Anda di halaman 1dari 15

TUGAS BIOKIMIA

Kelas D Kelompok 2
Fungsi Karbohidrat dalam Tubuh
(The Function of Carbohydrate in the Body)
Dosen: Rini Dwi Wahyuni, S.Pt., MSc

Anggota Kelompok:
1. ALVINA DYAH A

( 135050100111187 )

2. ZAENAL ABIDIN

( 135050100111188 )

3. MIRSA ITA DEWI A

( 135050100111189 )

4. VEGA DEFIRA

( 135050100111190 )

5. DIMAS ARGANATA

( 135050100111191 )

6. MUHAMMAD FATHUROHMAN ( 135050100111192 )

FAKULTAS PETERNAKAN
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
2013
Kata Pengantar
1

Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan
rahmatNya, tanpa ada halangan suatu apapun. Paper Biokimia

ini disusun

dalam rangka melengkapi tugas Biokimia tentang Fungsi Karbohidrat dalam


tubuh (the function carbohydrate in the body) semester ganjil tahun ajaran
2013/2014.
Terimakasih kami sampaikan kepada :
1. Dosen Bidang Study Ibu Rini Dwi Wahyuni, S.Pt., MSc yang selalu
membimbing pembuatan tugas Paper Biokimia ini hingga selesai.
2. Orang Tua dan Keluarga kami yang telah mendukung kegiatan ini.
3. Teman-teman dan semua pihak yang membantu berjalannya
pembuatan tugas Paper Biokimia ini..
Kami menyadari bahwa penulisan Paper Biokimia ini masih banyak
kekeliruan dan kekurangan, karena kami masih dalam tahap belajar. Oleh karena
itu, kami mengharap kritik dan saran agar ke depannya Paper Biokimia ini lebih
sempurna. Akhir kata, semoga Paper Biokimia ini bermanfaat khususnya bagi
penulis dan umumnya bagi para pembaca.Amin

Malang, 14 Oktober 2013

Penulis

DAFTAR ISI
Halaman
2

KATA PENGANTAR .....................................................................................

ii

DAFTAR ISI ..................................................................................................

iii

DAFTAR GAMBAR........................................................................................

iv

DAFTAR TABEL ...........................................................................................

BAB 1 : PENDAHULUAN .............................................................................

vi

A. LATAR BELAKANG .................................................................


B. RUMUSAN MASALAH .............................................................
C. TUJUAN ...................................................................................

vi
viii
viii

BAB II : PEMBAHASAN ........................................................................

ix

A. FUNGSI KARBOHIDRAT DALAM TUBUH ............................


B. PROSES METABOLISME KARBOHIDRAT ...........................
C. PENGARUH FAAL YANG TIDAK DAPAT DICERNA ..

ix

DAFTAR PUSTAKA .

