Anda di halaman 1dari 21

BAJA SEBAGAI MATERIAL

BANGUNAN
TUGAS KULIAH TEKNOLOGI BAHAN
BANGUNAN
SEMESTER 2

Disusun oleh :
Bayu Aditya
DBB 115 032

ARSITEKTUR
UNIVERSITAS PALANGKARAYA (UPR)

KALIMANTAN TENGAH, PALANGKARAYA

2016
A. Pengertian Baja ringan
Baja ringan adalah baja berkualitas tinggi yang
bersifat ringan dan tipis, namun kekuatannya tidak kalah
dari baja konvensional Meskipun tipis, baja ringan memiliki
derajat kekuatan tarik 550 Mpa, sementara baja biasa
sekitar 300 Mpa. Kekuatan tarik dan tegangan ini untuk
mengompensasi bentuknya yang tipis. Ada beberapa
macam baja ringan yang terbagi berdasarkan nilai
tegangan
tariknya
(tensile
strength).
Kemampuan
tegangan tarik ini umumnya didasari pada fungsi akhir dari
baja ringan tersebut. Contohnya untuk berbagai produk
struktur seperti rangka atap baja ringan haruslah
menggunakan baja ringan dengan tegangan tarik tinggi
(G550). Namun untuk berbagai produk home appliances
misalnya, diperlukan baja ringan dengan tegangan tarik
lebih rendah (G300,G250,dll) dan yang lebih lentur dan
lunak sehingga lebih mudah dibentuk. Karna tingkat
kualitas dan kuat tariknya tinggi, tak heran baja ringan
lebih tipis dan ringan dibandingkan baja konvensional. Baja
G550 bisa diartikan sebagai baja yang mempunyai kuat
tarik 550MPa (Mega Pascal). Uji kualitas ini hanya dapat
dibuktikan di laboratorium.
Untuk ketebalan baja ringan umumnya berkisar
antara 0,2-2,0 mm. Variasi ketebalan ini ditentukan oleh
fungsi besar beban yang ditopang, dan ukuran bentangan
baja itu sendiri. Dengan adanya variasi ketebalan yang
ditentukan oleh faktor-faktor diatas, baja ringan memiliki
tingkat efektivitas yang lebih baik. Baja ringan memang
lebih tipis dibanding baja konvensional yang memiliki
ketebalan 3mm atau lebih.Dengan ketipisannya, kita
mungkin meragukan kekuatan material ini.Namun kita
tidak perlu khawatir, kekuatannya sangat bisa diandalkan
karna baja ringan terbuat dari baja bermutu tinggi.Masalah

yang timbul karna ketipisan baja ringan adalah,kurang


kakunya struktur rangka baja itu sendiri dan disinilah
pengaku (bracing) dibutuhkan. Karna berbahan baja, maka
baja ringan juga bisa berkarat, agar awet, tahan lama dan
tidak mudah berkarat, baja ringan biasanya sudah dilapis
antikarat.

B. Jenis-jenis Baja Ringan


. 1. Wide Flange (WF)
WF biasa digunakan untuk: balok, kolom,
tiang pancang, top & bottom chord
member pada truss, composite beam
atau column, kantilever kanopi, dan lainlain.
Istilah lain: IWF, WF, H-Beam, UB, UC,
balok H, balok I, balok W.

2. UNP

Penggunaan UNP hampir sama


dengan WF, kecuali untuk kolom
jarang digunakan karena relatif
lebih mudah mengalami tekuk.
Istilah lain: Kanal U, U-channel,
Profil U

3. Equal Angle (Hot Rolled)

Biasa digunakan untuk : member


pada truss, bracing, balok, dan
struktur ringan lainnya.
Istilah lain : profil siku, profil L, Lshape.

4. Unequal Angle (Hot Rolled)


Biasa digunakan untuk : member pada
truss, bracing, balok, dan struktur ringan
lainnya.
Istilah lain : profil siku, profil L, L-shape
Penggunaan dan istilah lain hampir sama
dengan Equal Angle.

5. Lipped Channel

Biasa digunakan untuk : purlin


(balok dudukan penutup atap), girts
(elemen yang memegang penutup
dinding misalnya metal sheet, dan
lain-lain), member pada truss,
rangka komponen arsitektural.
Istilah lain : balok purlin, kanal C, Cchannel, profil C

6. Equal Angle (Cold Formed)


Biasa digunakan untuk :
bracing struktur ringan
(kecil), rangka komponen
arsitektural, support
komponen-komponen ME.
Istilah lain : hampir sama
dengan EA hot rolled.

