang digunakan = 0,1% 0,1% x 5 ml = 5 mg
Maka untuk :
-

(6-12 tahun) adalah takaran


2,5 ml x 3
5 ml

x 5 mg = 7,5 mg (tidak melebihi)

> 12 tahun adalah satu takaran


5 ml x 3
5 ml

x 5 mg = 15 mg (tidak melebihi)

Dapar sitrat dari asam sitrat dan NaOH pH 5,0 sebanyak 1% dengan kapasitas
dapar 0,01.
-

1
100

pH= pKa+ log

x 60 ml = 0,6 ml

5=4,78+log

[G]
[A]

[G ]
[A]

log [G]/[A] = 0,22


[G]/[A] = 1,6569
[G] = 1,6569 [A] .......................(1)
-

= C. 0,2303 ([Ka.H3O+)] / [Ka+(H3O+)]


C = 0,0185 mol/L

C = [G] + [A]
0,0185 = 1,6596 [A] + [A]
[A] = 6,967 . 10-3 mol /L
[g] = 0,01154 mol/L

Persamaan Reaksi

Persamaan Reaksi Kimia :


H3sitrat + NaOH
NaH2sitrat + H2O
0,0185
0,0185
0,0185
0,0185
0,0185
0,0185
0,0185
0,0185
NaH2sitrat + NaOH
0,0185
0,01154
0,01154
0,01154
-

Na2Hsitrat + H2O
0,01154
0,01154
0,01154
0,01154

Jumlah yang ditimbang


0,0185 mol /l
Asam sitrat=
x 210,14 g/mol
1000
0,00233 gram
NaOH=

0,03004 mol /l
x 40g/mol
1000
0,000720 gram

VII
1

Metode
Alat dan Bahan
Alat
1 Mortir
2 Stamper
3 Beaker glass
4 Batang pengaduk
5 Ayakan
6 Timbangan
7 Gelas ukur
8 Labu ukur
Bahan
1 Amoxicillin trihidrat
2 PGA
3 Sakarin Na
4 Na Benzoat
5 Perasa melon
6 NaOH
7 Acid green
Prosedur Pembuatan
Setarakan timbangan
Siapkan mortir

Timbang amoxicillin sebanyak 1,5 gram, masukkan ke dalam mortir,


lalu gerus dan sisihkan
Timbang PGA sebanyak 3 gram, masukkan pada mortir sebelumnya,
gerus ad homogen
Timbang sakarin Na sebanyak 0,3 gram dan Na benzoat sebanyak
0,06 gram masukkan dalam campuran, gerus ad homogen
Siapkan mortir 2 untuk membuat dapar
Timbang asam sitrat 0,0233 gram, masukkan dalam mortir
Timbang NaOH 0,000720 gram, masukkan ke dalam mortir diatas,
gerus bersama ad homogen.
Masukkan campuran pada mortir 1 ke dalam mortir 2 gerus bersama
ad homogen

Pembuatan granul
Tambahkan etanol sedikit demi sedikit pada campuran
serbuk sampai terbentuk massa granul, kemudian diremasremas
Lalu diayak dengan ayakan no 20

Masukkan dalam oven hingga kering dengan suhu 60C


15 menit
Prosedur Evaluasi
1

Uji Organoleptis
Uji ini dilakukan dengan menambahkan 440 ml pelarut pada sirup kering,
kemudian dilakukan pengamatan yang meliputi :
Warna
Rasa
Bau
Uji pH
Alat : pHmeter
Ambil beberapa ml sediaan suspensi dalam beaker glass
Masukkan elektroda pH yang sudah di kalibrasi dengan dapar
standar

Amati pHnya, catat dan bandingkan dengan pH yang seharusnya.


