Anda di halaman 1dari 34

DAFTAR ISI

Pengantar
BAB I MENGENAL SERANGGA
A. Ciri-ciri Serangga (Insekta)
B. Habitat Serangga (Insekta)
BAB II MENGKLASIFIKASI & MENGIDENTIFIKASI SERANGGA
A. Apterygota
B. Pterygota
C. Kunci determinasi
D. Jenis-jenis Insekta Tahura R.Soerjo

BAB I
MENGENAL SERANGGA (INSEKTA)

Tujuan :
Setelah mempelajari BAB ini anda diharapkan mampu mendiskripsikan
karakteristik serangga, sehingga anda dapat mengenali serangga di lingkungan
sekitar.

Insekta atau yang biasa dikenal dengan sebutan serangga merupakan salah satu
kelas dari anggota filum arthropoda. Dinamakan insekta karena berasal dari
bahasa yunani yaitu in yang berarti dalam dan sect yang berarti potongan, kalau
diterjemahkan memiliki arti potongan tubuh atau lebih tepatnya bersegmen.
A. Ciri-ciri Serangga (Insekta)
Tubuh insekta terbagi menjadi tiga bagian, yaitu kepala, toraks (dada), dan
abdomen.
1. Kepala
Kepala merupakan bagian anterior dari tubuh insekta, dimana terdapat
sepasang mata, sepasang sungut, dan mulut, sehingga kepala insekta memiliki
fungsi untuk mengumpulkan makanan, menerima rangsangan, dan memproses
informasi di otak. Kepala insekta terdiri dari 3 sampai 7 ruas.
Insekta memiliki mata majemuk dan mata tunggal. Mata majemuk atau mata
faset terdiri dari beberapa ommatidia, sehingga bayangan yang terlihat oleh
insekta adalah mozaik, sedangkan mata tunggal terdiri dari lensa kornea
tunggal, sel korneagen dan retina yang berfungsi untuk membedakan intensitas
cahaya.

Gambar 1.1 Kepala Insekta (Ferro,2011)


Insekta memiliki sepasang sungut yang terletak diantara atau dibawah mata
majemuk, sungut ini berfungsi sebagai perasa, pembau, dan pendengaran.
Sungut insekta memiliki bentuk dan ukuran yang sangat bervariasi, yaitu :
a. Setaseus (seperti duri)
b. Flabellate (ujungnya seperti gelambir-gelambir berbentuk lidah)
c. Moniliform (untaian merjan)

d.
e.
f.
g.
h.
i.
j.
k.

Serrata (seperti gergaji)


Pektinat (seperti sisir)
Lamellat (ruas ujung seperti gelambir-gelambir piring)
Klavat (seperti gada)
Genikulat (seperti siku)
Plumosa (seperti bulu)
Aristat (terdapat bulu dorsal )
Stilat (juluran yg berbentuk stili)

Gambar 1.2 Tipe Antena Insekta (Wikipedia,2014)


Mulut insekta terdiri dari sepasang mandibula (rahang), sepasang maksila
(dekat rahang), labium (bibir), dan labrum. Tipe mulut insekta bervariasi
berdasarkan sumber makanannya dialam, yaitu :
a.
b.
c.
d.
e.
f.

Tipe pengunyah : belalang


Tipe pemotong- penyerap : lalat hitam dan lalat kuda
Tipe spon : lalat rumah dewasa
Tipe sifon :
Tipe penusuk-penghisap : nyamuk
Tipe pengunyah-peminum : lebah madu.

Gambar 1.3 Tipe Mulut Insekta (Wikipedia, 2014)

2. Toraks (dada)

Toraks (dada) insekta terbagi menjadi tiga segmen tubuh, yaitu prothorax,
mesothorax, dan methatorax.

Gambar 1.4 Toraks Insekta (Borror, 1992)


Pada masing-masing ketiga segmen toraks terdapat sepasang kaki, sehingga
jumlah kaki insekta sebanyak enam buah. Tungkai / kaki insekta terbagi
menjadi beberapa tipe, yaitu :
a. Ambulatorial : berfungsi untuk berjalan.
b. Cursorial : berfungsi untuk berlari.
c. Saltatorial : berfungsi untuk melompat.
d. Raptorial : berfungsi untuk menggenggam makanan.
e. Natatorial : berfungsi untuk berenang.
f. Fossorial : berfungsi untuk menggali tanah.
g. Clasping : berfungsi untuk memegang kumbang betina saat kopulasi.

Gambar 1.5 Tipe tungkai insekta. (A) saltatorial; (B) raptorial; (C) fossorial;
(D) natatorial; (E) Clasping; Cx, koksa; Tr, trokanter; Fm, femur; Tb, tibia; Ts,
tarsus (Elzinga, 1978).
Sayap Insekta biasanya terdapat 2 pasang yang terletak pada segmen kedua dan
ketiga pada toraks, yaitu pada segmen mesotoraks dan metatoraks.
3. Abdomen

Abdomen merupakan bagian posterior dari tubuh insekta yang terdiri dari 9
sampai 11 segmen. Abdomen ini berfungsi untuk menampung organ vital
insekta, seperti dalam organ dalam utama, jantung, dan organ reproduksi.
B. Habitat Serangga (Insekta)
Insekta merupakan anggota filum arthropoda yang jumlahnya paling besar,
yaitu diperkirakan dari 1,82 juta spesies tumbuhan dan hewan yang telah
diidentifikasi kelompok insekta mencapai 60% dari spesies tersebut, sehingga
dapat ditemukan dimana-mana disekitar kita, berikut ada beberapa tempat yang
biasanya ditempati insekta, yaitu :
1. Tumbuhan
Insekta dapat ditemukan pada bagian tumbuhan, seperti pada bunga, buah,
daun, batang, dan akar, karena bagian tertentu pada tumbuhan merupakan
makanan dan tempat tinggal dari insekta. Jenis tubuhan yang sering
dijadikan sebagai habitat insekta adalah rerumputan, tanamna sayur,
tanaman peneduh, tanaman hias dan lumut.
2. Air
Air juga merupakan habitat dari insekta, karena jenis insekta tertentu ada
yang sepanjang hidupnya tinggal di air, namun juga ada yang hanya pada
saat fase larva/ nimfanya saja yang hidup di air. Air yang menjadi habitat
insekta ini biasanya memiliki karakteristik jernih, biasanya juga terdapat
batuan yang bisa digunakan sebagai tempat tinggal dari larva/nimfa insekta,
dan serasah yang terlarut dalam air biasanya menjadi makanan dari insekta
air.
3. Tanah
Tanah juga merupakan habitat dari insekta, terutama tanah yang berhumus
sangat disukai oleh serangga tanah, selain itu juga tanah yang berada
dibawah rerumputan juga menjadi habitat dari insekta, karena pada insekta
tertentu pada fase larva mencari makan dibawah tanah dan ada juga yang
pada saat fase larva mencari makanan ditumbuhan diatas tanah, namun
pada saat fase pupanya dilalui didalam tanah.
4. Hewan
Insekta tertentu ada yang bersifat parasit pada hewan, sehingga bisa
ditemukan di bagian tubuh hewan, seperti kulit, bulu dan bahkan di
fesesnya.