7. Unequal Angle (Cold Formed)


Pengunaan dan istilah lain hampir
sama dengan Equal Angle.
8. RHS (Rectangular Hollow
Section)
cold formed

Pengunaan :
rangka arsitektural

komponen
(ceiling,

partisi gipsum, dan lain-lain), rangka dan support ornamenornamen non struktural.
Istilah lain : besi hollow (istilah pasar), profil persegi, profil

9. SHS (Square Hollow Section) cold formed

Pengunaan dan istilah lain hampir sama


dengan RHS.

10. Steel Pipe


Penggunaan : bracing (horizontal
dan vertikal), secondary beam
(biasanya pada rangka atap),
kolom arsitektural, support
komponen arsitektural (biasanya
eksposed, karena bentuknya
yang silinder mempunyai nilai
artistik)
Istilah lain : steel tube, pipa
11. T-Beam (Hot Rolled)
Pengunaan : balok lantai, balok
kantilever (kanopi)
Istilah lain : balok T

C. Kelebihan Baja Ringan

1. Ringan
Meski dikatakan ringan dan memiliki dimensi lebih
tipis.Baja ringan tetap memiliki kualitas dan daya tahan
tinggi. Baja jenis ini memiliki ketebalan mulai dari 0,2
milimeter, biasanya digunakan untuk Rangka Atap
Metal, atau 0,45-1 milimeter digunakan untuk kudakuda dengan bentangan kecil. Dimensinya ini
membuatnya menjadi pilihan tepat untuk strukturstruktur rumah tinggal.misalnya rangka atap. Dan untuk
bidang rangka atap karna bersifat struktural atau
menahan beban,maka harus gunakan baja ringan
berkualitas G550. Dengan menggunakan Baja Ringan
untuk struktur bangunan, beban struktur bangunan itu
sendiri menjadi lebih ringan.
2. Tahan Rayap dan Karat
Jika kita menggunakan bahan material kayu maka
sebelum digunakan harus direndam atau diseprotkan
dengan cairan anti rayap. Jika tidak maka akan dengan
mudah terkena rayap, pada Baja Ringan hal itu tidak
perlu dilakukan.
Hal penting yang harus dipahami adalah semua
proses ini harus dilakukan oleh tenaga yang sudah ahli,
tidak bisa dilakukan sembarang orang yang tidak
terlatih dan tidak berpengalaman.

Kelemahan:
1. Pemeliharaan

rutin.

Baja

membutuhkan

pemeliharaan khusus agar mutunya tidak berkurang.


Konstruksi baja yang berhubungan langsung dengan
udara atau air harus dicat secara periodik.
2. Baja akan mengalami penurunan mutu secara drastis
bahkan

kerusakan

langsung

karena

tinggi. Misalnya saat terjadi kebakaran.

temperatur

3. Baja memiliki kelemahan tekuk pada penampang


langsing

D.Contoh Aplikasi penggunaan Baja


Ringan pada bagunan
Contoh pengaplikasian Baja Ringan pada bangunan
biasanya digunakan pada Konstruksi atap

Konstruksi atap rangka baja ringan adalah konstruksi atap rangka


baja ringan yang strukturnya tidak jauh berbeda dengan konstruksi atap
rangka kayu, hanya saja bahan pembuatnya dari bahan rangka baja ringan
atau sering disebut truss. R.angka atap (kuda-kuda) baja ringan atau yang
biasa disebut Truss adalah rangka yang terbuat dan baja lapis Zincalume
dengan kandungan Alumunium, Zinc, dan Silikon. Produk mi digunakan
sebagai alternatif pengganti rangka atap kayu yang selama ini masih
digunakan. Spesifikasi produk baja ringan/truss adalah sebagai berikut :
Rangka atap (roof truss) adalah sistem struktur yang berfungsi
untuk menopang/menyangga penutup atap, dengan elemen-elemen pokok
yang diri dari: kuda-kuda (truss), usuk/kasau (rafter), dan reng (roof

batten). Truss merupakan struktur rangka batang (kuda-kuda) sebagai


penyangga utama rangka atap, yang terdiri dan batang utama luar (chords)
dan batang Iam (webs), dan yang berfungsi untuk menahan gaya aksial
(tarik dan tekan), maupun momen lentur.
Gambar 2 dibawah ini merupakan struktur kuda-kuda baja ringan
secata utuh.