Uji berat jenis
Alat : Piknometer
Menimbang piknometer yang bersih dan kering

Mengisi piknometer dengan air ad penuh lalu rendam dengan air es


suhunya 2C dibawah suhu percobaan

Piknometer ditutup, pipa kapiler dibiarkan terbuka dan satu


dibiarkan naik sampai suhu percobaan lalu piknometer ditutup
Biarkan suhu air dalam piknometer tercapai suhu kamar, air yang
menempel di usap lalu timbang dengan seksama

Lihat dalam tabel kerapatan air ada suhu percobaan untuk


menghitung volume air = piknometer
Cara perhitungan :
Bobot piknometer + air

= a + b gram

Bobot piknometer kosong

= a gram

Bobot air

= b gram

Hitung volume piknometer

= b gram
= air (g/ml)

Penentuan bobot jenis sediaan :


Timbang zat (suspensi amoxicillin) menggunakan piknometer hingga
diperoleh bobot zat = c gram (bobot piknometer + zat) (bobot piknometer
kosong)
Bobot jenis zat =
4

c gram
V piknometer(ml)

Uji Viskositas
Alat = VT-03E (Viskotester)
Memasukkan sampel ke dalam uap, jika kental gunakan cup kecil,
jika encer gunakan cup besar

Pegang viskotester di satu tangan, gunakan level ukuran atau


meteran pada unit untuk memastikan unit kira-kira telah horizontal

Letakkan rotor pada pusat uap

Pindahkan apitan jarum meter hingga melawan arah

Nyalakan power switch pada posisi ON

Ketika rotor mulai berputar, jarum indikator viskositas secara


berkala bergerak ke kanan dan seimbangkan

Menghubungkan viskositas dengan sampel cairan


Baca nilai viskositas dari skala untuk rotor yang sedang digunakan
catat hasilnya

Ketika pengukuran berjalan sempurna, atur power switch pasa posisi


OFF
5

Uji kecepatan sedimentasi


Alat = Gelas ukur dan penggaris
Sejumlah volume tertentu suspensi dimasukkan dalam gelas ukur
yang sudah diberi skala tertentu

Mendiamkan larutan selama waktu tertentu sampai terbentuk


endapan
Mengukur volume endapan, setelah itu dihitung volume
sedimentasinya
F=

Vu
Vo

Keterangan :
F

= Volume sedimentasi

Vu

= Volume endapan yang terbentuk

Vo

= Volume awal suspensi sebelum ada pengendapan

6. Derajat flokulasi
Alat = Gelas ukur dan penggaris, terjadi bila pada sistem suspensi
mengandung flokulasi dan deflokulasi.
=

Flokulasi(V sediaan)
Deflokulasi(V sediaan)

7. Uji Sifat Alir


Alat = Alat penguji kecepatan alir granul
Merangkai alat uji (corong, alas, statif) dan diatur jarak dasar corong
dengan alas 10 cm

Timbang granul yang diperoleh

Dasar corong ditutup dan diletakkan granul pada corong


Penutup dasar dibuka dan pencatat waktu dijalankan
Pencatat waktu dihentikan saat semua granul melewati corong

Ukur tinggi kerucut (h) dan jari-jari (r) granul dibawah corong

Hitung tangen dari sudut diam

Hitung waktu alirnya


8. Uji Moisture Content
Alat = Moisture analyzer
Hidupkan alat, lalu ambil dan bersihkan pan sampel yang kemudian
diletakkan pada tempatnya kembala untuk data

Lalu masukkan 5 gram granul pada pan


Tekan start ddan proses pemanasan pan akan berlangsungdan akan
berakhir jika alat sudah berbunyi

Tunggu hasil pada printer yang ada


9. Uji penetapan kadar
Alat = Spektrofotometer UV-Vis
Buat larutan standard amoxisillin dengan konsentrasi 200,300, 360,
400 ppm

Lalu buat kurva baku dari serapan yang didapat sehingga terbentuk
persamaan kurva baku

Timbang beberapa sampel sehingga mengandung 25 mg amoxicillin,


masukkan labu ukur 100 ml tambah 25 ml aquadest
Ultrasonic lalu tambah dengan aquadest ad tanda
Saring dengan kertas saring, saringan pertama dibuang sedangkan
saringan kedua ditampung

Periksa konsentrasi sampel dengan spektrofotometer UV-Vis pada


272 nm
Hitung kadar amoxicillin menggunakan persamaan baku yang
didapat sebelumnya

