Anda di halaman 1dari 6

Laporan Praktikum Biologi Umum

Program Studi Biologi


Fakultas Biologi
Universitas Kristen Satya Wacana 2014

Teori Fase Meiosis dan Fase Pembelahan Mitosis pada


Allium cepa
Oleh :
Firdiana Novellasari
NIM 412014016

ABSTRAK
Mitosis adalah pembelahan sel dimana berlangsung pembelahan dan
pembagian nukleus beserta kromosom-kromosom di dalamnya, menghasilkan dua
sel anakan yang masing-masing memiliki sifat dan jumlah kromosom yang sama
dengan induknya. Pembelahan mitosis berlangsung secara bertahap yaitu profase,
metafase, anafase, dan telofase. Meiosis adalah proses pembelahan sel dengan dua
kali pembelahan yang menghasilkan empat sel anakan, yang masing-masing
memiliki separuh dari jumlah kromosom sel induknya. Tahapan proses meiosis I
terdiri dari profase I, metafase I, anafase I, telofase I dilanjutkan meiosis II yaitu
profase II, metafase II, anafase II, dan telofase II. Dalam praktikum ini digunakan
ujung akar bawang merah (Allium cepa) yang merupakan jaringan meristem. Ujung
akar bawang merah dipotong kira-kira 0,5 cm kemudian ditetesi dengan HCl
didiamkan selama 5 menit, lalu dibilas dengan aquades sebanyak 3 kali, kemudian
ditetesi dengan pewarna asetokarmin dan didiamkan selama 3 menit. Tutup dengan
object glass hingga pipih dan amati menggunakan mikroskop. Dalam praktikum
data hasil yang didapat adalah proses profase dan proses telofase. Proses profase
sel akar bawang merah belum mengalami pembelahan menjadi dua sel. Proses
telofase, sel telah membelah menjadi dua sel dan akan memisah.
Kata kunci : Allium cepa, anafase, meiosis, metafase, mitosis, profase, telofase

I. Pendahuluan
Pembelahan sel adalah aktivitas
yang terjadi didalam sel untuk
reproduksi sel dan menggantikan selsel
yang
mengalami
kerusakan.
Macam pembelahan sel yaitu mitosis
dan meiosis. Mitosis yaitu proses
pembelahan sel dimana berlangsung
pembelahan dan pembagian nukleus
beserta kromosom di dalamnya,
menghasilkan dua sel anakan yan

masing-masing memiliki sifat dan


jumlah kromosom yang sama dengan
induknya.
Mitosis
terjadi
pada
perbanyakan sel tubuh (somatis).
Kromosomnya berpasangan, sehingga
disebut diploid (2n) (Pratiwi, 2012).
Siklus mitotik dari sebuah sel dapat
dibedakan atas dua stadia, yaitu
stadium istirahat (interfase) dan
stadium
pembelahan
(mitosis).
Stadium interfase terdiri atas G 1 (fase
gap pertama) selama fase ini tidak
ada pembelahan nukleus, nukleus

membesar dan sitoplasma bertambah


(fase
pertumbuhan)
berlangsung
selama 12-24 jam. S (stadium sintesa)
dalam stadium ini terjadi replikasi DNA
dan berlangsung pembentukan histon,
memakan waktu 35%-45% dari waktu
siklus interfase. G2 (fase gap kedua)
dalam fase ini DNA bertambah
kompleks dengan protein kromosom
dan pembentukan RNA serta protein
berlangsung, fase ini memakan waktu
10%-20% dari siklus interfase (Suryo,
1995).
Mitosis terdiri dari beberapa
fase yaitu : Profase, begitu fase G2
berakhir kromosom cepat memendek
dan menjadi lebih tebal, bentuknya
memanjang,
mempunyai
struktur
dobel memanjang dan letaknya secara
random di dalam nukleus, membran
nukleus menghilang, sentriol menuju
arah yang berlawanan, terbentuknya
benang-benang
spindel,
dan
kromosom
mengganda
(Kimball,
1992). Metafase, fase ini sentromer
dari kromosom-kromosom terletak di
bidang ekuator dari sel walaupun
lengan-lengan kromosom mungkin
menuju ke arah berlawanan. Anafase,
fase ini kromosom bergerak menuju ke
kutub
spindel
yang
berlawanan
letaknya, proses ini didahului oleh
membelahnya sentromer menjadi dua
bagian
yang
masing-masing
fungsional. Telofase, fase ini terbentuk
membran nukleus baru dari bahan sisa
membran nukleus yang lama atau
bahan lama (endoplasmic reticulum)
atau bahan yang dibentuk baru.
Spindel menghilang dan nukleolus
dibentuk, di tengah sel membentuk
dinding
baru
dan
berlangsung
sitokenesis (Suryo, 1995).
Meiosis
yaitu
proses
pembelahan sel dengan dua kali
pembelahan
yang
menghasilkan
empat sel anakan, yang masingmasing memiliki separuh dari jumlah
kromosom sel induk. Proses meiosis
terjadi pada perbanyakan sel gamet

