Anda di halaman 1dari 50

BAB I

PENDAHULUAN

Sebagian besar jumlah penduduk Indonesia berada di wilayah pedesaan


sesuai dengan kondisi indonesia yang bersifat agraris. Kehidupan di pedesaan
dapat dikatakan jauh berbeda dengan kehidupan di perkotaan. Perbedaan ini
menyangkut berbagai tatanan kehidupan yang kontras. Kondisi seperti inilah yang
harus segera ditanggulangi agar tidak terdapat kesenjangan yang terlalu jauh
antara desa dan kota.
Keterbatasan sarana dan prasarana hidup merupakan alasan penting di
samping alasan ekonomi bagi penduduk desa untuk melakukan migrasi ke kota.
Hal seperti inilah yang harus dapat diatasi oleh semua pihak, agar tercipta suatu
sistem kehidupan desa yang memadai dan terdapatnya penggerak pembangunan
desa yang potensial.
Untuk mengatasi permasalahan tersebut diatas, tidak ada salahnya bila
semua pihak mulai ikut memikirkan cara-cara terbaik untuk meningkatkan
pembangunan di desa. Pelaksanaan pembangunan ini tidak hanya ditanggung
oleh pemerintah daerah saja, melainkan oleh semua lapisan masyarakat, tidak
terkecuali oleh civitas akademikanya.
Kalangan universitas dapat memanfaatkan ilmu yang diperoleh di bangku
kuliah untuk diterapkan dalam masyarakat demi kelancaran pembangunan di
pedesaan melalui program khusus,

misalnya Kuliah Kerja Nyata Pos

Pemberdayaan Keluarga. Pemanfaatan tenaga mahasiswa merupakan kegiatan


positif dan mempunyai dua keuntungan,

yaitu membantu pembangunan di

pedesaan baik berupa pembangunan fisik maupun non fisik dan menambah
pengetahuan mahasiswa dalam mengaplikasikan ilmunya. Hal ini sesuai dengan
yang dikemukakan oleh Menteri Pendidikan Nasional dalam kebijakan dasar
pembangunan pendidikan tinggi tanggal 17 Februari 1975, diantaranya yaitu
pendidikan tinggi harus merupakan bagian dari usaha-usaha pembangunan baik
nasional maupun regional, Pendidikan tinggi harus merupakan penghubung antara
dunia ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebutuhan masyarakat dan Pendidikan
tinggi harus merupakan pendidikan berdasar pola pemikiran yang analistik dan
berorientasi kepada pemecahan permasalahan dan disertai oleh suatu pandangan
masa depan
I.1 Kondisi Umum Lokasi
Desa

Bantarkawung

termasuk

dalam

wilayah

Kecamatan

Bantarkawung, Kabupaten Brebes dengan luas wilayah 515,912 Ha dan


terbagi menjadi 3 Dusun, 3 RW dan 26 RT. Batas wilayah Desa Batarkawung
adalah:
Utara

: Desa Bangbayang

Timur

: Desa Ciomas

Barat

: Desa Bangbayang

Selatan

: Desa Pangebatan

Asal muasal disebutnya Desa Bantarkawung menurut para sesepuh


desa, dahulunya Desa Bantarkawung merupakan bantaran atau pelataran yang
banyak ditumbuhi pohon Kawung (Aren). Itulah asala muasal disebut Desa
Bantarkawung yang artinya bantaran yang penuh dengan pohon kawung.

Desa Bantarkawung diambil dari kata Bantara dan Kawung sehingga bila
digabung menjadi Bantarkawung.

I.2 Keadaan Demografi


I.2.1 Struktur Pemerintah dan Organisasi Masyarakat
Desa Bantarkawung dipimpin oleh seorang Kepala Desa.
Dalam menjalankan tugas administrasi, kepala desa dibantu oleh
Sekretaris Desa, Kaur Pemerintahan, Kaur Pembangunan, Pembantu
Kesra, Kaur Keuangan, Kadus 1, Kadus 2, dan Kadus 3. Organisasi
kemasyarakatan yang terdapat di Desa Bantarkawung diantaranya
PKK, Kelompok Tani, BUMDES, dan KUBE.
I.2.2 Jumlah Penduduk
Jumlah penduduk Desa Bantarkawung adalah 5.121 jiwa yang
terdiri dari 2.643 jiwa laki-laki dan 2.478 jiwa perempuan. Jumlah
kepala keluarga yaitu 1.337 kepala keluarga.
I.2.3 Jumlah Penduduk Berdasarkan Tingkat Pendidikan
Tingkat

pendidikan

penduduk

di

Desa

Bantarkawung

mayoritas adalah tidak tamat SD, sebagian kecil ada yang tamat SLTP,
SLTA dan ada yang mencapai pendidikan Diploma ataupun S1.
Table 1.2 Distribusi Penduduk Menurut Tingkat Pendidikan
Tingkat Pendidikan
Tamat
Perguruan
Tinggi
Tamat SLTA
Tamat SD/SLTP
3

Jumlah
138
550
675
1.273

Belum Tamat SD
Sumber : LPPD Desa Bantarkawung tahun 2010 2011
I.2.4 Jumlah Penduduk Berdasarkan Jenis Pekerjaan
Sesuai dengan kondisi daerahnya, pekerjaan penduduk
Bantarkawung sebagian besar merupakan petani, buruh tani,
pedagang,

pengusaha,

buruh

bangunan,

jasa

pengangkutan,

TNI/POLRI/PNS, dan pensiunan


Table 1.3 Distribusi Penduduk Menurut Jenis Pekerjaan
Mata Pencaharian
Jumlah
Petani sendiri
1.035
Buruh tani
1.584
Pedagang/pengusaha
54
Buruh bangunan
35
Guru tidak tetap
15
TNI/POLRI/PNS
177
Pensiunan
63
Belum bekerja
245
Sumber : LPPD Desa Bantarkawung tahun 2010 2011

I.3 Keadaan Perekonomian dan Potensi Desa


a. Kondisi ekonomi
Kondisi ekonomi desa Bantarkawung secara umum cukup stabil.
Sektor pertanian sebagai andalan pendapatan sebagian masyarakat masih
berperan besar. Pada saat musim kemarau juga tidak terlalu berpengaruh
pada hasil pertanian, hal ini karena sumber air yang tersedia di wilayah
Bantarkawung cukup banyak,terutama untuk lahan sawah.
b. Keadaan Ekonomi Pertanian
Bidang pertanian masih memegang peranan penting bagi pendapatan
sebagian besar masyarakat Desa Bantarkawung, lahan basah masih
4

didominasi dengan tanaman padi yang diselingi dengan tanaman lain


seperti jagung dan kacang, meskipun ada sebagian yang mencoba dengan
tanaman cabai dan sayuran sedangkan lahan kering kebanyakan pohon
tahunan.
c. Perkebunan
Peruntukan lahan kering masih didomonasi dengan tanaman kelapa
yang merupakan tanaman pribadi juga diselingi dengan tanaman tahunan
d.

seperti kayu albasia atau tanaman buah-buahan.


Peternakan
Bidang peternakan masyarakat secara khusus mengelola ternak
sebagai sumber pendapatan utama yaitu ternak ayam, kambing dan sapi.
Ternak yang ada secara kepemilikan juga tidak seluruhnya merupakan
milik pribadi, tetapi ada sebagian yang merupaka ternak gaduhan (merawat

milik orang lain).


e. Perikanan
Sektor perikanan masih banyak yang merupakan usaha sampingan.
Hanya beberapa dari masyarakat yang memanfaatkan lahan untuk
perikanan. Hal ini disebabkan oleh luas lahan yang dimiliki, selain itu
warga yang tidak memiliki empang tidak memanfaatkan sungai Pemali
yang ada sebagai alternatif untuk memelihara ikan
f. Jasa
Bidang jasa yang saat ini ada di desa Bantarkawung lebih banyak
berupa jasa transportasi seperti ojek, namun untuk jasa lainnya seperti
tukang batu, tukang kayu, las, jahit, bengkel maupun jasa yang lainnya.
g. Koperasi
Kegiatan perkoprasian yang ada di desa Bantarkawung belum
berjalan sesuai harapan karena kesadaran masyarakat tentang kegatan
koperasi sangat rendah. Tetapi di desa Bantarkawung terdapat Badan
Usaha Milik Desa (BUMDES) yang berfungsi sebagai pengganti koperasi.

