Anda di halaman 1dari 31

FORMAT OBSERVASI

KULTUR SEKOLAH
PEMANTAPAN KOMPETENSI AKADEMIK KEPENDIDIKAN

No.
A.

Nama Sekolah : SMAN 3 KOTA BENGKULU

Nama : Citra Utari

Hari, Tanggal : Selasa, 4 Oktober 2016

NPM : A1F015013

ASPEK YANG DIAMATI


Mengamati kedisiplinan

DESKRIPSI HASIL PENGAMATAN

warga sekolah dalam


1.

melaksanakan peraruran
Kepala sekolah

1.

Kegiatan magang 1 dilaksanakan di SMAN


3 KOTA BENGKULU. Sekolah tersebut
berlokasi di Jl. Re Marta Dinata No. 41,
BENGKULU.

KOTA

Sekolah

tersebut

dipimpin oleh Bapak Widiyono, S.Pd


selaku kepala sekolah. Di hari pertama
kami

melakukan

mengamati
Kepala

pengamatan,

kehadiran

sekolah

kepala

SMAN

kami
sekolah.
KOTA

BENGKULU memiliki kedisiplinan yang


baik. Kehadiran beliau lebih awal bisa
memberi contoh baik bagi seluruh warga
sekolah. Beliau hadir ke sekolah sebelum
pukul 07:15 WIB. Begitupun seterusnya
2.

Guru

2.

beliau hadir tepat waktu dan disiplin.


Semua guru di SMAN 3 KOTA
BENGKULU,

memiliki kedisiplinan

yang baik, setiap guru yang hadir


di

sekolah

mengisi

absensi

kehadiran di meja piket. Sebagian


besar guru telah hadir pukul 07:05
WIB.

Bagi

guru

yang

piket

sebagian besar hadir pada pukul


pukul 07.00 WIB. Karena kami juga
terlibat dalam jadwal piket guru

sekaligus membantu guru piket


yang

ada.

beberapa
setelah

Tetapi

guru
bel

dikarenakan

ada

pula

terlambat

hadir

masuk

berbunyi

beberapa

alasan.

Setiap harinya para guru hadir di


sekolah

sebelum

jam

07:15,

karena jika guru hadir telat ada


sanki yang akan di terima oleh
guru jika tidak memiliki alasan
yang cukup logis tutur seorang
guru di SMAN 3 KOTA BENGKULU.
Sebagian guru yang piket harus
datang lebih awal, karena guru
yang

piket

mengambil

bagian

untuk berdiri di depan ruang piket


menyambut

siswa

yang

berdatangan dan satu guru duduk


di pos jaga piket. Guru piket juga
mengecek guru yang hadir dan
juga guru piket keliling ke setiap
kelas mengecek kehadiran para
siswa SMAN 3 KOTA BENGKULU.
Bagi siswa dan para guru yang
tidak hadir akan dicacat di buku
jurnal yang ada di guru piket.
Selain

itu

guru

piket

juga

memperhatikan siswa-siswa yang


terlambat hadir setelah bunyi bel
masuk. Bagi siswa yang datang
terlambat,

guru

piket

akan

memberi surat izin untuk masuk


ke kelas dan belajar. Di meja piket
telah

disediakan

buku

jurnal

kedisiplinan tiap kelas. Bagi yang


melanggar

kedisiplinan

maka

nama-namanya akan dituliskan di


3.

Karyawan

3.

buku tersebut.
Para karyawan di SMAN 3 KOTA
BENGKULU

juga

memiliki

kedisiplinan yang baik. Di hari


pertama

kami

melaksanakan

pengamatan
karyawan

telah

terlihat

kebersihan

berkeliling

membersihkan

halaman-halaman

sekolah sekitar pukul 06:50 WIB.


Selain itu, karyawan atau staf
administrasi sekolah juga sudah
ada yang hadir pukul 07.00 WIB.
Di

hari

berikutnya,

kedisiplinan

masih terlihat dengan kedatangan


karyawan sebelum pukul 07.15
WIB. Hal ini membuktikan bahwa
karyawan juga memiliki disiplin
waktu

yang

satpam

dan

sekolah

datang

selalu

sebelum

pukul

07:00WIB

yang

bertugas

untuk

membuka

dan

menutup

gerbang

baik,

kehadiran

tukang kebersihan

serta

membersihkan

setiap lingkungan yang ada di


sekolah. Setiap karyawan seperti
Karyawan kebersihan, Staff TU,
karyawan perpustakaan, satpam
yang

melaksanakan

tugasnya

dengan baik dan menggunakan


pakaian
menjalan

sopan

dan

kewajiban

rapi

serta

tersebut

sesuai dengan peraturan yang ada


4.