BAB II
MENGKLASIFIKASI & MENGIDENTIFIKASI
SERANGGA

Tujuan :
Setelah mempelajari BAB ini anda diharapkan dapat mengklasifikasikan dan
mengidentifikasi serangga dilingkungan sekitar

Klasifikasi merupakan proses pengelompokan makhluk hidup ke dalam kategori


golongan bertingkat secara sesuai. Dalam hal ini kelas insekta (serangga)
dikelompokkan menjadi dua subkelas berdasarkan ada tidaknya sayap, yaitu
subkelas Apterygota dan subkelas Pterygota.
A. Subkelas Apterygota
Apterygota memiliki ciri-ciri tidak memiliki sayap sejak nenek moyang
dan metamorfosisnya masih sederhana (ametabola). Subkelas Apterygota terbagi
menjadi beberapa ordo yaitu ordo Protura, ordo Diplura, ordo Thysanura, dan
ordo Collembola.
B. Subkelas Pterygota
Pterygota merupakan kelompok insekta yang memiliki sayap, namun ada
yang tidak bersayap tetapi tidak sejak nenek moyang, dan metamorfosisnya ada
yang sederhana hingga sempurna (metabola). Subkelas Pterygota terbagi menjadi
dua divisi yaitu Exopterygota dan Endopterygota.

1. Divisi Exopterygota
Exopterygota merupakan kelompok insekta yang sayapnya berkembang pada
bagian luar tubuh dan bermetamorfosis sederhana. Divisi exopterygota
terbagi menjadi beberapa ordo yaitu ordo Ephemeroptera, ordo Odonata, ordo
Orthoptera, ordo Isoptera, ordo Plecoptera, ordo Dermaptera, ordo
Embioptera, ordo Mallophaga, ordo Anoplura, ordo Thysanoptera, ordo
Hemiptera, ordo Homoptera, dan ordo Neuroptera.
2. Divisi Endopterygota
Divisi endopterygota merupakan kelompok serangga yang berkembang ke
bagian dalam tubuh dan bermetamorfosis sempurnah. Divisi endopterygota
terbagi menjadi beberapa ordo yaitu ordo Coleoptera, ordo Mecoptera, ordo

Trichoptera, ordo Lepidoptera, ordo Diptera, ordo Siphonaptera, dan ordo


Hymenoptera.

Untuk lebih jelasnya klasifikasi kelas insekta dapat dilihat pada bagan
berikut ini :

Klasifikasi insekta sangat diperlukan pada saat proses identifikasi atau


mengenali insekta dilingkungan sekitar. Berikut adalah kunci determinasi ordoordo serangga Lilies (1991) untuk mempermudah dalam mengidentifikasi insekta.
Kunci untuk ordo-ordo Insekta
1. Kunci Determinasi Untuk Ordo Insekta Lilies

1. (a) sayap ada ...............................................................................................2


(b) sayap tidak ada, vestigial atau rudimenter............................................26
2. (a) sayap depan dengan tekstur seperti mika/kulit atau tanduk terutama
pada pangkal sayap, sayap belakang bila ada bersifat membran.................3
(b) semua sayap bersifat membran ..............................................................8
3. (a) sayap depan sangat kecil, tumbuh tidak seimbang dengan sayap
belakang, bentuknya seperti tongkat (club), sayap belakang besar seperti
kipas; antenna paling sedikit satu ruas dengan perkembangan sisi samping
yang panjang, ukuran serangga sangat kecil, jantan sayapnya seperti tali,
merupakan serangga parasit .....................................................Strepsiptera
(b) Ciri-ciri tidak seperti pada 3(a) ..............................................................4
4. (a) alat mulut tipe penghisap dengan bentuk paruh (beak) panjang
biasanya beruas-ruas ...................................................................................5
(b) alat mulut tipe pengayuh, mempunyai mandible ...................................6
5. (a) paruh muncul dari bagian depan kepala, tekstur pangkal sayap depan
(kira-kira 2/3 bagian sayap) bersifat membran, ujung sayap saling tumpang
tindih
(overlapping)
apabila
serangga
sedang
hinggap
....................................................................................................
.Hemiptera
(b) paruh muncul dari bagian belakang kepala, sering terletak pada dasar
kaki depan ; sayap depan dengan tekstur yang seragam, ujung sayap tidak
atau sedikit saja saling tumpang tindih ......................................Homoptera
6. (a) abdomen dengan alat tambahan (cerci) seperti pinset pada ujungnya,
elytra (pangkal sayap yang seperti mika atau kulit sangat pendek sehingga
perut kelihatan telanjang, tarsi 3 ruas ...................................... Dermaptera
(b) abdomen tidak seprti pada 6 (a) atau apabila ada cerci, sayap menutup
sebagian perutnya, jumlah tarsi bervariasai ................................................7
7. (a) sayap depan keras seprti tanduk tanpa vena, kadua sayap depan
biasanya bertemu satu sama lain membentuk sebuah garis lurus kebawah
pada tengah-tengah punggung,
sayap belakang bersifat membran,
berbentuk sempin dan biasanya lebih panjang daripada sayap depan
dengan hanya beberapa vena sayap, antenna 11 ruas atau
lebih
....................................................................................................
.Coleoptera
(b) sayap depan seperti mika dengan vena-vena dan saling tumpang tindih
menutup abdomen apabila sedang hinggap, sayap belakang lebar, biasanya
lebih pendek dari sayap depan dengan benyak vena-vena; antenna
biasanya
mempunyai
ruas-ruas
lebih
dari
12
ruas
...................................................................................................
.Orthoptera
8. (a) dengan satu pasang sayap ......................................................................9
(b) dengan 2 pasang sayap ........................................................................14
9. (a) pronotum memanjang kebelakang menutup abdomen dan berbentuk
lancip
pada
bagian
ujungnya;
kaki
belakang
membesar ....................................................................................................
Orthoptera

