Anda di halaman 1dari 3

Tips Dari Rasulullah Bagi Penghafal Al

Quran
August 27th, 2014/Al-Quran dan Hadits/1 Comment

Pembaca yang budiman, ternyata Rasulullah Shallallahualaihi Wasallam telah memberikan tips
dalam menghafalkan Al Quran agar cepat hafal dan tidak mudah hilang dari ingatan. Simak
hadits berikut ini..
Dicatat oleh Ibnu Nashr dalam Qiyamul Lail (73),





:

Yunus bin Abdil Ala menuturkan kepadaku, Anas bin Iyadh mengabarkan kepadaku, dari
Musa bin Uqbah, dari Nafi dari Ibnu Umar radhiallahuanhu, dari Nabi Shallallahualaihi
Wasallam, beliau bersabda:
Jika seseorang shahibul Quran membaca Al Quran di malam hari dan di siang hari ia akan
mengingatnya. Jika ia tidak melakukan demikian, ia pasti akan melupakannya
hadits ini dicatat juga imam Muslim dalam Shahih-nya (789), oleh Abu Awwanah dalam
Mustakhraj-nya (3052) dan Ibnu Mandah dalam Fawaid-nya (54)
Derajat hadits
Hadits ini shahih tanpa keraguan, semua perawinya tsiqah. Semuanya perawi Bukhari-Muslim
kecuali Yunus bin bin Abdil Ala, namun ia adalah perawi Muslim.
Faidah hadits

1. Hafalan Al Quran perlu untuk dijaga secara konsisten setiap harinya. Karena jika tidak
demikian akan, hilang dan terlupa. Sebagaimana sabda Nabi Shallallahualaihi
Wasallam,
. .
Permisalan Shahibul Quran itu seperti unta yang diikat. Jika ia diikat, maka ia akan
menetap. Namun jika ikatannya dilepaskan, maka ia akan pergi (HR. Muslim 789)
Imam Al Iraqi menjelaskan: Nabi mengibaratkan bahwa mempelajari Al Quran itu
secara terus-menerus dan membacanya terus-menerus dengan ikatan yang mencegah unta
kabur. Maka selama Al Quran masih diterus dilakukan, maka hafalannya akan terus
ada.
Beliau juga mengatakan: dalam hadits ini ada dorongan untuk mengikat Al Quran
dengan terus membacanya dan mempelajarinya serta ancaman dari melalaikannya hingga
lupa serta dari lalai dengan tidak membacanya (Tharhu At Tatsrib, 3/101-102)
2. Kalimat ( membaca Al Quran di malam hari dan mengingatnya di
siang hari) menunjukkan bahwa membaca Quran dan murajaah (mengulang) hafalan Al
Quran hendaknya dilakukan setiap hari
3. Anjuran untuk terus mempelajari, membaca dan murajaah (mengulang) hafalan Al
Quran secara konsisten, setiap hari, di seluruh waktu. Al Qurthubi menyatakan: hal
pertama yang mesti dilakukan oleh shahibul quran adalah mengikhlaskan niatnya dalam
mempelajari Al Quran, yaitu hanya karena Allah Azza wa Jalla semata, sebagaimana
telah kami sebutkan. Dan hendaknya ia mencurahkan jiwanya untuk mempelajari Al
Quran baik malam maupun siang hari, dalam shalat maupun di luar shalat, agar ia tidak
lupa (Tafsir Al Qurthubi, 1/20).
4. Anjuran untuk lebih bersemangat membaca Al Quran di malam hari. Sebagaimana
firman Allah Taala:

Sesungguhnya bangun di waktu malam adalah lebih tepat (untuk khusyu) dan bacaan
(Quran) di waktu itu lebih kuat masuk hati (QS. Al Muzammil)
5. Anjuran untuk murajaah (mengulang) hafalan Al Quran di siang hari dan malam hari
6. Hadits di atas tidak membatasi membaca Quran dan murajaah (mengulang) hafalan Al
Quran hanya malam dan siang saja, namun sekedar irsyad (bimbingan) dari Rasulullah
Shallallahualaihi Wasallam agar senantiasa melakukannya. Hadits riwayat Muslim di
atas menunjukkan bahwa semakin sering membaca dan murajaah itu semakin baik dan
semakin mengikat hafalan Al Quran. Dan pemilihan waktunya disesuaikan apa yang
mudah bagi masing-masing orang. Syaikh Shalih Al Maghamisi, seorang pakar ilmu Al

Quran, ketika ditanya tentang hal ini beliau menjawab: waktu menghafal yang utama
itu tergantung keadaan masing-masing orang yang hendak menghafal. Adapun
berdasarkan tajribat (pengalaman), waktu yang paling baik adalah setelah shalat shubuh
(Sumber: youtube)
7. Hadits ini dalil bahwa shahibul quran, dengan segala keutamaannya, yang dimaksud
adalah orang yang menghafalkan Al Quran, bukan sekedar membacanya. Al Imam Al
Iraqi mengatakan: yang zhahir, yang dimaksud shahibul quran adalah orang yang
menghafalkannya (Tharhu At Tatsrib, 3/101). Syaikh Muhammad Nashiruddin Al
Albani menyatakan, ketahuilah, makna dari shahibul Quran adalah orang yang
menghafalkannya di hati. berdasarkan sabda nabi Shallallahualaihi Wasallam:

hendaknya yang mengimami sebuah kaum adalah yang paling aqra terhadap kitabullah
maksudnya yang paling hafal. Maka derajat surga yang didapatkan seseorang itu
tergantung pada banyak hafalan Al Qurannya di dunia, bukan pada banyak bacaannya,
sebagaimana disangka oleh sebagian orang. Maka di sini kita ketahui keutamaan yang
besar bagi pada penghafal Al Quran. Namun dengan syarat ia menghafalkan Al Quran
untuk mengharap wajah Allah tabaaraka wa taala, bukan untuk tujuan dunia atau harta
(Silsilah Ash Shahihah, 5/281).

Penulis: Yulian Purnama


Artikel Muslimah.Or.Id