Siswa

4.

di sekolah.
Siswa di SMAN 3 KOTA BENGKULU
telah hadir di sekolah

sebelum

pukul 07.15 WIB melewati gerbang


utama sekolah. Bagi siswa yang
terlambat datang lewat dari pukul
07:15

WIB,

mereka

tidak

diperbolehkan masuk dan harus


menunggu

satu

jam

pelajaran

baru pintu gerbang akan di buka


kembali. Semua siswa yang hadir
disekolah akan menyalami guru
piket yang ada di depan gerbang
sekolah setelah itu baru mereka
masuk ke kelas masing-masing.
Namun, ada juga beberapa siswa
yang

hadir

terlambat

pukul

07.15

WIB.

setelah

Siswa

yang

terlambat diberi surat izin masuk


ke kelas yang di berikan oleh guru
piket. Sebagian besar siswa sudah
melaksanakan peraturan sekolah
dengan

baik

dan

dalam

hal

berpakaian beberapa siswa sudah


menggunakan

pakaian

seragam

sebagaimana mestinya. Saat jam


pelajaran telah dimulai, masih ada
siwa

yang

depan
gurunya

mondar-mandir

kelas.
tidak

Bagi

kelas

hadir,

di

yang

biasanya

guru yang mata pelajaran yang


bersangkutan akan memberikan
tugas kepada guru piket kemudian

guru piket menyampaiakan tugas


tersebut ke kelas. Tetapi masih
banyak

siswa

yang

berkeliaran

saat jam pelajaran berlangsung


baik itu di kantin, maupun di
sekitan ruang kelas mereka.
Mengamati hubungan sosial
antar warga sekolah
1.

dengan komite sekolah


Kepala sekolah

Di

saat

kami

dengan guru dan

pengamatan,

karyawan serta

hubungan

siswa

sekolah

melakukan

kami

sosial

mengamati

antara

dengan

guru

kepala
dan

karyawan serta siswa sangat baik,


ditunjukkan dengan tegur sapa
dan salam antara kepala sekolah,
guru, karyawan,serta siswa. Guru
dan

karyawan

menaruh

serta

rasa

siswa

hormat

dan

menghargai kepala sekolah selaku


pimpinan

tertinggi

Kepala

sekolah

kedatangan
guru
satu

staf
sapa

sama

sekolah..

menyambut

siswa,

dan

bertegur

di

kedatangan

karyawan
dan

lainnya.

serta

bersalaman
Hubungan

yang baik dan harmonis sangat


terlihat
2.

Guru dengan karyawan


dan siswa

oleh

kami

saat

pengamatan di sekolah.
Hubungan sosial antara guru dengan
karyawan dan siswa juga sangat baik.
Ditunjukkan

dengan

sikap

saling

menghargai antara guru dan karyawan.


Hubungan guru dan karyawan terlihat
akrab dan harmonis yang tampak saat guru

saling bertegur sapa dengan karyawan.


Begitu juga sebaliknya, interaksi yang baik
ini juga dialami oleh siswa. Semuanya
berjalan

dengan

baik

karena

adanya

hubungan komunikasi yang baik antar tiap


3.

Guru dengan guru

warga sekolah.
Hubungan sosial

antara

guru

dengan guru terlihat sangat baik,


hal itu ditunjukan dengan adanya
interaksi

guru

yang

saling

menghormati satu sama lain serta


saling

bertegur

sapa

saling

bertemu

mereka

ketika
atau

berkumpul. Hubungan itu bisa di


lihat di ruangan guru, para guru
saling ngobrol dan berbincangbincang saat di dalam ruanagn
4.

Siswa dengan siswa

guru.
Hubungan
siswa

sosial

sangat

menghargai

siswa

baik

dengan

dan

satu

saling

sama

lain,

terlihat dari sikap keakrabannya


baik itu di dalam kelas maupun
lingkungan

sekolah.

Hubungan

yang harmonis ditunjukkan para


siswa

ketika

mereka

bertemu,

mereka

senyum

dan

saling

bertegur

saling
balas
sapa.

Namun masih ada juga siswa yang


acuh kepada teman sekelas atau
C

teman lain kelasnya.


Mengamati hubungan antara Hubungan warga sekolah
warga sekolah dengan

komite

sekolah

komite sekolah

terlihat

waktu

pengamatan

sangat

kami
ada

dengan
baik,

melakukan
guru

yang

ngobrol

di

sekolah.

ruangan

Begitu

komite

pula

jika

saat

bertemu, mereka saling betegur


sapa

satu

sama

lain.

bahwa

hubungan

membuktikan

Mengamati hubungan antara

Itu

yang

harmonis

terjalin

antara

warga

sekolah

dengan

komite

warga

sekolah

sekolah.
Hubungan antara

warga sekolah dengan

dengan masyarakat sekitar dan

masyarakat sekitar dan

orang tua murid dapat kami amati

orang tua murid.

di hari pertama saja, dihari-hari


berikutnya

kami

kedatangan

tidak

masyarakat

melihat
sekitar

atau orang tua murid. Dilihat pada


saat melakukan pengamatan, ada
oarang tua murid yang datang ke
sekolah untuk mengantarkan buku
yang ketinggalan, disambut oleh
guru piket yang akan bertugas
untuk mengasihkan ke murid. Ini
membuktikan
terjalin

bahwa

sangan

hubungan

harmonis

dan

sangat baik.
E

Mengamati sikap siswa


1.

terhadap
Kepala sekolah

Semua siswa/siswi di SMAN 3 KOTA


BENGKULU

berinteraksi

dengan

kepala sekolah dengan sikap yang


baik ditunjukkan dengan adanya
rasa hormat siswa kepada sekolah
saat

bertemu

siswa

memberi

salam serta bersikap sopan dan


santun terhadap kepala sekolah.

