Anda di halaman 1dari 9

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami ucapkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan
kesempatan untuk saya agar dapat mengerjakan tugas mata pelajaran BIOLOGI yang
berjudul PENGARUH CAHAYA TERHADAP PERTUMBUHAN KACANG HIJAU
Makalah ini dibuat untuk mengetahui dan membedakan pertumbuhan dan perkembangan
pada kacang hijau yang mendapat intensitas cahaya yang berbeda-beda.
Melalui tugas ini di harapkan para siswa dapat memahami tentang pertumbuhan dan
berkembangan tanaman
Makalah yang saya buat ini tentunya masih banyak kekurangan, oleh karena itu saya
mengharapkan saran dan masukan demi kesempurnaan makalah ini.

Samarinda, November 2016

Penyusun

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR...................................................................................i
DAFTAR ISI.................................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN
A.

Latar Belakang ..........................1

B. Landasan Teori...................2
BAB II METODE PENELITIAN
A. Alat dan bahan........................................................................................3
B. Waktu dan Tempat.................................................................................3
C.

Cara kerja...............................................................................................3

BAB III HASIL DAN PEMBAHASAN


A. Tabel dan Grafik.....................................................................................4
B. Pembahasan.............................................................................................5
BAB IV PENUTUP
A. Kesimpulan.............6
B. Saran...............6
DAFTAR PUSTAKA

PENDAHULUAN
A.

Latar Belakang Penelitian


Ciri sebuah makhluk hidup salah satunya adalah tumbuh dan berkembang. Pertumbuhan
dan perkembangan mempunyai pengertian yang berbeda. Namun, proses pertumbuhan dan
perkembangan berlangsung secara beriringan dan saling berkaitan.
Sinar matahari memang berguna bagi fotosintesis pada tumbuhan. Namun, efek lain dari
sinar matahari ini adalah menekan pertumbuhan sel tumbuhan. Hal ini menyebabkan
tumbuhan yang diterpa cahaya matahari akan lebih pendek daripada tumbuhan yang tumbuh
di tempat gelap. Peristiwa ini disebut dengan Etiolasi. Dampak tanaman akibat etiolasi adalah
tanaman tidak dapat melakukan proses fotosintesis. Padahal proses fotosintesis bertujuan
untuk menghasilkan karbohidrat yang berperan penting dalam pembentukan klorofil. Karena
karbohidrat tidak terbentuk, daun pun tanpa klorofil sehingga daun tidak berwarna hijau,
melainkan kuning pucat.
Kondisi gelap juga memacu produksi hormon auksin. Auksin adalah hormon tumbuh
yang banyak ditemukan di sel-sel meristem, seperti ujung akar dan ujung batang. Oleh karena
itu, tanaman akan lebih cepat tumbuh. Produksi auksin akan terhambat pada tanaman yang
sering terkena sinar matahari.
Itulah sebabnya, pertumbuhan tanaman etiolasi selalu lebih cepat, tapi batang tidak tegar
karena mengandung banyak air. Akibat tidak ada sinar matahari maka organ perbanyakan
pada tanaman lama-lama mengkerut lalu mati karena tidak mendapat sumber makanan.
Untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh cahaya pada pertumbuhan itulah
dilakukan percobaan, yaitu dengan memberi perlakuan variasi cahaya matahari yang berbeda
pada tanaman kacang hijau