VIII

Rancangan Etiket, Brosur dan Kemasan


IX

XI

XII

XIII

HASIL DAN PEMBAHASAN


XIV
1 Hasil Evaluasi Dry Syrup Amoxicillin
1 Uji Organoleptis
XV
Bau
= Melon
XVI
Rasa
= Manis
XVII Warna
= Hijau
XVIII Bentuk = Dry Syrup Serbuk
2 Uji Keasaman
XIX
Alat
= pH Indikator Universal
XX
pH
= 5,78
3 Uji Viskositas
XXI
Alat
= VT-03F & Spindel No. 3
XXII Viskositas
= 2 mPaS
4 Uji Kelembapan
XXIII
XXIV
XXV
5

Alat
Kelembapan

= Moisture analyzer
= 6,40%
t : 2 menit 25 detik

Uji Berat Jenis

XXVI

Alat
XXVII

XXVIII
XXIX
XXX

XXXII

= Piknometer
Pikno kosong

= 28,95 g

Pikno + air

= 38,30 g

Pikno + sirup

= 39,26 g

mair

= mpikno + air - mpikno

XXXI

= 9,85 g

air

XXXIII = 9,85 g/0,998 g/ml = 9,87 ml


XXXIV

mlarutan

= mpikno + sirup - mpikno

XXXV

= 39,26 g 28,95 g

XXXVI

= 10,31 g

XXXVII

larutan

XXXVIII

= mlarutan/vair
= 10,31 g/9,87 g/ml = 1,045 g/ml

Pembahasan
XXXIX
Pada praktikum ini dilakukan pemformulasian suspensi

berupa dry sirup. Suspensi adalah sediaan heterogen yang terdiri


dari fase dispersi dan fase pendispersi sedangkan dry sirup
merupakan sediaan suspensi yang bahannya kering dan dapat
ditambahkan pelarut ketika akan digunakan. bahan aktif yang
digunakan adalah amoksisilin dan asam klavulanat, akan tetapi
karena dilaboratorium bahan aktif yang tersedia hanya amoksisilin
maka yang digunakan adalah amoksisilin dengan kadar setiap 5 ml
mengandung 125 mg amoksisilin. Dibuat dry sirup Karena bahan
obat ini secara kimia tidak stabil dalam media air, karena dalam air
amoxycillin dapat mengalami degradasi karena terhidrolisis oleh air,
dan menghindari masalah stabilitas fisika karena amoxycilinn sukar
larut dalam air. Selain itu bentuk sediaan dry syrup dapat
mengurangi bobot dari masing-masing botol, karena di dalam
sediaan tidak mengandung air sehingga akan mengurangi biaya
distribusi dan Sediaan dalam bentuk kering lebih tahan terhadap
bakteri penisilinase karena sediaan tidak kontak langsung dengan
air.
XL Amoxicillin

dipilih

karena

amoxicillin

termasuk

dalam

antibiotik derivat penisilin spektrum luas. Dipilih turunan penisilin


karena merupakan senyawa bakterisid dengan indeks terapetik
tinggi

yang

bekerja

mikroorganisme
digunakan

lebih

dibandingkan

sebagai

drug

of

besar
fase
choice

pada

fasa

istirahat
untuk

perbanyakan

sehingga
pencegahan

sering
dan

pengobatan infeksi. Dan mempunyai gugus hidrofil dan bentuk


praobat yang mempunyai spektrum antibakteri yang luas dan efektif
tidak hanya pada bakteri gram(+) dan gram (-). Sedangkan
sefalosporin kepekaan untuk betalaktamase lebih rendah daripada
penisilin,

dapat

menimbulkan

resistensi

lebih

cepat

daripada

penisilin. Selain itu Absorpsi amoxicillin dalam saluran cerna jauh


lebih baik dari ampisilin.
XLI
Ada beberapa macam Amoxicillin yaitu amoxicillin,
amoxicillin sodium, dan amoxicillin trihidrat. Pada formulasi ini

digunakan amoxicillin karena amoxicillin lebih dimungkinkan untuk


dijadikan

bahan

aktif

dry

sirup.

