Anda di halaman 1dari 10

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Fungsi utama dari sel-sel darah merah, yang juga dikenal sebagai eritrosit,
adalah mengangkut hemoglobin, dan seterusnya mengangkut oksigen dari paruparu ke jaringan. Selain mengangkut hemoglobin, sel-sel darah merah juga
mempunyai fungsi lain. Contohnya, ia mengandung banyak sekali karbonik
anhidrase, yang mengkatalisis reaksi antara karbon dioksida dan air, sehingga
meningkatkan kecepatan reaksi bolak-balik ini beberapa ribu kali lipat.
Cepatnya reaksi ini membuat air dalam darah bereaksi dengan banyak sekali
karbon dioksida, dan dengan demikian mengangkutnya dari jaringan menuju paruparu dalam bentuk ion bikarbonakt (HCO3-). Hemoglobin yang terdapat sel
dalam sel juga merupakan dapar asam-basa (seperti juga pada kebanyakan
protein), sehingga sel darah merah bertanggung jawab untuk sebagian besar daya
pendaparan seluruh darah.
Gambar 1.1 Darah
Sel darah merah normal, berbentuk lempeng bikonkaf dengan diameter
kirakira 7,8 mikrometer dan dengan ketebalan pada bagian yang paling tebal 2,5
mikrometer dan pada bagian tengah 1 mikrometer atau kurang. Volume rata-rata
3
sel darah merah adalah 90 sampai 95 mikrometer kubik. Bentuk sel darah merah
dapat berubah-ubah ketika sel berjalan melewati kapiler. Sesungguhnya, sel darah
merah merupakan suatu kantung yang dapat diubah menjadi berbagai bentuk.
Selanjutnya, karena sel normal mempunyai membran yang sangat kuat untuk
menampung banyak bahan material di dalamnya, maka perubahan bentuk tadi
tidak akan meregangkan membran secara hebat, dan sebagai akibatnya, tidak akan
memecahkan sel, seperti yang akan terjadi pada sel lainnya. Seperti telah
disebutkan sebelumnya bahwa fungsi terpenting sel darah merah adalah transpor
O2 dan CO2 antara paru-paru dan jaringan. Suatu protein eritrosit, yaitu
hemoglobin, memainkan peranan penting pada kedua proses tersebut.
1.2 Tujuan
Untuk mengetahui cara menghitung eritrosit.
Untuk menghitung jumlah eritrosit dalam darah.
1.3 Rumusan Masalah
1. Apa pengertian eritrosit?
2. Bagaimana cara pengambilan darah kapiler yang tepat ?
3. Bagaimana cara menghitung jumlah sel eritrosit ?

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Pengertian Eritrosit
Eritrosit merupakan bagian utama dari sel-sel darah. Setiap mm kubiknya
darah pada seorang laki-laki dewasa mengandung kira-kira 5 juta sel darah merah
dan pada seorang perempuan dewasa kira-kira 4 juta sel darah merah.
Eritrosit mempunyai bentuk bikonkaf, seperti cakram dengan garis tengah 7,5
uM dan tidak berinti. Warna eritrosit kekuning-kuningan dan dapat berwarna
merah karena dalam sitoplasmanya terdapat pigmen warna merah berupa
hemoglobin.
Gambar 2.1 Sel Darah Merah
Tiap-tiap sel darah merah mengandung 200 juta molekul hemoglobin.
Hemoglobin (Hb) merupakan suatu protein yang mengandung senyawa besi
hemin. Hemoglobin mempunyai fungsi mengikat oksigen di paru-paru dan
mengedarkan ke seluruh jaringan tubuh. Jadi, dapat dikatakan bahwa di paruparu
terjadi reaksi antara hemoglobin dengan oksigen.
2 Hb2+ 4 O2 ==> 4 Hb O2 (oksihemoglobin)
Setelah sampai di sel-sel tubuh, terjadi reaksi pelepasan oksigen oleh Hb.
5
4 Hb O2 ==> 2 Hb2+ 4 O2
Hitung eritrosit adalah jumlah eritrosit per milimeterkubik atau mikroliter
dalah. Seperti hitung leukosit, untuk menghitung jumlah sel-sel eritrosit ada dua
metode, yaitu manual dan elektronik (automatik). Metode manual hampir sama
dengan hitung leukosit, yaitu menggunakan bilik hitung. Namun, hitung eritrosit
lebih sukar daripada hitung leukosit.
Prinsip hitung eritrosit manual adalah darah diencerkan dalam larutan isotonis
untuk memudahkan menghitung eritrosit dan mencegah hemolisis. Larutan
Pengencer yang digunakan adalah:
Larutan Hayem : Natrium sulfat 2.5 g, Natrium klorid 0.5 g, Merkuri
klorid 0.25 g, aquadest 100 ml. Pada keadaan hiperglobulinemia, larutan
ini tidak dapat dipergunakan karena dapat menyebabkan precipitasi
protein, rouleaux, aglutinasi.
Larutan Gower : Natrium sulfat 12.5 g, Asam asetat glasial 33.3 ml,
aquadest 200 ml. Larutan ini mencegah aglutinasi dan rouleaux.
Natrium klorid 0.85 %
Harga Normal :
Dewasa laki-laki : 4.50 6.50 (x10
6
/L)
Dewasa perempuan : 3.80 4.80 (x10
6
/L)
Bayi baru lahir : 4.30 6.30 (x10
6
/L)
Anak usia 1-3 tahun : 3.60 5.20 (x10
6
/L)
Anak usia 4-5 tahun : 3.70 5.70 (x10
6

