Anda di halaman 1dari 260
“yr TOYOTA SERVICE TRAINING | BUKU PRAKTEK UNTUK STM OTOMOTIF PT. TOYOTA ASTRA MOTOR ~ NATIONAL SERVICE DIVISION KATA SAMBUTAN Buku ini disusun berdasarkan kebutuhan yang sangat mendesak, bersamaan dengan didengungkannya program pendidikan sistem ganda oleh Bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan untuk sekolah kejuruan, khususnya sekolah kejuruan jurusan otomotif. Dibekali dengan semangat ingin ikut menyumbangkan teknologi otomotif, maka PT. TOYOTA-ASTRA MOTOR menyusun buku ini berdasarkan teknologi dan referensi yang ada pada teknologi TOYOTA. Buku ini berisi tentang teknik perawatan dan perbaikan otomotif dengan teknologi yang terjangkau, dan dengan peralatan sedethana yang dimiliki oleh sekolah kejuruan otomotif. Besar harapan kami bahwa buku ini dapat bermanfaat bagi dunia pendidikan, khususnya sekolah kejuruan otomotif, Dan sebagaimana layaknya suatu karya yang dibuat oleh manusia yang tak luput dari kekurangan, maka kami mohon maaf jika didalam penyajian terdapat kekeliruan. Segala koreksi dari anda akan kami terima dengan senang hati untuk perbaikan kearah penyempurnaan. Hormat kami Training Center National Service Division PT. Toyota-Astra Motor TUJUAN PRAKTEK Disusunnya buku ini dimaksudkan agar teknisi/siswa didalam melakukan perawatan dan perbaikan kendaraan dapat melakukannya dengan urutan dan prosedur yang benar, serta menggunakan peralatan yang benar pula. Penggunaan buku ini melatih teknisi/siswa agar terbiasa bekerja dengan teratur dan terarah sesuai dengan urutannya. Disarankan kepada teknisi/siswa yang akan menggunakan buku ini, sebaiknya sudah selesai membaca dan menguasai buku New Step 1, sehingga mempunyai dasar yang cukup sebagai bekal dalam melakukan analisa sederhana sebelum melakukan perawatan atau perbaikan. Sebelum melakukan perawatan dan perbaikan sebaiknya di yakinkan dahulu bahwa semua peralatan yang diperlukan dalam pekerjaan ini telah tersedia dengan lengkap, sehingga dapat mencegah digunakannya peralatan yang tidak semestinya. Kami mengharapkan para teknisi/siswa dapat melakukan perbaikan dan perawatan dengan menggunakan buku ini secara disiplin tanpa melewati prosedur yang telah ditentukan, sehingga dapat menghindari resiko kerusakan yang diakibatkan oleh kesalahan prosedur perbaikan. DAFTAR ISI KATA SAMBUTAN TUJUAN PRAKTEK KESELAMATAN KERJA SPECIAL SERVICE TOOLS (SST) MESIN BENSIN KELISTRIKAN MESIN PEMINDAH DAYA CHASSIS KK-A KESELAMATAN KERJA APA YANG HARUS DIPAKAI AGAR AMAN: T PAKAIAN KERJA — DALAM PEKERJAAN SASARAN ——————. Menyadari betapa pentingnya kerja yang menjamin keamanan dan mudah dikenakan. TUJUAN ——————-Pakaian kerja yang cocok yang membantu pekerjaan agar lebih mudah, tidak hanya menjamin keamanan anda tetapi juga menambah effisiensi kerja dan melindungi kendaraan langganan anda dari kotor dan rusak. KK-2 1. PAKAIAN KERJA (1) Pilihiah pakaian kerja yang kuat dan betul-betul cocok sehingga merasa senang dalam pekerjaan Hindari pakaian dengan ikat pinggang, gesper dan kancing yang menonjol yang dapat menyebabkan kerusakan pada kendaraan pada waktu bekerja. Kami anjurkan _ memakai seragam Mekanik Toyota (over- all) yang khusus didisain dengan memperhatikan hal-hal iatas, (2) Sebagai tindakan keamanan terhadap luka atau terbakar, kulit harus selalu tertutup, keouali terpaksa benar. (8) Jagalah pakaian anda agar selalu bersin waktu bekerja, sebab oli dan kotoran pada pakaian anda akan mengotori kendaraan. 2. SEPATU KERJA Pitihiah alas kaki yang kuat untuk kerja. Adalah berbahaya memakai sandal atau alas kaki yang mudah tergelincir dan karenanya jangan dipakai.. Sandal dan sejenisnya lebih memungkinkan pemiakainya teriuka arena kejatuhan benda. Dianjurkan ‘memakai sepatu boot atau sepatu yang mempunyai sol yang tidak icin serta berkulit keras. 3. SARUNG TANGAN KK 2. PENCEGAHAN KEBAKARAN — TINDAKAN PENCEGAHAN YANG PERLU SASARAN —————— Mendapatkan pengetahuan yang mendalam tentang tindakan pencegahan terhadap kebakaran. TUJUAN —————————. Banyak terdapat bahan-bahan yang mudah terbakar didalam bengkel dan ada kemungkinan besar terjadi kebakaran. Karena itu tindakan pencegahan yang diperlukan selama bekerja harus diketahui benar- : benar. Kea 1. Disamping mengetahui sistem alarm (tanda bahaya) pada waktu terjadi_kebakaran, semua pekerja harus bekeria sama untuk memadamkan ke- bakaran dan untuk ini pekeria harus mengetahui dimana letak alat pemadam kebakaran serta mengetahui bagaimana cara menggunakannya. 2. Kain yang basah karena bensin atau oli kadang-kadang dapat terbakar oleh percikan api yang terjadi karena reaksi kimia. Karena itu kain seperti ni harus dibuang kedalam tempat sampah yang terbuat dari logam dan tertutup. 3, Jangan mendekatkan suatu ryala api ketempat penyimpan- an oli atau periengkapan pen- cuci bagian-bagian yang me- ‘ngandung cairan yang mudah terbakar, 4. Gas yang dihasilkan saat ‘mengisi baterai dapat terbaker. Karena tu, hindarilah nyala api, atau benda-benda yang dapat menimbulkan percikan api dari tempat tersebut, 5. Kurangi kemungkinan mem- bawa bahan bakar atau larutan pencuci ke dalam bengkel. Kalau perlu benar membawa- nya, masukkan ke dalam kaleng yang tertutup rapat. 6. Jangan membuang oli, bensin dan lain-lain yang mudah ter- bakar kedalam saluran air karena dapat menimbulkan kebakaran di dalam sistem saluran pembuang kotoran. Seharusnya buanglah kedalam drum-penampung. 8 Mesin mobil tidak boleh di- hidupkan setagi masin terdapat kebocoran pada sistem bahan bakar. Mesin boleh dihidupkan setelah kebocoran diperbaiki. Juga pada waktu memperbaiki sistem bahan bakat, seperti melepas karburator misalnya, lepaskan kabel negatif dari baterai untuk mencegah mesin hidup tiba-tiba, Jangan merokok kecuali ditempat yang diperbolehkan dan jangan lupa mematikan rokok kedalam asbak Khusus pada waktu melepas kabel pengisi baterai dari baterai setelan ‘melakukan pengisian, kontak harus dimatikan terlebih dahulu untuk mencegah terjadinya percikan api, vika tidak dimatikan, kemungkinan akan terjadi percikan api yang dapat mengakibatkan kerusakan berat atau kecelakaan. KKS 3. PERALATAN LISTRIK — tinoakan PENGAMANAN SASARAN TUJUAN Mendapatkan pengetahuan yang mendalam tentang tindakan pengamanan yang perlu. vika salah menanganinya, perlengkapan listrik dan mesin dapat korsleting dan terjadi kebakaran, Karena itu perhatikanlah hal-hal berikut ini baik-baik KK-6 1. Apabila terdapat kelainan pada peralatan listrik dan mesin, matikan saklar segera dan hubungi supervisor. i 4. Apabila terjadi korsleting atau kebakaran matikan saklar terlebih dahulu sebelum ‘mengambil langkah-langkah pemadaman kebakaran, 6. Jangan berada didekat kabel atau kawat yang patah atau berayun. 8. Laporkan pada instruktor anda apabila ada kekurangan pada kabel-kabel yang terpasang pada peralatan listrik 2. Jangan memegang peralatan 3, list dan mesin dengan tangan yang basah sebab bisa kena strum. Berhati-hatilah waktu menangani switboard. 9. Jangan biarkan kabel listrik 10. melewati tempat yang basah atau ber-oli. Jangan pula diternpatkan diatas permukaan benda yang dipanasi atau ditikungan yang tajam, Bethubung mudah sekali terjadi api didekat Kontak listrik, motor dan switboard, jangan menempatkan sesuatu yang mudah terbakar atau meledak didekat tempat-tempat ini. Jangan menempelkan tulisan yang menyatakan bahwa ‘sesuatu sedang diperbaiki atau tanda bahaya pada sakiar. Sekering yang putus me- nunjukkan suatu gangguan listrik, Dalam hal ini hubungi instruk- tor. Pada waktu mencabut steker jangan mencabut dari kabel, tapi cabutlah pada steker itu sala. KK-7 4. KENDARAAN LANGGANAN SASARAN TUJUAN - BAGAIMANA MENANGANINYA Mendapatkan pengetahuan tentang tindakan pencegahan apa yang harus diambil pada waktu menangani kendaraan langganan. Mencegah kerusakan atau pengotoran terhadap kendaraan pada waktu melakukan pekerjaan servis; mewajibkan mekanik menangani kendaraan langganan seperti melayani mobil sendi Ini merupakan dasar daripada servis andalan. Untuk mencapai ini, perhatikanlah peraturan-peraturan dibawah ini sementara anda bekeria. KK-8, PERATURAN TENTANG PERLINDUNGAN TERHADAP KENDARAAN (1) Selama bekerja, pakailah selalu fender cover (tutup spatbor), seat cover (tutup tempat duduk) dan tutup lantai ‘agar tidak merusak kendaraan atau mengotorinya, (2) Tutup spatbor dan tutup tem- pat duduk mudah sekali kotor dan harus dibersihkan secara teratur agar selalu bersin. (8) Oli atau gemuk yang ada di- tangan anda atau di perkakas dapat mengotori mobil dan ‘menyebabkan orang tergelincit. Karena itu tangan dan per- kakas harus dijaga agar tetap bersin (4) Jangan sekali-sekali memasuk- kan perkakas yang tajam atau yang ujungnya runcing ke dalam kantong baju karena kemungkinan merusak ken- daraan dan dapat melukal anda sendiri misainya bila anda terjatuh (5) Hapusiah selalu minyak dan oli yang tertumpah sehingga ken- daraan tidak dalam keadaan kotor. Jika minyak atau oli yang tertumpah dibiarkan begitu saja, langganan dapat mengira bahwa kendaraannya bocor, lalu membawa kembali pada anda yang berari suatu hal yang tidak menyenangkan bagi kedua belah pihak » 5.ALAT-ALAT — CARA PEMAKAIAN YANG BENAR & AMAN SASARAN Mengetahui dengan jelas cara memakai alat-alat tangan dengan dan aman, TUJUAN Berbagai macam alat tangan digunakan pada waktu men: kendaraan. Tujuan utama adalah agar pekerjaan dilaksanakan di aman, tepat dan cepat. Untuk mencapai ini anda harus bisa m alat yang paling tepat serta mengetahui bagaimana menggunak dengan benar. MEKANIK STAND & HAND TOOL SET STANDARD TOYOTA PENGETES KABEL TEGANGAN TINGGI (KABEL BUS!) BANGKU KERJA (BENCH) CARA PENYIMPANAN ‘CARA PENYIMPANAN KK-10 ATURAN MEMAKAI ALAT SECARA UMUM 1. Pilihlah alat yang paling cocok untuk melakukan suatu pekerjaan dengan aman dan fisien. 2. Kurangi wakiu yang terbuang untuk mencari alat yang akan digunakan dan percepat pe- ngecekan setiap alat. Hal ini diperoleh dengan jalan me- rnyimpannya pada tempat yang telah ditentukan dalam kotak- nya serta menaruhnya secara teratur. 