(b) pronotum tidak seperti pada 9 (a), kaki belakang tidak begitu
membesar ..................................................................................................10
10. (a) antenna paling sedikit satu ruas dengan pertumbuhan memanjang disisi
samping; sayap depan sangat kecil, sayap belakang seperti kipas, ukuran
sangat kecil .............................................................................. Strepsiptera
(b) tidak seperti cirri-ciri tersebut pada 10 (a) ..........................................11
11. (a) abdomen dengan alat tambahan caudal yang panjang seperti ekor,
mulut vestigial ...........................................................................................12
(b) abdomen tidak seperti pada 11 (a), mulut tipe pengunyah atau
penghisap ...................................................................................................13
12. (a) antenna panjang dan menarik perhatian, abdomen ramping dan
panjang, sayap hanya punya satu vena yang menyerupai garpu, halters
(sayap belakang yang mengecil) seperti kait; ukuran serangga sangat kecil,
biasanya panjanganya kurang dari 5 mm ..................................Homoptera
(b) antenna pendek, seperti bulu keras; abdomen dengan alat tambahan
caudal yang panjang seperti ekor, vena sayap depan seperti jala dengan
banyak vena dan sel, sayap belakang lebih kecil dari sayap
depan
............................................................................................
.Ephemeroptera
13. (a) tarsi selalu 5 ruas, mulut tipe pengisap, sayap belakang menghilang
berubah
bentuk
menjadi
halters,
lalat
bersayap
sepasang ........................................................................................................
...Diptera
(b) tarsi 2 atau 3 ruas, tipe mulut pengunyah, sayap belakang mengecil,
tetapi tidak berubah menjadi halters ...........................................Psocoptera
14. (a) sayap sebagian besar tertutup oleh sisik .............................Lepidoptera
(b) sayap tidak seperti pada 14 (a) ............................................................15
15. (a) sayap panjang dan sempit, tanpa vena atau hanya 1-2 vena dan
berumbai-rumbai dengan rambut panjang; tarsi 1-2 ruas dengan ruas
terakhir membengkak, ukuran serangga sangat kecil, panjang kurang dari
5 mm ......................................................................................Thysanoptera
(b) sayap tidak seperti pada 15 (a), sayap sedikit sperti garis; tarsi lebih
dari 2 ruas ..................................................................................................16
16. (a) sayap depan lebar berbentuk segitiga, sayap belakang kecil membulat,
sayap dengan vena seperti jala, kedua sayap melipat diatas tubuh;
abdomen
dengan
alat
tambahan
caudal
yang
panjang................................................................................Ephemeroptera
(b) sayap dan abdomen tidak seperti pada 16 (a) ......................................17
17. (a) tarsi 5 ruas ............................................................................................18
(b)tarsi dengan 4 ruas atau kurang ............................................................21
18. (a) sayap dengan rambut-rambut yang jelas, antenna panjang sepanjang
tubuhnya atau lebih pa`njang.....................................................Trichoptera
(b) sayap depan tidak seperti pada 18 (a), mandible tumbuh sempurna,
antenna lebih pendek dari pada tubuhnya ................................................ 19

19. (a) agak bertubuh padat, abdomen sering terputus pada pangkalnya dengan
petiolus, sayap belakang lebih kecil dari sayap depan dengan 20 sel atau
kurang ....................................................................................Hymenoptera
(b) bertubuh lunak, abdomen tidak terputus pada pangkalnya; sayap
belakang hampir sama ukurannya dengan sayap depan, biasanya dengan
banyak vena, sayap depan sering mempunyai lebih dari 20 sel ................20
20. (a) daerah costa sayap depan selalu dengan banyak vena melintang atau
apabila tidak demikian, sayap belakang lebih pendek dari sayap depan,
bagian mulut tidak mempunyai paruh panjan............................Neuroptera
(b) daerah costa sayap depan mempunyai tidak lebih dari 2 atau 3 vena
melintang,
bagian
mulut
mempunyai
paruh
panjang
....................................................................................................
.Mecoptera
21. (a) sayap belakang sama panjang dan sama bentuknya dengan sayap
depan, sayap dengan banyak vena atai sel, bagian pangkal agak melebar;
antenna pendek seperti bulu keras, abdomen panjang dan ramping, tarsi 3
ruas .................................................................................................Odonata
(b) ciri-ciri tidak seperti tersebut pada 21 (a), antenna panjang dan ramping
................................................................................................................22
22. (a) sayap depan dan belakang hampir sama dalam unkuran, bentuk, dan
susunan venanya; cerci kecil ata tidak ada, tarsi 4 ruas ....................
..................................................................................Isoptera
(b) sayap belakang biasanya lebih kecil dari sayap depan, tarsi 3 ruas atau
kurang ........................................................................................................23
23. (a) sayap belakang dengan daerah anal selallu membesar dan membulat
yang selalu melipat seperti kipas apabila serangga hinggap, bentuk vena
bervariasi; sering mempunyai cerci yang sangat panjang sampai 10 mm
atau lebih, nimfa hidup di air (akuatik) dan imago hidup dekat air
..................................................................................................Plecoptera
(b) sayap belakang tidak mempunyai daerah anal yang membesar dan
sayap tidak melipat apabila sedang hinggap, vena normal atau kurang
dengan tidak mempunyai vena- vena melintang; abdomen dengan alat
tambahan caudal (cerci) tetapi pendek atau tidak mempunyai sama sekali,
ukuran tubuh 10 mm atau kurang, nimfa tidak hidup di air, imago tidak
selalu hidup dekat air.............................................................................24
24. (a)
tarsi
3
ruas,
bagia
pangkal
tarsi
depan
membesar ..................................................................................................
.Embioptera
(b) tarsi 2 atau 3 ruas, bagia pangkal tarsi depan tidak membesar
................................................................................................................25
25. (a) mempunyai cerci, tarsi 2 ruas, vena sayap agak kurang, antenna seperti
merjan (moniliform) dengan 9 ruas ..........................................Zoraptera
(b) tidak ada cerci, tarsi 2 atau 3 ruas, vena sayap tidak banyak berkurang,
antenna tidak moniliform, biasanya panjang seperti rambut dengan 13 ruas
atau lebih ....................................................................................Psocoptera