Berdasakan bentuk geometninya, kuda-kuda (truss) baja ringan


dapat dibedakan 3 yaitu:
-

Kuda-kuda utuh / standard truss merupakan kuda-kuda berbentuk segitiga


utuh, kuda-kudajenis ini dapat digunaka pada atap pelana, maupun bagian
tengah dan atap limasan,

Kuda-kua terpancung (truncated truss), merupakan kuda-kuda berbentuk ,


liga terpancung,

Saddle truss, merupakan kuda-kuda berbentuk segitiga kecil, yang


berfungsi untuk menyatukan dua bidang atap pada rencana atap bangunan
yang berbentuk Lesser L.
Baja ringan untuk konstruksi atap yang biasa disebut Truss adalah
rangka atap dengan bahan t ringan Zinc-Aluminium (Zin Calume) dengan
komposisi sbb: 5O % Aluminium, 43,5%Zinc, 1,5 % Silicon. Anti karat
yang terkandung di truss adalah unsur yang menyatukan dengan bahan
dasar sebagai lapisan daya tahan 4 kali lipat dan lapisan pelindung seng
biasa/Galvanis. Truss terbuat dan Zinc-Aluminium Hi Tensile (kekuatan
tank, lipat, punter) G550 atau truss sanggup menopang 550 kg / 1 cm2.
Keunggulan Truss adalah sebagai berikut :
1. Menggunakan Metal Zinc Calume dan Blue Scope Steel yang
merupakan pemegang lisensi bajaringan original
2. 5 kali lebih kuat dan baja galvanis
3. 40 % lebih kuat dan Mild Steel
4. Anti Karat / korosi
5. Fabrikasi dilakukan di proyek untuk menghindani salah konstruksi/
tidak perlu merubah mengurangi ring balok bangunan yang ada.
6. Truss memiliki standar bentuk dan ukuran yang tetap karena semua
komponen di produksi dengan menggunakan mesin teknologi
tinggi.

E. Tekhnik Pembuatan & Cara pemasangan


Dalam perakitan dan pemasangan struktur rangka atap baja ringan,
perlu diperhatikan ketentuan pemilihan dan pemasangan alat sambung
agar diperoleh sistem struktur yang stabil, kuat, dan tidak merusak lapisan
anti karat. Sehubungan pada konstruksi baja ringan tidak dilakukan
dengan cara pengelasan melainkan sambungan dengan menggunakan baut
khusus.. Alat sambung yang digunakan biasanya berupa baut (screw)
khusus, yang terbuat dan baja mutu tinggi, dan telah dilengkapi lapisan
anti karat (coating), seperti halnya elemen-eleman struktur ringan yang
digunakan. Hal ini harus diperhatikan karena beberapa alasan :
a. Untuk menjamin stabilitas kekuatan dan kekakuan struktur, maka
diperlukan alat sambung dengan kekuatan dan kekakuan yang
sama dengan elemen/komponen utama sistem struktur.
b. Alat sambung harus dilapisi dengan lapisan anti karat yang sama
dengan elemen/komponen struktur, karena jika terjadi korosi pada
baut, maka akan ada resiko penjalaran korosi pada
elemen/komponen struktur baja ringan itu sendiri.
Biasanya spesifikasi baut yang memenuhi persyaratan untuk
digunakan pada struktur rangka atap baja ringan adalah Jenis baut yang
digunakan untuk usuk (rafter) 12- 1420 HEX dan baut untuk digunakan
untuk menyambung reng 10- 1626 HEX

Elemen-elemen baja ringan relatif tipis, maka untuk menghindari


kerusakan pada saat pemasangan baut ataupun kerusakan pada masa layan
(beban rencana dikerjakan), cara pemasangan alat sambung harus
memperhatikan ketentuan-ketentuan sebagai berikut:
1. Jarak antara baut, yang terletak di ujung sambungan (paling tepi)
dengan ujung batang yang disambung, minimal 2 kali diameter
baut yang digunakan.
2. Jarak antara baut satu dengan baut yang lainnya, minimal 3 kali
diameter baut yang digunakan.
3. Pemasangan baut harus menggunakan alat screw-driver,
berkecepatan 2000 rpm hingga 2500 rpm, dengan posisi tegak
lurus bidang sambungan, dan alat harus segera dihentikan ketika
screw telah cukup kencang.
4. Baut tidak diletakkan segaris dengan garis kerja atau garis berat
elemen batang, melainkan ditempatkan di bagian tepi, dengan
posisi yang diusahakan simetris, dan membagi sama besar pada
sudut-sudut pertemuan antar elemen.