2.

Guru

Para siswa bersikap hormat dan patuh


kepada

setiap

guru

dengan

menerapkan sistem 5S (Senyum,


Sapa, Salam, Sopan dan Santun).
Dengan demikian terlihat sikap
yang baik antara siswa dengan
guru.

Walaupun

ada

beberapa

siswa yang kadang kala sering


bercanda

dengan

pelajaran

saat

guru

proses

mata
belajar-

mengajar berlangsung, ada siswa


tidak memperhatikan saat guru
menjelaskan

pelajaran,

namun

mereka masih menghargai dan


3. Karyawan

sopan terhadap guru.


Siswa bersikap baik dan menghargai
karyawan sekolah. Siswa bersikap
sopan dengan semua karyawan
seperti

dengan

staff

TU

dan

karyawan perpustakaan maupun


satpam. Sikap baik ini mereka
tunjukkan dengan betegur sapa
saat bertemu dan saling senyum
bila
4.

Para tamu (orang luar

bertemu

staf

TU

maupun

karyawan lainnya.
Sebagian
siswa
bersikap

ramah

yang datang

dengan tamu yang berasal dari

berkunjung)

luar lingkungan sekolah. Hal ini


dibukikan dengan senyum saat
berpapasan

dengan

para

tamu

yang datang ke sekolah. Tapi ada


juga siswa yang tidak betegur
sapa

ataupun

senyum

saat

berpapasan dengan tamu yang

hadir

mungkin

memang

kepribadian siswa itu tidak mudah


senyum.
F

Mengamati pelaksanaan
1.

kegiatan
Ekstrakurikuler

Kami tidak mengamati langsung


proses

kegiatan

ekstrakurikuler

namun

kami

melakukan

pertemuan

langsung

dengan

ketua osis

untuk bertanya dan

berbincang

mengenai

ekstrakurikuler yang ada di SMAN


3 KOTA BENGKULU. Selain itu kami
juga bertanya langsung kepada
para siswa di bebrapa kelas untuk
menanyakan ekstrakulikuler yang
ada di sekolah tersebut. Hampir
setiap kelas ada kertas ddi tempel
di dinding kelas ekstarakulikuler
yang di adakan oleh sekolah. Ada
beberapa

pengembangan

ekstrakurikuler yang dilaksanakan


di SMAN 3 KOTA BENGKULU untuk
menunjang dan mengembangkan
kemampuan

yang

dimiliki

oleh

siswa. Adapun ekstrakurikulernya


yaitu : Ekstrakurikuler Pramuka;
Ekstrakurikuler

Matematika;

Ekstrakurikuler

ekonomi;

Ekstrakurikuler

englis

club;

Ekstrakurikuler

fisika;

Ekstrakurikuler

biologi;

Ekstrakurikuler seni baca al-quran;

Ekstrakurikuler

risma;

Eksrakulikuler

atletik;

Ekstrakurikuler

TIK/robotik;

Ekstrakurikuler

sepak

bola;

Ekstrakurikuler tari; ektrakulikuler


volly;

ekstrakulikuler

futsal;

ekstrakulikuler

basket;

ekstrakulikuler

paduan

ekstrakulikuler

suara;
PIK-KRR;

ekstrakulikuler

paskibraka;

ekstrakulikulerdrum
Kegiatan-kegiatan
dilakukan

diluar

kebanyakan
hari
hari

dan
band.

ekstrakurikuler
jam

pelajaran,

dilaksanakan

sore

sekitar jam 15:00, kecuali


jumat

jam

13:00.

Jadwal

pelaksanaannya telah disepakati


oleh masing-masing anggota tiap
kegiatan ekstrakurikuler. Hampir
seluruh ekstrakurikuler SMAN 3
KOTA

BENGKULU

telah

banyak

meraih prestasi dengan mengikuti


cabang lomba mulai dari tingkat
sekolah, daerah, bahkan ke tingkat
nasional.

Tentu

saja

itu

mengharumkan

akan
dan

membanggakan sekolah.
2.

Non-kurikuler

Di SMAN 3 KOTA BENGKULU ektra non

melalui hubungan

kulikuler yang kami amati yaitu

antar warga

kegiatan OSIS (Organisasi Siswa

sekolah

Intra

Sekolah).