26. (a) Tubuh seperti serangga, dengan kepala yang jelas dan kaki beruasruas ................................................................................................................
....28
(b) Tubuh tidak seperti serangga, dengan tidak ada kepala dan kaki yang
jelas, biasanya tidak dapat bergerak...........................................................44
27. (a) sayap depan ada tetapi rudimeter, sayap belakang absen berubah
menjadi halteres, tarsi hampir selalu 5 ruas ................................ Diptera
(b) tidak ada sayap atau dengan 4 sayap yang rudimeter, tidak ada halteres,
jumlah tarsi beragam .................................................................................28
28. (a) mempunyai antenna, ukuran beragam .... ............................................29
(b) tidak ada antenna, ukuran 1,5 mm atau kurang ...................... Proturan
29. (a) ektoparasit (pada burung, mamalia atau tawon madu) yang biasanya
ditemukan
pada
inangnya;
badan
padat,
pipih
disisi
samping .........................................................................................................
.......... 30
(b) bukan ektoparasit serangga darat (terestrial) atau serangga air (aquatik)
....................................................................................................................34
30. (a) tarsi 5 ruas, antenna pendek biasanya tersembunyi pada celah-celah
kepala, mulut tipe pengisap ...................................................................31
(b)
tarsi
kurang
dari
5,
antenna
dan
tipe
mulut
beragam .........................................................................................................
.......... 32
31. (a) badan padat, pipih disisi samping, serangga peloncat dengan kaki-kaki
yang panjang ..................................................................... Siphonoptera
(b) badan pipih pada sisi dorsoventral, bukan serangga peloncat, kaki pendek,
jenis-jenis kutu ............................................................................ Diptera
32. (a) antenna lebih panjang dari kepala, tarsi 3 ruas (kutu busuk dan kutu
kelelawar)................................................................................... Hemiptera
(b) antenna tidak lebih panjang dari kepala, tarsi 1 ruas ..................... 33
33. (a) kepala selebar atau lebih lebar dari prothorax, alat mulut tipe
pengunyah, parasit burung (mempunyai 2 kuku pada tarsus) dan parasit
mamalia (1 kuku kecil pada tarsus).......................................... Mallophaga
(b) kepala lebih sempit dari prothorax, alat mulut tipe pengisap, parasit
mamalia (1 kuku besar pada tarsus) ......................................... Anoplura
34. (a) tubuh padat, abdomen terputus pada pangkalnya dengan petioles,
antenna
berbentuk
siku
(jenis
semut
dan
tawon
tak
bersayap)
...........................................................................................
Hymenoptera
(b) cirri-ciri tidak seperti tersebut pada 33(a) ...................................... 35
35. (a) badan hampir-hampir tertutup oleh sisik, abdomen dengan 3 buah alat
tambahan caudal seperti ekor yang panjang, mempunyai kaki-kaki pada
berberapa ruas abdomen, tipe mulut ...................................... Thysanura
(b) badan tidak seperti tersebut pada 35(a), abdomen hanya mempunyai 2
ekor alat tambahan caudal, atau tidak mempunyai sama
sekali .............................................................................................................
.. 36

36. (a) tubuh tertutup oleh bulu/sisik, tipe mulut pengisap, merupakan ngengat
yang tak bersayap................................................................. Lepidoptera
(b) tubuh tidak tertutup bulu/sisik, tipe mulut tidak seperti 36 (a) ....... 37
37. (a) tipe mulut pengunyah, biasanya alat mulut tidak dapat dilihat,
tersembunyi kedalam kepala, ukuran kurang dari 7 mm ..................... 38
(b) tipe mulut jelas dapat dilihat, tipe pengunyah atau pengisap, abdomen
tanpa furcula seperti pada 36(a), ukuran bervariasi ............................. 39
38. (a) antenna panjang dengan banyak ruas-ruas, abdomen sekurangkurangnya 9 ruas dengan kaki sisi ventral, mempunyai cerci..... Diplura
(b) antenna pende, 6 ruas; abdomen 6 ruas atau kurang, biasanya memiliki
furcula, tanpa alat tambahan caudal atau cerci...................... Collembola
39. (a) alat mulut tipe pengisap, tarsi 5 ruas, antenna sering 3 ruas atau kurang
(termasuk jenis lalat tak bersayap)............................................... Diptera
(b) alat mulut tipe pengunyah, tarsi 5 ruas, antenna hanya beberapa ruas
atau dengan banyak ruas .......................................................................... 40
40. (a) tubuh mirip bentuk larva, tanpa batas jelas antara thorax dan
abdomen ....................................................................................................
Coleoptera
(b) cirri-ciri tidak seperti tersebut pada 39(a) ...................................... 41
41. (a) alat mulut memanjang kearah ventral seperti paruh, tubuh silinder,
ukuran kurang dari 8 mm)...........................................................Mecoptera
(b) alat mulut tidak seperti pada 40(a); ukuran dan bentuk tubuh
beragam .........................................................................................................
.......... 42
42. (a) tarsi 3 ruas, pangkal ruas tarsi depan membesar) ........... Embioptera
(b) tarsi 2-4 ruas, pangkal ruas tarsi depan tidak membesar ................ 43
43. (a) kaki belakang dengan femur yang membesar, digunakan untuk
meloncat, ukuran lebih kecil dari 5 mm.....................................Orthoptera
(b) kaki belakang tanpa femur yang membesar, ukuran kurang dari 10 mm
..................................................................................................... Isoptera
44. (a) antara thorax dan abdomen sama lebar dan hampir menyatu satu sama
lain, tubuh tertutup dnegan sisik atau lilin, bentuk mulut pengisap
(serangga bersisik) .................................................................... Homoptera
(b) endoparasit terhadap serangga lain, tubuh tidak tertutup dengan sisik
atau lilin, tipe mulut tidak seperti 44(a)................................... Strepsiptera