B. Landasan Teori
Pertumbuhan dan perkembangan

Pertumbuhan adalah proses pertambahan volume yang irreversible (tidak dapat kembali)
karena adanya pembelahan mitosis atau pembesaran sel, dapat juga disebabkan oleh
keduanya. Pertumbuhan dapat diukur dan dinyatakan secara kuantitatif (dihitung dengan
angka). Sedangkan perkembangan adalah terspesialisasinya sel-sel menjadi struktur dan
fungsi tertentu. Perkembangan tidak dapat dinyatakan dengan ukuran, tetapi dapat dinyatakan
dengan perubahan bentuk dan tingkat kedewasaan.
Pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan diawali dengan perkecambahan biji.
Kemudian, kecambah berkembang menjadi tumbuhan kecil sempurna, yang kemudian
tumbuh membesar. Setelah mencapai masa tertentu tumbuhan akan berbunga dan
menghasilkan biji kembali.
Pertumbuhan dan perkembangan dipengaruhi oleh beberapa faktor eksternal dan internal,
salah satu faktor eksternal adalah cahaya. Tumbuhan memerlukan cahaya. Banyaknya cahaya
yang diperlukan tidak selalu sama pada setiap tumbuhan. Umumnya, cahaya menghambat
pertumbuhan meninggi karena cahaya dapat menguraikan auksin (suatu hormone
pertumbuhan). Pertumbuhan yang cepat di tempat gelap disebut etiolasi.
Kacang hijau
Kacang hijau adalah sejenis tanaman budidaya dan palawija yang dikenal luas di daerah
tropika. Tumbuhan yang termasuk suku polong-polongan (Fabaceae) ini memiliki banyak
manfaat dalam kehidupan sehari-hari sebagai sumber bahan pangan berprotein nabati tinggi.
Kacang hijau di Indonesia menempati urutan ketiga terpenting sebagai tanaman pangan
legum, setelah kedelai dan kacang tanah.
Bagian paling bernilai ekonomi adalah bijinya. Biji kacang hijaudirebus hingga lunak dan
dimakan sebagai bubur atau dimakan langsung. Biji matang yangdigerus dan dijadikan
sebagai isi onde-onde,bakpau,atau gandas turi. Kecambahkacang hijau menjadi sayuran yang
umum dimakan di kawasan Asia Timurdan Asia Tenggaradan dikenal sebagai tauge.Kacang
hijau bila direbus cukup lama akan pecah dan pati yang terkandung dalambijinya akan keluar
dan mengental, menjadi semacam bubur. Tepung bijikacang hijau, disebut di pasaran sebagai
tepung hunkue, digunakandalam pembuatan kue-kuedan cenderung membentuk gel.Tepung
ini juga dapat diolah menjadi mi yang dikenal sebagai soun

BAB II
METODE PENELITIAN

A.
1.
2.
3.
4.
5.

Alat dan Bahan untuk Penelitian


14 buah gelas air mineral.
Kardus, Mistar, Alat tulis.
14 Biji Kacang Hijau.
Air secukupnya.
Tanah sebagai media tanam

B.
Cara Kerja Penelitian
1. Rendamlah biji kacang hijau terlebih dahulu selama satu jam
2. Berilah lubang di bagian bawah gelas serta berilah tanda/ label pada setiap gelas
3. Tanamlah kacang hijau di gelas yang telah diisi tanah terlebih
4. Letakan gelas tersebut di berbagai tempat yang sudah ditentukan yaitu di dalam kotak, di
5.
6.
7.
8.
9.

tempat terbuka dan di shading house


Sirami dan ukurlah tanaman setiap harinya
Tulislah hasil pengamatan dalam tabel pengamatan
Hitunglah rata-rata tinggi kecambah secara keseluruhan untuk tiap percobaan
Buatlah grafik pertumbuhan rata-rata kecambah kacang hijau
Buatlah kesimpulan tentang kecepatan tumbuh kembang kecambah pada tempat yang berbeda
intensitas cahayanya.