3. Lindungi kendaraan dari kotor, serta hindarkan terlepasnya alat yang sedang digunakan. Hal nikita lakukan dengan cara selalu membersihkan oli dari alat serta selalu menjaga agar alat tetap bersih, 4, Pada waktu memberikan alat kepada orang lain, hadapkan lah tempat memegang alat tersebut kepada orang tersebut sehingga ia tidak perlu lagi memutar alat yang dimaksud. 5. Apabila kepala alat tumpul, longar atau cacat, atau gerakannya keras, alat harus diperbaiki atau ganti bagian yang perlu diganti. Alat diusahakan selalu dalam keadaan siap paki 1. KUNCI PAS FUNGSINYA Membuka dan mengencangkar mur dan baut. UKURAN (mm) KK * HAL-HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN PADA WAKTU MENGGUNAKAN KUNCI PAS 1. Pilihlan ukuran yang tepat dengan mur atau baut, lalu dimasukkan dalam-dalam, tidak hanya dipinggir kunci. (Lihat gambar samping) 2. Mulut kunci pas miring 15° terdapat gagangnya sehingga Uapat digunakan secara ter. UKURANTIDAK PAS —-PENJEPITAN YANGSALAH ENA, bbalik pada tempat yang sempit \ « i} & & 8 MENGENDORKAN MEMUTAR HABIS KEMBALI LAG! MEMUTAR KEMBALI 3. Agar tidak terjatuh pada waktu ‘mengencangkan atau mengen- SALAH dorkan, kunci digunakan de- rngan posisi menarik. Apabila perlu mendorong, gunakan telapak tangan agar ari tangan tidak rusak atau terluka. (Hal ini berlaku juga apabila meng- gunakan kuncl yang lain seperti kunci ring atau kunci soket. 4, Jangan memperpanjang kunci pas dengan sambungan lain atau memukuinya dengan palu dalam usaha membuka mur atau bau. 5. Apabila diperiukan kekuatan yang cukup besar dalam ‘membuka atau mengencang- kan, pakailah kunci ring atau kunci soket. Kunci pas akan slip dan dapat merusak mur atau aut smn KK-12 2. KUNCI RING FUNGSINYA —————— Kunci ring (box end wrench) digunakan untuk membuka dan mengen- cangkan mur atau baut, Berbeda dengan kunci pas, kunci ring mencekam ‘mur dan baut pada keenam sisinya tanpa slip pada waktu melakukan engencangan atau membuka dengan kuat. UKURAN (mm) 22x24 ax @eN0ex gyal nese qe 10 X 12 (PENDEK) * HAL-HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN PADA WAKTU MENGGUNA- KAN KUNCI RING 1. Karena kunci ting mempunyai 12 lekukan sisi, ia dapat digunakan dengan hanya memutarnya sedikit, ini berbeda dengan kunci aT pas. 2, Karena pekerjaan dengan menggunakan kunci ring lebih lambat daripada dengan kunci pas, sedapat mungkin kunci ring hanya digunakan pada waktu putaran pertama dan terakhir, 3. _Pilihtah kunet ring dengan ukuran yang tepat dan masukkan ‘sedalam-dalamnya dan setepat- tepatnya ke dalam mur. Pada waktu membuka, jangan me- ‘mukul kunci ring dengan palu. KK-A3 3. KUNCI SOKET FUNGSINYA Kunci soket dipakai berkombinasi dengan berbagai jenis gagang dan ‘sambungan, untuk pekerjaan mengendorkan atau mengencangkan yang walaupun dalam posisi sulit dapat dikerjakan dengan aman dan cepat. RACHET HANDLE (KOTREK) a C) HAL-HAL YANG HA- RUS DIPERHATIKAN PADA WAKTU MENG- GUNAKAN KUNCI SOKET Pilhiah soket yang berukuran sesvai dengan mur atau baut. Masukkan sepenuhnya serta paskan posisinya tethadap ‘mur atau bautnya. Sambungkan dengan sam- bungan menggunakan adaptor soket. SOKET ADAPTOR SAMBUNGAN KK BATANG PENYAMBUNG DAN JOINT UNIVERSAL (1) Apabila mur berada jauh di- dalam, dan gagang tidak bisa bergerak bebas, pakailah sam- bbungan yang sesuai (2) Pakailah joint universal di- tempat dimana sambungan tidak dapat masuk langsung. GAGANG LUNCUR Dengan menggunakan gagang, maka momen dan pengatur ung- kitan dapat disetel. GAGANG PUTAR Apabila pegangan gagang diper- panjang, perubahan ungkitan dan ‘momen dapat disetel. Juga diujung soket terdapat joint universal se~ hingga mur dan baut dapat diputar ‘dengan cepat, dengan mengangkat tuas. (1) Dikarenakan mekanisme rat- cchet (kotrek) sedemikian rupa, hingga soket dapat diputar pada satu jurusan saja. Dan Justru karena hanya berputarke satu jurusan dan tidak bisa berputar ke jurusan yang ber- lawanan maka pekerjaan dapat diiakukan dengan cepat, tanpa mengangkat soket dari mur atau baut. Aran kunci ratchet dapat dirubah oleh tuas pengunci ratchet (2) Untuk menjamin umur ratchet (yakni agar tahan lama), hindari daya tarik yang kuat, Apabila memerlukan daya tarik yang lebih besar, pakailah gagang Putar. PERPANJANGAN PUTARAN CEPAT i UNTUK PENGENDORAN PERMULAAN PENEMPATAN KUNG! PENGARAH KKAS 4. KUNCI BUSI FUNGSINYA ——— 5. KUNCI INGGRIS FUNGSINYA ———— Dapat distel sesuai dengan vukuran mur atau baut; dipakai untuk membuka dan mengen- cangkan. * HAL-HAL YANG HA- RUS DIPERHATIKAN PADA WAKTU MENG- GUNAKAN KUNCI INGGRIS (1) Kunci inggris hanya digunakan apabila tidak punya kunci pas yang tepat. Kunci Inggris juga dapat digunakan untuk mengencangkan mur pada sambungan pipa air condi- tioner, dl. dimana dibutuhkan daya pengencangan yang kuat. Kunci busi digunakan untuk memasang dan membuka busi. Didalam kunci terdapat magnit untuk memperlancar Pemasangan dan pembukaan busi RAHANG TETAP Kepala Siting - # Gasket Kepala Silin Keeper Penahan Pegas Pegas Katup Dudukan Pegas # Gasket Pengantar Katup Bushing Katup — Slang Bahan Bakar Keluar 48 (600, 36 ME-4 MESIN - KEPALA SILINDER MEMBONGKAR KEPALA SILINDER KURAS AIR PENDINGIN MESIN LEPAS KABEL TEGANGAN TINGGI DARI BUSI LEPAS BUSI LEPAS TABUNG BUSI DAN RING -0 LEPAS SLANG BAHAN BAKAR DAN SLANG VAKUM Lepas slang bahan bakar dan slang vakum (0) Lepas pipa bahan bakar dan slang vakum dari kleman 6. LEPAS RAKITAN MANIFOLD DAN KARBURATOR {@) Lepas slang PCV dari tutup kepala silinder (0) Lepas 6 buah mur pengikat manifold dengan kepala siinder (6) Lepas rakitan manifold dan karburator serta gasket 7. LEPAS SLANG BYPASS AIR 8. LEPAS TUTUP KEPALA SILINDER Lepas 2 mur pengikat, seal washer, tutup kepala silinder dan gasket EMPeys 9. LEPAS RAKITAN ROCKER ARM DAN SHAFT (a) Secara merata kendorkan dan lepas 6 baut dan 2 mur beberapa tahap, dengan urutan seperti pada gambar (b) Lepas rakitan rocker arm dan shaft 10. LEPAS PUSH ROD Lepas 8 push rod secara berurutan, dimulai dari push rod No. 1 CATATAN: Simpaniah push rod dengan urutan yang benar 11. LEPAS KEPALA SILINDER (@) Secara merata kendorkan dan lepas 3 baut beberapa tahap, dengan urutan seperti pada gambar PERINGATAN: Kepala Silinder yang bengkok atau retak bisa disebabkan oleh kesalahan urutan membuka baut Pengikal, MESIN - KEPALA SILINDER ME-5 Baut Kepala bertanda 12 3 ee ae i bo) cc ape ae 4 (b) Secara merata kendorkan dan lepas 10 baut kepala dalam beberapa tahap, dengan urutan seperti pada gambar PERINGATAN: Kepala silinder yang bengkok atau retak bisa disebabkan kesalahan urutan membuka baut. on o/s > 2, ° se : € a , % (©) Angkat kepala silinder dari lekukan pada blok silinder dan kemudian letakkan diatas balok kayu pada meja kerja PETUNJUK: Jika kepala silinder sukar diangkat, ungkitlah ‘dengan obeng pada bagian antara blok dan kepala silinder. PERINGATAN: berhati-hatilah agar tidak merusak permukaan kepala silinder dan blok silinder yang berhubungan dengan gasket. 12. LEPAS RUMAH SALURAN KELUAR AIR DAN PLAT BELAKANG (a) Lepas 2 baut, kleman, rumah saluran keluar air dan gasket {) Lopas 4 baut, plat bolakang dan gasket 43. LEPAS KATUP - KATUP (@) Menggunakan SST, tekan pegas katup dan lepas 2 keeper SST 09202 - 70020 (09202-00010, 09202-01010 09202 - 01020, 90154-80004) (&) Lepas penahan pegas, pegas katup dan katup. ME-6 MESIN - KEPALA SILINDER (©) Menggunakan tang lancip. lepas 8 gil seal (@) Lepas 8 dudukan pegas : PETUNJUK: Susuniah katup, pegas katup, dudukan ka dan penahan pegas secara berurutan MEMERIKSA, MEMBERSIHKAN Dé MEMPERBAIKI KOMPONEN-KOMPONE KEPALA SILINDER ae 1. BERSIHKAN PERMUKAAN ATAS PISTON DAN BL SILINDER (a) Putar Crankshaft, dan posisikan rriasing-masing pistor ‘TMA, Menggunakan gasket scrapér, bersihkan carbon « permukaan atas piston (b) Menggunakan gasket scraper, -bersihkan gasket ¢ permukaan blok silinder PERHATIAN: Berhati-hatilah agar permukaan tic tergores (c) Menggunakan udara kompresor, bersihkan carbon dar dari lubang-lubang baut PERINGATAN: Lindungilah mata anda sela menggunakan udara kompresor 2. BERSIHKAN KEPALA SILINDER ‘A. Bersihkan material gasket Menggunakan gasket scraper, bersinkan material gas dari permukaan yang menempel pada biok silinder PERHATIAN: Berhat/-hatilah agar permukaan kep silinder tidak tergores B. Bersihkan ruang bakar ‘Menggunakan sikat kawat, bersinkan carbon dari ru MESIN - KEPALA SILINDER ME-7 ©. Bersihkan bushing penghantar katup Menggunakan sikat lembut dan bahan pelarut. bersinkan bushing pengantar katup D. Bersihkan Kepala Silinder Menggunakan sikat lembut dan bahan pelarut. bersinkan kepala silinder 3. PERIKSALAH KEPALA SILINDER A. Periksa kerataan kepala silinder Menggunakan straight edge dan thickness gauge, ukur kebengkokan permukaan kepala silinder yang menempel ppada blok silinder dan manifold Kebengkokan maksimum: Sisi blok silinder: 0,05 mm (0,020 in) Sisi manifold: 0,10 mm (0,0039 in) vika kebengkokannya melebihi nilai maksimum, ganti kepala silinder Kesimpulan: B. PERIKSA KERETAKAN Menggunakan dye penetrant, periksa keretakan ruang bbakar, saluran masuk, saluran keluar dan permukaan yang menempel pada blok silinder Apabila ada keretakan, ganti kepala silinder Hasil pemeriksaan : ME-8 MESIN - KEPALA SILINDER 4. BERSIHKAN KATUP-KATUP (@) Menggunakan gasket scraper, kikislah carbon dari kep: katup (0) Menggunakan sikat kawat, bersinkan katup 5. MEMERIKSA BATANG KATUP DAN BUSHING (a) Menggunakan Caliper gauge, ukur diameter dalam bu ing pengantar Diameter dalam bushing pengantar: 8,010 - 8,030 mm (0,3154 - 0,3181 in) Hasil pengukuran : INA eet EX 2. 3... 