Dimana

amoxicillin

sodium

merupakan bahan yang sangat higroskopis sehingga tidak cocok jika


digunakan dalam dry sirup, karena akan menyebabkan sediaan
serbuk atau granul dry syrup menjadi mudah basah dan tentu akan
mempengaruhi stabilitas dari bahan aktif tersebut. Sedangkan
amoxicillin trihidrat merupakan senyawa berbentuk kristal sehingga
kurang cocok jika digunakan dalam dry sirup, namun pada skala
industri dan peralatan serta teknik yang lebih canggih amoxcillin
trihidrat dimungkinkan untuk digunakan sebagai bahan untuk dry
syrup seperti yang ada di produk-produk pasaran.
XLII
Pembuatan dry sirup ada tiga metode yaitu metode
serbuk, metode granulasi, dan metode campuran (serbuk dan
granulasi). Pada awalnya kami merencanakan membuat dry syrup
dengan metode serbuk, dikarenakan metode serbuk lebih efisisen
baik secara waktu maupun teknis, selain itu bahan-bahan formulasi
ini kami perkirakan berbentuk serbuk semua sehingga kami memilih
menggunakan metode serbuk. Metode serbuk memilki kelemahan
yaitu memungkinkan untuk terjadi penggumpalan karena antar
partikel

lebih

mudah

menempel.

Namun,

dikarenakan

di

laboratorium perasa melon yang tersedia berupa cairan, sehingga


metode serbuk tidak dimungkinkan dan kami beralih pada metode
granulasi. Metode granulasi memiliki kelebihan yaitu akan membuat
sediaan lebih stabil secara fisika kimia dibanding serbuk, metode ini
juga memilki kelemahan yaitu memerlukan waktu yang lebih lama
karena masih memerlukan proses pengeringan dan pengayakan.
Adapun tujuan dari granulasi adalah untuk memperbaiki sifat alir dan
memperbesar
meningkatkan

ukuran

partikel

fluiditas

serta

dari

ukuran

awalnya

memudahkan

sehingga

pencampuran,

mengurangi debu dan menurunkan volume ruahan serbuk. Metode


granulasi yang dilakukan adalah granulasi basah.
XLIII
Dalam melakukan pemformulasian

ini

pertama

dilakukan penimbangan semua bahan-bahan yang digunakan, lalu


mencampurkannya di mortir sambil digerus ad homogen. Bagian

terakhir yang ditambahkan adalah perasa dan pewarna yang


sekaligus

berguna

sebagai

pembasah.

Setelah

semua

bahan

tercampur, campuran tersebut diayak dan ditampung pada loyang.


kemudian dikeringkan dengan oven dengan suhu 60C. Namun pada
praktikum kami tidak dilakukan oven granul karena kelembaban yang dihasilkan
sudah memenuhi syarat, dan dilakukan pengayakan yang kedua untuk
mendapat ukuran partikel yang lebih seragam.

Namun pada

percobaan formulasi skala kecil (60ml) suspensi yang kami peroleh


memiliki viskositas atau kekentalan yang kurang sehingga lebih
nampak sebagai larutan bukan suspensi, selain itu jika terlalu encer
akan membuat tingkat sedimentasi berjalan lebih cepat dan
membuat suspensi ini kurang stabil, sehingga sediaan ini harus
ditingkatkan kekentalannya. Adapun beberapa bahan yang dapat
digunakan sebagai pengental yaitu diantaranya PGA, CMC Na,
Sukrosa, dls. Pada formulasi kami sudah digunakan PGA sebagai
suspending agent, jika ditingkatkan lagi maka akan membuat kadar
PGA menjadi tinggi dan menyebabkan bau yang kurang enak pada
sediaan, selain itu PGA kurang efektif bila dijadikan sebagai
pengental. Bahan lain yaitu CMC Na, namun kelemahannya adalah
CMC Na perlu dikembangkan terlebih dahulu dengan air panas, jadi
kurang efektif juga jika digunakan untuk dry sirup mengingat
pengembangan CMC Na tidak mudah.
XLIV
Setelah sediaan dry sirup dalam batch 500 ml dibuat, maka dilakukan
berbagai uji untuk evaluasi sediaan dry sirup. Beberapa uji yang dilakukan yaitu :
1 Uji organoleptis dan pH
XLV Bentuk : Bentuk granul, karena untuk memperbaiki sifat alir dari
bahan aktif amoxicilin, yang dibuat sediaan dry sirup, selain itu untuk
menghindari flokulasi dan flokulasi saat sediaan di beri aquades, dan simpan
dalam jangka waktu kurang lebih 4 hari.
XLVI Rasa
: melon , karena menggunakan perasa atau flavor yang
ditujukan memberi aroma seperti melon agar mudah di konsumsi atau
menarik perhatian anak-anak yang lebih mudah meminum obat dengan warna
atau rasa mirip buah .
XLVII Warna : hijau, karena menggunakan perasa melon yang identik
dengan warna hijau.

