Anda di halaman 1dari 11

ACARA I

PEMBUATAN CAKE
A. PENDAHULUAN
a. TUJUAN PERCOBAAN
1. Untuk mengetahui cara dan proses pembuatan Cake.
B. METODE PERCOBAAN
a. ALAT DAN BAHAN
Alat :
1. Mixer
2. loyang
3. Oven
4. Ayakan
5. Timbangan
6. Baskom
7. Spatula
8. Sendok
9. Mangkok
Bahan :
1. 150 gram Tepung terigu segitiga
2. 10 butir telur kuning
3. 5 butir telur
4. 100 gram gula pasir
5. 20 gram ovalet
6. 2 gram baking powder
7. 150 gram margarine
8. 10 ml rhum bakar

b. CARA KERJA
Telur, 100 g gula pasir dan 20 g ovalet
Dikocok dengan mixer
hingga kental
150 g terigu dan 2 g
baking powder, yang
sudah diayak

150 g margarine cair dan


10 ml rum bakar

Diaduk dengan spatula


hingga tercampur merata

Lalu diaduk hingga


benar-benar tercampur

Dimasukan ke dalam Loyang


yang telah dilapisi kertas roti dan
diolesi shortening

Dioven pada suhu 180oC


selama 30 menit

Cake siap
disajikan

C. HASIL DAN PEMBAHASAN


1. HASIL PENGAMATAN PEMBUATAN CAKE
Karakteristik

Hasil Pengamatan

Hasil Pengamatan

1.

Cake
Warna

Sebelum di Oven
Kuning

Sesudah di Oven
Kuning kecoklatan

2.

Tekstur

Lembek agak cair

Lunak

3.

Cita Rasa /
flavor

4.

Aroma

Sedap/harum

5.

Volume

Ringan/tidak terlalu
padat

6. Kenampakan

Enak, gurih dan


manis
Lebih sedap/harum
Ringan/agak padat

Belum mengembang

Mengembang

struktur
2. PEMBAHASAN
Berdasarkan hasil pengamatan tersebut diatas, dapat
diketahui bahwa, cake yang kami hasilkan memiliki karakteristik
seperti karakteristik cake pada umumnya. Yaitu memiliki warna kuning
kecoklatan, cita rasa yang enak, gurih dan manis, aroma yang
sedap/harum atau khas, volumenya ringan tidak terlalu padat, pori-pori
cake kecil dan teratur, cake lembut saat dimakan.
Cakes dibuat dari campuran krim, buah-buahan dan bahanbahan lainnya. Cakes biasa disajikan dalam keadaan dingin.
Contohnya Black Forest, Tiramisu, berbagai jenis Mousse dan lainlain. Cake sendiri memiliki beberapa klasifikasi, diantaranya adalah :
Chiffon cake, adalah cake yang tinggi, ringan dan halus, yang
dibuat dengan mencampurkan kuning telur dan gula dikocok terpisah
hingga mengembang kemudian dicampurkan ke adonan kuning telur.
Pound Cake dibuat dengan metode Butter Type Cake yaitu
dengan mengocok margarine dan gula sampai mengembang/ creamy
setelah itu baru dimasukkan telur satu persatu sambil di kocok dan

terakhir baru di masukkan terigu sedikit-sedikit dengan mixer


kecepatan rendah kalau menggunakan cairan (air atau susu cair)
masukkan paling akhir.
Sponge Cake Metode ini yang paling popular/ paling sering
digunakan dalam pembuatan cake yaitu dengan cara telur dan gula
dikocok hingga mengental dan kaku kemudian baru dimasukan
terigu secara bertahap dan di aduk balik dengan menggunakan
spatula hingga tercampur rata kemudian baru dimasukan margarine
yang telah dicairkan.
D. KESIMPULAN
Menurut kelompok kami, berdasarkan praktikum yang telah
dilakukan dapat disimpulkan bahwa :
1. Cake kami menghasilkan karakteristik cake pada umumnya, cake
kami mengembang dengan sempurna dan berwarna kuning
kecoklatan.
2. Cake yang kami hasilkan matang dengan sempurna, memiliki rasa
yang enak, gurih dan manis, dan aromanya harum.
3. Penambahan room bakar menambah aroma yang kuat pada cake.

