Anda di halaman 1dari 22

MAKALAH

Disusun untuk Memenuhi Tugas Terstruktur Mata Kuliah Bisnis Internasional

DISUSUN OLEH :
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

TOMMY HARYONO P
RAYHAN FIDHO B
GIGIH ANANTYO P
AOLIFIA NUR A
ELSA KARTIKA G C
EFAN DAVID P
VITA RIZKI AMALIA
NAUFAL HAKIM
NOVEL MUHAMMAD

(C1B015021)
(C1B015052)
(C1B015056)
(C1B015060)
(C1B015076)
(C1B015082)
(C1B015097)
(C1B015107)
(C1B015119)

KEMENTRIAN RISET TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI


UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
MANAJEMEN
2016
BAB I
PENDAHULUAN

1. Latar Belakang
Manajemen keuangan internasional adalah perencanaan, pengorganisasian,
dan pengendalian Keuangan Perusahaan Multinasional (Multinational Corporation
yang sering disebut MNC). Perusahaan multinasional adalah perusahaan yang
beroperasi di seluruh dunia. Mereka merupakan perusahaan-perusahaan besar
yang dimiliki oleh kaum kapitalis global yang pusatnya di Kanada, Amerika
Serikat, Jepang, Jerman, Italia, Perancis, dan Inggris. Perusahaan-perusahaan itu
layak disebut konglomerat global atau kapitalis global. Mereka tidak mengenal
negara, bangsa, tanah air, dalam mengembangkan kapitalnya. Dewasa ini
perusahaan-perusahaan tersebut menguasai ekonomi dunia, dan menguasai
ekonomi negara-negara berkembang di Afrika, Asia, dan Amerika Latin. Tujuan
utama mereka adalah mencari keuntungan. Manajemen Keuangan Internasional
atau MKI menurut Hamdy Hady (2010:3) adalah ilmu dan seni yang merupakan
bagian dari ekonomi internasional yang mempelajari dan menganalisis
pengelolaan fungsi POAC (Planing, Organizing, Actuating and Controlling )
sumber daya keuangan unit makro ekonomi (Negara/ Pemerintah) dan unit mikro
ekonomi (Perusahaan/ Organisasi/ Perorangan) khususnya berkenaan dengan
pengaruh flutuasi kurs valas terhadap aktivitas ekonomi keuangan internasional
(ekspor-impor, investasipembiayaan- anggaran-pendapatan, asuransi-lindung nilai,
laporan keuangan, dan kinerja keuangan
2. Rumusan Masalah
1. Apa saja Isu Keuangan dalam Perdagangan Internasional?
2. Bagaimana menilai Resiko Nilai Tukar?
3. Apa yang dimaksud dengan Manajemen Modal Kerja?
4. Apa saja Penganggaran Modal Kerja?
5. Apa dan Bagaimanakah Sumber Investasi Internasional?
BAB II
PEMBAHASAN

A. ISU-ISU KEUANGAN DALAM PERDAGANGAN INTERNASIONAL


Dalam setiap transaksi bisnis, pembeli dan penjual harus menegosiasikan dan
mencapai perjanjian atas isu-isu mendasar seperti harga, kuantitas dan tanggal
pengiriman. Perusahaan Internasional menghadapi tantangan yang jauh lebih
komplek dibandingkan dengan perusahaan domestik. Dalam setiap transaksi
bisnis, yang melibatkan pembeli dan penjual dari dua negara, beberapa isu yang
akan muncul:
1.
2.
3.
4.
1.

Mata uang mana yang akan dipakai untuk bertransaksi?


Kapan dan bagaimana mengecek kredit?
Bentuk pembayaran apa yang akan dipakai?
Bagaimana mengatur pembiayaan?
Pilihan Mata Uang

Salah satu masalah bisnis internasional adalah memilih mata uang mana yang
digunakan untuk bertransaksi. Eksportir dan Importir biasanya memiliki pilihan
yang jelas dan bertentangan dalam menentukan mata uang yang akan dipakai.
Eksportir, biasanya lebih suka dengan mata uangnya. Importir, biasanya lebih
suka dengan negaranya. Eksportir dan Importir memilih memakai uang ketiga. Di
beberapa industri, satu mata uang biasanya dipakai untuk melaksanakan transaksi
komersial. Transaksi komersial adalah pertukaran yang melibatkan semacam
pembayaran untuk barang atau jasa. Jenis transaksi biasanya diatur oleh hukum
komersial dan harus mengikuti pedoman tertentu. Ada banyak bentuk transaksi
bisnis, termasuk yang terjadi antara dua usaha terpisah, konsumen dan bisnis,
antara divisi internal perusahaan dan antara dua konsumen individu. Misalnya
91% ekspor Thailand memakai faktur dalam dolar Amerika.