Selain menggunakan kunci determinasi dalam mengidentifikasi insekta juga dapat dengan
membandingkan insekta yang belum teridentifikasi dengan gambar maupun deskripsi dari
insekta yang sudah teridentifikasi. Berikut adalah jenis-jenis insekta yang terdapat pada
Hutan Pantai Kondang Merak kawasan Sumberbening yang dapat digunakan untuk
perbandingan pada saat identifikasi :

1. Appias libythea

Gambar 4.1 Appias libythea


Klasifikasi :
Kingdom
: Animalia
Phylum
: Arthropoda
Class
: Insecta
Ordo
: Lepidoptera
Famili
: Pieridae
Genus
: Appias
Spesies
: Appias libythea (Fabricius,1775)
Ciri-ciri morfologi:
Appias libythea berukuran 50-60 mm pada sayap depannya
terdapat tiga bercak bulat yang terpisah pada bagian ujung atas sayap dan
terdapat juga bercak bulat pada bawahnya namun diluar sudut rangka
median. Pada sayap bagian median terdapat segitiga hitam yang
diselubungi oleh bercak putih. Sedangkan sayap belakangnya terdapat
empat bercak putih pada bagian bawah ujungnya dan pada sayap bagian
bawah berwarna kecoklatan (Mathew,2011).
2. Ariadne specularia

Klasifikasi
Gambar 4.2: Ariadne specularia
Kingdom
: Animalia

Phylum
: Arthropoda
Class
: Insecta
Ordo
: Lepidoptera
Famili
: Nymphalidae
Genus
: Ariadne
Spesies
: Ariadne specularia (Fruhstorfer,1899)
Ciri-ciri morfologi:
Tubuhnya dan kepala berwarna cenderung coklat tua, dan juga terdapat
antena pada bagian kepala. Pola warna UPFW (Upperside forewing)
berwarna coklat jingga dengan garis hitam yang membentuk gelombang
yang saling berhubungan memanjang dari area costa sampai dorsum. Pola
agak bergelombang terletak didaerah tengah dan berhenti pada daerah
apex. Sayap bagian UFW (Underside forewing) memiliki pola dan warna
yang sama dengan bagian upperside forewing, hanya saja sedikit lebih
samar. Pada sayap bagian UPHW (Upperside hindwing) memiliki corak
yang sama dengan bagian UPFW (Upperside forewing) tetapi pada bagian
area margin lebih gelap. Sedangkan pada sayap bagian UHW (Underside
forewing) memiliki corak dan warna hampir sama dengan bagian UPHW
(Upperside hindwing) tetapi lebih samar (Peggie & Amir, 2006)
3. Catopsilia pomona

Gambar 4.3 Catopsilia pomona


Klasifikasi :
Kingdom
Phylum

: Animalia
: Arthropoda

Class
: Insecta
Ordo
: Lepidoptera
Famili
: Pieridae
Genus
: Catopsilia
Spesies
: Catopsilia pomona (Fabricius,1775)
Ciri-ciri morfologi:
Tubuhnya berwarna kuning, mata yang berwarna coklat muda pada
bagian depan dan kuning pada bagian tepinya dan juga terdapat antena
pada kepalanya. Sayap depannya terdapat tiga bercak bulat yang terpisah
pada bagian rangka median dan terdapat pola persegi panjang pada bagian
pinggir sayap, selain itu juga berwarna coklat kemerahan pada bagian
ujung sayap atas. Sedangkan sayap belakangnya memiliki warna kuning
sedikit pucat (Hampson, 1894).
4. Euploea caramalzeman

Gambar 4.4 Euloea caramalzeman


Klasifikasi :
Kingdom
: Animalia
Phylum
: Arthropoda
Class
: Insecta
Ordo
: Lepidoptera
Famili
: Nymphalidae
Genus
: Euloea
Spesies
: Euloea caramalzeman (Butler,1866)
Ciri-ciri morfologi:
Tubuh memiliki warna yang dominan hitam pada sisi lateral pada
toraks terdapat bintik-bintik putih dan bagian atas terdapat garis putih.

Pola warna sayap UPFW (Upperside forewing) memiliki warna dasar


coklat tua, pada bagian submarginal terdapat bercak-bercak putih mulai
dari ujung sampai bagian bawah. UFW (Underside forewing) memiliki
warna dasar coklat yang lebih terang dibandingkan dengan bagian
upperside,di area submargin terdapat bercak putih yang berjajar. UPHW
(Upperside hindwing) memiliki warna coklat terang pada bagian bawah
costa sampai area distal, dan juga terdapat bercak putih pada area
submargin. UHW (Underside forewing) memiliki warna dasar coklat
dengan bercak berwarna putih dan juga bercak putih ganda pada area
submargin (Arrummaisha, 2014).
5. Eurema blanda

Gambar 4.5 Eurema blanda


Klasifikasi :
Kingdom
: Animalia
Phylum
: Arthropoda
Class
: Insecta
Ordo
: Lepidoptera
Famili
: Pieridae
Genus
: Eurema
Spesies: Eurema blanda (Boisduval,1836)
Ciri-ciri morfologi:

Tubuh memiliki warna dominan putih kekuningan sedangkan


kepalanya hingga toraks berwarna hitam dan memiliki garis hitam pada
bagian tengah mulai dari abdomen sampai ujung. Memiliki tiga pasang
kaki dan antena pada bagian atas kepala. Sayap bagian atas berwarna
kuning dengan warna hitam pada bagian submarginal yang membentuk
tumpul, bagian warna kuning tidak ada bercak. Sayap bawah berwarna
kuning dan terdapat warna hitam tipis pada bagian outermargin.
Sedangkan pada bagian tengah sayap bagian atas maupun bawah berwarna
kuning bersih tanpa bercak (Mathew,2011).
6. Graphium doson

