Anda di halaman 1dari 4

TEKNOLOGI FARMASI SEDIAAN PADAT

PENDAHULUAN :
Termasuk sediaan farmasi padat : - Pulvis /Serbuk
- Kapsulae
- Supositoria
- Tablet
Serbuk adalah campuran kering bahan obat atau zat kimia yang dihaluskan,
ditujukan untuk pemakaian oral atau pemakaian luar.
Kapsul adalah sediaan padat yang terdiri dari obat dalam cangkang keras atau
lunak yang dapat larut. Cangkang umumnya terbuat dari gelatin tetapi dapat juga
terbuat dari pati atau bahan lain yang sesuai.
Supositoria
adalah sediaan padat dalam berbagai bobot dan bentuk yang dibarikan melalui
rectal, vagina atau ureter. Umumnya meleleh, melunak atau melarut pada suhu
tubuh
TABLET adalah sediaan padat, kompak, dibuat secara kempa cetak dalam tabung
pipih atau sirkuler, kedua permukaannya rata atau cembung, mengandung satu
jenis obat atau lebih dengan atau tanpa zat tambahan.
Zat tambahan yang digunakan dapat berfungsi sebagai zat pengisi, pengembang,
pengikat, pelicin, pembasah atau zat lain yang cocok (F.I. III 1975)
TABLET adalah sediaan padat mengandung bahan obat dengan atau tanpa bahan
pengisi. Berdasarkan metoda pembuatan, dapat digolongkan sebagai tablet cetak
dan tablet kempa (F.I ,IV 19950
Sebagian besar tablet dibuat dengan cara pengempaan dan merupakan sediaan
yang paling banyak digunakan.
Sediaan padat kompak : masa tablet terdiri dari campuran partikel, granul dengan
pemberian tekanan/ daya kompresi jarak antar partikel padat sangat dekat sekali
dan direkat oleh berbagai ikatan yang terbentuk seperti kohesi, adesi, jembatan
padat dan jembatan kristal dsb.
Dalam tabung pipih/ sikuler : menentukan bentuk tablet, bentuk kapsul
(kaplet),segi tiga dengan permukaan rata atau cembung.
Mengandung satu jenis bahan obat seperti Tablet HCl Codein, tab Asam
Mafenamat/Ponstan atau lebih seperti tab Doveri dan tablet untuk inflensa.
Dengan zat tambahan seperti tablet biasa, untuk tablet dengan tanpa zat tambahan
jumlahnya sangat terbatas dan biasanya garam halogen NaCl, KCl, KBr dapat
dicetak lansung hal ini disebabkan bentuk struktur kristalnya, dimana kisi-kisi
kristal dapat tersusun secara berulang (panjang dan jenis ikatannya sama)

adakalanya karena dosisnya kecil memerlukan zat tambahan untuk memudahkan


prosesing.
Kebanyakan kistal obat terdiri senyawa organik dengan bermacam jenis ikatan
perulangan ikatan membentuk kisi-kisi tidak terjadi (panjang ikatan tidak sama),
sehingga tidak dapat dicetak lansung.
Berdasarkan cara pemakaiannya tablet dibagi :

untuk per-oral, sebahagian besar tablet pemakaiannya


salut, lapis, buih, lepas lambat)

untuk oral, buccal/sublingual, hisap, kunyah

per-oral (tab biasa,

untuk pemakaian non-oral : inplant/susuk ditanamkan dibawah jaringan kulit


; tab vagina (metronidazol) ; tab hypodermic, dilarutkan baru disuntikan
KRITERIA TABLET.
Suatu tablet yang baik haruslah memenuhi persyaratan sbb
1 Harus mengandung bahan obat dan bahan pembantu yang memenuhi
persyaratan.
2,Harus mengandung bahan obat yang homogen dan stabil.
3,Keadaan fisik tablet harus cukup kuat terhadap gangguan fisik dan mekanik.
4.Kesegaman bobot dan penampilan harus memenuhi persyaratan.
5.Harus stabil terhadap udara dan suhu lingkungan.
6.Waktu hancur dan laju disolusi harus memehuhi persyaratan.
7.Harus bebeas dari kerusakan fisik.
8. Stabilitas kimiawi (obat) maupun fisik (tablet) stabil cukup lama dalam
penyimpanan.
9. Obat harus dapat dilepaskan secara homogen dalam waktu tertentu.
10.Tablet memenuhi [persyaratan farmakope yang berlaku.
Sediaan tablet banyak digunakan karena
1. Cara pemberian mudah (per oral)
2. Memberikan ketetapan dosis yang tinggi.
3. Tablet dapat mengandung dosis obat dengan vulume yang kecil, sehingga
memudahkan proses pembuatan, pengemasan, trasportasi dan penyimpanan.
4. Bebas dari air (sediaan kering) sehingga kemungkinan kehilangan potensi
karena terjadi hidrolisis dapat dicegah/diperkecil.
Sediaan tablet memiliki keuntungan dibandingkan dengan bentuk sediaan lain,
seperti :