DAFTAR GAMBAR

xi
xiii
xv

MAKANAN SUMBER KARBOHIDRAT

GRANULA PADA KARBOHIDRAT


YANG DILIHAT DARI MIKROSKOP

SEKILAS INFO KARBOHIDRAT

SERBA-SERBI KABOHIDRAT

KARBOHIDRAT KOMPLEKS

KARBOHIDRAT SEDERHANA

DAFTAR TABEL

BAB I
PENDAHULUAN
5

A. Latar Belakang
Setiap hari manusia akan beraktivitas dimana manusia memerlukan
sejumlah energi untuk beraktivitas. Energi tersebut manusia peroleh dari
mengkonsumsi makanan yang pada umumnya berasal dari tumbuhan dan
porsinya sebaiknya mengandung 25% karbohidrat. Selain mengandung zat yang
dapat membuat rasa kenyang, karbohidrat merupakan penyumbang kalori
terbesar selain lemak. Sebagian dari karbohidratjuga kita butuhkan dalam
mempermudah proses pencernaan kita contohnya selulosa dan zat ini hanya
ditemukan pada tumbuhan. Oleh karena itu, betapa pentingnya karbohidrat
dalam memenuhi kebutuhan kita khususnya dalam beraktivitas. Sebagai
penghasil energi, karbohidrat pasti kita butuhkan sekecil apapun aktivitas dalam
tubuh.
Bahan pangan yang menjadi sumber energi utama dalam susunan
makanan adalah yang mengandung banyak karbohidrat atau lemak. Secara
umum dapat dikatakan bahwa makanan yang kaya akan gula atau lemak lebih
mahal dibandingkan dengan makanan serealia yang kaya akan pati. Kebanyakan
negara di dunia mempunyai makanan pokok, yaitu berbagai serealia yang murah
harganya. Di negara-negara yang masih mempunyai standar hidup yang rendah
dan susunan makanan yang jelek, sampai dengan 90% dari nilai energi dalam
susunan makanannya tersedia dari salah satu makanan pokoknya.
Kebanyakan karbohidrat yang kita makan ialah tepung/ amilum/ pati, yang
ada dalam gandum, jagung, beras, kentang, padi-padian, buah-buahan dan
sayuran. Karbohidrat pada tumbuh-tumbuhan dibentuk dari proses fotosintesis
pada daun dari CO2 dan H2O. Karbohidrat adalah hasil alam yang melakukan
banyak fungsi penting dalam tubuh mahkluk hidup.
Pati merupakan polisakarida yang melimpah setelah selulosa, berfungsi
sebagai penyimpan energi. Pati dapat dipisahkan menjadi dua komponen utama
berdasarkan kelarutan bila dibubur dalam air panas. Sekitar 20% pati adalah
amilosa (larut) dan 80% adalah amilopektin (tidak larut).
Amilosa terdiri dari rantai tidak bercabang yang panjang dari glukosa
terikat bersama oleh ikatan -1,4. Bila dilarutkan dalam air amilosa membentuk
micelles. Amilosa dalam micelles ada dalam konformasi helisal, yang dapat
menangkap iodium dan memberikan warna biru khas.
Amilopektin adalah suatu polisakarida yang jauh lebih besar dari pada
amilosa. Amilopektin adalah polimer bercabang. Bila dilarutkan dalam air,
amilopektin berinteraksi dengan iodium memberikan warna merah-ungu.
Karbohidrat memegang peranan penting dalam alam karena merupakan
sumber energi utama bagi manusia dan hewan yang harganya relatif murah.
Semua karbohidrat berasal dari tumbuh-tumbuhan. Melalui fotosintesis, klorofil
tanaman dengan bantuan sinar matahari mampu membentuk karbohidrat dari
karbondioksida (CO2) berasal dari udara dan air (H2O) dari tanah. Karbohidrat
yang dihasilkan adalah klarbohidrat sederhana glukosa. Di samping itu dihasilkan
oksigen (O2) yang lepas di udara.
Sinar matahari