Gambar 4.6 Graphium doson

Klasifikasi :
Kingdom
: Animalia
Phylum
: Arthropoda
Class
: Insecta
Ordo
: Lepidoptera
Famili
: Papilionidae
Genus
: Graphium
Spesies
: Graphium doson (C.&R. Felder, 1864)
Ciri-ciri morfologi:
Tubuhnya berwana hitam berukuran sekitar 70-80 mm dan bagian
tepi luar sayap depannya juga berwarna hitam, dengan pola bintik-bintik
berwarna biru tosca memanjang dan menyempit ke bagian anterior dan

terputus oleh bercak-bercak bulat di bagian ujung paling atas dari sayap
depan. Pada sayap belakang dengan bintik-bintik biru toska yang
memanjang dari bagian atas sayap dan memanjang serta berjajar ke arah
bagian ujung bawah dan pada bagian agak tepinya. Dan sedangkan
dibagian bawahnya memiliki motif yang sama namun berukuran sedikit
lebih besar (Mathew,2011).
7. Hypolimnas bolina

Gambar
bolina

4.5

Hypolimnas

Klasifikasi :
Kingdom
: Animalia
Phylum
: Arthropoda
Class
: Insecta
Ordo
: Lepidoptera
Famili
: Nymphalidae
Genus
: Hypolimnas
Spesies
: Hypolimnas bolina (Linnaeus,1758)
Ciri-ciri morfologi:
Tubuhnya berukuran 70-110 mm pada yang jantan warna dominan
hitam dengan sisi atas sayap belakang melebar dengan bentuk agak bulat,
pada bagian sayap atas terdapat dua bercak putih pada ujung sayap
berbentuk oval sedangkan pada sayap bawah terdapat bercak yang lebih
besar satu berada pada bagian tengah dan pada tepinya bergerigi. Untuk
yang betina berwarna coklat tua memiliki warna dominan coklat tua .
Pada sayap atas bewarna hitam dengan corak putih pada area apical dan

postmedian untuk bagian bawahnya bewarna coklat tanah dengan corak


putih pada area apical dan garis putih pada postmedian dan terdapat bercak
bewarna jingga pada bagian bawah sayap atas. Terdapat dua pita bintikbintik putih pada margin. Pada bagian tepi atas submedian terdapat empat
bintik-bintik putih. Pada sayap bawah berwarna coklat pucat dengan corak
bulatan putih dengan tepi kebiruan pada median dan pada tepinya
bergerigi dan bewarna putih. Bagian bawah sayap bawah berwarna coklat
tanah terdapat garis pita putih pada postmedian (Mathew,2011).
8. Ixias pyrene

Gambar 4.8 Ixias pyrene


Klasifikasi :
Kingdom
: Animalia
Phylum
: Arthropoda
Class
: Insecta
Ordo
: Lepidoptera
Famili
: Pieridae
Genus
: Ixias
Spesies
: Ixias pyrene (Linnaeus, 1764)
Ciri-ciri morfologi:
Memiliki tubuh

berukuran 50-70 mm dengan seluruh tubuh

bewarna abu-abu dan terdapat antena pada kepala bagian atas. Pada bagian
sayap atas Apikal setengah dari sayap bagian depan

bewarna hitam

tumpul , bagian tengah bewarna kuning jingga yang meluas memenuhi

seluruh sayap bagian atas. Sayap belakang juga terdapat, terminal hitam
pada bagian pinggir sayap dan bagian dalamnyan bewarna kuning pucat
(Mathew,2011).

9. Junonia erigone

Gambar 4.9 Junonia erigone


Klasifikasi :
Kingdom
: Animalia
Phylum
: Arthropoda
Class
: Insecta
Ordo
:Lepidoptera
Famili
: Nymphalidae
Genus
: Junonia
Spesies
: Junonia erigone (Cramer,1775)
Ciri-ciri morfologi:
Tubuh bewarna dengan dominan coklat, memiliki antena pada
pagian atas kepala. Pola sayap bada bagian UPFW (Upperside forewing)
warna dominan coklat apada bagian discal terdapat empat bercak hitam
dan dua bercak kuning yang membentuk garis, pada area postdiscal
terdapat bercak kuning, pada area submargin terdapat ocelus dengan
ukuran yang paling besar dan jelas. Dibagian area margin dan apex
terdapat bercak kuning. UFW (Underside forewing) memiliki pola warna

yang hampir sama dengan bagian upperside tetapi bercak kuning pada
upperside lebih terlihat berwana putih dan juga terdapat ocellus. UPHW
(Upperside hindwing) warna dominan coklat pada bagian submargin ada
ocellus yang berjajar. UHW (Underside forewing) juga memiliki warna
dominan coklat tetapi sedikit pucat pada area submargin terdapat bercak
titik hitam (Mathew,2011).
10. Junonia iphita

Klasifikasi
:
Gambar 4.10
Junonia iphita
Kingdom
: Animalia
Phylum
: Arthropoda
Class
: Insecta
Ordo
: Lepidoptera
Famili
: Nymphalidae
Genus
: Junonia
Spesies
: Junonia iphita (Cramer,1779)
Ciri-ciri morfologi:
Tubuh memiki warna dominan coklat, bada bagian kepala terdapat
antena. Pola warna sayap pada bagian UPFW (Upperside forewing) warna
dominan coklat tua, pada area postdiscal ada pita (garis tebal) berwarna
coklat kekuningan yang transversal dari costa sampai dorsum, pada area
submargin ada pita berwarna coklat tua dan coklat kekuningan yang
keduanya juga transversal dari costa sampai dorsum yang mengikuti
kontur sayap. Sedangkan pada area margin berwarna coklat tua. Bagian

UFW (Underside forewing) berwarna dominan coklat tua dengan gradasi


warna yang berbeda.
Pada bagian UPHW (Upperside hindwing) juga memiliki warna
dominan coklat tua, di area postdiscal terdapat pita (garis tebal) bewarna
coklat kekuningan yang transversal dari costa sampai dorsum. Sedangkan
pada area submargin juga terdapat pita tetapi bewarna coklat tua dan
coklat kekuningan yang keduanya juga transversal dari costa sampai
dorsum, pada area margin berwarna coklat tua dan di area submargin
terdapat bercak-bercak hitam berbentuk bulat. Pada bagian UHW
(Underside forewing) berwarna dominan coklat tua juga dengan dagradasi
warna yang berbeda-beda dan pada area submargin terdapat ocellus.
11. Junonia orithya

Gambar 4.11 Junonia orithya


Klasifikasi :
Kingdom
: Animalia
Phylum
: Arthropoda
Class
: Insecta
Ordo
: Lepidoptera
Famili
: Nymphalidae
Genus
: Junonia
Spesies
: Junonia orithya (Linnaeus,1758)
Ciri-ciri morfologi:

Tubuhnya berwarna hitam, memiliki pola sayap yang berbeda


untuk jantan dan betina. Pola sayap pada jantan memiliki warna dominan
coklat, sayap upperside berwaena coklat kehitaman. Pada sayap bagian
atas dan bawah memiliki pola yang hampir sama terdapat ocelli yang besar
berwarna kuning gelap dan terdapat titik hitam pada bagian tengahnya.
Pada betina hampir sama hanya saja ukurannya lebih besar dan sayapnya
lebih lebar dan bagak bulat. Pola pada sayap hampir sama pada jantan
tetapi pada betina sayap belakang bagian bawah terdapat warna biru tua
yang menjadi pembeda dengan yang jantan. Bagian tepi sayap jantan dan
betina memiliki pola yang sama terdapat garis coklat tua agak samar
berkelok dari ujung sayap sampai kebawah (Distant,1882).

