Anda di halaman 1dari 14

Tugas Mata Kuliah : Manajemen Keuangan

Lo Kheng Hong, Sang Value Investor yang Bebas Finansial


Dosen pengampu : Dr. Zaenal Arifin, M.Si
Sampul

Disusun oleh :
Adhi Puspa Nugroho

15911087

Magister Manajemen
46 A
Catatan Dosen

Nilai

Tanda Tangan

PROGRAM MAGISTER MANAJEMEN

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA


2016

Daftar Isi

Sampul ..................................................................................................................... i
Daftar Isi.................................................................................................................. ii
I.

Ringkasan Eksekutif........................................................................................ 1

II.

Uraian permasalahan....................................................................................... 3

III.

Pembahasan................................................................................................... 4
Pengertian Pasar Modal...................................................................................... 4
Pengertian Investasi........................................................................................... 4
Instrumen investasi berupa saham.........................................................................5
Keuntungan dan kerugian investasi saham...............................................................6
Analisis dalam Investasi Saham............................................................................ 8
Analisis Fundamental...................................................................................8
Analisis Teknikal........................................................................................ 9

I.

IV.

Kesimpulan.................................................................................................. 10

V.

Referensi...................................................................................................... 11

Ringkasan Eksekutif
Artikel berjudul : Lo Kheng Hong, Sang Value Investor yang Bebas Finansial
Diakses pada laman : http://swa.co.id/swa/capital-market/personal-investment/lo-khenghong-sang-value-investor-yang-bebas-finansial
Lo Kheng Hong merupakan seorang investor saham berusia 55 tahun. menurutnya
bahwa menjadi investor saham bisa memiliki kekayaan meskipun tidak melakukan aktivitas
bisa memiliki perusahaan publik dengan harga saham yang selalu meningkat dan
menghasilkan laba yang besar. Hal yang dilakukan investor adalah membaca (reading)
laporan keuangan perusahaan dan data statistik pasar modal, berpikir (thinking) dan
berinvestasi (Investing).
5 hal kelebihan investor saham yakni, tidak memerlukan kantor, tidak memerlukan
pelanggan, tidak memiliki karyawan, tidak bekerja kepada seseorang dan tidak memiliki
utang. Hal yang perlu diketahui oleh investor saham yakni informasi pasar modal dari
berbagai media.

Dalam memulai menjadi investor saham umur bukanlah menjadi halangan, bahkan
tingkat penghasilan yang rendah sekalipun dapat berinvestasi dalam saham dengan jumlah
sedikit demi sedikit. Investasi saham berbeda halnya dengan hal yang bersifat konsumtif
contohnya adalah kendaraan yang nilainya akan terdepresiasi menurun setiap tahun.
Awal berinvestasi saham dapat dilakukan dengan membeli saham sedikit saja pada saat
penawaran saham perdana (Initial Public Offering / IPO). Harga saham yang dibeli pada saat
IPO memiliki kemungkinan naik yang berpotensi adanya capital gain namun terdapat juga
kemungkinan turun sehingga mengalami kerugian atau loss.
Belajar secara mendalam dan pengalaman merupakan syarat dalam berinvestasi saham.
Saham memiliki tingkat keuntungan (return) terbesar dibandingkan dengan obligasi dan
reksadana. Obligasi memiliki tingkat return yang rendah sedangkan reksadana adalah
menyerahkan pengelolaan dana yang diinvestasikan kepada manajer reksadana sehingga
rentan apabila personal tersebut tidak jujur dan tidak kompeten.
Investasi lainnya berupa emas juga dinilai tidak produktif, sedangkan investasi valas
(mata uang asing) membuat seseorang berharap sesuatu yang buruk terhadap kondisi
perekonomian agar nilai mata uang asing tersebut mengalami kenaikan. Menyimpang uang di
bank dalam bentuk tabungan maupun deposito, bunga yang didapatkan tidak sebanding
dengan tingkat inflasi yang ada sehingga dapat dikatakan bahwa dana yang disimpan
termakan oleh inflasi. Sedangkan dalam dunia saham sebagaimana nilai IHSG Bursa Efek
Indonesia tercatat dalam 11 tahun IHSG mengalami kenaikan dari 330 menjadi 5251 pada
bulan Mei 2013.
Investor saham harus memiliki tingkat permodalan yang kuat dan dana yang digunakan
dalam berinvesatasi bukanlah dana sehari-hari maupun dana pinjaman. Sebagai seorang value
investor maka salah satu strategi yang digunakan adalah mencari saham yang salah harga,
membeli saham yang bagus dan murah yang kemudian saham tersebut ditahan sampai dengan
pasar mengetahui bahwa saham tersebut merupakan saham yang bagus sehingga nilainya
menjadi nilai pasar wajar dan disitulah letak keuntungan investasi saham.
Salah satu cara mengetahui saham salah harga adalah dengan membandingkan antara
nilai pasar perusahaan dan laba bersih perusahaan. Dimana laba bersih perusahaan memiliki
nilai yang lebih tinggi dibandingkan dengan nilai saham yang beredar di bursa. Sebagai
contoh: saham multibreeder adirama indonesia (MBAI) pada tahun 2006 beredar sebanyak 75