BUMDES memiliki peran penting dalam membangu perekonomian di


desa Bantarkawung.
h. Kerajinan / Home industri
Sektor kerajinan belum begitu banyak karena sulitnya pemasaran
i. Keadaan pembangunan fisik secara umun
Keadaan pembangunan fisik secara umum dalam kondisi baik, hal
ini didukung oleh partisipasi masyarakat yang baik dalam hal
perawatannya. Beberapa bagian yang harus segera mendapatkan rehab
atau perawatan, seperti sarana perhubungan, sarana irigasi, dan sarana
olahraga.
j. Prasarana Produksi
Selama beberapa tahun prasarana produksi yang telah dikerjakan
antara lain rehab sarana olahraga dan Madin yang dilaksanakan dengan
dana pemerintah dan swadaya masyarakat.
k. Prasarana Perhubungan
Pasarana perhubungan belum berjalan dikarnakan masih dalam tahap
menunggu keputusan pemeritah
l. Prasarana Sosial
Sebagai pendukung kegiatan desa, selain pembangunan gedung
serbaguna di desa Bantarkawung juga sedang diadakan rehab beberapa
prasarana diantaranya 1 unit mesjid.
m. Potensi Desa
Potensi desa yang paling besar adalah dibidang pertanian. Lahan
padi dan palawija mencapai 205,2 Ha. Tanah kering 25,4 Ha, tanah
perkebunan 109,049 Ha, tanah Fasilitas umum 19,876 Ha. Lahan ini
sebagai potensi pengembangan pertanian didesa Bantarkawung.
Sarana umum yang dimiliki oleh desa Bantarkawung adalah sbagai
berikut :
1. Sarana keagamaan
Mushola

: 3 Mesjid dan 22

2. Sarana pendidikan

: 1 TK, 4 RA, 4 SD

Negeri, 2 MD, 1 MTS, 1 SMP Negeri, 1


SMA/SMK, 1 PAUD
3. Sarana kesehatan : 4 Posyandu balita dan 1
bidan desa setiap dusun
4. Sarana olahraga : 1 lapangan olahraga dan 1
lapangan bulutangkis.
I.4 Profil Posyandu/Posdaya
Pos Pemberdayaan Keluarga (POSDAYA) Kartini, yang didirikan
pada bulan Januari 2011 berdasarkan hasil Rapat Koordinasi Tingkat Dusun
Desa Bantarkawung, Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes pada
tanggal 31 Januari 2011. Posdaya Kartini berkedudukan di kediaman Ibu
Carsiti,

Dusun

Dukuh

Gempol,

Desa

Bantarkawung,

Kecamatan

Bantarkawung, Kabupaten Brebes.


Posdaya Kartini merupakan sebuah forum komunikasi yang terbuka
untuk seluruh warga Dusun Desa Bantarkawung tanpa membedakan suku,
keturunan, agama, kedudukan sosial, dan gender serta berwatak kebangsaan
Indonesia, kerakyatan dan keadilan sosial yang berlandaskan Pancasila.
Tujuan umum Posdaya adalah sebagai wadah sosial bersama untuk membantu
memberdayakan keluarga yang tidak mampu agar dapat menjadi keluarga
yang sejahtera. Tujuan khusus posdaya Kartini adalah :
a. Disegarkannya kembali modal sosial berupa kehidupan bergotong royong
dalam masyarakat untuk peduli dan saling membantu dalam proses
pemberdayaan atau bersama-sama memecahkan masalah kehidupan

sehingga keluarga yang tertinggal dapat memenuhi kebutuhan dan


membangun keluarga sejahtera secara mandiri.
b. Tumbuh dan berkembangnya lembaga dalam masyarakat dengan
terorganisirnya infrastruktur sosial yang sudah ada, yaitu keluarga, yang
memiliki kegiatan atau usahabersama-sama yang akan menjadi perekat
sosial, sehingga terscipta suatu kehidupan yang rukun dan dinamis untuk
mencapai kesejahteraan bersama.
c. Terbentuknya wadah organisasi atau wahana partisipasi sosial, dimana
setiap keluarga dapat memberi dan menerima pembaharuan yang bisa
membantu proses pemantapan fungsi-fungsi keluarga sehingga mampu
membangun kehidupan keluarga dengan mulus dan sejuk.
d. Terlaksananya program dan kegiatan yang dinamis untuk mencapai
tujuan Millenium Development goals (MDGs) yang telah menjadi
komitmen nasional.
Fungsi Posdaya Kartini adalah menghimpun, merumuskan, dan
memperjuangkan aspirasi anggota Posdaya secara nyata dalam hal
pemberdayaan keluarga dan masyarakat, memberdayakan dan menggerakan
anggota Posdaya untuk berperan aktif dalam pelaksanaan pembangunan,
berpartisipasi dalam penyelenggaraan P\\osdaya dan atau melakukan kontrol
sosial

secara

kritis,

korektif,

konstruktif,

dan

konsepsional,

serta

melaksanakan kaderisasi kepemimpinan yang demokratis dalam rangka


peningkatan kualitas pengabdian organisasi yang berwibawa.

I.5 Latar Belakang Kegiatan KKN Posdaya Secara Umum

Pembangunan nasional Indonesia diarahkan sebagai pembangunan


yang berwawasan kesehatan. Pembangunan kesehatan bertujuan untuk
meningkatkan derajat kesehata masyarakat agar nantinya dapat meningkatkan
mutu sumber daya manusia yang diperlukan dalam upaya pembangunan
nasional. Tercapainya pembangunan kesehatan masyarakat Indonesia ditandai
dengan lingkungan dan perilaku hidup bersih dan sehat para penduduknya
serta memiliki kemampuan untuk menjangkau pelayanan kesehatan bermutu
secara adil dan merata sehingga para penduduk di seluruh Indonesia mampu
mendapatkan derajat kesehatan semaksimal mungkin.
Perguruan Tinggi pada dasarnya merupakan salah satu elemen yang
penting dari suatu pembangunan nasional. Hal tersebut disebabkan karena
Perguruan

Tinggi

memiliki

peran

yang

sangat

strategis

dalam

menyelenggarakan pendidikan tinggi sehingga mampu menghasilkan insaninsan

berkualitas

yang

nantinya

diharapkan

mampu

memberikan

kontribusinya dalam upaya pembangunan nasional. Tidak hanya itu,


Perguaruan Tinggi juga berperan penting sebagai salah satu pusat pengenalan
dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) yang secara
tidak langsung bertanggung jawab terhadap pengembangan ilmu pengetahuan
sebagai sumber informasi bagi masyarakat luas. Gagasan tersebut sebenarnya
telah tercantum dalam Tri Darma Perguruan Tinggi. Berhubungan dengan
konsep Tri Darma Perguruan Tinggi tersebut, mahasiswa yang merupakan
bagian dari civitas akademika, sudah seharusnya membantu merealisasikan
konsep tersebut.