12. Leptosia nina

Klasifikasi
:
Gambar 4.9
Kingdom
Phylum
Class
Ordo
Famili
Genus

Leptosia nina
: Animalia
: Arthropoda
: Insecta
: Lepidoptera
: Pieridae
: Leptosia

Spesies

: Leptosia nina (Fabricius,1793)

Ciri-ciri morfologi :
Tubuh berwarna putih pada bagian kepala berwarna putih
kehijauan sedangkan pada bagian toraks dan abdomen berwarna putih.
Memiliki tiga pasang kaki, terdapat antena dikepala. Pola warna sayap
dominan pada bagian UPFW (Upperside forewing) berwarna putih dengan
bintik-bintik berwarna hitam samar dibagian costa, serta terdapat warna
hitam pada bagian apeks, dan bercak berwarna hitam membentuk pesergi
didaerah subterminal. Sayap bagian UFW (Underside forewing) memiliki
pola warna hampir sama dengan bagian upperside forewing, hanya saja
disekitar subcosta terdapat bintik-bintik warna hitam yang samar cukup
rapat seperti serbuk. Pada sayap bagian UPHW (Upperside hindwing)
berwarna putih sedangkan pada sayap bagian UHW (Underside forewing)
berwarna putih dengan bintik-bintik warna coklat tua yang cukup banyak
(Arrummaisha, 2014)
13. Orsotriaena medus

Klasifikasi
Gambar 4.9: Orsotriaena medus
Kingdom
: Animalia
Phylum
: Arthropoda
Class
: Insecta
Ordo
: Lepidoptera
Famili
: Nymphalidae
Genus
: Orsotriaena
Spesies
: Orsotriaena medus (Fabricius,1775)
Ciri-ciri morfologi:

Tubuh memiliki dominan warna coklat tua dan sayapnya juga


dominan bewarna coklat tua. Pola sayap pada bagian UPFW (Upperside
forewing) berwarna dominan coklat tua dan tidak terdapat bercak atau
ocellus. Dibagian UFW (Underside forewing) juga memiliki dominan
coklat tua, di area submargin terdapat ocellus, didekat ocellus di area
submargin terdapat garis tipis berwarna putih yang memanjang dari area
costa sampai mendekati dorsum. Pada UPHW (Upperside hindwing)
hampir sama dengan UPFW (Upperside forewing) berwarna dominan
coklat tua dan tidak terdapat bercak atau ocellus. Begitu juga pada UHW
(Underside forewing) juga memiliki warna dominan coklat tua, di area
submargin terdapat ocellus, didekat ocellus di area submargin terdapat
garis tipis berwarna putih yang memanjang dari area costa sampai
mendekati dorsum.
14. Melanitis leda

Klasifikasi
Gambar 4.9: Melanitis leda
Kingdom
: Animalia
Phylum
: Arthropoda
Class
: Insecta
Ordo
: Lepidoptera
Famili
: Nymphalidae
Genus
: Melanitis
Spesies
: Melanitis leda (Linnaeus,1758)
Ciri-ciri morfologi

Tubuhnya berwarna coklat dan memiliki antena pada bagian atas


kepala. Pola warna sayap dominan pada bagian UPFW (Upperside
forewing) berwarna coklat dan terdapat ocelli besar pada area ujung atas.
Sayap bagian UFW (Underside forewing) memiliki warna hampir sama
dengan bagian upperside forewing yaitu coklat. Pada sayap bagian UPHW
(Upperside hindwing) berwarna coklat sama seperti pada sayap bagian
UHW (Underside forewing) berwarna coklat dengan terdapat ocelli kecil
dengan tengah bewarna putih yang terletak pada ujung sayap bawah
(Arrummaisha, 2014).
15. Copera marginipes

Gambar 4.15 Copera marginipes


Klasifikasi :
Kingdom
: Animalia
Phylum
: Arthropoda
Class
: Insecta
Ordo
: Odonata
Famili
:Platycnemididae
Genus
: Copera
Spesies
: Copera marginipes (Rambur,1842)
Ciri-ciri morfologi :
Tubuh capung ini lebih dominan berwarna hitam. Memiliki mata majemuk
berwarna hitam di bagian atas, kuning di bagian bawah, dan garis kuning
horisontal di antara kedua mata. Sintoraks berwarna hitam dengan garis-

garis kuning tidak beraturan. Abdomen hitam di sisi atas putih di sisi
bawah ruas 1-7, putih di atas ruas 8-10, pangkal setiap ruas berwarna
putih, dan panjang abdomen 32,5 mm. Kedua sayap transparan dengan
variasi hitam, pterostigma coklat gelap, dan panjang sayap belakang 17
mm. Tungkai berwarna kuning yang merupakan ciri khas dari spesies ini
(Sigit et al,2013).
16. Neurothemis ramburii