2.

Pengecekan Kredit
Isu keuangan penting lainnya dalam perdagangan internasional adalah bonafiditas
dari importir (Pembeli). Indikasinya adalah kehandalan (reliability), maupun
kejujuran (trustwortiness). Untuk pembeli yang mempunyai potensi resiko besar,

maka penjual dapat meminta bentuk pembayaran yang dapat mengurangi resiko
kredit. Dalam transaksi komersial akan bijaksana untuk memeriksa peringkat
kredit pelanggan. Perusahaan memiliki mekannisme yang sederhana dan murah
dalam melakukan transaksi bisnis domestik misalnya Amerika utara perusahaan
bisa meminta referensi kredit tentang informasi kredit, seperti Dun&Bradstreet.
Bankir eksportir di dalam negeri sering memperoleh informasi kredit pelanggan
luar negeri melalui cabang bank di luar negeri atau melalui bank koresponden
sehingga eksportir tidak perlu bingung untuk mendapatkan informasi tersebut.
3.

Metode Pembayaran
Pihak yang terlibat dalam transaksi internasional biasanya menegosiasikan metode
pembayaran

berdasarkan

penilaian

eksportir

tentang

kelayakan

kredit

(creditworthiness) importir dan norma-norma dalam industri mereka. Banyak


bentuk pembayaran yang dilakukan dalam perdagangan internasional, seperti:

Payment in Advance
Adalah metode pembayaran yang paling aman dari prekspektif eksportir.
Eksportir menerima uang dari importir sebelum mengirimkan barangnya,
dalam hal ini eksportir bisa mengurangi resiko dan membantu modal kerja.
Namun importir tidak menyukai metode ini karena menghentikan
penggunaan kas sebelum barang diterima. disamping masalah resiko jika
eksportir gagal mengirim barang dengan kontrak penjualan. Karena alasan
tersebut biasanya eksportir yang mendesak untuk memakai pembayaran di
muka rentan akan kehilangan penjualan pada para pesaingnya yang mau
menawarkan persyaratan pembayaran yang lebih menarik. Namun,
pembayaran di muka akan menjadi bentuk yang lebih disukai jika
importir memiliki resiko kredit yang besar.

Open Account
Adalah pembayaran dimana barang dikirimkan oleh eksportir dan diterima
importir sebelum pembayaran. Eksportir kemudian memberikan tagihan ke
importir yang menetapkan jumlah, bentuk, dan waktu pembayaran yang
diharapkan. Open account juga bisa di sebut alat pemasaran karena

menawarkan pembiayaan jangka pendek bagi pembeli potensial. Open


account juga memungkinkan importir untuk menghindari fee yang
dipungut oleh bank jika memakai letter of credit dan documentary
collection. Open account memiliki kelebihan lain yaitu mengurangi
pekerjaan

dokumen

(paperwork)

dibandingkan

dengan

metode

pembayaran yang lain. Eksportir umumnya tidak menyukai metode ini,


karena reputasi importir harus bisa diandalkan, tidak melibatkan bank,

dokumen tagihan harus lengkap, dan masalah modal kerja.


Documentary Collection
Bank komersial bertindak sebagai perantara untuk memudahkan proses

pembayaran sesuai permintaan pembeli.


Letter of Credit
Adalah surat yang dikeluarkan oleh opening bank atas permintaan importir
yang ditujukan kepada eksportir dan memberi hak kepada eksportir untuk
menarik wesel (sejumlah uang) setelah eksportir memenuhi syarat-syarat
yang tercantum dalam L/C.
Keuntungan bagi eksportir:
1. Menghilangkan risiko kredit.
2. Mengurangi bahaya penundaan pembayaran karena pengendalian
nilai tukar atau tindakan politik lainnya.
3. Mengurangi ketidakpastian.
4. Terlindung dari risiko sebelum pengiriman.
5. Memastikan pembayaran atas produk.
Keuntungan bagi importir:
1. Pembayaran dilakukan jika kondisi yang ditetapkan dalam L/C
terpenuhi.
2. Importir dapat meminta jangka waktu pembayaran kredit yang
lebih baik.
3. Tidak ada pembekuan dana jika L/C diubah menjadi cash in
advance.
4. Dalam hal dana sudah dibayarkan (melalui bank), lebih mudah
menarik kembali dananya jika eksportir tidak mampu melakukan
pengiriman yang sesuai.
Kerugian bagi importir:

1. Syarat dan ketentuan yang berlaku di bank mungkin memberatkan


importir, misalnya karena importir dianggap belum bonafid atau
nilai transaksi yang terlalu rendah atau terlalu tinggi.
2. Tidak banyak bank yang dapat mengeluarkan L/C, terutama di
masa krisis ekonomi
Jenis-jenis L/C
1. Apabila dilihat dari dapat tidaknya dibatalkannya L/C
REVOCABLE
L/C dapat dibatalkan sewaktu-waktu tanpa memberitahukan kepada
pihak-pihak lain.
IRREVOCABLE
Setiap perubahan atau pembatalan harus diberitahukan kepada
pihak lain.
2. Apabila dilihat dari saat pembayaran L/C oleh importir
SIGHT L/C
Begitu dokumen diterima oleh importir maka pada saat itu juga
importir harus membayar.
USANCE L/C
Memberi kesempatan kepada importir pada waktu yang ditentukan

oleh pihak bank.