juta lembar saham dengan nilai per saham Rp250,00 sehingga nilai perusahaan adalah
Rp18,75 milliar sedangkan laba perusahaan adalah rp 106 Milliar. Pada tahun 2011 harga
saham per lembar tersebut naik menjadi rp31.500,00 sehingga kalkulasi profit yang didaptkan
berkisar 12.500%.
Namun demikian bagi pemula yang ingin berinvestasi saham harus membaca annual
report dari perusahaan karena dengan demikian maka akan diketahui bidang usaha, laba, arus
kas, jajaran direksi agar investasi yang ditanamkan tidak seperti membeli kucing dalam
karung. Karena bursa saham tidak memberikan pengampunan terhadap orang yang tidak
mengetahui apa yang dia beli dan dia investasikan. Beberapa cara dari Lo Kheng Hong dalam
berinvestasi saham sehingga memiliki tingkat rata-rata return kurang lebih 63% per tahun
antara lain yakni dengan:
-

Selama 20 tahun hanya membeli saham dari pasar sekunder


Mencermati informasi tentang emiten dan tren pasar modal
Memburu saham yang salah harga
Mencermati laporan tahunan perusahaan yang akan dibeli
Tidak menargetkan berapa lama saham harus ditahan

Berikut daftar return yang pernah diperoleh oleh Lo Kheng Hong dari beberapa saham:
Nama dan Kode
Perusahaan
PT Multibreeder Adirama
Indonesia Tbk (MBAI)
PT Panin Financial Tbk
(PNLF)
PT Rig Tenders Indonesia
Tbk (RIGS)

Harga Beli
saham

Harga Jual
Saham

Jangka waktu
Investasi
6 tahun
(2005 2011)

Rp250

Rp31.500

Rp100

Rp260

1,5 tahun

160%

Rp800

Rp1.350

Kurang dari 1
tahun

68,75%

Keuntungan
12.500%

Menurut aidil akbar selaku Chairman IARFC (International Association of Registered


Financial Consultants) Indonesia bahwa sikap disiplin harus dimiliki oleh seorang investor
saham sebagaimana yang dimiliki oleh Lo Kheng Hong.
Kemungkinan mendapatkan keuntungan yang tinggi dapat terjadi ketika situasi krisis
ekonomi namun tetap melakukan investasi saham sampai dengan kondisi perekonomian
kembali membaik. Sebagai contoh krisis moneter tahun 1998 IHSG memiliki poin 700
namun sekarang (2014) sudah berada pada 4.300.
Secara umum harga saham emiten (bluechip) memiliki potensi kenaikan 20%- 25% per
tahun namun ironisnya saham emiten tersebut (sudah mature) kenaikannya tidak signifikan
bahkan dalam 5 tahun harga dapat kembali ke harga awal. Sehingga idealnya berinvestasi

saham bersifat jangka panjang dan berinvestasi pada saham-saham yang memiliki potensi dan
fundamental yang bagus meskipun terkadang nama perusahaan tersebut tidak terlalu terkenal
dan tidak dikategorikan sebagai bluechip.
Namun dengan tipe saham perusahaan yang sedemikian tentunya memiliki tingkat
resiko yang tinggi namun memiliki return yang tinggi. Namun demikian hal tersebut
tergantung dari beberapa hal antara lain tipe investor, berapa jumlah modal, analisas
fundamental dan teknikal dan faktor selain tersebut dapat dikatakan adalah faktor
keberuntungan.
II.