4. ae sons (b) Menggunakan mikrometer, ukur diameter batang kat Diameter batang katup: Katup masuk 7,981 - 7,991 mm (0.9190 - 0,3146 in) Katup buang 7,960- 7,986 mm (03134 - 0,3144 in) (© Hitungiah selisin antara hasil ukur diameter bushi pengantar dengan diameter batang katup Celah On: eoaes ENGO4 ae Katup masuk Katup buang Katup masuk keatup buang 0,019-0.078 mm | 0,024-0,075 mm 1s mm 4 mm Standar (0,0007-0,0081 iny_|_(0,0009-0,0030 in 2 2. mm Maxsimum | 0,08 mm (0,0034 in) [0.10 ram (0,000 i 3 3. "mm. 4 4 mm Apabila celah oli melebihi nilai maksimum, gantilah kat Kesimpulan : dan bushing pengantar MESIN - KEPALA SILINDER a Ketebalan epi katup ry } Panjang Keseluruhan. roe 6. PERIKSA DAN GERINDALAH KATUP (@) Gerindalah katup untuk membersihkan bintik dan (b) Periksalah bahwa sudut permukaan katup benar sudut permukaan katup: 44,5° Hasil pengukuran sudut permukaan katup IN: 1. sven MEX 21 2. mm 2. c. mm 3 4. mm, 4 Kesimpulan (0) Periksalah ketebalan tepi kepala katup Ketebalan tepi Kepala-katup standar Katup masuk = 1,0 -1,6 mm (0,039 - 0,063 in Katub buang = 1,2 -1,8 mm (0,047 - 0,071 Ketebalan tepi kepala-katup minimum Katup masuk = 0,8 mm (0,031 in) Katub buang = 0,9 mm (0,035 in) vika ketebalannya kurang dari minimum, ganti katu (6) Periksa panjang keseluruhan katup Panjang keseluruhan ‘Katup masuk Katup buang 99,90 mm 100,10 mm Standar (8,933 in) (3,941 in) Minimum | 99,4 mm (8,919 in) | 09,5 mm (3,921 sika panjang keseluruhan kurang dari minimum, ganti Hasil pengukuran ketebalan tepi katup INE mm EX :4 mm seve MM mm AEN Hasil pengukuran panjang keseluruhan katup IN: 1. mm EX 21, mm 2. mm 3. mm, 4 (e) Periksa permukaan ujung batang katup dari kemung aus. Jika ujung batang katup telah aus, ratakan dé ME-10 MESIN - KEPALA SILINDER Kemiringan —i— (b) Periksa posisi dudukan katup Oleskan prusian blue (atau White Lead) pada permuk katup TTekanlah katup periahan pada dudukannya Jangan memutar katup (©) Perksa permukaan katup dan dudukannya: Jika warna bira menempel disekelling permuk sebanyak 360°, berarti katup konsentrik. Bila t demikian, ganti katup + vika wama biru menempel disekeliling dudukan k sebanyak 360°, pengantar dan permukaan ki konsentrik Bila tidak demikian perbaiki dudukan katup + Periksa bahwa garis sentuhan dudukan diter permukaan katup berukuran lebar sb: Katup masuk 4,4 - 1,7 mm (0,043 - 0,087 in) Katup buang 1,2 4,8 mm (0,047 - 0,071 in) Bila tidak demikian, perbaiki dudukan katup sbb (1) Bila dudukan pada permukaan katup terlalu tin perbaiki dengan menggunakan cutter 45° dan 2) Bila dudukan pada permukaan katup ter rendah, perbaiki dengan menggunakan cutte dan 30°, Hasil pengukuran ING. (@) Putariah katup pada dudukannya, setelah diolesi der ‘compound pengikis (@) Bersihkan katup dan dudukannya 8, PERIKSA PEGAS KATUP (@) Menggunakan baja pengukur siku, ukurlah kemitir egas katup Kemiringan maksimum 4,8 mm (0,063 in) ska kemiringan lebih dari maksimum, ganti pegas k Hasil pengukuran INE Ae sn mm EX:4 2 MESIN - KEPALA SILINDER ME-11 ea (©) Menggunakan jangka sorong, ukur panjang bebas pegas katup Panjang bebas: 46,5 mm (1,831 in) vik panjang bebas tidak sesuai dengan spesifikasi, gant pegas katup. Hasil pengukuran . © Menggunakan alat ukur katup pada panjang Pada 38,4 mm (1 296 - 328 N.m ( kgf, 66,6 -73,6 Ibf) Jka ketegangan pegas saat terpasang tidak sesuai dengan spesifikasi, ganti pegas katup. gas, ukur ketegangan pegas i saat terpasang. 9. PERIKSA ROCKER ARM DAN SHAFT (a) Periksa permukaan singgung rocker arm dari kemungkinan menggerakkan rocker arm seperti pada gambar dan periksa dari Kemungkinan bergerak sedikit atau tidak ada. Jika terasa ada gerakan, bongkar dan periksa rakitan rocker arm Bongkar rakitan rocker shaft. PETUNJUK: Susunlah rocker arm dan support secara berurutan. ika permukaan singgung rocker arm aus, perbaiki dengan pengasah katup dan oil stone atau ganti rocker arm. © ME-12 MESIN - KEPALA SILINDER (6) Periksa celah oli antara rocker arm dan shaft eae + Menggunakan caliper gauge, ukur diameter dalam rocker arm Diameter dalam rocker arm: 16,00 - 16,02 mm (0,6299 - 0,6307 in) Hasil ukur diameter dalam rocker arm IN: mm EX:1, a MAM 2 mm, 3 mm 4. mm mm mm, mm 1. 2 8 4 + Menggunakan mikrometer, ukur diameter rocker shaft Diameter rocker shaft: 15,97 - 15,99 mm (0,6287 - 0,6287 - 0,6295 in) - %\ * Hitung selisih antara hasil ukur diameter rocker arm as dengan diameter rocker shaft Celah oli stander: Pf 0402 «0,04 mm (0,0008 - 0,0016 in) bia Celah oli maksimum: 0,04 mm (0,0018 in) mas sika cela ol lebih dari nila maksimum, ganti rocker arm dan shat. Hasil ukur diameter rocker shait Selisin ukur diameter dalam rocker arm dan diameter IND 1. aie i, rocker shait : = IN: 1. -emm EX 31 iu 2 mm 2 3 mm 8 EX: mm 4. mm 4. mm mm mm Hasil ukur cela oli Vie Roster tat eh » 2 IN: Luvatg oF enggaeys ‘Value Rocker Support é ‘ See! 7 Poses Kompres Vane Rocker Vale Rocker Amo. 2 Ame. Vole Recker Pogas Aim No.1 1 Kenest Pnenan Peqas MESIN - KEPALA SILINDER ME -13 10. PERIKSA PUSH ROD (a) Letakkan push rod diatas V-block (b) Menggunakan dial indikator, ukur run out ditengah push rod Run out maksimum; 0,30 mm (0,0118 in) Jika. run out lebih dati nilai maksimum, gantilah push rod Hasil ukur Kesimpulan : 11, PERIKSA MANIFOLD Menggunakan straight edge dan feeler gauge, ukur kebengkokan permukaan yang menempel pada kepala er Kebengkokkan maksimum; 0,20 mm (0,008 In) vika kebengkokan lebih dari nilai maksimum, perbaiki atau ganti manifold mm MERAKIT KEPALA SILINDER PETUNJUK: Bersihkan semua komponen yang akan dirakit ‘Sebelum memasang Komponen, oleskan oli mesin baru pada bagian yang bergeser atau berputar + Gantilah semua gasket, ring-O dan oil seal dengan yang baru. 1. PASANG KATUP (a) Pasang 8 oil seal dengan jasi tangan (b) Pasang komponen-komponen berikut: (1) Katup (2) Dudukan pegas (8) Pegas katup (4) Penahan pegas (©) Menggunakan SST, Tekanlah pegas katup dan pasang 2 keeper pada batang katup. SST 09202 - 70020 (08202 - 01010, 09202 -01020, '90154- 80004) MESIN - KEPALA SILINDER 4 (6) Menggunakan palu plastik, pukul ujung batang katup perlahan untuk meyakinkan bahwa pemasangan benar. 2. PASANG RUMAH SALURAN KELUAR AIR DAN PLAT BELAKANG MESIN (@) Pasang gasket baru dan plat belakang mesin dengan 4 baut. Momen: 8 Nm (80 kgf-cm, 69 ft-lbf) (b) Pasang gasket baru dan rumah saluran keluar air dengan 2 buah baut Momen: 19 Nm (195 kgf- em, 14 ft-bf) MEMASANG KEPALA SILINDER 1. PASANG KEPALA SILINDER ‘A. Letakkan kepala silinder pada blok silinder (@) Letakkan gasket kepala silinder baru pada biok silinder PERHATIAN: Berhati-hatilah pada arah pemasangan (©) Letakkan kepala silinder pada posisinya diatas gasket 8. Pasang baut - baut kapala silinder bertanda 12, PETUNJUK: + Baut kepala silinder dikencangkan dalam 2 tahap (langkah (b) dan (a) ) + Jika ada baut yang patah atau berubah bentuk, gantilah (@) Oleskan oli mesin pada ulir dan dibawah kepala baut kepala silinder (b) Pasangkan dan kencangkan 10 baut kepala silinder, dalam beberapa tahap, dengan urutan seperti pada gambar. Momen: 29,5 Nm (300 kgf-cm, 22 t-ibf) slika ada baut yang tidak memenuhi pesifikasi momen, ganti baut kepala silinder. (¢) Berikan tanda pada bagian depan baut kepala silinder dengan cat. ° MESIN - KEPALA SILINDER ME-15 (@) Kencangkan kembali baut kepala silinder sebanyak 90° dengan urutan seperti pada gambar (@) Kencangkan kembaii baut kepala silinder dengan tambahan sebanyak 90° () Periksa bahwa cat tanda sekarang menghadap ke belakang ©. Pasang baut kepala silinder yang ter lubang (@) Oleskan oli mesin pada ulir dan pada bagian bawah kepala aut kepala silinder (b) Pasang baut kepala silinder seperti pada gambar Momen: 19 Nem (195 kg-om, 14 ftibf) 2. PASANG PUSH ROD Pasang 8 push rod tak didalam 3. PASANG RAKITAN VALVE ROCKER SHAFT (a) Tempatkan rakitan rocker shaft pada kepala silinder (b) Pasang dan kencangkan 6 baut dan 2 mur dalam beberapa tahap, dengan urutan seperti pada gambar Momen 21 N-m (210 kgf-cm, 16 ft-lbf) 4, PERIKSA DAN STEL CELAH KATUP (Linat pemeriksaan dan penyetelan celah katup) 5. PASANG TUTUP KEPALA SILINDER (@) Pasang gasket pada kepala silinder (0) Pasang tutup kepala silinder dengan 2 seal washer dan mur, Momen: 2 N-m (25 kgf-cm, 18 ft- Ibf) 6. PASANG RAKITAN MANIFOLD DAN KARBURATOR (@) Pasang gasket baru, rakitan manifold dan karburator dengan 6 mur. Momen: 49 Nm (500 kgf-cm, 36 ft-Ibf) (0) Pasang slang PCV pada tutup kepala silinder 7. PASANG SLANG BY PASS AIR 8. PASANG SLANG BAHAN BAKAR DAN SLANG VAKUM 9. PASANG TABUNG BUSI DAN RING-O (a) Pasang 4 Ring-O baru pada tabung besi (b) Pasang tabung busi pada kepala silinder 10. PASANG BUSI Momen: 17,5 Nm (180 kgf-cm, 13 ft-Ibf) 11. PASANG KABEL TEGANGAN TING! PADA BUSI 12. ISILAH MESIN DENGAN AIR PENDINGIN 43. HIDUPKAN MESIN DAN PERIKSA KEBOCORAN 14. PERIKSA KETINGGIAN OL! MESIN ME-16 MESIN - RANTAI TIMING DAN CAMSHAFT RANTAI TIMING DAN CAMSHAFT KOMPONEN-KOMPONEN UNTUK PEMBONGKARAN DAN PEMASANGAN Tutup Rantai Timing Rantai Timing Kipas Puli Pompa Air Re Tali Kipas I 1 = 88 (800, 65). --~"Bompa Bahan- Bakar 5 Penyekat ——--€Q> xo Roda Gigi Cranshatt Camshaft Thrust plate } os 9. ‘Penegang Rantai \\_.--*" Nee POO. c Roda Gigi Cranshatt + Gasket ———-¢ Drain Plug Part bekas yang tidak dapat digunakan kembali Nm (kgrom, feibi)] : Momen Spesifikasi MESIN - RANTAI TIMING DAN CAMSHAFT ME-17 PEMBONGKARAN DAN PEMASANGAN MEMBONGKAR RANTAI TIMING DAN CAMSHAFT 1. LEPAS PULI POMPA AIR DAN TAL! KIPAS (Lihat Pembongkaran pompa air pada sistem pendingin) 2. LEPAS KEPALA SILINDER (Lihat pembongkaran kepala silinder) 3. LEPAS DISTRIBUTOR (Lihat pembongkaran distributor pada sistem Pengapian) 4. LEPAS POMPA BAHAN BAKAR (Lihat pembongkaran pompa bahan bakar pada sistem bahan bakar) 5. LEPAS OIL PAN (Lihat pembongkaran pompa oli pada sistem pelumasan) . LEPAS PULI CRANKSHAFT (@) Menggunakan SST, lepas baut puli SST 09213-14010 (91651 - 60865) 09330-00021 (09830 - 00030) (b) Lepas Puli Crankshaft PETUNJUK: Jika diperlukan, lepas pull dengan SST ‘SST 09950 40010 (09957-04010) (09950-50010 (09951-05010, 09952-05010, (09953-05020, 09954-05020) 7. LEPAS TUTUP RANTAI TIMING (@) Lepas 8 baut dan mur (0) Menggunakan palu plastik, lepas tutup rantai timing dan gasket 8, PERIKSA KEKENDORAN RANTAI TIMING Ukur kekendoran rantai timing Kekendoran maksimum: Pada beban 98 N (10 kgf, 22 Ibf): 13,5 mm (0,531 in) Jika Kekendoran lebih dari mal gigi jum, ganti rantai dan Hasil ukur kekendoran rantai timing: Kesimpulan: ME-18 MESIN - RANTAI TIMING DAN CAMSHAFT 2 Baut Cylinder Head le rx | 9 LEPAS PENEGANG RANTAI DAN PEREDAM GETAR 10. LEPAS RANTAI TIMING DAN RODA GIGI CAMSHA (a) Menggunakan SST, lepas baut pengikat roda gigi cams! SST 09960 - 10010 (09962 - 01000, 09963 - 01000) (b) Lepas rantai timing dan roda gigi camshatt bersama-sal 11, LEPAS RODA GIGI CRANKSHAFT Menggunakan obeng, lepas roda gigi crankshaft. Jika gigi tidak bisa dilepas dengan obeng, gunakan