Kuliah Kerja Nyata Posdaya (KKN Posdaya) merupakan suatu upaya


dalam mengimplementasikan konsep Tri Darma Perguruan Tinggi, dimana
mahasiswa diharapkan mampu berperan aktif sebagai motivator dan
fasilitator, terutama dalam empat pilar Posdaya, yang terdiri dari bidang
pembangunan kesehatan, ekonomi, pendidikan dan lingkungan, terutama di
daerah pedesaan. Dengan adanya KKN Posdaya tersebut, diharapkan desa
tersebut akan mendapatkan kemajuan di keempat pilar tersebut yang
merupakan inti dari pembangunan nasional. KKN Posdaya sebagai bentuk
pengembangan dari Kuliah Kerja Nyata (KKN) untuk menangani bidang
kesehatan, ekonomi, pendidikan dan lingkungan di masyarakat agar
masyarakat mampu secara mandiri dalam menangani masalah kesehatan,
ekonomi, pendidikan dan lingkungan di masyarakat. KKN Posdaya yang
telah berlangsung hingga saat ini adalah sebuah bentuk kegiatan yang
didalamnya terdapat perpaduan antara darma pendidikan, penelitian dan
pengabdian terhadap masyarakat. Oleh karena itu, KKN Posdaya tersebut
bukanlah suatu program yang dapat berdiri sendiri dan terpisah dari tujuan isi
kurikulum, melainkan sebagai pelengkap isi kurikulum yang sudah ada.
Dengan

adanya

KKN

Posdaya,

mahasiswa

diharapkan

mampu

mengimplementasikan konsep-konsep akademis yang sudah dipelajari di


kampus ke dalam realita permasalahan kesehatan, ekonomi, pendidikan dan
lingkungan yang ada di kehidupan perdesaan.

I.6 Dasar Kegiatan

10

1) Pelaksanaan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Jenderal


Soedirman (Unsoed) didasarkan pada : Surat Keputusan Rektor Unsoed
No. Kept. 060/XII/1974 yang disempurnakan dengan Surat Keputusan
Rektor Unsoed No. Kept. 109/J23/Kep/KN/1997
2) Surat Keputusan Rektor Unsoed No. Kept. 71/J23/PP/2002 tanggal 14
Maret 2002 tentang mata kuliah pengembangan kepribadian Unsoed. KKN
(UNO 113) merupakan salah satu mata kuliah pengembangan keprobadian
(MPKP) dan diwajibkan bagi seluruh mahasiswa Unsoed dengan bobot 3
SKS.
3) Buku Pedoman Unsoed 2004-2005, Bab III tentang sistem pendidikan poin
F, disebutkan tugas akhir program sarjana meliputi Praktek Kerja
Lapangan (PKL), Kuliah Kerja Nyata (KKN), Seminar, Skripsi dan Ujian
Pendadaran.
4) Tri Darma Perguruan Tinggi

I.7 Tujuan
I.7.1 Tujuan Umum
Menggambarkan secara keseluruhan tentang permasalahan kesehatan
yang ada di Desa Bantarkawung Kecamatan Bantarkawung Kabupaten
Brebes.
I.7.2 Tujuan Khusus
Adapun tujuan khusus kegiatan KKN Posdaya ini, yaitu :
1. Menggambarkan keadaan demografi Desa Bantarkawung
2. Menggambarkan
keadaan
pendidikan
masyarakat
Bantarkawung
3. Menggambarkan keadaan ekonomi Desa Bantarkawung

11

Desa

4. Menggambarkan keadaan sosial budaya serta sarana dan prasarana


serta tata guna lahan Desa Bantarkawung
5. Menganalisa dan menggali potensi kesehatan yang ada di Desa
Bantarkawung

I.8 Manfaat
Adapun manfaat kegiatan KKN Posdaya ini, antara lain :
1. Memperdalam pengertian terhapap cara berpikir dan bekerja secara
interdisipliner, sehingga dapat menghayati adanya ketergantungan,
keterkaitan dan kerjasama antara masyarakat dan mahasiswa.
2. Membina mahasiswa sebagai motivator, fasilitator dan problem solver
untuk memecahkan permasalahan kesehatan, ekonomi, pendidikan dan
lingkungan.
3. Masyarakat memperoleh bantuan pemikiran, ilmu, teknologi dan seni serta
pengalaman dalam menggali dan menumbuhkan potensi swadaya
masyarakat sehingga mampu berpartisipasi aktif dalam pembangunan
kesehatan.
4. Perguruan tinggi memperoleh umpan balik sebagai pengintegrasian
mahasiswanya dengan proses pembangunan di tengah-tengah masyarakat
sehingga kurikulum, materi perkuliahan dan pengembangan ilmu yang
didapat di perguruan tinggi dapat disesuaikan dengan tuntutan nyata dari
pembangunan.

I.9 Latar Belakang Kegiatan KKN Posdaya Dirinci Perbidang

12

a. Bidang Kesehatan
Desa Bantarkawung memiliki 4 (empat) buah lokasi Posyandu yang sudah
berjalan cukup optimal dan rutin dilaksanakan dengan dibantu bidan desa
dan para kader Posyandu. Penduduk Desa Bantarkawung, terutama di
Dusun Dukuh Gempol, sebagian besar tergolong dalam usia lanjut. Dalam
hal kesehatan, penduduk lanjut usia (lansia) mengalami berbagai
penurunan kualitas kesehatan fisik sehingga banyak muncul berbagai
penyakit degeneratif. Oleh karena itu, masyarakat perlu diberikan
informasi terkait dengan kesehatan lansia dan perlu dilakukan pula
pemantauan kesehatan lansia secara berkala sehingga kualitas hidup lansia
menjadi lebih meningkat. Selain itu, perilaku warga Desa Bantarkawung
dapat dikatakan jauh dari criteria perilaku hidup bersih dan sehat, sehingga
perlu diberikan informasi mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat
(PHBS). Perilaku tersebut seharusnya sudah mulai ditanamkan dalam
pribadi masing-masing

sejak masih usia dini, sehingga akan terbiasa

berperilaku sehat hingga dewasa. Upaya tersebut diwujudkan melalui


pelatihan cara menggosok gigi dan mencuci tangan yang baik dan benar,
sehingga dapat menghindarkan diri dari penyakit.
Berdasarkan data Puskesmas Kecamatan Bantarkawung, sebagian besar
masyarakat Desa Bantarkawung sudah menerapkan prinsip Keluarga
Berencana (KB) dengan menggunakan berbagai alat kontrasepsi pencegah
kehamilan. Namun, pemiihan alat kontrasepsi yang digunakan sebagian
besar belum tepat. Oleh karena itu, masyarakat membutuhkan informasi
lebih mengenai pemilihan alat kontrasepsi yang tepat dan efisien.

13

Melihat data Kartu Menuju Sehat (KMS) dari Posyandu balita, masih ada
beberapa warga yang memiliki bayi atau balita dengan gizi kurang atau
buruk. Padahal, seorang anak yang terlahir ke dunia merupakan generasi
penerus bangsa. Hal tersebut disebabkan banyaknya warga yang
kekurangan informasi mengenai pemberian gizi bagi bayi dan balita. Oleh
karena itu, dibutuhkan informasi mengenai hal tersebut sehingga para ibu
dapat memperbaiki perilaku mereka dalam hal pemberian gizi anak
sehingga derajat kesehatan anak semakin meningkat. Tidak hanya gizi saja
yang berperan penting bagi kesehatan anak, namun olahraga juga turut
memberikan andil besar. Untuk mencapai upaya tersebut, anak-anak perlu
dibiasakan untuk berolahraga sejak dini, salah satunya melalui Senam
Kesehatan Jasmani (SKJ).
Banyaknya anak usia sekolah di Desa Bantarkawung sebagai generasi
penerus bangsa membutuhkan kualitas pendidikan yang baik untuk
nantinya mampu digunakan sebagai usaha pengembangan desa. Pemberian
garam beryodium dapat mendukung upaya peningkatan kualitas fisik serta
kesehatan

yang

penting

dalam

peningkatan

kualitas

pendidikan.