Uraian permasalahan
Sebagaimana uraian dalam ringkasan eksekutif maka kiranya dapat diuraikan beberapa

permasalahan antara lain sebagai berikut:


1. Apa itu intrumen investasi bidang saham?
2. Apa saja keuntungan dan kerugian investasi saham
3. Bagaimana analisis fundamental dan teknikal dilakukan dalam investasi saham?

III.

Pembahasan

Pengertian Pasar Modal


Pasar Modal atau disebut juga Bursa Efek adalah pihak yang menyelenggarakan dan
menyediakan sistem atau sarana untuk mempertemukan penawaran jual dan beli efek pihakpihak lain dengan tujuan memperdagangkan efek diantara mereka (UU Pasar Modal No. 8
Tahun 1995).
Pasar modal merupakan pasar yang memperdagangkan sekuritas jangka panjang (lebih
dari satu tahun) dimana transaksi jual beli sekuritas tersebut dapat terjadi didalam bursa
maupun diluar bursa (over the counter) (Mudjiono, 2012).
Pasar Modal memiliki peran penting bagi perekonomian suatu negara karena pasar
modal menjalankan dua fungsi, yaitu pertama sebagai sarana bagi pendanaan usaha atau
sebagai sarana bagi perusahaan untuk mendapatkan dana dari masyarakat pemodal (investor)
(idx, 2016a).
Bagi pemiliki perusahaan dana yang diperoleh dari pasar modal dapat digunakan untuk
pengembangan usaha, ekspansi, penambahan modal kerja dan lain-lain, selanjutnya bagi
masyarakat pasar modal menjadi sarana untuk berinvestasi pada instrument keuangan seperti
saham, obligasi, reksa dana, dan lain-lain. Dengan demikian, masyarakat dapat menempatkan
dana yang dimilikinya sesuai dengan karakteristik keuntungan dan risiko masing-masing
instrument.
Pengertian Investasi
Investasi merupakan konsumsi yang ditunda untuk sementara waktu baik oleh
perorangan maupun lembaga dan akan dikonsumsi lebih besar di masa mendatang dengan
menjual intrumen investasi dengan adanya tambahan tingkat bunga/capital gain/deviden
(Manurung,2006).
Selanjutnya pengertian investasi menurut Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan
(PSAK) nomor 13 akuntansi untuk investasi adalah suatu aktiva yang digunakan perusahaan
untuk pertumbuhan kekayaan (accretion of wealth) melalui distribusi hasil investasi untuk
apresiasi nilai investasi atau untuk manfaat lain bagi perusahaan yang berinvestasi seperti
manfaat yang diperoleh melalui hubungan perdagangan.
Sedangkan pengertian investasi menurut Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP)
Investasi adalah aset yang dimaksudkan untuk memperoleh manfaat ekonomik seperti bunga,
dividen dan royalti, atau manfaat sosial, sehingga dapat meningkatkan kemampuan
pemerintah dalam rangka pelayanan kepada masyarakat.