Pemasangan konstruksi rangka atap baja


ringan
Pemasangan kuda-kuda baja ringan di atas kedua
tumpuannya dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu:
a. Dipasang langsung di atas ringbalk.
b. Dipasang di atas ringbalk dengan perantara wallplate.
Penggunaan sistem tumpuan dengan wall-plate sedapat
mungkin harus dihindari, karena tumpuan dengan wallplate hanya ditujukan untuk meratakan (leveling) ringbalk,
jika ringbalk tidak rata. Penggunaan wall-plate akan
berakibat kedalaman dynabolt yang tertanam di dalam
ringbalk menjadi berkurang. Selain itu, juga terdapat ruang
kosong di dalam wall-plate yang dapat mengakibatkan
perletakan kuda-kuda menjadi kurang
stabil.

Pemasangankonstruksi rangka atap baja ringan

Tumpuan dengan Wall-plate dan Langsung ringbalk

Contoh sistem tumpuan Wall-Plate Kuda-kuda ditumpukan


pada boxed C75.100 , diikat dengan grip segitiga

Pemasangan kuda-kuda harus mengikuti beberapa


langkah kerja
sebagai berikut:

A. Langkah 1:
Persiapan kerja
1. Menyiapkan gambar rencana atap dan perletakkan
kuda- kuda, dan tidak diperkenankan menggunakan
gambar draft sebagai panduan
2. Menyiapkan
semua
peralatan
perlengkapan
keselamatan
dan
kesehatan
kerja,
dan
memperhatikan
petunjuk
tentang
persyaratan
melakukan pekerjaan di atas ketinggian (lihat bagian
keselamatan kerja).
3. Menyiapkan semua perlengkapan untuk pemasangan
kuda-kuda, antara lain: bor dan hexagonal socket,
meteran, selang air (waterpass), alat penyiku, mesin
pemotong, gergaji besi, palu, dan sebagainya.

B. Langkah2:
Leveling dan marking
1. Memastikan seluruh permukaan atas ring balok
dalam keadaan rata dan siku, dengan menggunakan
selang air (waterpass) dan penyiku sebagai alat
bantu

2. Memastikan bahwa rangkaian ring balok telah


mengikat semua bagian bangunan dan tersambung
secara benar (monolith) dengan kolom yang ada di
bawahnya.
3. Memberi tanda posisi perletakan kuda-kuda (truss),
sesuai dengan gambar rencana atap.Mengukur jarak
antar kuda-kuda

C. Langkah 3:
Pengangkatan dan pemasangan kuda-kuda

1. Mengangkat kuda-kuda secara hati-hati, agar tidak


meng akibatkan kerusakan pada rangkaian kudakuda yang telah selesai dirakit .

2. Memastikan posisi kiri dan kanan (L-R) kuda-kuda


tidak terbalik. Sisi kanan dan kiri kuda-kuda dapat
ditentukan dengan acuan posisi saat pekerja melihat
kuda-kuda, dengan mulut web dapat dilihat oleh
pekerja.
Bagian di sebelah kiri pekerja disebut sisi kiri,
sedangkan yang berada di sebelah kanannya adalah
sisi kanan.
3. Mengontrol posisi berdirinya kuda-kuda agar tegak
lurus dengan ringbalok menggunakan benang dan lot
(unting-unting)
4. Mengencangkan kuda-kuda dengan plat L (L
bracket), dengan menggunakan 4 buah screw 12
14 x 20 HEX.

5. Mengencangkan
plat
L
dengan
ring
balok
menggunakan dynabolt, dan menambahkan balok
penopang sementara, agar posisi kuda-kuda tidak
berubah.
6. Mengulangi langkah ke-1 sampai ke-6 untuk
mendirikan semua kuda-kuda, sesuai dengan
posisinya dalam gambar kerja.
7. Memeriksa ulang jarak antar kuda-kuda dari as ke as
(maksimum 1,2 meter).
8. Memeriksa kedataran (leveling) semua puncak kudakuda (Apex), dan memastikan garis nok memiliki
ketinggian yang sama (datar)
9. Memasang balok nok.
10.
Memasang
bracing
(pengikat)
sebagai
perkuatan, jika bekerja beban angin. Bracing
dipasang di atas top-chord dan di bawah reng.
11.
Bila menggunakan aluminium foil, lapisan ini
dipasang terlebih dahulu di atas truss, jurai dan
rafter
12.
Memasang reng (roof battens) dengan jarak
menyesuaikan jenis penutup atap yang digunakan.
Setiap pertemuan reng dengan kuda-kuda diikat
memakai screw ukuran 10-1616 sebanyak 2 (dua)
buah
13.
Memasang
outrigger
(gording
tambahan
setelah kuda-kuda terakhir yang menumpu ringbalk).
Pada atap jenis pelana, outrigger dapat dipasang