Countertrade
Adalah bentuk transaksi bisnis internasional dengan imbalan beli, dimana
para pihak menerima sesuatu selain uang sebagai pembayaran atas barang
dan jasanya. Bentuk-bentuk countertrade: barter, counterpurchase, buy

back, dan offset purchase.


Kelemahan:
1. Kurang efisien dibandingkan pembayaran kontan atau kredit.
2. Perusah akan melakukan counter-trade yaitu kesulitan mendapatkan uang
tunai di pasar internasional.
Bentuk-bentuk counter-trade:
1. Barter: Pertukaran secara langsung, barang dengan barang.
2. Counter-purchase atau barter paralel: Penjualan dan pembelian dari barang
yang tidak berhubungan.
3. Buyback: Membayar kembali barang yang dibeli dengan menjual produk
yang berhubungan.

Alasan counter-trade:
1. Counter-trade memungkinkan anggota suatu kartel seperti OPEC untuk
menurunkan harga dari yang disepakati.
2. Counter-trade mengurangi risiko yang dihadapi suatu negara yang
melakukan kontrak baru fasilitas manufaktur.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam counter-trade:
Nilai jual kembali produk pertanian di futures market. Sepanjang
perusahaan telah memperhitungkan nilai jual kembali, maka tidak akan
menjadi masalah jika harus dipertukarkan antara dua barang yang tidak
sederajat dalam teknologi. Tingkat keuntungan yang dipersyaratkan dalam
counter-trade harus benar-benar fair. Dengan counter-trade, biaya broker dapat
dihemat. Counter-trade menjadi alternatif di saat cadangan devisa tidak
memadai.
B. MENGELOLA RESIKO NILAI TUKAR
Perusahaan dipengaruhi oleh perubahan kurs. Ini disebut dengan eksposur. Secara
khusus, perusahaan multinasional menghadapi eksposur transaksi, translasi dan
ekonomi, yang berubah akibat kurs valas dan mempengaruhi perusahaan dalam
cara yang berbeda dan memerlukan teknik manajemen yang berbeda.
Pengaturan Nilai Tukar
1.

Pegged Exchange rate: mata uang negara-negara tersebut dipautkan pada


satu mata uang atau sekelompok mata uang tertentu.

2.

Limitedflexibility arrangements: nilai tukar yang memiliki fleksibilitas


terbatas dibandingkan dengan satu mata uang maupun sekelompok mata uang
tertentu. Misalnya mata uang Euro

3.

More flexible arrangements: exchange rate yang cukup flexibel, termasuk


di dalamnya mata uang yang difloating seperti Renminbi RRC.

4.

Metode ini dapat dikatakan mengikuti kekuatan permintaan dan


penawaran pasar.
Eksposur Transaksi

Perusahaan menghadapi transaction eksposure atau keterpaparan resiko


transaksi ketika keuntungan dan biaya keuangan suatu transkasi internasonal
dipengaruhi oleh pergerakan nilai tukar, setelah perusahaan memiliki kewajiban
untuk menyelesaikan transkasi tersebut.
Strategi mengelola eksposur:
STRATEGI
Tidak Peduli

KEUNTUNGAN
BIAYA
Tidak ada pengeluaran Berpotensi terjadinya kerugian
modal,berpotensi

untuk modal (capital loss) jika nilai

mendapatkan capital gain mata uang negara asal turun.


jika mata uang negara asal
Membeli
depan

Mata

untuk

uang

penyerahan transaksi,

kemudian
Membeli

naik
ke Menghapuskan

eksposur Biaya

bank,

hilangnya

flesibilitas kesempatan untuk memperioleh

dalam menentukan jumlah keuntungan, jika nilai mata uang


Mata

berjangka

dan kontrak
uang Menghapuskan

negara asal naik


eksposur Biaya broker

yang

relatif

transaksi, kontrak dimasa murah,kurang fleksibel dalam


depan relatif mudah dan menentukan jumlah dan waktu
murah

kontrak, hilagnya kesempatan


untuk memperoleh keuntungan
modal jika mata uang negara
asal naik.