SST. SST 09950 - 40010 (09952 - 04010, 09954 - 04010 09955 - 40010, 09957 - 04010) (09950 - 50010 (09951 - 05010, 09953 - 05020 12. LEPAS VALVE LIFTER PETUNJUK: Simpaniah vaive lifter dengan urutan y benar 13, LEPAS THRUST PLATE DAN CAMSHAFT (a) Lepas 2 baut dan thrust plate (b) Untuk sementara pasang baut kepala silinder pada c shaft (©) Sambi! memutar, tarikiah camshatt perlahan keluar 4 bearing tidak menjadi rusak. MEMERIKSA KOMPONEN - KOMPONE RANTAI TIMING DAN CAMSHAFT 1. PERIKSA RANTAI TIMING DAN RODA GIGI (@) Ukur panjang rantai, dalam keadaan direntang sepenuhnya. Panjang rantai maksimum: 272,2 mm (10,736 in) vika panjang rartai lebih dari maksimum, gantilah ra PETUNJUK: Lakukan pengukuran pada tiga tempat z lebih (®) Pasangkan rantai pada roda gigi Menggunakan jangka sorong, ukur diameter roda bersama rantai PERHATIAN: Jangka sorong harus menyentuh 1: rantai Diameter roda gigi minimum (bersama rantai) Crank shaft: 59,4 mm (2,339 in) Cam shaft: 113,8 mm (4,480 in) Hasil ukur diameter roda gigi : Crank shaft : Cam shatt MESIN - RANTAI TIMING DAN CAMSHAFT ME-19 SHO Net | 00 25 mm (OH L7OTR STO No.2 | 42.054 42.970 mm (18911-6997 np ‘SID No.3 | 2-704 "42.720 rom (1.6073 1.6619 19) ‘STO No.4 | 42.A50- 42475 mm (16716-16722 mn) [GS 0,725 Not] 48085 4.005 mm (1.6069 - 1.6067 In) [US-0.125 No. 2| 42037 - 42.047 nm (1.6805 - 1.6869) [US 0.25 No. | 42.587 - 42.507 mem (16767-16770) [US 0125 No. | «2097 42.347 om (1.6668 1.6672 in) ‘US-025 No, 1 [42980-42570 men (16019-16977 US 025 No. 2] 42712 42772 rm (1-8816 16520) US-025 No.3 | 4262 42.472 mm (1877-18721 iS 025 Noa | W212 e222 ran (1061916020 H) @) (e) Jika diameterya kurang dari minimum, ganti rantai dan roda gigi PERIKSA PENEGANG RANTAI DAN PEREDAM GETARAN Menggunakan jangka sorong, ukur ketebalan penegang rantai dan peredam getaran. Ketebalan minimum: Penegang rantai : 12,0 mm (0,472 in) Peredam getaran: 4,0 mm (0,157 in) Bila ketebalannya kurang dari minimum, ganti Penegang rantai dan peredam getaran Hasil ukur = Penegang rantai nn. mm + Peredam getaran nconnnnerne MM, Kesimpulan . PERIKSA CAMSHAFT Periksa run out camshaft Letakkan camshaft diatas V-block Menggunakan dial indicator, ukurlah run out pada journal tengah Run out maksimum: 0,06 mm (0,0024 in) vika run out lebih dari nilai maksimum, gantilah camshaft Hasil ukur . om Kesimpulan : . Periksa cam lobe Menggunakan mikrometer, ukur ketinggian cam lobe Ketinggian cam tobe standar: Katup masuk: 36,47 - 36,57 mm (1,4358 - 1,4397 in) Katup buang: 36,37 - 96,47 mm (1,4318 -1,4358 in) Ketinggian cam lobe minimum: Katup masuk: 36,17 mm (1,4240 in) Katup buang: 36,07 mm (1,4201 in) sika ketinggian cam lobe kurang dari nilai minimum, ganti camshaft Hasil ukur Ketinggian cam lobe : IN 24. sect 2, EX:1. mm mm Periksa journal camshaft Menggunakan mikrometer, ukur diameter journal Diameter journal (dari sisi depan) Hasil ukur : tae aan 3. Kesimpulan se . Jika diameter journal tidak sesuai dengan spesitikasi, periksa celah oli (Liat pemeriksaan dan perbaikan camshaft dan bearing pada biok silinder) mm Suman rejuel uebuep eWes-euIesi9g yEysUIeO 1616 epos Buesed (2) WeUSHUE!D 1615 pou wep Suiuin jer eped epue) UeYSNINT : yAPNALAd yeysyueio 1616 epos eped Gun eyes Buesed (p) yeusweg 1616 pos ep Gulu yeqUel epue!-epue) UeYsTIN | IAPNALAd Bunn river eped wyeysuues 1616 Epos Guesed (0) ajeid ysnuy) eped epue) yeep yesed eued ueysnin (q) L J9PUIIS WL BDed JoyOue soiod UBYISISOd (e) AAVHSIV9 IDI VAOU NVG ONIILLIVINVE ONWSVd °e yeysyue. 1616 epos sovod ueibeq eped uIseUL Yo UeYSaIO. (2) 4JAVHS)INVHO IDID VGOH ONVSVd (a1 ut 69 “w9-36% 08) WIN 8 : UeWONY sequied eped iedes ineq Z ueBuap o1ejd ysruup Guesed (0) Buyeeq yeus -weo yesniaw yepl sebe yeiey-Heyiog ‘yeysuieo Bueseq (0) ueus weo eped opus ejedey ineg Suesed exeluowes »nIUN (a) yeusuled eped uisew 0 UBS (e) aUVTd LSNUHL NVG LAVHSWVO ONVS¥d ‘t LAVHSINW NVQ ONIIAILL IVLNVY ONVSVWAIN ueinduisoy + ove\d sray) Yejeo anN ISeH ‘yeysweo 1616 epor uep ayeid ysnuy) yueE ‘wnwisyeW Ue Yiqa! BAUYEIB9 EXIT (ur Z10‘0) ww eo P unuqoN (ut sg00‘0 - 8z00‘0) ww pL'0 - 200 : ais + awed ysnatn Yejog vyeusureo uep ‘aye/d Jsnuy) exBIUE Yejeo yn ‘eBneB 1899; UeyeuNGbuey (0) (sa by ‘12-454 009) WN 65 + UeWOHN yeyiGued jneg ueyBueousy uep Bueseg (9) yeysweo eped yeysues 1615 epo uep oyeid jsnay) Bueseg (e) SLW1d LSNUHL VSwINSd “bp ceca reas AAVHSWIVS NVG ONIWIL IVLNVY ~ NISBIV oz-aw MESIN - RANTAI TIMING DAN CAMSHAFT mi 0 @ © 9. 10. 1, 12. Menggunakan SST, pasang baut pada roda gigi car SST 09960 - 10010 (09962 - 01000, 09963 - 010 Momen : 58 Nm (600 kgf-cm, 43 ft-Ibf) PASANG PENEGANG RANTAI DAN PERE GETARAN Pasang penegang rantai dan peredam gelaran den baut Momen : 8 Nm (80 kgf-cm, 69 ftbf) PERHATIAN : Oleskan oli pada penegang sebelum pemasangan PASANG TUTUP RANTAI TIMING Pasang gasket baru pada sisi depan plate Pasang tutup rantai timing dengan 8 baut dan mul Momen : Baut ukuran 10 mm : 8 Nm (80 kgf-cm, 69 Baut ukuran 12 mm : 19 Nm (195 kgf-cm, 14 PASANG VALVE LIFTER PETUNJUK : Oleskan oli mesin pada valve lifter PASANG PULI CRANKSHAFT Pasang pull crankshaft Menggunakan SST, pasang dan kencangkan baut SST 09213 - 14010 (91651 - 60865) 09830 - 00021 (09330 - 00030) Momen : 88 Nm (900 kgf-cm, 65 ft-Ibf) PASANG OIL PUMP (Lihat pemasangan pompa oli pada sistem pelum PASANG POMPA BAHAN BAKAR (Lihat pemasangan pompa bahan bakar pada s bahan baker) PASANG DISTRIBUTOR (Lihat pemasangan di ibutor pada sistem peng: PASANG KEPALA SILINDER (Lihat pemasangan kepala silinder) PASANG PULI POMPA AIR DAN TAL! KIPAS (Linat pemasangan pompa air pada sistem pend ME -22 MESIN - BLOK SILINDER BLOK SILINDER KOMPONEN-KOMPONEN __-—— Ring Piston (Kompresi No. 1) QS Ring Piston (Kompresi No. 2) Rakitan Saringan Ring piston (li dan Braket Ring Piston (Expander) BH Engine Mouni 2 Bracket ms Piston eB Piston Pin + Connecting Red Connecting Rod (ara WEA "0 Ist 24.5 (250,18) | - ” [Beare xparlon Plug ; 7QO- Camshat ean, f © _ Z ow FlyWheel Rear End Plate Rear Oil Seal Rear Oil Seal Retainer Bracket Mounting Engine sisi kir Front End Plate + Engine Drain Cock ——- t. Upper Crankshaft Thrust Washer : Le Upper Main Bearing nm (Crankshaft ‘Trust washer bawah Crankshaft bawah Crankshaft Main Bearing Cap Pompa Oli (4 Gasket a, fi Strainer @ Gasket Nim(kgfem fbi)] : Momen Spesifikasi Part bekas yang tidak dapat digunakan kembal. Komponen yang telah dilapisi MESIN - BLOK SILINDER ME -23 PERSIAPAN SEBELUM MEMBONGKAR 1. LEPAS FLY WHEEL 2. LEPAS REAR END PLATE 3. PASANG MESIN PADA ENGINE STAND UNTUK PEMBONGKARAN 4, LEPAS KEPALA SILINDER (Lihat pembongkaran kepala silinder) 5. LEPAS POMPA AIR (Lihat pembongkaran pompa air pada sistem pendingin) 6. LEPAS ALTERNATOR DAN BRACKET 7. LEPAS RANTAI TIMING (Lihat pembongkaran Rantai Timing) 8, LEPAS POMPA OLI (Lepas pembongkaran pada sistem Pelumasan) 9. LEPAS GANTUNGAN MESIN No. 2 10. LEPAS TONGKAT PENGUKUR OL! 11. LEPAS RAKITAN SARINGAN OL! DAN BRACKET Lepas 2 baut, bracket, saringan oli dan gasket 12. LEPAS DRAIN COCK 43. LEPAS FRONT END PLATE Lepas 2 baut, front end plate dan gasket 14, LEPAS BRACKET ENGINE MOUNTING MEMBONGKAR BLOK SILINDER 1. LEPAS PENAHAN OIL SEAL BELAKANG Lepas 5 baut, penahan dan gasket 2. PERIKSA CELAH CONNECTING ROD Menggunakan dial indikator, ukurlah celah sambit menggerakkan connecting rod maju mundur. Celah standar : 0,150-0,330 mm (0,0059 - 0,0130 in) Celah maksimum : 0,30 mm (0,0118 in) ika celahnya lebih dari nilai maksimum, ganti rakitan con- necting rod, jika diperlukan, ganti crankshaft. Hasil ukur Kesimpulan mm ME -24 MESIN - BLOK SILINDER (a) ) © (@) (e) () (9) th) 0 LEPAS CONNECTING ROD CAP DAN PERIKSA CEL oul Periksa tanda pemasangan pada connecting rod dan | untuk menjamin pemasangan benar Lepas 2 baut connecting rod ‘Menggunakan 2 baut connecting rod yang telah dil bukalah connecting rod cap dan bearing bawah den ‘menggerakkan connecting rod cap kekiri dan kekana PETUNJUK: Biarkan bearing bawah tetap menempel p: connecting rod cap. Bersihkan crank pin dan bearing Periksa crank pin dan bearing dari kemungkinan adai bintik atau goresan vika crank pin atau bearing rusak, ganti bearing. . diperlukan, gerinda atau ganti crankshaf Letakkan Plastigage pada crank pin Pasang connecting rod cap dengan 2 baut (Cinat langkah 8 pada perakitan biok silinder) Momen: Pertama: 24,5 Nm (250 kgf-cm, 18 ft-bf) Kedua: Putar kembali 90° PERHATIAN: Jangan memutar crankshaft Lepas 2 baut dan connecting rod cap (Lihat prosedur (b) dan (c) diatas) Ukur Plastigage pada tempat yang paling lebar. Celah oli standar: STD: 0,020 - 0,048 mm (0,0008 - 0,0019 in) UIS 0,25, U/S 0,50 dan U/S 0,75: 0,019 - 0,058 mm (0,0007 - 0,022 in) Celah olf maksimum : 0,08 mm (0,0031 in) Jika celah oli lebih dari nilai maksimum, ganti bearing. v diperlukan, gerinda atau ganti crankshaft Hasil ukur celah oli |. Connecting rod no. 1 2.Connecting rod no. MESIN - BLOK SILINDER ME -25 Tanda 12 atau 3 rece PETUNJUK: Jika menggunakan bearing standar, Pilihiah bearing pengganti yang bernomor sama dengan nomor pada connecting rod cap. Ada tiga macam ukuran bearing standar, masing-masing bertanda "1", '2" dan "3". \ ia gtas Ketebalan bagian tengah bearing: ‘STD Berlanda 1 | 1,486 - 1,490 mm (0,0585 - 0,0567 in) J > ‘STD Bertanda 2 | 1,490 - 1,494 mm (0,0587 - 0,0588 in) Tanda depan’ ‘STO Bertanda 8 | 1,494 - 1,498 mm (0,0588 - 0,0500 in) (Menonjol) vaseso UIS 0,25 1,607 - 1,613 mm (0,0633 - 0,0635 in) IS 0.50) 1,782 - 1,738 mm (0.0682 - 0,0884 in) US 0,75 4,857 - 1,863 mm (0.0731 - 0,0733 in) @ Bersinkan plastigage 4. LEPAS RAKITAN PISTON DAN CONNECTING ROD (a) Menggunakan reamer, bersinkan carbon dari bagian atas silinder (©) Tutupiah baut connecting rod dengan slang pendek agar crankshaft tidak rusak (©). Tekanlah piston, rakit connecting rod dan bearing atas dari bagian atas biok silinder PETUNJUK: ‘+ Simpaniah bearing, connecting rod dan cap bersama- sama + Susunlah piston dan rakit connecting rod dengan urutan yang benar 5. PERIKSA CELAH CRANKSHAFT Menggunakan dial indikator, ukur celah kesamping sambil ‘mengungkit crankshaft maju mundur dengan menggunakan obeng. Celah standar: 0,040 - 0,242 mm (0,0016 - 0,095) Celah maksimum: 0,30 