klorofil
6

6 CO2 + 6 H2O

C6H12O6 + 6 O2
karbohidrat

Produk yang dihasilkan terutama dalam bentuk gula sederhana yang


mudah larut dalam air dan mudah diangkut ke seluruh sel-sel guna penyediaan
energi. Sebagian dari gula sederhana inmi kemudian mengalami polimerisasi
dan membentuk polisakarida. Ada dua jenis polisakarida tumbuh-tumbuhan, yaitu
pati dan nonpati. Pati adalah bentuk simpanan karbohidrat berupa polimer
glukosa yang dihubungkan dengan ikatan glikosidik (ikatan antara gugus
hidroksil atom C nomor 1 pada molekul glukosa dengan gugus hiodroksil atom
nomor 4 pada molekul glukosa lain dengan melepas 1 mol air). Polisakarida
nonpati membentuk struktur dinding sel yang tidak larut dalam air. Struktur
polisakarida nonpati mirip pati, tapi tidak mengandung ikatan glikosidik. Serelia,
seperti beras, gandum, dan jagung serta umbi-umbian merupakan sumber pati
utama di dunia. Polisakarida nonpati merupakan komponen utama serat
makanan.
Di negara-negara sedang berkembang kurang lebih 80% energi
makanan berasal dari karbohidrat. Di negara-negara maju seperti Amerika
Serikat dan Eropa Barat, angka ini lebih rendah, yaitu rata-rata 50%.
Konsentrasi glukosa di dalam darah dikenal sebagai level gula
darah adalah sangat penting (vital) dipertahankan agar badan
berfungsi wajar. Dalam kondisi normal level gula darah tinggal
konstan 80 mg per 100 ml darah.Dapat berubah karena sifat individual
sekitar 70 100 mg. Bila kurang dari batas normal disebut kondisi
hiperglikemia. Pada keadaan hiperglikemia ekstrim, ambang renal (160
170 mg/100 ml) dapat dicapai dan kelebihannya dieksresi dalam urin.
Keadaan hiperglikemia yang biasanya disebabkan adanya insulin yang
berlebihan dapat menyebabkan tak sadarkan diri dan tekanan darah
yang rendah dan mungkin mengakibatkan kematian. Tak sadarkan diri
sering kali karena kekurangan glukosa di dalam jaringan otak yang
menggantungkan energinya pada gula ini.
Yang terpenting dalam proses pemeliharan level glukosa yang
tetap adalah reaksi pembentukan dan pemecahan glikogen yang
dikontrol oleh beberapa hormon. Insulin disekresi pancreas da
berfungsi menurunkan level gula darah dengan jalan memacu
glikoneogenesis, yaitu pembentukan glikogen dari glukosa.
Kekurangan sekresi insulin menyebabkan kondisi diabetic.
Hormon-hormon yang berpengaruh pada metabolism gula bekerja
mempertinggi kadar gula dalam darah. Adrenalin (epinefrin)
mengaktifasi enzim fosforilase yang bekerja mengurai glikogen
menjadi glokosa atau disebut glikogenolisis.

B. Rumusan Masalah
1. Apa fungsi karbohidrat dalam tubuh?

2. Bagaimana proses pencernaan atau metabolisme karbohidrat dalam


tubuh?
3. Bagaimana pengaruh faal yang tidak dapat dicerna oleh oleh usus dalam
tubuh?

C. Tujuan
1. Untuk megetahui fungsi karbohidrat dalam tubuh.
2. Untuk mengetahui proses pencernaan atau metabolisme karbohidrat
dalam tubuh.
3. Untuk mengetahui pengaruh faal yang terjadi ketika karbohidrat tidak
dapat dicerna oleh usus dalam tubuh.

