Anda di halaman 1dari 6

Suplementasi besi merupakan cara efektif karena kandungan besinya yang

dilengkapi asam folat yang sekaligus dapat mencegah anemia karena


kekurangan asam folat (Depkes, 2009).

Faktor umur merupakan faktor risiko kejadian anemia pada ibu hamil. Umur
seorang ibu berkaitan dengan alat alat reproduksi wanita. Umur reproduksi
yang sehat dan aman adalah umur 20 35 tahun. Kehamilan diusia < 20
tahun dan diatas 35 tahun dapat menyebabkan anemia karena pada
kehamilan diusia < 20 tahun secara biologis belum optimal emosinya
cenderung labil, mentalnya belum matang sehingga mudah mengalami
keguncangan
yang
mengakibatkan
kurangnya
perhatian
terhadap
pemenuhan kebutuhan zat zat gizi selama kehamilannya. Sedangkan pada
usia > 35 tahun terkait dengan kemunduran dan penurunan daya tahan
tubuh serta berbagai penyakit yang sering menimpa diusia ini. Hasil
penelitian didapatkan bahwa umur ibu pada saat hamil sangat berpengaruh
terhadap kajadian anemia (Amirrudin dan Wahyuddin, 2004).
Amirudin, Wahyuddin, 2004, Studi Kasus Kontrol Ibu Anemia, 2007 Jurnal
Medical UNHAS , Available from ; http:// med.unhas.ac.id/index.php?...studikasus-kontrol...anemia-ibu...

Gejala lain adalah lemas, cepat lelah, letih, mata berkunang kunang,
mengantuk, selaput lendir , kelopak mata, dan kuku pucat (Sin sin, 2008).
Keadaan kekurangan zat besi pada ibu hamil akan menimbulkan gangguan
atau hambatan pada pertumbuhan baik sel tubuh maupun sel otak janin
( Depkes , 2009) .

Hasil penelitian Karafsahin et al. (2007) menunjukkan bahwa ibu hamil


dengan anemia , empat kali lebih berisiko melahirkan bayi premature dan 1.9
kali berisiko melahirkan bayi berat lahir rendah (BBLR) dari pada ibu hamil
yang tidak anemia.

Untuk itu diperlukan alternatif yang lain untuk mencegah anemia gizi besi,
memakan beraneka ragam makanan yang memiliki zat gizi saling melengkapi
termasuk vitamin yang dapat meningkatkan penyerapan zat besi, seperti
vitamin C. Peningkatan konsumsi vitamin C sebanyak 25, 50, 100 dan 250 mg
dapat meningkatkan penyerapan zat besi sebesar 2, 3, 4 dan 5 kali. Buahbuahan segar dan sayuran sumber vitamin C, namun dalam proses
pemasakan 50 - 80 % vitamin C akan rusak. Mengurangi konsumsi makanan

yang bisa menghambat penyerapan zat besi seperti : fitat, fosfat, tannin
( Wiknjosastro, 2005 ; Masrizal, 2007).

Status gizi ibu pada saat hamil mempengaruhi berat badan janin dalam
kandungan, apabila status gizi buruk, baik sebelum kehamilan dan selama
kehamilan akan menyebabkan berat badan lahir rendah (BBLR), disamping
itu akan mengakibatkan terhambatnya otak janin, anemia pada bayi baru
lahir. Bayi baru lahir akan mudah terkena infeksi (Supariasa, 2001).

Program Nasional menganjurkan kombinasi 60 mg besi dan 50 mg


asam folat untuk profilaksis anemia.
1) Pemberian tablet Fe (320 mg sulfat dan 0,5 mg asam folat) untuk
semua ibu hamil sebanyak 1 tablet/hari selama 90 hari.
2) Ibu hamil anemia diberikan tablet besi 2-3 kali /hari selama 2-3
bulan, dan dilakukan :
a) Pemantauan Hb
b) Pemeriksaan darah tepi terhadap parasit malaria (daerah
endemik)
3) Kombinasi tablet besi dan asam folat dapat diberikan, namun dapat
juga diberikan dalam bentuk terpisah antara tablet zat besi dan
tablet asam folat tetapi dengan dosis yang sama.
4) Vitamin C membantu penyerapan zat besi menjadi lebih efisien
menganjurkan ibu agar:
a) Meminum tablet zat besi dan makan buah-buahan (tomat, jeruk,
air jeruk nipis), yang kaya akan vitamin C
b) Makan sayuran hijau setiap hari
c) Menghindari minuman teh dan kopi, karena dapat mengurangi
penyerapan vitamin C bila ibu tidak mendapatkan vitamin C
yang cukup dalam makanannya berikan tablet vitamin c 250
mg /hari.
5) Memberikan profilaksis bagi ibu hamil yang tinggal di daerah
endemis malaria. Pemberian obat anti malaria (cloroquin) dengan
dosis 300 mg (2 tablet @150 mg) diberikan sekali dalam seminggu,
pada hari yang sama. Pemberian dimulai pada umur kehamilan 3
bulan sampai masa nifas (42 hari setelah persalinan) berakhir.
6) Ibu dengan kehamilan lebih dari 28 minggu dan kadar Hb kurang
dari 8 g/dl, dirujuk ke dokter untuk pemeriksaan dan pengobatan
anemia secara lengkap.
7) Penyakit anemia yang ditemukan sebelum masa kehamilan, dapat
diobati dan diberi nasehat untuk memperbaiki kebiasaan makan.