Anda di halaman 1dari 3

LO nomer :

2. Prinsip four handed dentistry


A. Rasionalisasi dan standarisasi
Dengan adanya sifat berulang-ulang yang berlebihan dalam
kedokteran gigi misalnya duduk dalam waktu yang lama dengan
durasi berulang, sehingga dianjurkan untuk rasional menyediakan
instrumen yang lebih umum digunakan dan, standarisasi teknik
dalam melakukan praktik, mempertimbangkan faktor ergonomis
sehingga teknik yang lebih efisiensi akan tercapai.
B. Delegasi
Delegasi adalah transfer beberapa tugas pada orang yang
berkualifikasi dan mampu. Area sisa ini yang kebanyakan dokter
gigi gagal untuk mengambil keuntungan keahlian dari perawat gigi.
C. Antisipasi
Pengalaman perawat gigi akan secara cepat mempelajari
metode individual dari operator dan mulai untuk mengantisipasi
hampir disetiap situasi. Sebagai anggota regular dental team,
daripada berdasarkan pada tugas rotasional, keuntungan dapat
signifikan.
D. Keamanan (safety)
Fokus dan kontrol dapat dicapai pada semua pendekatan
four-handed dentistry merupakan hal yang pasti sesuai dengan
peningkatan rasa aman untuk pasien dan operator

E. Metode
Pada prinsip ergonomis yang menyerahkan, membuang, dan
mentransfer mengambil tempat pada daerah aman dan dekat dan
dibawah dagu, sehingga disebut transfer zone. Praktik ini menuntut
delegasi

pada

perawat

gigi

dan

membutuhkan

upaya

mempertunjukkan dan pemahaman. Bagaimanapun, menguntungkan


operator, dan oleh karena itu pasien, tidak mengalihkan perhatian
pada gigi merupakan pertimbangan.

LO Nomer 3 :
3.

Kesehatan dan Keselamatan kerja adalah suatu pemikiran dan upaya

untuk menjamin keutuhan dan kesempurnaan baik jasmaniah maupun


rohaniah tenaga kerja pada khususnya, dan manusia pada umumnya, hasil
karya dan budaya untuk menuju masyarakat adil dan makmur.
LO Nomer 5 :
5. Penanganan dalam musculoskeletal disorder tergantung pada penyebab
dan tingkat keparahan dari rasa sakit. Untuk nyeri ringan atau sesekali dapat
mengkonsumsi obat-obat pereda nyeri seperti ibuprofen atau paracetamol.
Untuk peradangan dan nyeri dapat menggunakan obat anti-inflamasi
(NSAID). Selain itu juga dapat melakukan latihan penguatan otot dan
latihan

perenggangan,

serta

terapi

chiropractic

untuk

menangani

musculoskeletal disorder.

Sumber :
Qualtrough, A.J.E., J.D. Satterthwaite, L.A. Morrow, P.A. Brunton. 2005
Principles of Operative Dentistry. UK : Blackwell

Sentoso,Gempur. 2004. Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja.


Jakarta : Prestasi Pustaka
Marya, CM. 2011. A Textbook of Public Health Dentistry. New Dehli :
Jaypee