BAB II
8

PEMBAHASAN

A. Fungsi Karbohidrat dalam Tubuh


Sumber karbohidrat adalah padi-padian atau serealia, umbi-umbian,
kacang-kacang kering, dan gula. Hasil olah bahan-bahan ini adalah bihun, mie,
roti, tepung-tepungan, selai, sirup, dan sebagainya. Sebagian besar sayur dan
buah tidak banyak mengandung karbohidrat. Sayur umbi-umbian, seperti wortel
dan bit serta kacang-kacangan relatif lebih banyak mengandung karbohidrat
daripada sayur daun-daunan. Bahan makanan hewani seperti daging, ayam,
ikan, telur, dan susu sedikit sekali mengandung karbohidrat. Sumber karbohidrat
yang banyak dimakan sebagai makanan pokok di Indonesia adalah beras,
jagung, ubi, singkong, talas, dan sagu.
Fungsi utama Karbohidrat memberikan tubuh dengan sumber bahan
bakar dan energi dan membantu dalam kerja yang tepat dari otak kita, jantung
dan saraf, sistem pencernaan dan kekebalan tubuh. Kurangnya karbohidrat
dalam makanan menyebabkan kelelahan, fungsi mental yang buruk dan
kurangnya daya tahan tubuh. Konsumsi karbohidrat adalah sesuatu yang setiap
orang melakukan setiap hari. Sementara karbohidrat bukan satu-satunya cara
untuk menyediakan bahan bakar untuk menghasilkan energi dalam tubuh, sering
dianggap sebagai salah satu yang paling efisien. Fungsi karbohidrat dalam tubuh
sedemikian rupa sehingga mereka akan menghasilkan baik sukrosa dan glukosa,
yang pada gilirannya tubuh dapat menyerap dan mengkonversi menjadi energi
dengan usaha yang relatif kecil.
Seiring waktu, penyelidikan terhadap bentuk dan fungsi karbohidrat telah
menyebabkan banyak penggemar kesehatan membagi karbohidrat menjadi dua
kubu yang berbeda. Karbohidrat sederhana adalah mereka karbohidrat yang
sarat makanan yang dapat dicerna ke dalam sistem dengan cepat. Kadangkadang disebut sebagai karbohidrat buruk, hanya karbohidrat cenderung
memberikan sedikit dalam cara vitamin dan nutrisi dibandingkan makanan
lainnya. Seringkali, karbohidrat sederhana yang diperoleh dari makanan yang
disempurnakan dan dikemas, seperti gula, madu, susu, dan jus buah.
Sebagai perbandingan, karbohidrat kompleks akan memakan waktu lebih
lama bagi tubuh untuk diubah menjadi sukrosa atau glukosa, dan akan kaya
vitamin dan nutrisi. Yang dimaksud dengan karbohidrat yang baik, fungsi
karbohidrat yang masuk dalam kategori ini adalah untuk memberikan rilis stabil
energi ke dalam tubuh sementara juga menyediakan lebih dari apa yang kita
masing-masing butuhkan dari makanan kita sehari-hari. Karbohidrat dalam
kategori ini cenderung sangat rendah gula olahan dan aditif lainnya. Segar dan
beku sayuran, oatmeal, berbagai jenis kacang-kacangan, roti gelap, dan pasta
biasanya dianggap contoh yang sangat baik dari karbohidrat kompleks.

Secara terperinci, karbohidrat mempunyai fungsi sebagai berikut :

1. Sumber Energi
Karbohidrat merupakan makanan sumber energi yang paling penting.
Fungsi utama karbohidrat adalah menyediakan energi bagi tubuh.
Karbohidrat merupakan sumber utama energi bagi penduduk di seluruh
dunia, karena banyak terdapat di alam terutama pada tumbuhan dan
harganya relatif murah. Satu gram karbohidrat menghasilkan 4
kkalori.Sebagian karbohidrat di dalam tubuh berada dalam sirkulasi darah
sebagai glukosa untuk keperluan energi segera; sebagian disimpan sebagai
glikogen dalam hati dan jaringan otot, dan sebagian diubah menjadi lemak
untuk kemudian disimpan sebagai cadangan energi di dalam jaringan lemak.
Seseorang yang memakan karbohidrat dalam jumlah berlebihan akan
menjadi gemuk atau biasa disebut dengan obesitas.
2. Penghemat Protein
Bila karbohidrat makanan tidak mencukupi, maka protein akan
digunakan untuk memenuhi kebutuhan energi, dengan mengalahkan fungsi
utamanya sebagai zat pembangun. Sebaliknya, bila karbohidrat makanan
mencukupi, protein terutama akan digunakan sebagai zat pembangun.
Untuk mencegah ketosis dan untuk menjamin penghematan protein
agar tersedia asam amino guna mempertahankan jaringan harus disediakan
cukup karbohidrat. Jumlah karbohidrat minimum untuk mencegah ketosis
ialah sekitar 12 g/1000 kJ. Obesitas memerluhkan karbohidrat paling sedikit
12 g x 14 atau 168 g.
3. Pengatur Metabolisme Lemak
Karbohidrat mencegah terjadinya oksidasi lemak yang tidak sempurna,
sehingga menghasilkan bahan-bahan keton berupa asam asetoasetat,
aseton, dan asam beta-hidroksi-butirat. Bahan-bahan ini dibentuk
menyebabkan ketidak seimbangan natrium dan dehidrasi, pH cairan
menurun. Keadaan ini menimbulkan ketosis atau asidosis yang dapat
merugikan tubuh.
4. Membantu Pengeluaran Feses
Karbohidrat membantu pengeluaran feses dengan cara mengatur
peristaltik usus dan memberi bentuk pada feses. Selulosa dalam serat
makanan mengatur peristaltik usus.
Serat makanan mencegah kegemukan, konstipasi, hemoroid, penyakitpenyakit divertikulosis, kanker usus besar, penyakiut diabetes mellitus, dan
jantung koroner yang berkaitan dengan kadar kolesterol darah tinggi.
Laktosa dalam susu membantu absorpsi kalsium. Laktosa lebih lama
tinggal dalam saluran cerna, sehingga menyebabkan pertumbuhan bakteri
yang menguntungkan.