Investasi berdasarkan pengelolaannya


Dalam hubungannya dengan pengelolaan, investasi dapat dibagi menjadi dua yaitu
Investasi langsung (direct Investment) dan investasi tidak langsung (Indirect Investment)
(Mudjiono, 2012).
Investasi langsung merupakan investasi yang ditanamkan secara langsung oleh pemilik
perusahaan baik dalam mendirikan perusahaan tersebut yang kemudian keuntungan dan
kerugian menjadi tanggunan sendiri oleh pemilik modal perusahaan. Sedangkan investasi
tidak langsung yakni penanaman modal pada perusahaan lain yang sudah berdiri dengan cara
membeli saham perusahaan tersebut dengan harapan memperoleh capital gain maupun
pembagian deviden.
Instrumen investasi berupa saham
Saham merupakan sebuah sertifikat kepemilikan atas perusahaan dimana periodesitas
kepemilikan saham tersebut bisa dalam jangka pendek maupun jangka panjang namun
kecenderungan kepemilikan saham tersebut adalah dalam jangka panjang (Manurung, 2006).
Saham yang diperdagangkan di bursa saham tentunya telah menjalani sebuah proses
penawaran perdana atau sering disebut dengan Initial Public Offering (IPO) kepada publik
yang kemudian saham tersebut harus dicatatkan di bursa. Dengan tercatatnya saham tersebut
maka pemegang saham dapat membeli maupun menjual saham itu namun dalam proses
transaksi tersebut harus melalui perusahaan sekuritas yang bertindak selaku broker dimana
seorang yang akan melakukan transaksi di bursa harus terdaftar sebagai clien terlebih dahulu
dengan mendepositkan dananya.
Perusahaan sekuritas merupakan perusahaan yang telah mendapat izin usaha dari
Otoritas Jasa Keuangan (dahulu bapepam) untuk dapat melakukan kegiatan sebagai penjamin
emisi efek, perantara perdagangan efek, atau manajer investasi atau kegiatan lain yang sesuai
dengan ketentuan yang telah ditetapkan oleh Pengawas Pasar Modal. Dalam hal ini
perusahaan menjadi broker/perantara perdagangan saham antara investor dengan bursa
saham.
Untuk pembelian saham, investor harus menyiapkan dana sesuai harga saham dan
membayar fee untuk Perusahaan sekuritas (fee broker). Sedangkan untuk penjualan saham,
total dana yang didapat investor adalah nilai sesuai harga jual saham dikurangi fee broker dan
Pajak Penghasilan (PPh). Sedangkan besaran Fee broker tersebut berbeda-beda di setiap
Perusahaan sekuritas, namun umumnya 0,2% - 0,3% dari nilai transaksi pembelian saham

(termasuk PPN) dan ditambah PPh 0.1% khusus untuk transaksi penjualan saham (idx,
2016b).
Berikut contoh perhitungan pembelian dan penjualan saham
1. Pembelian saham
Pada bulan januari 2016 investor ingin membeli saham PT XYZ sebanyak dua lot
dengan harga saham Rp2.000,00 per lembar dengan fee broker sebesar 0,3% maka
perhitungannya sebagai berikut :
Uraian
Transaksi beli
Fee broker
Total dana yang dikeluarkan

Perhitungan
2 lot x 100 saham x Rp2.000,00
0,3% x Rp400.000,00

Nilai uang
Rp 400.000,00
Rp1.200,00
Rp201.200,00

2. Penjualan saham
Pada bulan desember 2016 investor ingin menjual seluruh saham PT XYZ karena nilai
saham yang meningkat menjadi Rp2.500,00 per lembar dengan fee broker sebesar 0,3%
dan tarif PPh sebesar 0,1% maka perhitangannya sebagai berikut:
Uraian
Transaksi jual
Fee broker
PPh atas transaksi Jual beli
Total dana yang diterima

Perhitungan
2 lot x 100 saham x Rp2.500,00
0,3% x Rp500.000,00
0,1% x Rp 500.000,00

Nilai uang
Rp 500.000,00
Rp1.500,00
Rp 5000,00
Rp498.000,00

Keuntungan dan kerugian investasi saham


Salah satu tujuan dari investasi adalah untuk memperoleh gain dimasa yang akan
datang namun demikian terdapat hal yang tidak dapat diprediksi apabila terkait dengan
variabel yang berkaitan dengan masa yang akan datang. Oleh karena hal tersebut yang hanya
dapat dilakukan adalah melakukan proyeksi dan tentunya proyeksi tersebut didasari oleh
asumsi-asumsi yang sesuai dan relevan.
Berinvestasi saham terdapat kemungkinan yang terjadi antara gain dan loss yang
tentunya hal ini harus dipahami secara mendasar oleh investor saham. Beberpa keuntungan
antara lain adalah tingkat pengembalian yang tinggi dibandingkan dengan investasi dalam
beberapa instrumen investasi emas sebagai contohnya.
Investasi emas memiliki tingkat pengembalian yang relatif lebih stabil meskipun selalu
dibawah tingkat pengembalian saham sebagaimana dalam tabel 1. Namun demikian dapat