mm (0,0118 in) Jka celahnya lebih dari nilal maksimur, ganti thrust washer satu pasang Ketebalan thrust washer STD 2430 - 2,480 mm (0,0987 - 0,0076 in) IS 0,125 | 2,490 - 2,540 mm (0,0980 - 0,1000 in} Hasil ukur celah Crankshaft mm, Kesimpulan : 6. LEPAS MAIN BEARING CAP DAN PERIKSA CELAH OL (a) Kendorkan dan lepas 10 baut main bearing cap secara merata dalam beberapa tahap, dan dengan urutan seperti pada gambar. ME -26 MESIN - BLOK SILINDER (©) Menggunakan baut main bearing, ungkittah main bearing ‘cap maju dan mundur, dan lepas main bearing cap, bear- ing bawah dan thrust washer bawah (hanya main bearing cap No. 3) PETUNJUK: + Simpanlan bearing bawah dan main bearing cap bersama-sama + Susunlah main bearing cap dan thrust washer bawah dengan urutan yang benar (c) Angkat crankshaft PETUNJUK: Biarkan bearing atas dan thrust washer atas menempel pada blok silinder (@) Bersihkan setiap main journal dan bearing (e) Periksa main journal dan bearing dari kemungkinan bintik dan tergores Jika journal atau bearing rusak, ganti bearing. Jika diperlukan, gerinda atau ganti crankshaft (f) Tempatkan crankshat pada blok silinder (g) Letakkan Plastigage pada masing-masing journal (h) Pasang 5 main bearing cap dengan 10 baut (Lihat langkah 4 pada perakitan biok silinder) Momen: 59 Nem (600 kgf-cm, 43 ft-ibf) PERHATIAN: Jangan memutar crankshaft () Lepas 10 baut dan § main bearing cap (Lihat prosedur (a) dan (b) diatas) () _Ukur Plastigage pada tempat yang paling lebar Celah standar: STO O,016 = 0,040 mm (0,008 - 0,00%6 inp Tipe US (0,017 = 0,074 mm (0,0007 - 0,0028 in) Maksimum: 0,10 mm (0,0039 in) sika celah oli lebih dari nilai maksimum, ganti bearing. Jika ‘iperiukan, gerinda atau ganti crankshatt Hasil ukur: Celah journal no. Celah journal no. Celah journal no. Celah journal no. Celah journal no. anon Kesimpulan MESIN - BLOK SILINDER ME-27 Nog NPS Noa NOS et 7 Tanda 1 67 ore PETUNJUK: Jika menggunakan bearing standar, gantilah dengan yang bernomor sama. Jika nomor bearing tidak bisa ditentukan, pilihlah bearing pada tabel sesuai dengan nomor yang tercantum pada biok silinder dan crankshaft. ‘Ada 5 ukuran bearing, masing-masing bertanda ‘3", "4", "5", orca Nomor yang tereantum Blok Siinder 6 7 e ‘Crankshait TT 2]3[' 12] 3% 12 ‘Gunakan bearing slalslels[sl7lels Contoh: Blok silinder "6" - Crankshaft = Selisih 4 (Gunakan bearing ") Referens Diameter lubang main journal blok silinder: Tanda 6 54,004 - 54,012 (2,1261 - 2.1265 in) Tanda 7 54,012 ~ 54,020 (2, 1266 - 2.1268 in) Tanda & 54,020 - 54,028 (2.1268 - 2.1271 in) Diameter journal crankshaft Tanda 1 49,976 - 49,984 mm (1,9796 - 1,9879 in) Tanda 2 49,984 - 49,992 mm (1,9679 - 1,9682 in) Tanda 8 449,592 - 50,000 mm (1,9682 - 1,0685 in) US 025 49,733 - 49,743 mm (1,9580 - 1,9584 in) US 050 49,483 - 49,403 mm (1,9481 - 1,9485 in) Ketebalan bagian tengah bearing Tanda 3 7,990 = 1,994 mm (0,0783 - 0,0785 in) Tanda 4 1,904 - 1,968 mm (0,0785 - 0,0787 in) Tanda 5 7,998 - 2,002 mm (0,0787 - 0,0788 in) Tanda 6 2,002 - 2,006 mm (0,0788 - 0,0790 in) Tanda 7 2,006 - 2,010 mm (0,070 - 0,0791 in) US 025 2,112 - 2,122 mm (0,0831 - 0,0835 in) US 0,50 2,287 - 2,247 mm (0,0881 - 0,0888 in (®) Bersinkan Plastigage dari permukaan 7. LEPAS CRANKSHAFT (a) Angkat Crankshaf (b) Lepas bearing atas dan thrust washer atas dari blok silinder PETUNJUK: Susuniah main bearing cap, bearing dan thrust ‘washer dengan urutan yang benar. ME -28 MESIN - BLOK SILINDER MEMERIKSA BLOK SILINDER 1, BERSIHKAN BLOK SILINDER A. Bersihkan material gasket Menggunakan scraper, bersihkan bahan gasket dari Permukaan atas blok silinder Menggunakan sikat lembut dan bahan pelarut, bersihkan blok silinder . _PERIKSA KERATAAN PERMUKAAN ATAS BLOK SILINDER, Menggunakan straight edge dan thickness gauge, ukur kebengkokan permukaan yang menempel pada gasket Kebengkokan maksimum: 0,05 mm (0,0020 in) sika kebengkokannya lebih dari nilai maksimum, ganti blok silinder. Hasil ukur kerataan ersepe Kesimpulan 3. PERIKSA SILINDER DARI KEMUNGKINAN GORESAN VERTIKAL, 7 Periksa silinder secara visual dari kemungkinan goresan vertikal dJika ada goresan yang dalam, lakukan pengeboran kembali ada 4 silinder. Jika diperlukan, ganti blok silinder 4. PERIKSA DIAMETER LUBANG SILINDER PETUNJUK: Ada 3 ukuran standar untuk diameter lubang silinder, masing-masing bertanda "1", "2", dan °3". Tanda ini tertera pada bagian atas blok silinder. MESIN - BLOK SILINDER ME -29 Depan «= Menggunakan alat ukur silinder, ukur diameter lubang @ on silinder pada posisi A, B, dan C dengan arah aksial dan amping arah samping. @ Arah foe Diameter standar: ATE (o.30'm) ‘Tanda STO 1 | 80/500 - 60,510 mm (1600 - 81707 in) Let Tengah ‘Tanda STO 2 | 80,510 ~ 60,520 mm (3,1697 - 8.1701 in) iL Tanda STO 3 | 60,520 - 60,590 mm (3.1701 - 8.1705 in) ab--o—th 10 mm F (038) OS 050 181,000 - 81,030 mm (9,1890 - 3,1902 Ia) Diameter maksimum: STD {80,728 mm (8.1783 in) US 0,50 {81,228 mm (6.1979 in) Jika diameternya lebih dari nilai maksimum, lakukan ppengeboran kembali pada 4 silinder. Jka diperiukan, ganti blok siinder Hasil ukur : 1. Arah samping : A. B. ic 2. Arah aksial A B. c Kesimpulan 5. BERSIHKAN ALUR PADA BAGIAN ATAS SILINDER Jika keausan silinder kurang dari 0,2 mm (0,008 in), bersinkan bagian atas silinder dengan menggunakan ridge reamer, MEMBONGKAR RAKITAN PISTON DAN CONNECTING ROD 1. PERIKSA KETEPATAN PEMASANGAN ANTARA PIS- TON DAN PISTON PIN Gerakkan piston maju mundur terhadap piston pin Bila terasa kelonggaran, gantilah sepasang piston dan piston pin Hasil pemeriksaan : ‘ Kesimpulan 2. LEPAS RING PISTON (@) Menggunakan piston ring expander, lepas 2 ring kompresi. ME-30 MESIN - BLOK SILINDER (b) Lepas rel sisi dan ring oli dengan tangan. PETUNJUK : Susunlah ring dengan urutan yang ben 3. LEPAS CONNECTING ROD DARI PISTON Menggunakan SST, tekanlah piston pin keluar dar pis Lepas Connecting rod SST 09221 - 25025 (09221-00020, 09221-00030, 09221 - 00040, 09221 -00170, 09221 -00210) PETUNJUK : + Piston dan piston pin adalah pasangan yang te uukurannya + Susunlah piston, pin, ring, connecting rod dan b ing dengan urutan yang benar MEMERIKSA PISTON DAN CONNECTII ROD 1. BERSIHKAN PISTON (a) Menggunakan scraper, bersihkan carbon dati permuk atas piston {b) Menggunakan sikat pembersih alur atau potongan | bersihkan alur pada piston (©) Menggunakan bahan pelarut dan sikat, bersihkan pis PERHATIAN : Jangan menggunakan sikat kawat. MESIN - BLOK SILINDER ME-31 Tanda depan 2. PERIKSA PISTON (Lubang) Tanda 42 atau 3 | A. Periksa celah oli piston PETUNMUK : Ada tiga ukuran untuk diameter piston standar masing-masing bertanda 1, 2 dan 3. Tanda ini tercantum pada permukaan atas piston (a) Menggunakan mikrometer, ukur diameter piston pada posisi tegak lurus piston pin, dan 8 mm (0,31 in) dari garis tengah pin Diameter piston : ‘Tanda STD i] 80,358 - 60,368 mm (3.1697 - 3.1641 in) Tanda STO 2] 80,368 - 60,378 mm (3,1647 - 39,1645 in) “Tanda STD 6] 80,978 - 60,388 mm (3,1685 - 3,1649 in) OFS 050 £80,858 - 80,888 mm (3.1834 - 3,1846 in) Hasil ukur 1. Piston no, 1 2. Piston no. 2: 3. Piston no. 3: 4. Piston no. 4 Kesimpulan Tanda Noa (0) Ukur diameter lubang silinder pada arah samping 4,2 atau 3 ie (Lihat langkah 4 pada pemeriksaan blok silinder) (©) Hitunglah selisin hasil ukur antara diameter piston dengan diameter silinder. Celah oli standar = (0,132 - 0,152 mm (0,0052 - 0,0060 in) Jika celah oli lebih besar dari maksimum, ganti 4 piston dan lakukan pengeboran kembali pada 4 silinder Jka diperlukan, ganti blok siinder PETUNJUK (Gunakan blok silinder baru) : Gunakan pis- ton yang bertanda nomor sama dengan nomor diameter slinder yang tertera pada blok silinder. Tanda depan Hasil ukur celah oli (Lubang) : : Tanda 1,2 atau 3 Pere B. Periksa celah antara ring piston dan alur ras Menggunakan thickness gauge, ukur celah antara ring baru 21st dengan alur ring piston. Celah pada alur ring : No, 1 : 0,030 - 0.070 mm (0,0012 - 0,0028 i No. 2 : 0,020 - 0,060 mm (0,0008 - 0,0024 Jka celahnya lebih dari maksimum, ganti piston Hasil ukur celah ring dan alur : Piston no. 1 : 1... .. mm 2. Piston no. 2 : 1. mm 2. Piston no. 3 : 1. mm 2. Piston 10.421. ennnnnene MM 2 ME -32 MESIN - BLOK SILINDER © Periksa celah pada ujung ring piston. (@) Masukkan ring piston kedalam silinder. (©) Menggunakan piston, doronglah ring piston sampai posisi sedikit dibawah bidang Kerja ring, yaitu 125 mm (4,92 in) dari permukaan atas blok silinder. (©) Menggunakan thickness gauge, ukur celah pada ujung ring Celah pada ujung ring : tem Standar Maksimum No. 1 0,23 - 0,38 mm | 0,33 mm (0,0130 in) 0,001 - 0,0130 in) No. 2 0,33 - 0,48 mm | 0,48 mm (0,0189 in) (0.0130 - 0,0189 in) fi (rel sisi) | 0,18 - 0,38 mm | 0,88 mm (0,0150 in) 0,0071 - 0,0150 in) vika celahnya lebih dari nilai maksimum, ganti ring piston. dika digunakan ring baru dan celah pada ujung ring masih lebih dari nilai maksimum, lakukan pengeboran kembali Pada 4 silinder atau ganti blok silinder. Hasil ukur celah ujung ring piston = Piston no. 1 : ~Celah ring no. 1: mm, = Celah ing 10. 2: nn Piston no. 2: -Celah ring no. 1 = Celah ring no. 2 Piston no. 8: Celah ring no. 1 = Celah ting 0. 