Sayangnya, banyak sekali garam yang berlabel garam beryodium,


namun ternyata tidak mengandung yodium sama sekali. Oleh karena itu,
dibutuhkan adanya penyuluhan mengenai pentingnya garam beryodium
dan cara menguji garam beryodium.
Desa Bantarkawung

tercatat pernah mengalami Kejadian Luar Biasa

(KLB) peyakit Chikungunya pada sekitar awal tahun 2011 lalu yang
menelan banyak korban. Namun, pengetahuan masyarakat setempat

14

mengenai penyakit tersebut justru sangat minimal. Untuk meningkatkan


pengetahuan masyarakat tersebut serta untuk mengantisipasi munculnya
kembali KLB penyakit Chikungunya, perlu diadakan sosialisasi terhadap
masyarakat mengenai Chikungunya dan cara pencegahannya.
b. Bidang Pendidikan
Kegiatan pendidikan di desa Bantarkawung pada umumnya berjalan
dengan baik. Namun, terdapat beberapa kendala dalam proses kegiatan
seperti, kurangnya minat baca para siswa SD, kurangnya fasilitas dan
fasilitator dalam proses belajar mengajar, serta adanya ketertinggalan
kurikulum yang berdampak pada kurangnya pemahaman siswa terhadap
materi ajar. Oleh karena itu, mahasiswa KKN melakukan program
Bimbingan Belajar guna meningkatkan meningkatkan minat dan
kemampuan siswa dalam setiap Mata Pelajaran.
c. Bidang Ekonomi
Rendahnya pendapatan masyarakat dan kurangnya keterampilan usaha
dalam pengolahan hasil pertanian masyarakat melatarbelakangi mahasiswa
KKN memberikan pelatihan keterampilan usaha dan pengembangan
industri rumah tangga serta pembuatan olahan jamur menjadi jamur kriuk
dan abon jamur. Pelatihan ini diharapkan mampu meningkatkan
pendapatan warga dan meningkatkan kreativitas warga dalam mengolah
hasil pertanian yang ada.
d. Bidang Pemberdayaan Lingkungan
Bidang pemberdayaan lingkungan, masalah yang timbul adalah kurangnya
pemanfaatan

lahan

pekarangan

15

rumah

masyarakat,

kurnganya

pemeliharaan lingkungan sekitar dan kurangnya pemanfaatan limbah dari


kotoran ternak sehingga menjadi polusi bagi warga sekitar. Sehingga
mahasiswa KKN memberikan penyuluhan pemanfaatan lahan pekarangan
tumah yang ada sebagai sarana penanaman tanaman hijuan serta TOGA
(Tanaman Obat Keluarga), pennyuluhan dan pelatiha pembuatan pupuk
organic padat dan cair, pemberian tempat sampah di beberapa tempat
umum dan mengajak warga desa untuk gotong royong membersihkan
lingkungan secara rutin.

BAB II
PELAKSANAAN PROGRAM KERJA DAN PEMBAHASAN

16

Pelaksanaan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Posdaya Universitas


Jenderal Soedirman Semester Gasal Tahun Ajaran 2011/2012 di Desa
Bantarkawung dimulai sejak tanggal 19 Juli 2011 sampai dengan 22 Agustus
2012. Kegiatan KKN Posdaya ini terdiri dari empat bidang, yaitu Bidang
Kesehatan, Bidang Pendididkan, Bidang Ekonomi, dan Bidang Pemberdayaaan
Lingkungan yang keseluruhannya meliputi bidang fisik dan non fisik.
Posdaya

adalah

Pos

Pemberdayaan

Keluarga

yang

merupakan

pengembangan dari Posyandu dan biasanya hanya mencakup bidang kesehatan.


Sedangkan Posdaya tidak hanya mencakup bidang kesehatan saja tetapai ada tiga
bidang lainnya yaitu bidang Pendidikan, bidang Ekonomi, dan bidang
Pemberdayaan Lingkungan.
Di desa Bantarkawung sudah terbentuk Posdaya dengan nama Posdaya
KARTINI. Pembentukan Posdaya di desa Bantarkawung di awali dengan Rapat
Koordinasi Posdaya tanggal 31 Januari 2011 di Balai Desa Bantarkawung.
Pembentukan Posdaya ini merupakan program kerja KKN Posdaya Periode
Januari/Febuari 2011. Pada rapat tersebut dibahas dasar-dasar dan pengertian
Posdaya disertai pembentukan Posdaya dan pemilihan pengurus Posdaya serta
pembentukan

AD/ART Posdaya.

Kemudian

terbentuklah

Posdaya

desa

Bantarkawung yang diberi nama Posdaya Kartini yang berlokasi di kediaman ibu
Carsiti di dusun Dukuh Gempol.
Program kerja selanjutnya yang dilakukan oleh kami sebagai tim KKN
Posdaya periode Juli/Agustus adalah melanjutkan program kerja Posdaya yang
belum terrealisasi dan membentuk program kerja baru yang mendukung kemajuan
bagi Posdaya dan masyarakat desa Bantarkawung. Posdaya Kartini desa

17

Bantarkawung di harapkan dapat berkembang mensejahterakan desa dan warga


desa Bantarkawung melalui program-program yang dibuat tim KKN Posdaya dan
dilaksanakan

bekerjasama

antar

perangkat

desa

dengan

warga

desa

Bantarkawung.

II.1 Realisasi Program Kerja


Pelaksanaan program KKN Posdaya di Desa Bantarkawung dibagi
menjadi dua yaitu program kerja non fisik dan fisik. Pelaksanaan program
KKN Posdaya baik program non fisik maupun fisik merupakan programprogram kegiatan yang dirancang berdasarkan hasil observasi dilapangan dan
pemikiran kelompok KKN Posdaya sendiri dengan melihat potensi sumber
daya yang belum tergali, serta adanya masukan dari masyarakat.
Program non fisik merupakan program yang bertujuan untuk membuka
dan mengubah pola piker masyarakat dengan pemberian materi bersangkutan
dengan bidang-bidang yang ada dalam Posdaya ini seperti Kesehatan,
Pendidikan, Ekonomi dan Produksi (Kewirausahaan), dan lingkungan.
Pemberian materi dapat dilakukan dengan penyuluhan dan sosialisasi.
Pelaksanaan kegiatan KKN

Posdaya khususnya program non fisik

dapat berjalan dengan lancar dan terselesaikan dengan baik. Pelaksanaan


program fisik dalam program KKN Posdaya kebanyakan merupakan realisasi
dari program non fisik yang telah terlebih dahulu dilakukan. Program ini
merupakan program yang secara nyata dapat dilihat wujudnya. Untuk tabel
pelaksanaan matriks kegiatan dalam bentuk tabel dapat dilihat pada lampiran
di belakang laporan ini. Matriks kegiatan ini merupakan salinan dari matriks

18

kegiatan yang telah ditempel dan dikumpulkan untuk KKN Posdaya di Desa
Bantarkawung.

II.2 Matriks Realisasi Program Kerja


(Terlampir)

II.3 Pelaksanaan Program dan Pembahasan


II.3.1 Program Yang Terlaksana
II.3.1.a Fisik
A. Bidang Kelembagaan
1. Pemasangan Plang Posko KKN
a) Lokasi : Desa Bantarkawung
b)Sasaran : Warga Dusun Dukuh
Gempol
c) Waktu Pelaksanaan
: 20 Juli 2011
d)Biaya
: Rp 25.000,00
e) Hasil dan Manfaat
:
Penanda
keberadaan

posko

(kediaman

sementara) mahasiswa KKN


f) Faktor Pendorong
: Merupakan
kewajiban masing-masing posko
g)Faktor Penghambat
:2. Pemasangan Petunjuk Arah
a) Lokasi :
Area
menuju
Desa
Bantarkawung
b)Sasaran : Warga Desa Bantarkawung
dan sekitarnya
c) Waktu Pelaksanaan
: 20 Juli 2011
d)Biaya
: Rp 10.000,00

19

e) Hasil dan Manfaat

Mempermudah warga untuk menuju


lokasi posko kkn
f) Faktor Pendorong
persimpangan

:
jalan

Banyaknya
yang

dapat

membingungkan warga
g)Faktor Penghambat
:

Warga

mengambil petunjuk arah tsb untuk


suatu keperluan

B. Bidang Kesehatan
1. Pemeriksaan Tekanan Darah dan BMI (Body Mass Index)
a) Lokasi

: Pesantren Al-Mansyuriah

Dusun Dukuh Gempol


b)Sasaran : Warga lanjut usia (50 orang)
c) Waktu

: 21 Juli 2011

d)Biaya

: Rp 50.000,00

e) Hasil dan Manfaat

: Para warga

lanjut usia di Dusun Dukuh Gempol


Desa

Bantarkawung

semakin

memahami kondisi kesehatan mereka


dan mulai memperhatikan kesehatan
diri serta lingkungan. Mereka juga
mulai memeriksakan kesehatan diri
dan sekitarnya secara rutin.