BAB 4
HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 HASIL PENGAMATAN

Minggu

Variabel Terang

Variabel kontrol

Variabel Gelap

TT

JD

TP

TT

JD

TP

TT

JD

TP

12cm

12

Epigeal

19cm

Epigeal

29cm

10

Epigeal

24cm

24

Epigeal

30 cm

15

Epigeal

32cm

29

Epigeal

B. Pembahasan
Berdasarkan pengamatan yang dilakukan telah menunjukkan bahwa terdapat perbedaan
perkecambahan di tempat yang memiliki intensitas cahaya yang terang dan gelap. Hal ini
menunjukkan bahwa gelap atau terangnya suatu tempat dapat mempengaruhi perkecambahan
kacang hijau.
Bedasarkan tabel diatas tentang perkembangan biji kacang hijau, tampak bahwa
perkembangan peling cepat adalah perkembangan kacang hijau pada tempat yang gelap. Pada
hari pertama pengamatan, dimasing-masing tempat menunjukkan bahwa biji kacang hijau
belum menunjukkan perkembangan sama sekali. Selainitu, pengaruh zat auksin yang terdapat
pada pada tumbuhan sangat mempengaruhi perkecambahan pada biji kacang hijau. Zat auksin
pada tumbuhan berfungsi untuk pertumbuhan bagi tanaman dan menjadi penghambat
pertumbuhan tanaman jika terkena cahaya matahari. Sehingga dapat dikatakan bahwa
pertumbuhan tanaman di tempat gelap lebih panjang daripada ditempat terang karena
zat auksin pada tempat gelap tidak terganggu fungsinya. Atau dapat dikatakan bahwa zat

auksin tidak dapat bekerja secara maksimal jika terkena cahaya matahari, dan sebaliknya zat
auksin dapat bekerja secara maksimal jika berada pada tempat yang cenderung lebih gelap.
Selain itu gerak tanaman yang mengikuti arah datanya matahari juga berpengaruh pada hasil
percobaan tersebut terutama pada kacang hijau yang diletakkan di shading house.
Tanaman yang ditanam di tempat gelap akan tumbuh lebih cepat/tinggi daripada yang
ditempat terang. Hal ini disebabkan karena pengaruh auksin (hormon tumbuhan yang
mengatur pertumbuha sel di meristem ujung ) yang terdapat pada pucuk akan terurai jika
terkena cahaya matahari. Namun, tumbuhan di tempat gelap akan tampak kuning, pucat,
kurus, daunnya tidak berkembang, dan lama-lama akan mati setelah cadangan makanannya
habis. Ini karena cahaya juga merangsang pembentukkan klorofil, tumbuhan di tempat
gelap tidak dapat membuat klorofil dan akhirnya tidak dapat membuat makanannya
sendiri( fotosintesis ).

BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Dari praktikum yang telah dilakukan dapat ditarik kesimpulan yaitu sebagai berikut.
Tumbuhan dalam hal percobaan kali ini adafah kacang hi'jau yang di daerah gelap tumbuh
lebbih optimal dan cepat karena peristiwa etiolasi dan tidak terurainya hormon auksin,
sehingga akan terus memacu pertumbuhan batang kacang hijau. Meskipun tanaman kacang
hijau ini tumbuh lebih tinggi, tetapi dengan kondisi f isik tanaman yang kurang baik, batang
terlihat kurus tidak sehat, warna batang dan daun pucat serta kekurangan klorofil sehingga
daun terlihat pucat.
Tanaman kacang hijau yang diletakkan di tempat terang tumbuh lebih pendek karena
hormon auksin ini akan terurai dan terhambat karena terkena cahaya dan rusak sehingga laju
pertambahan tinggi tanaman tidak terlalu cepat. Meskipun tanaman kacang hijau ini tumbuh

lebih pendek, tetapi dengan kondisi fisik tanaman yang sehat, subur, batang terlihat gemuk,
daun terlihat segar dan berwarna hijau serta memiliki cukup klorofil begitu juga halnya
dengan kacang hijau yang diletakkan dishading house, yang menjadi perbedaan adalah
bengkoknya tanaman yang mengikuti arah datangnya cahaya matahari.

B. Saran

Dalam melakukan suatu percobaan, lebih baik melakukan percobaan di tempat yang
sekiranya tidak ada sesuatu yang mengganggu seperti hama tanaman, hewan, sehingga
percobaan akan aman dan berhasil.

Dalam mengukur tinggi kecambah, harus dilakukan secara teliti.

Dalam melakukan percobaan, hendaknya memperhatikan kualitas kacang hijau yang akan
ditanam dan memperhatikan kondisi lingkungan yang sesuai dengan apa yang ingin diteliti
sehingga hasil percobaan itu baik dan valid.

DAFTAR PUSTAKA
Rachmawati. Faidah, Nurul Urifah, Ari Wijayati. 2009. Biologi SMA/MA XII Program IPA.
Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Nasional
http://id.wikipedia.org/wiki/Kacang_hijau
http://www.google.com