2 enn Piston no. 4: = Celah ting 00.1: nnnneneene MM + Cela ring no. 2 Kesimpulan = : 3. PERIKSA CONNECTING ROD A. Periksa kelurusan connecting rod ‘Menggunakan rod aligner dan tickness gauge, periksa kelurusan connecting rod + Periksa kebengkokan Kebengkokan maksimum : 0,05 mm (0,0020 in) per 100 mm (3,94 in) vika kebengkokan lebih dari nilai maksimurn, ganti rakitan connecting rod. + Periksa puntiran Puntiran maksimum 0,05 mm (0,0020 in) per 100 mm (3,94 in) vika puntiran lebih dari nilai maksimum, ganti rakitan con- necting rod. Hasil ukur Kesimpulan MESIN - BLOK SILINDER ' —_— SIC ow Kira-kira 20 mm « Hasil pengukuran Kesimpulan a mm Garis tengah piston pin Hasil ukur diamter pengeboran : 1 mm 2. mm 2 mm 4 mm. Kesimpulan AV Periksa baut connecting rod ‘Menggunakan jangka sorong, ukur diameter minimu bagian baut yang tertekan Diameter standar : 8,860-9,000 mm (0,3488 - 0,3543 in) Diameter minimum 8,60 mm (0,3386 in) svika diameternya kurang dari nilai minimum, ganti be ecting rod MENGEBOR SILINDER PETUNJUK + Lakukan pengeboran pada 6 silinder untuk di piston oversize + Gantilah semua ring piston dengan yang bar sesuai dengan ukuran piston oversize 1. PILIHLAH PISTON OVERSIZE Diamater piston Oversize OS 0,50 80,858 - 80,888 mm (3,1834 - 3,1846 in! 2. HITUNGLAH BESARNYA DIAMETER PENGEB PADA SILINDER (@) Menggunakan mikrometer, ukurlah diameter pisto Posisi tegak lurus kepala piston, dan berjarak 8 garis tengah pin (b) Cara menghitung besarnya diameter pengeboran sbb: Ukuran diameter pengeboran = P + C - H 0,040 - 0,060 mm (0,0016 - 0,0024 in) H = Ukuran untuk memperhalus permukaan (h 0,020 mm (0,0008 in) atau kurang 3. LAKUKAN PENGEBORAN DAN PENGHAL PADA SILINDER SAMPAI DIDAPAT UKURAN, DITETAPKAN Ukuran maksimum untuk penghalusan: 0,02 mm (0,008 in) PERHATIAN: Honing yang berlebihan akan mengurangi kebu! silinder MEMERIKSA DAN MEMPERBAIKI CRé SHAFT ME -34 MESIN - BLOK SILINDER vika runout lebih dari maksimum, gantliah crankshaft, 2. PERIKSA MAIN JOURNAL DAN CRANK PIN (@) Menggunakan mikrometer, ukurlah diameter masi masing main journal dan crank pin Diameter: lem Main journal ‘Cranck pin 49.976 ~ 50.000 mm | 47.988 ~ 48.000 mm STO | (1.9676 - 1.9685 in) (1.8893 ~ 1.8898 in.) 49,733 — 49.743 mm | 47.798 ~ 47.760 mm Hasil pengukuran fe (1.9580 — 1.9584 in.) (1.8794 — 1.8780 in.) 1. Main joumal no. 1 mm 49.489 — 49.499 mm | 47.488 ~ 47.500 mm 2. Main journal no. 2: mm | WS 050 | (9491 - 1.9485 in) | _ (1.0696 ~ 1.8701 in) 3. Main journal no. 3 mm 1.9895 — 18704 in 4. Main journal no. 4 mm | us 075 . 5. Main journal no. 5: mm (1.8598 - 1.8602 in.) Kesimpulan : Hasil pengukuran : 1. Crank pin no. 1 2. Crank pin no. 2 :.. 8. Crank pin 0. 8 2 vensnnnnnnne MM 4. Crank pin no. 4»... seve IT Kesimpulan Pemeriksasn kelonjongan ‘Main journal: Crank journal : sika diameternya tidak sesuai dengan spesitikasi, peri celah oli (linat langkah 3 dan 6 pada pembongkaran b silinder) Jika diperlukan, gerinda atau ganti crankst Periksa ketiusan dan kelonjongan main journal dan cr pin Ketirusan dan kelonjongan maksimum: 0,005 mm (0,0002 in) sika ketirusan dan kelonjongan lebih dari nilai maksimu ganti crankshaft JIKA DIPERLUKAN, GERINDA DAN PERHALUSL. MAIN JOURNAL DAN CRANK PIN Gerinda dan perhalusiah main journal dan crank pin sam i dapat diameter undersize (linat prosedur pada lang) 2) Pasang bearing undersize baru untuk main journal ‘crank pin BLOK SILINDER ME-35 Hasil ukur diameter bearing camshaft : 1 2 iS ah a 5. Ke ‘esimpulan Perhitungan celah oli 1.Celah oli bearing no. 1 2.Celah oli bearing no. 2 ‘3.Celah oli bearing no. 3 4.Gelah oll bearing no. 4 5.Celah oli bearing no. 5 Kesimpulan : mm mm MEMERIKSA DAN MEMPERBAIKI CAMSHAFT DAN BEARING CAMSHAFT 41, MEMERIKSA CELAH OLI CAMSHAFT (a) Menggunakan alat ukur silinder, ukurlah diameter bearing camshaft Diameter bearing (dari sisi depan) STD No. 1 49.250 - 48.275 mm (1.7028 - 1.7037 in) STD No.2 | 48,010 ~ 48.096 mm (1.6969 - 1.6949 in) STD No.8 | 42.760 ~ 42.785 mm (1.6495 - 1.6844 in) STD No. 4 | 42.500 = 42.525 mm (1.6732 - 1.6742 in) US 0.125 No. 1| 43.120 - 43.151 mm (1.6976 - 1.6989 in) | UPS 0.125 No. 2| 42.690 - 42.990 mm (1.6866 - 1.6902 in) UIS 0.125 No. 3 | 42.640 - 42.600 mm (1.0787 ~ 1.6809 in) [us 0.125 No.4 | 42.290 - 42400 mm (1.6689 -.6706 in) [ss 0.25 Wo. + | 42.905 - 49,026 mm: (1.6927 - 1.6999 in.) [ws 0.25 No. 2 | 42.765 - 42.605 mm (1.6897 ~ 1.6852 In) [uss 025 No.3] 42.516 42656 mm (6738 1.6764 in) [Tus 0.25 No. $ | 42.265 - 42.505 mm (1.6640 - 1.6655 in, b) Hitunglah selisithasil ukur diameter journal dengan diameter bearing (that langkah 3 pada pemeriksaan rantal timing dan camshaft Celah oli stand: [sw Nort dan No. 4 | 0.025 - 0.056 mim (0.0070 = 0.6026 mn) No. dan No. 8 | 0.040 - 0.081 mm (0.0016 - 0.009 in.) TiS Tipe No. | 0.085 - 0.066 mn (0.0010 ~ 0.0026 in) Lainnya | 0.043 - 0.093 mm (0.0017 - 0.0037 in.) | Celah off maksimum: 0,10 mm (0,0039 in) Jika celahnya lebih dari nilai maksimum, ganti bearing camshaft. Jika diperlukan, ganti camshatt 2. JIKA DIPERLUKAN, GANTI BEARING CAMSHAFT A. Lepas sumbat ekspansi Menggunakan SST dan palu, lepas sumbat ekspansi B. Lepas bearing camshaft ‘Menggunakan SST, lepas bearing camshaft SST 09215-00101 (09215-00121, 09215-00130, (09215-00141 (09215-00150, 09215-00161, 09215-00221) ME - 36 MESIN - BLOK SILINDER oy b) )) ) soa ©. Pasang bearing camshaft yang baru (@) Pasang bearing camshaft yang baru pada lokasi y benar (b) Luruskan lubang oli pada bearing dan biok silinder (c) Menggunakan SST, pasang bearing camshaft SST 09215-00101 (09215-00121, 09215-00130, 09215-00141, 09215-00150, 09215-00161, 09215-00221) D. Periksalah celah oli camshaft (lihat langkah 1 diat —. Pasang sumbat ekspansi (a) Oleskan perapat cair pada permukaan sumbat ekspc blok silinder (b) Menggunakan SST, pasang sumbat ekspansi sedalar mm (0,08 in) dari permukaan blok silinder SST 09215-00101 (09215-00231) MEMERIKSA VALVE LIFTER DAN LUBAN VALVE LIFTER PERIKSA CELAH OLI VALVE LIFTER (a) Menggunakan caliper gauge, ukur diameter lubang ve liter meter Lubang: 21,417 - 21,437 mm (0,8432 - 0,8440 in) (©) Menggunakan mikrometer, ukur diameter valve lifter MESIN - BLOK SILINDER ME - 37 © Diameter lifter 21,387 - 21,404 mm (0,8420 - 0,8427 in) Hitunglah sels hasil ukur antara diameter valve lifter dan diameter lubang-lubang valve litter Celah oli standar: 0,013 - 0,050 mm (0,005 - 0,0020. in) Celah off maksimum 0,10 mm (0,0039 in) Jika celah oli lebih dari nilai maksimum ganti valve lifter Hasil ukur diameter lifter : IN: 1 sa OM mm mm mm 2... 3. 4. Perhitungan celah oli valve lifter ME -38 MESIN - BLOK SILINDER MERAKIT PISTON DAN CONNECTING RO! Tanda Depan —- (Lubang) 1. RAKITLAH PISTON DAN CONNECTING ROD (@) Oleskan oli mesin pada piston pin dan lubang piston (©) Luruskan tanda depan pada piston dan connecting t0 i Tanda Depan — (Tonjotan) Rel sisi Atas on () Menggunakan SST, tekanlah piston pin SST 09221 - 25025 (09221 - 00020, 09221 - 00030, 09221 - 00040, 09221 - 00170, 09221 - 00210) 2. PASANG RING PISTON (a) Pasang expander ring oli dan 2 rel sisi dengan tanga (b) Menggunakan expander ring piston, pasang 2 kompresi dengan tanda kode menghadap keatas. Tanda kode: No. 1 1N (©) Posisikan ring piston agar ujung-ujungnya seperti pé gambar PFRHATIAN: .lanrian hiarkan «sium ina rine hers up6uesewed !sisod uexpinfunuew. deo 6uyeeq ulew eped winjueoie; Buek JOWON NINA yemeq Guueag ¢ Suesed uep ‘deo Bul yeeq ulew eped ueynye| UeBUEp Beg nyNy UeysIN7 (a) seqe Buyeeg g Suesed uep ‘vepunts 3019 eped ueyMjel UeGuep Buueed miny UeYSTINT (e) ‘pe Yepn YEMeq Guureeq eped UEYSUEpeS ‘0 Buen) uep 10 unje yedepue) seje Buyeeq eped >INTNNLAd ONINVAE NIV ONVSVd “L rueq 6uek ueGuep [29s 10 uep © Buy o¥se6 enwos yENUED + Jeindieq neje sesebieq Buek ueeynued eped Teg ujseul |JO Ueysejo ‘uauOdWY ypieIeW WNIeqeg apreuip uBye Bue usucdwoy enwWes UexYISIEg + =aNPNNLad YSONIMIS 4O18 LOIVHAN deo po! Bungeuuos uep poi Buygeuuoo eped Sues Buesed (a) deo pos Buyjoeuuco nee pos Bunosuuco eped uenye) ueBuap Buuwaq nny UeNsnIN (2) ONIUV3E ONVSVd € ° o> Qu = S 2 yemeg sary ---- 6e- aw WAONITIS 1078 - NISAW ME - 40 MESIN - BLOK SILINDER Tanda Depan ~ Ke 2 Yoke Fle PEMINDAH DAYA-- Poros Propeller PD-19 PELEPASAN POROS PROPELER 1. LEPAS POROS PROPELER DARI DIFFERENTIAL (a) Buatiah tanda pada kedua fens. (b) Lepas empat baut dan mur. 2. LEPAS POROS PROPELER DARI TRANSMISI (a) Tarik yoke dari transmisi (0) Masukkan SST ke dalam transmisi untuk mencegah kebocoran oli ‘SST 09925 - 20010 PEMERIKSAAN POROS PROPELER 1. PERIKSA POROS PROPELER TERHADAP KERUSAKAN ATAU KEOLENGAN. Apabila runout poros lebih besar dari maksimum, maka gantilah porosnya. Maksimum runout : 0,8 mm (0,031 in) Hasil ukur ... : Kesimpulan 2. PERIKSABANTALAN SPIDER (@) Periksa bantatan spider terhadap keausan atau kerusakan. (0) Cek kebebasan aksial bantalan spider dengan menggoyang yoke sambil menahan poros propeler sekuat mungkin. ot Kevebasan ial bearng baa 0.5 mm (0020) Bila perlu ganti spider bearing Hasil ukur_: Kesimpulan mm PD-16 -PEMINDAH DAYA- Transaxle C50 4. MENYETEL PRELOAD BEARING SAMPING DIFFERENT! (a) Pasanglah differential ke dalam transaxle case. (b) Pasanglah transmission case. (©) Pasang dan keraskan keenam belas baut-bautnya. ‘Momen : 300 kg-cm (22 ft-lb, 29 N-m) (d) Gunakan SST, putar differential beberapa kali ke beber arah agar bearing duduk dengan balk. SST 09564-32011 {e)_ Gunakan SST dan kunci momen kecil, ukurlah preload a Preload awal : Bearing baru: 8-16 km-cm (6-9- 13,9 in.lb, 0,8 - 1,6 Nem) Bearing lama : 5-10 kg-cm (4,3 - 8,7 int, 0,5 - 1,0 N-m) Hasil ukur . Kesimpulan : (f) Bila preload (beban awal) tidak mencapai spesiti bukalah side outer race dari side bearing den¢ menggunakan SST. (@) Pilih kemball adjusting shim. CATATAN : Pilihlah shim dengan berhati-hati. Jane menggunakan shim yang dapat mengakibatkan mon lebih besar dari batas limit momen yang sebenarnya. PETUNJUK : Preload akan berubah sekitar 3 - 4 kg-cm (2 3,5 in.lb 0,3 - 0,4 N-m) pada setiap perbedaan ketebalan sh ‘Tanda |_Ketebalan mm (in)_| Tanda | Ketebatan mm (i A 2,10 (0,0827) L 2,60 (0,1024) B 2,15 (0,0846) M 2,74 (0,1043) c 2,20 (0,086) N 2,70 (0,1063) D 2,25 (0,0886) P 2,75 (0,1083) E 2,30 (0,0908) Q 2,80 (0,1102) F 2,35 (0,0925) R 2,85 (0,1122) 6 2,40 (0,0945) S | 2,80(0,1142) H 2,45 (0,0965) . 