terlihat bahwa tingkat resiko saham yang relatif lebih tinggi dibandingkan dengan investasi
emas (Khuron, 2015)
Tabel 1. Perbandingan total return, rata-rata return dan standar deviasi (resiko)
periode 2008 -2013

Sumber : Khuron, 2014


Dari tabel tersebut diatas bahwa investasi emas memiliki rata-rata pengembalian yang
masih dibawah saham-saham sebagaimana saham yang ada. menjadikan kelebihan investasi
di saham adalah memungkinkan investor saham mendapatkan keuntungan ataupun capital
gain yang lebih tinggi dibandingkan instrumen investasi lainnya.
Selain dari pada itu hal yang diharapkan dalam berinvestasi saham adalah adanya
pembagian keuntungan dari perusahaan dalam bentuk deviden yang dibayarkan kepada para
pemilik saham secara proporsional (Manurung, 2006). Namun pembagian deviden tersebut
tidak sepenuhnya selalu diberikan bagi pemegang saham hal ini terjadi apabila dalam akhir
periode perusahaan tersebut tidak membukukan laba ataupun laba yang ada ditahan untuk
pengembangan usaha berdasarkan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
Selanjutnya hal yang menjadi kelemahan dalam berinvestasi saham yakni tingkat resiko
sebagaimana tabel 1 bahwa rata-rata tingkat resiko yang dimiliki oleh saham relatif lebih
tinggi dibandingkan dengan investasi dalam bentuk emas. Tingkat resiko tersebut dapat
berimbas pada penurunan nilai saham yang lebih rendah dibandingkan investasi emas
sehingga yang menyebabkan adanya capital loss sampai dengan adanya resiko kebangkrutan
dari perusahaan (Resiko likuiditas).
Dengan adanya kebijakan penambahan saham yang beredar oleh pihak manajemen
perusahaan dapat berpengaruh pada tingkat fluktuatif harga saham di bursa. Keputusan
mayoritas pemegang saham juga mampu mempengaruhi tingkat harga saham.

Analisis dalam Investasi Saham


Sebelum melakukan investasi saham hal yang cenderung dilakukan adalah menganalisa
berbagai hal sebagaimana telah diketahui yakni membaca (reading) laporan keuangan
perusahaan dan data statistik pasar modal, berpikir (thinking) dan berinvestasi (Investing).
Secara umum analisis dalam investasi saham dibagi menjadi analisis fundamental dan
analisis teknikal.
Analisis Fundamental
Analisis fundamental adalah

metode analisis yang didasarkan pada fundamental

ekonomi suatu perusahaan. Teknis ini menitik beratkan pada rasio finansial dan kejadian kejadian yang secara langsung maupun tidak langsung memengaruhi kinerja keuangan
perusahaan (wikipedia. 2016). Dalam analisis fundamental terdiri dari beragam variabel yang
harus diperhatikan namun dapat dikategorikan menjadi tiga antara lain : 1. Kinerja
Perusahaan, 2. Kinerja Industri dimana perusahaan tersebut berada, 3. Analisis perekonomian
yang terkait.
Analisis fundamental dilakukan dengan berbagai metodologi yakni (wikipedia, 2016):
-

Pertumbuhan pendapatan (revenue growth)


Rasio laba terhadap saham yang beredar ( earning per share-EPS)
Rasio pertumbuhan EPS
Rasio harga saham terhadap laba perlembar saham (price earning ratio)
Rasio harga saham terhadap pertumbuhan laba perseroan ( price earning growth

ratio)
Rasio harga saham terhadap penjualan (price/sales ratio)
Rasio harga saham terhadap nilai buku (price book value)
Rasio hutang perseroan ( debt ratio)
Margin keuntungan bersih (net profit margin)