sebagai overhang dengan panjang maksimal 120 cm


dari kuda- kuda terluar, dan jarak antar outrigger 120
cm. outrigger harus diletakkan dan di-screw dengan
dua buah kuda-kuda yang terdekat.
14.
Memasang ceilling battens dengan jarak antar
masing-masing ceilling battens adalah 120 cm.
Komponen ini dipasang pada permukaan bagian atas
bottom chord kuda-kuda dan di-screw. Untuk
pertemuan ceilling battens dengan ring balok di beri
bantalan bracket yang diikat memakai 2 (dua) buah
dynabolt.
Fungsi ceilling battens adalah untuk memperkuat
ikatan antar kuda-kuda. Jika diperlukan, sambungan
memanjang ceilling battens sebaiknya tepat diatas
bottom chord. Setiap sambungan harus overlap 40
cm, dan setiap pertemuan dengan bottom chord
harus di-screw. Ceiling battens selanjutnya dapat
difungsikan
untuk
menahan
plafond
dan
penggantungnya

D.Pemasangan ceiling battens


Sambungan ceilling battens atau top span overlap
sepanjang 40 cm dengan perkuatan 4 buah screw

E. Pemasangan penutup atap


1. Memeriksa ulang pemasangan kuda-kuda sesuai
dengan nomor, kedataran nok maupun sisi atap, dan
memastikan support overhang terpasang dengan
benar.
2. Bila menggunakan Aluminium Foil, maka lapisan ini
dipasang terlebih dahulu di atas jurai dan rafter,
3. Menentukan jarak reng sesuai dengan jenis penutup
atap yang digunakan, kemudian dilanjutkan dengan
pemasangan reng (roof battens) dengan screw 10
16 x 16 HEX.
4. Memasang satu jalur penutup terlebih dahulu dari
bawah ke atas. Pemasangan penutup atap harus
lurus dan rapi agar polanya menjadi rapi dan tidak
berbelok belok

Inspeksi Akhir
Karat dapat disebabkan oleh penempelan kotoran
(serpihan- serpihan akibat proses pemotongan baja ringan)
atau penggunaan bahan logam lain pada struktur baja
ringan, seperti: pengikatan dengan kawat bendrat,
pemasangan sekrup yang tidak standar, atau karena
goresan benda tajam. Jika terjadi korosi pada suatu logam
yang menempel pada baja ringan, maka resiko penjalaran
korosi sangat besar Oleh karenaitu harus dilakukan
inspeksi akhir untuk memastikan tidak ada kotoran
maupunlogam-logam lain yang masih menempel ataupun
berada di sekitar struktur bajaringan.

Daftar Pustaka
http://blog.propertykita.com/arsitektur/pengertian-bajaringan-dan-beberapa-alasan-memilih-baja-ringan/
http://www.infobangunan.com/component/content/article/69umum/140-penggunaan-struktur-baja-dalam-konstruksi.html?
directory=1
http://www.crayonpedia.org/mw/TEKNIK_STRUKTUR_BANGUNAN_
DENGAN_KONSTRUKSI_BAJA_12.1
https://docs.google.com/viewer?a=v&q=cache:WJavH2IzsgJ:repository.binus.ac.id/content/S0094/S009413522.ppt+bangu
nan+dengan+struktur+baja&hl=en&pid=bl&srcid=ADGEEShJt7t
iXsmLN5KzS8U96o_HarsFW67yLYmn3yeqUSzxfvQX6Ig9bIYEMvUExAmeCNlQun2lsKRb1CJE4f41mV9DOY9f3wMzKybDFb69CdqEOj
16fCuAVhID3RTm8rukLtcnDN&sig=AHIEtbQTZDorVwH_9hhQtGT
AvkTsFSzDbw

http://proyeksipil.blogspot.com/2012/11/bahan-apa-sajayang-dipakai-pada.html
http://www.megatrussglobal.com/2012/05/tips-trik-carapasang-rangka-baja.html
http://jayawan.com/cara-pasang-rangka-atap-baja-ringan/