2,95 (0,1161) : 2,50 (0,0984) u 3,00 (0,1181) K 2,55 (0,1004) PEMINDAH DAYA- Transaxle C50 PDA7 f) Lebarseal nw RU, S| kirackira t mm (0.08 in) 5. kiekira | mm (0.04 in.) MEMASANG TRANSMISSION CASE (@) Lepaskan packing dan berhati-hati agar oli tidak menetes ada permukaan transmission case yang bersinggungan atau pada transaxle case. (b) Berikan seal packing pada transmision case seperti pada gambar. Seal packing : Part No. 08826-00090, THREE. BOND 1281 atau yang setara. CATATAN ‘+ Pasanglah transmission case secepat mungkin setelah memberikan seal packing. ‘+ Berhati-hatilah pemasangan seal packing agar tidak keluar dari transmission ca: (6) Pasang dan keraskan baut-bautnya. Momen : 300 kg-cm (22 ft-lb, 29 N-m) PASANG TUTUP TRANSMISSION CASE (@) Lepaskan packing dan dengan berhati-hai agar oli tidak jatuh pada permukaan transmission case atau tutup case. (b) Berikan seal packing pada transmission case seperti pada gambar, Seal Packing Part No. 08826-00090 THREE BOND 1281 atau yang setara. CATATAN + Pasanglah tutup transmission case secepatnya setelah pemberian seal packing. + Berhati-hatilah pemasangan seal packing sehingga tidak keluar dari tutup transmisi case. (c) Pasang dan keraskan baut-bautnya. Momen : 185 kg-cm (13 ft-lb, 18 N-m), PD-22 PEMINDAH DAYA - Poros Propeller (e) Menggunakan SST, setel kedua bantalan sehingga 4 ‘snap ring memiliki lebar maksimum yang sama. 5. PASANG SNAP RING (a) Pasang dua snap ring dengan ketebalan yang sar menghasilkan kebebasan aksial 0 - 0,50 mm (0 - 0,0 PETUNJUK : Jangan menggunakan Kembali snap ring (b) Menggunakan palu, pukul yoke hingga tidak terdap: diantara luncuran luar bantalan dan snap ring. Ketebalan Snap Ring Ketebalan ‘mm (in) Warns 2,40 0,0094 Tanpa we 2.45 0,0096 Cokla 2,50 0.0098 Bir 2,55 0,100 Tanpa we 6. CEK BANTALAN SPIDER (a) Cek bahwa bantalan spider berputar lembut. (b) Cok kebebasan aksial bantalan spider. Kebebasan aksial bantalan : Kurang dari 0,05 mm (0,0020 in) PETUNJUK : Pasang bantalan spider yang baru pada si yang berlawanan dengan prosedure yang diuraikan dia Hasil ukur : ... Hasil pemeriksaar PEMINDAH DAYA - Poros Propeller PD.23 PEMASANGAN POROS PROPELER 1. MASUKKAN YOKE PADA TRANSMIS! (@) Lepas SST dari transmisi SST 09925 - 20010 (&) Masukkan yoke poros propeler pada transmisi 2. PASANG POROS PROPELER PADA DIFERENTIAL (a) Tepatkan tanda pada flens dan pasangkan poros propeler dengan empat baut, ring pegas dan mur. (b) Kencangkan baut dan mur. Momen : 42 N.m (430 kg-cm, 31 ftlb) PD-26 PEMINDAH DAYA- Poros Propeller la REFERENS! * Bila mengganti poros propeler atau poros intermediate, sesuaikan joint-jointnya (ditunjukkan oleh panah), seperti ditunjukkan pada pedoman reparasi. ‘Model 2 joint SH c Model 3 joint PEMINDAH DAYA - Differential PD.25 DIFFERENTIAL KOMPONEN-KOMPONEN Differential pinion gear +e li) Q = ao ‘washer Pinion shaft ‘Adjusting nut @) Side bearing Side gear : Thrust washer eer boo? Outerrace * outer race # Look plate 285 77.97) Adjusting nut tock outer race oi singer Dust defector ( 200 (58, 78) i ® 9? é + colapsile spacer Front bearing soi seal iL Companion flange Kg-om (it1b, N-m) | : Momen Spesifikasi ¢ Part bekasnya, tidak bisa dipakai lagi PD-26 PEMINDAH DAYA - Differential PEMERIKSAAN DIFFERENTIAL CARRIER SEBELUM DI- BONGKAR ada bagian ini menerangkan yang harus diperiksa sebelum membongkar differential. Pada saat membongkar differential, karena adanya trouble, perhatikan point-point berikut. 1. APABILA GEJALA DARI MASING-MASING TROUBLE SEPERTI MENGGERAM, KETUKAN ATAU GETARAN TER- JADIPADA BODI, LAKUKAN PEMERIKSAAN BERIKUT : (a) Drive pinion kendor. (b) Bantalan drive pinion rusak. Hasil pemeriksaan : Kesimpulan (©). Periksa runout dari companion flange Runout ke sisi maksimum : 0,10 mm (0,0039 in) Hasil ukur Kesimputan Runout putaran maksimum : 0,10 mm (0,0039 in) Hasil ukur . mm Kesimputan: 2. APABILA BUNYI TIDAK NORMAL DAN GEJALA LAIN ‘TERJADI, LAKUKAN PEMERIKSAAN SEPERTI BERIKUT : (@) Keolengan (runout) ring gear + Apabila runout lebih besar dibanding maksimum pasangkan ring gear yang baru Runout maksimum : 0,10 mm (0,0039) Hasil ukur : Kesimpulan mm PEMINDAH DAYA - Differential PD-27 Kontak yang benar (©) Backlash pada ring gear Apabila backlash tidak sesuai st n sisi atau bila periu per ,13 - 0,18 mm (0,0051 - 0,0071 in) si, setel preload 19 gear dan drive pinion + Catat kontak posisi gigi Kontak. (@)_ Periksa kekendoran bantalan sisi dan bunyi yang tidak nor- mal. Hasil pemeriksaan Kesimpulan (e) Memeriksa backlash pada side gear. + Ukur backlash side gear ketika salah satu pinion gear Backlash standard : 0,05 - 0,20 mm (0,020 - 0,079 in) ‘Apabila backlash tidak sesual dengan spesifikasi, pasang thrust washer yang sesual Hasilukur : Kesimpulan () Mengatur preload drive pinion + Gunakan pengukur preload (torgue meter), ukur preload dari backlash antara drive pinion dan ring gear preload Hasil ukur Kesimpulai mm: (g) Memeriksa preload total + Gunakan momen pengukur preload, ukur preload total. Total preload = Preload drive pinion + 4-6 kg-cm (3,5 - 5,2 in-lb, 0,4- 0,6 ntalar mm PD-28 PEMINDAH DAYA - Differential MEMBONGKAR DIFFERENTIAL 1, MELEPAS COMPANION FLANGE (@) Gunakan palu dan pahat, kendorkan bagian yang ditakik pada mur. (b) Gunakan SST untuk menahan flange kemudian lepaskan mumya, ‘SST 09330-00021 Bott ft (©)_Gunakan SST, lepaskan companion flange ‘SST 09557 - 22022 + Keraskan baut SST ke dalam bagian yang beralur pada drive pinion. : + Posisikan SST sehingga flange dapat berhubungan dengan companion flange. + Tahan baut bagian ujung dari SST dan putar mur SST berlawanan arah jarum jam untuk melepaskan com- panion flange. ssT 2, MELEPAS OIL SEAL DAN OIL SLINGER (@) Gunakan SST, lepaskan oil seal dari rumahnya SST 09308 - 10010 (b) Lepaskan oil siinger ssT 3, MELEPAS BANTALAN DEPAN DAN BANTALAN SPACER (@)_ Gunakan SST, lepaskan bantalan depan dari drive pinion. SST 09556 - 30010 (0) Lepaskan bantalan spacer Apabila bantalan depan rusak atau aus, gantilah bantalan tersebut. 4, MELEPAS RING GEAR DAN DIFFERENTIAL CASE (@) Beri tanda pada tutup bantalan dan differential carrier (0) Lepas dua baut pengunci penyetel (adjusting nut lock) (©) Lepas kedua tutup bantalan dan dua buah mur penyetel (@) Lepas bantalan outer race () Lepas differential case dari carrier PENTING Tutup bantalan (bearing cap) dan carrier diproduksi dalam satu unit antara kiri dan kanan dan tidak dapat dipertukarkan. PEMINDAH DAYA - Differential PD-29 6 8 Untuk mempermudah merakit, kelompokkan komponen- komponen yang dibongkar (outer race dan mur penyetel) sesuai Jokasinya dengan diber label. MELEPAS BANTALAN BELAKANG DRIVE PINION (@)_Untuk menarik keluar bantalan belakang dari drive pinion, gunakan mesin pres dan SST. ‘SST 09950 - 00020 MENGGANTI OUTER RACE BANTALAN DRIVE PINION BAGIAN DEPAN DAN BELAKANG (a) Gunakan palu dan batang yang lunak untuk mengeluarkan outer race. (b) Dengan menggunakan mesin press dan SST, masukkan drive outer race yang baru. SST 09608 - 35014 MELEPAS BANTALAN SISI DARI DIFFERENTIAL CASE Gunakan SST, tariklah bantalan sisi dari differential case. ‘SST 09950 - 20017 ‘Tempatkan bagian yang runcing dari SST ke celah yang ada pada differential case. MELEPAS RING GEAR (a) Lepas beberapa set baut dan pelat pengunci ring gear. (0) Berilah tanda lurus pada ring gear dan differential case. (6) Gunakan palu plastk atau kuningan, pukul bagian atas ring gear untuk memisahkannya dar differential case. PD-30 PEMINDAH DAYA - Differential 9, MEMBONGKAR DIFFERENTIAL CASE Gunakan palu dan pin untuk mengeluarkan batang pin (stra pin). Lepas pinion shaft, dua pinion gear, dua side gear dan thr washer, MEMERIKSA KOMPONEN DIFFERENTIAL Bersihkan komponen yang telah dibongkar dan peri kemungkinan terdapat kerusakan, aus, berubah ukuran dan k lain Apabila dijumpai kerusakan, perbaiki, apabila perlu komponen tersebut, Periksa bantalan kemungkinan keausan, terbakar < rusak. + Periksa baut dari kerusakan, keausan. ‘+ Periksa ring gear, drive pinion dari kerusakan, keausan ¢ terbakar. + Periksa differential case dari keretakan. + Periksa side gear atau bantalan sisi dari keausan diba dimana terpasang, ‘+ Periksa mungkin terdapat kerusakan, aus atau terbakar p side gear, pinion gear, thrush pinion dan porosnya. Hasil pemeriksaan Thrust washor Seton es ~y ut Side boring “Te? ion gear 2 oo cas n° rt. 7 f%e tng nt ack ce Le ° UN [ses Tr, 97) ot Bearing spacar ont i's! ees Companion ange “i : Diterential cantor Bearing cap Bearing outer ace 8 singer ‘ust datioctor . i :Momen spesifkasi_u Part bekasnya tidak bisa dipaka agi ger (eb. PEMINDAH DAYA - Differential ' MERAKIT DIFFERENTIAL . 1. MERAKIT DIFFERENTIAL CASE \ lesi hypoid gear oli yang cukup untuk komponen yang be! dan berputar. (a) Pasang thrush washer yang sesuai dengan side gea (b) Pasang side gear (dengan thrush washer), pinion pinion thrush washer dan pinion shaft dalam differential Luruskan lubang pinion shaft dengan lubang ¢ differential case. (c) Periksa backlash side gear ‘Ukur backlash side gear ketika salah satu pinion gear d ke arah case. ‘Standar backlash : 0,05 - 0,20 mm (0,0020 - 0,0079 in) Apabila backlash diluar standar, pilih thrush washer ukurannya sama untuk yang kanan dan kiri untuk peny hingga backlash-nya sesuai dengan standar. KETEBALAN THRUSH WASHER 1.6mm 0,083 in 47 mm 0,087 in 1,8 mm 0,071 in Hasil ukur backlash Kesimputan : (d) Memasang batang pin ‘+ Gunakan palu dan drip (punch), masukkan bata melalui case dan lubang pada poros pinion, ‘+ Takik lubang pinnya secara perlahan (yang di differential case). 2. MEMASANG RING GEAR PADA DIFFERENTIAL CASI (a) Bersihkan permukaan differential case yang berhub 100°C dengan ring gear. PD-92 PEMINDAH DAYA - Differential L (d)_Kemudian segera tempatkan ring gear pada differential ca dan luruskan tanda pada ring gear dan differential case. (©) Lapisi baut-baut ring gear dengan oli roda gigi. () Sementara pasangkan pelat pengunci dan baut-bautnyé (@) Setelah ring gear dinginnya turun mencukupi, keraskan ba baut secara merata sedikit demi sedikit. Momen : 985 kg-cm (71 ft-lb, 97 N-m). (?) Gunakan palu dan pahat, bengkokkan pelat pengunci- CATATAN : Takikiah salah satu kuku pelat rata (claw flus dengan permukaan yang datar dari kepala baut. Untuk ku pelat (claw) yang bertepatan dengan tonjolan kepala ba takiklah sebagian saja, hanya pada sisi pengerasan. MEMASANG SIDE BEARING Dengan menggunakan mesin press dan SST, pres side bear pada differential case. SST 09550 - 10012 MEMERIKSA RUNOUT RING GEAR (@) Pasang differential case pada differential carrier d keraskan mur penyetel ke arah dimana gerak beb bantalannya tidak ada. (b) Periksa keolengan (runout) ring gear. Maximum runout : 0,10 mm Hasil pengukuran runout : Kesimpulan:... PEMINDAH DAYA - Differential PD-33 Drive pinion ssT. crore 6. PENYETELAN SEMENTARA BEBAN MULA DRIVE PINION (a) Pasang komponen-komponen sebagai berikut : + Drive pinion + Bearing depan CATATAN : Merakit spacer, penahanan oli (ol slinger) dan oil seal setelah penyetelan perkaitan gigi terbentuk (gear contact pattern). (©) Pasang companion flange dengan menggunakan SST SST 09557 - 22022 (09557 - 22050). (©). Setel preload drive pinion dengan mengeraskan mur com- panion flange. Gunakan SST untuk menahan flange saat ‘mur dikeraskan. ‘SST 09330 - 00021 (6) Dengan menggunakan kunci momen, ukur preload. Preload : Bantalan baru 19-26 kg-cm (16,5 - 22,6 in, Ib, 1,9- 2,5 Nm) Bantalan lama 9-13 kg-cm (7,8 - 11,3 in, Ib, 0,9 - 4,3 Nm) * Untuk mendapatkan bantalan duduk dengan tepat, putar drive pinion beberapa kali searah jarum jam dan berlawanan rah jarum jam, kemudian ukur preload. ‘+ Pada waktu mengukur total preload, catat hasil lai masing- ‘masing preload. Hasil pengukuran Preload : 1 kg-cm 2 . kg-em 3 see kgeem 4 kg-om Kesimpulan 9D.34 PEMINDAH DAYA - Differential 7. MEMASANG DIFFERENTIAL CASE DALAM CARRIER (@) Tempatkan bearing outer race pada masing-masing tem bearingnya. (©) Pasang case dalam cartier. Pastikan bahwa terdapat backlash antara ring gear dan d pinion (©) Pasangkan mur penyetel pada masing-masing carrier pastikan bahwa ulir mumya tepat. 