20

f) Faktor Pendorong
pesantren
sebagian

bersedia
waktu

Pihak
memberikan

pengajian

yang

sedang berlangsung demi jalannya


acara

pemeriksaan tersebut.

warga

antusias

dalam

Para

menerima

pelayanan yang diberikan, terlihat


dari jumlah peserta yang terlibat.
g)Faktor Penghambat

Alat-alat

yang digunakan untuk pelayanan


pemeriksaan
sehingga

datang

terlambat,

pelayanan

terlambat

dimulai.

2. Gerakan Sadar Gosok Gigi


a) Lokasi

: RA Al-Mansyuriah Dukuh

Gempol dan TK Pertiwi Dusun


Bantarkawung Tengah
b)Sasaran : Murid RA dan TK (53
orang)
c) Waktu

: 21 dan 25 Juli 2011

d)Biaya

: Rp 108.000,00

e) Hasil dan Manfaat

: Para murid

RA dan TK menjadi paham tentang

21

pentingnya gosok gigi

serta cara

menggosok gigi yang baik dan benar.


Para

murid

juga

mulai

menerapkannya ke dalam kehidupan


dirinya.

Kesehatan

semakin

diri

meningkat

menjadi

dan

jarang

terjangkit penyakit, terutama penyakit


infeksi.
f) Faktor Pendorong

Pihak

sekolah menyambut dengan sangat


baik

dan

bersedia

menyiapakan

membantu

peralatan

yang

dibutuhkan untuk pelatihan gosok


gigi. Para orang tua murid sangat
antusias

dalam

menyambut

mahasiswa.
g)Faktor Penghambat

:-

3. Gerakan Sadar Cuci Tangan


a) Lokasi

: RA Al-Mansyuriah Dukuh

Gempol
b)Sasaran : Murid RA (20 orang)
c) Waktu

: 30 Juli 2011

d)Biaya

: Rp 25.000,00

22

e) Hasil dan Manfaat


RA

: Para murid

menjadi

paham

pentingnya cuci tangan

tentang
serta cara

mencuci tangan yang baik dan benar.


Para

murid

juga

mulai

menerapkannya ke dalam kehidupan


dirinya.

Kesehatan

semakin

diri

meningkat

menjadi

dan

jarang

terjangkit penyakit, terutama penyakit


infeksi.
f) Faktor Pendorong

Pihak

sekolah menyambut dengan sangat


baik

dan

bersedia

menyiapakan
dibutuhkan

membantu

peralatan
untuk

pelatihan

yang
cuci

tangan. Para orang tua murid sangat


antusias

dalam

menyambut

mahasiswa.
g)Faktor Penghambat

:-

4. Senam Kesehatan Jasmani


a) Lokasi

: RA Al-Mansyuriah Dukuh

Gempol
b)Sasaran

23

: Murid RA (20 orang)

c) Waktu

: 30 Juli 2011

d)Biaya

: Rp 21.000,00

e) Hasil dan Manfaat:

Para

murid

RA

menjadi paham tentang pentingnya


olahraga serta mulai membiasakan diri
sejak dini untuk berolahraga secara
teratur. Kesehatan diri menjadi semakin
meningkat

dan

jarang

terjangkit

penyakit, terutama penyakit infeksi.


f) Faktor Pendorong :

Pihak

sekolah

menyambut dengan sangat baik dan


bersedia

membantu

peralatan

yang

menyiapakan

dibutuhkan

untuk

berolahraga. Para orang tua murid


sangat antusias

dalam menyambut

mahasiswa.
g)Faktor Penghambat

:-

5. Pemantauan KMS
a) Lokasi

Posko

Posdaya

Kartini

Dukuh Gempol
b)Sasaran

: Ibu-ibu yang memiliki anak

bayi atau balita (50 orang)


c) Waktu

24

: 9 Agustus 2011

d)Biaya

:-

e) Hasil dan Manfaat: Pengetahuan para


ibu

mengenai

gizi

anak

semakin

bertambah. Para bayi atau balita yang


mengalami gizi kurang atau buruk
dapat terdeteksi dengan segera.
f) Faktor Pendorong :

Kegiatan

tersebut

bekerja sama dengan pihak Posyandu


Balita, terutama Bidan Desa yang
sangat

membantu

penyelenggaraan

pemantauan

dalam
KMS

tersebut.
g)Faktor Penghambat

:-

C. Bidang Pendidikan
1. Bimbingan Belajar PAUD dan SD
a) Lokasi
: Desa Bantarkawung Dusun
Dukuh Gempol
b)Sasaran : Siswa SD dan PAUD (100
orang)
c) Waktu Pelaksanaan: 25 Juli 19 Agustus
2011
d)Biaya
: Rp 20.000,00
e) Hasil dan Manfaat: Membantu
siswa

SD

maupun

PAUD

para
dalam

memahami pelajaran di sekolah


f) Faktor Pendorong : keinginan untuk
dapat menyelesaikan masalah
g)Faktor Penghambat: -

25

2. Lomba MTQ dan Adzan


a) Lokasi

Kantor

Kecamatan

Bantarkawung
b)Sasaran : Siswa SD (36 orang)
c) Waktu Pelaksanaan: 17 Agustus- 18
Agustus 2011
d)Biaya
: Rp 40.000,00
e) Hasil dan Manfaat: Menggali
siswa SD
f) Faktor Pendorong :

potensi

Partisipasi

siswa

yang tinggi dalam mengikuti kegiatan


dalam

rangka

memperingati

kemerdekaan
g)Faktor Penghambat

hari

:-

D. Bidang Ekonomi
1. Pembuatan Makanan Olahan
a) Lokasi : Posdaya Kartini Dukuh
Gempol
b)Sasaran :

Warga

Dusun

Dukuh

Gempol (30 orang)


c) Waktu Pelaksanaan
: 29 Juli 2011
d)Biaya : Rp 50.000,00
e) Hasil dan Manfaat
:
Meningkatnya keterampilan rumah
tangga dan pemberdayaan wanita.
Selain

itu,

usaha

pembuatan

makanan olahan dapat membantu


meningkatkan pendapatan keluarga.

26

f) Faktor Pendorong

: Rasa ingin

tahu masyarakat yang cukup tinggi


mengenai
menjadi

pengolahan
makanan

jamur

yang

dapat

dijadikan sebagai peluang usaha.


g)Faktor Penghambat : E. Bidang Pemberdayaan Lingkungan
1. Kerja Bakti (Jumat Bersih)
h)Lokasi : Desa Bantarkawung Dusun
Dukuh Gempol
i) Sasaran : Warga

Dusun

Dukuh

Gempol (30 orang)


j) Waktu Pelaksanaan
: 29 Juli 2011
k)Biaya : Rp 5.000,00
l) Hasil dan Manfaat
: Lingkungan
menjadi

bersih

terjaga
m) Faktor Pendorong

dan
:

kesehatan
Adanya

partisipasi masyarakat yang cukup


tinggi

untuk

lingkungan
n)Faktor Penghambat

menjaga
:

Sebagian

besar masyarakat lebih memilih


melakukan kerja bakti hanya di
lingkungan rumah mereka sendiri
saja
2. Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik Padat dan Cair
a) Lokasi : Pompes Miftahul Khoer
dusun Dukuh Gempol

27

b)Sasaran : Warga kelompok tani dan


peternak (30 0rang)
c) Waktu pelaksanaan
: 30 Juli 2011
d)Biaya : Rp 63.000,00
e) Hasil dan Manfaat
:
Limbah
peternakan tidak terbuang percuma
melainkan dapat digunakan untuk
pupuk

bagi

peternak

lahan

pertanian,

mendapat

tambahan

penghasilan,

penggunaan

pupuk

organik sebagai salah satu langkah


menuju pertanian organik.
f) Faktor Pendorong
:
Tingginya
antusias para petani dan peternak
untuk membuat pupuk sendiri
g)Faktor Penghambat : Terbatasnya
anggaran biaya

3.