/L)
Anak usia 6-10 tahun : 3.80 5.80 (x10
6
/L)
Masa hidup eritrosit hanya sekitar 120 hari atau 4 bulan, kemudian dirombak
di dalam hati dan limpa. Sebagian hemoglobin diubah menjadi bilirubin dan
biliverdin, yaitu pigmen biru yang memberi warna empedu. Zat besi hasil
penguraian hemoglobin dikirim ke hati dan limpa, selanjutnya digunakan untuk
membentuk eritrosit baru. Kira-kira setiap hari ada 200.000 eritrosit yang
6
dibentuk dan dirombak. Jumlah ini kurang dari 1% dari jumlah eritrosit secara
keseluruhan.
2.2 Penurunan eritrosit
kehilangan darah (perdarahan), anemia, leukemia, infeksi kronis, mieloma
multipel, cairan per intra vena berlebih, gagal ginjal kronis, kehamilan, hidrasi
berlebihan.
Tabel 2.2 Jumlah
Eritrosit Leukosit Trombosit
369
4 7 10
5 8 11
GEJALA ANEMIA
Adapun gejala-gejala dari anemia adalah:
1. Lemah, lesu, pusing, mudah marah atau sulit konsentrasi.
2. Pucat terutama pada gusi dan kelopak mata atau bawah kuku.
3. Jantung berdebar nafas pendek.
4. Sariawan mulut atau lidah, bilur-bilur atau pendarahan tidak biasa.
5. Mati rasa atau kesemutan di daerah kaki.
6. Mual dan diare
Penyebab
Difesiensi besi adalah penyebab anemia paling umum. Defesiensi besi dapat
terjadidari pola makan sehari-hari yang rendah besi. Kurang protein, asam folat,
vitamin B12 dari makanan sehari-hari juga memungkinkan terjadinya anemia,
mengingat pentingnya unsure-unsur tersebut dalam pembentukan sel-sel darah
merah. Anemia juga bisa disebabkan hal-hal lain seperti pendarahan kecil tetapi
terus menerus (slow bleeding) seperti akibat wasir, tukak lambung, kanker
7
lambung atau usus dan efek penggunaan aspirin atau obat-obat nonsteroidal anti
inflamasi terus menerus, menstruasi berat, penyakit yang berhubungan dengan
darah seperti leukemia dan infeksi (cacing, malaria). Pecandu alcohol, perokok,
pasien dengan penyakit saluran pencernaan (gastritis, celiac disease atau crohns
disease), vegetarian ekstrim, orang lanjut usia dan wanita hamil termasuk yang
beresiko defisiensi besi, akibat gizi buruk atau kurang gizi atau penyerapan gizi
kurng baik.
Pengobatan untuk penderita anemia
Makanlah variasi makanan yang kaya besi, asam folat, dan B12 dari empat
kelompok makanan wajib (protein, karbohidrat, lemak, sayuran dan buah) seperti
polong-polongan kering dan kacang-kacangan, hati, daging, telur, ikan, kerangkerangan, buah kering, sayuran hijau, kelompok buah sitrus.
Jika anda sering mengalami menstruasi berat, seger konsultasikan dengan dokter

