Anda di halaman 1dari 6

Soal dan jawaban manfaat kloning gen dalam bioteknologi

1. Bagaimana prinsip dasar rekayasa genetika dalam bioteknologi?


Jawab :
Rekayasa genetika (Ing. genetic engineering) adalah penerapan genetika untuk
kepentingan manusia. Pengertian tekayasa genetika dalam arti sempit yaitu suatu
penerapan teknik-teknik genetika molekular untuk mengubah susunan genetik dalam
kromosom atau mengubah sistem ekspresi genetik yang diarahkan pada
kebermanfaatan tertentu. Teknologi rekayasa genetika merupakan transplantasi atau
pencangkokan satu gen ke gen lainnya dimana dapat bersifat antargen dan dapat pula
lintas gen. Oleh karena itu, rekayasa genetika juga diartikan sebagai perpindahan gen.
Proses rekayasa genetika pertama kali ditemukan oleh Crick dan Watson pada tahun
1953. Pada tahun 1973 Stanley Cohen dan Herbert Boyer menciptakan bakteri melalui
rekayasa genetika untuk pertama kalinya.
Prinsip dasar dalam rekayasa genetika adalah suatu proses penyematan segmen DNA
dari organisme apapun ke dalam genom plasmid atau replikon virus untuk
membentuk rekombinan DNA baru. Rekayasa genetika telah berperan dalam segala
bidang yakni dalam bidang kesehatan, pertanian dan juga industri. Rekayasa genetika
juga memiliki keuntungan dan kerugian serta memiliki dampak positif dan negatif
terhadap lingkungan dan masyarakat.
2. Bagaimana langkah-langkah utama dalam Teknologi DNA Rekombinan khususnya
cloning?
Jawab :
Bersama dengan beberapa metode manipulasi biokimiawi dan biologi lainnya,
metoda-metoda

pembelahan

dan

penggabungan

molekul-molekul

DNA ini

dikembangkan menjadi suatu bioteknologi yang dinamakan Teknologi DNA


Rekombinan.
Langkah-langkah utama dalam Teknologi DNA Rekombinan ini adalah:
- Penyiapan gen yang akan diklon dan vektor untuk kloning Gen, berupa fragmen
-

DNA yang akan diklon dapat disiapkan melalui beberapa cara:


Jika fragmen DNA yang dimaksud dapat diidentifikasi dan dikarakterisasi,

fragmen DNA tersebut dapat langsung dipakai.


Kadang-kadang fragmen DNA yang diinginkan sulit diidentifikasi, tetapi
membawa fungsi yang dapat diseleksi dan diungkapkan dalam sel inang. Dalam
kasus ini dapat dilakukan cloning shotgun (senapan tabor). Klon yang tepat dapat
diseleksi dengan uji biologik.

Dalam kasus-kasus tertentu hanya mRNA yang dapat diperoleh. DNA kopi

(cDNA) dapat direkontruksi dari mrna dengan enzim transcriptase balik.


Jika eksperimen dimulai dengan data rangkaian asam amino dari proteinnya, suatu
gen sintetik dapat direkontruksi menurut aturan kode genetik dengan

menggunakan metode-metode sintesa DNA.


3. Jelaskan manfaat dari cloning gen!
Jawab :
Kloning memberi banyak manfaat dalam berbagai bidang kehidupan. Berikut ini
beberapa manfaat kloning, diantaranya:
1. Ilmu Pengetahuan
Kloning terutama dimanfaatkan untuk pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya
reproduksi-embriologi dan diferensiasi.
2. Mengembangkan dan Memperbanyak Bibit Unggul
Kloning dalam upaya mengembangkan dan memperbanyak bibit unggul tidak
dianjurkan dilakukan pada manusia. Tujuan kloning ini sering kita lihat pada hewan
ternak dan juga upaya menghasilkan susu yang mengandung nutrisi ekstra. Contoh
hewan ternak yang dilakukan kloning ialah sapi. Dimana diambil nuklues sel sapi
bibit unggul kemudian disuntikkan ke dalam nukleus zigot sapi yang dikehendaki.
Akhirnya didapatkan klon dengan gen tambahan yang lebih unggul seperti yang
diharapkan.
3. Tujuan Diagnostik dan Terapi
Kloning dapat berkontribusi untuk pengobatan suatu penyakit. Contohnya, pasangan
suami istri yang diduga thalasemia mayor tidak dianjurkan punya anak karena
ditakutkan gen tersebut akan diwariskan pada keturunannya. Sehingga, dengan
adanya kloning pasangan dianjurkan melakukan terapi gen dengan dibuatkan klon
pada tingkat blastomer. Apabila salah satu blastomer tersebut mengandung gen
thalasemia mayor, maka dianjurkan untuk terapi gen tingkat blastomer selalu
dikembangkan menjadi blastosit. Begitu seterusnya, sehingga dapat dihasilkan gen
yang bebas dari thalasemia.
4. Mengatasi Infertilitas
Kloning yang dilakukan pada manusia dapat menolong pasangan infertil. Namun,
pasangan infertil yang dimaksud bukanlah pasangan yang tidak dapat memproduksi
sel telur ataupun menghasilkan sperma. Melainkan, salah satu pasangan harus ada
yang mampu menghasilkan sel reproduksi. Sehingga proses kloning ini dapat
dilakukan dengan sejumlah sel somatik dari manapun diambil, yang akhirnya dapat
menghasilkan keturunan yang mengandung gen dari suami atau istri pasangan
bersangkutan.

