Anda di halaman 1dari 4

BAB III

DATA PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN


3.1.
Data Pengamatan
Tabel 3.1.1 Data Pengamatan Temperatur
No.

Waktu
(menit)

1
0
2
5
3
10
4
15
5
20
6
25
7
30
8
35
9
40
10
45
11
50
12
55
13
60
Rata - rata

T1 ( )

T2 (

T3 (

(Tray 1)
55
68
115
127
151
176
195
209
234
237
242
244
25
159,84

(Tray 2)
53
1777
108
1780
158
188
165
132
121
1787
1788
1788
1789
894,92

(Bottom)
54
67
77
90
99
105
153
165
182
195
197
199
205
137,54

T4 ( )

T5 ( )

(Top)

(Heater)

1331
275
1779
1780
1781
1783
1784
1785
1786
1787
1788
1788
1789
1386,46

284
316
335
348
354
365
370
377
384
390
395
399
403
363,07

Tabel 3.1.2 Data Sifat Fisis Hasil Destilasi Crude Oil


Produk

Warna
(Praktek)

Warna
(Teoritis)

Titik Didih (
)
(Praktek)

Titik Didih (

Bau

Solar

Kuning

Kuning -

159,84

(Teoritis)
270 - 350

Kerosin

Bening

Kecoklatan
Bening

894,92

180 - 250

menyengat
Menyenga

Bensin

Bening

Bening

1386,46

70 - 180

t
Menyenga

Tidak

Tabel 3.1.3 Nilai Sg Observasi. Sg koreksi (60 /60 ), dan nilai Sg


standar
(Metode Uji ASTM D-1298)
Fraksi

Specific Gravity
Observasi

Sg hasil koreksi
(60 /60 )

Sg standar
Crude Oil

Tray 1 (Solar)

0,85

0,8596

Tray 2 (Kerosin)
Top (Bensin)

0,84
0,78

0,8497
0,7905

Min 0,820
Max 0,870
Max 0,835
Min 0,7156
Max 0,7707

Tabel 3.1.4 Data API Hasil Destilasi Fraksionasi Crude Oil


Produk

Specific Gravity (60 /60

API

)
Solar
Kerosin
Bensin
3.2.

0,8596
0,8497
0,7905

33,11
35,03
47,50

Pembahasan
Praktikum ini bertujuan untuk menentukan fraksi destilasi crude oil, kemudian untuk

menentukan sifat fisis hasil destilasi crude oil, menentukan specific gravity hasil destilasi
crude oil, serta menentukan API gravity hasil destilasi crude oil.
Prinsip dasar proses destilasi fraksinasi adalah pemisahan berdasarkan pada
perbedaan titik didih masing-masing komponen tertentu. Dengan memperhatikan
perbedaan titik didih dari komponen-komponen minyak bumi, maka dilakukanlah
pemisahan minyak mentah menjadi sejumlah fraksi-fraksi melalui proses destilasi
bertingkat.
Pada praktikum destilasi crude oil sistem beroperasi pada kondisi vakum, sehingga
diharapkan titik didih dari setiap fraksi dapat diturunkan, agar dapat lebih mudah dalam
mendapatkan masing-masing fraksi dari crude oil. Secara teoritis semakin panjang rantai
C maka temperatur komponen tersebut akan semakin tinggi, dimana diketahui rantai C
pada solar yaitu C15 C17, rantai C pada kerosin yaitu C 12 C15, dan rantai C pada bensin
yaitu C7 C11. Maka secara teori urutan temperatur yang tertinggi hingga terendah adalah
solar, kerosin, kemudian bensin. Solar memiliki temperatur tertinggi, hal ini dikarenakan
solar memiliki rantai C paling panjang maka temperaturnya juga semakin tinggi,
selanjutnya kerosin yang memiliki rantai C sedang maka akan memiliki temperatur

diantara solar dan bensin. Sedangkan bensin yang memiliki rantai C paling pendek akan
memiliki temperatur yang paling rendah. Dari table 3.1.1 dapat dilihat temperatur ratarata dari setiap tray yang mewakili temperatur pada fraksi minyak bumi yang terdapat
pada tray tersebut. Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan diperoleh urutan
temperatur fraksi dari tinggi ke rendah adalah bensin, kerosin, kemudian solar. Sehingga
data urutan temperatur rata-rata dari 3 fraksi yang diperoleh dari praktikum tidak sesuai
dengan teori, hal ini diduga terjadi karena kesalahan pembacaan temperatur pada alat.
Praktikum ini dilakukan untuk mengetahui nilai Sg dari masing-masing fraksi crude
oil yang diperoleh dari hasil destilasi Specific gravity juga dipengaruhi oleh rantai
karbon, jika rantai karbon semakin panjang maka kepadatan molekul semakin besar,
sehingga nilai Specific gravity-nya semakin besar pula. Secara teoritis, komponen dengan
rantai C lebih panjang yaitu solar akan terkondensasi pada tray yang paling dekat dengan
pemanas (tray 1), dan komponen dengan rantai C sedang yaitu minyak tanah akan
menghasilkan kondesat pada tray 2, hingga hasil atas yang paling jauh dengan sumber
panas akan menghasilkan komponen minyak bumi yang memiliki rantai C yang pendek
yaitu bensin. Berdasarkna teori tersebut dapat diurutkan nilai Specific gravity tiap fraksi
dari yang terendah sampai tertinggi adalah bensin di top, kerosin di tray 2, dan solar di
tray 1. Hasil yang diperoleh dari praktikum menunjukkan Sg koreksi tiap fraksi dari yang
terendah sampai tertinggi adalah fraksi bensin senilai 0,7905, fraksi solar senilai 0,8596,
dan fraksi kerosin senilai 0,8497. Dari hasil tersebut menunjukkan bahwa urutan nilai Sg
koreksi dari yang terendah sampai tertinggi setiap fraksi yang diperoleh sesuai dengan
teori.
Selain menentukan specific gravity, pada praktikum ini juga menentukan

API

untuk mengetahui kualitas dari crude oil tersebut. Secara teoritis makin kecil specific
gravity nya atau makin tinggi

API-nya maka kualitas crude oil tersebut baik karena

lebih banyak mengandung bensin. Sebaliknya semakin rendah

API atau semakin

besar specific gravity nya, maka kualitas crude oil itu kurang baik karena lebih banyak
mengandung lilin. Dari tabel 3.1.4 dapat dilihat

API hasil destilasi crude oil.

Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan diperoleh urutan kualitas mutu yang rendah
hingga tinggi adalah solar, kerosin, dan bensin.
BAB IV

PENUTUP
4.1.

Kesimpulan
Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa :
1. Sifat fisis dari hasil destilasi crude oil yang didapat dari praktikum, yaitu :
- Solar
: Berwarna kuning, bau tidak menyengat dan Trata-rata 159,84

Kerosin : Berwarna bening, bau menyengat dan Trata-rata 894,82


Bensin : Berwarna bening, bau menyengat dan T
1386,46
rata-rata

2. Specific gravity dari hasil destilasi crude oil yang didapat dari praktikum, yaitu :
- Solar
: 0,8596
- Kerosin : 0,8497
- Bensin : 0,7905
3. API dari hasil destilasi crude oil yang didapat dari praktikum, yaitu :
-

Solar
: 33,11
Kerosin : 35,03
Bensin
: 47,50