karena anda mempunyai risiko anemia. Bagi yang sedang hamil atau berencana
untuk hamil, tanyakan pada dokter tentang perlu tidaknya mengkonsumsi
suplemen besi. Segera pergi ke dokter jika anda melihat ada bercak darah pada
fases atau urine anda. Mengkonsumsi makanan yang kaya akan vitamin C ( asam
askorbat) seperti jeruk, tomat, mangga dan lain-lain, sebab asam askorbat dapat
meningkatkan penyerapan zat besi.
Pengobatan untuk penderita anemia defisiensi zat besi:
60 gram daun bayam merah direbus dengan air secukupnya. Selanjutnya
ditambahkan satu kuning telur ayam kampung. Ramuan tersebut dapat
dimakan.
100 gram kacang hijau + 10 butir angco direbus/ditim + 30 gram kismis,
direbus hingga menjadi bubur cair, kemudian dimakan.
30 gram daun kacang panjang + 30 gram daun bayam duri + 25 gram
lempuyang wangi, dicuci dan diblender dengan 100 cc air, disaring, airnya
diminum.
8
30-50 buah buni yang matang + 20 buah murbei + 20 gram kunyit, diblender
dengan menambahkan 100 cc air, tambahkan 1 sendok makan madu lalu
dimakan.
2. 3 Peningkatan eritrosit
Peningkatan eritrosit dapat meyebabkan polisitemia era,
hemokonsentrasi/dehidrasi, hipertensi , penyakit kardiovaskuler.
Salah satu penyakit akibat peningkatan eritrost adalah hipertensi, hipertensi
tidak menimbulkan gejala; meskipun secara tidak sengaja beberapa gejala terjadi
bersamaan dan dipercaya berhubungan dengan tekanan darah tinggi (padahal
sesungguhnya tidak). Gejala yang dimaksud adalah sakit kepala, perdarahan dari
hidung, pusing, wajah kemerahan dan kelelahan; yang bisa saja terjadi baik pada
penderita hipertensi, maupun pada seseorang dengan tekanan darah yang normal.
Jika hipertensinya berat atau menahun dan tidak diobati, bisa timbul gejala
berikut:
sakit kepala
kelelahan
mual
muntah
sesak napas
gelisah
pandangan menjadi kabur yang terjadi karena adanya kerusakan pada otak,
mata, jantung dan ginjal.
Kadang penderita hipertensi berat mengalami penurunan kesadaran dan bahkan
koma karena terjadi pembengkakan otak. Keadaan ini disebut ensefalopati
hipertensif, yang memerlukan penanganan segera.
a) Keturunan
Faktor ini tidak bisa Anda kendalikan. Jika seseorang memiliki orang-tua atau
saudara yang memiliki tekanan darah tinggi, maka kemungkinan ia menderita
tekanan darah tinggi lebih besar. Statistik menunjukkan bahwa masalah tekanan
9
darah tinggi lebih tinggi pada kembar identik daripada yang kembar tidak identik.
Sebuah penelitian menunjukkan bahwa ada bukti gen yang diturunkan untuk
masalah tekanan darah tinggi.
b) Usia