XLVIII Bau

: melon, agar lebih mudah meminumnya, karena amoxicilin

identik dengan bau yang kurang menyenangkan .


XLIX pH
: 5,78 dimana masuk dalam rentang sediaan dry sirup yaitu
2

3,5 6 .
Uji Viskositas
L
Suatu suspensi memerlukan bahan pensuspensi, bahan pensuspensi

yang digunakan adalah CMC-Na yang bekerja meningkatkan kekentalan larutan.


Dengan meningkatnya kekentalan maka akan meningkatkan stabilitas suspensi.
Kekentalan suatu larutan yang dikonsumsi dengan cara diminum mempengaruhi
kenyamanan pasien saat akan mengkonsumsi sediaan suspensi. Pada sediaan farmasi
umumnya dan dry suspensi khususnya dibutuhkan viskositas yang baik dan bersifat
pseudoplastis agar dalam penggunaannya sediaan farmasi lebih mudah dan aman
digunakan. Hal tersebut ditujukan agar sediaan mudah dituang dalam sendok dan
apabila diperlukan penggojokan sebelum pemakaian maka sediaan dapat tetap dituang.
Pada uji viskositas sediaan dry sirup didapatkan nilai viskositasnya adalah 2 mPa.S.
4 Uji Kelembaban
LI
Pada uji kelembaban kami menggunakan alat moisture analyzer.
Syarat kadar air pada sediaan dry syrup <2% dan kelompok kami meghasilkan angka
6,40% dengan waktu 2 menit 25 detik. Dan ini menyebabkan granul yang dihasilkan
sedikit basah dan menyebabkan selama penyimpanan granul menjadi lembab dan
mampu mengikat antar granul, selain itu penambahan air yang terlalu berlebih
menyebabkan pengeringan didalam oven serta pengaturan suhu yang kurang tepat.
5 Penetapan Kadar
LII
Pada penetapan kadar dapat dilakukan dengan spektrofotometri
dengan memeriksa konsentrasi sampel dengan spektrofotometer UV VIS pada
panjang gelombang 257 nm. Tetapi kami tidak melakukanya.
6 Uji Stabilitas
LIII
Sediaan dry syrup dipilih karena Amoksisilin secara kimia tidak stabil
dalam media air jika disimpan dalam jangka waktu lama. Sediaan ini dimaksudkan
untuk menghindari masalah stabilitas fisika yang tidak dapat dihindari dalam suspensi
konvensional, yaitu degradasi bahan aktif, perubahan viskositas, inkompatibilitas
bahan dan cacking. Sediaan dalam bentuk kering lebih tahan terhadap perubahan
temperatur dan lebih stabil dalam pendistribusian. Selain itu, jika Amoksisilin langsung
kontak dengan air dapat menyebabkan ia terhidrolisis dengan cepat sehingga
memutuskan ikatan antara atom C dengan atom H menghasilkan asam karboksilat
yakni asam penisilinoat.

LIV

Bahan-bahan obat tertentu tidak memiliki stabilitas yang cukup baik

dalam larutan berair terutama bahan-bahan antibiotika, untuki menutupi kekurangan


tersebut dibuatlah sediaan sirup kering. Sirup kering adalah suatu campuran padat yang
ditambahkan/didispersikan dengan air saat akan digunakan, sediaan ini sebenarnya
adalah bentuk suspensi kering tetapi sering disebut sebagai sirup kering. Sediaan sirup
kering ini digunakan untuk bahan obat yang tidak stabil dan tidak/sukar larut dalam
pembawa air. Komposisi sirup kering biasanya terdiri dari bahan pengsuspensi agar
campuran sirup kering dan air membentuk dispersi yang sempurna, bahan pembasah,
pemanis, pengawet, penambah rasa/aroma, buffer dan zat warna (FI IV, 1995).
LV
Sediaan sirup kering dapat disimpan lebih lama daripada sediaan
larutan karena sirup kering tidak mengandung air sehingga lebih stabil. Tetapi bila
sudah didispersikan dengan air, sediaan harus digunakan dalam waktu kurang lebih 2
minggu untuk menghindari kontaminasi mikroba yang dapat menurunkan aktivitasnya.
Biasanya waktu 2 minggu ini

