Anda di halaman 1dari 7

1.

Pemeriksaan Penunjang Ortodonti


a. Pembuatan model studi :
Pemeriksaan secara klinis belum lengkap dapat memberikan data
yang dibutuhkan untuk perawatan ortodontik. Disamping karena
terbatasnya waktu pemeriksaan diklinik juga ada bagian-bagian
yang tidak bisa diamati secara teliti. Banyak pengukuran tidak bisa
dilakukan secara langsung pada pasien. Untuk itu diperlukan
model cetakan gigi dan rahang sebagai model studi.
Untuk mendapatkan model studi dilakukan :
i.

Mencetak rahang atas dan rahang bawah pasien

ii.

Membuat gigitan sentrik (centric occlusal record)

iii.

Boxing model cetakan d. Pemberian nomer model e.


Penyabunan

Analisis pada model studi


Skema model rahang atas dan rahang bawah :Pada kartu status dan
laporan praktikum dibuat skema gigi-geligi pasien dari proyeksi
oklusal. Dibuat pula gambar boxing model studi dan masingmasing elemen gigi diberi nomer (nomenclature) dengan cara yang
lazim dilakukan.

b. Ronsen panoramik
Pemeriksaan foto ronsen yang paling sering dilakukan adalah
pemeriksaan pada foto ronsen panoramik. Kegunaan pemeriksaan
foto ronsen panoramik adalah:
i.
Melihat hubungan antara gigi-gigi pada satu rahang dan
hubungan gigi-gigi rahang atas dengan rahang bawah
ii. Melihat tahap perkembangan gigi tetap dan resorbsi akar gigi
sulung. Informasi perkembangan gigi diperlukan untuk
memberikan informasi mengenai perkembangan oklusi gigi
dan waktu yang tepat untuk perawatan.
iii.
Melihat ada tidaknya kelainan patologis

c. Sefalometri
Manfaat sefalometri radiografik adalah:
a. Mempelajari pertumbuhan dan perkembangan kraniofasial.
Dengan membandingkan sefalogram-sefalogram yang diambil
dalam interval waktu yang berbeda, untuk mengetahui arah
pertumbuhan dan perkembangan kraniofasial.
b. Diagnosis atau analisis kelainan kraniofasial.Untuk mengetahui
faktor-faktor penyebab maloklusi (seperti ketidak seimbangan
struktur tulang muka).

c. Mempelajari tipe fasial.


Relasi rahang dan posisi gigi-gigi berhubungan erat dengan tipe
fasial. Ada 2 hal penting yaitu :
(1) posisi maksila dalam arah antero-posterior terhadap kranium
dan (2) relasi mandibula terhadap maksila, sehingga akan
mempengaruhi bentuk profil : cembung, lurus atau cekung.
d. Merencanakan perawatan ortodontik.Analisis dan diagnosis
yang didasarkan pada perhitungan-perhitungan sefalometrik
dapat diprakirakan hasil perawatan ortodontik yang dilakukan.
e. Evaluasi kasus-kasus yang telah dirawat.
Dengan membandingkan sefalogram yang diambil sebelum,
sewaktu dan sesudah perawatan ortodontik.
f. Analisis fungsional.
Fungsi gerakan mandibula dapat diketahui dengan
membandingkan posisi kondilus pada sefalogram yang dibuat
pada waktu mulut terbuka dan posisi istirahat.
g. Penelitian
Teknik pembuatan sefalogram
a. Proyeksi lateral atau profil
Proyeksi lateral dapat diambil pada subjek dengan oklusi sentrik ,
mulut terbuka atau istirahat. Kepala subjek difiksir pada
sefalometer, bidang sagital tengah terletak 60 inci atau 152,4 cm
dari pusat sinar X dan muka sebelah kiri dekat dengan film. Pusat
berkas sinar X sejajar sumbu transmeatal (ear rod) sefalometer.
Jarak bidang sagital tengah-film 18 cm. FHP (Frankfurt
Horizontal Plane) sejajar lantai, subjek duduk tegak, kedua
telinga setinggi ear rod.
b. Proyeksi postero-anterior/frontalPada proyeksi postero-anterior
o
tube diputar 90 sehingga arah sinar X tegak lurus sumbu
transmeatal.