OSIS

di

SMAN

SMAN 3 KOAT BENGKULU cukup


aktif dibuktikan dengan adanya
kerjasama

antar

anggota

yang

mana mereka sering berkumpul


atau

melaksanakan

akan

mengadakan

rapat

bila

kegiatan.

Siswa-siswa yang bergabung di


OSIS

memiliki

sekre

tersendiri

untuk mereka berkumpul. Mereka


sangat

aktif

terbukti

adanya

persiapan

dengan

mereka

menyambut tahun baru islam.

saat

HASIL PENGAMATAN
MEMBANGUN KOMPETENSI DASAR PEDAGOGIK, KEPRIBADIAN
DAN SOSIAL
Nama Sekolah : SMAN 3 KOTA BENGKULU

Nama : Citra Utari

Hari, Tanggal : Kamis, 6 Oktober 2016

NPM : A1F015013

NO.

ASPEK YANG DIOBSERVASI

DESKRIPSI HASIL
PENGAMATAN

Kompetensi Pedagogi
1. Kegiatan pembelajaran yang Kegiatan
mendidik

di

kelas,

laboratorium, dan dilapangan.

di

pembelajaran

kelas

yang

berjalan

kami

baik

di

amati

khususnya

pada mata pelajaran kimia


di kelas X IIS 5.

Dalam

pengamatan kami, siswa


menjadi

fokus

utama

dalam

proses

pembelajaran

sehingga

guru bukan menjadi utama


di

dalam

kelas

saat

pembelajaran berlansung.
sehingga

tidak

ketergantungan

ada
berlebih

antara siswa kepada guru.


Dalam

hal

ini

guru

memfasilitasi siswa untuk


berani menyimpulkan topik
mata

pelajaran

dan

menjelaskan
materi

kembali

yang

diterangkan

telah

sebelumnya

oleh guru di kelas. Adapun


kegiatan pembelajaran di
lapangan
kami

belum

amati.

dapat

Selain

pada

itu,

kegiatan

pembelajaran

di

laboraturium

kami

tidak

mengamati

dapat

karena

juga

pelaksanaan

praktikum di laboratorium
belum dilaksanakan. Kami
hanya bisa melihat kondisi
labolatorium nya. Alat-alat
labolatoriumnya

cukup

lengkap. Tetapi, sebaiknya


larutan dan bahan kimia
yang

ada

harus

diganti

dengan yang baru karena


sebagain ada yang sudah
2.

Mengamati

kadaluarsa.
kegiatan Kegiatan pembelajaran yang

pembelajaran

yang

mendorong

mendorong

siswa

mencapai prestasi belajar

mencapai

prestasi

belajar secara optimal.

siswa

secara

optimal

disampaikan

oleh

guru

dengan pendekatan CBSA


(cara belajar siswa aktif)
yang diigabungkan dengan
metode diskusi antara guru
dan
ceramah

siswa,
serta

metode
metode

tanay jawab. metode ini


dilakukan guru agar siswa
aktif saat pembelajaran di
dalam kelas. Siswa dituntut
mampu aktif dan tampil
berani untuk menampilkan
materi yang dalam lam hal
ini guru bertugas sebagai
fasilitator.

Ketika

pengamatan,

kami

mengamati

roses

pembelajaran
sampai

dari

akhir.

awal
Siswa

dituntut aktif dalam proses


pembelajaran dengan cara
guru

memberikan

siswa

soal dan maju ke depan


untuk menjawab soal. Guru
juga

melakukan

tanya

jawab agar

berfkir

dan

belajar.

Mereka

suruh
sendiri
3.

Mengamati berbagai kegiatan

aktif

teknik
siswa
dalam
juga

di

menyimpulkan
materi

pelajaran

per sub bab.


Untuk
mengaktulisasikan

pembelajaran untuk

potensi

siswa,

mengaktualisasikan potensi

memberikan

peserta didik, termasuk

untuk siswa berani tampil

kreatifitasnya, yang dilakukan

ke

guru

mempresentasikan materi

kesempatan

depan

pelajaran

kelas
yang

sebelumnya
dijelaskan

guru

sudah
oleh

guru.

Menyuruh

siswa

untuk

menyimpulkan

materi

pembelajaran

dengan

sendirinya. Melalui proses


ini

guru

memberikan

kesempatan kepada siswa


untuk

berkreatifitas

dan

dalam

hal

aktif

menjelaskan
4.

teman sekelasnya.
Kegiatan
pembelajaran

Mengamati kegiatan

yang

pembelajaran yang mendorong

mendorong

peserta

peserta didik mencapai prestasi

mencapai

belajar secara optimal.

memotivasi siswa tersebut akan


jika

berprestasi

disekolah.

