Anda di halaman 1dari 7

Charger Accu.

Super Fast accu charger 10 minutes


Charger accu super cepat, 10 menit ready. Auto off jika accu penuh. Bisa diatur amperenya dari
5a-100a. Bisa berfungsi sebagai charger inverter atau charger 12v untuk merawat accu atau
sebagai charger untuk power inverter tipe manual.

charger accu

Charger Accu Super Cepat


Anda mungkin pernah mengalami aki Anda kehilangan daya atau kurang strum alias soak. Tidak ada
cara lain untuk mengembalikan daya accu tersebut kecuali dengan cara mencharge nya agar aki
Anda berfungsi kembali. Hal seperti ini yang kadang membuat Anda repot dan malas mengantri ke
tempat jasa pengisisan Aki. Sekarang tidak lagi karena ada charger Accu yang dapat mengisi daya
dengan cepat.
Charger accu super cepat, 10 menit ready. Bisa diatur amperenya dari 5a-100a. Auto off jika accu
penuh. Charger inverter, charger 12v utk merawat accu agar awet
Charger accu ini akan sangat bermanfaat bagi Anda. Mau dipakai sendiri untuk mengisi daya accu
mobil Anda atau mau buat usaha jasa strum accu juga bisa.
Bagi Anda punya usaha bengkel kendaraan atau bagi Anda yang memiliki showroom mobil atau
buka jasa strum accu, nampaknya alat ini sangat cocok dipakai untuk operasional usaha Anda. Atau
sekedar ingin merawat accu di rumah agar tidak cepat rusak (accu harus sering dicharge agar bisa
awet).

Charger accu ini dapat mengisi daya antara 5 ampere sampai dengan 100 ampere. Mempunyai
fungsi auto off jika accu penuh
Anda mungkin sudah tahu kalau accu bisa dipakai untuk menyalakan semua peralatan listrik yang
membutuhkan listrik PLN, menggunakan alat yang namanya power inverter.
Jika Anda memiliki power inverter yang masih manual (bukan autocharge), alat ini bisa berfungsi
sebagaicharger inverter. Tidak perlu membawa ke tempat charge accu jika Anda memiliki charger
inverter ini. Dijamin akan lebih hemat waktu, tenaga dan biaya. Power inverter charger ini bisa
dipasang terus 24jam untuk menjaga accu tetap penuh sehingga selalu siap jika dibutuhkan.
Full Automatic. Cepat bisa, pelanpun bisa
Charger accu ini dapat mengisi aki lebih cepat jika Anda terburu-buru, tetapi alat ini juga bisa
mengisi secara perlahan-lahan karena amperenya bisa diatur dari 5a-100a. Alat ini dilengkapi
dengan sensor-sensor elektronik yang sangat peka, sehingga menjadikan alat ini dapat bekerja
secara full otomatis. Produk ini juga merupakan produk yang sangat innovatif karena semua
bagiannya menggunakan rangkaian elektronik dan tidak menggunakan travo seperti charger accu
pada umumnya. Selain itu charger 12v ini juga sangat hemat energi karena dilengkapi dengan
switching berfrekuensi tinggi yang dapat menghasilkan arus yang besar dan pemakaian daya yang
rendah sehingga dapat menghemat energi (efisiensi +/- 95%).
Petunjuk pemakaian dari charger accu ini (charger 12V):
1. Pastikan switch power charger pada posisi OFF, pasang steker pada stop kontak.
2. Sambungkan kabel yang tersedia pada terminal accu charger. Perlu diperhatikan jangan sampai
terbalik Merah ke positif (+) dan Hitam ke negatif (-).
3. Pasang jepitan yang tersedia pada terminal aki, hati-hati juga jangan sampai terbalik. Jepit yang
Merah untuk positif (+) dan yang Hitam untuk negatif(-).
4. Putar switch function ke posisi pilihan yang sesuai dengan accu yang akan Anda charge. Ada 4
pilihan mode silahkan Anda sesuaikan sendiri :
Aki 5A-17A
Aki 18A-45A
Aki 46A-100A
dan super fast (10 menit). Catatan; Aki yang akan di charge hendaknya berkapasitas lebih dari 17A.
5. A. Untuk pilihan mode 1 s/d 3; tekan switch power ke posisi ON, lampu akan menyala berwarna
hijau dan berkedip yang menandakan bahwa aki Anda masih dalam proses pengisian. Lampu hijau
akan menyala sesekali pada saat pengisian hampir penuh. Dan lampu hijau akan padam jika
pengisian sudah selesai. Apabila lampu hijau terus menyala sesekali untuk waktu yang lama
menandakan kondisi aki Anda kondisinya kurang bagus atau bersuhu tinggi. Pada kondisi ini, aki
sudah bisa dipakai (pengisian sudah diatas 90%), atau biarkan charger terus mengisi aki seiring
dengan penurunan suhu aki hingga dicapai pengisian 100% penuh.
B. Untuk pilihan mode 4 (super fast 10 menit); pilihan mode 4 sangat berguna untuk mencharge aki
mobil yang lemah dan soak dalam waktu yang singkat. Pilihan mode 4 hanya mencharge aki agar
mampu men-stater mesin dan tidak dapat dipergunakan untuk mencharge aki hingga 100% penuh.
Caranya tekan switch power ke posisi ON, lalu tekan switch Start, maka lampu hijau akan menyala