Pengadaan Tempat Sampah


a) Lokasi : Desa Bantarkawung Dusun
Dukuh Gempol
b)Sasaran : Tempat Umum (Sekolah,
Masjid, Posko Posdaya, Pondok
Pesantren) sebanyak 6 unit
c) Waktu Pelaksanaan
: 5 Agustus
2011
d)Biaya : Rp 30.000,00
e) Hasil dan Manfaat
:
Membiasakan

28

warga

membuang

sampah pada tempatnya sehingga


kebersihan lingkungan dapat terjaga
f) Faktor Pendorong
: Ketersediaan
tempat sampah di beberapa tempat
umum

masih

kurangnya
akan

terbatas,

dan

kesadaran masyarakat

dampak

negative

dari

membuang sampah sembarangan


g)Faktor Penghambat : Terbatasnya
biaya
II.3.1.b Non Fisik
A. Bidang Kelembagaan
1. Sosialisasi KKN
a) Lokasi

: Desa Bantarkawung Dusun

Dukuh Gempol
b)Sasaran : Warga

Dusun

Dukuh

Gempol (30 orang)


c) Waktu pelaksanaan: Juli 2011
d)Biaya
:e) Hasil dan manfaat :
Warga

dapat

mengetahui dan mengenal masingmasing dari mahasiswa kkn


f) Faktor pendorong : Antusiasme warga
untuk segera bersosialisasi dengan
mahasiswa kkn
g)Faktor
penghambat:
anggaran biaya

2. Sosialisasi Program Kerja

29

Terbatasnya

a) Lokasi

: Desa Bantarkawung Dusun

Dukuh Gempol
b)Sasaran : Warga

Dusun

Gempol (30 orang)


c) Waktu pelaksanaan
d)Biaya
:e) Hasil dan manfaat

Dukuh

: 24 Juli 2011
: Lingkungan

menjadi bersih dan kesehatan terjaga


f) Faktor pendorong
:
Adanya
keinginan masyarakat untuk hidup
bersih
g)Faktor penghambat

Kurangnya

antusiasme dari masyarakat sekitar


B. Bidang Kesehatan
1. Sosialisasi KB
a) Lokasi

: Kecamatan Bantarkawung

b)Sasaran :

Ibu-ibu

pengguna

alat

kontrasepsi KB (250 orang)


c) Waktu

: 26 Juli 2011

d)Biaya

:-

e) Hasil dan Manfaat


semakin

terbuka

Para

ibu

wawasannya

mengenai jenis-jenis alat kontrasepsi


dalam program KB dan mengetahui
jenis pemilihan alat kontrasepsi yang
paling tepat dan efisien

30

f) Faktor Pendorong

Banyaknya

jumlah pengguna alat kontrasepsi KB


yang sangat antusias mensukseskan
program

KB.

Selain

itu,

acara

tersebut berjalan sebagai hasil kerja


sama

dengan

Kecamatan

pihak

Puskesmas

Bantarkawung

dan

dilaksanakan pula pelayanan jasa KB


secara gratis oleh pihak Puskesmas.
g)Faktor Penghambat

Proses

administrasi yang berjalan tersendat


akibat rasio yang tidak seimbang
antara jumlah pendaftar layanan KB
dengan pihak administrasi.

2. Sosialisasi Kesehatan Lansia


a) Lokasi

: Pesantren Al-Mansyuriah

Dusun Dukuh Gempol


b)Sasaran :

Warga lanjut usia (50

orang)
c) Waktu

: 21 Juli 2011

d)Biaya

: -

e) Hasil dan Manfaat

: Para warga

lanjut usia di Dusun Dukuh Gempol

31

Desa

Bantarkawung

semakin

memahami kondisi kesehatan mereka


dan mulai memperhatikan kesehatan
diri serta lingkungan.
f) Faktor Pendorong
pesantren
sebagian

bersedia
waktu

Pihak
memberikan

pengajian

yang

sedang berlangsung demi jalannya


acara sosialisasi tersebut. Para warga
antusias dalam menerima pengarahan
yang diberikan, terlihat dari jumlah
peserta yang terlibat.
g)Faktor Penghambat

Alat-alat

yang digunakan untuk sosialisasi


datang terlambat, sehingga sosialisasi
terlambat dimulai.

3. Sosialisasi PHBS
a) Lokasi

: RA Al-Mansyuriah Dukuh

Gempol dan TK Pertiwi Dusun


Bantarkawung Tengah
b)Sasaran : Orang tua murid (53 orang)
c) Waktu

: 21 dan 25 Juli 2011

d)Biaya

:-

32

e) Hasil dan Manfaat

Para orang

tua murid menjadi paham tentang


Perilaku Hidup Bersih dan Sehat
(PHBS) serta mulai menerapkannya
ke

dalam

kehidupan

diri

dan

keluarganya. Kesehatan diri yang


semakin

meningkat

dan

jarang

terjangkit penyakit, terutama penyakit


infeksi.
f) Faktor Pendorong

Pihak

sekolah menyambut dengan sangat


baik

dan

bersedia

menyiapakan

membantu

peralatan

yang

dibutuhkan untuk sosialisasi. Para


orang tua murid sangat antusias
dalam menyambut mahasiswa.
g)Faktor Penghambat: -

4. Sosialisasi Gizi Anak


a) Lokasi :

Posko

Posdaya

Kartini

Dukuh Gempol
b)Sasaran : Ibu-ibu yang memiliki anak
bayi atau balita (60 orang)

33

c) Waktu : 9 Agustus 2011


d)Biaya : e) Hasil dan Manfaat
para

ibu

: Pengetahuan

mengenai

gizi

anak,

khususnya Makanan Pendamping


ASI (MP-ASI) semakin bertambah.
f) Faktor Pendorong

Kegiatan

tersebut bekerja sama dengan pihak


Posyandu Balita, terutama Bidan
Desa yang sangat membantu dalam
penyelenggaraan sosialisasi.
g)Faktor Penghambat
ibu

yang

mengikuti

Banyaknya
sosialisasi

sambil membawa anak, sehingga


kegiatan sosialisasi tersebut tidak
dapat berjalan secara maksimal
akibat konsentrasi yang terpecah
belah.

5. Penyuluhan penyakit Chikungunya


a) Lokasi : Pondok Pesantren Miftahul
Khoer Dukuh Gempol
b)Sasaran : Warga (50 orang)

34

c) Waktu : 13 Agustus 2011


d)Biaya : e) Hasil dan Manfaat
para

warga

: Pengetahuan

mengenai

penyakit

Chikungunya semakin meningkat.


Warga mengetahui cara pencegahan
penyakit Chikungunya.
f) Faktor Pendorong

Banyak

warga yang antusias menyambut


penyuluhan. Kerjasama yang baik
antara mahasiswa dengan pihak
Miftahul Khoer sehingga diizinkan
untuk mengadakan penyuluhan pada
waktu

yang

bersamaan

dengan

pengajian.
g)Faktor Penghambat

:-

6. Penyuluhan Garam Beryodium


a) Lokasi : Pondok Pesantren Miftahul
Khoer Dukuh Gempol
b)Sasaran : Warga
c) Waktu : 6 Agustus 2011
d)Biaya : -

35

e) Hasil dan Manfaat

: Para warga,

terutama ibu-ibu yang menghadiri


penyuluhan memahami pentingnya
garam

beryodium.