Siwa

disuruh

berfikir

mdan

dalam
maka

pendapat

proses

berlangsung.

kegiatan

dengan

beasiswa

mengeluarkan

Mengamati

didik

prestasi

mendapatkan

5.

kepada

nya

pembelajaran

Jika

prestasi

siswa
belajar

aktif
akan

tercapai secara optimal.


guru Guru
melakukan
refleksi

melakukan refleksi terhadap

terhadap

pembelajaran

yang telah dilaksanakan di

dilaksanakan.

yang

telah

pembelajaran

akhir pembelajaran dengan


menjelaskan

kembali

konsep penting dari materi


yang

telah

disampaikan

siswa saat presentasi di


depan
guru
jawab
akhir

kelas,

kemudian

melakukan
dengan

tanya

siswa

pembelajaran.

di
Bila

ada yang belum dipahami

maka

guru

akan

menjelaskan

kembali

hingga siswa
materi

memahami

yang

telah

disampaikan.

Diakhir

pembelajaran,
menyuruh

guru

siswa

untuk

menyimpulkan materi yang


telah dijelaskan.
B

Kompetensi Kepribadian
1. Mengamati perilaku

saling Perilaku

saling

menghargai

warga

antar setiap warga sekolah

membedakan

terjalin dengan baik, dapat

keyakinan yang dianut, suku,

dilihat dari aktivitas saat

adat-istiadat, daerah asal, dan

acara memperingati tahun

gender.

baru islam. Bagi yang non

menghargai
sekolah

antar

tanpa

muslim

tetap

mengikuti

acara tersebut menghargai


umat

islam.

Itu

membuktikan
mereka

bahwa

yang

berhubungan

saling

satu

sama

lainnya tanpa membedabedakan keyakinan yang


dianut,suku,
2.

adat-istiadat,

daerah asal dan gender.


Mengamati sikap dan perilaku Sikap dan perilaku warga
warga sekolah terhadap norma-

sekolah terhadap norma-

norma yang dianut, (agama,

norma

hukum,

dan

sekolah berjalan baik. Guru

berlaku

dalam

serta

sosial)

yang

masyarakat,

kebudayaan

nasional

Indonesia yang beragam.

yang

mengkondisikan
siswa

dikelas,

pelajaran

diterapkan
siswamemulai
dengan

mengucapkan salam dan


berdoa. Selain itu warga

sekolah juga taat dengan


norma hukum dan norma
social yang diterapkan di
sekolah seperti dalam hal
kehadiran
sekolah

para

warga

diwajibkan

hadir

tepat waktu, berseragam


rapi dan lengkap dengan
atribunya,
normal

menyangkut
sosial

yang

oleh

warga

dijalankan
sekolah

tidak

saling

membeda-bedakan
sosial.

Itu

membuktikan

bahawa
yanga
3.

status

norama-norma
ada

di

sekolah

berjalan dengan baik.


Mengamati berbagai strategi Hasil
pengaamatan
kami
berkomunikasi

yang

empatik,

santun,

dan

efektif,

dalam

proses

baik

pembelajaran

secara lisan maupun tulisan di

menggunakan

lingkungan sekolah.

Indonesia dengan baik dan

guru

telah

bahasa

berkomunikasi

dengan

bahasa

mudah

yang

dipahamisiswa.
berkomunikasi

dengan

santun dan dengan bahasa


yang

mudah

dimengerti.

Akan

tetapi

masih

siswa

yang

ada
bila

berkomunikasi
menggunakan

bahasa

daerah

namun

disampaikan

dengan

santun.

Ini

bahawa

membuktikan

warga

telah

sekolah

menerapkan

komunikasi

efektif

dan

santun ditunjukkan dengan


tutur kata guru-guru yang

4.

Mengamati

komunikasi

sopan

serta

tutur

kata

siswa

yang

baik

dan

santun.
Dalam hasil

pengamatan

para guru, staf, dan kepala kami, komunikasi para guru,


sekolah

dari

komunikasi

yang

sudut staf, dan kepala sekolah dari


efektif, sudut komunikasi yang efektif,

empatik, dan santun pada empatik,

dan

santun

pada

siswadengan bahasa yang siswa terlihat berjalan dengan


khas

dalam

pembelajaran

interaksi baik.
yang
Dalam

penyiapan

kondisi

siswa

dalam

terbangun secara klasikal psikologis


mulai dari :
Penyiapan

kondisi

pembelajaran

guru

menggunakan bahasa yang


psikologis peserta didik,
sesuai
di
lingkungan
Memberikan pertanyaan
pendidikan
yang
mudah
atau
tugas
sebagai
dipahami
siswa.
Namun
undangan kepada siswa
kebanyakan
bahasa
yang
untuk merespon,
digunakan
yaitu
bahasa
Respon peserta didik,
Reaksi
guru
terhadap daerah yang santun seperti
respon peserta didik, dan halnya
seterusnya.

guru

berkomunikasi
siswanya

sering
dengan

menggunakan

bahasa Bengkulu.
Dalam proses pembelajaran
guru

menggunakan

persuasif
pertanyaan

saat

bahasa
memulai

di

awal

pembelajaran agar siswa bisa


tertarik dan mau merespon
pertanyaaan dan tugas yang

diberikan oleh guru.


