Anda di halaman 1dari 3

Nama : Latif Alfiyan Zuhri

NIM : 21030113120070

TUGAS PERANCANGAN PRODUK DAN PROSES KIMIA


RESUME PROCESS FLOW DIAGRAM PEMBUATAN BENZENA DARI TOLUENA
DAN HIDROGEN

Nama : Latif Alfiyan Zuhri

NIM : 21030113120070

Deskripsi proses:
Proses pembuatan benzena dari toluena dan hidrogen dilakukan melalui beberapa
tahapan. Tahapan utama adalah proses reaksi pereaktan hidrogen dan toluena membentuk
benzena dan metana yang dilakukan di reaktor serta tahapan pemisahan produk benzena dari
komponen-komponen lain yang dilakukan dengan menggunakan kolom distilasi.
Toluena dan hidrogen masuk reaktor dengan kondisi operasi yang ditentukan yaitu
suhu 600 C dan tekanan 25 bar. Untuk itu perlu dilakukan tahapan preparasi bahan baku agar
memenuhi kondisi operasi sebelum masuk reaktor. Tahap preparasi yang pertama adalah
toluena dari tangki V-101 dalam kondisi cair suhu 59 C tekanan 25,8 bar (stream 2)
dipompakan menuju feed preheater E-101. Hidrogen dengan campuran sedikit metana secara
bersamaan masuk feed preheater pada kondisi gas suhu 25 C tekanan 25,5 bar (stream 3).
Tujuan bahan baku masuk preheater adalah untuk memanaskan bahan baku hingga semua
berwujud gas. Keluar dari preheater campuran mengandung komponen benzena, toluena,
serta sedikit metana dan benzena yang sudah terbentuk dengan kondisi gas 225 C 25,2 bar
(stream 4). Selanjutnya campuran tersebut masuk ke feed heater H-101 untuk dipanaskan
lebih lanjut sehingga sesuai kondisi operasi reaktor dengan menggunakan media pemanas
fuel gas dan udara. Campuran keluar H-101 mempunyai kandungan hidrogen, toluena, serta
sedikit metana dan benzena yang sudah terbentuk pada kondisi gas 600 C 25 bar (stream 6).
Selanjutnya campuran masuk reaktor R-101 untuk bereaksi secara optimal. Di dalam reaktor
hidrogen dan toluena bereaksi secara optimal membentuk benzena dan metana. Keluar dari
R-101 merupakan campuran benzena dan metana, serta sisa toluena dan hidrogen yang tidak
bereaksi pada fase gas 654 C 24 bar (stream 9).
Selanjutnya campuran produk dialirkan menuju reactor effluent cooler E-102 untuk
diturunkan suhunya sebelum dipisahkan dengan separator. Setelah itu campuran masuk high
pressure separator V-102 dan dipisahkan hasil atas dan hasil bawahnya. Hasil atas merupakan
gas hidrogen dan metana dengan komposisi yang dominan serta sedikit benzena dan toluena
yang terikut ke atas pada kondisi 38 C 23,9 bar (stream 8). Sedangkan hasil bawahnya yang
berupa cairan dipisahkan kembali dengan low pressure separator V-103. Hasil atas berupa gas
hidrogen dan metana dengan komposisi dominan serta masih mengandung sedikit sekali
komposisi benzena dan toluena pada kondisi 38 C 2,8 bar (stream 17). Hasil bawah

Nama : Latif Alfiyan Zuhri

NIM : 21030113120070

berupacampuran cair benzena dan toluena dengan komposisi dominan serta sedikit sekali
komposisi hidrogen dan metana pada kondisi 38 C 2,9 bar (stream 18). Hasil atas dari dua
proses separasi tersebut dijadikan fuel gas.
Hasil bawah dari separator V-103 selanjutnya dialirkan ke tower feed heater E-103
sebelum dipisahkan antara benzena dan toluena dengan benzene column T-101. Tujuannya
adalah untuk memanaskan campuran sampai dengan cairan 90 C 2,6 bar (stream 10). Setelah
dari tower feed heater, campuran dialirkan ke benzene column T-101 untuk dipisahkan antara
benzena dan toluena. Hasil atas dari benzene column adalah benzena dengan komposisi
dominan serta sedikit sekali komposisi toluena, hidrogen, dan metana kondisi 112 C 2,5 bar
(stream 13). Sedangkan hasil bawah berupa toluena dengan komposisi dominan serta sedikit
sekali benzena kondisi cair 147 C 2,8 bar (stream 11). Selanjutnya hasil bawah tersebut
direcycle kembali sebagai toluena menuju ke tangki V-101 dan sebagian direboiler dan
dikembalikan ke benzene column untuk lebih meningkatkan komposisi toluennya. Hasil atas
benzene tower kemudian masuk ke benzene condenser E-104 untuk dikondensasikan dan
dialirkan ke reflux drum V-104. Dari reflux drum tersebut, sebagian campuran dipompakan
kembali ke benzene column untuk dijadikan reflux agar waktu kontak bertambah, perpidahan
massa dan panas meningkat, dan kemurnian benzena lebih besar (stream 12). Sebagian
lainnya diturunkan suhunya melalui product cooler E-105 hingga 38 C 2,3 bar dan kemudian
diambil sebagai produk dengan kemurnian 99,9 % (stream 15).
Referensi :
Conceptualization and Analysis of Chemical Processes Section 1, 2002