Anda di halaman 1dari 9

CRITICAL JURNAL REVIEW

ANALISIS REAL I

OLEH:
AZIZAH HAYATI (4151111007)
DEDE ELIZA (4151111012)
DWIRA ADITYA (4151111020)
EKA PUTRI (4151111021)
AISYAH ADELINA (4153111002)
ATMA YUSNIDA (4153111007)

JURUSAN MATEMATIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2016

BAB I
PENDAHULUAN
1.1.

IDENTITAS JURNAL
JUDUL
ISSN
VOL/NO
PENULIS
TAHUN
KOTA

1.2.

:KEMAMPUAN BERFIKIR FORMAL MAHASISWA


: 2085-5893
: VOL.8/NO.2
: M. SYAWAHID
: 2015
: MATARAM

LATAR BELAKANG
Matematika merupakan salah satu mata pelajaran wajib yang harus ada

dalam setiap pembelajaran di sekolah maupun di perguruan tinggi. Tujuan utama


pembelajaran matematika adalah untuk membantu siswa mengembangkan
kemampuannya

dalam

mengerjakan

dan

menyelesaikan

permasalahan

matematika.
Kemampuan penalaran erat kaitannya dengan kemampuan berfikir logic
(logically thinking). Kemampuan berfikir logic merupakan kemampuan seseorang
dalam menyelesaikan masalah tidak hanya berdasar pada prosedur yang ada, akan
tetapi memiliki landasan kebenaran yang kuat dari prosedur tersebut. berfikir
formal yaitu kemampuan dalam meletakkan dasar kebenaran dari setiap prosedur
penyelesain suatu masalah.
Salah satu pengembangan kemampuan berfikir formal terdapat pada mata
kuliah analisis real. Mata kuliah ini merupakan pengembangan pembahasan dari
mata kuliah kalkulus yang erat kaitannya dengan bilangan rill. Pada mata kuliah
analisis real lebih banyak difokuskan pada kemampuan untuk membuktikan suatu
masalah dengan landasan yang kuat seperti berdasar pada aksioma, postulat, sifat,
lema, teorema dan lain sebagainya.

1.3.

Identifikasi Masalah
Masalah yang dapat diidentifikasi dari jurnal ini adalah :

1. Bagaimana kemampuan mahasiswa dalam menganalisis soal analisis


real pada tes uraian yang diberikan?
2. Bagaimana pengaruh berfikir logic terhadap pengambilan keputusan
terkait menjawab soal analisis real?

1.4.

TUJUAN
1. Mengetahui kemampuan mahasiswa dalam menganalisis soal analisis
real pada tes uraian yang diberikan.
2. Mengetahui pengaruh berfikir logic terhadap pengambilan keputusan
terkait menjawab soal analisis real.

BAB II
PEMBAHASAN

2.1.

METODE PENELITIAN

Metode penelitian ini menggunakan Metode Penelitian Deskriptif, karena


bertujuan mendeskripsikan kemampuan berpikir formal mahasiswa pada
Matakuliah Analisis Real. Subjek penelitian pada jurnal ini adalah mahasiswa
yang mengambil Matakuliah Analisis Real, yang dilakukan pada 3 kelas yaitu
kelas A sebanyak 30 orang, kelas B sebanyak 23 orang dan kelas C sebanyak 30
orang. Bentuk soal yang diberikan berupa tes uraian yang terdiri dari 3 soal yang
didalamnya terdapat soal pembuktian yang membutuhkan analisis yang kuat
dalam pembuktiannya.
Hasil tes tersebut dideskripsikan secara kuantitatif dan beberapa jawaban
dari mahasiswa dideskripsikan secara kualitatif. Dimana, pada Metode Kuantitatif
data yang didapat berupa angka, koding, perhitungan, pemetaan dan lainnya.
Sedangkan Metode Kualitatif, data yang di dapat berupa penjelasan, catatan
observasi, dokumen dan juga wawancara atau angket. Kedua metode yang dipakai
jurnal ini bertujuan untuk mendapatkan data yang valid dalam melakukan
pengkajian terhadap beberapa hal dengan observasi secara langsung sehingga data
yang valid dan pasti itu dihasilkan sebuah penelitian yang baik dan juga bisa
dipertanggung jawabkan.
Dari segi tujuan penelitiannya, kedua metode ini juga memiliki perbedaan.
Pada Metode Kualitatif adalah sebuah penelitian yang dilakukan untuk
mengembangkan sebuah konsep pemikiran yang sebelumnya sudah ada. Selain
itu, penelitian Kualitatif juga bertujuan untuk membuat mahasiswa lebih paham
pada sebuah teori dan mampu mengembangan teori yang sudah ada. Sedangkan
pada Metode Kuantitatif memiliki tujuan untuk melakukan pengujian pada sebuah
teori. Selain itu, dengan Metode Kuantitatif dihasilkan pemetaan untuk
memberikan gambaran berupa angka dan juga statistik yang dapat meyakinkan
sebuah fakta atau prediksi dari sebuah teori.