Faktor ini tidak bisa Anda kendalikan. Penelitian menunjukkan bahwa seraya
usia seseorang bertambah, tekanan darah pun akan meningkat. Anda tidak dapat
mengharapkan bahwa tekanan darah Anda saat muda akan sama ketika Anda
bertambah tua. Namun Anda dapat mengendalikan agar jangan melewati batas
atas yang normal.
c) Garam
Faktor ini bisa Anda kendalikan. Garam dapat meningkatkan tekanan darah
dengan cepat pada beberapa orang, khususnya bagi penderita diabetes, penderita
hipertensi ringan, orang dengan usia tua, dan mereka yang berkulit hitam.
d) Kolesterol
Faktor ini bisa Anda kendalikan. Kandungan lemak yang berlebih dalam darah
Anda, dapat menyebabkan timbunan kolesterol pada dinding pembuluh darah. Hal
ini dapat membuat pembuluh darah menyempit dan akibatnya tekanan darah akan
meningkat. Kendalikan kolesterol Anda sedini mungkin. Untuk tips
mengendalikan kolesterol, silahkan lihat artikel berikut: kolesterol.
e) Obesitas / Kegemukan
Faktor ini bisa Anda kendalikan. Orang yang memiliki berat badan di atas 30
persen berat badan ideal, memiliki kemungkinan lebih besar menderita tekanan
darah tinggi.
f) Stres
Faktor ini bisa Anda kendalikan. Stres dan kondisi emosi yang tidak stabil juga
tekanan darah tinggi.
g) Rokok
10
Faktor ini bisa Anda kendalikan. Merokok juga dapat meningkatkan tekanan
darah menjadi tinggi. Kebiasan merokok dapat meningkatkan risiko diabetes,
serangan jantung dan stroke. Karena itu, kebiasaan merokok yang terus
dilanjutkan ketika memiliki tekanan darah tinggi, merupakan kombinasi yang
sangat berbahaya yang akan memicu penyakit-penyakit yang berkaitan dengan
jantung dan darah.
h) Kafein
Faktor ini bisa Anda kendalikan. Kafein yang terdapat pada kopi, teh maupun
minuman cola bisa menyebabkan peningkatan tekanan darah.
i) Alkohol
Faktor ini bisa Anda kendalikan. Konsumsi alkohol secara berlebihan juga
menyebabkan tekanan darah tinggi.
j) Kurang Olahraga
Faktor ini bisa Anda kendalikan. Kurang olahraga dan bergerak bisa
menyebabkan tekanan darah dalam tubuh meningkat. Olahraga teratur mampu
menurunkan tekanan darah tinggi Anda namun jangan melakukan olahraga yang
berat jika Anda menderita tekanan darah tinggi.
Mencegah dan Mengatasi Darah Tinggi
Untuk mencegah darah tinggi bagi Anda yang masih memiliki tekanan darah
normal ataupun mengatasi darah tinggi bagi Anda yang sudah memiliki tekanan
darah tinggi, maka saran praktis berikut ini dapat Anda lakukan:
Kurangi konsumsi garam dalam makanan Anda. Jika Anda sudah
menderita tekanan darah tinggi sebaiknya Anda menghindari makanan
yang mengandung garam.
Konsumsi makanan yang mengandung kalium, magnesium dan kalsium.
Kalium, magnesium dan kalsium mampu mengurangi tekanan darah

tinggi.
11
Kurangi minum minuman atau makanan beralkohol. Jika Anda menderita
tekanan darah tinggi, sebaiknya hindari konsumsi alkohol secara
berlebihan. Untuk pria yang menderita hipertensi, jumlah alkohol yang
diijinkan maksimal 30 ml alkohol per hari sedangkan wanita 15 ml per
hari.
Olahraga secara teratur bisa menurunkan tekanan darah tinggi. Jika Anda
menderita tekanan darah tinggi, pilihlah olahraga yang ringan seperti
berjalan kaki, bersepeda, lari santai, dan berenang. Lakukan selama 30
hingga 45 menit sehari sebanyak 3 kali seminggu.
Makan sayur dan buah yang berserat tinggi seperti sayuran hijau, pisang,
tomat, wortel, melon, dan jeruk.
Jalankan terapi anti stres agar mengurangi stres dan Anda mampu
mengendalikan emosi Anda.
Berhenti merokok juga berperan besar untuk mengurangi tekanan darah
tinggi atau hipertensi.
Kendalikan kadar kolesterol Anda.
Kendalikan diabetes Anda.
Hindari obat yang bisa meningkatkan tekanan darah. Konsultasikan ke