(Prawirohartono,
2004).
Meiosis
berlangsung
melalui
dua
tahap
meiosis I terdiri dari Profase I,
kromosom cepat memendek dan
menjadi
lebih
tebal,
bentuknya
memanjang
(fase
leptoten),
mempunyai struktur dobel memanjang
dan letaknya secara random di dalam
nukleus,
membran
nukleus
menghilang, sentriol menuju arah
yang
berlawanan,
terbentuknya
benang-benang spinde (fase zigoten),
dan
kromosom
mengganda,
kromosom membentuk tetrad (fase
pakiten), lalu kromosom mengalami
crossing
over
(fase
diploten)
(Goodenough, 1988). Metafase I,
kromosom tetap pada pasangan
homolognya dan berjajar dibidang
ekuator. Anafase I, benang kumparan
mengarahkan
gerakan
kromosom
kekutub-kutub
namun
kembaran
kromatid
tetap
melekat
pada
sentromernya
sebagai
kesatuan
kearah kutub yang sama. Kromosom
homolog bergerak ke arah yang
berlawanan. Telofase I, pasangan
kromosom homolog terus bergerak
sampai mendekati kutub dari sel.
Setiap
kutub
mempunyai
satu
kromosom haploid, terjadi pelekukan
membran
nukleus
tetapi
setiap
kromosom
masih
memiliki
dua
kromatid kembar sehingga diperlukan
pembelahan meiosis II. Profase II,
benang-benang kumparan terbentuk
dan kromosom tersusun dengan cepat
pada keping metaphase II. Metafase II
seluruh
kromosom
berada
pada
bidang ekuator. Anafase II, sentromer
dari kromatid kembar terpisah dan
saudara dari setiap pasangan menjadi
kromosom tersendiri bergerak kea rah
kutub yang berlawanan dari sel.
Telofase II, nukleus terbentuk pada
kedua
kutub
yang
berlawanan
selanjutnya berlangsung sitokinesis.
Pada
sitokinesis
sempurna
akan
didapat empat sel kembar dengan
masing-masing
memiliki
jumlah

kromosom
yang
haploid
dari
kromosom yang mengalami replikasi
(Prawirohartono, 2004).
Praktikum ini bertujuan untuk
mengetahui
tahapan-tahapan

pembelahan sel secara mitosis melalui


pengamatan pada sel ujung akar
bawang merah (Allium cepa).

II. Metode
Praktikum dilakukan pada hari
Selasa tanggal 7 Oktober 2014 pukul
11.00-13.00
WIB,
bertempat
di
Laboratorium Biologi Dasar, Fakultas
Biologi, Universitas Kristen Satya
Wacana, Salatiga. Alat dan bahan
yang digunakan dalam praktikum ini
adalah object glass, cover glass,
mikroskop, pipet tetes, silet, tissue,
ujung akar bawang merah (Allium
cepa), larutan HCl, akuades, dan
pewarna asetokarmin.
Metode kerja dengan cara ujung
akar bawang merah dipotong kurang

lebih 0,5 cm, lalu letakkan pada object


glass. Tetesi dengan larutan HCl, di
diamkan selama 5 menit. Kemudian
serap larutan HCl dengan tissue, dan
dibilas dengan akuades sebanyak 3
kali. Ujung akar ditetesi dengan
pewarna
asetokarmin,
didiamkan
selama 3 menit dan diserap kembali
dengan tissue. Lalu tutup dengan
cover glass dan tekan hingga pipih,
amati
dengan
mikroskop.
Pada
praktikum
ini
yang
diperhatikan
perubahan bentuk sel Allium cepa
yang mengalami mitosis.

III. Hasil dan Pembahasan


A. Hasil
Berdasarkan praktikum yang dilakukan pada tanggal 7 Oktober 2014 pukul
11.00-13.00 WIB, bertempat di laboratorium Biologi Dasar Univesitas Kristen Satya
Wacana, Salatiga diperoleh data hasil sebagai berikut :
Tabel 1. Mitosis Allium cepa
No Fase
Gambar Praktikum
pembelahan
1.
Profase

M : 40x (Dok. pribadi, 2014)

Gambar Pustaka

(Carolina, 2010)

2.

Metafase

(Fase tidak ditemukan dalam


praktikum)

(Carolina, 2010)
3.

Anafase

(Fase tidak ditemukan dalam


praktikum)

(Anonim)
4.

Telofase

M : 40x (Dok. pribadi, 2014)


(Carolina, 2010)
Dalam praktikum dibuat preparat ujung akar Aliium cepa dan diamati dengan
mikroskop. Data hasil diatas, hasil praktikum menunjukkan proses profase dan
proses telofase. Proses profase dimana sel masih dalam keadaan utuh satu sel yang
mengalami pembentukan dan penggandaan kromosom. Proses telofase ketika sel
mengalami pembagian plasma dan pembentukan membran nukleus baru.