Oblique sefalogram Oblique sefalogram kanan dan kiri dibuat


dengan sudut 45dan 135terhadap proyeksi lateral. Arah sinar
X dari belakang untuk menghindari superimposisi dari sisi
mandibula yang satunya. FHP sejajar lantai. Oblique sefalogram
sering digunakan untuk analisis subjek pada periode gigi
bercampur .
Analisis sefalometri radiografik
Pada saat ini, analisis sefalometri dari pasien yang dirawat ortodontik
merupakan suatu kebutuhan. Metode analisis sefalometri radiografik
antara lain dikemukakan oleh : Downs, Steiner, Rickett, Tweed,
Schwarz, McNamara dan lain-lain. Berdasarkan metode-metode
tersebut dapat diperoleh informasi mengenai morfologi dentoalveolar,
skeletal dan jaringan lunak pada tiga bidang yaitu sagital, transversal
dan vertikal.
2. Piranti Ortodonti
a. Piranti lepasan
Keuntungan dari piranti lepasan:
1) Dapat dilepas untuk penyikatan gigi
2) Mudah disesuaikan, sehingga mengurangi waktu dalam
ruang perawatan
3) Penutupan palatal sehingga meningkatkan penjangkaran
4) Dapat digunakan untuk mengurangi overbite
5) Dapat meneruskan gaya untuk satu blok gigi
Kerugian dari piranti lepasan:
1) Sangat rentan untuk tidak dipakai oleh pasien
2) Hanya dapat digunakan untuk gerakan tipping
3) Mempengaruhi pengucapan
4) Dibutuhkan skill yang baik untuk teknik pembuatannya

5) Tidak mungkin melakukan fraksi intermaksiler


6) Alat lepasan rahang bawah lebih sulit ditoleransi karena
adanya lidah
7) Tidak efektif untuk pergerakan banyak gigi

Indikasi pemakaian piranti lepasan:


i.

Aktif
1) Pergerakan satu blok gigi, contoh: koreksi crossbite bukal
dengan ekspansi gigi rahang atas
2) Sebagai bagian dari perawatan interseptif pada periode
gigi campuran
3) Pengurangan overbite
4) Bersama dengan alat ortodontik lainnya mempermudah
gerakan ke distal gigi molar dengan headgear
5) Menghilangkan gangguan oklusal dengan menambahkan
bite plane untuk menggerakkan gigi melewati gigitan
selama perawatan alat cekat
6) Pergerakan tipping sederhana untuk satu gigi

ii.

Pasif
1) Mempertahankan ruang
2) Alat penahan setelah perawatan dengan alat cekat
3) Penghilang bad habit
Komponen piranti lepasan:
a) Komponen aktif
Komponen aktif memberikan gaya yang diperlukan
untuk pergerakan gigi yang diinginkan. Yang

termasuk dalam komponen aktif ialah:


1) Spring: komponen aktif yang paling umum
2) Elastic: jarang digunakan, namun masih
digunakan untuk meratakan gigi yang salah
posisi dengan menggunakan attachment yang
direkatkan pada permukaan gigi, menjadi
tempat pengaplikasian elastic
3) Sekrup: digunakan untuk melebarkan ukuran
rahang pada periode gigi bercampur
b) Retensi
Retensi merupakan alat pertahanan yang digunakan
dalam mulut. Retensi terbaik adalah pada gigi
posterior, menggunakan adam klamer yang dibuat
menggunakan kawat 0,7 atau 0,6. Cengkram ini harus
memegang kurang lebih 1mm dari undercut, sedikit
dibawah kontur terbesar. Sedangkan retensi anterior
dapat berupa busur labial.

c) Penjangkaran
Penjangkaran digunakan untuk menahan gaya yang
berasal dari komponen aktif

d) Basis

b. Piranti cekat
Piranti ortodonti cekat merupakan piranti ortodonti yang hanya bisa
dipasang dan dilepas oleh dokter gigi.
Konstruksi alat cekat lebih komplek dari alat lepasan. Terdiri dari 2
komponen, yaitu:
1) Komponen pasif, berfungsi untuk mendukung komponen aktif.
Terdiri dari :

i. Bucaal tube
ii. Band
iii.
Bracket
2) Komponen aktif berfungsi untuk menggerakkan gigi :
i. Arch wire
ii. Auxillaries
iii.
Sectional wire