5. Pemberi Rasa Manis pada Makanan

10

Karbohidrat memberi rasa manis pada makanan, khususnya mono dan


disakarida. Gula tidak mempunyai rasa manis yang sama. Fruktosa adalag
gula yang paling manis. Bila tingkat kemanisan sakarosa diberi nilai 1, maka
tingkat kemanisan fruktosa adalah 1,7; glukosa 0,7; maltosa 0,4; laktosa 0,2.
B. Proses Pencernaan atau Metabolisme Karbohidrat dalam Tubuh
Pencernaan didefinisikan sebagai proses hidrolitik di mana molekul
bahan makanan, dipecah menjadi satuan molekul yang lebih kecil yang dapat
diabsorpsi oleh tubuh. Pada manusia, pencernaan berlangsung pada saluran
pencernaan sedang absorpsi berlangsung terutama dalam usus halus.Pati yang
bisa diperoleh melalui tepung beras, gandum, jagung, ketela, sagu, dan lain-lain
adalah sumber karbohidrat utama pada makanan manusia.
Peranan utama karbohidrat di dalam tubuh adalah menyediakan
glukosa bagi sel-sel tubuh, yangkemudian diubah menjadi energi. Glukosa
memegang peranan sentral dalam metabolisme karbohidrat. Jaringan tertentu
hanya memperoleh energi dari karbohidrat seperti sel darah merah serta
sebagian besar otak dan sistem saraf.
Glukosa yang diserap dari pencernaan makanan di usus dibawa darah
menuju ke seluruh sel tubuh. Dalam sitoplasma glukosa akan mengalami
GLIKOLISIS yaitu peristiwa pemecahan gula hingga menjadi energi (ATP). Ada
dua jalur glikolisis yaitu jalur biasa untuk aktivitas/kegiatan hidup yang biasa
(normal) dengan hasil ATP terbatas, dan glikolisis jalur cepat yang dikenal
dengan jalur EMBDEN MEYER-HOFF untuk menyediakan ATP cepat pada
aktivitas/kegiatan kerja keras, misalnya lari cepat. Jalur cepat ini memberi hasil
asam laktat yang bila terus bertambah dapat menyebabkan terjadinya ASIDOSIS
LAKTAT .Asidosis ini dapat berakibat fatal terutama bagi orang yang tidak
terbiasa (terlatih) beraktivitas keras. Hasil oksidasi glukosa melalui glikolisis akan
dilanjutkan dalam SIKLUS KREB yang terjadi di bagian matriks mitokondria.
Selanjutnya hasil siklus Kreb akan digunakan dalam SYSTEM COUPLE
(FOSFORILASI OKSIDATIF) dengan menggunakan sitokrom dan berakhir
dengan pemanfaatan Oksigen sebagai penangkap ion H. Kejadian tubuh
kemasukan racun menyebabkan system sitokrom di-blokir oleh senyawa racun
sehingga reaksi REDUKSI-OKSIDASI dalam system couple, terutama oleh
Oksigen, tidak dapat berjalan.
Tujuan akhir pencernaan dan absorpsi karbohidrat adalah mengubah
karbohidrat menjadi ikatan-ikatan lebih kecil, terutama berupa glukosa dan
fruktosa, sehingga dapat diserap oleh pembulu darah melalui dinding usus halus.
Pencernaan karbohidrat kompleks dimulai di mulut dan berakhir di usus halus.
Pencernaan karbohidrat :
1. Mulut
Pencernaan karbohidrat dimulai di mulut. Makanan ataupati
yang diperoleh setelah makanan dikunyah menjadi campuran dekstrin
dengan ludah yang mengandung enzim amilase (sebelumnya dikenal
sebagai ptialin). Amilase menghidrolisis pati atau amilum menjadi
bentuk karbohidrat lebih sederhana, yaitu dekstrin. Bila berada di mulut
cukup lama, sebagian diubah menjadi disakarida maltosa.Enzim
amilase ludah bekerja paling baik pada pH ludah yang bersifat
netral.Makanan yang ditelan masuk ke dalam lambung.
11