BAB III
METODE KERJA
Prinsip :
Darah diencerkan dalam pipet eritrosit, kemudian dimasukkan kedalam
kamar hitung. Jumlah eritrosit dihitung dalam volume tertentu. Dengan
mengkalikan terhadap faktor perhitungan diperoleh jumlah eritrosit dalam satuan
volume darah.
3.1 Alat dan bahan
a) Alat
1. Hemositometer, terdiri dari :
Kamar/bilik hitung
Kaca penutup
Pipet eritrosit
Karet penghisap dengan pipa kecil
2. Auto clik / lanset
3. Kertas saring/tissue
4. Mikroskop
b) Bahan
Darah kapiler
c) Reagen
Alcohol
13
Larutan Hayem : Natrium sulfat 2.5 g, Natrium klorid 0.5 g,
Merkuri klorid 0.2 g, aquadest 100 ml.
Gambar 3.1 Bilik Hitung Improved Neubauer
3.2 Cara Kerja
1. siapkan alat dan bahan yang akan digunakan.
2. mengambil dara kapiler:
a. Mease jari tangan, yang bisa digunakan adalah 3 jari tengah karena ada
selaputnya.
b. Jari yang akan di tusuk di usap dengan alkohol 70%
c. Gunakan lancet yang steril.
d. Tusuk jari yang sudah di beri alcohol
e. Buang 3 tetesan pertama
f. Segera gunakan pemeriksaan karena mudah membeku
g. Usap jari dengan kapas pada bekas tusukan tadi.
3.3 Mengisi pipet thoma
a. Isaplah darah kapiler sampai pada garis tanda 0,5 tepat.
b. Hapus kelebihan darah yang melekat pada ujung pipet
14
c. Masukkan ujung pipet kedalam larutan HAYEM sambil
mempertahankan darah tetap pada garis tan tadi. pipet dipegang dengan
sudut 45 derajat dan larutan HAYEM dihisap perlahan-lahan sampai garis
tanda 11 tepat. Hati-hati jangan sampai terjadi gelembung udara.
d. Angkatlah pipet dari cairan; tutup ujung pipet dengan ujung jari
kemudian lepaskan karet penghisap.
e. Kocoklah pipet tadi selama 15-30 detik. jika tidak segera akan
dihitung letakkan pipet dalam posisi horizontal.
3.4 Mengisi kamar hitung
a. Letakkan kamar hitung yang telah benar-benar bersih dengan kaca

penutup yang terpasang mendatar di atas meja.


b. Kocoklah pipet yang berisi tadi selama 3 menit terus menerus
(jangan sampai ada cairan yang terbuang dari pipet saat mengocok)
c. Buang semua cairan yang ada pada batang kapiler pipet (3 4
tetes) dan kemudian sentuhkan ujung pipet (sudut 30 derajat) dengan
menyinggung pinggir kaca penutup pada kamar hitung. Biarkan kamar
hitung tersebut terisi cairan perlahan-lahan dengan gaya kapilaritasnya
sendiri.
d. Biarkan kamar hitung yang sudah terisi tersebut selama 2-3 menit
agar leukkosit-leukosit mengendap. jika tidak akan dihitung segera,
simpan kamar hitung tersebut dalam cawan peti tertutup yang berisi kapas
basah.
3.5 Cara menghitung sel
a. Atur fokus terlebih dahulu dengan memakai lensa objektif kecil
(10 x), kemudian lensa tersebut diganti dengan lensa objektif besar (40x),
b. Kamar hitung dengan bidang bergaris diletakkan di bawah objektif
dan fokus mikroskop diarahkan pada garis-garis bagi tersebut. Dengan
sendirinya leukosit-leukosit akan jelas terlihat.
15
c. Hitung semua eritrosit yang terdapat dalam 5 bidang yang tersusun
dari 16 bidang kecil (misalnya ; pada keempat sudut bidang besar di
tambah dengan satu bidang di bagian tengah). Cara dan ketentuan
menghitung sel sama dengan cara menghitung leukosit.Mulailah
menghitung dari sudut kiri atas, terus ke kanan, kemudian turun ke bawah
dan dari kanan ke kiri dan seterusnya. Kadang ada sel yang menyinggung
garis suatu bidang, sel-sel yang menyinggung garis batas sebelah kiri atau
garis atas haruslah di hitung. Sebaliknya sel-sel yang menyinggung garis
sebelah kanan dan bawah tidak boleh dihitung.
3.6 Perhitungan
Pengenceran dalam pipet eritrosit adalah 200 kali. Luas tiap bidang kecil 1/400
mm kuatdrat, tinggi kamar hitung 1/10 mm, sedangkan eritrosit yang dihitung
dalam 5 x 16 bidang kamar kecil = 80 bidang kecil, yang jumlah luasnya 1/5 mm
kuatdrat. Faktor untuk mendapatkan jumlah eritrosit dalam ul darah menjadi 5 x
10 x 200 = 10.000.
16
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil
Dari pengamatan diatas hasinya dapat dihitung sebagai berikut :
Tabel 4.1 Hasil
Kotak I 100
Kotak II 110
Kotak III 80
Kotak IV 87
Kotak V 90
JUMLAH 467
N x 10.000
467 x 10.000 = 4.670.000/mm3
Jadi jumlah eritrosit dari pasien atas nama syahriani adalah 4.670.000/mm
3