4. Jelaskan dampak positif dari cloning gen!


Jawab :
- Menumbuhkan individu baru yang bebas penyakit keturunan seperti diabetes,
-

leukemia, parkinson dan obesitas.


Pengklonaan sel cloning dapat menghasillkan sel, jaringan, atau organ yang sesuai
untuk pengobatan beberapa penyakit

yang disebabkan oleh kegagalan atau

kerusakan fungsi suatu organ.


Pengkloningan akan sangat bermanfaat dilakukan pada hewan ternak untuk
memenuhi kebutuhan pangan. Misalnya pengkloningan kembar pada sapi untuk
menghasilkan keturunan yang lebih banyak selama satu periode kelahiran dengan

tujuan untuk meningkatkan produksi protein asal daging sapi.


Alternatif untuk melestarikan hewan langka, sehingga keberadaan hewan-hewan
langka terus bisa dilestarikan.

5. Jelaskan manfaat dari cloning gen dalam bidang industri!


Jawab :
Pembuatan sel yang mampu mensintesis molekul yang penting secara ekonomi
Gen dari spesies bakteri yang berbeda dapat memetabolisme beberapa komponen
minyak, dapat disematkan dalam plasmid dan dapat digunakan untuk mengubah
spesies bakteri laut, yang kemudian dapat memetabolisme minyak untuk
membersihkan tumpahan minyak di laut. Beberapa perusahaan bioteknologi
merencanakan bakteri yang dapat mensintesis bahan kimia atau memecah limbah
industri. Bakteri dirancang mampu memecah bahan buangan secara lebih efisien,
mengikat nitrogen (untuk meningkatkan fertilitas tanah) dan membuat organisme
yang dapat mengubah limbah biologi menjadi alkohol. Obat-obatan dan molekul
penting komersial lain dihasilkan dalam sel rekayasa genetik. Apabila bioteknologi
dalam bidang industri meliputi rekayasa bakteri untuk memecah limbah berbahaya,
penggunaan selulosa oleh yeast untuk menghasilkan glukosa dan alcohol untuk bahan
baker, penggunaan algae laut untuk bahan makanan dan substansi lain yang
bermanfaat. Saccharomyces cerevisiae yang telah dimodifikasi dengan plasmid yang
berisi dua gen selulase, yaitu endoglucanase dan exogluconase, dapat mengubah
selulosa menjadi glukosa. Glukosa kemudian diubah menjadi ethyl alcohol oleh yeast.
Yeast ini sekarang mampu mencerna kayu (selulosa) dan mengubah secara langsung
menjadi alkohol.
6. Bagaimana manfaat dari cloning gen dalam bidang lingkungan?
Jawab :

Rekayasa genetika berupa cloning gen ternyata sangat berpotensi untuk diaplikasikan
dalam upaya penyelamatan keanekaragaman hayati, bahkan dalam bioremidiasi
lingkungan yang sudah terlanjur rusak. Dewasa ini berbagai strain bakteri yang dapat
digunakan

untuk

membersihkan

lingkungan

dari

bermacam-macam

faktor

pencemaran telah ditemukan dan diproduksi dalam skala industri. Sebagai contoh,
sejumlah pantai di salah satu negara industri dilaporkan telah tercemari oleh
metilmerkuri yang bersifat racun keras baik bagi hewan maupun manusia meskipun
dalam konsentrasi yang kecil sekali. Detoksifikasi logam air raksa (merkuri) organik
ini dilakukan menggunakan tanaman Arabidopsis thaliana transgenik yang membawa
gen bakteri tertentu yang dapat menghasilkan produk untuk mendetoksifikasi air raksa
organik.
7. Bagaimana manfaat cloning pada tumbuhan?
Jawab :
Nama lain dari kloning pada tumbuhan adalah kultur jaringan, yaitu suatu teknik
untuk mengisolasi, sel, protoplasma, jaringan, dan organ dan menumbuhkan bagian
tersebut pada nutrisi yang mengandung zat pengatur tumbuh tanaman pada kondisi
aseptik,sehingga bagian-bagian tersebut dapat memperbanyak diri dan beregenerasi
menjadi tanaman sempurna kembali.
Ada dua teori dasar yang berpengaruh dalam kultur jaringan. Yang pertama adalah
teori bahwa sel dari suatu organisme multiseluler di mana pun letaknya, sebenarnya
sama dengan sel zigot karena berasal dari satu sel tersebut. Yang kedua adalah teori
totipotensi sel atau Total Genetic Potential. Artinya, setiap sel yang memiliki potensi
genetik mampu memperbanyak diri dan berdiferensiasi menjadi suatu tanaman
lengkap.
Dalam kultur jaringan ada beberapa factor yang mempengaruhi regenerasi
tumbuhannya, yaitu :
- Bentuk regenerasi dalam kultur in vitro, seperti pucuk adventif atau
-

embrio
somatiknya
Eksplan, yaitu bagian tanaman yang digunakan sebagai bahan awal untuk
perbanyakan tanaman. Yang penting dalam eksplan ini adalah factor
varietas, umur, dan jenis kelaminnya. Bagian yang sering menjadi ekspan

adalah pucuk muda, kotiledon, embrio, dan sebagainya.