Selain

itu,

mereka juga mengerti bagaimana


cara menguji garam yang benarbenar mengandung yodium.
f) Faktor Pendorong
tersebut

Kegiatan

dilaksanakan

digabung

dengan pengajian rutin yang biasa


dilaksanakan di pondok pesantren.
Pihak pondok pesantren bersedia
membagi sebagian waktu pengajian
untuk

dilakukan

penyuluhan

tersebut.
g)Faktor Penghambat
C. Bidang Pendidikan
1. Sosialisasi Gemar Membaca
a) Lokasi

:-

: Desa Bantarkawung Dusun

Dukuh Gempol
b)Sasaran : Siswa SD (90 orang)
c) Waktu Pelaksanaan
: 4 Agustus
2011
d)Biaya
:e) Hasil dan Manfaat: Meningkatkan minat
membaca siswa sekolah dasar

36

f) Faktor Pendorong :

Keinginan

dapat membaca buku


g)Faktor Penghambat
buku

pelajaran

untuk

: Keterbatasan
yang

ada

di

perpustakaan sekolah
D. Bidang Ekonomi
1. Sosialisasi Pembuatan Makanan Olahan
a) Lokasi
: Posdaya Kartini Dukuh Gempol
b)Sasaran : Warga Dusun Dukuh
Gempol (30 orang)
c) Waktu Pelaksanaan
: 29 Juli 2011
d)Biaya : Rp 15.000,00
e) Hasil dan Manfaat
:
Meningkatnya keterampilan rumah
tangga dan pemberdayaan wanita.
Selain

itu,

usaha

pembuatan

makanan olahan dapat membantu


meningkatkan pendapatan keluarga.
f) Faktor Pendorong
: Rasa ingin
tahu masyarakat yang cukup tinggi
mengenai
menjadi

pengolahan
makanan

yang

jamur
dapat

dijadikan sebagai peluang usaha.


g)Faktor Penghambat : 2. Sosialisasi Pengembangan Industri Rumah Tangga
a) Lokasi
: Posdaya Kartini Dukuh Gempol
b)Sasaran : Warga Dusun Dukuh
Gempol (30 orang)
c) Waktu Pelaksanaan
d)Biaya : -

37

: 29 Juli 2011

e) Hasil dan Manfaat

Meningkatnya kemampuan warga


untuk

mengembangkan

industri

rumah tangga dengan biaya minimal


namun dapat menambah pemasukan
dana bagi keluarga.
f) Faktor Pendorong
: Rasa ingin
tahu masyarakat yang cukup tinggi
mengenai

upaya

pengembangan

industri rumah tangga.


g)Faktor Penghambat : E. Bidang Pemberdayaan Lingkungan
1. Penyuluhan Kebersihan Lingkungan
a) Lokasi
: Desa Bantarkawung Dusun
Dukuh Gempol
b)Sasaran : Warga

Dusun

Dukuh

Gempol (30 orang)


c) Waktu Pelaksanaan
: 24 Juli 2011
d)Biaya
:e) Hasil dan Manfaat: Lingkungan menjadi
bersih dan kesehatan terjaga.
f) Faktor Pendorong : Adanya keinginan
masyarakat untuk hidup bersih.
g)Faktor Penghambat
: Kurangnya
antusiasme dari masyarakat sekitar.

2. Penyuluhan Pembuatan Pupuk Organik


a) Lokasi
: Desa Bantarkawung Dusun
Dukuh Gempol

38

b)Sasaran

Warga

Dusun

Gempol (30 orang)


c) Waktu pelaksanaan
d)Biaya
:e) Hasil dan manfaat :
kemampuan

Dukuh

: 30 Juli 2011
Meningkatkan

dan

keterampilan

masyarakat dalam mengolah limbah


ternak menjadi pupuk organik
f) Faktor pendorong : Adanya keinginan
masyarakat untuk
g)Faktor penghambat

Sebagian

besar masyarakat melakukan kerja


bakti hanya di lingkungan rumah
meraka sendiri saja

3. Penyuluhan TOGA (Tanaman Obat Keluarga)


a) Lokasi
: Desa Bantarkawung Dusun
Dukuh Gempol
b)Sasaran : Warga
Gempol (25 orang)
c) Waktu pelaksanaan

Dusun
:

Dukuh
Agustus

2011
d)Biaya
:e) Hasil dan manfaat : Memanfaatkan lahan
pekarangan yang tersedia sehingga
menjadi

lebih

berguna

sebagai

penghasil obat-obat herbal


f) Faktor pendorong : Adanya partisipasi
masyarakat yang cukup tinggi untuk
menjaga

39

lingkungan

g)Faktor penghambat

Sebagian

besar masyarakat melakukan kerja


bakti hanya di lingkungan rumah
meraka sendiri saja

F. Program Kerja Tambahan


1. Lomba Peringatan HUT Proklamasi
a) Lokasi
: Desa Bantarkawung Dusun Dukuh
Gempol
b)Sasaran : Siswa SD (100 orang)
c) Waktu Pelaksanaan
: 15 Agustus
2011
d)Biaya
: Rp 70.000,00
e) Hasil dan Manfaat: Menggali
siswa SD
f) Faktor Pendorong :

potensi

Partisipasi

siswa

yang tinggi dalam mengikuti kegiatan


dalam

rangka

kemerdekaan
g)Faktor Penghambat

memperingati

hari

:-

2. Pemberian Vitamin A
a) Lokasi
: Posdaya Kartini
b)Sasaran : Bayi dan balita
c) Waktu Pelaksanaan
: 9
2011
d)Biaya
:e) Hasil dan Manfaat:

Bayi

dan

Agustus

balita

mendapatkan vitamin A yang penting


bagi kesehatan mata.
f) Faktor Pendorong : Antusiasme para ibu
yang tinggi dalam mengikuti kegiatan

40

pemberian vitamin A. Selain itu,


kegiatan tersebut terselenggara berkat
kerjasama dengan bidan desa dan
puskesmas.
g)Faktor Penghambat

: Banyak bayi

dan balita yang menangis sehingga


membuat konsentrasi tenaga kesehatan,
pengurus posdaya dan administrasi
menjadi terpecah belah.
3. Lomba Cerdas Cermat
a) Lokasi

Kantor

Kecamatan

Bantarkawung
b)Sasaran : Siswa SD (54 orang)
c) Waktu Pelaksanaan
: 17 Agustus18 Agustus 2011
d)Biaya
: Rp 40.000,00
e) Hasil dan Manfaat: Menggali
siswa SD
f) Faktor Pendorong :

potensi

Partisipasi

siswa

yang tinggi dalam mengikuti kegiatan


dalam

rangka

memperingati

kemerdekaan
g)Faktor Penghambat

hari

:-

4. Perpisahan
a) Lokasi

Posdaya

Kartini

Dukuh Gempol
b)Sasaran :
Pengurus

Dusun
Posdaya,

Perangkat Desa, Warga dan Mahasiswa


c) Waktu Pelaksanaan
: 21 Agustus
2011

41

d)Biaya
: Rp 400.000,00
e) Hasil dan Manfaat: Memelihara
silaturahmi antar pihak terkait
f) Faktor Pendorong : Kerjasama

tali
yang

telah terjalin dengan cukup baik antara


mahasiswa dan pihak-pihak terkait.
Rasa kekeluargaan dan saling memiliki
yang terbentuk setelah 35 hari.
g)Faktor Penghambat
:II.3.2 Program Yang Tidak Terlaksana
A. Pemasangan Batas Dusun
1. Tujuan
menjadi

: Agar batas antar dusun


jelas

sehingga

dapat

memberikan petunjuk yang jelas bagi


warga setempat maupun orang yang
berkunjung ke desa.
2. Sasaran
: Seluruh

Warga

Bantarkawung
3. Rencana Waktu Pelaksanaan

Desa
:

31

Juli 2011
4. Hambatan : Tidak tersedianya dana yang
mencukupi untuk melaksanakan program
tersebut.
B. Perpustakaan Keliling
1. Tujuan

: Meningkatkan minat para

siswa dalam membaca


2. Sasaran
: Siswa SD
3. Rencana Waktu Pelaksanaan
Agustus 2011

42

4. Hambatan : Tidak tersedianya dana yang


mencukupi untuk melaksanakan program
tersebut.
C. Bimbingan Belajar Anak Putus Sekolah
1. Tujuan

anak-anak

Meningkatkan
putus

sekolah

kualitas
dengan

memberikan materi pelajaran yang setara


dengan tingkat kelas yang ditinggalkan.
2. Sasaran
: Anak-anak putus sekolah
3. Rencana Waktu Pelaksanaan
: Setiap
hari Selasa, Rabu, Kamis
4. Hambatan : Tidak ada warga yang
merupakan anak putus sekolah.
D. Penanaman Bibit Mangga
1. Tujuan

: Memanfaatkan lahan milik

warga desa untuk ditanami tanaman


yang

bermanfaat

serta

dapat

meningkatkan perekonomian warga.