STRATEGI

KEUNTUNGAN

Membeli Opsi mata uang Menghapus


(kontrak

dimana

satu transaksi,

pihak

membayarkan untuk

BIAYA

eksposur Ada premium yang harus


berpotensi dibayar untuk opsi ini
mendapatkan karena

sejumlah uang pada pihak keuntungan modal jika sifatnya

yang

mau

lain untuk mendapatkan nilai mata uang negara enaknya sendiri, kurang
hak sejumlah nilai mata asal nail

fleksibel

dalam

uang

selama

jangka

menentukan jumlah dan

waktu tertentu)
Memperoleh aktiva yang transkasi
bisa

Biaya

waktu opsi
yang hilangnya

mengimbangi harus dikeluarkan untuk untuk

eksposur

megatur transaksi

keuntungan

kesempatan
memperoleh
jika

mata

uang negara asal naik


Eksposur Translasi
Adalah dampak fluktuasi nilai tukar pada laporan keuangan yang
mengubah nilai perusahaan luar negeri jika diukur dalam mata uang induk
perusahaan. Perusahaan dapat mengurangi eksposur translasi dengan memakai
baklance sheet hedge dengan mencocokan denominasi mata uang dengan
kewajiban denominasi yang sama (tiaptiap mata uang)

Eksposur Ekonomi
Yaitu dampak perubahan nilai tukar yang tidak diantisipasi pada nilai
operasi perusahaan. Fluktuasi nila tukar yang tidak diantisipasi dapat
mempengaruhi penjualan dan profitabilitas dibanyak pasar. Salah satu yang
digunakan dalam memprediksi fluktuasi nilai tukar mata uang dimasa depan
adalah dengan memperhatikan kinerja neraca pembayaran suatu negara, karena
memberikan wawasan apakah industri suatu negara masih tetap bisa bersaing di
pasar dunia dan apakah investasi jangka pendek luar negeri di suatu negara
meningkat. Manajer Kuangan Internasional harus mempertimbangkan posisi
modal kerja perusahaan disetiap anak perusahaan diluar negeri dan dalam setiap
mata uang. Dalam proses tersebut mereka harus mempertimbangkan 3 (tiga)
tujuan utama keuangan perusahaan:
1. Meminimalkan jumlah modal kerja
2. Meminimalkan biaya konversi mata uang
3. Meminimalkan resiko nilai tukar.
C.

MANAJEMEN MODAL KERJA

Meminimalkan Jumlah Kas Perusahaan domestik maupun multinasional,


harus menyeimbangkan kepemilikan kas agar sesuai dengan kebutuhan.
Salah satu cara yang dipakai perusahaan multinasional adalah dengan

manajemen kas tersentralisasi.


Meminimalkan biaya konversi Mata Uang Anak Perusahaan multinasional
umumnya memiliki transaksi dengan mata uang dari berbagai negara,
dampaknya adalah biaya transfer (fee, konversi) mata uang tersebut secara
komulatif menjadi besar. Biaya tersebut bisa dikurangi bila anak
perusahaan tersebut melakukan bilateral netting (jaringan transaksi antara

dua unit bisnis) ataupun multilateral netting.


Meminimalkan resiko nilai tukar, Seringkali perusahaan menggunakan
strategi leads and lags ( mempercepat atau memperlambat pembayaran

utang), perusahaan akan meminta anak perusahaan untuk mengirim


Lebih cepat apabila mata uang di negara tersebut cenderung menurun.

Pengelola keuangan melakukan pemilihan terhadap rencana investasi baru


yang signifikan bagi perusahaan, dengan melakukan evaluasi dengan berbagai
metode :

Net Present Value


NPV merupakan selisih antara pengeluaran dan pemasukan yang telah
didiskon dengan menggunakan social opportunity cost of capital sebagai
diskon faktor, atau dengan kata lain merupakan arus kas yang diperkirakan
pada masa yang akan datang yang didiskonkan pada saat ini.

Internal Rate of Return


Internal Rate of Retrun merupakan suku bunga yang akan menyamakan
jumlah nilai sekarang dari penerimaan yang diharapkan diterima (present
value of future proceed) dengan jumlah nilai sekarang dari pengeluaran
untuk investasi.

Payback Period

Payback period adalah periode yang diperlukan untuk dapat menutup


kembali

pengeluaran

investasi

yang

menggunakan

aliran

cash

netto/proceed. Waktu yang diperlukan agar dana yang ditanam pada suatu
investasi dapat diperoleh kembali seluruhnya.

