Anda di halaman 1dari 7

Cuci Tangan Pakai Sabun :

Sederhana dan Bermanfaat

19122009

Ketika saya masih kecil, seringkali saya di-omelin Ibu


atauMbah Putri kalau saya lupa mencuci makan sebelum makan atau menyentuh makanan lain.
Kadang juga (dulu) saya lihat beberapa orang dewasa yang mencuci tangan terlebih dahulu sebelum
menggendong bayi. Ketika itu saya benar-benar tidak tahu alasan mencuci tangan selain supaya tidak
di-omelin Ibu dan Mbah Putri, sehingga seringkali saat mencuci tangan saya hanya sekedar
membasahi kedua tangan saya sampai sebatas pergelangan. Padahal, ternyata cara saya mencuci
tangan itu -bukannya salah- tetapi memang tidak benar.
Beberapa tahun terakhir di Indonesia banyak yang menggalang Gerakan Cuci Tangan Pakai Sabun
(CTPS), bahkan tidak tanggung-tanggung salah satu produsen sabun menjadikan ikon CTPS ini disetiap
iklan-nya di berbagai media. Mengapa begitu penting cuci tangan ini sehingga banyak pihak dan tidak
tanggung-tanggung bahkan Departemen Kesehatan Republik Indonesia pun mendukung penggalangan
gerakan yang sama?
Pada prinsipnya mencuci tangan dengan sabun bertujuan untuk mengurangi jumlah mikroorganisme
dari bagian tangan kita, sementara itu kita ketahui bahwa tangan merupakan salah satu media
penghantar masuknya mikroorganisme ke dalam tubuh manusia. Kontak antara tangan dengan
mikroorganisme dapat terjadi dimana saja, misalnya meja, gagang pintu, sendok, uang, saat berjabat
tangan, bahkan keyoboard komputer dan gagang telepon yang kita digunakan di kantor maupun di
tempat umum (warnet, wartel dll). Dengan kata lain, tangan dapat menjadi media penularan berbagai
penyakit menular seperti penyakit gangguan usus dan percernaan (diare dan sejenisnya), influenza,
serta berbagai penyakit lain. Bahkan, kebiasaan mencuci tangan yang diabaikan oleh petugas medis di
rumah sakit dapat memicu berkembangnya infeksi nosokomial di rumah sakit antar pasien yang
disentuh oleh tenaga medis yang bersangkutan, bahkan hingga antar tenaga medis.
Kemudian bagaimana sebenarnya mencuci tangan yang benar itu? Silahkan untuk melihat ilustrasi
dari www.klikdokter.com berikut ini :

Beberapa catatan yang dapat diperhatikan mengenai cuci tangan pakai sabun ini adalah :

biasakan mencuci tangan tidak hanya pada saat tangan kita kotor

bila memungkinkan, cuci tangan dengan ar hangat (37.7C 42,2C)

sebaiknya lepaskan perhiasan (cincin) yang melekat pada jari dan tangan, setelah selesai
mencuci tangan cuci juga cincin tersebut sebelum dikenakan kembali

sedapat mungkin menggunakan sabun cair apabila di tempat umum karena sabun padat dapat
menjadi sarang bakteri dari tangan-tangan pengguna lain

bilas tangan hingga bersih, usahakan dengan air yang mengalir

keringkan tangan dengan baik karena sebuah penelitian menemukan bahwa tangan yang
sudah dibilas tapi belum dikeringkan dapat men-transfer 31.000 mikroorganisme ke makanan yang
disentuhnya

sebaiknya tidak memanjangkan kuku jari, namun jika menyukai kuku panjang maka rawat dan
bersihkan dengan baik
Sederhana bukan cara-cara di atas? Bagian tersulitnya adalah membiasakan untuk mencuci tangan itu
sendiri. Apabila kita berhasil membiasakan untuk diri kita sendiri, mari kita tularkan kepada orang lain.
Bukan karena supaya tidak dimarahi Ibu, Istri, Pacar, ataupun teman, tetapi lebih karena alasan
kesehatan kita masing-masing. Sebuah publikasi dari badan kesehatan dunia (WHO) pada tahun 2007
menunjukkan bahwa kebiasaan mencuci tangan memakai sabun dapat menurunkan kejadian diare
hingga 45%. Selamat mencoba dan merasakan manfaatnya!
-disarikan dari berbagai sumbeR

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Rumah Tangga


PHBS di Rumah Tangga adalah upaya untuk memberdayakan anggota rumah tangga agar
tahu, mau dan mampu mempraktikkan perilaku hidup bersih dan sehat serta berperan aktif
dalam gerakan kesehatan di masyarakat.

PHBS di Rumah Tangga dilakukan untuk mencapai Rumah Tangga ber PHBS yang
melakukan 10 PHBS yaitu :
1. Persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan
2. Memberi ASI ekslusif
3. Menimbang balita setiap bulan
4. Menggunakan air bersih
5. Mencuci tangan dengan air bersih dan sabun
6. Menggunakan jamban sehat
7. Memberantas jentik dd rumah sekali seminggu
8. Makan buah dan sayur setiap hari
9. Melakukan aktivitas fisik setiap hari
10. Tidak merokok di dalam rumah
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Institusi Kesehatan
PHBS di Institusi Kesehatan adalah upaya untuk memberdayakan pasien, masyarakat
pengunjung dan petugas agar tahu, mau dan mampu untuk mempraktikkan Perilaku Hidup
Bersih dan Sehat dan berperan aktif dalam mewujudkan Institusi Kesehatan Sehat dan
mencegah penularan penyakit di institusi kesehatan.
Ada beberapa indikator yang dipakai sebagai ukuran untuk menilai PHBS di Institusi
Kesehatan yaitu :
1. Menggunakan air bersih
2. Menggunakan Jamban
3. Membuang sampah pada tempatnya
4. Tidak merokok di institusi kesehatan
5. Tidak meludah sembarangan