Hal ini dibuktikan

dengan

adanya respon siswa untuk


bertanya

dan

siswa

lain

mencoba menjawabnya, siswa


sangat

antusias

pertanyaan
oleh

menjawab

yang

guru

diberikan

Reaksi

guru

terhadap respon siswa sangat


baik,

guru

antusias

apabila

banyak siswanya yang paham


akan materi pelajaran yang
disampaikan.
pujian

adalah

memotivasi
dalam

Pemberian
cara

siswa

proses

guru

semangat

pembelajaran.

Ini membuktikan respon guru


dan siswa sangat baik.
C

Kompetensi Sosial
1. Mengamati sikap inklusif dan

Sikap inklusif dan objektif guru

objektif guru terhadap peserta

terhadap

peserta

didik,

teman

sejawat,

teman

lingkungan

sejawat
sekitar

dan
dalam

melaksanakan pembelajaran.

didik,
dan

lingkungan sekitar dalam


melaksanakna
pembelajaran
secara

berjalan

objektif.

Dalam

proses pembelajaran guru


memberikan

perhatian

yang merata kepada siswa


dengan
bedakan

tidak

membeda-

siswa

yang

berasal dari latar belakang

dan
2.

agama

serta

kebudayaan yang berbeda.


Mengamati komunikasi para Komunikasi para guru dengan
guru dengan teman sejawat dan

teman

komunitas

ilmiah

apakah

komunitas ilmiah lainnya

dilakukan

secara

santun,

dilakukan secara santun,

empatik, dan efektif.

sejawat

dan

empatik dan efektif. Guruguru

kebanyakan

menggunakan
Indonesia
namun

bahasa

yang

baik,

masih

ada

guru

yang

beberapa

berkomunikasi

dengan

menggunakan

bahasa

daerah yang cukup santun.


Tapi cukup membuktiakan
bahawa komunikasi guru
3.

Mengamati

komunikasi

warga

sekolah

orang

tua

siswa

masyarakat
dalam

4.

dan

secara

menginformasi

program
dan

dengan

pembelajaran

dalam

mengatasi

dan teman sejawat baik.


Daalm pengamaatan kami,
Kami

belum

mengetahui

bagaimana
karena

interaksinya

saat

melakukan

pengamatan
ditemukan

tidak
adanya

wali

murid maupun masyarakat

kemajuan dan masalah-

yang

bertemu

dengan

masalah yang dihadapi

pihak

siswa apakah dilakukan

membahas masalah yang

secara santun, empatik,

dihadapi

sekolah
siwa

untuk
dalam

dan efektif.
program pembelajaran.
Mengamati keikutsertaan Kami tidak dapat mengamati
orang

tua

siswa

dan

keikutsertaan

orang

masyarakat

masyarakat

dengan

siswa

mendukung

program

dalam

sekolah,

pelaksanaaan

program

dan

tua

mendukung
sekolah

secara

program
dan

pembelajaran,

dalam

lebih

mendalam,

namun

mengatasi

dalam pengamatan kami

kesulitan belajar peserta

kami melihat ada sebagian

didik.

orang

tua

mengantar

anaknya ke sekolah dan


ada

juga

mengantarkan

yang
buku

anaknya ke sekolah karena


bukunya tinggal.

HASIL PENGAMATAN
MEMPERKUAT PEMAHAMAN PESERTA DIDIK
Nama Sekolah : SMAN 3 KOTA BENGKULU

Nama : Citra Utari

Hari, Tanggal : Jumat, 7 Oktober 2016

NPM : A1F015013

NO.

ASPEK YANG DIAMATI

DESKRIPSI HASIL

PENGAMATAN
karakteristik Berdasarkan
pengamatan

Mengamati
siswa

yang

dengan

berkaitan

aspek

fisik,

intelektual,sosialemosional,
spiritual,

mengenai

karakteristik

siswa

dari

aspek fisik, semua siswa


moral,

dan

kami

latar

belakang sosial-budaya.

di

SMAN

KOTA

BENGKULU sehat secara


jasmani dan rohani serta
berpenampilan

rapi

sesuai dengan peraturan


sekolah yang mewajibkan
siswa

mengenakan

seragam sekolah sesuai


hari

yang

Diamati

ditentukan.
dari

aspek

intelektual,

siswa

memiliki

karakteristik

intelektual yang berbeda


dilihat dari penempatan
siswa

dijurusan

yang

berbeda-beda yaitu ada


kelas jurusan MIA DAN
IIS.

Dari

aspek

emosional,
siswa

sosial-

karakteristik

juga

bermacam-

macam,karena
dipengaruhi
belakang

oleh
sosial

berbeda.
tingkat

latar
yang

Sehingga
sosial-emosional

tergantung pribadi siswa


masing-masing.
aspek
karakteristik

Dari
moral,
siswa

didominasi

oleh

karakteristik

bermoral

baik dan menjaga normanorma yang diterapkan di


sekolah
siswa
baik,

tersebut.