Media tumbuh, karena di dalam media tumbuh terkandung komposisi

garam anorganik, zat pengatur tumbuh, dan bentuk fisik media.


Zat pengatur tumbuh tanaman. Faktor yang perlu diperhatikan dalam
penggunaan zat ini adalah konsentrasi, urutan penggunaan dan periode
masa induksi dalam kultur tertentu.

8. Bagaimana manfaat dari cloning gen dalam bidang lingkungan?


Jawab :
Rekayasa genetika berupa cloning gen ternyata sangat berpotensi untuk diaplikasikan
dalam upaya penyelamatan keanekaragaman hayati, bahkan dalam bioremidiasi
lingkungan yang sudah terlanjur rusak. Dewasa ini berbagai strain bakteri yang dapat
digunakan

untuk

membersihkan

lingkungan

dari

bermacam-macam

faktor

pencemaran telah ditemukan dan diproduksi dalam skala industri. Sebagai contoh,
sejumlah pantai di salah satu negara industri dilaporkan telah tercemari oleh
metilmerkuri yang bersifat racun keras baik bagi hewan maupun manusia meskipun
dalam konsentrasi yang kecil sekali. Detoksifikasi logam air raksa (merkuri) organik
ini dilakukan menggunakan tanaman Arabidopsis thaliana transgenik yang membawa
gen bakteri tertentu yang dapat menghasilkan produk untuk mendetoksifikasi air raksa
organik.
9. Jelaskan tiga jenis cloning!
Jawab :
- Kloning tingkat DNA
Kloning dilakukan terhadap untaian DNA untuk mendapatkan untaian DNA yang
identik, yang kemudian menggunakan plasmid bakteri menghasilkan molekul dengan
sifat genetik yang sama untuk kepentingan pembuatan monoklonal, antibody untuk
keperluan diagnostik,pembuatan vaksin dsb.
- Kloning untuk upaya terapi
Kloning ditujukan untuk menghasilkan sitem cell (sel punca). Sitem cell ini dipanen
dari kloning yang menghasilkan embrio manusia, namun tidak dikembangkan menjadi
mahluk baru.
Kloning untuk Reproduksi
Merupakan hal yang sangat menggelitik bagipara ilmuwan untuk menciptakan
makhluk menggunakan teknologi kloning.Sel telur matang yang dibuang inti selnya,
ke dalamnya kemudian disuntikkan inti sel somatik,sehingga sel yang kemudian
terbentuk diupayakan untuk tumbuh kembang menghasilkan mahluk baru. Hal ini
serupa dengan reproduksi vegetatif, tanpa melalui proses pembuahan sel telur oleh
benih laki-laki.
10. Bagaimana proses cloning secara umum?
Jawab :
Proses kloning merujuk pada berbagai usaha yang dilakukan manusia untuk
menghasilkan salinan berkas DNA atau gen, sel, atau organisme. Telah diketahui pula
bahwa mahluk hidup menggunakan DNA dan RNA untuk menyimpan dan
mentransfer informasi genetiknya, karena setiap mahluk hidup menggunakan kode

genetik yang sama untuk membuat proteinnya. Hal seperti ini lah yang memunculkan
para peneliti untuk berpikir bisa atau tidak menciptakan materi gen ini dimanipulasi
sedemikian rupa agar bisa didapatkan DNA dan RNA yang sifat genetikanya sesuai
dengan yang kita inginkan.
Mengkloning suatu mahluk memang tidak mudah, karena harus melewati beberapa
proses dan tahapan, berikut merupakan beberapa tahapan mengkloning suatu gen :
- Suatu fragmen DNA yang mengandung gen yang akan dikloning pertama-tama
diinsersikan dulu pada molekul DNA sirkular yang disebut sector untuk menghasilkan
molekul DNA rekombinan atau chimoera.
- Vektor kemudian bertindak sebagai pembawa DNA rekombinan tersebut untuk
masuk ke dalam tuan rumah biasanya berupa bakteri, maupun sel-sel jenis lainnya
yang bisa digunakan. Kemudian vector mengadakan replikasi dalam sel tuan rumah
yang menghasilkan banyak turunan-turunan identik, baik vektornya sendiri, maupun
gen yang dia bawa.
- Ketika sel tuan rumah membelah, kopi molekul DNA rekombinan diwariskan pada
progeny dan terjadi replikasi vektro selanjutnya. Setelah terjadi sejumlah besar
pembelahan sel, maka dihasilkan koloni atau sel kloningan yang identik.Tiap-tiap sel
dalam klon mengandung satu atau lebih kopian molekul DNA rekombinasi. Dengan
demikian, dapat dikatakan bahwa, gen yang dibawa oleh molekul rekombinasi telah
diklon.