adalah periode yang cukup bagi pasien

untuk

menghabiskan volume obat sesuai resep.Berdasarkan pengamatan sirup yang kami


buat, penyimpanan kami taru pada botol coklat / gelap agar tidak terhidrolisis cepat
ketika terkena sinar matahari dalam keadaan terlarut. Selain itu penyimpanya di tempat
sejuk dan kering dan tidak terpapar sinar matahari secara langsung. Larutan dry sirup
juga mengalami pengendapan dimana pengendapanya dapat larut kembali dengan
penggojogkan kembali.
7 Uji Berat Jenis
LVI
Alat yang digunakan untuk uji berat jenis yaitu Piknometer. Metode
melakukan uji berat jenis yaitu menimbang piknometer yang bersih dan kering,
Mengisi piknometer dengan air sampai penuh lalu rendam dengan air es suhu 2C di
bawah suhu percobaan, Piknometer ditutup, pipa kapiler dibiarkan terbuka dan suhu
naik sampai suhu percobaan, lalu piknometer ditutup, Biarkan suhu air dalam
piknometer mencapai suhu kamar, air yang menempel diusap lalu timbang dengan
saksama, Lihat dalam tabel kerapatan air ada suhu percobaan untuk menghitung
volume air = piknometer.
LVII Cara perhitungan
LVIII Bobot piknometer + air = a + b gram
LIX
Bobot piknometer kosong = a gram
LX
Bobot air
= b gram
LXI
Hitung volume piknometer = b (gram)
LXII
p Air (g/ml)
LXIII Penentuan bobot jenis sediaan :

Timbang zat (Larutan parasetamol) menggunakan piknometer hingga


diperoleh bobot zat = c gram (bobot piknometer + zat) (bobot piknometer

kosong)
Bobot jenis zat = c gram
LXIV
V pikno (ml)
LXV
Kendala saat membuat dan solusinya
LXVI Pada saat pembuatan dry sirup amoksisilin, perlu diperhatikan saat
mencampur bahan pewarna dengan yang lainnya. Karena jika bahan tersebut susah
tercampur secara homogen, sehingga nantinya akan mempengaruhi acceptabilitas
sediaan yaitu warna sediaan tidak merata dan terkesan masih ada yang tidak larut.
Solusinya yaitu dengan melarutkan sedikit demi sedikit bahan pewarna dan diaduk
perlahan agar homogen sampai campuran tersebut berwarna yang sama.
LXVII
LXVIII Kesimpulan
LXIX
Berdasarkan praktikum yang kami dilakukan, dapat

ditarik

kesimpulan sebagai berikut :


1 Pembuatan dry syrup memnggunakan metode granulasi basah karena perasa
2

dan pewarna yang digunakan berbentuk cairan


Evaluasi sediaan yang dilakukan adalah uji organoleptis, uji pH, uji bobot

jenis, uji viskositas dan uji kelembaban.


Hasil uji pH sesuai dengan persyaratan pH teoritis yaitu dengan pH 5,78

LXX DAFTAR PUSTAKA


LXXI

Anonim. 1979. Farmakope Indonesia Edisi III. Jakarta : DepKes RI

LXXII

Anonim. 1995. Farmakope Indonesia Edisi IV. Jakarta : DepKes RI

LXXIII

Anonim. 2009. Martindale The Complete Drug Reference Ed. 33.

Pharmaceutical Press
LXXIV

Anonim. 2012. ISO Indonesia Vol. 47. Jakarta : PT. ISFI Penerbitan

LXXV

Ansel, Howard, C. 2011. Pharmaceutical Dosage Forms and Drug

Delivery System Ed. 9. Wolters Kluwer


LXXVI

Bobone. 2012. Antibiotik. Pangkal Pinang : Poltekkes Kemenkes RI

LXXVII

Rowe, Raymon. C. 2009. Handbook of Pharmaceutical Excipient

Sixth Edition. Pharmaceutical Press