Para

bertingkah

laku

namun

ada

juga

sebagian

siswa

yang

memiliki

tingkah

laku

yang kurang baik.

Dari

aspek

spiritual,

karekteristik

siswa

bervariasi. Hal ini dilihat


dari beragam keyakinan
dan

kepercayaan

dianut.
siswa
dilihat
siswa

yang

Sebagian

besar

beragama

islam

dari

banyaknya

perempuan

mengenakan

yang

jilbab

di

sekolah serta ramainya


siswa

saat

beribadah

melaksanakan shalat di
musholah sekolah. Siswa
di

SMA

KOTA

BENGKULU berasal dari


berbagai latar belakang
sosial-budaya,
kebanyakan
berasal

siswa

dari

menengah

nya

ekonomi

ke

atas

di

lihat dari kendaraan yang


mereka
mereka

bawa
juga

dan

memiliki

smart

phone

untuk

menunjang
2

belajar.
potensi Kami tidak mengidentifikasi

Mengidentifikasi
siswa

proses

dalam

pada

pelajaran kimia

potensi

siswa

dalam

pembelajaran

kimia.

Berdasarkan pengamatan
kami,

potensi

siswa

dalam

pelajaran

kimia

bervariasi

dilihat

dari

tingkat keseriusan siswa


dalam belajar kimia, ada
siswa

yang

antusias

terhadap pelajaran kimia


namun

ada

juga

yang

tidak terlalu menyenangi


3

pelajaran kimia.
Kami
tidak dapat diamati

Mengidentifikasi
kemampuan awal siswa

secara

dalam

kemampuan siswa dalam

kimia

mata

pelajaran

mata

lebih

dalam

pelajaran

kimia,

hanya saja dapat dilihat


bahwa

siswa

memiliki

sudah

kemampuan

cukup baik. Hal ini dilihat


dari respon siswa yang
menjawab
guru

pertanyaan

saat

proses

pembelajaran
berlangsung.
dapat

Selain

dilihat

itu
dari

keingintahuan

siswa

mengenai

yang

materi

disampaikan

dengan

adanya diskusi bersama


4

Mengidentifikasi
siswa

dalam

pelajaran kimia

teman sebangku.
kesulitan Di SMAN 3 KOTA BENGKULU,
mata

kesulitan
mata

siswa

dalam

pelajaran

kimia

cukup

bervariasi.

Kesulitan
mata

siswa

dalam

pelajaran

kimia

juga dapat dilihat dari


seberapa banyak siswa
yang

kurang

antusias

dengan pelajaran kimia.


Hal ini karena dalam diri
siswa

telah

tertanam

sebelumnya

bahwa

pelajaran kimia itu sulit.


Sehingga ada beberapa
siswa

yang

acuh

pembelajaran

saat
kimia

berlangsung. Dilihat dari


keadaan

siswa

kebanyakan

yang
tidak

memperhatikan guru saat


menjelaskan,

sebagian

siswa diam bahkan ada


yang mengantuk.

OBSERVASI LANGSUNG
PROSES PEMBELAJARAN

Nama Sekolah : SMAN 3 KOTA BENGKULU


Hari, Tanggal : Rabu, 5 Oktober 2016
NO
Aspek yang di observasi

Nama : Citra Utari


NPM : A1F015013
Deskripsi Hasil Pengamatan

Kegiatan guru pada awal


1

Teknik/kiat/strategi dalam

Dalam pengamatan kami, materi

mengkondisikan dan memotivasi

yang disampaikan guru harus

siswa untuk siap belajar

menarik. Seperti pakai power


point dengan disertai gambar
sehingga siswa akan semangat
untuk mengikuti pembelajaran.

Berdoa sebelum memulai pelajaran

Di SMAN 3 KOTA BENGKULU,


Setiap jam pertama masuk kelas
mereka berdoa sesuai dengan
keprcayaan masing-masing.
Terbukti pada saat kami
melakukan pengamatan di kelas
X IIS 5, para siswa membaca
doa sebelum memulai pelajaran.

Mengecek kehadiran siswa

Pada saat kami melakukan


pengamatan, guru mengecek
kehadiran siswa yang tidak
hadir saja. Tidak mengabsen
seluruh sswa. Setiap kelas,
tersedia papan kehadian siswa
jadi walaupun tidak diabsen
guru bisa tau dengan melihat di
papan kehadiran di ruangan
kelas.