D. PENGANGGARAN MODAL INTERNASIONAL


1. Net Present Value
Pendekatan ini berdasarkan kaedah bahwa nilai satu dolar saat ini,
akan lebih besar disbanding dimasa yang akan datang. Perusahaan akan
membiayai suatu proyek apabila menghasilkan NPV yang positif. Namun
demikian beberapa hal perlu dipertimbangan dalam investasi internasional
adalah :
- Penyesuaian resiko
- Pilihan mata uang
- Perspektif siapa induk perusahaan atau proyek
2. Internal Rate of Return
Perusahaan akan mengitung suatu proyek yang memberikan NPV Nol,
kemudian membandingkan IRR tersebut dengan tingkat minimal
pengembalian yang dapat diterima oleh perusahaan atas modal
investasinya (hurdle rate). Perusahaan akan memutuskan apabila nilai IRR
lebih tinggi dari hurdle rate.
3. Payback Period
Pendekatan pemilihan proyek/investasi didasarkan pada jumlah tahun
yang digunakan untuk perusahaan untuk menutup/membayar kembali atas
modal investasinya. Para Manajer Keuangan Internasional harus mencari
sumber modal yang berbiaya rendah, seperti :
a.Sumber Internal
b.Sumber Eksternal

E. SUMBER-SUMBER INVESTASI INTERNASIONAL


Sumber sumber pembiayaan
Sumber-sumber dana yang tersedia dapat diklasifikasikan menajadi tiga yaitu:
1.

Dana yang diperoleh secara internal dari perusahaan afiliasi

2.

Dana yang bersal dari grup perusahaan yang sama

3.

Dana yang berasal dari sumber eksternal di luar group perusahaan

4.

Dana yang diperoleh secara internal dari perusahaan afiliasi berasal


dari depresiasi dan laba ditahan.

Dana yang diperoleh dari group perusahaan yang dapat terdiri atas:
Pertama, dana dari perusahaan induk yang berupa:

Investasi ekuitas dalam uang tunai maupun barang riil,


Pinjaman tunai
Lead and lags (perusahaan dapat mempercepat (leading) maupun,
menunda (lagging) pembayaran dengan persyaratan kredit)

Kedua, pinjaman dari luar negara induk, yang dapat berupa:

Utang dalam mata uang lokal


Utang dalam mata uang negara ketiga
Utang dalam uerocurrency

Ketiga, saham lokal yang berasal dari pemegang saham lokal perseorangan dan
mitra pautangan
Dalam praktiknya pasar keuangan internasional tidak pernah sempurna,
dalam arti harga yang terjadi tidak murni akibat bertemunya kekuatan permintaan
dan penawaran. Akibat terjadilah distorsi terhadap harga pasar. Distorsi dalam
pasar keuangan internasional muncul karena pajak, kontrol terhadap modal dan
kredit, subsidi pemerintah dan insentif.
Pajak
Banyak perusahaan yang mempertimbangkan, bahwa pembiayan
dengan utang menjadi lebih rendah dari pada dengan modal sendiri.
Karena biaya bunga akan mengurangi pajak. Sedangkan deviden dibayar
setelah pajak.

Zero-CouponBonds
Yaitu, investor dapat memperoleh keuntungan dari selisih antara harga
yang telah dikurangi dengan jumlah pengembalian yang mereka

terima.
Pembiayaan Debt Versus Equity
Adalah pembayaran bungan utang oleh perusahaan induk, umumnya
mengurangi pajak pada perusahaan afiliasi namun pada deviden tidak.
Kredit Pemerintah dan Kontrol Devisa
Beberapa alasan pokok campur tangan pemerintah terhadap pasar
keungan sebagi berikut:
1. Untuk membatasi pertumbuhan dana yang dipinjamkan
2. Untuk menuntukan biaya dari jenis pinjaman tertentu
3. Menyalurkan dana langsung pada aktifitas yang produktif

Subsidi dan Insentif Pemerintah


Banyak negara menawarkan sejumlah insentif pada investasi langsung,
di antaranya adalah:
1. Tingkat bunga yang rendah
2. Pinjaman dengan jatuh tempo yang relative terlalu lama.
3.Jaminan pengembalian dana
4. Bantuan yang dihubungakan dengan ukuran proyek
5.Harga tanah yang murah
6.Bentuk bangunan yang menguntungkan

Startegi Pembiayaan Ekspor


Kuncinya dalah perlunya melihat negara-negara mana saja yang
merupakan pasar potensial dan sumber pembiayaan ekspor potensial.
Strategi Pembiayan Impor
Perusahaan perlu menyusun daftar barang dan jasa yang diperlukan
serta mengidentifikasi sumber-sumber potensial suatu negara
Bank Pembangunan Daerah and Internasional

Bank dunia biasanya memberikan fasilitas pinjaman dengan biaya


rendah, jangka waktu pengembalian yang lama, dan dana jenis tertentu
dengan bunga tetap.
Inovasi Keuangan
Pada dasarnya manusia mempunyai perbedaan selera, preferensi
dan tingkat konsumen. Pasar sekuritas perlu merancang produk yang
disesuaikan dengan kebutuhan konsumen.