6. Memberantas jentik nyamuk


Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Tempat tempat Umum
PHBS di Tempat tempat Umum adalah upaya untuk memberdayakan masyarakat
pengunjung dan pengelola tempat tempat umum agar tahu, mau dan mampu untuk
mempraktikkan PHBS dan berperan aktif dalam mewujudkan tempat tempat Umum
Sehat.
Tempat tempat Umum adalah sarana yang diselenggarakan oleh pemerintah/swasta, atau
perorangan yang digunakan untuk kegiatan bagi masyarakat seperti sarana pariwisata,
transportasi, sarana ibadah, sarana perdagangan dan olahraga, rekreasi dan sarana sosial
lainnya.
Ada beberapa indikator yang dipakai sebagai ukuran untuk menilai PHBS di Tempat
Tempat Umum yaitu :
1. Menggunakan air bersih
2. Menggunakan jamban
3. Membuang sampah pada tempatnya
4. Tidak merokok di tempat umum
5. Tidak meludah sembarangan
6. Memberantas jentik nyamuk
Perilaku Hidup bersih dan Sehat (PHBS) di Sekolah
PHBS di Sekolah adalah sekumpulan perilaku yang dipraktikkan oleh peserta didik, guru
dan masyarakat lingkungan sekolah atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran,
sehingga secara mandiri mampu mencegah penyakit, meningkatkan kesehatannya, serta
berperan aktif dalam mewujudkan lingkungan sehat.
Ada beberapa indikator yang dipakai sebagai ukuran untuk menilai PHBS di sekolah
yaitu :
1. Mencuci tangan dengan air yang mengalir dan menggunakan sabun

2. Mengkonsumsi jajanan sehat di kantin sekolah


3. Menggunakan jamban yang bersih dan sehat
4. Olahraga yang teratur dan terukur
5. Memberantas jentik nyamuk
6. Tidak merokok di sekolah
7. Menimbang berat badan dan mengukur tinggi badan setiap 6 bulan
8. Membuang sampah pada tempatnya
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Tempat Kerja
PHBS di Tempat kerja adalah upaya untuk memberdayakan para pekerja agar tahu, mau
dan mampu mempraktikkan perilaku hidup bersih dan sehat serta berperan aktif dalam
mewujudkan Tempat Kerja Sehat.
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Tempat kerja antara lain :
1. Tidak merokok di tempat kerja
2. Membeli dan mengkonsumsi makanan dari tempat kerja
3. Melakukan olahraga secara teratur/aktifitas fisik
4. Mencuci tangan dengan air bersih dan sabun sebelum makan dan sesudah buang air
besar dan buang air kecil
5. Memberantas jentik nyamuk di tempat kerja
6. Menggunakan air bersih
7. Menggunakan jamban saat buang air kecil dan besar
8. Membuang sampah pada tempatnya
9. Mempergunakan Alat Pelindung Diri (APD) sesuai jenis pekerjaan
Referensi :

http://www.promosikesehatan.com/?act=program&id=12&sid=8-12
pa itu PHBS ?
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) adalah sekumpulan perilaku kesehatan yang dilakukan atas
kesadaran pada diri individu di dalam keluarga maupun di masyarakat, yang menjadikan seseorang
atau keluarga dapat menolong diri sendiri di bidang kesehatan dan berperan aktif dalam kegiatankegiatan kesehatan di lingkungannya.
PHBS itu ragamnya sangat banyak. Misalnya mengenai gizi : makan beraneka ragam makanan,
minum tablet tambah darah, mengonsumsi garam beryodium, memberi bayi dan balita kapsul vitamin
A. Tentang kesehatan lingkungan seperti membuang sampah pada tempatnya, membersihkan
lingkungan.
Setiap rumah tangga dianjurkan untuk melaksanakan semua perilaku kesehatan.

Kondisi sehat dapat dicapai dengan mengubah perilaku dari yang tidak sehat menjadi perilaku sehat,
dan membangun sebuah lingkungan sehat di rumah tangga. Olehkarena itu kesehatan perlu dijaga,
dipelihara dan ditingkatkan oleh setiap anggota rumah tangga serta diperjuangkan oleh semua pihak
secara keseluruhan.

Manfaat PHBS dalam rumah tangga dan masyarakat :


Setiap anggota keluarga meningkat kesehatannya dan tidak mudah sakit.
Anak tumbuh sehat dan cerdas.
Produktivitas kerja anggota keluarga meningkat.
Pengeluaran biaya rumah tangga dapat difokuskan untuk pemenuhan gizi keluarga,
pendidikan dan modal usaha untuk peningkatan pendapatan keluarga
Masyarakat akan mampu mewujudkan lingkungan yang sehat.
Mampu mencegah dan menanggulangi penyakit dan masalah kesehatan.
Rumah Tangga Sehat adalah rumah tangga yang melakukan 10 PHBS di Rumah Tangga,
yaitu :

1. Persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan.


2. Memberi ASI eksklusif
3. Menimbang bayi dan balita
4. Menggunakan air bersih
5. Mencuci tangan dengan air bersih
6. Menggunakan jamban sehat
7. Memberantas jentik di rumah
8. Makan buah dan sayur setiap hari
9. Melakukan aktifitas fisik setiap hari
10. Tidak merokok di dalam rumah.
************
Oleh : Yanuar Ariefudin
Pembimbing : dr. Sri Mulyani, Sp.A
Disampaikan saat penyuluhan Ilmu Kesehatan Anak
RSUD dr. Soewondo Kendal, 3/3/2011