8 MEMASANG PENUTUP BANTALAN (BEARING CAP) Luruskan tanda pada tutup dan carrier, keraskan baut ket tutup bantalan dua atau tiga putaran dan tekan dengan tan¢ ke bawah tutup bantalan dengan tangan. PENTIN Apabila tutup bantalan pengerasnya tidak sesuai pada carrier dan ulir mur penyetel tidak tepat, bila perlu bongkar lagi mur penyetel. 9, MENYETEL PRELOAD BANTALAN SISI (a) Keraskan keempat baut tutup bantalan sesuai denc momen spesifikasi, kemudian kendorkan sampai da diputar dengan tangan. ‘Momen : 800 kg-cm (58 ft-Ib, 70 Nm) (®) Keraskan empat baut penutup bantalan (bearing cap b dengan tangan. (©) Gunakan SST, keraskan mur penyetel pada sisi ring g sampai ting gear ada backlash sekitar 0,2 mm (0,008 ir ‘SST 09504 - 00011 (@)_ Ketika memutar ring gear, gunakan SST untuk mengeras| mur penyetel pada sisi drive pinion. Setelah bantalan du pada posisinya, kendorkan mur penyetel pada sisi di PEMINDAH DAYA - Differential PD-35 Us) (@) Tempatkan dial indicator pada bagian atas dari mur penyetel (adjusting nut) pada sisi ring gear. (f) Sete! bantalan sisi pada preload 0 dengan mengeraskan mur penyetel lainnya sampai penunjuk pada indicator mulai bergerak. (g) Keraskan mur penyetel 1 - 1,5 takikan dari posisi preload 0. (p) Gunakan dial indicator, setel backlash ring gear hingga sesuai dengan spesifikasi. Backlash : 0,13 - 0,18 mm (0,051 - 0,0071 in) CATATAN : Penyetelan backlash ialah dengan memutar mur penyetel ke kiri dan ke kanan dengan jumlah yang sama. Sebagai contoh, kendorkan mur pada sisi kiri satu takik (hotch) dan keraskan mur pada sisi kanan satu takik. Ukur backlash pada beberapa tempat disekeliling ring gear. Hasil ukur Kesimpulan. ()_ Keraskan baut tutup bantalan (bearing cap bot) Momen : 800 kg-em (58 ft-lb, 78 Nm) ()_Periksa lagi backlash ring gear. Backlash : 0,13 - 0,18 mm (0,0051 - 0,0071 in) Hasil ukur Kesimpulan Gunakan pengukur momen, ukur total preload Total preload : Beban mula drive pinion + 4 - 6 kg-cm (3,5 - 5,2 in-tb, 0,4 - 0,6 Nm) beban mula bantalan sisi. Apabila nila preload berada di luar standar, setel dengan mur penyetel pada sisi gigi ring gear. Hasil ukur + Kesimpulan: kg-mm PD-36 PEMINDAH DAYA - Differential REFERENS! BACKLASH Backlash adalah kebebasan dalam arah putaran dari ring gear dan drive pinion. Tidak terpengaruh kondisi pengendaraan, gigi-giginya dilindungi oleh lapisan oli pelumas melalui cetah antara gigi dengan gigi sehingga tidak ada jasalah berapa banyak tenaga yang dibawa dan dipikuinya, dan gigi-gigi ini tidak akan rusak. Apabila backlash terlalu besar pada saat kendaraan mulai jalan atau perubahan pengendaraan, maka hentakan akan terjadi oleh adanya pukulan gigi dengan gigi dan mengakibatkan kerusakan. ‘Sebaliknya apabila backlash tertalu kecil, maka gigi-gigi akan menimbutkan bunyi. REFERENS! MODEL INDEPENDENT MENYETEL PRELOAD BANTALAN SISI (SIDE BEARING), DIFFERENTIAL DARI SUSPENSI BELAKANG (@) Pith dan pasang pelat washer dalam sisi ring gear. Ukuran washer akan menjadikan backlash ke dalam standar. () Gunakan palu plastik, pukul ring gear perlahan-lahan sehingga bantalan dan washer tepat pada dudukannya. (©) Pasangkan dial indicator yang Kontak dengan ring gear saat sudutnya tegak lurus pada ujung dari permukaan gigi, kemudian sambungkan companion flange dan gerakan ring gear. Ukur backlash. Backlash yang disarankan : 0,10 mm Hasil ukur Kesimpulan: (@) Pilih ketebalan pelat washer pinion gear yang akan mengurangi suatu celah antara outer race dan differential carrier, (©) Ganti pelat washer yang tidak dipilin pada (d) dengan ketebalan washer dari 0,06 - 0,09 mm (0,0024 - 0,035 in) kemudian masukan ke dalam dudukannya dengan menggunakan SST. SST 09504 - 22011 () Luruskan tanda pada tutup bantalan kemudian pasang. (g) Periksa lagi blacklash ring gear. ‘Apabila backlash berada di luar standar. Tambah atau kurang ketebalan plate washer kanan dan kiri dengan ketebalan yang sama sehingga masuk nilai standar. PEMI INDAH DAYA - Differential PD-37 10. MEMERIKSA KONTAK GIGI ANTARA RING GEAR DAN DRIVE PINION (@) Oleskan tiga atau empat gigi pada ring gear dengan red lead (cairan merah). (©) Tahan companion flange sekuatnya dan putar ring dalam dua aran. (¢) Periksa bentuk persinggungannya. Hasil pemeriksaan : iKesimpuian Persinggungan yang benar- Too Sisi driven, Sisi drive Heel PERSINGGUNGAN GIGI YANG BENAR DAN TIDAK BENAR Persinggungan heel Persinggungan face Nil sor Reese) Pliblah sebuah shim yang akan membuat drive pinion mendekatl ring gear Persinggungan toe Persinggungan flank Pithiah sebuah shim yang akan memindahkan dive pinion menjauhi ring gear Apabila kontak gigi tidak sesuai, plihlah washer untuk menyetel posisi drive pinion. REFERENS!| ————______. Helical gear digunakan untuk ring gear dalam differential untuk kendaraan FF (dengan mesin melintang), dengan demikian tidak diperlukan pemeriksaan kontak gigi. PD.38 PEMINDAH DAYA - Differential Now bearing spacer Drive in depth sst 11. LEPASKAN COMPANION FLANGE DAN BEARING DEPAN 12. MEMASANG SPACER BANTALAN BARU DAN BANTALAN DEPAN (a) Pasangkan spacer bantalan yang baru pada poros. (b) Pasangkan bantalan depan pada poros. CATATAN : Pastikan bahwa spacer bantalan menggunakan yang baru. 13, MEMASANG OIL SLINGER DAN OIL SEAL (a) Pasangkan posisi permukaan oil slinger seperti yang ; >, Suspension crossmember 195.014. 19) Clip 3 1 300 (94, 127) 7,300 (94, 1271 7,800 (94, 1277 620 (45, 61 Lower arm front bolt sf k 600 (184, 263), (00 (152, 208) 310 2.50) 620 (45, 61) 2,100 (752, 06) Lower arm r i Ga Rear 8 rack : i i CHASSIS - Suspensi Depan cH Shock Absorber Depan MEMBONGKAR SHOCK ABSORBER DEPAN 1. MELEPAS SELANG REM (@) Lepaskan baut union, dua buah gasket, dan selang rem dari kaliper. (©) Tampunglah minyak rem pada kontainer. (©) Lepaskan kip dari selang rem. {d) Tariklah selang rem dari bracket. 2, MELEPAS SHOCK ABSORBER DARI BODY (@)_Lepaskan tiga baut pengikat suspensi di bagian atas. (b) Lepaskan shock absorber dari body. PERHATIAN : Tutuplah drive shaft boot dengan kain agar tidak rusak. 3, IKATLAH SHOCK ABSORBER PADA RAGUM Pasanglah baut dan mur pengikat shock absorber ke bracket. 28mm (1.10) 4. LEPASKAN PEGAS COIL (a) Tekanlah pegas Coll dengan menggunakan SST ‘SST 09727-0020 atau 09727-22032 cH-10 CHASSIS - Suspensi Depan (b) Dengan menggunakan SST tahanlah dudukan peg dengan demikian tidak akan berputar, dan lepaskan mur SST 09729 - 22031 (0) Lepaskan support suspensi, dudukan pegas, dust se pegas, isolator dan bumper. MEMERIKSA DAN MENGGANTI SHOC ABSORBER DEPAN MEMERIKSA KERJANYA SHOCK ABSORBER ¥v (a) Sambil mendorong batang piston, periksalah bahwa ia day bergerak dengan lembut dan tidak menimbulkan bunyi: normal (b) Tekanlah batang piston dan bebaskan sepenuhnya. Poriksa bahwa shock absorber kombali dengan kecepal konstan, Bila shock absorber keadaannya rusak, gantilah. PERHATIAN: Sebelum shock absorber dibuang, kendork mur 2 atau 3 putaran dengan SST untuk membebaskan g: SST 09720 - 00012 (09721 - 00071) Hasil Pemeriksaan Kesimpulan CHASSIS - Suspensi Depan CHAT MEMASANG SHOCK ABSORBER DEPAN 1. PASANGLAH BUMPER, PEGAS KOIL, INSULATOR, DUDUKAN PEGAS DAN DUST SEAL. (@) Pasanglah pegas bumper pada batang piston (0) Tekanlah pegas koil dengan menggunakan ‘SST 09727 - 30020 atau 09727 - 22032 (©) Pasangiah insulator bawah (@) Luruskan bagian bawah pegas koil dengan dudukan bagian bawah dan pasanglah (e) Pasangiah insulator atas (f) Posisikan tanda “out” ke arah luar (g) Pasanglah dust seal pada dudukan pegas (h) Pasanglah suspension support () Dengan menggunakan SST pasangkan mur suspension support yang baru dan keraskan ‘SST 09727- 22031 ‘Momen : 475 kg-cm ssT 2. MEMASANG SHOCK ABSORBER PADA BODY Pasanglah shock absorber dengan menggunakan tiga buah mur. ‘Momen : 400 kg-em PERHATIAN: Berhi boot. atilah agar tidak merusak drive shaft MENGHUBUNGKAN SELANG FLEKSIBEL (a) Pasangkan selang fleksibel melalui bracket selang rem (brake hose bracket). |. PERIKSALAH KELONGGARAN BALL JOINT (@) Dongkraklah kendaraan dan pasanglah balok kayu yang © tebalnya 180- 200 mm di bawah salah satu ban depan. ‘Turunkan dongkrak hingga beban pada pegas koil depan ‘menjadi setengahnya. Tempatkan stand pengaman di bawah roda depan keadaannya lurus dan roda diganjal. Gerakan lower arm ke atas dan ke bawah, dan periksa bahwa ball joint harus tidak bebas. Gerak bebas bal Hasil Pemeriksaan ._ MEMERIKSA PUTARAN BALL JOINT Melepas ball jot Gerakkan batan int maju mundur sebanyak 5 Kal seperti pada gambar, sebelum pemasangan mur. (©) Dengan menggunakan kunci momen, putarkan mur satu putaran setiap kali 2- 4 detik dan bacalah momennya pada putaran ke 5. Momen putar: 10-35 kg-cm (0-30 In-lb, 1,0-3,4 N.m) idak sesuai dengan spesifikasi, gantilah CHASSIS - Suspensi Depan cH-A3 MENGGANTI BUSHING LOWER ARM BAGIAN BELAKANG. 1. LEPASKAN MUR, RETAINER, DAN BUSHING 2. _PASANGLAH BUSHING BARU DAN RETAINER Pasang bushing yang baru dan retainer seperti diperiihatkan pada gambar. 3, PASANG MUR DAN KERASKAN ‘Momen :1400 kg-cm (101 It-Ib, 137 N.m) CHASSIS - Suspensi Belakang CH-14 SUSPENSI BELAKANG KOMPONEN-KOMPONEN Cover —