2.2.

HASIL PENELITIAN

Pada data kuantitatif, peneliti memperoleh bahwa data skor akhir


kemampuan berfikir formal memiliki kaitan dengan pemahaman konsep dalam
menyelesaikan soal dengan memberikan alasan dari setiap prosedur/langkah.
Peneliti memberikan 3 soal, dan diperoleh :
Masing-masing kelas (A,B,C) memilki kemampuan rata-rata yang tidak
jauh berbeda, dengan skor tertinggi pada kelas C dengan nilai 100, nilai skor
terendah setiap kelas adalah sama. Dan dari ketiga kelas tersebut, kelas A
memiliki standar deviasi terbesar yaitu 20,7 dan kelas C memiliki standar deviasi
terkecil yaitu 16,6 sehingga kelas C memiliki tingkat homogenitas yang lebih baik
dari kedua kelas yang lain.
Pada data kualitatif, peneliti mengambil 2 subjek (kemampuan baik dan
kemampuan rendah) untuk memaparkan jawaban dari soal yang diberikan.
Untuk soal pertama :
Membuktikan bahwa (a+b) = (-a) + (-b)
Pada subjek 1, beberapa prosedur penyelesaiannya berdasar pada aksioma
dasar bilangan rill atau sifat aljabar bilangan rill. Namun pada subjek 1 tidak
menuliskan alasan mengapa menggunakan langkah tersebut.
Dari langkah-langkah yang telah dilakukan, subjek 1 menggambarkan
pemahaman akan sifat-sifat aljabar bilangan rill atau aksioma bilangan rill
menjadi dasar dalam pembuktian pernyataan tersebut. Namun, beberapa langkah
tidak diberikan alasan mengapa langkah tersebut dilakukan, tetapi langkah yang
dilakukan dapat diterima secara logis.
Pada subjek 2, prosedur penyelesaiannya tidak berdasar pada aksioma
dasar bilangan real atau sifat aljabar bilangan real. Ia melakukan penalaran
induktif (mengambil kesimpulan umum untuk menjabarkan ke hal khusus).
Karena langkah yang dilakukannya tidak menggunakan sifat aljabar bilangan real,
maka langkah-langkah yang dilakukan tidak benar.
Untuk soal kedua :
Membuktikan dengan defenisi limit barisan, bahwa barisan xn =
konvergen ke-2

Pada subjek 1, prosedur yang dilakukan pada defenisi limit barisan yang
menyatakan bahwa :
barisan Xn memiliki nilai limit a (bisa dikatakan barisan X n konvergen ke a) jika
untuk setiap

terdapat n0

dengan n

n0 berlaku :

Ia

mengawali

N sedemikian sehingga untuk setiap n

.
prosedur

dengan

analisis

pendahuluan,

dengan

menyederhanakan bentuknya. Ia memanipulasi variabel sehingga penyebut dari


bentuk mutlak berupa bilangan. Langkah selanjutnya dilakukan dengan
menghubungkan pemahaman konsep mutlak dengan konsep urutan bilangan real.
Kemudiania

menggunakan

defenisi

limit

barisan

sehingga

memperoleh

pernyataan yang menghasilkan terbuktinya kebenaran pernyataan tersebut.