* Dosis cukup teliti (campuran homogen) dapat diberikan untuk tablet,


sedangkan utk kapsul atau supositoria tidak mungkin, untuk sediaan cair/sirup
atau suspensi takaran 1 atau sendok untuk setiap pengambilan belum tentu
sama .
* Stabilitas bahan obat terjamin, karena bentuk sediaan dalam bentuk kering,
disamping itu untuk mencegah terurai oleh lembab dapat ditambahkan adsorben,
untuk melindungi dari cahaya, diberi warna, terurai atau mengiritasi lambung,
disalut dsbnya
* Pembebasan bahan obat dapat direncanakan sesuai dengan tempat absorbsinya
yang maksimal/diinginkan. Tablet bucal/sublingual dikemut dimulut absorbsi
terjadi di mukosa mulut, tablet biasa dilambung, dan tablet salut enteric diusus
* Rasa yang pahit (tablet kina salut gula) dan bau yang tidak menyenangkan
(derivat pyridin salut film), jika terurai/mengiritasi lambung dibuat tablet salut film
( dimana absorbsi terjadi pada pH mendekati netral sesuai pka nya) atau untuk
obat tertentu dalam bentuk tablet salut enteric,
* Efisient dalam pengemasan dan transportasi, packing/ pengemasan dapat dalam
wadah plastik atau blister ( tab doveri, 1000 tab dalam botol, parasetamol dgn
blister untuk 10 tab, jika dibandingkan bentuk sirup dalam botol 60 ml
* Formulasi baik dalam perhitungan maupun bahan yang digunakan lebih
sederhana jika dibandingkan dari sirup.
* Ditinjau dari aspek ekonomi , harga dapat bersaing, karena dapat diproduksi
dalam jumlah besar dalam waktu relatif lebih singkat dan penampilan menarik.
Kelemahan/kekurangannya :
* Tidak dapat diberikan pada orang sakit yang tidak sadar atau susah menelan,
* Penampilan yang menarik warna, bau dan rasa yang enak (vit C) dapat
membahayakan pada anak-anak.
* Formula tablet cukup rumit (sulit dicetak untuk beberapa obat, perlu disalut
untuk obat yang rasa dan bau yang tidak menyenangkan.)
Aspek teknologi.
Tablet yang dihasilkan haruslah baik dan memenuhi persyaratan validasi yang telah
ditetapkan :
1.Tablet harus memiliki kandungan obat dan bobot seragam.
Untuk memdapatkan kandungan obat /dosis yang meme nuhi persyaratan perlu
ditunjang oleh sistim pencampuran yang dapat menjamin hogenitas campuran
( obat dan bahan pembantu), pengayakan granul dapat menjamin sistim distribusi
ukuran granul (kurva normal) yang dapat memberikan kecepatan dan aliran granul
yang baik untuk mendapatkan keseragaman bobot tablet.
Untuk penentuan ini dilakukan uji penetapan kadar obat dan bobot tablet.

2.Tablet yang dihasilkan harus cukup kuat dan tahan terhadap benturan mekanik,
goncangan dan gesekan sela ma proses perakitan, pengemasan, transportasi dan
sampai kepada konsumen dalam bentuk utuh. Untuk menjamin kekerasan tablet
perlu ditunjang dengan formula yang di susun, menjamin campuran siap cetak
mempunyai kompre sibilitas yang tinggi. Untuk menentukan hal diatas dilaku kan
uji kekerasan dan uji kerapuhan.
3.Ketersediaan biologis obat dilakukan uji :
a.Penetapan waktu hancur tablet, Untuk menjamin waktu hancur yang cepat perlu
didukung sistim granul yang dapat menjamin kemudahan obat keluar
dari
granul. Kekerasan dan waktu hancur merupakan 2 parameter yang saling terkait
Untuk mejamin keutuhan tablet secara fisik dapat dijamin dengan kekerasan yang
maksimal, tetapi secara umum kekerasan tablet berpengaruh terhadap waktu
hancurnya. Kekerasan tablet yang optimal, adalah kekerasan yang memberikan
kerapuhan dan waktu hancur yang memenuhi sarat.
b.Uji disolusi, akan memberikan profil disolusi /kecepatan pelarutan obat dari
sediaannya. Persentase disolusi yang besar dibandingkan dari perhitungan,
kemungkinan akan memberikan efek toksis, sedangkan persen terdisolusi sangat
kecil dari perhitungan akan lambat membarikan efek farmakologi dan tidak efektif
karena jumlah obat yang terabsorbsi per satuaan waktu sangat kecil.
Secara teoritis profil disolusi in vitro belum tentu sama dengan in vivo karena
banyak factor yang mempengaruhi baik hancurnya tablet maupun kelarutan obat
dalam saluran cerna yang dipengaruhi proses enzymatic, peristaltic, kondisi
pencernaan dll.
4.Bentuk tablet harus dapat menjamin sifat obat, stabilitas dan khasiat selama
jangka waktu tertentu.
Data Preformulasi ?dan contoh2 nya ?
Granul basah ? Granul Kering ? Cara Pembuatannya ?