Macam macam lembaga keuangan intenasional


Lembaga Keuangan Internasional
Lembaga Keuangan Internasional didirikan untuk menangani masalahmasalah keuangan yang bersifat internasional, baik berupa bantuan pinjaman
maupun bantuan lainnya. Pemberian bantuan yang dilakukan oleh lembaga
keuangan internasional dapat bersifat lunak, artinya dengan suku bunga yang
rendah dan jangka waktu pengembaliannya relatif panjang. Kemudian bantuan
internasional juga dilakukan dengan tujuan komersil, yang biasanya dilakukan
oleh lembaga keuangan internasional swasta.
Bank Dunia (World Bank)
Bank Dunia adalah lembaga keuangan internasional yang didirikan untuk
memecahkan masalah-masalah internasional terutama yang berkaitan dengan
masalah moneter dan keuangan lainnya. kegiatan utama bank dunia pada waktu
itu difokuskan untuk membantu proses rekonstruksi bagi negara-negara yang
menderita karena Perang Dunia II.
Bantuan bank dunia selanjutnya dialihkan kepada pemberian bantuan
berupa pinjaman dalam rangka membantu negara-negara berkembang yang

menjadi anggota bank dunia. Pinjaman yang dibiayai oleh bank dunia hanya
ditujukan untuk proyek-proyek yang produktif.
Bantuan yang diberikan oleh bank dunia dari tahun ke tahun semakin
beragam. Hal ini sesuai pula dengan perkembangan negara-negara di dunia.
Banyak jenis bantuan yang dibiayai oleh bank dunia, mulai dari pembangunan
jalan, pembangkit tenaga listrik, pembangunan pelabuhan, telekomunikasi,
pengemabangan dunia pendidikan, dan bidang-bidang lainnya sesuai dengan
tujuan bank dunia.
Sumber-sumber dana bank dunia diperoleh dari bank dunia sendiri,
pemerintah-pemerintah asing dan modal swasta. Kemudian dana tersebut
dikembalikan kepada negara-negara anggota yang membutuhkan dengan risiko
dibebankan kepada negara yang bersangkutan.
Asal mula bank dunia adalah International Bank for Reconstruction and
Development (IBRD). IBRD didirikan dalam rangka memecahkan masalah
moneter dan masalah keuangan lainnya. Pendirian bank dunia tahun 1945 ini
bersamaan dengan didirikannya International Monetery Fund (IMF). Tujuan
berdirinya kedua lembaga keuangan internasional ini sama, yaitu dalam rangka
penyediaan perangkat moneter dan keuangan untuk menuju ke arah kemakmuran
dunia. Bank dunia melakukan kegiatannya dimulai sejak tahun 1946.
Bank dunia saat ini memiliki keanggotaan yang meliputi keanggotaan :

International Finance Corporation (IFC), kegiatan lembaga ini dalam


rangka memberikan bantuan kepada sektor-sektor swasta di negara-

negara berkembang.
International Development Association (IDA), kegiatannya sama
dengan IFC, hanya bantuan ditujukan kepada negara-negara miskin
dan dengan persyaratan pinjaman yang lebih mudah. IDA juga turut

mensponsori kegiatan ICSID (International for the settlement


investment development).
Kemudian, persyaratan untuk menjadi anggota bank dunia, terlebih dahulu harus
menjadi anggota IMF dan persyaratan lainnya.

International Monetary Fund (IMF)


Kelahiran IMF sebagai lembaga keuangan internasional bersamaan dengan
kelahiran bank dunia. IMF lahir setelah konferensi di Bretton Woods, Amerika
Serikat. Konferensi tersebut dihadiri oleh 44 negara. Hasil perundingan ini
merupakan kompromi antara White Plan dengan Keynes Plan sebelumnya.
Struktur organisasi IMF terdiri dari para anggota di mana pemimpinnya di
pegang oleh Board of Gevernors, seorang gubernur dan seorang pengganti yang
ditunjuk oleh masing-masing anggota. Dewan ini memegang kekuasaan tertinggi
dan biasanya melakukan pertemuan setahun sekali. Sebagian dari tugas dan
kekuasaan didelegasikan kepada executive directors. Executive directors
bertanggung jawab terhadap pekerjaan sehari-hari dan jumlahnya adalah 12 orang
yang dipilih dan diangkat dari anggota IMF.
Tidak semua tugan dan kekuasaan diserahkan kepada executive directors.
Kekuasaan dan tugas yang masih tetap dipegang oleh Board of Governor adalah
sebagai berikut :

Penerimaan anggota IMF yang baru.