2. Sasaran
: Warga Dukuh Gempol (5
unit)
3. Rencana Waktu Pelaksanaan

30

Juli 2011
4. Hambatan : Tidak tersedianya dana yang
mencukupi untuk melaksanakan program
tersebut dan proposal yang diajukan ke
pihak kabupaten belum cair.
E. Biopori
1. Tujuan

: Membuat resapan air hujan

sehingga mencegah terjadinya banjir.

43

2. Sasaran
: Warga Dukuh Gempol
3. Rencana Waktu Pelaksanaan
:

13

Agustus 2011
4. Hambatan : Tidak tersedianya dana yang
mencukupi untuk melaksanakan program
tersebut.
F. Lomba Kebersihan Antar Dusun
1. Tujuan

: Meningkatkan kebersihan

lingkungan

sekitar

agar

derajat

kesehatan diri dan keluarga semakin


meningkat.
2. Sasaran
: Warga Dukuh Gempol
3. Rencana Waktu Pelaksanaan
:

14

Agustus 2011
4. Hambatan : Tidak tersedianya dana yang
mencukupi untuk melaksanakan program
tersebut serta kesulitan menyesuaikan
jadwal dengan warga setempat.

Berdasarkan hasil pelaksanaan setiap program-program kerja KKN


Posdaya yang telah dilaksanakan, menurut kami, Posdaya Kartini belum
sepenuhnya siap untuk dilepas. Beberapa faktor yang menyebabkan ketidaksiapan
Posdaya tersebut, antara lain :
1) Belum tersedianya sumber daya manusia yang memadai untuk
menjalankan Posdaya
2) Masyarakat belum benar-benar dapat diberdayakan secara utuh
3) Masyarakat masih mengandalkan pengurus Posdaya yang aktif maupun
mahasiswa peserta KKN
4) Pengurus Posdaya yang ada belum dapat berfungsi secara maksimal

44

Adapun produk unggulan desa Bantarkawung adalah abon jamur dan


pupuk organik. Kedua produk tersebut akan dipamerkan dalam espo KKN
Posdaya Unsoed periode Juli / Agustus 2011 pada tanggal 22 Agustus 2011.
Produk-produk tersebut telah disosialisasikan kepada warga desa Bantarkawung,
khususnya Dusun Dukuh Gempol.

45

BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN

III.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil observasi pelaksanaan kegiatan Kuliah Kerja Nyata Pos
Pemberdayaan Keluarga (KKN-POSDAYA) yang dilaksanakan selama 35
hari di Desa Bantarkawung, Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes
dapat disimpulkan bahwa :
1. Sebagian besar program kerja KKN Posdaya dapat terlaksana dengan
baik dan lancer, baik untuk kegiatan fisik maupun non fisik.
2. Program kerja KKN Posdaya yang telah berhasil dilaksanakan, baik
kegiatan fisik maupun non fisik dapat diterima dengan baik oleh
masyarakat setempat dan dapat bermanfaat bagi seluruh maasyarakat.
Melalui berbagai penyuluhan dan praktek yang dilaksanakan oleh
mahasiswa KKN Posdaya, masyarakat dapat menikmati hasil KKN
Posdaya serta memperoleh tambahan informasi dan pengetahuan.
3. Hasil kegiatan KKN Posdaya secara tidak langsung membantu
Pemerintah

Daerah

dalam

rangka

melaksanakan

empat

pilar

pembangunan, yaitu bidang kesehatan, ekonomi, pendidikan dan


pemberdayaan lingkungan.
4. Kegiatan KKN Posdaya
meningkatkan

hubungan

secara
baik

tidak

antara

langsung
perguruan

juga

mampu

tinggi

dengan

pemerintah daerah, instansi teknis dan masyarakat.


5. Secara umum, desa Bantarkawung sebenarnya memiliki potensi sumber
daya alam yang cukup besar, namun masih belum dapat dimanfaatkan
oleh masyarakat secara optimal karena minimnya sarana dan prasarana

46

pendukung serta masih kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai


pengolahan sumber daya alam tersebut.
6. Potensi masyarakat Desa Bantarkawung dalam bidang kesehatan pada
umumnya cukup baik, dilihat dari pelaksanaan posyandu yang sudah
terlaksana secara rutin dan cukup maksimal.
7. Potensi masyarakat Desa Bantarkawung dalam bidang ekonomi pada
umumnya cukup baik, dilihat dari adanya kelompok-kelompok tani
maupun ternak.
8. Potensi masyarakat Desa Bantarkawung dalam bidang pendidikan pada
dasarnya sudah cukup baik, karena di Desa Bantarkawung sendiri sudah
memiliki 1 TK, 4 RA, 4 SD Negeri, 2 MD, 1 MTS, 1 SMP Negeri, 1
SMA/SMK dan 1 PAUD.
9. Potensi masyarakat Desa Bantarkawung dalam bidang pemberdayaan
lingkungan pada dasarnya sudah cukup baik, terbukti dengan adanya
pemanfaatan lahan di pekarangan rumah untuk ditanami tanaman buah
ataupun tanaman sayuran.
10. Kegiatan KKN Posdaya tidak hanya memberikan manfaat bagi
masyarakat setempat saja, namun juga bagi mahasiswa peserta KKN
Posdaya. Melalui kegiatan KKN Posdaya tersebut, mahasiswa mampu
mengimplementasikan konsep Tri Darma Perguruan Tinggi dengan baik,
dimana mahasiswa diharapkan mampu berperan aktif sebagai motivator
dan fasilitator, terutama dalam empat pilar Posdaya, yang terdiri dari
bidang pembangunan kesehatan, ekonomi, pendidikan dan lingkungan,
terutama di daerah pedesaan.
III.2 Saran

47

Berdasarkan pengalaman kami selama 35 hari KKN di desa


Bantarkawung, Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes, kami
mengajukan beberapa saran untuk nantinya dapat diperbaiki pada periode
selanjutnya, antara lain :
1. Peningkatan pembangunan yang maksimal dapat dicapai apabila ada
keterlibatan semua pihak, tidak hanya dari masyarakat saja, namun juga
perlu adanya keterlibatan dari pihak lain seperti Pemerintah Daerah dan
pihak swasta.
2. Pelaksanaan pembangunan keempat pilar (kesehatan, pendidikan,
ekonomi dan pemberdayaan lingkungan)

membutuhkan adanya

koordinasi antara perangkat desa, tokoh masyarakat, masyarakat serta


pemuda desa itu sendiri.
3. Perlu adanya tindak lanjut yang terarah dalam pelaksanaan setiap
program kerja KKN Posdaya baik program fisik maupun non fisik
sehingga program yang telah dilaksanakan pada saat KKN dapat
dilakukan secara mandiri dan berkesinambungan.
4. Pelaksanaan KKN Posdaya pada dasarnya

bertujuan

untuk

mengembangkan masyarakat sehingga dapat lebih mandiri dan maju.


Mahasiswa peserta KKN sebenarnya hanya menjadi motivator dan
fasilitator. Pelaksanaan KKN Posdaya tersebut membutuhkan kerjasama
yang baik dari masyarakat setempat, karena KKN Posdaya dilaksanakan
dari masyarakat dan untuk masyarakat. Sehingga, sudah seharusnya
Posdaya tersebut memberdayakan masyarakat sekitar, bukan hanya
mengandalkan mahasiswa peserta KKN.

48

BAB IV
LAMPIRAN

Lampiran 1. Kriteria Penentuan Posdaya


Lampiran 2. Databasis Posdaya
Lampiran 3. Foto-Foto Kegiatan
Lampiran 4. Daftar Produk Unggulan Posdaya

49

50