ACARA II
PEMBUATAN COOKIES
I.

II.

PENDAHULUAN
a. TUJUAN PERCOBAAN
1. Untuk mengetahui cara pembuatan Cookies.
METODE PERCOBAAN 150 g gula halus, 2,5 g garam, 1 g soda kue
a. ALAT DAN BAHAN
1 bungkus vainili
Alat :
1. Mixer
2. Oven
3. Roll kayu
4. Loyang
5. Mangkuk
6. Timbangan
7. Ayakan
8. Spatula
9. cetakan
Bahan
1. 250 gram tepung terigu protein rendah (Kunci Biru)
2. 150 gram gula halus
3. 225 gram margarine
4. 50 gram telur (kuning)
5. 12,5 gram susu bubuk
6. 2,5 gram garam
7. 1 bungkus vanili
8. 1 gram soda kue
9. Coco chip secukupnya

b. CARA KERJA

Diayak
50 g kuning telur
dimasukkan
sedikit demi
sedikit
250 tepung terigu
dimasukkan sedikit
demi sedikit

Dikocok dengan mixer


kecepatan tinggi selama 5
menit
Dikocok
dengan
Disusun
di loyang
yangkecepatan
telah diolesi
o
Oven
pada
suhu
160
C diolesi
rendah,
dilanjutkan
dengan
shortening dan permukaan cookies
samapi
matang
pengadukan
manual
cookies
dengan
kuning
telur

III.

HASIL DAN PEMBAHASAN


1. HASIL PENGAMATAN COOKIES
Karakteristik Cake

Hasil Pengamatan

Hasil Pengamatan

Sebelum di Oven

Sesudah di Oven

1.

Warna

Kuning

Kuning kecoklatan

2.

Tekstur

Lembek

Keras atau renyah

3.

Cita Rasa / flavor


4. Aroma
Sedap/harum
5.

Volume

Ringan/tidak terlalu
padat

6.

Kenampakan Belum mengembang


struktur

Enak, gurih dan manis


Lebih sedap/harum
Agak padat
Mengembang

2. PEMBAHASAN
Berdasarkan hasil pengamatan tersebut diatas, dapat diketahui
bahwa, cookies yang kami hasilkan memiliki karakteristik seperti
karakteristik cookies pada umumnya. Yaitu memiliki warna kuning
kecoklatan, cita rasa yang enak, gurih dan manis, aroma yang sedap/harum
atau khas, volumenya padat.
Adapun kesalahan dalam pembuatan cookies yaitu kami lupa
menambahkan susu bubuk dalam proses pembuatan, akan tetapi hal itu
tidak terlalu berpengaruh pada cookies. Kesalahan lainnya yaitu adalah
terjadinya over cook atau terlalu matang, hal ini disebabkan karena pada
saat pengovenan kurang dikontrol, sehingga hal ini dapat terjadi.
Sebaiknya dalam pembuatan kue kering pada saat pengadukan atau
pemixeran mentega dan gula sampai membentuk krim, lalu masukkan
telur dan susu bubuk sambil dimixer setelah adonan tercampur, baru

masukkan tepung terigu secara bertahap (untuk menghindari kelebihan


tepung terigu, sehingga tidak menghasilkan tekstur cookies yang keras)
dan diaduk menggunakan spatula secara perlahan sampai adonan dapat
dicetak.