2. Lambung
Setelah sampai di lambung, ptialin segera terinaktifasi karena
suasana asam.Di lambung reaksi hidrolisis dalam suasana asam pada
suhu badan berlangsung sangat lambat, sehingga pencernaan
karbohidrat hanya terjadi sangat sedikit.
3. Usus Halus
Pencernaan utama karbidrat terjadi di usus halus.Pencernaan
karbohidrat dilakukan oleh enzim-enzim disakarida yang dikeluarkan
oleh sel-sel mukosa usus halus berupa maltase, sukrase, dan laktase.
Hidrolisis disakarida oleh enzim-enzim ini terjadi di dalam mikrovili dan
monosakarida yang dihasilkan adalah sebagai berikut :
Maltase
Maltosa

2 mol glukosa
Sukrase

Sakarosa

1 mol glukosa + 1 mol fruktosa


Laktase

Laktosa

1 mol glukosa + 1 mol galaktosa

Monosakarida glukosa, fruktosa, dan galaktosa kemudian


diabsorpsi melalui sel epitel usus halus dan diangkut oleh sistem
sirkulasi darah melalui vena porta.Bila konsentrasi monosakarida di
dalam usus halus atau pada mukosa sel cukup tinggi, absorpsi
dilakukan secara pasif atau fasilitatif. Tapi, bila konsentrasi turun,
absorpsi dilakukan secara aktif melawan gradien konsentrasi dengan
menggunakan energi dari ATP dan ion natrium. Walaupun besar
molekul ketiganya berbeda sedikit, absorpsi monosakarida tersebut
memerluhkan energi yaitu melalui proses tarnsport aktif dalam melalui
dinding usus halus.
4. Hati
Setelah diapsorbsi, monosakarida tersebut dibawa melalui
pembuluh balik ke hati dimana galaktosa dan fruktosa diubah secara
enximatik menjadi glukosa, Glukosa adalah jenis satu-satunya gula
yang bersikulasi dalam darah, karena itu disebut dengan gula darah.
Glukosa tersebut kemudian masuk ke dalam sistema sirkulasi utama
untuk ditransportasi ke jaringan atau mungkin juga diubah menjadi
glikogen dan disimpan dalam hati sebagai persediaan untuk
mempertahankan level glukosa darah atau kadar glukosa dalam darah
tetap normal. Glukosa dalam jaringan mungkin dioksidasi menjadi
karbondioksida dan air atau mungkin diubah menjadi lemak atau
glikogen otot yang merupakan sumber energi siap pakai untuk otot
tersebut.
5. Usus Besar
Dalam waktu 1-4 jam setelah selesai makan, pati nonkarbohidrat
atau serat makanan dan sebagian kecil pati yang tidak dicernakan
12

masuk ke dalam usus besar. Sisa-sisa pencernaan ini merupakan


substrat potensial untuk difermentasi oleh mikroorganisma di dalam
usus besar. Substrat potensial lain yang difermentasi adalah fruktosa,
sorbitol, dan monomer lain yang susah dicernakan, laktosa
padamereka yang kekurangan laktase, serta rafinosa, stakiosa,
verbaskosa, dan fruktan.
Produk utama fermentasi karbohidrat di dalam usus besar
adalah karbondioksida, hidrogen, metan dan asam-asam lemak rantai
pendek yang mudah menguap, seperti asam asetat, asam propionat
dan asam butirat.
C. Pengaruh Faal yang Tidak dapat Dicerna Oleh Usus
1