4.2 Pembahasan
Menghitung jumlah eritrosit yang terkandung dalam darah memang bukan
suatu hal yang mudah karena sel-sel darah merah yang terkandung dalam darah
berukuran sangat kecil sehingga dibutuhkan seperangkat alat yang dinamakan
dengan Haemocytometer dengan bantuan mikroskop. Dalam proses penghitungan
sel-sel darah merah dibutuhkan juga ketelitian dan konsisten dalam cara
menghitung. Penghitungan sel-sel darah merah dihitung di dalam kamar hitung
yang bersakala atau berukuran kecil dengan jumlah 40 buah. Contoh gambar selsel darah yang terkandung di dalam kamar hitung.
Namun pada saat dilakaukan percobaan bisa saja kita mendapatkan kesalahan,
yang mana akan sangat mempengaruhi hasil pemeriksaan, oleh karena itu
ketelitian sangat diperlukan dalam praktikum ini.
17
Gambar 4.2 Eritrosit
Sumber kesalahan :
a. Jumlah darah/larutan Heyem yang diisap kedalam pipet tidak tepat.
b. Memakai pipet yang basah
c. Berkurangnya darah dalam pipet pada waktu penghapusan darah yang melekat
pada bagian luar ujung pipet.
d. Terjadinya gelembung udara dalam pipet pada waktu menghisap darah/larutan
pengencer.
e. Adanya bekuan darah
f. Darah tidak homogeny
g. Kamar hitung/kaca penutup kotor
h. Ada gelembung udara yang masuk pada waktu pengisian kamar hitung
i. Letak kaca penutup tidak tepat
j. Meja mikroskop tidak datar
k. Menghitung sel yang menyinggung garis batas tidak benar
l. Kaca penutup bergeser karena tersebtuh oleh lensa mikroskop
m. Larutan pengencer kotor
n. Menghitung eritrosit tidak memakai lensa obyektif 40x sehingga kurang teliti.
18
BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Eritrosit merupakan bagian utama dari sel-sel darah. Setiap mm kubiknya
darah pada seorang laki-laki dewasa mengandung kira-kira 5 juta sel darah merah
dan pada seorang perempuan dewasa kira-kira 4 juta sel darah merah.
Pengenceran darah yang lazim dipakai untuk menghitung eritrosit ialah 20x
tetapi menurut keadaan (leukositas tinggi atau leucopenia) pengenceran itu dapat
diubah sesuai dengan keadaan itu.Pengaenceran dilakukan lebih tinggi pada
leukositas dan lebih rendah pada leocopenia.
Jadi jumlah eritrosit dari pasien atas nama syahriani adalah 4.670.000/mm
3
5.2 Kritik dan Saran
Kami menyadari dalam penyusunan makalah ini masih belum sempurna,
untuk itu kami mengharapkan kepada pembaca untuk memberikan kritik dan
saran yang membangun demi kesempurnaan makalah ini
19
BAB VI

DAFTAR PUSTAKA
Gandasoebrata.R. Penuntun Laboratorium Klinik. Dian Rakyat. Jakarta. 1967
http://belibis-a17.com/tag/kamar-hitung/.html
http://katahatimutiara.wordpress.com/2011/05/23/menghitung-jumlah-eritrositdan-leukosit/.html
http://kharismamerrin.blogspot.com/2011/05/antal-eritrosit.html
http://analislaboratoriumkesehatan.blogspot.com/2010/09/menghitung-sel-seldarah.html
http://aniamaharani.blogspot.com/2011/12/praktikum-darahmenghitungeritrosit.html
http://hirokotuna.wordpress.com/2010/11/02/menghitung-umlah-leukosit/
http://fransiscakumala.wordpress.com/2010/05/04/pemeriksaan-laboratoriumhematologi/
20