IV. KESIMPULAN
Menurut kelompok kami, berdasarkan praktikum yang telah
dilakukan dapat disimpulkan bahwa proses pembuatan cookies yaitu :
1. Pencampuran margarine dan gula halus, pencampuran kuning telur dan
susu, pencampuran tepung terigu, pemipihan adonan, dan pencetakan
adonan, menghias adonan yang telah dicetak dan pengovenan.
2. Tepung yang digunakan dalam pembuatan cookies atau kue kering adalah
tepung terigu berprotein rendah, karena kue kering tidak memerlukan
proses pengembangan yang berlebihan.
3. Hasil praktikum cookies kami mengalami sedikit kesalahan yaitu, kami
lupa menambahkan susu bubuk, dan terjadi over cook.

ACARA III
PEMBUATAN PIA
I. PENDAHULUAN
a. TUJUAN PERCOBAAN
1. Untuk mengetahui cara pembuatan Pia.

II.

METODE PERCOBAAN
c. ALAT DAN BAHAN
Alat :
1. Mixer
2. Oven
3. Loyang
4. Mangkuk
150 g gula halus, 2,5 g garam, 1 g soda kue
5. Timbangan
6. Ayakan
1 bungkus vainili
7. Spatula
Bahan
1. 400 gram tepung terigu cakra
2. 150 gram mentega
3. 50 gram margarine
4. 100 gram gula pasir
5. 7 gram baking powder
6. 3,5 gram vanili
7. 265 cc air
8. Coklat dan butter 500 gram

d. CARA KERJA

III. HASIL DAN PEMBAHASAN


1. HASIL PENGAMATAN PIA
Karakteristik Pia

1.

Hasil Pengamatan

Hasil Pengamatan

Sebelum di Oven

Sesudah di Oven

Warna

Kuning

Kuning kecoklatan

2. Tekstur

Lembek

Lembek dan renyah

3.

Cita Rasa / -

Enak, gurih dan

flavor

manis

4.

Aroma

Sedap/harum

Lebih sedap/harum

5.

Volume

Ringan/tidak terlalu
padat

6. Kenampakan Belum mengembang


struktur

Agak padat
Mengembang

2. PEMBAHASAN
Berdasarkan hasil pengamatan tersebut diatas, dapat diketahui
bahwa, pia yang kami hasilkan memiliki karakteristik seperti karakteristik
pia pada umumnya. Yaitu memiliki warna kuning kecoklatan, cita rasa
yang enak, gurih dan manis, aroma yang sedap/harum atau khas, akan
tetapi ada juga perbedaannya yaitu pada kulit, pia yang kami buat
memiliki kulit lebih tebal dan lebih renyah, hal ini disebabkan karena kami
menambahkan pastry pada adonan kulitnya

sehingga kulit pia yang

dihasilkan lebih tebal dan lebih renyah.


Adapun kesalahan dalam pembuatan pia yaitu adalah banyaknya
isian yang keluar dari adonan dan adonan robek, hal ini disebabkan karena
jumlah isian yang dimasukkan pada adonan terlalu banyak sehingga
menyebabkan adonan robek dan isiannya tumpah.
Pia yang kami buat merupakan resep baru, pada umumnya pia
tidak menggunakan pastry dalam pembuatan kulit pia akan tetapi pada pia
ini kami menggunakan pastry sehingga kulit pia berbeda dengan yang
lainnya. Selain itu isian pada pia juga dapat divariasi biasanya isian pia
hanya kacang hijau, padahal bisa divariasi dengan yang lainnya misalnya
cokelat, keju, atau bahkan daging.
3. KESIMPULAN
Menurut kelompok kami, berdasarkan praktikum yang telah
dilakukan dapat disimpulkan adalah :

1. Pencampuran margarine dan gula halus, pencampuran kuning telur dan


susu, pencampuran tepung terigu, pemipihan adonan, dan pencetakan
adonan, menghias adonan yang telah dicetak dan pengovenan.
2. Tepung yang digunakan dalam pembuatan cookies atau kue kering adalah
tepung terigu berprotein rendah, karena kue kering tidak memerlukan
proses pengembangan yang berlebihan.
3. Hasil praktikum cookies kami mengalami sedikit kesalahan yaitu, kami
lupa menambahkan susu bubuk, dan terjadi over cook.