Dari hasil analisis tersebut pada akhirnya dapat diketahui adanya perbandingan antara
inilai intrinsik sama dan nilai pasar saham sehingga didapatkan kondisi saham undervalue
ataupun overvalue yang dijadikan dasar bagi investor untuk membeli ataupun menjual
sahamnya. Dalam kondisi saham yang over value maka keputusan yang diambil adalah
menjual saham dengan pertimbangan bahwa nilai intrinsik saham lebih rendah daripada harga
pasar saham (Nugrahadi et all, 2013)

Analisis Teknikal
Analisis teknikal merupakan analisis terhadap pola pergerakan harga di masa lampau
dengan tujuan untuk meramalkan pergerakan harga di masa yang akan datang. Analisis
teknikal ini sering juga disebut dengan chartist karena para analisisnya melakukan studi
dengan menggunakan grafik (chart), dimana mereka berharap dapat menemukan suatu pola
pergerakan harga sehingga mereka dapat mengeksploitasinya untuk mendapatkan keuntungan
(Wikipedia, 2016).
Analisa teknikal ini hanya sekedar perkiraan dan tidak ada pihak yang mampu
menjamin bahwa hasil analisas terjamin dapat menghindarkan kerugian. Namun yang harus
selalu dipastikan bagi investor adalah sikap disiplin dan tidak serakah dalam mengejar target
(Budiman, 2014).
Beberapa istilah dalam analisis teknikal saham yakni :
-

Support Level dan Resistance Level, analisis grafik level terendah maupun tertinggi

yang pada titik tersebut sudah tidak mungkin lagi untuk turun ataupun naik.
Moving Average, yakni rata-rata pergerakan harga suatu saham ditinjau dari

periodesitas waktu bisa harian atau waktu tertentu.


Triangle, metode analisa saham dengan pola kurva segitiga yakni segitga menurun
(Desending triangle) atau segitiga naik (Ascending triangle). Pola segitiga naik
menandakan harga saham yang kemungkinan akan naik sehingga keputusan yang

diambil adalah pembelian begitu pula sebaliknya.


Double Top dan Bottom, merupakan analisa dimana harga saham mengalami
kenaikan pada level tertentu lalu turun sejenak kemudian naik dan kembali turun

sesuai dengan pola huruf M.


Head and Shoulder, sering digunakan untuk para investor beraliran value investor
karena harga saham yang valuasinya sudah sangat murah berdasarkan hasil analisa
fundamental, bukan berarti tidak akan turun lagi. Sehingga bagi seorang value
investor yang memahami teknikalnya akan semakin terhindar dari kerugian walau
sebenarnya bisa saja setelah turun naik lagi

Informasi selanjutnya yang terkait perusahaan yakni kapitalisasi saham perusahaan


yakni nilai keseluruhan saham yang beredar dikalikan dengan nilai pasar saham tersebut.
Terdapat beberapa pengelompokan saham terkait dengan kapitalisasi saham (Manurung,2006)
yakni: perusahaan dengan nilai kapitalisasi besar (diatas Rp1 Triliun), menengah (Rp100
Milyar Rp1 Triliun) dan kecil (dibawah Rp100 Miliar)