berkedip yang menandakan aki Anda dalam proses pengisian. Pengisian akan berhenti setelah +/- 10
menit. Pengisian dapat dihentikan sebelum 10 menit selesai, tekan kembali switch Start untuk
pengisian yang ke-2.
Selain cara pemakaian diatas ada juga hal-hal yang perlu Anda ketahui atau tips untuk penggunaan
charger ini agar lebih efektif dan efisien;
Untuk Aki 10A-45A bisa di charge dengan pilihan mode ke 3 untuk mempercepat waktu pengisian.
Untuk memulihkan kondisi Aki yang sudah lemah/soak, sebaiknya dicharge dengan mode 3
selama 1 hingga 2 jam.
Charger ini memang relatif mudah digunakan. Dari segi keamanannya pun lebih boleh dibilang lebih
terjamin. Untuk menjaga agar charger accu ini dapat dipergunakan dengan aman dan tetap awet ada
beberapa hal yang perlu Anda perhatikan;
1. Jangan menyalakan charger sebelum kabel charger 12v terpasang dengan benar pada terminal
accu.
2. Sebaiknya charger dimatikan dahulu sebelum melepaskan charger dari Aki.
3. Untuk pemakaian pada mobil, lepaskan kabel charge dan singkirkan charger dari ruang mesin
mobil sebelum Anda men-starter mobil.
Berapa Watt konsumsi daya charger aki ini ?
Bergantung pada mode yg Anda pilih. Setiap mode memiliki range Ampere yg berbeda-beda yang
mempengaruhi konsumsi daya. Cara menghitungnya adalah sbb :
P=VxI
P = Daya Listrik dengan satuan Watt (W)
V = Tegangan Listrik dengan Satuan Volt (V)
I = Arus Listrik dengan satuan Ampere (A)
Semisal, Anda mengecas aki dengan Ampere yg paling rendah, yakni 5 A, maka :
12 x 5 = 60 Watt

Cara pengisian baterai mobil (ACCU/AKI)

Baterai sering kita jumpai di mobil, motor, ataupun ponsel. Salahsatu kasus yang saya temui adalah permasalahan dalam
pengisian baterai atau istilahnya Charge. Permasalahan tersebut saya temui ditempat kerja yaitu masalah charge accu
untuk AGV yang harus cepat dalam charging accu.
Mengisi baterai (accu mobil) adalah mengalirkan energi listrik dari luar ke dalam larutan baterai, sehingga terjadi reaksi
pada elektrolit dan sel-sel baterai.

Cara Pengisian Baterai ada


1. Pengisian Normal
Pengisian normal adalah pengisian dengan besar arus yang normal, besar arus pengisian normal sebesar 10 % dari
kapasitas baterai.
Contoh: baterai 50 AH maka besar arus pengisian 50 x 10/100 = 5 A. Jadi jika kita memiliki baterai (accu) dengan
kapasitas 50AH maka ketika melakukan charging dibutuhkan arus dari alat charging sebesar 5A.
O> Lama Waktu pengisian
Saat melakukan charging pasti yang gi inginkan adalah accu dalam kondisi full. Untuk menentukan berapa lama waktu
pengisian bisa menggunakan rumus berikut
Lama pengisian (jam) = (Besar kapasitas aki [AH]/ Besar arus charger [AH])+20%
*20% hasil pembagian dari kapasitas aki/arus charger
JIka kita memiliki accu dengan kapasitas 42AH, arus pengisian adalah 4.2A maka waktu yang dibutuhkan adalah 11 jam
atau kalau tak au ribet bisa menggunakan kalkulator lama pengisian accu berikut [Link]
2. Pengisian Cepat
Pengisian cepat adalah pengisian dengan arus yang sangat besar. Besar pengisian tidak boleh melebihi 50% dari
kapasitas baterai, dengan demikian untuk baterai 50 AH, besar arus pengisian tidak boleh melebihi 25 Ampere.
Prosedur pengisian cepat sebenarnya sama dengan pengisian normal, yang berbeda adalah besar arus pengisian yang
diatur sangat besar. Selain itu juga resiko yang jauh lebih besar, sehingga harus dilakukan dengan ektra hati-hati.
Pengisian cepat sering dilakukan untuk membantu kendaraan yang mogok atau sedang dalam proses perbaikan, sehingga
baterai tidak diturunkan dari kendaraan. Pada kasus pengisian cepat di atas kendaraan yang perlu diingat adalah lepas
kabel baterai negatip sebelum melakukan pengisian, hal ini disebabkan saat pengisian cepat tegangan dari battery
charging lebih besar dari pengisian normal, kondisi ini potensial merusak komponen elektronik dan diode pada altenator.