Pada subjek 2, prosedur yang dilakukan hampir sama dengan subjek 1, ia
melakukan analisis pendahuluan dan bukti formal dengan defenisi limit barisan.
Namun, terdapat beberapa langkah yang kurang tepat yang berdampak pada
langkah selanjutnya yang keliru meskipun menggunakan defenisi limit barisan.
Untuk soal ketiga:
Membuktikan bahwa barisan xn =

adalah barisan cauchy

Pada subjek 1, prosedur yang dilakukan berdasar pada defenisi barisan


cauchy. Ia melakukan analisis pendahuluan dengan menyederhanakan bentuknya.
Selanjutnya ia menggunakan teorema ketaksamaan segitiga yang dihasilkan
dengan langkah pada defenisi barisan cauchy. Pada subjek 1, Ia memiliki
kemampuan manipulasi yang sangat baik serta sangat teliti. Dan terlihat bahwa ia
memiliki kemampuan berfikir formal yang baik.
Pada subjek 2, prosedur yang dilakukan hampir sama dengan subjek 1,
akan tetapi ada kesalahan yang dilakukannya yaitu pada analisis pendahuluan,
dengan kesalahan tersebut maka akan berdampak pada bukti selanjutnya.

Kesimpulan yang didapat diambil dari deskripsi data kualitatif diatas ialah
jika diberikan soal,subjek dengan kemampuan

tinggi maupun rendah pada

dasarnya memiliki kemampuan dalam menggunakan defenisi, aksioma, serta


teorema dalam setiap prosedur yang dilakukan untuk menyelesaikn soal tersebut.
Hanya saja, perbedaan yang didapat terletak pada kemampuan analisis, dengan
kemampuan yang tinggi maka ia memiliki kemampuan analisi yang kuat sehingga
prosedur yang dilakukan tepat, begitu juga sebaliknya.

BAB III
KESIMPULAN
3.1. KESIMPULAN
Kemampuan penalaran erat kaitannya dengan kemampuan berfikir logic
(logically thinking). Kemampuan berfikir logic merupakan kemampuan seseorang
dalam menyelesaikan masalah tidak hanya berdasar pada prosedur yang ada, akan
tetapi memiliki landasan kebenaran yang kuat dari prosedur tersebut.
Salah satu pengembangan kemampuan berfikir formal terdapat pada mata
kuliah analisis real. Mata kuliah ini merupakan pengembangan pembahasan dari
mata kuliah kalkulus yang erat kaitannya dengan bilangan rill.
Metode penelitian ini menggunakan Metode Penelitian Deskriptif, karena
bertujuan mendeskripsikan kemampuan berpikir formal mahasiswa pada
Matakuliah Analisis Real. Subjek penelitian pada jurnal ini adalah mahasiswa
yang mengambil Matakuliah Analisis Real, yang dilakukan pada 3 kelas yaitu
kelas A sebanyak 30 orang, kelas B sebanyak 23 orang dan kelas C sebanyak 30
orang. Bentuk soal yang diberikan berupa tes uraian yang terdiri dari 3 soal yang
didalamnya terdapat soal pembuktian yang membutuhkan analisis yang kuat
dalam pembuktiannya.
3.2. KEUNGGULAN JURNAL
1.
2.
3.
4.

Bahasa yang digunakan sederhana dan mudah dipahami.


Materi yang dibahas langsung pada topik pembahasan.
Dilampirkan bukti berupa gambar dari hasil tes narasumber.
Setiap hasil tes narasumber, penulis mengkaji ulang hasil tes narasumber
dengan meberikan penjelasan dari setiap soal yang diberikan.

3.3. KEKURANGAN JURNAL


1. Penulis tidak memberikan jawaban yang tepat dari soal yang telah
diberikan kepada narasumber.
2. Terdapat banyak pemborosan kata yabg dijelaskan dalam jurnal.

DAFTAR PUSTAKA
Syawahid, M. (2015). Kemampuan Berfikir Formal Mahasiswa Vol.8 No.2.
Mataram: FITK IAIN Mataram.