Klasifikasi :
Gambar 4.16 Neurothemis ramburii
Kingdom
: Animalia
Phylum
: Arthropoda
Class
: Insecta
Ordo
: Odonata
Famili
: Libellulidae
Genus
: Neurothemis
Spesies
: Neurothemis ramburii (Kaupin Brauer,1866)
Ciri-ciri morfologi :
Tubuh jantan spesies ini lebih dominan berwarna merah gelap.
Mata majemuk bagian atas berwarna merah keclokatan dan dibagaian
bawah berwarna abu-abu kehijauan dengan bintik-bintik hitam. Memiliki
frons merah, sintoraks dan tungkai berwarna kecoklatan. Abdomen merah
gelap, dengan panjang 25 mm, sisi atas dan samping ruas-ruas terdapat
garis kehitaman, sisi atas ruas 1-4 berwarna coklat dan ruas 10 berwarna

hitam. Kedua sayap merah tua kecoklatan, panjang sayap belakang 28-30
mm, dan pterostigma merah terang.
Pada betina seluruh tubuh berwarna kuning kecoklatan. Mata
majemuk berwarna coklat dibagian atas dan abu-abu kehijauan. Di sisi
atas dan samping abdomen terdapat garis hitam. Warna sayap capung
betina lebih gelap dari pada warna tubuhnya. Ciri khas spesies ini yaitu

pada sayap

2
3

bagian sayap berwarna merah tua kecoklatan mulai

pangkal sayap sampai mendekati pterostigma dan batasnya melengkung di

sayap belakang, sedangkan

1
3

bagian transparan (Sigit et al,2013).

17. Orthetrum sabina

Klasifikasi
: Orthetrum sabina
Gambar 4.6
Kingdom
: Animalia
Phylum
: Arthropoda
Class
: Insecta
Ordo
: Odonata
Famili
: Libellulidae
Genus
: Orthetrum
Spesies
: Orthetrum sabina (Drury, 1770)
Ciri-ciri morfologi

Orthetrum sabina memiliki mata yang majemuk berwarna biru


kehijauan, torak berwarna hijau kekuningan dengan 6 garis hitam disetiap
sisi sampingnya, abdomen berukuran panjang 30-35 mm, pada ruas 1-3
gemuk, ruas 4 ramping, dan ruas ke 7-10 melebar, pada ruas 1-3 abdomen
berwarna hijau kekuningan dengan garis-garis hitam, ruas 4-10 hitam
dengan bercak putih disisi atas dan samping ruas 4-6, kedua

sayap

transparan dengan venasi hitam dan pada pangkal sayap belakang terdapat
pola kuning kecoklatan. Panjang sayap belakang 30-35 mm dan
pterostigma cokelat. Dan tungkai capung hitam kecoklatan. Sedangkan
tubuh betinanya mirip dengan jantan, mata majemuk berwarna hijau,
toraks dan abdomen kebanyakan hijau tetapi berselang seling dengan garis
hitam, panjang abdomen betina 32-35 mm, sedangkan sayapnya lebih
lebar dari pada jantan dengan ukuran panjang 33-36 mm (Sigit et al,2013).
18. Orthetrum glaucum

Klasifikasi
Gambar
4.18: Orthetrum glaucum
Kingdom
: Animalia
Phylum
: Arthropoda
Class
: Insecta
Ordo
: Odonata
Famili
: Libellulidae
Genus
: Orthetrum
Spesies
: Orthetrum glaucum (Brauer,1865)

Ciri-ciri morfologi :
Seluruh tubuh spesies ini cenderung berwarna biru. Memiliki mata
majemuk berwarna biru kecoklatan, toraks biru gelap keabu-abuan dengan
sedikit tertutup serbuk putih. Abdomen biru keabu-abuan dengan panjang
30 mm, ruas 8-10 warna biru lebih gelap cenderung hitam. Kedua sayap
transparan dengan venasi coklat gelap dan ptrerostigma coklat gelap.
Panjang sayap belakang 35 mm dan dibagian pangkalnya terdapat bercak
coklat kekuningan. Tungkai hitam dan kemerahan dibagian pangkalnya
(Sigit et al,2013).
19. Pantala Flavescens

Gambar 4.19 Pantala Flavescens


Klasifikasi :
Kingdom
: Animalia
Phylum
: Arthropoda
Class
: Insecta
Ordo
: Odonata
Famili
: Libellulidae
Genus
: Pantala
Spesies
: Pantala Flavescens (Fabricius,1798)
Ciri-ciri morfologi :
Spesies ini mempunyai warna kuning jingga di seluruh bagian
tubuhnya kecuali pada sayap. Panjang abdomen 25 mm dan disisi atasnya
terdapat garis hitam. Memiliki sayap yang transparan, panjang 31-33 mm,
pada bagian pangkal sayap belakang berwarna kuning dan pterostigma
kedua sayap kuning keclokatan. Mata majemuk berwarna kecoklatan disisi

atas, kuning pucat dibagian bawah, dan terdapat bintik hitam dibagian
dalam mata (Sigit et al,2013).
20. Potamarcha congener

Klasifikasi
:
Gambar 4.20
Potamarcha congener
Kingdom
: Animalia
Phylum
: Arthropoda
Class
: Insecta
Ordo
: Odonata
Famili
: Libellulidae
Genus
: Potamarcha
Spesies
: Potamarcha congener (Rambur,1842)
Ciri-ciri morfologi :
Warna tubuh capung ini dominan berwarna kehijauan. Dibagian
atas memiliki mata majemuk. Toraks dan abdomen ruas 1 sampai 4
berwarna kehijauan, ruas 5-8 abdomen berwarna kuning dengan garis
hitam tebal di sisi atas, ruas 9-10 hitam dan panjang abdomen 33-35 mm.
Kedua sayap transparan dengan venasi hitam, panjang sayap belakang 3335 (Sigit et al,2013).
21. Stagmomantis carolina

Klasifikasi
: Stagmomantis carolina
Gambar 4.21
Kingdom
: Animalia

Phylum
Class
Ordo
Famili
Genus
Spesies

: Arthropoda
: Insecta
: Mantodea
: Mantidae
: Stagmomantis
: Stagmomantis carolina (Johansson,1763)

Ciri-ciri morfologi:
Memiliki ukuran tubuh dengan panjang rata-rata 50 mm pada
Stagmomantis carolina dewasa. Mata berukuran besar mengarah
kedepan,dibagian kepalanya juga terdapat antena, kaki panjang dan
ramping pada bagian femora depan dan tibiae terdapat duri-duri yang
berfungsi untuk menangkap mangsanya. Memiliki sayap belakang sedikit
lebih lebar dibandingkan dengan sayap depan dengan daerah anal yang
melebar, sayap akan melipat seperti kipas pada saat hinggap.
Stagmomantis carolina betina memiliki warna hijau sedangkan yang
jantan memiliki warna coklat (Borror, 1996).