Anda di halaman 1dari 3

Resensi Buku

Judul Buku
Sajadah

: Cinta di Ujung

Pengarang

: Asma Nadia

Penerbit

: PT. Lingkar Pena Kreativa

Tahun Terbit

: Agustus 2008

Cetakan

: Ke 1

Tebal Halaman

: 360 hlm

Sinopsis novel Cinta di Ujung Sajadah


Namanya Makky Matahari Muhammad
dan Cinta menyimpan nama itu dengan baik di kepalanya.
Bukan karena salam yang diucapkan lelaki itu saat pertama bertemu.
Tetapi karena kehadirannya membawa pelangi dalam hidup Cinta.
Belasan tahun menjalankan hidup sebagai piatu, Cinta bahkan tidak tahu
wajah ibunya.
Papa dengan sempurna melenyapkan setiap jejak perempuan terkasih itu.
Saat Papa menikah dengan Mama Alia, dan membawa dua saudara tiri, Cinta
makin tersisih.
Ketika surga terenggut dari hari-hari Cinta, lelaki itu hadir.
Makky Matahari Muhammad yang humoris namun santun itu
mengenalkannya pada dunia lain yang memberi kebahagiaan. Hingga
sebuah rahasia besar belasan tahun terbongkar, dan Cinta harus menempuh
perjalanan jauh yang memisahkannya dengan laki-laki itu.
Ketika seluruh harapan menemui jalan buntu, Cinta berjuang.
Mencari kekuatan dalam sujud-sujud panjang.
Menelusuri jejak surga yang dirindukan
hingga tuntas saat senja di Madinah
Kelebihan Novel
Novel ini berisi cerita yang banyak mengandung pesan moral yang sangat
bagus dan memiliki unsur keislaman. Penulisan sudah memenuhi kaidah EYD
dan gaya bahasa yang digunakan sangat mudah dimengerti oleh banyak
orang. Isi cerita lebih mengarah kepada hal-hal positif. Isi cerita sesuai
dengan tema yaitu perjuangan seorang anak mencari ibu kandung yang

melahirkannya. Latar tempat dan suasananya juga mendukung novel ini,


yaitu memberikan rasa ilusinasi seakan-akan kita berada pada peristiwa
tersebut. Perwatakan dan penokohannya sudah jelas terlihat dari berbagai
karakter yang ditampilkan.
Kekurangan Novel
Namun, ada satu kekurangan dari novel ini yaitu isi dari isi cerita lebih
banyak permasalahan atau konflik yang terjadi dari pada penyelesaian
masalahnya. Dan dalam kisah ini tidak berakhir happy ending, sehingga
pembaca cukup menguras air mata setelah membaca novel ini.