Teknik/Kiat/setrategi melakukan
apersepsi

Menurut pengamatan yang kami,


sebelum memasuki materi baru,

guru menanyakan materi


minggu kemaren agar siswa
tidak lupa dengan materi
minggu lalu. Itu terbukti saat
kami melakukan observasi di
kelas X ISS 5.
5

Menyampaikan tujuan pembelajaran

Tujuan pembelajaran di sampaikan

dan kegiatan, yang akan di lakukan

pada saat di awal sebelum

selama pelajaran

pembelajaran di mulai.
Disamapaikan di awal
pembelajaran agar siwa
mendapatkan gambaran
pembelajaran yang akan di
pelajaari nanti. Sehingga siswa
ada materi awal dan tidak terlalu
sulit menyerap materi saat
proses belajar berlangsung

Kegiatan inti yang dilaksanalkan guru


1

Teknik penyampaian materi yang


akan di pelajari

Teknik yang di lakukan guru pada


saat pelajaran di mulai adalah
teknik ceramah. Terbukti
dengan adanya guru
menyampaiakn materi pelajaran
dengan abntuan in fokus.

Metode/teknik/strategi membimbing
siswa dalam belajar

Dalam pengamatan kami, teknik


yang digunakan guru untuk
membimbing siwa dalam belajar
adalah kebanyakan tanya jawab
karena ini bertujuan agar siswa
aktif.

Pengelolaan kelas

Pengelolaan kelas denagn cara


menyuruh siswa diam agar

dapat memperhatikan apa yang


guru jelaskan.
4

Memotivasi siswa dalam belajar

Dalam memotivasi siswa dalam


belajar, setiap siswa tau jika
mereka pintar akan
mendapatkan juara kelas
sehingga itu akan memotivasi
siswa dalam belajar.

Teknik membagi perhatian pada


siswa

Teknik membagi perhatian pada


siswa dengan cara membedakan
perhatian kepada siswa yang
mudah memahami mater dan
siswa yang agak kurang sulit
memahami materi. Jadi,
perhatian nya lebih fokus
kepada siswa yang agak sulit
memahami materi pelajaran.

Penanganan kesulitan yang di alami


siswa dalam pembelajaran

Penanganan siswa yang mengalami


kesulitan dalam pembelajaran
dengan cara mengulangi
penjelasan kepada siswa
tersebut sampai siswa tersebut
mengerti.

Teknik bertanya guru

Teknik bertanya guru bertujuan agar


murid aktif. Hasil pengamatan
kami teknik bertanya dilakukan
setelah materi selesai
disampaikan kemudian ada
pertanyaan guru dan bagi siswa
yang aktif akan mengangkat
tangan untuk menjawab
pentanyaan guru.

Teknik mengadakan variasi

Guru memberikan pertanyaan, dan di


saat itu juga guru memberikan
waktu untuk bertanya sekaligus
teknik ceramah untuk
memotivasi siswa agar dapat
menjawab pertanyaan.

Teknik memberikan penguatan

Di SMAN 3 KOTA BENGKULU,


guru memberikan penguatan
dengan menarik kesimpulan
pada saat akhir proses
pembelajaran dengan menyuruh
siswa menyimpulkan materi
sendiri.

10 Teknik bimbingan diskusi

Guru menjelaskan pentanyaan


diskusi yang belum benar. Guru
yang memberikan jawaban yang
benar dalam diskusi tersebut.

11 Antusias guru dalam kegiatan


pembelajaran

Antusias guru dalam kegiatan


pembelajaran dengan dilihat
dari gru masuk ke ruangan tepat
waktu, membimbing diskusi dan
menyimpulkan materi
pembelajaran.

Kegiatan penutup yang dilakukan guru

1. Guru menyimpulkan materi dalam

Kegiatan menyimpulkan materi

diskusi ataupun materi pelajaran


secara bersaamma-sama.

2
3

bersama siswa
Melaksanakan evaluaasi akhir
Memberikan tindak lanjut, berupa
pemberian tugas dan atau
memberikan umpan balik dari
hasil evaluasi akhir

2. Dalam melaksanakan evaluasi


guru memberikan soal untuk di
jawab di papan tulis.
3. Guru memberikan tugas untuk
mempelajari lagi materi hari ini
agar lebih paham.

Refleksi

Hasil

pengamatan

peroses

pembelajaran
1

Kegiatan guru saat memulai


pembelajaran

Guru memberi waktu sebelum


memulai pelajaran sebelum
masuk ke materi.

Saat melakukan kegiatan inti


pembelajaran

Guru memberikan waktu kepada


murid untuk berfikir sehingga
materi yang disampaiakn dapat
di pahami oleh siswa.

Saat guru mengakhiri pembelajaran

Guru berdiskusi kepada siswa


tentang materi pelajaran sudah
selesai dan jangan lupa belajar
mengulang materi di rumah.

Bersama dosen pembimbing dan

Dalam pengamatan kami, kami tidak

guru pamong mendiskusikan

mendiskusikan kelemahan dan

kelemahan dan keunggulan kegiatan

keunggualan kegiatan

pembelajaran yang telah di

pembelajaran. Waktu itu, masih

laksanakan serta memberikan

mengadakan mid semester dan

solusinya

dosen pembimbing juga masih


mengajar di kampus.

Bengkulu, Oktober 2016


Guru Pamong

Praktikan

Drs. Paryono

Citra Utari

NIP. 196412182007011002

NPM. A1F015013