B. Pembahasan
Mitosis merupakan pembelahan
sel yang terjadi pada jaringan soma.
Pada praktikum yang telah dilakukan
menggunakan preparat Allium cepa
dan mikroskop dengan perbesaran
40x, hasil praktikum didapatkan
proses profase, yaitu sel belum
mengalami pembelahan, masih dalam
proses
pembentukan
dan
penggandaan
kromosom.
Proses

telofase, sel mengalami pembagian


plasma (sitokinesis) dan pembentukan
membran nukleus baru oleh sel, sel
mengganda dan memiliki sifat dan
jumlah kromosom yang sama dengan
induknya. Dalam praktikum belum
ditemukan proses metafase dan
anafase,
karena
masing-masing
jaringan
memiliki
jangka
waktu

tertentu untuk melakukan fase-fase


ini.
Menurut Pratiwi (2012) mitosis
yaitu proses pembelahan sel dimana
berlangsung
pembelahan
dan
pembagian nukleus beserta kromosom
di dalamnya, menghasilkan dua sel
anakan yan masing-masing memiliki
sifat dan jumlah kromosom yang sama
dengan induknya. Mitosis terjadi pada
perbanyakan sel tubuh (somatis).
Menurut Kimball (1992) Profase,
terjadi
saat
fase
G2
berakhir
kromosom cepat memendek dan
menjadi
lebih
tebal,
bentuknya
memanjang,
mempunyai
struktur
dobel memanjang dan letaknya secara
random di dalam nukleus, membrane
nukleus menghilang, sentriol menuju
arah yang berlawanan, terbentuknya
benang-benang
spindel,
dan
kromosom mengganda. Menurut Suryo
(1995) metafase, fase ini sentromer
dari kromosom-kromosom terletak di
bidang ekuator dari sel walaupun
lengan-lengan kromosom mungkin
menuju ke arah berlawanan. Anafase,
fase ini kromosom bergerak menuju ke
kutub
spindel
yang
berlawanan
letaknya, proses ini didahului oleh

membelahnya sentromer menjadi dua


bagian
yang
masing-masing
fungsional. Telofase, fase ini terbentuk
membran nukleus baru dari bahan sisa
membran nukleus yang lama atau
bahan lama (endoplasmic reticulum)
atau bahan yang dibentuk baru.
Spindel menghilang dan nukleolus
dibentuk, di tengah sel membentuk
dinding
baru
dan
berlangsung
sitokenesis.
Meiosis terjadi pada sel gamet,
proses pembelahan sel dengan 2 kali
tahapan menghasilkan 4 sel anakan
yang sifat dan jumlah kromosomnya
setengah dari sel induk (haploid).
Menurut Prawihartono (2004) meiosis
terdiri dari 2 tahap yaitu meiosis I dan
meiosis II. Meiosis I tersusun atas fase
Profase I, metafase I, anafase I, dan
telofase I dilanjutkan profase II,
metafase II, anafase II, dan telofase II.
Meiosis
I
untuk
memisahkan
kromosom homolog menjadi dua sel
anakan yang bersifat diploid, meiosis II
untuk memisahkan kromosom saudara
menjadi empat sel anakan yang
bersifat haploid.

IV. Kesimpulan
Mitosis
yaitu
proses
pembelahan sel dimana berlangsung
pembelahan dan pembagian nukleus
beserta kromosom di dalamnya,
menghasilkan dua sel anakan yang
masing-masing memiliki sifat dan
jumlah kromosom yang sama dengan
induknya. Terjadi pada perbanyakan
sel tubuh seperti pembelahan yang
terjadi pada Allium cepa. Terdiri dari
fase profase, metafase, anafase, dan
telofase (Pratiwi, 2012).

Meiosis
yaitu
proses
pembelahan sel dengan dua kali
pembelahan
yang
menghasilkan
empat sel anakan, yang masingmasing memiliki separuh dari jumlah
kromosom sel induk. Proses meiosis
terjadi pada perbanyakan sel gamet. )
Meiosis terdiri dari 2 tahap yaitu
meiosis I dan meiosis II. Meiosis I
tersusun atas fase Profase I, metafase
I, anafase I, dan telofase I dilanjutkan
profase II, metafase II, anafase II, dan
telofase II (Prawihartono, 2004).

V. Daftar Pustaka
Anonim. Mitosis. (http://www.micromacro.co.uk) Diakses pada tanggal 10 Oktober
2014
Carolina. 2010. Mitosis Process. (http://www.corbisimage.com) Diakses pada tanggal
10 Oktober 2014
Goodenough, U. 1988. Genetika Edisi Ketiga Jilid 1 (Diterjemahkan oleh Soenartono
Adisoemarto).
Jakarta : Erlangga
Kimball, J. W. 1992. Biologi Jilid 1 Edisi Kelima (Diterjemahkan oleh H. Siti Soetarmi
Tjitrosomo dan
Nawangsari Sugiri). Jakarta : Erlangga
Pratiwi, D.A dkk. 2012. Biologi. Jakarta : Erlangga
Prawihartono, S. 2004. Sains Biologi. Jakarta : Bumi Aksara
Suryo. 1995. Sitogenetika. Yogyakarta : Gadjah Mada University Press