Berat Feses
Makanan yang rendah serat menghasilkan feses yang keras dan
kering yang susah dikeluarkan dan membutuhkan peningkatan tekanan
saluran cerna yang luar biasa untuk mengeluarkannya. Makanan tinggi serat
cenderung meningkatkan berat feses.

Metabolisme Kolesterol
Data epidemologik menunjukkan bahwa konsumsi serat makanan
mempunyai hubungan negatif dengan insiden penyakit jantung koroner dan
batu ginjal, terutama dengan kolesterol darah. Polisakarida nonpati larut air
(pektin, gum, dan sebagainya) paling berpengaruh sedangkan polisakarida
nonpati yang tidak larut air hanya mempunyai pengaruh kecil terhadap kadar
kolesterol. Penurunan ini terutama terlihat pada fraksi LDL (low Density
Lipoprotein) yang disertai dengan penurunan kandungan kolesterol dalam
hati dan lain jaringan.
Pengaruh ini dikaitkan dengan metabolisme asam empedu. Asam
empedu dan steorid netral disintesis dalam hati dari kolesterol, disekresi ke
dalam empedu dan biasanya kembali ke hati melalui reabsorpsi dalam usus
halus (siklus entero hepatik).

Waktu Transit
Waktu transit makanan setelah ditelan adalah waktu yang dipelrukan
makanan untyuk melalui mulut sampai ke anus. Waktu transit dalam kolon
biasanya kurang lebih sepuluh kali lebih lama daripada waktu transit dari
mulut ke awal kolon dan merupakan tahap utama yang mempengaruhi
seluruh waktu transit makanan. Waktu transit dari mulut ke bagian awal usus
besar dipengaruhi oleh pengosongan lambung dan transit dalam usus halus.

Perubahan Susunan Mikroorganisme

13

Hubungan antara kolon dengan kekurangan serat makanan diduga


karena terjadinya perubahan pada susunan mikroorganisme dalam saluran
cerna.Mikroorganisme yang terbentuk menguntungkan pembentukan
karsinogen yang berpengaruh terhadap terjadinya kanker.Mikroorganisme ini
juga diduga mencegah atau membatasi pemecahan karsinogen yang terjadi
secara normal bila serat makanan lebih tinggi.

DAFTAR PUSTAKA

Gaman, P. M., Sherrington, K. B.. 1981. Pengantar Ilmu Pangan, Nutrisi dan
Mikrobiologi. Yogyakarta. UGM PRESS
14

Haeruddin, Irma. 2013. Artikel Kesmas Makalah Karbohidrat.


http://artikelkesmas.blogspot.com/2013/01/makalahkarbohidrat.html. Diakses pada 14 Oktober 201
K. Murray, Robert, dkk. 2003. Biokimia Harper. Jakarta: Penerbit Buku
Kedokteran EGC.
Montgomery, Rex., Dryer, Robert L., Conway, Thomas W., Spetor, Arthur A.,
1983. Biokimia Suatu Pendekatan Berorientasi Kasus. Yogyakarta. UGM
PRESS.
Olson, Robert E., Broquist, Harry P., Darby, William J., C, Albert., Kolbye, J. R.,
Stalvey, Richard M. 1987. Pengetahuan Gizi Mutakhir dan Zat-zat Gizi.
Jakarta. PT Gramedia.
Tarigan, Ponis. 1983. Kimia Organik Bahan Makanan. Bandung. Penerbit Alumni.

15