Teknik Pengisian Baterai


1. Pengisian satu baterai
Hubungkan kabel positip baterai dengan klem positip battery charger dan terminal negatip dengen klem negatip. Hati-hati
jangan sampai terbalik, bila terbalik akan timbul percikan api, bila dipaksa baterai akan rusak, pada battery charger model
tertentu dilengkapi dengan indicator, dimana bila pemasangan terbalik akan muncul bunyi peringatan.

Memasang battery charger


2. Pengisian lebih dari 1 baterai
Pengisian baterai yang lebih dari satu buah dapat dilakukan dengan dua metode, yaitu :
a. Rangkaian Paralel 2 baterai
Hubungkan kabel positip baterai 1 dengan terminal positip baterai 2 kemudian hubungkan dengan klem positip battery
charger. Demikian pula untuk terminal negatip.
Hati-hati jangan sampai terbalik, bila terbalik akan timbul percikan api, bila dipaksa baterai akan rusak, pada battery
charger model tertentu dilengkapi dengan indicator, dimana bila pemasangan terbalik akan muncul bunyi peringatan.

Pengisian 2 baterai secara paralel


Note :
o> Pilih selector tegangan sesuai dengan tegangan baterai, misal baterai 12 V maka selector digerakan kearah 12V.
o> Hidupkan battery charger, dan setel besar arus sesuai dengan kapasitas baterai.

o> Besar arus merupakan jumlah arus yang dibutuhkan untuk baterai 1 dan baterai 2. misalnya untuk mengisi dua baterai
50 AH dibutuhkan arus pengisian sebesar 10% x(2 x50)) = 10 A., mengisi baterai 50 AH dan 40 AH maka diperlukan arus
sebesar 10 % x (40+50) = 9A.
b. Rangkaian Seri 2 baterai

Hubungkan kabel positip baterai 1 dengan klem positip battery charger, kemudian hubungkan kabel negatip baterai 1
dengan kabel positip baterai 2, selanjutnya hubungkan kabel negatip baterai 2 dengan klem negatip battery charger. Hatihati jangan sampai terbalik, bila terbalik akan timbul percikan api, bila dipaksa baterai akan rusak, pada battery charger
model tertentu dilengkapi dengan indicator, dimana bila pemasangan terbalik akan muncul bunyi peringatan.

Pengisian ACCU secara seri


Note :
o> Hubungkan battery charger dengan sumber listrik 220V.
o> Pilih selector tegangan sesuai dengan total tegangan baterai, misal 2 baterai 12 V dirangkai seri maka tegangan menjadi
24 V maka selector digerakan kearah 24 V.
o> Hidupkan battery charger, dan setel besar arus sesuai dengan kapasitas baterai yang paling kecil. Misalkan besar untuk
mengisi dua baterai 50 AH dibutuhkan arus pengisian sebesar 10% x 50 = 5 A., mengisi baterai 50 AH dan 40 AH maka
diperlukan arus sebesar yang digunakan 10 % x 40 AH = 4 A.

Kelebihan dan Kelemahan Metode Mengisi Baterai Seri dan


Paralel
Metode mengisi baterai lebih dari satu baik secara paralel maupun secara seri masing-masing memiliki kelemahan dan
kelebihan yaitu :
==> Kelebihan pengisian secara parallel adalah :
o> Tegangan pengisian rendah yaitu 12 V, sehingga rancangan trafo yang digunakan lebih sederhana.
o> Tetap aman meskipun kapasitas baterai tidak sama.

==> Kelemahan pengisian secara parallel adalah : :


o> Tidak mampu menentukan dengan pasti berapa besar arus yang mengalir ke tiap baterai, sehingga sulit menentukan
waktu pengisian yang tepat.
o> Arus listrik yang dialirkan merupakan arus total pengisian, sehingga arusnya yang mengalir cukup besar sehingga kabel
maupun klem buaya untuk pengisian harus berukuran besar.
==> Kelebihan pengisian secara seri adalah :
o> Mampu menentukan dengan pasti berapa besar arus yang mengalir ke tiap baterai, sehingga dapat menentukan waktu
pengisian dengan tepat.
o> Arus listrik yang dialirkan besarnya sama untuk semua baterai, sehingga mudah ditentukan waktu pengisiannya.
o> Besar arus pengisian normal berdasarkan kapasitas baterai yang paling kecil, sehingga arus pengisian kecil dan kabel
maupun klem buaya yang digunakan untuk pengisian dapat dengan ukuran lebih kecil.
==> Kelemahan :
o> Tegangan pengisian merupakan total tegangan baterai yang diisi, misal 4 baterai 12V, berarti tegangan pengisian
sebesar 48 V.
o> Tidak tepat digunakan untuk baterai yang kapasitasnya bervariasi, sebab harus mengikuti arus pengisian baterai yang
kapasitas kecil, sehingga untuk baterai yang kapasitasnya besar waktu pengisian terlalu lama, dan bila mengikuti baterai
kapasitas besar maka pada baterai yang kapasitasnya kecil akan mengalami over charging sehingga baterai cepat
rusak. Dengan demikian metode ini kurang tepat untuk baterai dengan kapasitas yang jauh berbeda.