Peninjauan kuota masing-masing anggota.

Hak untuk menarik keanggotaan seseorang.

Pendirian International Monetery Fund didasarkan pada beberapa tujuan


sebagaimana yang tercantum dalam articles of agreement. Adapun tujuan tersebut
adalah sebagai berikut :

Menjadi tempat secara permanen bagi pertemuan-pertemuan dan


perundingan untuk mencapai kerja sama internasional dalam

bidang keuangan.
Membantu memperluas perdagangan internasional yang seimbang
di antara para anggotanya dan membantu perekonomian para

anggotanya.
Berusaha meniadakan competitive depresiations dan

mengusahakan stable exchange rate.


Menghilangkan exchange restrictions.
Membantu para anggota yang mengalami kesukaran dalam
pinjaman luar negeri agar tidak mengambil tindakan-tindakan yang
dapat merugikan negara yang bersangkutan dan negara lainnya.
Tujuannya adalah untuk memberikan kepercayaan kepada para

anggotanya.
Mengurangi waktu dan besarnya disekuilibrium dalam neraca
pembayaran negara-negara anggota International Monetary Fund
(IMF).

Kegiatan IMF diutamakan untuk membantu negara-negara anggotanya


melalui bank sentral masing-masing anggota IMF. Keanggotaan IMF mengalirkan
dana bantuan berupa kredit melalui bank sentral mengingat bank sentral
memegang peranan penting dan pengambil kebijakan keuangan tertinggi di
negaranya.
Sumber pendanaan IMF berasal dari sumbangan para anggotanya yang
dikenal dengan Quota. Sumber ini dapat berupa emas atau valuta masing-masing
anggota. Besarnya Quota dihitung berdasarkan mata uang US Dolar.

Selanjutnya Quota ditinjau setiap 5 tahun sekali dan disesuaikan dengan


kebutuhan

dari

anggota

masing-masing

serta

kebutuhan

perdagangan

internasional. Di samping itu, para anggota diwajibkan pula untuk membayar


iuran kepada International Monetary Fund (IMF).

Bank Pembangunan Asia (The Asian Development Bank)


Bank Pembangunan Asia atau Asian Development Bank (ADB) didirikan
dalam rangka memberikan bantuan keuangan kepada negara-negara di Asia.
Sebagai salah satu lembaga keuangan internasional Bank Pembangunan Asia
didirikan tahun 1966 sebagai rasa solidaritas bangsa-bangsa di Asia yang sangat
memerlukan dana bagi pembangunan negaranya. Tujuan pendirian Bank
Pembangunan Asia lebih didasarkan dalam rangka kerja sama ekonomi dan
pembangunan akibat sulitnya memperoleh bantuan dari negara-negara maju.
Tugas Bank Pembangunan Asia adalah berupaya untuk meningkatkan
pertumbuhan ekonomi negara-negara di Benua Asia dan meningkatkan kerja sama
yang lebih erat di berbagai bidang dengan sesama anggotanya. Pemberian bantuan
kepada anggotanya dapat berupa bantuan keuangan atau bantuan teknik secara
berkala atau sesuai kebutuhan.
Sumber-sumber dana Bank Pembangunan Asia, sebagian besar dari
negara-negara Asia. Begitu pula para pimpinannya baik presiden maupun anggota
direksi adalah orang Asia. Selain itu, struktur permodalan Bank Pembangunan
Asia juga diperoleh dari luar negara Asia. Saat ini Bank Pembangunan Asia tidak
hanya negara-negara di kawasan Asia, tetapi sudah meliputi negara non Asia.
Adapun kegiatan Bank Pembangunan Asia / Asian Develompent Bank (ADB)
antara lain :

Memberikan bantuan pinjaman untuk berbagai proyek, baik mata

uang lokal maupun mata uang asing.


Memberikan bantuan teknik seperti penyediaan jasa konsultasi dan
penyediaan jasa tenaga ahli.

Bank Pembangunan Islam


Ide awal pembentukan Bank Islam Internasional guna mencangkup sistem
keuangan negara-negara Islam di seluruh dunia adalah proposal yang diajukan
oleh Mesir pada sidang Menteri Luar Negeri Negara-Negara Islam (OKI) di
Karachi, Pakistan bulan Desember tahun 1970. Proposal ini berisi tentang studi
pendirian Bank Islam Internasional yang difokuskan untuk perdagangan dan
pembangunan (International Islamic Bank for Trade and Development) dan
pendirian Federasi Bank Islam (Federation of Islamic Bank).
Proposal ini kemudian dikaji oleh 18 negara Islam. Isi dari proposal
tersebut mengusulkan sistem keuangan yang selama ini didasarkan kepada bunga
yang harus diganti dengan sistem kerja sama dengan skema bagi hasil, baik bagi
untung maupun bagi rugi.
Hal-hal yang terkandung dalam usulan tersebut adalah sebagai berikut :

Mengatur transaksi komersial antarnegara-negara Islam.