Sebagaimana uraian sebelumnya analisa yang dilakukan oleh investor harus dapat
memperhatikan berbagai analisa meskipun demikian tidak dapat dipungkiri bahwa faktor
eksternal seperti keberuntungan dapat menjadi faktor pendukung keberhasilan dalam
investasi saham.
Informasi yang didapatkan juga menjadi hal yang penting sebagai dasar keputusan
investasi saham. Antara lain situasi ekonomi, isu politik, kebijakan pemerintah dan lain
sebagainya. Sebagai contoh kebijakan pemerintahan Presiden Jokowi yang berfokus pada
pembangunan infrastruktur tentunya akan berdampak pada pertumbuhan nilai saham
perusahaan yang bergerak di sektor yang berkaitan dengan pembangunan infrastruktur.
Salah satu cara yang dilakukan oleh Lo Kheng Hong selaku seorang investor adalah
dengan membeli saham yang memiliki kesalahan harga. Kesalahan harga ini dimaksudkan
yakni nilai intrinsik saham tersebut lebih tinggi daripada harga pasar saham.
Saham dengan kondisi sedemikian rupa disebut dengan saham yang bernilai (value
stock) dimana investor akan mendapatkan kapital gain bila membeli saham-saham yang
termasuk dalam kategori ini (Manurung, 2006). Namun tentunya selain daripada teknik
analisis baik fundamental maupun teknikal hal yang menjadikan investor mampu
menganalisa lebih dalam adalah pengalaman yang dimiliki oleh seorang investor saham.
IV.

Kesimpulan
Instrumen investasi saham merupakan salah satu instrumen yang menjanjikan tingkat

pengembalian investasi yang cenderung lebih baik dari pada investasi lainnya dalam hal ini
adalah investasi emas, deposito. Namun demikian investor saham juga harus menyadari
bahwa tingkat resiko yang dimiliki dalam invesatsi saham lebih tinggi dibandingkan dengan
investasi emas, deposito.
Sehingga dalam investasi saham terdapat faktor-faktor yang perlu diperhatikan yaitu
analisa fundamental dan analisa teknikal agar mampu meminimalisir resiko capital loss yang
sangat mungkin terjadi dalam investasi saham. Selain daripada hal tersebut pengalaman yang
dimiliki akan menjadikan investor sama mengetahui berbagai pertimbangan dalam
pengambilan keputusan terkait investasi saham.

V.

Referensi

Khuron, Tais. 2015. Kajian perbandingan tingkat pengembalian dan resiko antara investasi
emas dan saham syariah. Jurnal Signifikan Volume 4 No. 1 April 2015.
Mudjiono. 2012. Investasi dalam Saham dan Obligasi dan Meminimalkan resiko sekuritas
pada pasar modal Indonesia. Jurnal STIE Semarang Volume 4 nomor 2.
Manurung, Adler Haymans. 2006. Ke Mana Investasi?Kiat dan Panduan Investasi
Keuangan. Jakarta : Penerbit Buku Gramedia.
Nugrahadi, R et all. 2013. Penggunaan analisis fundamental untuk menilai saham dengan
pendekatan price earnign ratio (PER) dalam pengambilan keputusan investasi. Jurnal
Administrasi

bisnis

Volume

No.

(2013).

Diakses

pada

http://administrasibisnis.studentjournal.ub.ac.id/index.php/jab/issue/view/10.
Sumber dari internet
Budiman, Aditya. 2014. Istilah Dan Cara Analisa Teknikal Saham,diakses pada lama web
http://www.ceobisnis.com/2014/12/istilah-dan-cara-analisa-teknikal-saham.html diakses
pada tanggal 18 Desember 2016.
Idx. 2016a. Mengenal Pasar Modal. diakses pada lama web http://www.idx.co.id/idid/beranda/informasi/bagiinvestor/pengantarpasarmodal.aspx diakses pada 18 Desember
2016.
Idx.

2016b.

Mulai

Nabung

Saham.

diakses

pada

lama

web

http://yuknabungsaham.idx.co.id/mulai-nabung-saham diakses pada 18 Desember 2016.


Swaonline. 2014. Lo Kheng Hong, Sang Value Investor yang Bebas Finansial, diakses pada
laman web http://swa.co.id/swa/capital-market/personal-investment/lo-kheng-hong-sangvalue-investor-yang-bebas-finansial diakses pada 18 Desember 2016.
Wikipedia.

2016.

Analisis

Fundamental,

diakses

pada

laman

web

https://id.wikipedia.org/wiki/Analisis_fundamental diaskses pada 18 Desember 2016.

Wikipedia.

2016.

Analisis

teknis,

diakses

https://id.wikipedia.org/wiki/Analisis_teknis#cite_note-Kirk-1
Desember 2016.

pada

laman

diaskses

pada

web
18