Mengatur institusi pembangunan dan investasi.
Merumuskan masalah transfer, kliring serta settlement antar Bank
Islam sebagai langkah awal menuju terbentuknya sistem ekonomi

Islam yang terpadu.


Membantu mendirikan institusi sejenis Bank Sentral Syariah di
negara-negara Islam.

Mendukung upaya bank-bank sentral di negara Islam dalam hal


pelaksanaan kebijakan-kebijakan yang sejalan dengan kerangka

kerja Islam.
Mengatur administrasi dan mendayagunakan dana zakat.
Mengatur kelebihan likuiditas bank-bank sentral negara Islam.

Dan diusulkan pula pembentukan badan-badan khusus yang disebut Badan


Investasi dan Pembangunan negara-negara Islam. Fungsi badan ini adalah sebagai
berikut :

Mengatur investasi modal Islam.


Menyeimbangkan antara investasi dan pembangunan di negara

Islam.
Memilih lahan / sektor yang cocok untuk investasi dan mengatur

penelitiannya.
Pemberian saran dan bantuan teknis bagi proyek-proyek yang
dirancang untuk imvestasi regional di negara-negara Islam.

Kelanjutan proposal yang ditujukan olem Mesir ini diagendakan pada


sidang Menteri Luar Negeri Negara-Negara Islam (OKI) di Benghazi, Libya pada
Bulan Maret 1973. Kemudian pada Bulan Juli 1973 negara-negara Islam
penghasil minyak yang diwakili oleh komite ahli bertemu di Jeddah dalam rangka
membicarakan pendirian Bank Islam Internasional. Pada pertemuan kedua, bulan
Mein 1974 dibahas rancangan anggaran dasar dan rancangan anggaran rumah
tangga.
Akhirnya rancangan pendirian Bank Pembangunan Islam atau Islamic
Development Bank (IDB) disetujui pada sidang Menteri Keuangan OKI di Jeddah
tahun 1975. Modal dasar pendirian IDB adalah 2 miliar Dinar Islam atau setara
dengan 2 miliar Special Drawing Right (SDR). Keanggotaan IDB seluruhnya
adalah negara-negara yang tergabung dalam OKI.

Saat ini IDB memiliki jumlah anggota 43 negara yang bertugas


memberikan pinjaman bebas bunga untuk proyek infrastruktur dan pembiayaan
kepada negara anggota berdasarkan partisipasi modal di negara tersebut.

BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
Dalam

perdagangan

internasional,

pembeli

dan

penjual

harus

menegosiasikan dan mencapai perjanjian atas isu-isu mendasar seperti harga,


kuantitas dan tanggal pengiriman. Pemilihan mata uang, pengecekan kredit, dan
pemilihan metode pembayaran harus disepakati oleh penjual dan pembeli. Pada
kenyataannya, perusahaan multinasional harus mengahadapi eksposur transaksi,
translasi, dan ekonomi yang berubah akibat kurs valas dan hal tersebut
mempengaruhi perusahaan dalam cara yang berbeda dan memerlukan teknik
manajemen yang berbeda. Pengelola keuangan perlu melakukan pemilihan
terhadap rencana investasi baru yang signifikan bagi perusahaan dengan
melakukan metode-metode untuk mengevaluasi manajemen modal kerja. Dalam
manajemen keuangan internasional juga terdapat lembaga-lembaga keuangan
internasional seperti Bank Dunia (World Bank), International Monetary Fund
(IMF), Bank Pembangunan Asia (The Asian Development Bank), dan Bank
Pembangunan Islam yang didirikan untuk menangani masalah-masalah keuangan
yang bersifat internasional. Pemberian bantuan yang dilakukan oleh lembagalembaga keuangan tersebut dapat bersifat lunak maupun dilakukan untuk tujuan
komersil. Dengan begitu, proses transaksi dalam perdagangan internasional dapat
berjalan baik.

DAFTAR PUSTAKA
Griffin, Ricky W. 2010. Internasional Business (sixth Edition). Pearson: New
Jersey.
Hady, Hamdy. 2009. Ekonomi Internasional: Teori dan Kebijakan Perdagangan
Internasional (Buku 2:Edisi Revisi). Ghalia Indonesia: Bogor.
Ball & McCulloc. 2005. Bisnis Intetrnasional 1 (Ed. 9). Salemba: Jakarta.
Noripin. 1985. Ekonomi Internasional: Pembayaran Internasional (Edisi Kedua).
Liberty: Yogyakarta.

Anda mungkin juga menyukai